Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN KELUARGA KESEHATAN REMAJA DENGAN MEROKOK

Oleh :

Luqman Syarief

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN

2013

A. Definisi Remaja Masa remaja merupakan salah satu manusia. Masa ini merupakan masa periode dari perkembangan

perubahan atau peralihan dari masa

kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologik, perubahan psikologik, dan perubahan sosial. Di sebagian besar masyarakat dan budaya masa remaja pada umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun (Notoatdmojo, 2007). Menurut Soetjiningsih (2004) Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak yang dimulai saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun, yaitu masa menjelang dewasa muda. B. Tahap tahap Perkembangan Remaja Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perkembangan remaja: 1) Remaja awal (early adolescent) Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahanperubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan- dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis. Dengan dipegang bahunya saja oleh lawan jenis ia sudah berfantasi erotik. Kepekaan yang berlebihlebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap ego

menyebabkan para remaja awal ini sulit dimengerti dan dimengerti orang dewasa. 2) Remaja madya (middle adolescent) Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. Ia senang kalau banyak teman yang mengakuinya. Ada kecenderungan narsistis yaitu mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman-teman yang sama dengan dirinya, selain itu, ia berada dalam kondisi kebingungan karena tidak tahu memilih yang mana peka atau tidak peduli, ramai-ramai atau sendiri, optimistis atau pesimistis, idealis atau materialis, dan sebagainya. Remaja pria harus membebaskan diri dari oedipus complex (perasaan cinta pada ibu sendiri pada masa anak-anak) dengan mempererat hubungan dengan kawankawan. 3) Remaja akhir (late adolescent) Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal yaitu: a) Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek. b) Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang lain dan dalam pengalaman- pengalaman baru. c) Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi. d) Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain.

e) Tumbuh dinding yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (Sarwono, 2010).

C. Ciri ciri remaja Menurut Widyastuti dkk (2009), Berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja kita sangat perlu untuk mengenal perkembangan remaja serta ciricirinya. Berdasarkan sifat atau ciri perkembangannya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap yaitu: 1) Masa remaja awal (10-12 tahun) a) Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya. b) Tampak dan merasa ingin bebas. c) Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir yang khayal (abstrak). 2) Masa remaja tengah (13-15 tahun) a) Tampak dan ingin mencari identitas diri. b) Ada keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis. c) Timbul perasaan cinta yang mendalam. 3) Masa remaja akhir (16-19 tahun)

a) Menampakkan pengungkapan kebebasan diri. b) Dalam mencari teman sebaya lebih selektif. c) Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya. d) Dapat mewujudkan perasaan cinta. e) Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak. D. Gambaran perilaku merokok pada remaja Masalah rokok pada hakikatnya sudah menjadi masalah nasional, bahkan internasional. Sering sekali kita melihat orang merokok dimana-mana dalam kehidupan sehari-hari, dipasar ataupun ditempat umum lainnya atau bahkan dikalangan rumah tangga sendiri. Mulai dari orang dewasa sampai dengan anak kecil mengkonsumsi rokok. Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang disekelilingnya. Pengaruh bahan-bahan kimia yang dikandung seperti nikotin, CO, dan tar dapat menimbulkan dampak negatif bagi orang yang berada disekeliling perokok. Resiko yang ditanggung perokok pasif lebih berbahaya dari pada perokok aktif karena daya tahan terhadap zat-zat yang berbahaya sangat rendah. Perilaku merokok banyak dilakukan pada usia remaja. Masa remaja adalah masa peralihan dari usia kanak-kanak ke usia dewasa. Erikson (Papalia, 2008) mengatakan bahwa remaja mengalami krisis aspek psikososial pada masa perkembangannya yaitu masa ketika mereka sedang mencari jati

dirinya. Remaja sering berusaha memberikan kesan bahwa mereka sudah hampir dewasa dengan bertingkah laku seperti orang dewasa, yaitu merokok, minum minuman keras dan menggunakan obat-obatan. Perokok laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan dimana jika diuraikan menurut umur, prevalensi perokok laki-laki paling tinggi pada umur 15-19 tahun. Hal ini dapat dikaitkan dengan stres yang dialami oleh remaja. Faktor penyebab perilaku merokok pada remaja adalah pengaruh orang tua, teman sebaya, faktor kepribadian, dan pengaruh iklan. Keempat faktor ini menyebabkan remaja menjadi merokok, memiliki teman sebaya Remaja yang merokok dan adanya iklan rokok mempengaruhi mereka untuk merokok.

Ciri-ciri remaja Masa remajalaki-laki awal Adapun paradigma perilaku merokok pada remaja antara lain : (10-12 tahun) Masa remaja tengah (13-15 tahun) Masa remaja akhir Faktor penyebab perilaku merokok pada remaja Pengaruh orang tua Pengaruh teman sebaya Faktor kepribadian Iklan Tahap Merokok Persiapan Permulaan Menjadi seorang perokok Mempertahankan perilaku merokok Sikap teguh terhadap akibat dari rokok (16-19 tahun) Merokok Tidak merokok

Gambar 2.1 Adisti Amelia (2009) Gambaran Perilaku Merokok Pada Remaja Laki-laki E. Bahaya merokok a. Penyakit jantung di antara penyakit yang tentu timbul dari merokok yaitu penyakit jantung, dikarenakan sebagian zat yang dikandung oleh rokok seperi nikotin serta tar bisa turunkan kinerja dari jantung itu sendiri hingga kerentanan penyakit jantung dapat makin tinggi.

b. Kanker paru-paru penyakit lain yang barangkali timbul akibat dari merokok yaitu kanker paru-paru, kanker ini timbul dikarenakan paru paru kita terlampau banyak mengangkut hawa yang berbentuk karsinogenik dari asap rokok yang mengakibatkan berlangsungnya disfungsi pada organ paru-paru. disamping itu asap rokok juga bisa menyebabkan munculnya penyakit- penyakit kanker yang lain. c. Mempercepat kematian dari beragam survey dari tahun ke tahun. Seseorang yang mati akibat merokok makin meningkat, perihal ini menunjukkan bahwa dengan kata lain merokok bisa memepercepat kematian seseorang. d. Membahayakan kesehatan orang lain (perokok pasif) janganlah disangka merokok cuma mangancam kesehatan kita sendiri tetapi dengan tidak segera ada sudah merugikan kesehatan orang lain dikarenakan seseorang yang ada di sekitar kita juga turut menghisap asap rokok tersebut yang lantas kita kenal dengan perokok pasif. janganlah dikira perokok pasif ini tidak beresiko untuk kesehatan jadi perihal ini dapat jadi ancaman untuk orang tersebut. e. Beresiko untuk kesehatan janin (untuk beberapa wanita) merokok untuk seorang wanita tak tahu itu perokok aktif atau pasif itu dapat amat beresiko bikin kesehatan janin seseorang wanita, dikarenakan kelak dapat mengakibatkan keguguran atau bayi kedepannya lahir didalam situasi cacat. sesungguhnya tetap sangat banyak efek negatif yang diakibatkan

oleh merokok ini, tetapi yang jelas merokok tak ada mafaatnya bikin kesehatan kita ataupun ada yang katakan dengan merokok bisa bikin seseorang jadi tenang, rileks serta damai itu hanya sesaat dikarenakan dampak dari zat yang dikandung oleh rokok tersebut.

F. Pengkajian Menurut Friedman (1998), Proses keperawatan merupakan pusat bagi semua tindakan keperawatan, yang dapat diaplikasikan dalam situasi apa saja, dalam kerangka referensi tertentu, konsep tertentu, teori atau falsafah. Friedman dalam Proses keperawatan keluarga juga membagi dalam enam tahap proses keperawatan yang terdiri: 1. Mengidentifikasi data 2. Tahap dan riwayat perkembangan 3. Data lingkungan 4. Struktur keluarga 5. Fungsi keluarga 6. Koping keluarga Setiap kategori terdiri dari banyak sub kategori, perawat yang mengkaji keluarga harus mampu memutuskan kategori mana yang relevan dengan kasus yang dihadapi sehingga dapat digali lebih dalam pada saat kunjungan dengan

demikian masalah dalam keluarga dapat mudah diidentifikasi. Tidak semua dari kategori harus di kaji tetapi tergantung pada tujuan, masalah dan sumbersumber yang dimiliki oleh keluarga. Pengkajian keluarga model Friedman yang diaplikasikan ke kasus dengan masalah uatama bahaya merokok pada remaja. 1. Data Umum Yang perlu dikaji adalah jenis kelamin, umur, pendidikan. Pada pengkajian pendidikan diketahui bahwa pendidikan berpengaruh pada kemampuan dalam pengelolaan kebiasaan merokok dan pandangan pasien mengenai bahaya merokok. Pada pengkajian umur diketahui bahwa faktor usia berpengaruh pada usaha melakukan perilaku merokok. 2. Genogram Dengan adanya genogram dapat diketahui faktor yang sudah ada pada diri manusia untuk timbulnya keinginan merokok. Dan diketahui bahwa merokok dipicu oleh salah satu anggota keluarga yang telah merokok. 3. Status Sosial Status sosial ekonomi keluarga dapat dilihat dari pendapatan kepala keluarga maupun dari anggota keluarga lainnya dan juga kebutuhankebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga (Rekawati, 2000). Pada pengkajian status sosial ekonomi diketahui bahwa tingkat status sosial ekonomi berpengaruh pada tingkat kesehatan seseorang. Dampak dari

ketidakmampuan keluarga membuat seseorang enggan memeriksakan diri ke dokter dan fasilitas kesehatan lainnya. 4. Riwayat Keluarga Inti Yang perlu dikaji mengenai riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga dan apakah dari anggota keluarga tersebut ada yang merokok. Karena sebagaimana telah diketahui bahwa anggota keluarga yang telah menjadi perokok juga merupakan salah satu penyebab awalnya kebiasaan merokok pada anggota keluarga yang lain, disamping itu juga perlu dikaji tentang perhatian keluarga terhadap pencegahan merokok, sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta pengalamanpengalaman terhadap pelayanan kesehatan. 5. Karakteristik Lingkungan Yang pelu dikaji dari karakteristik lingkungan adalah karakteristik rumah, tetangga dan komunitas, geografis keluarga, sistem pendukung keluarga dimana komunitas dapat menimbulkan kebiasaan merokok, karena pada komunitas yang memiliki kebiasaan merokok akan memicu terjadinya perilaku merokok. 6. Fungsi Keluarga a. Fungsi afektif Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan keluarga terhadap

anggota keluarga dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling menghargai. Semakin tinggi dukungan keluarga terhadap anggota keluarga yang merokok untuk berhenti merokok, semakin mempercepat berhentinya perilaku merokok pada remaja.

Merupakan basis sentral bagi pembentukan dan kelangsungan unit keluarga. Fungsi ini berkaitan dengan persepsi keluarga terhadap kebutuhan emosional para anggota keluarga. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan mengakibatkan ketidakseimbangan keluarga dalam mengenal tanda-tanda gangguan kesehatan selanjutnya. b. Fungsi Keperawatan 1) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan sejauh mana keluarga mengetahui fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian, faktor penyebab, tanda dan gejala serta yang mempengaruhi keluarga terhadap masalah, kemampuan keluarga dapat mengenal masalah, tindakan yang dilakukan oleh keluarga akan sesuai dengan tindakan keperawatan, karena merokok memerlukan perawatan yang khusus yaitu mengenai cara berhenti merokok. Jadi disini keluarga perlu tahu bagaimana bahaya merokok pada keluarga dan cara berhenti merokok. 2) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil

keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat. Yang perlu dikaji adalah bagaimana keluarga mengambil keputusan apabila anggota keluarga terutama anak remaja memiliki kebiasaan merokok. Kemampuan keluarga

mengambil keputusan yang tepat akan mendukung berhentinya kebiasaan merokok. 3) Untuk mengetahui sejauh mana keluarga merawat anggota keluarga yang merokok. Yang perlu dikaji sejauhmana keluarga mengetahui keadaan kesehatan anggota keluarga yang merokok. 4) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat. Yang perlu dikaji bagaimana keluarga mengetahui keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan kemampuan keluarga untuk memodifikasi lingkungan akan dapat mencegah kebiasaan merokok. 5) Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang mana akan

mendukung terhadap kesehatan seseorang. c. Fungsi Sosialisasi Pada kasus remaja merokok yang sudah mengalami komplikasi seperti batuk dan sesak nafas, dapat mengalami gangguan fungsi

sosial baik di dalam keluarga maupun didalam komunitas sekitas keluarga.

d. Fungsi Reproduksi Pada remaja perokok perlu dikaji riwayat kehamilannya untuk mengetahui adanya tanda-tanda gangguan kehamilan dan janin. Pada pria juga perlu dikaji kemungkinan terjadi gangguan reproduksi seperti disfungsional ereksi, kecenderungan yang terjadi pada perokok dengan jenis kelamin laki-laki mengalami gangguan fungsi ereksi. e. Fungsi Ekonomi Status ekonomi keluarga sangat mendukung terhadap

berhentinya kebiasaan merokok. Biasanya karena faktor ekonomi orang segan untuk membeli rokok.

G. Diagnosa Keperawatan Diagnosa Keperawatan keluarga : 1. Risiko terjadinya perubahan proses keluarga b/d ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan bahaya merokok pada remaja

2. Kecemasan keluarga b/d ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi remaja dengan perilaku merokok 3. Koping keluarga tidak efektif b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal tugas perkembangan keluarga dengan usia remaja.

H. Intervensi 1. Tujuan umum : Tidak terjadi perubahan proses keluarga. 2. Tujuan khusus a. Keluarga mampu mengenal remaja berisiko b. Keluarga mampu mengambil keputusan terhadap remaja berisiko c. Keluarga mampu merawat keluarga dengan remaja berisiko. d. Keluarga mampu memodifikasi remaja berisiko. e. Keluarga mampu menggunakan sumber daya untuk penanganan remaja berisiko 3. Intervensi a. Bersama keluarga diskusikan tentang cara memodifikasi lingkungan rumah remaja berisiko. b. Latih keluarga cara memodifikasi dari remaja berisiko.

c. Motivasi keluarga untuk selalu melakukan modifikasi remaja berisiko. d. Berikan kesempatan bertanya hal yang belum mengerti. e. Evaluasi kembali hal-hal yang sudah didiskusikan. f. Berikan pujian atas keberhasilan keluarga selama interaksi