Anda di halaman 1dari 26

OPIOID

DITEMUKAN OLEH ALDER WRIGHT BANYAK DIKONSUMSI UNTUK MENGATASI PERASAAN TIDAK ENAK DAN JUGA SEBAGAI ANALGESIC YANG TERMASUK GOLONGAN OPIOID :
OBAT BERASAL DARI OPIUM-MORFIN SENYAWA SEMI SINTETIK MORFIN SENYAWA SINTETIK YANG BEREFIK SEPERTI MORFIN

UNDANG-UNDANG RI NO. 22 TAHUN 1997 1. NARKOTIKA GOLONGAN I: HEROIN, DAUN KOKA, KOKAIN, GANJA 2. NARKOTIKA GOLONGAN II: MORFIN 3. NARKOTIKA GOLONGAN III: KODEIN

3 JENIS PEPTIDA DALAM OTAK DAN JARINGAN LAIN YANG TERIKAT DENGAN RESEPTORMOPIOID : ENKEFALIN,
ENDORPHIN, DINORFIN

MACAM-MACAM RESEPTOR OPIOID : RESEPTOR , , , , DAN .



RESEPTOR : EFEK ANALGETIK MIRIP MORFIN, EUPHORIA, DEPRESI NAPAS, MIOSIS, BERKURANGNYA MOTILIAS SALURAN CERNA. RESEPTOR : ANALGESIA SEPERTI YANG DITIMBULKAN PENTAZOSIN, SEDASI SERTA MIOSIS DAN DEPRESI NAFAS YANG TIDAK SEKUAT AGONIS . RESEPTOR : BERHUBUNGAN DENGAN EFEK PSIKOTOMIMETIK YANG DITIMBULKAN OLEH PENTAZOSIN. RESEPTOR SELEKTIF TERHADAP ENKEFALIN. RESEPTOR SANGAT SELEKTIF TERHADAP BETA-ENDORFIN TETAPI TIDAK MEMPUNYAI AFINITAS TERHADAP ENKEFALIN.

BERDASARKAN KERJANYA PADA RESEPTOR OPIOID :


AGONIS OPIOID MENYERUPAI MORFIN ANTAGONIS MORFIN OPIOID DENGAN KERJA CAMPUR

HEROIN
OPIOID SEMI SINTETIK KADAR HEROIN DIPASAR BERKISAR 2-4% KHASIAT MIRIP MORFIN (ANALGESIC, HIPNOTIK, EUPHORIA) MEMILIKI POTENSI LEBIH KUAT DIBANDINGKAN MORFIN KARENA DAPAT MENEMBUS BBB CARA KONSUMSI : IV, INHALASI, DICAMPUR DENGAN ROKOK, ORAL OVERDOSE : DEPRESI PERNAPASAN DAN KOMA DOSIS FATAL 200MG

opioid

neuron

mu

delta

gama

kappa

Mu 1

Mu - 2

Delta - 1

Delta - 2

Kappa 1

Kappa 3

GEJALA
LAKRIMASI, RINORE, MENGUAP, BERKERINGAT (8-12JAM SETELAH PENGGUNAAN) SULIT TIDUR (12-14 JAM SETELAH PENGGUNAAN) MIDRIASIS, ANOREKSIA, IRRITABLE, TREMOR (SETELAH 12 JAM) DENGAN KOMBINASI KOKAIN : MENGURANGI ANXIETAS, TETAPI MEMPERPARAH DEPRESI NAPAS

KOMPLIKASI
HEPATOTOXIC DAN NEFROTOXIC (KARENA BAHAN PENCAMPUR) INFEKSI (PENGGUNAAN JARUM TIDAK STERIL) PENYAKIT KULIT DAN GIGI (KARENA HYGENE BURUK) ANEMIA, MALNUTRISI, TBC JAMUR PADA PARU (KARENA CARA PENGGUNAAN DISEDOT) PMS KEJAHATAN DAN KRIMINAL

MORFIN DAN ALKALOID OPIUM


GETAH PAPAVER SOMNIFERUM YANG DIKERINGKAN 2 GOLONGAN : GOL FENANTREN (MORFIN, CODEIN) DAN BENZILISOKINOLIN (NOSKAPIN, PAPAVERIN)

FARMAKODINAMIK
EFEK THD SSP : NARCOSIS, ANALGESIA, EKSITASI, MIOSIS, DEPRESI NAPAS, MUAL DAN MUNTAH SALURAN CERNA : MENGHAMBAT SEKRESI HCL, PERGERAKAN LAMBUNG BERKURANG, TONUS ANTRUM
MENINGGI, MOBILITAS BERKURANG, MENGURANGI SEKRESI EMPEDU DAN PANKREAS, MEMPERLAMBAT PENCERNAAN DI USUS HALUS, MENGURANGI PROPULSI USUS BESAR,

KARDIOVASKULAR : DEPRESI PADA PUSAT VAGUS DAN VASOMOTOR, PELEPASAN HISTAMINE SEHINGGA
DAPAT MENYEBABKAN HIPOTENSI,

KULIT TERJADI VASODILATASI VENA (FLUSHING) METABOLISME : SUHU TUBUH TURUN, AKTIVITAS OTOT TURUN

EFEK SAMPING
IDIOSINKRASI DAN ALERGI INTOKSIKASI AKUT TOLERANSI, ADIKSI, ABUSE

TERAPI

INTOKSIKASI AKUT : NALOKSON HCL (0,2-0,4MG ATAU 0,01MG/KGBB IV) BILA BELUM BERHASIL DAPAT DIULANG 3-10 MENIT SAMPAI 2-3X DAN DIPANTAU SELAMA MIN 24 JAM PADA PASIEN PENGGUNA HEROIN DAN 72 JAM PADA PASIEN PENGGUNA METADON TERAPI PUTUS OPIODIA :

TERAPI PUTUS OPIOID SEKETIKA


DENGA TERAPI SIMPTOMATIK TERAPI PUTUS OPIOID BERTAHAP BERTAHAP DENGAN SUBTITUSI NON OPIOID ANTAGONIS OPIOID (RAPID DETOXIFICATION)

TERAPI PASCA DETOKS : MENGUBAH PERILAKU AFTER CARE : MENGUATKAN KEMBALI DAN MEMBERIKAN DUKUNGAN

BENZODIAZEPIN
PSIKOTROPIKA YANG MEMILIKI EFEK ANTIANXIETAS EFEK YANG DIINGINKAN ADALAH HIPNOTIK SEDATIVE (PERBAIKAN ANXIETAS, EUPHORIA DAN
KEMUDAHAN UNTUK TIDUR)

PENGGOLONGAN :

LONG ACTING SHORT ACTING ULTRA SHORT ACTING

FARMAKOKINETIK
AKAN TERIKAT PADAA Cl- yang berfungsi sbg resptor. Ikatan ini akan menyebabkan pengingkatan afinitas Gaba sehingga terjadi eksitasi dari asetilkolin yang dihambat

BENZODIAZEPIN MERUPAKAN BASA LEMAH SEHINGGA EFEKTIF DIARBSORBSI PADAP PH TINGGI REARBSORBSI DIUSUS BAIK : SIFAT LIPOFIL DAPAT MELEWATI SAWAR PLASENTA METABOLISME DI HATI

FARMAKODINAMIK
SEDASI HIPNOTIK ANESTESI ANTIKONVULSI RELAKSAN OTOT RESPIRASI : DEPRESI NAPAS KARDIOVASKULAR : DEPRESI KARDIOVAKSULAR (PENEKANAN KONTRAKTILITAS MIOKARD DAN TONUS
VASCULAR)

EFEK SAMPING
HANG OVER AMNESIA GEJALA PARADOKSAL (EKSITASI, GELISAH,, MARAH-MARAH, MUDAH TERANGSANG DAN KEJANG) KETERGANTUNGAN (EXPERIMENTAL, SOCIAL EARLY PROBLEM, EARLY ADDICTION, SEVERE ADDICTION) TOLERANSI ABSTINENS

MENGANTUK, LETARGI, FATIGUE


GERAKAN YANG TIDAK TERKOORDINASI, PENURUNAN REAKSI TERHADAP WAKTU DAN ATAKSIA PENURUNAN FUNGSI KOGNISI DAN MEMORI (TERUTAMA AMNESIA ANTEROGRADE) KEBINGUNGAN KELEMAHAN OTOT ATAU HIPOTONI DEPRESI NISTAGMUS, VERTIGO DISARTHRIA, BICARA CADEL/TIDAKJELAS PANDANGAN KABUR, MULUT KERING SAKIT KEPALA EUFORIA PARADOKSAL, RASA GIRANG, TIDAK DAPAT BERISTIRAHAT, HIPOMANIA DAN PERILAKU INHIBISI YANG EKSTRIM (TERUTAMA PENGGUNA DOSIS TINGGI DAPAT MERASA TIDAK DAPAT DILUKAI, KEBAL TERHADAP SERANGAN ATAU PUKULAN DAN DIRINYA TIDAK DAPAT DILIHAT ORANG SEKITARNYA)

EFEK POTENSIASI DENGAN ZAT DEPRESAN SSP KAINNYA, MISAL ALKOHOL DAN OPIOID YANG DAPAT MENINGKATKAN RISIKO PENEKANAN PERNAPASAN

EFEK JANGKA PENDEK

EFEK JANGKA PANJANG


TOLERANSI TERHADAP EFEK SEDATIF/HIPNOTIK DAN PSIKOMOTOR EMOSI YANG "TUMPUL" (KETIDAKMAMPUAN MERASA BAHAGIA ATAU DUKA SEHUBUNGAN DENGAN HAMBATAN
TERHADAP EMOSI)

SIKLUS MENSTRUASI TIDAK TERATUR, PEMBESARAN PAYUDARA KETERGANTUNGAN (DAPAT TERJADI SETELAH 3 SAMPAI 6 BULAN DALAM DOSIS TERAPI)

GEJALA PUTUS OBAT



INSOMNIA ANSIETAS IRITABEL TIDAK DAPAT BERISTIRAHAT AGITASI DEPRESI TREMOR DIZZINESS

DAPAT TERJADI KEJANG, DELIRIUM

TERAPI
DIPERLUKAN TERAPI KOMBINASI YANG BERTUJUAN :

MENGURANGI EFEK OBAT DALAM TUBUH MENGURANGI ABSORBSI OBAT LEBIH LANJUT MENCEGAH KOMPLIKASI JANGKA PANJANG
a. 1. 2. 3.

Diperlukan terapi kombinasi yang bertujuan :

Mengurangi efek obat dalam tubuh Mengurangi absorbsi obat lebih lanjut Mencegah komplikasi jangka panjang

LANGKAH 1 : MENGURANGI EFEK SEDATIVE HIPNOTIK


1. 2. 3. 4.
PEMBERIAN FLUMAZENIL 0,2MG IV, 30 DETIK 0,3MG, 60 DETIK 0,5MG SAMPAI TOTAL KUMULATIF 3MG

PIKIRKAN UNTUK HAEMOPERFUSION DENGAN CHARCOAL RESIN/NORIT PADA PASIEN DENGAN KADAR SERUM TINGGU
SUPORTIF

ALKALINISASI URIN SAMPAI PH 8 (FUROSEMIDE 20-40MG / MANITOL 12,5-25MG)

LANGKAH 2 ; MENGURANGI ABSORBS LEBIH LANJUT


RANGSANG MUNTAH JIKA BARU TERJADI PEMAKAIAN KALAU TIDAK BERIKAN ACTIVATED CHARCOAL

LANGKAH 3 : MENCEGAH KOMPLIKASI


PERHATIKAN TANDA-TANDA VITAL DAN DEPRESI PERNAFASAN, ASPIRASI DAN EDEMA PARU BILA SUDAH TERJADI ASPIRASI, BERIKAN ANTIBIOTIK BILA PASIEN ADA USAHA BUNUH DIRI, MAKA DIA HARUS SEGERA DITANGANI DI TEMPAT KHUSUS YANG
AMAN DAN PERLU PENGAWASAN SELAMA 24 JAM, BILA PERLU DIRUJUK UNTUK MASALAH KEJIWAANNYA

TERAPI PUTUS OBAT


ABRUPT WIDRAWAL TIDAK DIANJURKAN GRADUAL WITHDRAWAL BERIKAN PENURUNAN DOSIS TOTAL 10% PERHARI, MAKSIMAL 100MG TEKNIK SUBTITUSI DENGAN FENOBARBITAL TAPERING OFF