Anda di halaman 1dari 14

Iqbal D.

Husain Materi perkuliahan Semester VI 2012/2013

IASP, 1979 : st. pengalaman sensorik dan emosional yg tdk menyenangkan, berkaitan dgn kerusakan jaringan yg nyata atau berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan

Nyeri bersifat subyektif, di mn individu mempelajari apa itu nyeri mll pengalaman lgsg berhbgan dgn luka/injury dimulai dr awal kehdpannya

Nyeri

akut Nyeri kronik non keganasan Nyeri kronik keganasan

Respon fisiologis : Nyeri akut : adanya peningkatan TD (awal), DN, R, dilatasi pupil, dan keringat dingin Nyeri kronik : TD, N, R normal, pupil normal, kulit kering Respon prilaku : Nyeri akut : gelisah, tdk mampu berkonsentrasi, ketakutan, dan distress Nyeri kronik : imobilisasi atau ketidakaktifan fisik, menarik diri, dan putus asa

Lokasi : Tingkat nyeri : superfisial atau viscera Posisi atau lokasi Dibagi 4 kategori : Terlokalisir, terproyeksi, radiasi, Reffered pain Intensitas ; Ringan sedang, berat, tak terthnkan Time & duration : kpn, brp lama, timbulnya, interval, wkt nyeri terakhir Quality : dgn cara mendeskripsikan Prilaku non verbal : ekspresi, gigit bibir, gigi Faktor predisposisi : lingk., suhu extrim, stressor fisik dan emosi

Trauma

: mekanik, thermis, khemis, elektrik Neoplasma : jinak & ganas Inflamasi Ggn sirkulasi drh & kelainan pemblh drh Trauma psikologis

Usia Jenis kelamin Kultur Makna nyeri Perhatian Ansietas Pengalaman masa lalu Pola koping Support keluarga dan sosial

Gambaran

keparahan nyeri yg

dirasakan Pengukuran sgt subyektif & individual Tehnik pengukuran antara lain : a. NRS b. VAS c. Nyeri deskriptif d. Bourbanis

Menurut tempat : Peripheral, Central, Psychogenic, Phantom, Radiating Menurut sifat : Insidentil, Steady, Paroxysmal, Intractable Menurut berat-ringan : Ringan, Sedang, Berat Menurut waktu serangan : Akut dan Kronis

Nyeri diawali dgn kerusakan jaringan (tissue damage), dimna jaringan tbh yg cedera melepaskan zat kimia inflamatori (excitatory neurotransmitters), (histamine dan bradykinin) sbg vasodilator yg kuat edema, kemerahan dan nyeri dan menstimulasi pelepasan prostaglandins Transduksi (transduction) : perubahan energi stimulus mjd energi elektrik, proses transmisi (transmission) yakni ketika energi listik mengenai nociceptor dihantarkan melalui serabut saraf A dan C dihantarkan dengan cepat ke substantia gelatinosa di dorsal horn dari spinal cord ke otak melalui spinothalamic tracts thalamus dan pusat-pusat yg lbh tinggi termsk reticular formation, limbic system, dan somatosensory cortex

Persepsi (perseption) : otak menginterpretasi signal, memproses informasi dr pengalaman, pengetahuan, budaya, serta mempersepsikan nyeri individu mulai menyadari nyeri. Modulasi (modulation) : saat otak mempersepsikan nyeri, tbh melepaskan neuromodulator, seperti opioids (endorphins and enkephalins), serotonin, norepinephrine & gamma aminobutyric acid menghalangi /menghambat transmisi nyeri & membantu menimbulkan keadaan analgesik, & berefek menghilangkan nyeri.

Tindakan

farmakologis : 1. Analgesik Narkotik 2. Analgesik Lokal 3. Analgesik yg dikontrol klien 4. Obat2 Non steroid

Tindakan Non farmakologis : 1. Stimulasi fisik : a. Stimulasi kulit (Cutaneus) : Cold compresion, heat compresion, Massage b. Stimulasi Electric (TENS) : Akupunctur, Placebo 2. Prilaku kognitif : a. Tehnik relaksasi : TBR, jaw relaxation b. Umpan balik biologis : Hypnotis, distraksi c. Guided imagery

Terima kasih ..... Semoga dapat diaplikasikan