Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN LABORATORIUM PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

02 GARIS BEBAN DIODA


NAMA PRAKTIKAN NAMA REKAN KERJA : Ali Mahfud : 1. Aurora 2. Naomi Octuberna

KELAS/KELOMPOK TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN

: T. Telekomunikasi 3A / Kelompok 6 : 2013 : 2013

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

TUJUAN DASAR TEORI ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN DATA HASIL PERCOBAAN ANALISA DAN PEMBAHASAN PERTANYAAN DAN TUGAS KESIMPULAN

3 3 8 8 9 10 10 13

LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA

PERCOBAAN II GARIS BEBAN DIODA


1. TUJUAN Menggambarkan garis beban dioda dan menunjukkan penggunaannya. 2. DASAR TEORI Dioda adalah suatu komponen elektronik yang terbuat dari sambungan semikonduktor tipe P-N, dimana kaki anoda (positip +) terbuat dari bahan semikonduktor tipe P, sedangkan kaki katoda (negatif -) terbuat dari bahan semikonduktor tipe N. Ujung badan dioda biasanya diberi bertanda, berupa gelang atau berupa titik, yang menandakan letak katoda. Saat ini dioda yang paling umum dibuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau germanium.

Gambar 4.35 Simbol dioda dan komponennya Pada dioda berlaku 2 kondisi yang dapat menunjukkan fungsi dari dioda itu sendiri : 2.1. Panjaran maju (forward bias) Kondisi ini terjadi apabila kaki anoda dihubungkan pada tegangan positif sedangkan kaki katoda dihubungkan pada tegangan negatif dari sebuah catu daya. Dioda akan mengalirkan arus bersifat seperti saklar tertutup dan dapat berfungsi sebagai penyearah arus.

Gambar 4.36 Keadaan forward bias 2.2. Panjaran balik (reverse bias) Kondisi ini terjadi apabila kaki anoda dihubungkan pada tegangan negatif sedangkan kaki katoda dihubungkan pada tegangan positif dari sebuah catu daya. Dioda akan menahan arus bersifat seperti saklar terbuka dan berfungsi sebagai isolator.

Gambar 4.37 Keadaan reverse bias Fungsi dari dioda sendiri adalah mengalirkan arus. Sebenarnya banyak fungsi dari dioda ini, tergantung dari aplikasinya, namun yang utama adalah sebagai penyearah. Dioda memiliki bermacam-macam jenis, mulai dari LED (Light Emitting Dioda) dan photo dioda yang termasuk dalam kategori sensor, SCR , dioda schotky,dioda varaktor dan dioda zener. Dioda sendiri memiliki banyak bentuk juga namun yang perlu diperhatikan adalah nilai hantaran suatu dioda sesuai dengan besarnya arus. Semakin arusnya besar maka bentuk fisik dari dioda lebih besar. Berikut merupakan grafik dari karakteristik dioda, dapat diketahui jika dioda memiliki tegangan kerja. Jadi saat tegangan kerja dioda sudah terpenuhi,maka dioda akan mengalirkan arus forward.

Gambar 4.38 Grafik Karakteristik Dioda Dioda biasanya terbuat dari bahan silikon (Si) dan germanium (Ge). Agar dapat berfungsi sebagai penyearah arus maka dibutuhkan forward bias > 0,7V untuk dioda silikon dan forward bias > 0,3V untuk dioda germanium. Syarat batas tegangan tersebut disebut sebagai tegangan lutut (knee).

3. ALAT ALAT YANG DI PERGUNAKAN No. 1 2 3 4 5 6 Alat-alatdankomponen Sumber daya searah Multimeter Analog Dioda Si Dioda Ge Resistor Kabel-kabel penghubung Jumlah 1 2 1 1 470, 1k, 2k Ohm 3

4. LANGKAH LANGKAH PERCOBAAN

+ DC SUPPLY VO

Gambar 1. Rangkaian dioda sederhana

+ DC SUPPLY VO

Gambar 2. Rangkaian dioda terbuka

+ DC SUPPLY VO

Gambar 3. Rangkaian dioda tertutup

1. Membuat garis beban dioda dengan tagangan sumber sebesar 1,5V dan R sebesar 470 pada kurva karakteristik dioda silikon yang telah dibuat pada percobaan 1. 2. Membuat rangkaian seperti gambar 1, dengan menggunakan dioda silikon dan R = 470 3. Membuat tanda dot untuk VF = 1,5 Volt pada sumbu horizontal (pada sumbu x) kurva tersebut. 4. Menghubung-singkatkan dioda, sehingga arus yang melalui R akan sama dengan 1,5 V I 3,2 mA 470 5. Membuat tanda dot pada arah sumbu vertikal (sumbu y) untuk IF = 3,2 mA. 6. Menghubungjan kedua titik tersebut dengan geris lurus. 7. Menentukan dari kurva tersebut, harga-harga IF dan VF pada titik dimana geris beban memotong kurva. 8. Mengukur tegangan pada resistor (Vo, Id, Vd) dengan Voltmeter. 9. Melepas salah satu kaki dioda dari rangkaian (Seperti Gambar 2) dan Vs tetap sebesar 1,5V, lalu mengukur Id, Vd, dan Vo (pengukuran pada titik cut off). 10. Hubung Singkat dioda dan Vs tetap sebesar 1,5V, lalu ukurlah Id, Vd, dan Vo (pengukuran pada titik saturasi). 11. Mengulangi langkah 1 sampai 10 dengan dioda yang sama namun dengan Vs sebesar 3V dan R sebesar 2k . (Melengkapi Tabel). 12. Mengulangi langkah 1 sampai 11 dengan menggunakan dioda Germanium. (Melengkapi Tabel). 5. DATA HASIL PERCOBAAN Tabel Dioda Titik Operasi Titik Cut Off Titik Saturasi Tegangan Dioda (Vd) 0.6 Volt 0.5 Volt 0.75 Volt Arus Dioda (Id) 2 mA 0A 20.5 mA

- Pada titik cut off : Tidak ada arus dioda (dioda putus) = dioda seperti saklar terbuka - Pada titik saturasi: arus dioda maksimum = dioda seperti saklar tertutup. Tabel 1. Dioda silikon dengan tipe 1N4001 Id (mA) Vs R Kondisi dioda (V) () Kurva Ukur Terpasang 2 1.7 1.5 470 Lepas 0 Hub. Singakat 2.85 Terpasang 1.3 1.15 3 2000 Lepas 0 Hub. Singakat 1.45 Tabel 2. Dioda Germanium Vs R Kondisi dioda (V) () Terpasang 1.5 1000 Lepas Hub. Singakat Terpasang 3 2000 Lepas Hub. Singakat 6. ANALISA

Vd (volt) Kurva Ukur 0.6 0.6 1.5 0 0.575 0.6 3 0

Vo (volt) Hitung Ukur 0.9 0.85 0 0 1.5 1.5 2.4 2.35 0 0 3 3

Id (mA) Kurva Ukur 1.15 1.05 0 1.35 1.35 1.25 0 1.45

Vd (volt) Kurva Ukur 0.35 0.35 1.5 0 0.375 0.45 3 0

Vo (volt) Hitung Ukur 1.15 1.1 0 0 1.5 1.5 2.6 2.5 0 0 3 3

7. TUGAS 1. Selain pada dioda, dimana lagi kita menggunakan garis beban? Jelaskan! Garis beban juga digunakan pada komponen aktif seperti Transistor. Karena pada transistor juga memiliki karakterisitik seperti dioda yaitu, memiliki saturasi, cut off, dan juga titik aktif. 2. Apa sebenarnya fungsi dari garis beban dioda? Fungsi dari garis beban dioda adalah untuk mengetahui hubungan antara tegangan diantara kedua terminal dioda dan response dioda untuk menghantarkan arusnya.

8. LAMPIRAN

9. DAFTAR PUSTAKA
http://id.answers.yahoo.com "Fungsi Garis beban Dioda"

10