Anda di halaman 1dari 6

Praktikum 5 Three phase rectifier

Penyearah tiga-fasa adalah pengubah tegangan bolak-balik ketegangan searah yang menggunakan sumbertiga-fasa. Berdasarkan semikonduktor yang digunakan dan variasi tegangan keluarannya, penyearah tiga-fasa dapat diklasifikasikan menjadi : a. Penyearahterkendali Penyearah fasa-tiga memberikan tegangan keluaran rata-rata yang lebih tinggi, dan faktor ripelnya lebih rendah dari penyearah fasa-satu sehingga masalah filteringnya juga semakin simpel. Karena itulah, penyearah fasatiga terkendali sangat banyak digunakan dalam pengendalian kecepatan motor berdaya tinggi. Salah satu bentuk aplikasi penyearah fasa-tiga terkendali adalah penyearah M3C, penyearah fasa-tiga, tiga-pulsa, terkendali (Gambar 1.6). Tiga thyristor, masingmasing disambungkan pada masing-masing saluran, dan setiap thyristor mendapat pulsa trigger sesuai dengan daerah operasi masing sehingga keluarannya terdiri dari 3 pulsa yang dapat diatur sesuai sudut penyulutan.

Gambar 1.6Penyearah Fasa-Tiga, Tiga-Pulsa Terkendali Tipe penyearah terkendali dan sangat handal adalah penyerah fasa-tiga, enam-pulsa sistem jembatan. Penyearah ini sangat ekstensif digunakan untuk aplikasi-aplikasi daya tinggi sampai ratusan kW, di mana dibutuhkan operasi duakuadrant. Penyearah ini sangat cocok untuk beban-beban yang tingkat induktansinya sangat tinggi. Thyristor-thyristor disulut pada interval p/3. Frekuensi tegangan keluaran adalah 6 kali frekuensi sumber sehingga masalah penapisan (filtering)nya lebih rendah dari M3C. Urutan penyulutan thyristornya sesuai dengan indeks angkanya adalah sebagai berikut: 12, 23, 34, 45, 56, dan 61. Gambar 1.7 menunjukkan gelombang tegangan keluaran ketika rangkaian beroperasi secara penuh dan ketika beroperasi pada sudut penyulutan yang berbeda. Persamaan tegangan pada beban resistif, pengaturan sudut dari 0 sampai 150.

Ud Uda Udo Udo U

= Udo cos = Tegangan searah terkendali = 1,35 U = Tegangan DC diode = Tegangan efektif = Sudut penyalaan gate

Gambar 1.7 Gelombang Tegangan Keluaran Ketika Rangkaian Beroperasi Secara Penuh dan Ketika Beroperasi pada Sudut Penyulutan yang Berbeda b. Penyearahtakterkendali. Umumnya semikonduktor penyearah terkendali menggunakan bahan semikonduktor berupa dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G). SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiridari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda. Berikutnya adalah penyearah takterkendali, Penyearah ini sangat lazim dijumpai pada seksi pengendali putaran motor-motor asinkron tiga fasa dalam semua sector industri (tekstil, baja, semen, kertas, karet, makanan, dll). Penyearah ini berupa thyristor, atau menggunakan thyristor dan diode secara bersamaan. Thyristor adalah komponen semikonduktor untuk pensaklaran yang berdasarkan pada struktur PNPN. Komponen ini memiliki kestabilan dalam dua keadaanya itu on dan off serta memiliki umpan-balik regenerasi internal. Thyristor memiliki kemampuan untuk mensaklar arus searah (DC) yaitu jenis SCR, maupun arus bolak-balik (AC), jenis TRIAC. SCR merupakan jenis thyristor yang terkenal dan paling tua, komponen ini tersedia dalam rating arus antara 0,25 hingga ratusan amper, serta rating tegangan hingga 5000 volt.

Sedangkan berdasarkan topologi nyapenyearah tiga-fasa dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Penyearah tiga-fasa setengah gelombang dengan hubung bintang. b. Penyearah tiga-fasa gelombang penuh dengan diode hubungan jembatan. c. Penyearah tiga-fasa setengah gelombang dengan trafozig-zag. Ada keunggulan antara topologi yang satu dengan topologilainnya. Untuk tegangan AC input yang sama misalnya, penyearah b, mempunyai tegangan searah yang lebih tinggi serta factor ripel lebih ringan dari penyearah a, tetapi penyearah a hanya memerlukan tiga buah diode dibandingkan dengan penyearah b yang memerlukan enam buah dioda. Pada penyearah c, komponen arus searah pada sisi primer trafo penyearah, dihilangkan dengan penggunaan trafo hubung zig-zag. Gangguan-gangguan yang bersumber pada fluksi-fluksi bocor, pemanasan, kejenuhan inti serta regulasi tegangan yang buruk dapat dikurangi. Hal itu penting terutama untuk pemakaian daya besar. Penyearah tiga fasa tak terkendali yang umum digunakan adalah penyearah tipe b, seperti ditunjukkan pada Gb.1. dan gelombang tegangan dan arusnya ditunjukkan seperti pada Gb.2. Tegangan keluaran dari penyearah seperti pada Gb.l secara matematik dapat dijelaskan sebagai berikut : Untuk grup komutasi D1-3-5 adalah

Untuk grup komutasi D2-4-6 hasilnya sama dengan group komutasi D1-35 tetapi dengan tanda negatif, sehingga tegangan keluaran pada beban adalah :

Dengan U adalah nilai rms dari tegangan sumber fasa-fasa.

Gb. 1 Penyearah tiga-fasa gelombang penuh dengan diode hubungan jembatan.

Gb. 2 Gelombang tegangan dan arus penyearah tiga-fasa gelombang penuh dengan diode hubungan jembatan. Tegangan masukan dari penyearah ini adalah tegangan fasa-tiga, yaitu L1, L2, dan L3. Berdasarkan bahan semikonduktar yang digunakan dan system kendalinnya penyearah tiga-fasa terkendali umumnya dapat dibedakan menjadi : Half wave Rectifiers Full wave Rectifiers-Full Controller Full wave Rectifiers-Semi Controller Hal-hal yang menjadi masalah dalam teknik penyerahan antara lain adalah trafo penyearahan, gangguan-gangguan tegangan lebih atau arus lebih yang membahayakan dioda / thyristor, keperluan daya buta untuk beban penyearahan, harmonisa yang timbul akibat gelombang non sinus serta sirkitelektronik pengatur penyalaan. Skema penyearah terkendali tiga-fasa, masing-masing ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Gambar rangkaian yang terdiri dari diode yang dipasang secara pararel

Gb. 1 Penyearah terkendali.; (a) Half wave rectifiers, (b) Full wave rectifierssemi controller, (c) Full wave rectifiers-Full controller

Gb. 2 Gelombang tegangan dan arus penyearah tiga-fasa jenis Full wave Rectifier-semi controller. Dalam aplikasinya, sirkit-sirkit penyearahan biasanya dilengkapi dengan sirkit. Pengatur tambahan seperti pengatur tegangan pembatas arus dan lain-lain sesuai dengan jenis pemakaiannya.

Tegangan keluaran penyearah 1.(b) ditunjukkan pada Gb:2 dan secara matematik dapat dijelaskan sebagai berikut : Pada grup komutasi T1-2-3, karena yang digunakan thyristor, keluaran nyater gantung pada sudut penyalaan , sehingga keluarannya :

(1) Sedangkan pada grup kornutasi D1-2-3. , karena menggunakan dioda, maka keluarannya menjadi :

(2) Tegangan keluaran total pada beban adalah dengan mensubstitusikan (1) dan (2) diperoleh :