Anda di halaman 1dari 8

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

Minggu I

PENGANTAR KOMUNIKASI ARSITEKTUR


(Disarikan dari tulisan Ir. Indartoyo, M.Ars.)

CAKUPAN ISI Dalam modul minggu pertama ini, akan dibahas hal-hal umum yang terkait dengan komunikasi dalam dunia arsitektur, yang meliputi: 1. Pengantar dan ruang lingkup komuniksi arsitektur 2. Pengertian komunikasi arsitektur 3. Jenis-jenis komunikasi arsitektur

TUJUAN PEMBELAJARAN Dali modul minggu pertama ini, mahasiswa diharapkan mengetahui dan memahami pengertian mengapa perlu teknik komunikasi arsitektur, pengertian komunikasi arsitektur, macam-macam teknik komunikasi arsitektur (lisan, dengan alat bantu visual dan kombinasinya).

KRITERIA PENILAIAN Mengerti dan mampu menunjukkan serta memahami tentang pengertian mengapa perlu teknik komunikasi arsitektur, pengertian komunikasi arsitektur, macam-macam teknik komunikasi arsitektur (lisan, dengan alat bantu visual dan kombinasinya) dengan baik dan benar

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

METODA PENYAMPAIAN DAN PENILAIAN Metoda penyampaian materi yang digunakan untuk mencapai tujuan

pembelajaran seperti yang disebutkan diatas adalah: 1. Perkuliahan/ceramah 2. Diskusi 3. Visualisasi contoh-contoh 4. Kerja studio Sedangkan metode penilaian yang digunakan adalah: 1. Tanya-jawab 2. Pemberian tugas Adapun materi penugasan belum diberikan pada perkuliahan di minggu pertama ini.

PENDAHULUAN Di dalam menjalankan kemampuan profesi untuk pekerjaannya, menciptakan seorang sekaligus arsitek dituntut ide

mempunyai

"menjual"

gagasannya, sehingga seseorang atau instansi yang menjadi partner bisnis ("client")-nya, akan nemahami ide gagasannya dan akhirnya nemutuskan untuk "membeli" ide gagasan tersebut. Menurut Mary V. Knackstedt di dalam buku "Marketing and Selling Design Services" (1993: 134), proses "menjual" suatu ide gagasan desain, akan melalui beberapa tahap kegiatan, seperti: menyusun rencana pemasaran (market plan) membuat pertemuan (contacts) menggali dan menahani keinginan pemilik (observation and documentation of need) membuat desain (presentation) presentasi desain (presentation) memperoleh persetujuan dari pemilik proyek (approval) dan penelitian kembali terhadap ide gagasan semula (confirmation).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

Dengan demikian bagaimana teknik dan strategi menjual ide gagasan yang sering dipergunakan oleh seorang arsitek atau konsultan perencana ketika memasarkan ide gagasannya (marketing), bagaimana teknik dan strategi yang sering dipergunakan oleh seorang arsitek atau konsultan perencana ketika ingin memperoleh persetujuan (approval) pada tahap penyusunan gambar prarancangan (preliminary design) ataupun tahap pengembangan rancangan (design development), serta bagaimana teknik dan strategi yang sering dipergunakan oleh seorang arsitek atau konsultan perencana ketika ide gagasan tersebut sedang dilaksanakan di lapangan (construction), merupakan permasalahan-permasalahan pokok yang sering di hadapi oleh seorang arsitek atau konsultan arsitektur. Seorang arsitek atau sebuah perusahaan konsultan arsitektur adalah seorang atau sebuah badan yang pekerjaan sehari-harinya adalah memberikan bantuan jasa bagi masyarakat yang membutuhkannya. Dan ternyata keberhasilannya dalam memberikan jasa tersebut sangat tergantung pada caranya berkomunikasi dengan kliennya. Padahal klien seorang arsitek, dapat terdiri dari seorang, sekelompok orang, sebuah organisasi atau bahkan sebuah negara. Sehingga dengan demikian, hal tersebut menuntut tata cara tersendiri yang harus dipikirkan secara matang. Di dalam teknik dan strategi "menjual" ide gagasan, arsitek-arsitek Indonesia sering kali kalah bersaing apabila harus berhadapan dengan arsitek-arsitek luar negeri. Sementara arsitek-arsitek luar negeri dengan teknik presentasi serta dukungan alat-alat komunikasi yang tepat mampu "menjual" ide gagasannya dengan baik, arsitek-arsitek Indonesia masih mempergunakan teknik dan strategi menjual dan alat-alat komunikasi yang masih konvensional. Didalam era globalisasi nanti, dimana sekat-sekat pembatas antar negara menjadi semakin transparan maka persaingan di dunia arsitekturpun akan menjadi semakin ketat, dimana arsitek dari manca negara dengan leluasa dapat membuka "praktek" di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut kesiapan arsitekarsitek Indonesia untuk dapat nengantisipasi perkembangan zaman, dengan mempelajari berbagai teknik dan strategi "menjual" ide gagasan yang selalu berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

Ernest Burden dalam buku "Design Presentation" (1992) mengatakan bahwa ketepatan dalam memilih media komunikasi (media .comparison), ketepatan dalam memilih jenis dan ukuran gambar (screen format), serta keterampilan dalam mengatur perabot dan peralatan presentasi (presentation environment) akan sangat menentukan keberhasilan seorang arsitek atau sebuah konsultan perencana arsitektur dalam "menjual" gagasan/ide desainnya. Media atau alat komunikasi yang sering dipergunakan dalam presentasi dan komunikasi arsitektur, seperti: gambar, foto, komputer dan LCD, slide projection, OHP, video tape, film, dan maket, mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Dengan memahami karakteristik dari masing-masing alat, dapat ditentukan kapan dan dimana alat tersebut harus dipergunakan. Bill Scott dalam buku "The Skill of Comunicating" (1986) mengatakan bahwa dalam berkomunikasi, seringkali dijumpai adanya hambatan-hambatan komunikasi yang disebabkan karena: 1. pendengar mungkin tidak mendengar 2. pendengar mungkin tidak mengerti apa yang disampaikan oleh pembicara, 3. yang dimengerti mungkin tidak disetujui oleh pendengar (Hal ini dapat terjadi karena sebab-sebab yang rasional atau karena sebab-sebab yang lain) 4. pembicara mungkin tidak mendapatkan umpan balik (feed back) dari pendengarnya. Pembicara yang kurang berpengalaman tidak menyadari ketika apa berbicara dengan oleh

pendengarnya,

seringkali

yang

dipikirkan

pendengarnya. Ia tidak akan menyadari bahwa sebenarnya pendengarnya sudah bosan dan tidak tertarik lagi pada topik pembicaraan yang sedang dibicarakan. Pembicara yang ingin mengatasi hambatan-hambatan tersebut, harus

mengembangkan serangkaian ketrampilan dalam berkomunikasi, seperti; menyusun pesan-pesannya secara sederhana dan nenyampaikan pesanpesannya tersebut dengan cara yang begitu jelas. Dengan demikian untuk

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

memperoleh hasil yang maksimal, diperlukan persiapan dan latihan untuk menyusun struktur pembicaraannya. Dari catatan penelitian dapat dikemukakan bahwa perbandingan waktu antara; waktu yang diperlukan untuk presentasi dengan waktu yang diperlukan untuk persiapan adalah 1 : 3 atau bahkan 1 : 4, yang artinya untuk suatu presentasi yang akan berlangsung 30 menit, diperlukan persiapan 3 x 30 menit = 90 menit.

TEKNIK KOMUNIKASI ARSITEKTUR Secara harfiah, teknik komunikasi arsitektur dapat diartikan sebagai suatu cara/metode untuk bertukar pikiran atau ide mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan dunia arsitektur, khususnya pada saat ingin memperoleh proyek ketika ingin meminta persetujuan pada tahap penyusunan gambar desain maupun ketika gambar desain sedang di laksanakan di lapangan. Dengan demikian di dalam Teknik Komunikasi Arsitektur akan dipelajari berbagai macam ketrampilan dalam berkomunikasi dan mempelajari berbagai macam teknik memilih media komunikasi, teknik menentukan jenis dan ukuran gambar serta teknik mengatur ruang dan peralatan presentasi pada saat ingin memperoleh proyek (marketing) pada saat gambar sedang dikerjakan (Planning and Designing) serta pada saat gambar sedang dilaksanakan di lapangan (Procurement and Construction). Secara sistimatis materi komunikasi arsitektur dapat diuraikan dalam pokokpokok bahasan sebagai berikut: 1. Pengantar Komunikasi Arsitektur Pengantar komunikasi arsitektur isinya meliputi: mengapa perlu teknik komunikasi arsitektur, pengertian komunikasi arsitektur, macam-macam teknik komunikasi arsitektur (secara lisan, tulisan, grafis, dengan alat bantu visual dan kombinasinya). 2. Komunikasi dan presentasi dalam lingkup kegiatan arsitektur Materi komunikasi dan presentasi dalam lingkup kegiatan arsitektur

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

meliputi: pemahaman akan "proses proyek konstruksi", "proses desain" dan "proses menjual", presentasi pada tahap pemasaran, memperoleh persetujuan pada tahap pembuatan desain, rapat penjelasan (aanweizing) dan tahap konstruksi, presentasi untuk layanan perusahaan, interview proyek, sayembara, presentasi proyek & pemasaran proyek. 3. Sketsa untuk mengungkapkan Ide/gagasan Penggunaan sketsa untuk mengungkapkan ide atau gagasan meliputi: menimbulkan daya tarik dengan sketsa desain, mengembangkan gagasan, dan pengembangan pola pikir kreatif, menyampaikan gagasan dalam bentuk sketsa ide. 4. Keterampilan menyampaikan gagasan dengan tulisan Keterampilan menyampaikan gagasan dengan tulisan meliputi: typography, teknik menjual ide dengan tulisan, kemampuan dasar penulisan yang baik, teknik penulisan laporan dan proposal, layout dan desain grid. 5. Ketrampilan berkomunikasi dengan memakai gambar Keterampilan berkomunikasi dengan menggunakan gambar atau grafis meliputi: teknik presentasi dan standar gambar arsitektur. teknik presentasi gambar dalam media cetak, teknik presentasi gambar bestek /dokumen tender, gambar kerja (shop drawing), Photodrawings, Sectional Perspective, penempatan gambar dalam layout tulisan, pengenalan dan tipe ilustrasi, dan teknik bekerja dengan gambar (working with images).

6.

Ketrampilan dalam berkomunikasi secara lisan Kemampuan berkomunikasi atau berpresentasi secara lisan meliputi: penyampaian pesan jelas dan sederhana, pemahaman akan momen penting dalam pembicaraan, titik-titik penghubung, penggunaan humor dan selesai tepat waktu. Ketrampilan untuk membangkitkan semangat meliputi: posisi/gerak tubuh, kontak mata dan intonasi suara. Kesan pertama dan rasa percaya diri, target pendengar, menjadi bagian dari sebuah presentasi gabungan.

7.

Presentasi dengan maket dan foto

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

Presentasi menggunakan alat bantu maket dan foto meliputi: pemahaman dan latihan membuat maket (teori kesebangunan model) dan teknik pengambilan foto maket dan suasana, jenis-jenis teknik fotografi, foto panorama, photo composites, photo superimpositions. 8. Alat bantu visual untuk presentasi dan penggunaannya Pembahasan tentang alat bantu visual untuk presentasi serta cara pemanfaatan dan penggunaannya meliputi: karakteristik, spesifikasi dan teknik pemakaian berbagai alat bantu visual (Media Komunikasi) seperti:objek nyata (real object), media cetak, model (maket), penijauan lapangan (walk in environment), papan tulis (board), flip-chart, overhead projector (OHP), epidiaskop, gambar, foto, slide projection, film strip projection, motion picture, video tape dan computer. 9. Persiapan dan Memilih Format Media Presentasi Persipan dan pemilihan format media presentasi dalam halini terkait dengan media presentasi audio visual, yang meliputi: persiapan materi dan jadwal presentasi, diagram konsep, memilih alat bantu visual (media comparison), jenis dan ukuran layar (screen format), lay out perabot dan peralatan presentasi, dan suasana ruang (presentation environment).

DAFTAR PUSTAKA 1. The American Institute of Architects; "The Architects Handbook of Professional Practice" (Washigton, anual) 2. Burden, Ernest, "Design Presentation: Creating Marketing and Project Proposals Second Edition" (New York, Me Graw Hill Inc, 1992) 3. Burden, Ernest, "Architectural Delineation", 2 nd Edition (New York, Mc Graw Hill Inc, 1982). 4. Busch, Akiko, "The Photography of Architecture" (New York, Van Nostrand Reinhold, 1993). 5. James C Snyder, Anthony J Catanese, "Introduction to Architecture" (New York, Mc Graw Hill Inc, 1979).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu I

6. Knackstedt, Mary V, "Marketing and Selling Design Services; The Designer Client Relationship" (New York; Van Nostrand Reinhold, 1993). 7. Kusmiati Artini R, Teori Dasar Desain Komunikasi Visual (Jakarta, Penerbit Djembatan, 1998). 8. Liebing, Ralph Wand Mimi Ford Paul, Architectural Working Drawings" (New York; John Sons, 1877). 9. Mauro PR, et al; "Teknik Menggambar Arsitektur (Bandung, Universitas Parahiyangan, 1982). 10. Pangarso, Budi Widodo; "Teknik Presentasi Gambar Arsitektur" (Bandung; Penerbit Unpar, 1881). 11. Scott, Bill, "The Skill of Communicating (England; Wildwood House, 1988). 12. White, Edward T, Presentation Strategy in Architecture (Arizona; Architectural Media, Ltd., 1995) 13. Yee, Rendow, "Architectural Drawing: A Visual Conpendium of Types and Methods" (New York, John Wiley and Sons Inc, 1997).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST KOMUNIKASI ARSITEKTUR

Anda mungkin juga menyukai