Anda di halaman 1dari 6

DATA PENGAMATAN 1. Reaksi Esterifikasi No.

1 2 Perlakuan Etanol + Asam Benzoat+ H2SO4(p) Etanol + Asam Salisilat + H2SO4(p) Pengamatan Bau khas seperti pisang Bau khas seperti salep gandapura

Reaksi 1. Reaksi esterifikasi, secara umum : R-OH + R-COOH >> Reaksi esterifikasi dengan asam benzoat COOH + C2H5OH COOC2H5 + H2O (fessenden, 1982) >> Reaksi esterifikasi dengan asam salisilat COOH + C2H5OH OH COOC2H5 + H2O OH (fessenden, 1982) RCOOR + H2O

2. Reaksi Sublimasi No. 1 Perlakuan Asam salisilat diletakan dalam ring sublimasi yang terdapat diatas kaca preparat, Kemudian ditutup dengan kaca preparat bagian atasnya yang telah diletakan kapas basah pada bagian atasnya.Panaskan hingga menyublim Pengamatan Asam salisilat mencair membentuk larutan tak berwarna lama kelamaan menguap dan menyublim pada kaca preparat atas membentuk mikrokristal berwarna putih

Amati di bawah mikroskop

Kristal asam Salisilat

Sulfadiazin diletakan diatas kaca preparat, Kemudian ditambahkan aceton lalu tambahkan air Amati di bawah mikroskop

Sulfadiazin larut dalam aceton, setelah ditambahkan air terbentuk mikrokristal Kristal sulfadiazin

3. Pemisahan Vaselin dari sample No. 1 Perlakuan Sampel salep digerus hinga homogen lalu dimasukan ke dalam beaker glass kemudian di tambahkan cerra dan ditambahkan air. Kemudian dipanaskan ,lalu didinginkan. Pengamatan Terbentuk dua fasa, bagian atas merupakan vaselin dan cera yang berwarna kuning.sedangkan fasa bawah adalah zat aktif yang terlarut.

PEMBAHASAN Reaksi esterifikasi merupakan reaksi keseimbangan

yang sesuai hukum

keseimbangan agar reaksi bergeser kearah produk dengan bantuan asam sulfat pekat sehingga salah satu reaksi harus segera diambil atau dikurangi (Suyatno, 2007). Reaksi ini juga merupakan reaksi pengubahan dari suatu asam karboksilat dan alkohol menjadi suatu ester

dengan menggunakan katalis asam. Reaksi ini sering disebut esterifikasi Fischer. Ester adalah suatu senyawa yang mengandung gugus -COOR dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi dapat balik (reversible) (ilmu kimia,2013).Untuk membuat senyawa ester pada praktikum kali ini digunakan asam benzoat atau asam salisilat yang kemudian direaksikan dengan etanol kemudian ditambahkan asam sulfat pekat melalui dinding tabung.Selanjutnya campuran tersebut dipanaskan dan diamati hingga terjadi perubahan warna atau bau pada larutan tersebut yang menandakan terbentuknya senyawa ester. Asam Benzoat merupakan senyawa turunan benzena dengan rumus kimia C 6H6CO2, asam benzoat ini banyak digunakan sebagai pengawet makanan(Rahayu,2009).Sedangkan asam salisilat merupakan bahan keratolitik yang bisa mengurangi pembentukan skuama, asam salisilat ini juga banyak digunakan sebagai antiseptik (Brown,2005).Dalam reaksi esterifikasi ini penambahan asam sulfat pekat berperan sebagai katalisator untuk mempercepat jalannya reaksi,yang bersifat menarik molekul air yang dihasilkan pada proses esterifikasi(Suyatno,2007).Penambahan asam sulfat melalui dinding tabung bertujuan agar larutan asam sulfat tak bercampur dengan larutan tetapi hanya membentuk lapisan pada permukaan.Pemanasan dalam reaksi esterifikasi berperan untuk mempercepat jalannya reaksi esterifikasi yang cenderung lebih lambat reaksinya pada suhu kamar (Clark,2007). Adapun Mekanisme reaksi esterifikasi terdiri dari beberapa langkah yaitu dimulai dengan protonasi. Protonasi menambahkan muatan positif ke gugusan karbonil, reaktivitas gugusan ini terhadap nukleofil lemah (pada reaksi ini, alkohol) bertambah.Langkah kedua adalah adisi dari alkohol nukleofilik ke gugusan karbonil. Hasil dari langkah ini mengandung gugusan -OR.Langkah ketiga, hilangnya proton dari gugus -OR. Langkah keempat protonasi salah satu gugus -OH membentuk gugus hidroksil terprotanasi, -OH2+. Langkah kelima adalah hilangnya gugusan hidroksil terprotanasi sebagai gugusan yang terbaik yang meninggalkan yaitu H2O.Hasil dari langkah kelima adalah ester terprotonasi, yang kehilangan protonnya pada langkah keenam menghasilkan ester (Lulindayati,2011). Dari hasil praktik, reaksi esterifikasi yang terjadi antara asam benzoat dan etanol membentuk suatu senyawa ester yang memiliki aroma seperti pisang sedangkan reaksi esterifikasi dari asam salisilat dan etanol membentuk senyawa ester yang memiliki aroma khas seperti salep gandapura.Adapun aroma khas yang dihasilkan suatu ester bergantung pada jenis asam dan alkohol yang menyusunnya.

Percobaan kedua adalah reaksi sublimasi, reaksi sublimasi adalah proses terjadinya perubahan dari fasa uap menjadi padat dan sebaliknya dari fasa padat menjadi fasa uap karena pengaruh temperature, dan atau tekanan udara di atasnya.Prinsip dasarnya adalah perbedaan tekanan uap (Underwood,2002).Sublimasi digunakan Untuk memisahkan/ memurnikan senyawa padat yang dapat menyublim pada tekanan kamar, mudah sekali dilakukan proses sublimasi pada tekanan kamar, tanpa menurunkan tekanannnya, hanya cukup langsung dipanaskan saja, maka senyawa tersebut akan langsung menyublim. Sublimasi juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi suatu senyawa dengan mengamati bentuk kristal yang terbentuk dari hasil sublimasi dibawah mikroskop. Pada praktikum kali ini dilakukan reaksi sublimasi pada asam salisilat,pertama asam salisilat dimasukan terlebih dahulu kedalam ring sublimasi yang telah diletakan diatas kaca preparat sebelumnya, ring sublimasi ini berperan sebagai tempat sampel yang akan disublimasi sehingga sampel terkumpul dan tak berceceran dan berperan pula untuk keperluan sublimasi. Kemudian bagian atas ring sublimasi ditutup dengan kaca preparat yang diletakan kapas basah pada bagian atasnya. Di letakan kaca preparat pada bagian atas ring sublimasi bertujuan agar uap yang terbentuk pada saat pemanasan tertampung atau terperangkap dalam ring sublimasi sedangkan kapas basah pada bagian atas kaca preparat berperan sebagai pendingin sehingga uap yang terbentuk pada saat pemanasan berubah kembali menjadi padat, dan akan menempel pada kaca preparat bagian atas. Setelah alat tersusun dengan baik barulah dilakukan pemanasan diatas kassa, pemanasan ini berperan dalam perubahan wujud sampel dari padat menjadi uap/gas.Setelah sampel menyublim seluruhnya, kristal yang terbentuk pada preparat bagian atas diamati dengan mikroskop. Untuk mengetahui apakah kristal yang terbentuk dari hasil percobaan sesuai dengan literatur yang ada.Dari hasil pengamatan bentuk kristal dari asam salisilat berbentuk seperti jarum jarum dan tidak berwarna. Selanjutnya adalah reaksi kristalisasi Aceton Air dengan sampel yaitu sulfadiazin.Sulfadiazin merupakan turunan sulfonamida yang menjadi obat pilihan kedua untuk infeksi saluran kemih(Tjay,2007). Proses kristalisasi adalah kebalikan dari proses pelarutan. Mula-mula molekul zat terlarut membentuk agregat dengan molekul pelarut, lalu terjadi kisi-kisi diantara molekul zat terlarut yang terus tumbuh membentuk kristal yang lebih besar diantara molekul pelarutnya, sambil melepaskan sejumlah energi. Kristalisasi dari zat murni akan menghasilkan kristal yang identik dan teratur bentuknya sesuai dengan sifat kristal senyawanya.

Pada percobaan dilakukan proses kristalisasi sulfadiazin dengan menggunakan pelarut aceton dan air.Sulfadiazin diletakan terlebih dahulu diatas kaca preparat kemudian

ditambahkan aceton.Dalam hal ini sulfadiazin dapat larut dengan baik dengan aceton sedangkan ketika sulfadiazin ditambahkan dengan air sulfadiazin tidak dapat larut dan membentuk endapan.Hal tersebut menunjukan air adalah pelarut yang sesuai pada proses rekristalisasi, karena salah satu karakteristik pelarut untuk rekristalisasi telah dimiliki air, yaitu pada percobaan terlihat bahwa daya melarut Sulfadiazin dalam air rendah.sedangkan aceton akan menjadi pelarut yang baik pada proses rekristalisasi ketika dipasangkan dengan air. Dengan sistem pemasangan pelarut tersebut maka proses pembentukan kristal dapat terjadi.Selanjutnya kristal yang terbentuk diamati dibawah mikroskop dan kristal yang terbentuk adalah kristal bentuk jarum. Percobaan ketiga adalah pemisahan vaselin dari sampel.Pada percobaan sampel salep digerus terlebih dahulu hal tersebut bertujuan agar zat aktif dan zat tambahan didalamnya tercampur homogen selanjutnya salep di masukan ke dalam gelas beker dan ditambahkan cera dan air.penambahan cera dan air ini didasa rkan pada prinsip like disolve like dimana cera sebagai fasa yang larut lemak atau lipofilik akan terikat pada vaselin yang merupakan bagian berlemak sedangkan zat aktif akan cenderung tertarik pada fasa air dengan adanya pemanasan maka kedua fasa tersebut akan membentuk dua fase yang berbeda. Dimana vaselin tertarik pada cera alba dan berada pada lapisan paling atas karena bobot molekul yang lebih kecil dari air. Sedangkan air ada pada lapisan dibawahnya yang mengandung senyawa zat aktif yang bersifat hidrofilik.larutan yang telah terpisah menjadi dua fasa tersebut kemudian di diamkan dan selanjutnya fasa atas dapat dikerok dan dapat dilakukan proses identifikasi selanjutnya untuk fasa air yang mengandung zat aktif.

Kesimpulan Reaksi esterifikasi antara asam benzoat dan etanol yang dikatalisatori oleh asam sulfat pekat menghasilkan ester dengan aroma seperti pisang. Reaksi esterifikasi antara asam salisilat dan etanol yang dikatalisatori oleh asam sulfat pekat menghasilkan ester dengan aroma seperti salep gandapura Reaksi sublimasi asam salisilat dengan ring sublimasi menghasilkan kristal dengan bentuk seperti jarum dan ukurannya cukup besar.

Reaksi kristalisasi aseton air dari sulfadiazin menghasilkan senyawa kristal berbentuk jarum yang ukurannya kecil Pemisahan vaselin dari sampel salep dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip like disolve like dengan adanya penambahan air dan cera pada sampel salep yang disertai dengan pemanasan.

DAFTAR PUSTAKA Brown,R.Graham.2005.Dermatologi edisi 8.Erlangga,Jakarta Clark, Jim. 2007. Reaksi Iodoform dengan Alkohol. Available online at http://www.chem-istry.org/materi_kimia/sifat_senyawa_organik/alkohol1/reaksi_triiodometana_iodoform_ dengan_alkohol/ ( diakses 08/09/2013) Fessenden, R.J., dan Fessenden, J.S., 1982, Kimia Organik Jilid 1.Erlangga, Jakarta. Ilmu kimia.2013.Reaksi esterifikasi.available online at http://www.ilmukimia.org/2013/03/reaksi-esterifikasi.html (diakses 09/09/2013) Lulindayati.2011.Esterifikasi.available online at http://id.shvoong.com/exactsciences/chemistry/2237864-esterifikasi/ ( diakses 09/09/2013) Rahayu,Iman.2009.Praktis belajar kimia.Grafindo media pratama,Jakarta. Suyatno,dkk.2007.Kimia SMA/MA.Grafindo media pratama,Jakarta Tjay, Tan Hoan & Kirana Rahardja, 2007, Obat-Obat Penting. Gramedia, Jakarta Underwood,A.L.2002.Analisa kimia kuantitatif.Erlangga,Jakarta