Anda di halaman 1dari 17

MODUL 1 KEKEBALAN TUBUH Skenario 1 Benjolan di Submandibula Amir (25 tahun) sakit gigi sejak 3 hari lalu dan

tenggorokannya terasa sakit. Amir takut karena timbulnya benjolan sebesar telur puyuh di bagian dasar mulut sebelah kiri dan terasa sakit bila ditekan. Sore harinya segera Amir pergi ke dokter gigi. Dokter gigi menjelaskan bahwa gigi 36 gangren, sedangkan benjolan di dasar mulut dengan konsistensi kenyal karena adanya pembesaran kelenjar lymphe sebagai reaksi pertahanan tubuh terhadap infeksi. Hal ini tidak boleh dianggap remeh karena jika tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi organ-organ lain termasuk organ yang berperanan dalam pembentukan kekebalan. Bagaimana saudara menjelaskan masalah sistem kekebalan tubuh ini?

Langkah 1. Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang dapat menimbulkan kesalahan interpretasi Gangren : nekrosisnya jaringan karena kurangnya suplai darah Kelenjar Lymphe : kelenjar yang berfungsi untuk membunuh benda asing yang masuk ke tubuh dengan fagositosis Infeksi : berhasilnya jaringan tubuh diinvasi oleh organisme patogen

Langkah 2. Menentukan masalah 1. Apa hubungan gigi gangren dengan tumbuhnya benjolan dasar mulut? 2. Apa hubungan tenggorokan sakit dengan sistem kekebalan tubuh? 3. Apa contoh pertahanan tubuh terhadap infeksi selain yang terdapat dalam skenario? 4. Apa saja organ-organ yang berperan dalam pembentukan kekebalan? 5. Apa komponen yang mempengaruhi sistem imun? 6. Apa jenis respon imun terhadap infeksi pada tubuh? 7. Apa fungsi sistem imun? 8. Bagaimana respon imun terhadap infeksi?

9. Apa faktor yang mempengaruhi system kekebalan tubuh? 10. Apa saja kelainan sistem imun?

Langkah 3. Menganalisa masalah melalui brain storming dengan menggunakan brain storming dan menggunakan prior knowledge 1. Apa hubungan gigi gangren dengan tumbuhnya benjolan dasar mulut? Pada gigi gangren akan terjadi infeksi, sehingga terdapat organisme patogen yang nantinya akan melakukan pembusukan. Selanjutnya bakteri akan diangkut oleh pembuluh Lymphe dan dikumpulkan di kelenjar Lymphe. Di dalam kelenjar Lymphe ini terjadi perbanyakan sel-sel pertahanan tubuh untuk memusnahkan bakteri.

2. Apa hubungan tenggorokan sakit dengan sistem kekebalan tubuh? Adanya perlawanan terhadap organisme pathogen dalam membentuk system kekebalan tubuh. Tenggorokan yang sakit bisa akibat dari inflamasi pada tonsil.

3. Apa contoh pertahanan tubuh terhadap infeksi selain yang terdapat dalam skenario? Merusak bakteri yang menyerang dengan fagositosis Membentuk antibodi Peningkatan suhu

4. Apa saja organ-organ yang berperan dalam pembentukan kekebalan? Jaringan limfoid : Primer : sumsum tulang, thymus Sekunder : limfonodus, limpa, usus buntu, tonsil

5. Apa komponen yang mempengaruhi sistem imun? Antibody : dirangsang oleh antigen yang masuk Antigen : substansi yang dilawan oleh antibody

Pada sistem imun rongga mulut terdapat 3 pembagian : Barier : epitel, saliva, anatomi gigi Imunitas seluler : fagositosis oleh leukosit dan makrofag Imunitas humoral : fungsi antibodi di dalam saliva dan cairan celah gusi

6. Apa jenis respon imun terhadap infeksi pada tubuh? Respon non-spesifik (bawaan), adalah perlindungan yang telah ada sejak lahir Respon spesifik (adaptif), adalah perlindungan yang didapat atau timbul dari antigen Respon primer Respon sekunder

7. Apa fungsi sistem imun? Pertahanan terhadap infeksi organisme Fungsi homeostasis Fungsi pengawasan

8. Bagaimana respon imun terhadap infeksi? Saat invasi antigen, sel akan membentuk antibodi, limfosit T menghancurkan organ, dan terbentuklah respon imun.

9. Apa faktor yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh? Faktor internal : Derajat keratinisasi membrane mukosa Jumlah fungsi sel B Jumlah sel memori Nodus limfatikus

Faktor eksternal : Suhu Gizi Genetik Lingkungan Kebiasaan

10. Apa saja kelainan sistem imun? Sistem imun tidak berfungsi normal (imunodefisiensi), contohnya HIV, alergi, autoimun

Langkah 4. Membuat skema atau diagram dari komponen-komponen permasalahan dan mencari korelasi dan interaksi antar masing-masing komponen untuk mencari solusi secara teintegrasi

Amir (25 th)

sakit gigi, tenggorokan sakit, terdapat benjolan di dasar mulut

Dokter Gigi

Gigi Gangren

Pembesaran Kelenjar Lymphe

Sistem Imun Tubuh

Dasar Imunologi

Komponen dan Organ

Fungsi

Respon dan Mekanisme

Sistem Imun Rongga Mulut

Kekebalan Aktif dan Pasif

Kelainan

Langkah 5. Memformulasikan tujuan pembelajaran 1. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Dasar Imunologi 2. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Komponen dan Organ yang Berperan dalam Sistem Imun 3. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Fungsi Sistem Imun 4. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Respon dan Mekanisme Sistem Imun 5. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Sistem Imun Rongga Mulut 6. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Kekebalan Aktif dan Pasif 7. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Kelainan Sistem Imun

Langkah 6. Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dan lain-lain

Langkah 7. Sintesa dan uji informasi yang telah diperoleh 1. Dasar imunologi Imunologi berasal dari bahasa Latin, yaitu imunis dan logos. Imunis berarti bebas dari beban, sedangkan logos berarti ilmu. Imunologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan sistem pertahanan tubuh, atau ilmu yang mempelajari proses-proses yang dipergunakan oleh hospes untuk mempertahankan kestabilan dalam lingkungan internalnya bila dihadapkan dengan benda asing. Pada awalnya imunologi merupakan cabang dari mikrobiologi. Sekitar abad XV berkembang suatu penelitian tentang respon tubuh terhadap penyakit infeksi. Pada perkembangan saat ini, berbagai ilmu berperan dalam perkembangan imunologi, yaitu ilmu dasar kedokteran (anatomi, histologi, biokimia dll) dan ilmu-ilmu klinis (alergi, penyakit infeksi, transplantasi dll). Sebelumnya pada abad XI ditemukan wabah cacar di Cina. Dokter mengamati bahwa pengisapan kerak cacar dapat mencegah penyakit cacar pada orang sehat. Cari ini pun berkembang di Timur Tengah yaitu dengan pemberian tepung kerak cacar intradermal untuk menjaga kecantikan kulit akibat cacar. Cara ini juga meluas sampai ke Inggris yang dipopulerkan oleh Lady Mary. Cara yang disebut variolasi ini diketahui berbahaya karena kadang dapat menyebabkan kematian sehingga variolasi pun dilarang. Cara yang efektif untuk penanggulangan cacar ditemukan oleh Edwar Jener. Pada tahun 1796, Edwar Jener melakukan inokulasi kerak cacar sapi (cowpox) untuk proteksi cacar manusia (smallpox). Inilah yang menjadi dasar perkembangan imunologi. Pada tahun 1881, Louis Pasteur mengganti istilah variolasi menjadi vaksinasi dengan teknik pembiakan mikroorganisme secara invitro yaitu dengan memproduksi vaksin pasteurella aviseptica yang dilemahkan untuk penyakit kolera ayam. Penggunaan biakan hidup, biakan yang dilemahkan atau biakan yang dimatikan dengan panas sampai sekarang masih digunakan untuk pencegahan penyakit infeksi (imunisasi aktif). Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem imun : Genetik : kerentanan seseorang tehadap penyakit ditentukan oleh gen HLA/MHC Umur : contohnya hipofungsi sistem imun pada bayi sehingga bayi mudah terkena infeksi Metabolik : penderita penyakit metabolik rentan terhadap infeksi

Lingkungan dan nutrisi : malnutrisi menyebabkan daya tahan menurun sehingga mudah terkena infeksi

Anatomis : contohnya daya tahan terhadap mikroorganisme pada kulit Fisiologis : cairan lambung, silia trakea, aliran urin, enzim, dll Mikrobial Stress : stress dapat melepaskan hormon neuro-endokrin, glukokortikoid, dll

Respon imun terbagi 2 : Innate/ non-spesifik, sudah ada sejak lahir yang merupakan perlindungan non-spesifik terhadap mikroba Acquired/ adaptif/ spesifik, member perlindungan spesifik terhadap mikroba.

Beberapa istilah dalam memahami sistem imun : Antibodi (immunoglobulin), adalah protein yang dihasilkan oleh limfosit B dan berinteraksi dengan antigen tertentu Antigen, adalah setiap zat yang dapat merangsang reaksi kekebalan tubuh Sistem komplemen, adalah kumpulan protein dengan berbagai fungsi Natural killer cell, adalah jenis sel darah putih yang dapat membunuh sel-sel abnormal.

2. Komponen dan organ yang berperan dalam sistem imun 1) Sistem Limforetikuler a. Unsur jaringan dan organ Organ limfoid primer Merupakan organ yang diperlukan untuk pematangan diferensiasi dan proliferasi sel B dan sel T sehingga menjadi limfosit yang dapat mengenal antigen dan bersifat spesifik, contohnya sumsum tulang, thymus Organ limfoid sekunder Merupakan tempat terjadinya interaksi antara limfosit dengan linfosit dan limfosit dengan antigen, misalnya limfonodus, lien, malt/galt

b. Unsur seluler Limfosit T dan limfosit B Limfosit T diproduksi di sumsum tulang dan maturasi di thymus. Pada permukaannya terdapat TcR (T cell Reseptor) dengan glikoprotein yang berfungsi mengikat antigen. Limfosit T memiliki beberapa subtype :

1. Th (T helper) :

T helper 1 = imunitas seluler T helper 2 = imunitas humoral

2. Tc (T cytotoxic) : membunuh sel yang infeksi 3. Ts (T suppressor) : menurunkan/ menghentikan system imun Limfosit B diproduksi di sumsum tulang. Limfosit B akan memproduksi immunoglobulin (Ig) bila teraktivasi. Beberapa macam limfosit B 1. Sel B plasma : menghasilkan antibodi yang spesifik 2. Sel B memori : mengingat antigen yang spesifik., bereaksi cepat jika ada infeksi 3. Sel B pembelah

Sel plasma Merupakan fase terminal diferensiasi sel B dan memproduksi antibodi

Sel NK Disebut juga dengan sel nul/ populasi ketiga karena tidak masuk sel B/ sel T. Sel NK merupakan pertahanan alamiah terhadap sel kanker dan virus.

Sel fagosit mononuclear Merupakan sel fagosit yang berinti satuyaitu makrofag dan prekursornya manosit. Makrofag diproduksi di sumsum tulang dan memproduksi sitokin. Makrofag memiliki beberapa fungsi pada system imun, yaitu : a. Fungsi fagositik, untuk menelan benda asing/ sel mati, sisa sel yang sudah rusak, antigen, atau kompleks imun. b. Fungsi sebagai penyaji antigen c. Fungsi sekresi

Sel Granulosit Polimorfonuklear Berasal dari precursor stem sel di sumsum tulang, mendominasi jumlah leukosit dalam sirkulasi.

2) Antigen/ imunogen Merupakan substansi yang merangsang respon imun atau bahan yang dapat bereaksi dengan antibodi yang sudah ada. Bahan kimia pada antigen berupa polisakarida, lipid, asam nukleat, dan protein. Pembagian antigen menurut epitop : Unideterminan antibody, hanya satu jenis determinan/ epitop pada 1 molekul Unideterminan antibody, hanya satu jenis determinan tetapi 2 atau lebih determinan tersebut ditemukan pada satu molekul Multideterminan antibody, banyak epitop yang bermacam-macam tetapi hanya satu dari setiap macamnya Multideterminan antibody, banyak macam determinan dan banyak dari setiap macam pada satu molekul Pembagian antigen menurut spesifisitas : Heteroantigen, dimiliki oleh banyak spesies Xeroantigen, hanya dimiliki spesies tertentu Alloantigen, spesifik untuk individu dalam satu spesies Antigen organ spesifik, hanya dimiliki organ tertentu Autoantigen, dimiliki alat tubuh sendiri

Pembagian antigen menurut ketergantungan terhadap limfosit T : T dependen, memerlukan pengenalan oleh limfosit T dan B terlebih dahulu untuk dapat menimbulkan respon antibodi. Kebanyakan antigen protein termasuk dalam golongan ini. T antibody, dapat merangsang sel B tanpa bantuan limfosit T untuk membentuk antibodi Pembagian antigen menurut sifat kimia : Hidrat arang (polisakarida) Lipid Asam nukleat Protein

3) Antibody/ imunoglobulin

Merupakan fraksi protein dalam cairan tubuh yang terbentuk atas rangsangan masuknya antigen yang berasal dari luar dan terjadi secara spesifik. Antibodi sudah ada sejak manusia lahir, yaitu ditransfer oleh ibu melalui plasenta dari darah ibu ke janin. Beberapa macam immunoglobulin : Ig A, paling dominan pada cairan sekresi seperti air ludah, cairan usus, air mata, ASI, dan mukosa hidung. Berfungsi untuk menahan antigen agar tidsk menempel pada permukaan mukosa, menetralisir virus, dsb. Ig D, satu-satunya antibody yang sampai sekarang masih sulit ditentukan sungsi utamanya. Hal ini disebabkan sulitnya mengisolasi antibodi ini dan kondentrasinya dalam serum sangat kecil. Ig E, berhubungan dengan alergi Ig G, paling dominan yang berfungsi mengaktivasi komplemen baik lewat jalur alternative, maupun klasik. Ig G merupakan satu-satunya antibodi yang mampu menembus plasenta. Ig M, merupakan antibodi pertama yang dibentuk dalam respon imun.

4) Major Histocompatibility Antigen (MHC)

5) Komplemen Adalah sistem pertahanan dalam darah yang terdiri dari campuran zat protein dan bersifat termolabil. Komplemen ini diaktifkan dengan 3 lintasan, yaitu : Lintasan klasik : diaktifkan oleh antibody khusus yang terikat pada antigen Lintasan alternatif : diaktifkan oleh produk mikroba tertentu/ antigen Lintasan lektin

6) Sitokin Merupakan mediator yang berperan sebagai hantaran sinyal/ jaringan komunikasi dari satu sel ke sel lain. Sitokin disekresi hampir oleh semua sel. Dalam bekerja, sitokin harus menempel pada reseptor yang terdapat di permukaan sel target. Cara penghantaran sinyal sebagai berikut : Endokrin Yaitu mediator untuk memberikan sinyal kepada sel lain memerlukan sistem pembuluh Parakrin Yaitu memberikan sinyal kepada sel lain tanpa sistem pembuluh Autokrin

Yaitu mediator yang dihasilkan untuk dirinya sendiri

3. Fungsi sistem imun 1) Fungsi pertahanan Sebagai pertahanan tubuh melawan invasi mokroorganisme yang ditengahi oleh elemen seluler. Jika elemen seluler hiperaktif maka biasanya akan menimbulkan alergi, sedangkan bila hipoaktif akan menyebabkan infeksi berulang. 2) Fungsi homeostasis Yaitu untuk memenuhi kebutuhan umum organisme multiseluler utuk

mempertahankan keseragaman jenis sel, yaitu dengan menyingkirkan sel-sel yang rusak dalam sirkulasi. Bila terdapat penyimpangan maka akan timbul autoimunitas. 3) Fungsi pengawasan dini Yaitu untuk memonitor pengenalan jenis sel yang abnormal di dalam tubuh. Sel yang abnormal dapat terjadi spontan, pengaruh invasi virus, maupun pengaruh zat kimia. Sel yang abnormal ini akan dieliminasi oleh sel NK. Namun, bila terjadi kegagalan maka akan timbul penyakit keganasan.

4. Respon dan mekanisme sistem imun Respon imun berkaitan dengan kemampuan untuk mengenal self dan non-self serta memberikan respon terhadap non-self. Berdasarkan fungsi, respon imun terbagi 2: 1) Respon alamiah (innate) atau bawaan Merupakan pertahanan pertama terhadap agen infeksi. Mikroorganisme dihancurkan sebelum berkembang biak dan menimbulkan infeksi. Respon alamiah ini memiliki 3 komponen: Proteksi fisik, mekanik, dan biokimia Proteksi melalui mekanisme seluler a. Respon fagositosis Proses fagositosis melalui fase pengenalan, kemotkasis, perlekatan, penelanan dari antigen yang telah mengalami opsonisasi yang melibatkan kompleks reaksi biokimia. b. Respon inflamasi

Beberapa perubahan dalam respon inflamasi seperti vasodilatasi, peningkatan permeabilitas sehingga cairan dan sel keluar dari pembuluh darah, dan imgrasi sel inflamatori dari dalam pembuluh darah ke jaringan sekitarnya. Proteksi melalui barier humoral Berbagai bahan dalam sirkulasi : a. Komplemen Merupakan protein serum yang diproduksi di hati, disusun lebih 20 rantai protein, dan terdapat dalam bentuk molekul yang larut dalam sirkulasi. b. C-Reactive Protein (CRP) Merupakan contoh dari protein fase akut, kadarnya dalam darah meningkat pada infeksi akut c. Interferon Merupakan glikoprotein yang dihasilkan sel tubuh yang terinfeksi virus atau dapat dihasilkan limfosit sebagai pertahanan pertama pada invasi virus. Respon imun humoral memiliki 3 elemen penting : a. Antibody b. Reseptor sel T/ TCR c. Molekul MHC

2) Respon didapat (acquired) atau adaptif/ spesifik Apabila pertahanan pertama tidak dapat mencegah infeksi, system imun adaptif akan teraktivasi. Respon ini bekerja spesifik yang mana akan meninggalkan memori imunologi spesifik, sehingga infeksi selanjutnya tidak akan meninggalkan penyakit. Respon imun spesifik memiliki 3 kekhasan : Spesifik Dapat mendiferensiasi antigen yang berasal dari spesies, individual, dan organ yang berbeda Heterogenitas Dapat menghasilkan sel yang heterogen Memori Dapat mempercepat dan memperbesar respon spesifik dengan proliferasi dan diferensiasi

3 mekanisme pertahanan :

1) Pertahanan lini I Merupakan bagian dari system kekebalan tubuh bawaan, terdiri dari : Barier fisik (kulit, selaput lendir, silia) Barier kimia (air liur, keringat, air mata, enzim pencernaan, laktoferin, urin) Bioflora, mikroba yang hidup pada kulit dan dalam tubuh yang membantu menghambat infeksi oleh mikroba penyebab penyakit. 2) Pertahanan lini II Merupakan bagian dari system kekebalan tubuh bawaan, terdiri dari : Sel imun non-spesifik (eosinofil, basofil, neutrofil, makrofag) Mediator kimia (interleukin-1, interferon, komplemen) Demam Fagositosis Inflamasi

3) Pertahanan lini III Merupakan bagian dari system imun adaptif/ spesifik dan perlindungan jangka panjang terhadap mikroba, terdiri dari : Sel T (helper dan sitotoksik) Sel B (memori dan sel plasma) Antibodi

5. Sistem imun rongga mulut Beberapa komponen jaringan rongga ulut yang terlibat : a. Membran mukosa Sebagai barier mekanik, terdiri dari : Air liur pada permukaannya Lapisan keratin Lapisan granular Membran basal Komponen seluler dan humoral yang berasal dari darah

b. Saliva Untuk membersihkan rongga mulut dari mikroorganisme dan sebagai pelumas aksi otot lidah, bibir, dan pipi. Senyawa daam saliva yang berperan dalam mekanisme pertahanan : Lisozim/ muramidase

Merupakan enzim yang bekerja mencerna benda asing yang sudah difagosit, bersifat baktercidal Peroksidase Merupakan enzim yang mencerna benda asing yang sudah difagosit, bersifat tahan panas Laktoferin Merupakan enzim yang mencerna benda asing yang sudah difagosit, bersifat tahan panas Leukosit Saliva mengandung banyak leukosit yang bermigrasi dari pembuluh darah melalui ceruk gingiva Ig A Untuk mencagah perlekatan mikroba pada permukaan jaringan di rongga mulut Komplemen

c. Kelenjar saliva Mengandung sel plasma dan limfosit, serta memproduksi Ig A d. Sulkus gingival Komponen humoral dan seluler darah keluar melalui junctional epitellium dalam bentuk cairan sulkus gingiva e. Jaringan limfoid rongga mulut Merupakan kelenjar lymphe yang berada di daerah superficial. Tonsil palatina dan lingual Menjaga agar mikroba tidak masuk ke dalam saluran pencernaan dan permapasan Jaringan limfoid di kelenjar liur Melindungi mukosa mulut dan permukaan gigi dari kolonisasi mikroba, menghasilkan Ig A, mencegah infeksi dalam kelenjar liur Jaringan imfoid di gingiva Menjaga cairan gingival dari mikroorganisme yang ada pada plak Jaringan limfoid yang tersebar pada subukosa Melindungi mukosa dari penetrasi mikroorganisme

6. Kekebalan aktif dan pasif Kekebalan tubuh terbagi 2 : 1) Alamiah, tanpa terinfeksi manusia Aktif : infeksi mikroba patogen Pasif : antibody ibu

2) Buatan, bila antigen/ antibodi diberkan secara artifisial Aktif : vaksinasi Pasif : pemberian antiserum, antitoksin, imunisasi pasif

7. Kelainan sistem imun 1) Gangguan autoimun Merupakan kegagalan system imun tidak dapat membedakan self dan non-self Penyebab autoimun : Genetik Senyawa yang ada di tubuh normalnya dibatasi area tertentu, akan tetapi karena suatu kesalahan maka dilepaskan ke aliran darah Senyawa normal di tubuh berubah dan tidak dikenali Senyawa asing yang menyerupai senyawa badan alami Obat-obatan Kegagalan regulasi imun dalam mempertahankan homeostasis

Beberapa penyakit autoimun : Oral Lichen Planus Tampak sebagai lesi dengan garis putih, dapat timbul pada gingival, bibir, bagian lain dalam mulut. Penyebab pasti tidak diketahui, kemungkinan berhubungan dengan alergi/ reaksi autoimun Pemphigus Vulgaris Melepuhnya lapisan intradermal kulit dan membrane mukosa. Factor pencetus dapat berupa obat-obatan dan virus Sindrom Sjorgen Ditandai oleh mata dan mulut kering, melibatkan organ lain seperti paru dan kulit Sialadenitis autoimun rekuren Berupa pembengkakan kelenjar parotis, unilateral, dan menimbulkan nyeri Sistemik Lupus Erithematosus Mengenai semua jaringan di dalam tubuh, terutama daerah vaskululitik sitemik Hashimoto tiroiditis (gangguan pada kelenjar tiroid) Penyakit Addison Penyakit yang terjadi ketika kelenjar adrena tidak memproduksi cukup hormone Penyakit Grave Gangguan autoimun yang mengarah ke kelenjer tiroid hiperaktif

Reactive arthritis Peradangan sendi, saluran kencing, dan mata

Multiple sclerosis Gangguan autoimun yang mempengaruhi otak dan system saraf pusat tulang belakang

2) Isoimunitas Tubuh mendapatkan kekebalan dari individu lain yang melawan sel tubuhnya sendiri, dapat muncul karena transfuse darah/ cangkok organ 3) Hipersensitifitas/ alergi Merupakan respon berlebihan dalam antigen tertentu, dapat menyebabkan kerusakan jaringan ketika berusaha melakukan perlawanan 4) Imunodefisiensi Keadaan dimana sistem imun sangat lemah, bisa karena faktor bawaan atau dapat muncul saat dewasa

KEPUSTAKAAN A Samik dan Madarina Julia. 2002. Sistem Imun, Imunisasi, dan Penyakit Imun. Jakarta: Widya Medika Darwin, Eryati. Imunologi & Infeksi. Padang: Andalas University Press Garna, Karnen dan Iris Rengganis. 2009. Imunologi Dasar. Jakarta: Balai Penerbit FKUI http://m.medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=3177 http://ayulaksmita.blogspot.com/2013/04/sistem-imun-cairan-rongga-mulut.html http://biobloguphc.wordpress.com/bab-ii/

LAPORAN TUTORIAL MODUL 1 KEKEBALAN TUBUH

Oleh, Agustian Sura Pratama Ahmad Muhavit Anisa Rahmi Mulyati Asti Finda Annisa Ayesa Rifani Dhira Pratiwi Lisma Yendri Putri Ovieza Maizar Ratu Amelia Rezy Kurnia Kelompok 7 Tutor : Drg. Aida Fitriana

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas 2013

Anda mungkin juga menyukai