Anda di halaman 1dari 10

Drs.

Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

PERILAKU BIAYA DAN PERENCANAAN BIAYA

A. Perilaku Biaya Yang dimaksud dengan perilaku biaya adalah studi mengnai hubungan fungsional kausal antara Total Biaya yang terjadi dengan Cost driver (Pemicu biaya) nya Hubugan kausal ini secara matematis dapat digambarkan sabagai

Y = f (X)
Dimana Y adalah Total Biaya dan X adalah Satuan Cost Driver Jika digambarkan didalam grafik sumbu X dan Y Biaya-biaya yang terjadi pada umumnya dapat dikategorikan sbb:
Biaya Tetap (Fixed Cost) True Variable Semi Variable

1600 500 1000

800 500

50

150

50

80

50

120

Step Variable

Rumusan Perilaku Biaya ini penting untuk diketahui oleh manajemen karena akan sangat berpengaruh didalam melakukan perencanaan biaya serta didalam menentukan barbagai keputusan strategis mauunkeputusan rutin sehari-hari.

B. Biaya Tetap (Fixed Cost) Menurut defini Biaya Tetap ialah biaya yang totalnya tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan. Namun untuk melihat lebih cermat ada dua karakteristik yang dimiliki oleh biaya tetap : (a) Secara Total, Biaya ini tidak akan berubah atau tidak akan dipengaruhi oleh periode yang ditentukan atau kegiatan tertentu

Hal. 1

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

(b) Biaya per unit yang dibebankan akan berbanding terbalik dengan peribahan volume kegiatan yang terjadi. Pada volume yang tinggi maka biaya pper unit menjadi rendah dan sebaliknya pada volume rendah biaya perunit menjadi tinggi (c) Total Biaya akan tetap aau tidak berubah jika perubahan volume terjadi atau berada didalam relevan range tertentu. Relevant range adalah bata ekxtrim dari berlakunya sebuah biaya tetap Contoh: Sebuah Bis wisata disewa oleh sekelompok orang dengan biaya sewa Rp. 1.200.000 per hari. Kapasitas 40 tempat duduk, Dalam hal ini relevan range untuk biaya sebesar Rp. 1.200.000 iniadalah antara 1 sampai dengan 40 Berikut alokasi biaya dikaitkan dengan kapasitas Kapasitas tepakai BiayaTotal Biaya per orang 40 Rp. 1.200.000 Rp. 30.000 20 Rp. 1.200.000 Rp. 60.000 10 Rp. 1,200.000 Rp. 120.000
Total Biaya Biaya per unit

1.200.000

120.000 60.000 30.000 10 20 40 10 20 40

Didalam perencanaan perlu diperhatikan bahwa kapasitas diatas batas maksimum relevan range akan memberi dampak bertambahnya satu paket biaya tetap . Dalam contoh tersebut jika peserta meningkat terus diatas 40 orang maka setiap kelipatan 40 akan diperlukan satu tambahan bis sewaan Biaya tetap tersebut kemudian akan berubah perilaku nya menjadi Biaya tetap bertingkat (Step Variabel Cost) seperti gambar berikut ini;
Total Biaya
4.800.000 3.600.000 2.400.000 1.200.000 40 80 120 160

Hal. 2

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

C. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya Variabel adalah Biaya yang secara total ber-ubah ubah sebagai akibat adanya perubahan volume kegiatan. Biaya Variabel dapat dikategorian kedalam dua kelompok yaitu (1) Biaya Variabel murni (True Varable Cost) Berikut ini adalah ciri-ciri dari Biaya Variabel murni: (a) Total Biaya yang terjadi berubah secara proporsional (sebanding)dengan perubahan cost drivernya . Semakin besar volume maka semain besar pula total biaya yang terjadi (b) Biaya per unit driver adalah konstan/tetap. Yang temasuk Biaya Variabel murni; Bahan langsung, upah langsung. Contoh: Sebuah Produk membutuhkan 3 mtr bahan baku langsung yang bernilai Rp. 30.000,Huhungan kapasitas dengan total biaya adalah sbb: Kapasitas tepakai BiayaTotal Biaya per unit Produk 400 Rp.12.000.000 Rp. 30.000 200 Rp. 6.000.000 Rp. 30.000 100 Rp. 3.000.000 Rp. 30.000
Total Biaya Biaya per unit

12,000.000 6.000.000 3.000.000 100 200 400 30.000 100 200 400

2. Biaya Semi Variabel ( Semi Variable Cost) Biaya semi variabel dipisahkan dari Biaya variabel murni karena memang memiliki karakteristik yang agak berbeda sehingga akan berpengaruh pada saat dilakukan perencanaan. Biaya semi variabel sering juga disebut biayacampuran (Mixed Cost). Mengapa dikatkan campuran karena setiap kejadiannya selalu terdapat dua unsur biaya yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Contoh yang umum kita kenal sebagai biaya campuran antara lain biaya telepon, setiap bulan pelanggan telepon akan membayar Biaya tetap ( Biaya abodemen) Biaya Variabel (Biaya pulsa yang besarnya tergantung jumlah pemakaian)

Hal. 3

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

Berikut ini adalah ciri-ciri dari Biaya Semi Variabel: (a) Total Biaya yang terjadi berubah tidak secara proporsional (tidak sebanding)dengan perubahan cost drivernya . Semakin besar volume maka semain besar pula total biaya yang terjadi (b) Biaya per unit driver adalah konstan/tetap. (c) Total Biaya yang terjadi selalu terdiri dari dua komponen yakni biaya tetap dan Biaya Variabel yang dipengaruhi volumo aktivitas Contoh: Sorang pelanggan listrik harus membayar diaya beban tetap (abodemen) sebesar Rp. 120.000 per bulan sementara biaya pemakaian ditetapkan sebesar Rp. 875 per KWH Berikut Hubungan Jumlah pemakaian dengan total biaya yang terjadi Pemakaian Biaya Tetap Biaya Variabel KWH (Abodemen) Pemakaian 0 120.000 0 100 120.000 87.500 500 120.000 437.500 1.000 120.000 875.000 2.000 120.000 1.750.000 Biaya rata2 Per KWH -2.075 1.115 995 935

Total Biaya 120.000 207.500 557.500 995.000 1.870.000

Jika memperhatikan Total biayayang terjadi maka ada kecenderungan seperti biaya variabel (makin tinggi pemakaian makin tinggi Total Biaya) tetapi jika memperhatikan Biaya per KWH ada kecenderungan seperti biaya tetap (makib banyak pemakaian maka makin murah beban per KWH). Oleh karena sifat tesebut biaya ini menjadi Biaya campuran. Didalam grafik akan terlihat sbb:
1.870.000

995.000 557.500 207.500 120 000 Biaya Tetap

100

500

1000

2000

Hal. 4

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

D. Metode Analisis Perilaku Biaya Untuk mengenali dan mendeteksi perilaku biaya dapat dilakukan dengan empat cara berikut: (1) Metode Titik tertinggi dan Titik terrendah (High-Low Point method) (2) Metode biaya Bersiap (Stand by Cost) (3) Metode Grafik (Scatter Graph) (4) Metode Regresi (Regression method)

ad. (1) Metode Tertinggi dan Terendah Penentuan bagian Biaya Variabelan biaya tetap didasarkan pada pengamatan data masa lalu yaitu data pada posisi ekstrim tinggi dan posisi ekstrim rendah. Metode ini memiliki keunggulan: - Mudah dilakukan - Tidak perlu banyak data Namun kelemahan yang dimiliki: - Tidak memperhatikan fluktuasi dan tendensi perkembangan data biaya Contoh: Dari pengamatan yang dilakukan terhadap pengeluaran Biaya emeliharaan selama lima bulan terakhir diperoleh data sbb: Bulan Januari Februari Maret April Mei Analisis: Tertinggi Terrendah Perubahan 9.875 9.100 775 3.487.500 --------------------- = 775 109.437.500 105.950.000 3.487.500 Jam kerja 9.870 9.234 9.100 9.875 9.650 Total Biaya 109.415.000 106.553.000 105.950.000 109.437.500 108.425.000

Biaya Variabel =

4.500

Total Biaya Bulan Maret = Biaya Variabel = 9.100 X 4.500 = Komponen Biaya tetap

105.950.000 40.950.000 65.000.000

Hal. 5

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

Metode tertinggi terendah dapat puoa diterapkan secara matematis sbb:

Persamaan Garis : Y = a + b.X


109.437.500 L 105.950.000 Y 65.000.000 B.Tetap B H X Y X 3.487.500 775

b = ------ = ------------- = 4.500

a = Y b.X = 109.437.500 4.500 ( 9875) = 65.000.000 Garis projeksi : Y = 65.000.000 + 4.500 X

9.100

9.875

Melalui garis projeksi tersebut manajemen dapat melakukan perencanaan biaya untuk kapasitas tertentu. Jika diprojeksikan aktivitas (X) = 11.000 jam maka Projeksi Biaya Y = 65.000.000 + 4.500 ( 11.000) = 114.500.000 Demikian hal nya jika aktivitas (X) diprojesikan = 8.500 jam maka Projeksi Biaya Y = 65.000.000 + 4.500 (8.500) = 103.250.000.

ad. (2) Metode Stand by Cost Metode ini diterapkan apabila ada ksemepatan perusahaan dihentikan semetara. Padasaat perusahaan dihentikan maka biaya yang tetap harus dikeluarkan disebut dengan Stand by Cost yang dianggp setara dengan Fixed Cost. Menghitung Biaya Variabel per unit diakukan dengan rumus Rata-rata Total Biaya Stand by Cost BVU = ---------------------------------------------------Rata-rata Kapasitas Dari data (1) Rata-rata Total Biaya = 539.780.500 / 5 = 107.956.100 Rata-rata Jam kerja = 4.729 / 5 = 9.546 Jika diketahui Stand by Cost = Rp. 67.000.000 maka sesuai dengan rumus yang ada 107.956.100 67.000.000 Biaya Variabel = ----------------------------------- = 4.290 per jam kerja (dibulatkan) 9.546

Hal. 6

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

ad. (3) Metode Graphik Metode graphik dilaksanakan dengan cara ploting titik-titik obesevasi (data biaya dan kapasitas yang tersedia). Setelah titik terpasang kita melakukan penilaian bagaimana kecenderungan dari garis proyeksi biaya yang dapat mewakili titik titik observasi tersebut Metode ini cocok jika hanya untuk melihat gejala (sifat umum) dari biaya, tetapi akan sangan riskan jika metode ini dipergunakan untuk melakukan perencanaan biaya yang akan datang.

Dari lima titik observasi yang telah diplotting didalam grafik X-Y dapat ditarik garis yang mewakili kelima titik yang disebut garis regresi Dengan melihat garis regresi dapat dipastikan bahwa Biaya ini adalah biaya semi variabel.

ad. (4) Metode Regresi Metode regresi yang diterapkan disebut juga metode Least Square , yaitu metode untuk menentukan sebuah garis prediksi yang mewakili seluruh titik observasi didalam grafik. Garis yang dibuat akan memiliki selisih kuadrat terkecil dengan titik observasi nya. Untuk mendapatkan persamaan garis regresi Y = a + b X dapat dihitung dengan rumus ( Y ) (X2) - ( X)( X Y) a = -----------------------------------n X2 (X) 2 b= nX Y - ( X)( Y) ------------------------------nX2 - (X) 2 X2
97.416.900 85.266.756 82.810.000 97.515.625 93.122.500 456.131.781
(X) 2

n
1 2 3 4 5

X 9.870 9.234 9.100 9.875 9.650


47.729
( X)

Y
109,4 106,5 105,9 109,4 108,4 539,6
( Y)

X.Y
1.079.778 983.421 963.690 1.080.325 1.046.060 5.153.274
( X Y)

Biaya (Y) dalam Rp. Juta,-

Hal. 7

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

a=

(540)(456.131.781) -(47.729)(5.153.274) ---------------------------------------------------------5 (456.131.781) - (47.729)


2

=64.61526

b=

5 ( 5.153.274) - (47.729)(540) ---------------------------------------------------------- = 5 (456.131.781) - (47.729)


2

= 0,004537

Persamaan garis projeksi menurut metode least square Y = 64.615.260 + 4.537 X Jika Analisis regresi dilakukan dengan menggunakan Excel maka hasil keluaran yang diperoleh sbb:
SUMMARY OUTPUT Regression Statistics Multiple R 0,99998341 R Square 0,99996683 Adjusted R Square 0,99995577 Standard Error 0,01088094 Observations 5 ANOVA Regression Residual Total df 1 3 4 SS 10,70764482 0,000355185 10,708 t Stat 448,468986 300,732615 P-value Lower 95% Upper 95% 2,445E-08 64,15673716 65,07379 8,108E-08 0,004488516 0,0045845 MS 10,7076448 0,00011839 F Significance F 90440,106 8,10797E-08

Intercept X Variable 1

Coefficients Standard Error 64,6152634 0,14407967 0,00453652 1,50849E-05

Informasi penting yang diambil dari keluaran tersebut a.l: Intercept : Intercept adalah merupakan konstanta yang melambangkan Biaya Tetap Taksiran Biaya tetap = Rp. 64.615.263 Dengan asumsi tingkat keyakinan 95 % maka taksiran tersebut mempunyai Kemungkinan menyimpang Ke atas = + 458.256 menjadi Rp. 65.073.790 Ke bawah = - 458.256 menjadi Rp. 64.156.731 P-Value = 2,445 E-08 = 0,00000002455 atau mendekati 0 Artinya kemungkinan terjadinya kekeliruan didalam prediksi berdsarkan sampel yang dibuat hampir sama dengan 0, ini yang sisebut dengan Significant (Nyata) menurut statistik.

Hal. 8

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

X Variable: X Variabel merupakan coefisien variabel X yang menunjukkan nilai biaya variabel per satuan X dalam hal ini Biaya variabel per unit adalah sebesar 0,004536 (dalam jutaan ) = Rp. 4.536 per jam kerja. Taksiran biaya variabel inipun mempunyai kemungkinan menyimpanga keatas menjadi Rp.4.584,5 dan kebawah menjadi Rp. 4.488,5 P-Value = 8.8108 E-08 = 0,00000008108 atau mendekati 0 Artinya kemungkinan terjadinya kekeliruan didalam prediksi berdsarkan sampel yang dibuat hampir sama dengan 0, ini yang sisebut dengan Significant (Nyata) menurut statistik. R Square atau r2 disebut sebagai koefisien diterminasi. r2 dari konstanta = 0, 9999963 yang artinya hampir 100% perubahan Biaya itu dipengaruhi oleh perubahan jam kerja

SOAL-SOAL LATIHAN Soal. 1 Bagian Akunting PT Pabrik Kaos Murah telah menyusun Flexibel Budget untuk Biaya Overhead Pabriknya pada kapasitas 80 dan 90 % sebagai berikut. Biaya Overhead Pabrik: Kapasitas 80% 90% Biaya-biaya: Bahan tidak langsung 99.672.000 112.131.000 Upah tidak langsung 70.048.000 78.804.000 Supervisi 27.600.000 27.600.000 Utilitas 178.400.000 198.200.000 Penyusutan 168.000.000 189.000.000 Perlengkapan 46.700.000 52.100.000 Pemeliharaan 71.600.000 78.800.000 Asuransi 34.400.000 34.400.000 Lisensi/Paten 240.000.000 270.000.000 Rupa-rupa 46.800.000 51.400.000 Total 983.220.000 1.092.435.000 Diminta: a. Tentukan perilaku biaya-biaya tersebut dengan menggunakan Kapasitas sebagai cost drivernya. Nyatakan Biaya-biaya itu sebagai bagian Biaya tetap dan Biaya Variabel b. Buatlah Budget Biaya Overhead jika Kapasitas ditetapkan sebesar 97%.

Hal. 9

Drs. Djoni T MSc, Ak ; Akuntansi Manajemen

Soal. 2 Menurut Perhitungan yang dilakukan oleh bagian Akunting PT Berjaya dalam bulan April output produksi dan telah dipasarkan sebanyak 23.400 unit. Biaya produksi yang dihabiskan untuk bulan April adalah Rp. 79.350.000,- . Didalam bulan Mei catatan biaya produk tersebut menunjukkan angka sbb: Produk dihasilkan 27.540 unit Biaya-biaya : Bahan Baku (Variabel) Rp. 38.566.000 Upah langsung (Variabel ) Rp.26.163.000 BOP (semi variabel) Rp.26.016.000 Total Biaya Produksi Rp.90.735.000 Dari Catatan lain diketahui : Bulan April Mei . Beban Pemasaran Rp.15.850.000 Rp.18.537.400 Beban umum & Adm Rp.20.000.000 Rp.20.000.000 Diminta: a. Tentukan Komponen Biaya Variabel yang dapat diterapkan untuk setiap unit Produk dan tentukan Jumlah Biaya tetap yang terjadi setiap bulannya. b. Hitunglah Berapa Harga Pokok produksi Variabel per unit c. Buatlah Laporan Laba/Rugi Usaha untuk Bulan April dan Bulan Mei d. Jika Bulan Juni perusahaan menerima order 10.000 unit dengan harga Rp. 3.400 per unit produk apakah dapat dilayani (gunakan konsep Harga pokok variabel didalam menjawab pertanyaan d. ini ) Soal. 3 Dari laporan sepuluh bulan terakhir yang dibuat oleh PT Jota diketahui sbb:
Bulan 1 2 3 4 5 Biaya Iklan 87 99 78 102 80 Penjualan 430 450 400 420 430 Bulan 6 7 8 9 10 Biaya iklan Penjualan 115 110 90 101 100 460 470 450 470 440

* Angka didalam Rp. Juta,-

Diminta: a. Nyatakanlah kedua parameter ini dalam persamaan regresi Y = a + b.X dimana Y = Total Penjualan dan X =Biaya iklan b. Hitunglah koefisien Determinasi r2 dari persamaan tersebut serta jelaskan penafsiran dari r2 tersebut c. Jika Bulan yang akan datang disediakan biaya iklan sebesar Rp.75.000.000 berapa estimasi penjualan yang dapat dicapai ? d. Tentukan range penjualan dengan biaya iklan 75.000.000 (asumsi bahwatingkat keyakinanyang dipergunakan 95 % ) ------------dt------------

Hal. 10