Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN 5 Konfigurasi Router Lanjutan

CIENDIKIA NELA (1102653)

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2013

A. Tujuan 1. Mahasiswa mengenal dan memahami perangkat routing pada jaringan komputer. 2. Mahasiswa mengenal MikroTik Router sebagai perangkat routing. 3. Mahasiswa diharapkan mampu menginstal dan mengkonfigurasi MikroTik Router.

B. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah: 1. Personal Komputer 2. Kartu Jaringan (NIC) 3. Kabel UTP mode Cross-Over dan Staright-Trought 4. MikroTik Router Board 5. MikroTik RouterOS 6. Switch

C. Teori Pendukung MikroTik RouterOS, merupakan system operasi Linux base yang

diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application

(WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk

keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut : - Protokoll routing RIP, OSPF, BGP. - Statefull firewall - HotSpot for Plug-and-Play access - remote winbox GUI admin Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Kita bisa membeli

software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk. MikroTik juga mengembangkan Hardware dengan spesifikasi dan karakteristik unik serta

mempunyai kemampuan handal sebagai Mesin Router. Dengan dipasarkannya MikroTik RouterBoard dalam berbagai seri memudahkan kita untuk memilih produk sesuai dengan kebutuhan. Flexibilitas ini salah satu faktor yang menjadikan Mikrotik RouterBoard booming dan menjadi pilihan ekonomis dengan kualitas prima, disamping banyak keunggulan keunggulan lainnya. Kita akan bahas dan teliti

MikroTik ini, baik spesifikasi, karakteristik maupun kemampuan Mikrotik, baik software MikroTikOS maupun hardware MikroTik RouterBoard.

1. Hardware MikroTik Beberapa jenis Hardware MikroTik antara lain : Routerboard Antenna Mini PCI MikroTik kompatibel dengan hampir semua

jenis antenna WiFi a/b/g, baik produk MikroTik maupun produsen lainnya. Dengan pemilihan kanal frekuensi dan polarisasi yang tetap, kombinasi power output dan kepekaan sinyal dapat diatur sesuai kebutuhan. Untuk perangkat pendukung seperti lightning arrester, Power Supply Adaptor, Pigtail jumper dan PoE juga sudah diperhitungkan dan MikroTik support untuk itu. Bahkan RouterBoard memiliki roteksi yang cukup baik untuk masalah overvoltage, ketidaksesuaian power output signal dalam MikroTik disebut poweroutage, identifikasi frekuensi, dll.

2. Software MikroTik MikroTik RouterOS adalah sistem operasi untuk Router dari MikroTik berbasispada Linux Software Programme. Pada saat sekarang, WinBox telah di tampilkan secara graphical, sehingga User dengan mudah dapat mengakses dan mengkonfigurasi Router sesuai kebutuhan dengan mudah efektif dan efisien. Memperkecil kesalahan pada waktu setup konfigurasi, mudah dipahami dan customable sesuai yang kita inginkan. Fiturfitur MikroTik RouterOS cukup banyak, bahkan lebih lengkap dibanding RouterOS yang lain, dan sangat membantu kita dalam berimprovisasi untuk mencari solusi dari kendala yang sering kita jumpai di lapangan. Berikut overview tentang karakter dan kemampuan MikroTik RouterOS, diantaranya :

Firewall dan NAT paket Routing Static Data Rate Management per HotSpot PointtoPoint Simple tunnels IPIP IPsec IP Web proxy FTP, DHCP Server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP Universal Client Transparent VRRP VRRP UPnP mendukung Universal PlugandPlay NTP Network Monitoring/Accounting IP SNMP readonly M3P MikroTik MNDP MikroTik Tools ping; Wireless IEEE802.11

D. Langkah Kerja Pratikum 1. Hubungkan masing-masing PC ke switch/router menggunakan kabel Kabel UTP mode Cross-Over dan Staright-Trought, seperti gambar berikut : Pada praktikum kali ini, saya menggunakan 4 PC, 1 Switch dan 1 Router. Dimana 2 buah PC tersambung ke Switch dan 2 PC lagi tersambung langsung ke Router. 2. Langkah selanjutnya Download winbox ke komputer, caranya mudah yaitu kunjungi http://www.mikrotik.com/download 3. Setelah di download, jalankan program winbox

4. jika IP Address Gateway Mikrotik nya sudah muncul suatu alamat, maka lakukan double click pada bagian alamat MAC addressnya. Pada login beri usernamenya dengan admin dan password dibiarkan kosong saja, lalu klik Connect. 5. Maka akan langsung terlihat tampilan interface pada jendela seperti berikut:

6. Selanjtnya lakukan reset dengan menggunakan commandline pada winbox. Perintah reset ini akan mereset semua koneksi yang dilakukan dari Router ke Host yang terhubung ke router tersebut. Jadi lebih baik hanya satu host saja yang melakukan perintah reset ini. 7. Kita bisa melihat host-host yang terhubung dengan router yang kita gunakan. Setiap host tersebut menggunakan satu buah interface yang terdapat pada router untuk dapat terkoneksi.

Pada gambar diatas terlihat bahwa, ada 3 interface yang terkoneksi. Yaitu BoNel(1) terhubung ke swicth yang dimana switch tersebut terkoneksi dua buah router, sementara Nurul(3) dan Cici(5) terkoneksi masing-masing ke satu PC. Untuk mengubah nama ether nya bisa dengan cara melakukan double klik pada setiap ethernya. 8. Selanjutnya kita melakukan setting Alamat IP pada masing-masing hostnya. Setting Routing ke Internet Gateway, lihat kembali gambar topologi jaringannya sebagai panduan. Pada praktikum ini, saya menggunakan alamat IP dalam lingkungan 192.168.1.1\24. Sementara dua buah interface lainnya menggunakan IP address 192.168.3.1\24 dan 192.168.4.1\24. Setting alamat IP ini dilakukan untuk melakukan uji koneksi pada masing-masing host yang terhubung ke router. 9. Selanjutnya kita juga melakukan setting alamat IP di Local Area Connection, seperti yang telah dilakukan pada praktikum sebelumnya. Pada parktikum ini saya menggunakan IP address 192.168.0.3

10. Sekarang kita akan mulai melakukan PING pada commandline winbox untuk melakukan uji koneksi. Pada gambar diatas terlihat bahwa saya berhasil terkoneksi ke IP address 192.168.0.4, 11. 192.168.0.3 dan 192.168.4.4. Itu berarti bahwa koneksi jaringan sudah berhasil dibangun antar host di router. 12. Raouter masing-masing kelompok disambungkan dengan kabel LAN, dan setting alamat IP di PC yang akan digunakan untuk melakukan koneksi ke Router dan ke PC kelompok lain.

E. Evaluasi a) Konfigurasilah IP Address masing-masing PC. b) Lakukanlan test koneksi (ping) dan test routing (tracert) dari masing-masing host ke host yang melalui commandPrompt. Dari gambar diatas terlihat bahwa PC saya terkoneksi ke 192.168.4.4, 192.168.3.3 dan 192.168.0.4

Tampilan PC yang terhubung :

Tampilan ping ke 192.168.4.4 di winBox

c) uji koneksi

ke Router lain, pada gambar dibawah terlihat bahwa berhasil

terkoneksi ke Pada praktikum kali ini kita berhasil terkoneksi ke router tetangga, tetapi belum berhasil terkoneksi ke PC tetangga

F. Kesimpulan Winbox merupakan Software yang berjalan pada windows untuk melakukan konfigurasi MikroTik, kemudian dengan dukungan Grafik User Interfaces / GUI yang dapat memudahkan kita dalam melakukan konfigurasi MikroTik. Dan Mungkin bagi yang belum terbiasa dengan command pada terminal, bisa menggunakan software ini.