Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MIKOLOGI CIRI-CIRI FUNGI

Kelompok 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Made Indah Kesuma Dewi Ayu Putu Astiti Natih Ni Wayan Suasih Lestari Ayu Savitri Siskayani Luh Made Ari Mas Purnamasari Ni Kadek Destari Dwi Wiantari Luh Gede Yoni Asta Suri Madya Mas Cista Hwardani Ni Wayan Febi Suantari Komang Jatmika Ni Luh Arnitasari Luh Pt Risca Dana Paramita Putu Murnitha Sari Rahayu (P07134011001) (P07134011002) (P07134011003) (P07134011004) (P07134011005) (P07134011006) (P07134011007) (P07134011008) (P07134011009) (P07134011010) (P07134011011) (P07134011012) (P07134011013)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR JURUSAN ANALIS KESEHATAN 2013

CIRI-CIRI FUNGI

Ciri-ciri jamur adalah sebagai benikut: 1. Organisme Eukariotik Jamur mempunyai membran Inti (eukariot), Sama seperti eukariota, sel fungi memiliki membran inti dengan kromosom yang mengandung DNA. Selain itu, sel fungi juga memiliki beberapa organel sitoplasmik seperti mitokondria, sterol, dan ribosom.

2. Sifat Jamur bersifat obligat / fakultatif aerob yaitu, beberapa jamur dapat hidup pada kondisi mutlak membutuhkan oksigen. Namun, ada beberapa jenis jamur yang dapat hidup dalam kondisi dengan atau tanpa oksigen. Jamur manfaatkan substrat organik jadi nutrisi diabsorbsi secara pasif atau diambil kedalam sel melalui transport aktif.

3. Dinding Sel Hifa punya dinding sel yang terdiri dari khitin atau selulosa dan sedikit polisakarida

4. Struktur Sel Fungi ada yang uniseluler (disebut khamir) dan multiseluler. Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Kecuali pada khamir tidak membentuk hifa. Cabang dan hifa disebut dengan miselium yang berfungsi menyerap makanan dan substratnya. Hifa pada fungi ada yang bersekat (septum) tetapi ada juga yang tidak (aseptum) sehingga mempunyai banyak inti yang disebut senositik. Miselium dapat dibedakan menjadi Miselium generative (untuk menyerap makanan) dan miselium vegetatif (untuk reproduksi).

a. Hifa bersekat b. Hifa tidak bersekat

5. Cara Memperoleh Nutrisi Jamur tidak berkhlorofil sehingga bersifat heterotrofik. Jamur manfaatkan substrat organik jadi nutrisi diabsorbsi secara pasif atau diambil kedalam sel melalui transport aktif. Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Saprofit b. Parasit c. Mutualisme

: Menguraikan sisa bagian makhluk hidup yang sudah mati. : Mengambil nutrisi dari makhluk yang masih hidup. : Hidup bersama makhluk hidup lainnya.

6. Cara Reproduksi Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniseluler serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.

7. Habitat Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembap. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembap. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam

DAFTAR PUSTAKA Hamdi. 2013. Ciri Jamur atau Fungi. http://www.sibarasok.com/2013/05/ciri-cirijamur-atau-fungi.html (22 Oktober 2013) Sugiarto. 2012. Ciri-Ciri dan Dasar Pengelompokan Fungi. http://icuksugiarto.blogspot.com/2012/08/ciri-ciri-dan-dasar-pengelompokkan.html. (22 Oktober 2013) Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290