Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Penyusunan makalah ini didasarkan pada pemenuhan tugas Mekanika dimana Bapak Mukti Hamzah sebagai Dosen pengampu. Tugas ini membahas tentang kerangka acuan teerkhususnya kerangka acuan inersia. Yang mana materi inidapat membantu mahasiswa dalam memasuki pertemuan berikutnya yang membahas mata kuliah mekanika lebih dalam lagi. Makalah ini dibuat sebagai dasar awal pemahaman konsep utama mata kuliah mekanika. Sebagai bahan acuan dan dasar untuk menuju ke konsep berikutnya. Hal inilah yang kelompok kami untuk membuat makalah mengenai Kerangka Inersia.

B. Rumusan Masalah Adapun masalah yang ditinjau dalam makalah ini yaitu : 1) Apa yang dimaksud dengan kerangka acuan? 2) Apa saja jenis kerangka acuan? 3) Bagaimanakah ilustrasi kerangka acuan inersia?

C. Tujuan Pembuatan Makalah Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain : 1) Untuk mengetahui pengertian kerangka inersia. 2) Untuk mengetahui jenis kerangka acuan 3) Untuk mengetahui ilustrasi kerangka acuan inersia. D. Manfaat Pembuatan Makalah Adapun manfaat pembuatan makalah ini yaitu untuk menambah wawasan mahasiswa terutama mahasiswa jurusan Fisika mengenai konsep awal mekanika dalam bahasan kerangka inersia dan hubungannya dengan hukum I Newton. Makalah ini juga sangat bermanfaat dalam membantu mahasiswa dalam mengulang kembali materi dasar Mekanika. E. Metode pembuatan makalah Dalam mengumpulkan data data yang berkenaan dengan pembuatan makalah ini, kami mencari dari berbagai sumber antara lain dari internet.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kerangka Acuan

Kerangka acuan adalah kerangka sudut pandang. Misalnya seorang yang diam di bumi melihat pesawat bergerak, berarti bumi sebagai acuan pengamat. Kerangka acuan merupakan suatu perspektif dari mana suatu sistem diamati. Dalam bidang fisika, suatu kerangka acuan memberikan suatu pusat koordinat relatif terhadap seorang pengamat yang dapat mengukur gerakan dan posisi semua titik yang terdapat dalam sistem, termasuk orientasi obyek di dalamnya.

B. Jenis Kerangka Acuan Terdapat dua jenis kerangka acuan, yaitu: kerangka acuan inersia dan non-inersia. Kerangka acuan inersia adalah suatu kerangka acuan yang berada dalam keadaan diam atau bergerak terhadap acuan lainya dengan kecepatan konstan pada suatu garis lurus. Kerangka acuan inersia tidak mengalami percepatan dan tidak berotasi. Jika kita memiliki kerangka acuan inersia yang bergerak dengan kecepatan konstan relatif terhadap yang lainya seperti S dan S, tidak ada percobaan mekanika yang dapat memberitahu kita bagian mana yang diam dan bagian mana yang sedang bergerak atau keduanya bergerak. Hasil ini dikenal dengan prinsip relativitas Newton, yaitu hukum hukum Newton tentang gerak dan persamaan gerak sutu benda tetap sama dalam semua kerangka acuan inersia, sedangkan kecepatan benda tidak mutlak tapi bersifat relatif. Prinsip ini dikenal oleh Galileo, Newton dan yang lainya pada abad ke 17. Akan tetapi, pada akhir abad ke 19. Pandangan ini telah berubah. Sejak itu umumnya dipikirkan bahwa relativitas Newton tidak berlaku lagi dan gerak mutlak dapat dideteksi dalam prinsip pengukuran kecepatan cahaya.
Jadi hukum I Newton (kelembaman), tidak berlaku dalam kerangka acuan yang mengalami percepatan, kecuali dalam kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan. Kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan disebut kerangka acuan lembam (inersial). Peristiwa-peristiwa yang diamati dari berbagai kerangka lembam dapat tampak berbeda bagi masingmasing pengamat dalam tiap kerangka itu. Perbandingan pengamatan-pengamatan yang dilakukan dalam berbagai kerangka lembam memerlukan sebuah perumusan yang disebut transformasi Galileo, yang mengatakan bahwa kecepatan (relatif terhadap tiap kerangka lembam) mematuhi aturan jumlah yang paling sederhana.

Ada syarat keberlakuan dari hukum pertama Newton. Hukum ini hanya berlaku pada kerangka acuan inersia. Secara teknis, kerangka acuan inersia adalah sebuah kerangka yang tidak mengalami percepatan. Sehingga perhitungan gerak akan menjadi rumit ketika hukum ini diterapkan pada kerangka acuan non inersia. Contoh yang paling jelas adalah pada kasus benda yang berotasi. Hukum Newton yang pertama tidak berlaku pada perhitungan gerak benda ini. Untuk contoh kasus ini, memang tidak ada gaya total yang bekerja pada benda, walaupun demikian pada kerangka benda yang berotasi, bola tersebut dipercepat. Suatu kerangka acuan non-inersia, sebagai contoh mobil yang bergerak melingkar, atau komidi putar yang sedang berputar, berakselerasi atau/dan berputar. Hukum pertama Newton tidak berlaku dalam kerangka acuan non-inersial, yang terlihat dengan adanya percepatan pada obyek tanpa adanya gaya yang menyebabkannya dalam kerangka acuan tersebut. Kecepatan konstan saja tidak cukup untuk membuat suatu kerangka acuan menjadi kerangka acuan inersia, ia juga
3

harus bergerak dalam garis lurus. Gerak berputar atau melengkung akan menyebabkan kerangka acuan tidak lagi menjadi inersia dikarenakan munculnya percepatan sentripetal. Beberapa cara singkat untuk mendeskripsikan kerangka acuan non-inersia, yaitu, suatu kerangka acuan non-inersia adalah suatu kerangka acuan yang; [3]:

kecepatannya berubah (berubah dipercepat, diperlambat atau bergerak dalam lintasan tidak lurus, --berbelok-belok--). dipercepat. dimana hukum inersia tidak lagi berlaku. dimana muncul gaya-gaya fiktif agar hukum gerak Newton tetap berlaku.

C. Ilustrasi Kerangka Acuan Inersia

Ilustrasi dalam contoh ini adalah seorang pengamat sedang berada di atas sebuah bus yangbergerak beraturan( ) terhadap pengamat lain yang diam di suatu tempat. Sebuah obyek di-jatuhbebas-kan di atas bis. Kedua pengamat harus mengukur jarak tempuh dan waktu tempuh yang sama (dari posisi awal dijatuhkan sampai mencapai atap bis) karena kedua pengamat dilihat dari yang lainnya berada pada kerangka acuan inersial.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan


4

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kerangka acuan itu terdiri dari dua jenis yaitu kerangka acuan inersia dan kerangka acuan non inersia. Dimana kerangka acuan inersia itu dapat kita lihat dalam gerak lurus berubah beraturan, sedangkan contoh kerangka acuan non inersia pada prinsip kerja lift.

Saran Diharapkan para mahasiswa termasuk penulis dapat lebih memahami materi kerangka inersia. Selain itu, juga perlu diadakan pengulangan-pengulangan materi agar materi yang sudah diajarkan semakin dipahami.

DAFTAR PUSTAKA

http://gakbanyakcerita.blogspot.com/2011_10_01_archive.html http://budisma.web.id/hukum-newton-tentang-gerak-dan-penerapannya.html http://id.wikipedia.org/wiki/Kerangka_acuan http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101015071147AAjl8XZ