Anda di halaman 1dari 8

Oleh : BAGUS

Sejarah berdirinya Pura Petitenget di Kelurahan Lelateng

bermula dari para tawanan yang datang dari Badung, Buleleng dan Klungkung yang sebelumnya berjanji atau mesesangi di Pura Petitenget Badung. Bila nanti bisa berhasil kembali ke Bali, dimanapun mereka berada akan mendirikan Pura Pesimpangan Petitenget. Dengan kaul itu mereka tidak sampai pada daerah buangan, di tengah lautan di antara Pulau Bali dengan Jawa. Mereka semua berhasil mendarat di Bali barat. Kemudian mereka menyamar menjadi abdi di Puri Jembrana. Atas kesetiaan dan keberaniannya membela Puri maka permohonan mereka untuk mendirikan pura dikabulkan. Lalu mereka mendirikan pura di Kelurahan Lelateng dan diberi nama Pura Petitenget.

Sebagai Pura Pesimpangan Ida Betara yang

berstana di Pura Petitenget yang berada di Kabupaten Badung

Terdiri dari satu halaman yang cukup kecil yang

dilengkapi dengan beberapa bagunan, seperti: Penglurah, Gedong, Padmasana, Pelinggih Rambut Sedana, Taksu, Piyasan, Bale Gong, dan Kori Agung sebagai pintu keluar masuk pura.

Prajuru

dan Pengempon Pura Petitenget adalah keluarga dadya yang masih ada hubungan darah dengan para tawanan yang berdasarkan kaul mendirikan pura itu, yaitu dari pertisentananya I Gusti Kompyang Kauripan dan keturunan dari warga Pasek Sanak Pitu, yang kini sudah menyebar keberadaannya di Kabupaten Jembrana

Para sentana dari para tawanan untuk lebih memperhatikan pura

Pesimpangan Petitenget ini, karena dilihat dari sejarah perjuangannya sampai pada Pura Petitenget ini didirikan cukup membawa sejarah yang luar biasa. Kepada masyarakat Kelurahan Lelateng agar lebih memperhatikan, menjaga dan melestarikan Pura Petitenget ini, karena merupakan bentuk bangunan suci yang didirikan dengan penuh pengorbanan Kepada Lembaga Agama, agar Pura Petitenget ini diangkat menjadi bagian dari salah satu Khayangan Jagat yang ada di Jembrana, mengingat keadaan atau kondisi fisiknya sekarang sudah hampir rusak. Kepada para Umat Hindu secara umum dan para dermawan untuk ikut berpartisipasi memberikan dana punia, guna mengangkat kembali harumnya Pura Petitenget yang sekarang dalam keadaan rusak.