Anda di halaman 1dari 23

I GEDE YUHANA DHARMA SASMITA (0802005075) DEWA AYU DITA UDAYANI PRATAMA (0802005150)

SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA/RSUP SANGLAH DENPASAR, BALI 2013

Kematian akibat kanker serviks setiap 2 menit


(WHO, 2007)

ANCAMAN GLOBAL KANKER SERVIKS


Penyebab kematian pertama pada wanita
Insiden di Indonesia mencapai 90-100 kasus baru per 100.000 20 wanita meninggal tiap harinya akibat kanker serviks (Depkes RI, 2007)

3
>> 0 >> 1 >> 2 >> 3 >> 4 >>
>> 0 >> 1

3
>> 2 >> 3 >> 4 >>

99% kanker serviks disebabkan oleh HPV (tipe 16, 18, 31, 35, 4). Faktor risiko lain: seks multi partner hubungan seksual umur muda usia lebih dari 40 tahun tidak pernah menjalani pemeriksaan Pap Smear, imunodefisiensi merokok kehamilan multipel, kontrasepsi oral, konsumsi obat hormonal diethylstilbestrol riwayat kanker serviks dalam keluarga

Kanker serviks stadium dini sering tidak menunjukkan gejala Perburukan penyakit ditandai oleh gejala-gejala seperti: perdarahan abnormal per vaginam, abnormal vaginal discharge, nyeri daerah pelvis, pinggang/punggung dan tungkai, nyeri saat berhubungan seksual, serta gangguan kencing dan defekasi

pap smear (lesi prekanker atau kanker pada serviks) dilakukan prosedur pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, mencakup kolposkopi, biopsi dan imaging untuk melihat metastase. 80 85 % kasus kanker serviks terdiagnosis pada stadium invasif, sehingga rerata angka harapan hidup satu tahun penderita kanker serviks adalah 2,18 %

Pasien datang sadar diantar oleh menantunya dengan tujuan kontrol atas keluhan keluar darah dari kemaluan dan membawa hasil pemeriksaan PA. Saat dilakukan pemeriksaan, pasien masih mengeluhkan keluar darah dari kemaluan. Keluhan ini dirasakan sejak 4 bulan yang lalu. Pada awalnya darah yang keluar dari kemaluan dikatakan sedikit-sedikit, bercampur keputihan dan berbau tidak sedap. Semakin lama darah yang keluar semakin banyak, berupa darah segar yang kadang-kadang menggumpal dan berbau tidak sedap. Darah yang keluar dari kemaluan dikatakan sekitar 5 kali dalam satu bulan, dimana tiap kali keluar darah, berlangsung selama satu hari dengan frekuensi mengganti pembalut sebanyak 2-3 kali. Keluhan yang muncul dikatakan tidak memberat saat pasien beraktivitas.

Bersamaan dengan keluar darah dari kemaluan, pasien juga mengeluhkan nyeri seperti menusuk-nusuk pada bagian bawah perut. Nyeri muncul sewaktuwaktu dan dikatakan tidak terlalu mengganggu aktivitas. Pasien juga mengeluhkan penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan sebanyak 5 kilogram dalam dua bulaln terakhir. Riwayat mengalami mual dan muntah, gangguan kencing dan buang air besar disangkal pasien. Keluhan sesak nafas juga tidak dirasakan oleh pasien.

Empat bulan yang lalu pasien pernah memeriksakan keluhannya ke Puskesmas Denpasar Timur dan dirujuk ke RSUD Wangaya, kemudian diketahui bahwa dalam rahim pasien terdapat kontrasepsi IUD. Pada saat itu pasien diberikan dua jenis obat, dimana pasien tidak ingat nama obatnya.

Satu bulan kemudian, pasien datang kembali ke RSUD Wangaya dengan keluhan yang sama dan disertai demam tinggi, sehingga pasien dirawat inap selama satu hari.

Tanggal 21 Agustus 2013 pasien memeriksakan diri ke RSUP Sanglah, dilakukan pemeriksaan USG melalui kemaluan dan pelepasan IUD. Selain itu, juga dilakukan pengambilan jaringan mulut rahim untuk pemeriksaan PA

Menstruasi sejak umur 15 tahun, Siklus 30 hari dan lamanya 4-5 hari tanpa disertai keluhan saat menstruasi. Menstruasi terakhir tahun 2005. Riwayat kontrasepsi IUD spiral selama 34 tahun dan dilepas pada tanggal 21 Agustus 2013.

Pasien berstatus sudah menikah, hanya menikah satu kali. Usia saat menikah 16 tahun. Usia pernikahannya dengan suaminya saat ini adalah 41 tahun.

Pasien memiliki riwayat kehamilan sebanyak tiga kali. Pada kehamilan pertama, pasien mengalami keguguran. Kehamilan kedua dan ketiga, riwayat persalinan spontan dan ditolong bidan. Anak pertama berjenis kelamin laki-laki dengan BBL 3000 gram, sementara anak kedua berjenis kelamin perempuan dengan BBL 2500 gram. Saat ini anak pertama berusia 39 tahun dan anak kedua berusia 38 tahun.

Penyakit khusus seperti hipertensi, kencing manis, penyakit jantung, asma, gangguan jiwa, varises dan tumor disangkal. Riwayat operasi disangkal.

Tidak ada

Pasien bermatapencaharian sebagai petani, dimana riwayat merokok disangkal oleh pasien.

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS PRESENT

Keadaan Umum GCS Tekanan darah Suhu Axilla Nadi Respirasi VAS BB/TB/BMI Gizi

: Baik : E4V5M6 : 120/80 mmHg : 36,5 oC : 80 kali / menit : 16 kali / menit : 2/10 : 52 kg/165 cm/19,25 kg/m2 : Baik

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Kepala Mata Gigi Tiroid Payudara Jantung Paru Perut Pelvic Ekstrimitas Kelenjar Limfe : Normal : Konjungtiva Anemis - / -, ikterus - / : Normal : Normal : Normal : S1 S2 tunggal, reguler, murmur (-) : Vesikuler (+), wheezing (-), rhonki (-) : Distensi (-), Bising usus (+) normal : Normal : Hangat pada keempat ekstrimitas, edema (-) : Normal

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GINEKOLOGI

Abdomen

: Tinggi fundus uteri tidak teraba, distensi (-), Bising Usus (+) Normal, Nyeri Tekan (-)
: Fluxus (+), Flour (-), Porsio nampak massa rapuh, berdungkul, mudah berdarah, dan infiltrasi s.d. vagina 1/3 proksimal : Fluxus (+), Flour (-), Porsio rapuh, berdungkul, mudah berdarah, dan infiltrasi s.d. vagina 1/3 proksimal, CUAF b/c ~ Normal, APCD kaku (+) massa (+), CFS 50% : 50%

Inspekulo

VT

Laboratorium Histopatologi X-ray thorax PA

: menunggu hasil pemeriksaan : Biopsi serviks, kesimpulan: Adenoskuamous Karsinoma : menunggu hasil pemeriksaan

Karsinoma serviks stadium II B

1. Asam Mefenamat 3 x 500 mg 2. Kemoradiasi 3. KIE

Risiko perburukan status gizi berupa penurunan nafsu makan dan berat badan.

KEBUTUHAN FISIK BIOMEDIS

Nafsu makan pasien juga dikatakan berkurang dalam dua bulan terakhir Dalam sekali makan dalam porsi yang kecil, 3 kali sehari. Menu makanan biasanya terdiri dari nasi, tahu, tempe dan sayur serta dikatakan jarang mengkonsumsi daging, buah maupun susu.

Puskesmas terdekat, Puskesmas Denpasar Timur, berjarak 500 meter Untuk memperoleh akses pelayanan kesehatan pasien memanfaatkan kartu JKBM

KEBUTUHAN FISIK BIOMEDIS

Mendapatkan dukungan dan perhatian yang cukup dari anggota keluarga berupa dukungan moral dan pendampingan.

Memenuhi kriteria rumah sehat

Usia pasien, 57 tahun; kelompok umur ini merupakan salah satu faktor resiko untuk terjadinya kanker serviks. Dari status nutrisi, masih terdapat risiko perburukan status gizi ditinjau dari kurangnya nafsu makan pasien dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Penghasilan keluarga masih belum memadai dalam hal pemenuhan kebutuhan vital seperti kesehatan Perasaan sedih setelah mengetahui penyakit yang diderita Pasien sangat menghargai pendapat dari keluarganya dibandingkan dengan pendapatnya sendiri

Meningkatkan asupan gizi, utamanya makanan yang mengandung cukup protein, zat besi untuk memperbaiki kondisi umum pasien. Istirahat yang cukup untuk memperbaiki kondisi pasien Taat meminum obat yang diberikan oleh dokter sesuai dengan anjuran dokter Kontrol apabila terdapat keluhan baru atau sesuai dengan anjuran dokter

Jika terdapat inisiatif untuk melakukan pengobatan alternatif, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Kepada keluarga pasien disarankan untuk terus mendukung pasien menghadapi penyakitnya Berdoa dan tabah dalam menghadapi kemungkinan yang paling buruk, yaitu pasien meninggal.

TERIMAKASIH