Anda di halaman 1dari 3

Trial version of Okdo Pdf to All Converter Professional. http://www.okdosoft.

com

TEKNIK LAPANGAN TERBANG 1 (TEORI DASAR)

Dr. Ari Sandhyavitri & Hendra Taufik, ST, MSc

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau Pekanbaru Agustus, 2005

TEKNIK LAPANGAN TERBANG 1 (TEORI DASAR)


Dr. Ari Sandhyavitri & Hendra Taufik, ST, MSc
I. Preview
Buku ini dibagi atas 4 (empat) modul dengan sistematika pembahasan sebagai berikut: MODUL I Preview Bab ini berisikan tetang Pendahuluan yang berisi bahasan tentang sisi darat dan udara lapangan terbang, fasilitas yang terdapat dalam lapangan terbang dan beberapa istilah yang dikenal, ilustrasi beberapa airport yang terkenal di dunia, karakteristik pesawat terbang, dan konfigurasi landasan pacu (runway) yang secara umum diaplikasikan dalam disain lapangan terbang. MODUL II Airprot Master Plan Meliputi pembahasan tentang filosofi dasar pembangunan airport, tujuan dan pengembangan master plan (rencana induk) yang

berhubungan dengan tinjauan kebijakan, ekonomi, fisik, lingkungan, dan finansial, ditinjau juga beberapa pendekatan forecasting pada perencanaan airport dan pemilihan lokasi ideal bandara. MODUL III Pengaruh Prestasi Pesawat terhadap Panjang Runway (Landasan Pacu) Membahas tipe mesin pesawat dalam hubungannya dengan panjang landasan pacu, perhitungan panjang landasan pacu yang dipengaruhi kondisi local, dan jarak pandang, kemiringan dan lebar landasan pacu. MODUL IV Gedung Terminal Membahas kriteria bagunan terminal, system sirkulasi lalu-lintas, system bongkar-muat dan daerah-daerah bangunan yang meliputi

gedung terminal, daerah penerbangan utama, kargo, parkir dan daerah khusus.

1.1. Pendahuluan Sisi Darat & Udara


Suatu bandara mencakup suatu kumpulan kegiatan yang luas yang

mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang berbeda dan terkadang saling bertentangan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Misalnya kegiatan keamanan membatasi sedikit mungkin hubungan (pintu-pintu) antara sisi darat (land side) dan sisi udara (air side), sedangkan kegiatan pelayanan memerlukan sebanyak mungkin pintu terbuka dari sisi darat ke sisi udara agar pelayanan berjalan lancar. Kegiatankegiatan itu saling tergantung satu sama lainnya sehingga suatu kegiatan tunggal dapat membatasi kapasitas dari keseluruhan kegiatan.

Sebelum tahun 1960-an rencana induk bandara dikembangkan berdasarkan kebutuhan-kebutuhan penerbangan lokal. Namun sesudah tahun 1960-an rencana tersebut telah digabungkan ke dalam suatu rencana induk bandara yang tidak hanya memperhitungkan kebutuhan-kebutuhan di suatu daerah, wilayah, propinsi atau negara. Agar usaha-usaha perencanaan bandara untuk masa depan berhasil dengan baik, usaha-usaha itu harus didasarkan kepada pedoman-pedoman yang dibuat berdasarkan pada rencana induk dan sistem bandara yang menyeluruh, baik berdasarkan Indonesia peraturan Nomor FAA, ICAO 2001 ataupun tentang Peraturan Pemerintah dan Republik Kepmen

70 Tahun

Kebandarudaraan

Perhubungan No. KM 44 Tahun 2002 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.

Beberapa istilah kebandarudaraan yang perlu diketahui adalah sebagai berikut (Basuki, 1996; Sartono, 1996 dan PP No. 70 thn 2001): Airport: Area daratan atau air yang secara regular dipergunakan untuk kegiatan take-off and landing pesawat udara. Diperlengkapi dengan fasilitas untuk pendaratan, parkir pesawat, perbaikan pesawat, bongkar muat penumpang dan barang, dilengkapai dengan fasiltas keamanan dan terminal building untuk mengakomodasi keperluar penumpang dan barang dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi.