Budidaya Belut

November 24, 2006 by trimudilah Empat Bulan Panen Belut Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun, Ruslan Roy, peternak sekaligus eksportir di Jakarta Selatan, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan. Belut yang dipanen Ruslan rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak lain. Cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan Ruslan lebih singkat 3 bulan dibanding mereka. Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan Ruslan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan, ujar Ruslan. Pemilik PT Dapetin di Jakarta Selatan itu hanya mengeluarkan biaya Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak lain paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena Ruslan menggunakan media campuran untuk pembesarannya. Media campuran Menurut Ruslan, belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan ayah dari 3 anak itu terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg. Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam, ujar peraih gelar Master of Management dari Philipine University itu. Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan. Pakan hidup Berdasarkan pengalaman Ruslan, sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10

bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya. Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi, ujar Ruslan. Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg. Hujan buatan Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati, ujar Son Son. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir. Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali, tutur Ruslan. Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Son Son menggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal, ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu. Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati, ucap Son Son.

dan Thailand. eksportir di Tangerang yang jauh-jauh hari menginden akan menampung seluruh hasil panen. Pantas suami Kastini itu berani melepas pekerjaannya sebagai konsultan keuangan di Jakarta Pusat. Cina. masing-masing berukuran sekitar 25 m2 berkedalaman 1 m. Bogor. dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam. Jepang. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari. Sampai kapan pun tidak bisa memenuhi permintaan. Taiwan. Roy menghitung 4-5 bulan setelah menebar bibit. Ia tetap awas melihat kesibukan pekerja yang memilah belut ke dalam 100 boks styrofoam. Ir R. Roy-panggilan akrab Ruslan Roy-memperkirakan seminggu setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-61 RI semua Monopterus albus yang dibudidayakan di kolam seluas 25 m2 itu siap panen. Korea. dan keong mas. Selama ini ia hanya mengandalkan pasokan belut dari alam yang terbatas. Alumnus Universitras Padjadjaran Bandung itu memang kelimpungan memenuhi permintaan belut dari eksportir. peternak di Jakarta Selatan itu memberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah. Dengan asumsi tingkat kematian 5-10% hingga berumur 9 bulan. potongan ikan laut. Bogor. Itu setelah ia dan temannya sukses memasok ke beberapa negara.Hal senada diamini Ruslan. M. lebih dahulu menikmati keuntungan hasil pembesaran belut. Itu baru 3. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp2-juta. Sebab itu pula ia mulai merintis budidaya belut dengan menebar 40 kg bibit pada Juli 1989. total pendapatan yang diraup Rp16-juta. Malaysia. Menurut Son Son pasar belut mancanegara tidak terbatas. Jika tidak bisa membuat hujan buatan. hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen. ujar Ruslan. Pancaran matahari begitu terik membuat Ruslan Roy berteduh. ujarnya. Keuntungan itu akan semakin melambung karena pada saat yang sama Roy membuat 75 kolam di Rancamaya. Dengan harga Rp40. Son Son Sundoro. ia bakal memanen 400 kg belut. Bila waktu itu tiba. Untuk mengejar ukuran konsumsi.5 ton dari permintaan Hongkong yang mencapai 60 ton/hari. ujar Ruslan Roy. Sebut saja Hongkong. Perluas areal Nun di Bandung.000/kg. diperoleh laba bersih Rp14-juta. Ukuran yang diminta eksportir untuk belut konsumsi sekitar 400 g/ekor. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat. (Hermansyah) Mari Rebut Pasar Belut Siang itu Juli 2006 di Batutulis. Oleh karena itu demi menjaga .

.000 per hari.com. Sumatera Barat.500 atau Rp 20. belut berukuran konsumsi. itu rutin menyetor 3 ton/hari ke eksportir. Permintaan ekspor belut Negara Tujuan Kebutuhan (ton/minggu) Jepang Hongkong Cina Malaysia Taiwan Korea Singapura 1. Itu dipenuhi dari 30 kolam berukuran 5 m x 5 m di Majalengka. Ir R. Kabupaten Bandung.5juta. Sejak 1998.000/kg isi 10-15 ekor. Sarjana filsafat dari IAIN Sunan Gunungjati.500/ kg. Sebut saja pada awal 2006 ia membuka kolam pembesaran seluas 168 m2 di Payakumbuh. Sementara harga di tingkat petani plasma Rp20. dan 200 kolam plasma binaan di Jawa Barat. tabungan Ara bertambah Rp17-juta. Bandung. ayah 3 putri itu memperkirakan keuntungan sebesar US$2. ia mendapat harga jual Rp12. Ara bisa menjual sekitar 3. setara Rp40.000/kg. Muhammad Ara Giwangkara juga menuai laba dari pembesaran belut. 35-40 cm. Son Son Sundoro. dan telah diolah dari berbagai sumber. Itu diperoleh setelah pria 39 tahun itu membuka kerjasama dengan para peternak di dalam dan luar Pulau Jawa. Berselang 4 bulan. Bibit-bibit itu kemudian dipelihara di 10 kolam bersekat asbes berukuran 5 m x 5 m. Di Majalengka. itu akhir Desember 2005 membeli 400 kg bibit dari seorang plasma di Bandung seharga Rp11. Ia mematok harga belut ke eksportir US$4-US$5. Setelah dikurangi ongkos perawatan dan operasional sebesar Rp9. penggemar travelling itu juga membuka 110 kolam jaring apung masing-masing seluas 21 m2 di waduk Cirata.500. Bagi Ara hasil itu sungguh luar biasa. Maksudnya agar importir mendapat jaminan pasokan. alumnus Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi Indonesia.juta.juta dan pembelian bibit baru sebesar Rp11. Jawa Barat.000 kg belut. ia dan eksportir membuat perjanjian di atas kertas bermaterai. Di tempat lain. Karena bermitra. sudah bisa dipanen.5. MM.000 350 300 80 20 10 5 Sumber: Drs Ruslan Roy. Ciwidey. Dengan persentase kematian dari burayak hingga siap panen 4%.eelstheband. www.000-Rp60. Rancaekek. Terhitung mulai Juli 2006.kontinuitas pasokan. Dengan volume sebesar itu. total pasokan meningkat drastis menjadi 50 ton per hari. Total jenderal 1-juta bibit belut ditebar bertahap di jaring apung agar panen berlangsung kontinu setiap minggu. M.

000. Sukses Son Son. Untuk harga satu porsi unagi-hidangan belut segar-di restoran jepang yang cukup bergengsi di Jakarta Selatan mencapai Rp250. Maklum pasokan belut-bibit maupun ukuran konsumsi-sangat minim. Mereka bisa memilih cara bermitra atau nonmitra. Jawa Barat. Keuntungan pendeder bermitra: memiliki jaminan pasar yang pasti dari penampung.500/kg. ia sudah bisa melebihi gaji pegawai negeri golongan IV. (Hermansyah/Peliput: Lani Marliani) Sumber Trubusonline Budi Daya Belut di Pekarangan Rumah Price per Unit (piece): Rp14.Rp4-juta per bulan. Justru di situlah terbuka peluang mendapatkan laba relatif singkat. pun bisa menyetor ke penampung dengan harga jual lebih rendah 20-30% daripada bermitra. sekarang rata-rata Rp27. ujar Hj Komalasari. Apalagi bila dibeli di Tokyo. Peternak pendeder yang memproduksi bibit berumur 3 bulan turut terciprat rezeki. Kalau dulu Rp10. Siapa yang berani menjamin kalau belut booming gampang menjualnya? ujar Eka Budianta.sebab dengan pendapatan Rp3.000/kg. Bibit meroket Gurihnya bisnis belut tidak hanya dirasakan peternak pembesar. selain bebas menjual eceran. Pendeder pun tak perlu takut mencari pasar. Ruslan. Toh. penyedia bibit di Sukabumi. semua tetap menuai untung. maupun di restoran jepang di kota-kota besar dunia. pengamat agribisnis di Jakarta. sedangkan permintaannya membludak.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa) Judul: Budi Daya Belut di Pekarangan Rumah Penulis: Redaksi AgroMedia Ukuran: 15 x 23 cm Tebal: 64 BW + 16 FC . Dengan demikian boleh jadi banyak yang mengendus peluang bisnis belut yang kini pasarnya menganga lebar. memang belut segar kini semakin dicari. bahkan harganya semakin melambung jika sudah masuk ke restoran.juta. Ia menjual minimal 400-500 kg bibit/bulan sejak awal 1985 hingga sekarang. Yang nonmitra. Menurut Eka. tergantung kualitas. Osaka. dan Komalasari memproduksi dan memasarkan belut sekarang ini bak bumi dan langit dibandingkan 8 tahun lalu. Ara. Apalagi kini harga bibit semakin meroket.

Artinya. Buku ini menawarkan media belut yang sedikit berbeda dari media yang selama ini ada. sumber dayam dan finansial.Cetakan: 1 ISBN: 979-3702-47-8 Harga: Rp 22. terpal. Karena itu. yakni ketersediaan lahan. berbagai kolam yang ditawarkan. seperti kolam bambu. Anda tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan. knockdown. terutama bila Anda ingin berangkat dari skala usaha kecil. baik terhadap produk segar maupun olahan belut terbilang tinggi. mengingat permintaan di pasaran. ini peluang emas sebagai sebuah lahan bisnis. Selamat mencoba! . Semua harus saling mendukung satu sama lain untuk mencapai produktivitas hasil yang tinggi. hingga tembok sangat adaptif untuk penggunaan di pekarangan rumah. banyak petani yang mengalami kegagalan.000 Sinopsis: Budi Daya belut secara intensif belum banyak dikembangkan di Tanah Air. bahkan akhirnya banting setir ke komoditas pertanian lainnya. Media belut dituding sebagai sumber kegagalan budi daya. kunci lainnya adalah pakan dan pengaturan air. ironisnya. Bagaimana dengan kolam belut? Buku ini mengajak Anda untuk memulai usaha budi daya belut dari pekarangan rumah. Selain media itu sendiri. Namun.

Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.50 cm. dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15 .8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm. Dalam hal ini benih diperlakukan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. kolam belut emaja (untuk belut ukuran 3 . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari untuk bertelur.8 cm. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5 .*Pedoman Teknis Budidaya Belut* Perlu diketahui bahwa kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan.5 cm.8 hari. hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3 . Pemupukan jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran dan pupuk kandang sebagai bahan organik utama. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2 . kecoa.20 cm sampai menjadi ukuran 30 . Pemeliharaan kolam dan tambak yang perlu diperhatikan adalah gangguan dari luar dan dalam kolam agar tidak beracun. ulat besar (belatung) setiap 10 hari sekali. kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1 .20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2.5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut kurang 5 . Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir. . Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran 30 cm dan belut jantan berukuran 40 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama 1 (satu) bulan sampai berukuran 5 . Dipelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15 .2. Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1 . Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan.2 cm). Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2.5 .5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. ukuran anak belut berkisar 1. Perlakuan dan perawatan bibit dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan.8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Setelah telur menetas dan berumur 5 .40 cm.

dkp.id/content.go. Atau juga berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besar/panjang sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). jaring/jala bermata lembut.Pemanenan belut dapat berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan. *Sumber : Majalah Demersal* *sumber :http://www. dengan pancing/kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.php?c=3325* . Cara penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong.

Atau juga berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besar/panjang sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Sumber : Majalah Demersal Media belutt Oleh ardyant Disamping ukuran dan persyaratan lahan juga dilengkapi dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ukuran antara lain sebagai berikut : . Pemeliharaan kolam dan tambak yang perlu diperhatikan adalah gangguan dari luar dan dalam kolam agar tidak beracun. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir. Pemupukan jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran dan pupuk kandang sebagai bahan organik utama.8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Pemanenan belut dapat berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan. Dipelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. ukuran anak belut berkisar 1. Setelah telur menetas dan berumur 5 . Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing.5 . Untuk kolam belut remaja (ukuran 2 .2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15 . Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15 . Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. kecoa. hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3 . Cara penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong. dengan pancing/kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. Dalam hal ini benih diperlakukan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Perlakuan dan perawatan bibit dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1 . Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran 30 cm dan belut jantan berukuran 40 cm.20 cm sampai menjadi ukuran 30 .Pedoman Teknis Budidaya Belut dan Pernak-perniknya Juli 7. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan. Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. 2008 oleh sutanmuda Perlu diketahui bahwa kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari untuk bertelur.8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm. jaring/jala bermata lembut. Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. kolam belut emaja (untuk belut ukuran 3 . Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5 . Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama 1 (satu) bulan sampai berukuran 5 .5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut kurang 5 .5 cm.8 hari.5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2.2. ulat besar (belatung) setiap 10 hari sekali.2 cm). kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1 .50 cm.8 cm.20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2.40 cm.

Ia tetap awas melihat kesibukan pekerja yang memilah belut ke dalam 100 boks styrofoam.kemudian bilas pake air bilas sampe bersih. Pupuk kompos setinggi 5 cm. 4. Selama ini ia hanya mengandalkan pasokan belut dari alam yang terbatas. 6. Lumpur/tanah setinggi 5 cm. 7. dan keong mas. kemudian isi dengan kompos dan isi pake air diamkan selama 1 minggu… pastee beresss. Media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi selama kurang lebih dua minggu. kana cepet berlumut dan Muantaab kaleee Salam kenal buat kita semua. Gimana saya bisa dapat pasokan bibit unggul yah untuk daerah medan? ada gak yang supply bibit belut didaerah sumatera utara? Jika tdk ada. Alumnus Universitras Padjadjaran Bandung itu memang kelimpungan memenuhi permintaan belut dari eksportir. 5. peternak di Jakarta Selatan itu memberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah. Roy-panggilan akrab Ruslan Roy-memperkirakan seminggu setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-61 RI semua Monopterus albus yang dibudidayakan di kolam seluas 25 m2 itu siap panen. Lumpur/tanah setinggi 5 cm. Bila waktu itu tiba. Lumpur/tanah setinggi 15 cm. potongan ikan laut. Cincangan Batang Pisang setinggi 10 cm. Air setinggi 3-4 cm.. Untuk Kolam barudari semen. 9. welson Medan hp: 081163 9746 Sekedar informasi dari kami Beluters Banyumas… PASAR BELUT DI HONGKONG 60 TON PER HARI Siang itu Juli 2006 di Batutulis. gimana caranya supaya bisa dapaetin bibit ini via Bapak Ardy? mohon saran donk bagi yang tau. 2. Ukuran yang diminta eksportir untuk belut konsumsi sekitar 400 g/ekor.com atau di welson @welsindo. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari. 3.kemudian diamkan sampe kering. 8. kemudian air di kuras dan di gosok pake pelepah pisang sampe berbuih. ujar Ruslan Roy.5 ton dari permintaan Hongkong yang mencapai 60 ton/hari. kl udah kering di rendam pake air selama 1 hari. Jerami setinggi 30 cm. ujarnya. eksportir di Tangerang yang jauh-jauh hari menginden akan menampung seluruh hasil panen. Sebab itu pula ia mulai merintis budi daya belut dengan menebar 40 kg bibit pada Juli 1989.com thanks.. Please email di: welson8 0@yahoo. Bogor. Pupuk Kandang setinggi 5 cm. Untuk mengejar ukuran konsumsi. Saya lokasinya dimedan tepatnya di pinggiran kota (Tanjung Morawa) pengen coba untuk membudidayakan belut. pancaran matahari terik membuat Ruslan Roy harus berteduh. . Sampai kapan pun tidak bisa memenuhi permintaan.1. sehingga siap untuk ditaburi bibit/benih belut yang akan dibudidayakan kolam semen yang baru. Itu baru 3. Pupuk Urea 5 kg dan NPK 5 kg (kolam berukuran 500 cm X 500 cm atau perbandingannya).

Perluas areal Nun di Bandung. Ia mematok harga belut ke eksportir 4-5 US$. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp 2 juta. www.000-Rp 60.000 per hari. Setelah dikurangi ongkos perawatan dan operasional sebesar Rp 9 juta dan pembelian bibit baru sebesar Rp 11. Sumber: Drs Ruslan Roy. alumnus Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi Indonesia. Sumatera Barat. Awal 2006 ia membuka kolam pembesaran seluas 168 m2 di Payakumbuh. Sarjana filsafat dari IAIN Sunan Gunungjati. Itu diperoleh setelah pria 39 tahun itu membuka kerja sama dengan para peternak di dalam dan luar Pulau Jawa. Berselang empat bulan. Ara bisa menjual sekitar 3. Terhitung mulai Juli 2006. dan 200 kolam plasma binaan di Jawa Barat. Dengan volume sebesar itu.Dengan asumsi tingkat kematian 5-10% hingga berumur 9 bulan.5 juta. Sementara harga di tingkat petani plasma Rp 20.eelstheband. Malaysia. Oleh karena itu demi menjaga kontinuitas pasokan. Bogor. Di tempat lain. Ciwidey. Jepang. itu akhir Desember 2005 membeli 400 kg bibit dari seorang plasma di Bandung seharga Rp 11. Jawa Barat. Dengan persentase kematian dari burayak hingga siap panen 4%. total pasokan meningkat drastis menjadi 50 ton per hari. Bandung. Roy menghitung 4-5 bulan setelah menebar bibit. 35-40 cm.com. belut berukuran konsumsi. itu rutin menyetor 3 ton/hari ke eksportir. ia mendapat harga jual Rp12.500/kg. Ir R M Son Son Sundoro. sudah bisa dipanen. sebab dengan pendapatan Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan.000/kg isi 10-15 ekor. masing-masing berukuran sekitar 25 m2 berkedalaman 1 m. penggemar travelling itu juga membuka 110 kolam jaring apung masingmasing seluas 21 m2 di Waduk Cirata. Son Son Sundoro. Dengan harga Rp40. ia bakal memanen 400 kg belut. Rancaekek.000 kg belut. Keuntungan itu akan semakin melambung karena pada saat yang sama Roy membuat 75 kolam di Rancamaya. tabungan Ara bertambah Rp17 juta.000/kg. Itu dipenuhi dari 30 kolam berukuran 5 m x 5 m di Majalengka. Sejak 1998. Total jenderal 1 juta bibit belut ditebar bertahap di jaring apung agar panen berlangsung kontinu setiap minggu.500 atau Rp 20.5 juta. M. Kabupaten Bandung. total pendapatan yang diraup Rp 16 juta. MM. ayah tiga putri itu memperkirakan keuntungan sebesar US$2. Bagi Ara hasil itu sungguh luar biasa. dan Thailand. setara Rp 40. Maksudnya agar importir mendapat jaminan pasokan. Di Majalengka. Taiwan. Menurut Son Son pasar belut mancanegara tidak terbatas. ia dan eksportir membuat perjanjian di atas kertas bermaterai. Ir R. Itu setelah ia dan temannya sukses memasok ke beberapa negara. dan telah diolah dari berbagai sumber. Pantas suami Kastini itu berani melepas pekerjaannya sebagai konsultan keuangan di Jakarta Pusat. Bibit meroket . Bibit-bibit itu kemudian dipelihara di 10 kolam bersekat asbes berukuran 5 m x 5 m. Cina. diperoleh laba bersih Rp 14 juta. Muhammad Ara Giwangkara juga menuai laba dari pembesaran belut. ia sudah bisa melebihi gaji pegawai negeri golongan IV. lebih dahulu menikmati keuntungan hasil pembesaran belut.000/kg.500. Korea. Sebut saja Hongkong. Karena bermitra.

ujar Hj Komalasari. sedangkan permintaannya membludak. Osaka. panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan. semua tetap menuai untung. peternak sekaligus eksportir di Jakarta Selatan. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Semua itu karena Ruslan menggunakan media campuran untuk pembesarannya. Keuntungan pendeder bermitra: memiliki jaminan pasar yang pasti dari penampung. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg. Mereka bisa memilih cara bermitra atau nonmitra. Justru di situlah terbuka peluang mendapatkan laba relatif singkat.000. Dengan demikian boleh jadi banyak yang mengendus peluang bisnis belut yang kini pasarnya menganga lebar. Cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan Ruslan lebih singkat tiga bulan dibanding mereka. Ara. Oleh karena itu. Ruslan. Ruslan Roy. Namun. selain bebas menjual eceran.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Pemilik PT Dapetin di Jakarta Selatan itu hanya mengeluarkan biaya Rp 8. Apalagi kini harga bibit semakin meroket. belut akan cepat besar jika medianya cocok. Yang nonmitra. Siapa yang berani menjamin kalau belut booming gampang menjualnya. kompos. (Hermansyah/Peliput: Lani Marliani) EMPAT BULAN PANEN BELUT Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu tujuh bulan. maupun di restoran Jepang di kota-kota besar dunia. Untuk harga satu porsi unagi-hidangan belut segar-di restoran Jepang yang cukup bergengsi di Jakarta Selatan mencapai Rp 250.500/kg. biasanya para peternak lain paling tidak menggelontorkan Rp 14. pun bisa menyetor ke penampung dengan harga jual lebih rendah 20-30% daripada bermitra. biaya yang dikeluarkan Ruslan pun jauh lebih rendah. Jawa Barat. ujar Eka Budianta. Padahal. penyedia bibit di Sukabumi. Media campuran Menurut Ruslan. . ujar Ruslan. Sukses Son Son. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan. pengamat agribisnis di Jakarta.000 untuk pembesaran jumlah yang sama.Gurihnya bisnis belut tidak hanya dirasakan peternak pembesar. mampu menyingkatnya menjadi empat bulan. Pendeder pun tak perlu takut mencari pasar. Menurut Eka. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Media yang digunakan ayah tiga anak itu terdiri dari lumpur kering. pupuk TSP. sekarang rata-rata Rp 27. dan mikroorganisme stater. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak lain. Belut yang dipanen Ruslan rata-rata berbobot 400 g/ekor. jerami padi. Maklum pasokan belut-bibit maupun ukuran konsumsi-sangat minim. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Selain menekan biaya produksi. Ia menjual minimal 400-500 kg bibit/bulan sejak awal 1985 hingga sekarang. memang belut segar kini semakin dicari. dan Komalasari memproduksi dan memasarkan belut sekarang ini bak bumi dan langit dibandingkan delapan tahun lalu. tergantung kualitas. Kalau dulu Rp 10.000/kg. Apalagi bila dibeli di Tokyo. Toh. Peternak pendeder yang memproduksi bibit berumur tiga bulan turut terciprat rezeki. bahkan harganya semakin melambung jika sudah masuk ke restoran.

Kehadiran karena kotoran yang dibuangnya. “Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m. ikan impun. zooplankton.400 bibit. Son Son menggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. dibiarkan tak terawat. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal. pakan tersedia dalam jumlah cukup.” katanya. segera beri penetralisir. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk. Hujan buatan Selain pakan. saya dapat memasukkan hingga 9. ujar Son Son. ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu. Media dalam kolam perlu didiamkan selama dua minggu agar terjadi fermentasi. Kehadiran hama seperti burung belibis. Selama pembesaran. dan bekicot. dan Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam sekali. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17. seperti ikan cetol. seperti Jakarta. ujarnya. berang-berang perlu diwaspadai. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sekitar 200 gram temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. bebek. Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. belatung. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam. Asal. tutur Ruslan. yang perlu diperhatikan kualitas air. sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Pakan yang diberikan harus segar dan hidup. Pakan hidup Berdasarkan pengalaman Ruslan. perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Jika terjadi perubahan. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya.Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza.00. ujar peraih gelar Master of Management dari Philipine University itu. cacing tanah. “Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi. Tangerang. kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. . Untuk mengatasinya. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Depok. cacing. Setelah itu baru bibit dimasukkan. dan Bekasi. dan jasad-jasad renik. rapi dan pengontrolan rutin sehari Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. pH air perlu rutin diukur. Setelah dingin. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC. pelet yang diberikan sekitar 2 kg. Air basa akan tampak merah kecokelatan.” ujar Ruslan. Bibit belut menyukai pH 5-7. Jika bibit yang ditebar 40 kg. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Pelet diberikan maksimal tiga kali seminggu. bibit ikan mas.

dan Korea 3 ton/hari.000Rp7. ‘Singapura minta dipasok 1 ton/hari.581 kg. Syarat lain: kulit mulus dan lincah bergerak. Badan Pusat Statistik mencatat. Permintaan belut tak hanya mengalir dari mancanegara.100).8-juta-Rp204. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Negeri Tirai Bambu itu dikenal sebagai produsen belut terbesar di dunia. Menurut Pusat Informasi Pasar Asia Pasifik Kedutaan Besar Kanada di Beijing. Rp9. butuh pasokan 7-8 ton/hari. Setelah 1-2 hari dikarantina. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat.7-juta/bulan. ucap Son Son. dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam. volume ekspor hanya 42. Hal senada diamini Ruslan. Cina. Ardiyan menuturkan pasar lokal juga menantang.000 ton/tahun. Budidaya Peluang itulah yang kini dikejar Ardiyan. Amerika Serikat.’ katanya. dan Kanada. pasokan yang seret menjadi batu sandungan. ceruk pasar belut dunia yang belum terisi sekitar 69. negara konsumen belut lainnya adalah Jepang. Hongkong 5-10 ton/pekan.687 kg. selain Hongkong dan Korea. Pasokan seret lantaran Ardiyan mengandalkan belut tangkapan alam. Sentra makanan olahan di Kecamatan Godean.000 ton per tahun.000-140. dan Korea. Ardiyan meraup omzet Rp163. Setahun berikutnya melonjak menjadi 106.000/kg.000 ton/tahun. dan biaya operasional lain. Ia memasok 70% dari total kebutuhan belut dunia yang mencapai 230. Setelah diberi oksigen.950 per kg (kurs 1 US$D=Rp9. Satu kantong plastik berisi 20 kg. Dengan harga jual US$4. Akibatnya. Beberapa negara Uni Eropa seperti Belanda dan Belgia juga menanti pasokan masing-masing 23 ton dan 20 ton per tahun. Harga itu jauh lebih tinggi ketimbang harga di pasar lokal. Hongkong. ketersediaan pasokan bergantung kondisi . Belut kualitas ekspor dipilih berbobot 200-250 g/ekor dan panjang 40-60 cm. ujar Ruslan. Dari jumlah itu baru sekitar 500-700 kg/bulan yang terpenuhi. (Hermansyah) Bak itu sekadar tempat singgah. Setidaknya Rp20-juta-Rp35-juta mengalir ke koceknya setiap bulan. Selanjutnya tiga saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan.’ tutur alumnus Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Solo itu. volume ekspor dari tahun ke tahun terus meningkat. kantong itu diikat dan dimasukkan ke dalam dus ukuran 70 cm x 70 cm x 60 cm untuk keesokan hari diangkut ke bandara.000 per kg.000/kg kualitas ekspor. Namun.000-Rp12. Jika tidak bisa membuat hujan buatan. ‘Jumlah peternak belut saat ini masih sedikit. Padahal harga beli yang ditawarkan cukup menggiurkan. Rp20.5 atau setara Rp40. Jepang terbesar dengan kebutuhan 130. belut yang terkumpul itu disortir. Artinya. Ardiyan mengutip laba Rp5. Pada 2004. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati. Belut kemudian dikemas dalam kantong plastik berdiameter 50 cm. dan Jakarta 2 ton/hari.Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. lalu diberi 2 liter air. Jumlah itu tak seberapa dibanding banyaknya permintaan yang terus mengalir. Ardiyan menerbangkan 4-5 ton/bulan belut ke Singapura. Kabupaten Sleman. Solo dan Klaten 8 ton/hari. Setelah dikurangi biaya pembelian belut dari para plasma. ongkos kirim. Yogyakarta. Pasokan selama ini diperoleh dari Cina. hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.

000. Dengan harga jual Rp20. Oleh sebab itulah ia rela mengunjungi berbagai daerah untuk menjaring peternak mitra.5 bulan pemeliharaan. Sarat kendala Sayang. perbincangan bisnis belut di situs Trubus kian ramai. total keuntungan mencapai Rp3. Ardiyan membina plasma yang mengelola 300 kolam.1juta/bulan. Pada September 2006. Trubus edisi September 2006).581.000. Itu keuntungan di awal investasi. Menurut pengalaman beberapa peternak.000/kg (harga kualitas ekspor).’ katanya. hingga kini belum ada penelitian soal perlakuan yang dapat memacu reproduksi belut. laba lebih tinggi yaitu Rp4. Ardiyan berharap kekurangan pasokan itu dapat dipenuhi para peternak. Arsitek alumnus Universitas Negeri Sebelas Maret itu juga membuat 3 kolam seluas 24 m2. Harga belut kualitas ekspor Rp20. Mereka lebih dulu mendulang laba dari belut.471.200-Rp1. investasi awal untuk pembuatan kolam terpal luasan 6 m x 7 m sekitar Rp890.200-Rp895. Jawa Tengah. Kisah sukses Sonson Sundoro. Ardiyan pun menjamin menampung hasil panen. ukuran belut hasil tangkapan alam beragam. Jawa Tengah. pembibitan belut sulit. Kian ramai Sejak diekspose Trubus pada September 2006.419. Kurangnya pasokan belut membuat PT Budi Menani Agung. Bogor. dan M Ara Giwangkara juga turut mendorong minat para investor. Di beberapa daerah.000V/musim atau Rp894.529. Pengiriman yang semula 3 kali seminggu kini hanya 2 kali. Empat di antaranya telah diisi 49 kg bibit. diperkirakan menghasilkan 300 kg setelah 4. Di Magetan. Ruslan Roy. Muharni juga tergiur menggeluti belut. Bahkan.000/kg. ‘Rata-rata hanya 30% yang memenuhi syarat ekspor. menghimpun 25 peternak di Sragen. ‘Akhir Maret ini diharapkan sudah bisa dipanen. Selain itu. kelompok-kelompok pembudidaya belut mulai bermunculan. ia menebar 240 kg bibit.alam. Begitu juga milis-milis di situs lain. Pada periode tanam berikutnya. Nun di Boyolali. total biaya mencapai Rp2. total omzet Rp6juta. menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk membangun 24 kolam permanen berukuran 5 m x 5 m. Pasokan melimpah saat hujan.250/bulan.000/musim tebar atau Rp716. Salah satunya Tjandra Warasto di Parung. pesatnya laju pertumbuhan peternak belut itu tak diimbangi pasokan bibit yang memadai. Selain itu. Lahan seluas 60 m 2 di belakang rumah disulap menjadi 8 kolam berukuran 2 m x 3. kini berdiri klub budidaya belut yang anggotanya mencapai 105 orang. (baca: Mari Rebut Pasar Belut.’ kata pengusaha periklanan itu. Pantas bila para peternak baru bermunculan di berbagai daerah seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah. untuk mengelola 100 kolam. Sekali kirim rata-rata mencapai 1 ton. Menurut hitung-hitungan Ardiyan. Dony Fitriandi ST MT. Pelatihan budidaya belut yang diselenggarakan selalu kebanjiran peserta. eksportir belut di Jakarta.000. Dari 20 kg bibit isi 200-220 ekor/kg. Ibu 2 anak itu memperkirakan akan panen pada Mei 2007. Setelah dikurangi biaya produksi. Saat kemarau sebaliknya. Hj Komalasari. Hal itu turut memicu kenaikan harga.5 m. Ditambah biaya produksi Rp1. terpaksa mengurangi frekuensi pengiriman ke Cina. Wajar bibit tangkapan alam diburu. Jawa Timur. ‘Kalau dulu .

Ardiyan Taufik (Jakarta dan Solo). ‘Karena itu.’ kata Catur Budiyanto. Lima belas kilogram bibit yang ditebar di kolam berukuran 3 m x 5 m seluruhnya mati. peternak mesti berani bereksperimen. pertanda media siap digunakan. Kalaupun bertahan hidup. dari 15 kg bibit berisi 100 ekor/kg. bibit mati akibat penangkapan dengan setrum. Bandung). Meski baru beberapa bulan berjalan. Ardiyan menduga. Oligopsoni Hasil lacakan Trubus. media belum matang benar. Arus listrik menyebabkan belut stres.’ kata peternak di Sadang Serang. Tetap saja mati. peternak di Bandung. lantas diaduk-aduk hingga mirip lumpur. Pengalaman pahit juga dialami Ganjar Ariacipta. Ardiyan menuturkan. Lihat yang dilakukan Wawan. Media matang juga penting.’ kata Catur. Oleh sebab itu. penyedia bibit di Sukabumi.000 kg. Setelah disiram air.’ ujar Wawan. ‘Dari 100 kg bibit yang ditebar. dan Hidayat Wijaya (PT Budi Menani Agung. Ruslan Roy (PT Dapetin. Cirinya: air di dalam kolam tidak berubah warna dan tidak berbau. Hindari penebaran bibit dalam jumlah besar. Ia memberi kotoran cacing alias kascing pada media. Suspensi itu kemudian didiamkan 2 hari sampai terpecah menjadi dua bagian: endapan serbuk dan air.000. bila beberapa waktu belut tetap di permukaan. Namun. ‘Saya hanya mengantongi Rp825. sekarang rata-rata Rp27. Rona bahagia di wajah Wawan seketika muram saat eksportir yang berjanji menampung panennya susah ditemui. Bogor.’ ujar Hj Komalasari. separuhnya mati. ‘Mungkin airnya kurang cocok. Jumlah eksportir yang masih sedikit itu dikhawatirkan menciptakan kondisi oligopsoni: pemasok bertambah banyak sementara pembeli terbatas. teori-teori dan praktek di lapangan seringkali berbenturan.500/kg. dapat dipanen 75 kg belut berbobot ratarata 100 g/ekor dalam waktu 4 bulan. Ia giat menciptakan pasar sendiri.’ ujar Ardiyan. . Jawa Barat. Harga itu jauh lebih rendah ketimbang janji muluk eksportir Rp20. Khawatir belut-belut itu mati. Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila kelak pasar jenuh dan jumlah peternak kian bertambah.000 kg/bulan. saat ini baru terdapat 4 eksportir belut: Sonson Sundoro (PT Dapetan Eel Farm. Bibit alam juga bukan garansi sukses. itu. Dengan begitu. peternak di Gunungputri. pilih bibit yang ditangkap dengan bubu. Wawan melepas ke pasar becek dengan harga Rp11. Jakarta). pertumbuhannya pasti terhambat.000/kg. ‘Media yang saya ramu sesuai dengan yang dianjurkan dalam pelatihan. Meski Wawan berhasil. Tjandra berharap pasar belut tetap melaju. Alhasil. Kondisi itu melemahkan posisi tawar peternak. kini ia menjual setidaknya 500-1. tapi tak mudah memasarkan belut.Rp10. Oleh sebab itu. Pria 39 tahun itu menampung belut dari para penangkap di seputar Jabodetabek lalu dijual ke pasar lokal.000/kg. Tjandra tak mau menyandarkan pasar pada para eksportir. (Imam Wiguna/Peliput: Hermansyah) Media Instan: Dari Kantong Jadi Belut Akhir Juli 2006 Chrisno Feryadi menabur 20 kg serbuk kehitaman dalam drum berdiameter 50 cm. Jakarta). Bila belut menelusup ke dalam media. Bandung. Masukkan dulu 1-5 bibit.

Saat itu pula 75 bibit belut sepanjang 10-15 cm dimasukkan. ‘Bekatul dipakai sebagai perekat. Jawa Tengah. ‘Mungkin campuran media yang kurang sesuai. ‘Mungkin karena adaptasi bibit alam yang kurang. 1:2. Drum itu hanya satu contoh. Ganti komposisi Racikan media instan pemangkas waktu tebar bibit itu 70% bahan bakunya sama seperti budidaya konvensional.4 bagian. Campuran itu-sebut saja komposisi A-kemudian ditambah campuran pupuk kandang dan kompos-sebut saja komposisi B. Campuran itu masih ditambah bekatul dan lumpur kering masing-masing sebanyak 0. Pupuk kandang dikurangi karena proses penguraiannya terlalu lama.700 bibit. Campuran itu lantas diperam 7-14 hari hingga terfermentasi sempurna. Hasil itu jauh dari memuaskan bila dibandingkan budidaya konvensional yang tingkat kematiannya berkisar 30%.’ pikir Ipenk. Perbandingan antarkomposisi itu dibuat 1:3. Awalnya ayah 2 putra itu merajang jerami padi dan pelepah pisang dengan slicersemacam pisau-sampai setebal 1 cm. Serbuk itu adalah media instan kering. tunggu mengendap. Semua itu berkat serbuk kehitaman andalan Ipenk yang mudah diaplikasi dan ditenteng ke berbagai lokasi. berwarna hitam pekat. Hasilnya tetap tidak memuaskan. sama dengan budidaya di kolam. . Yang sulit memperoleh bahan baku dari jerami padi. serbuk itu tidak mengeluarkan gas amonia. tapi 1:2. Hasilnya bibit belut tumbuh besar. dan kompos dengan komposisi pas. Sebab itu pula komposisi media awal itu diubah. Ipenk-panggilan akrab Chrisno-pernah mencoba melakukannya di dalam 3 ember plastik berdiameter 25 cm. Dugaan itu mentah saat ujicoba memakai bibit alam yang sudah beradaptasi di kolam konvensional. Belut di drum perlu waktu 2. tertarik. Demikian pula komposisi B. konsentrat mikroorganisme sebanyak 0. Campuran akhir terlihat seperti serbuk kopi. Dalam tempo 6 bulan bobotnya mencapai 150 g/ekor. siram air. Hal itu terjadi karena ruang gerak Monopterus albus itu tidak selonggar bila dipelihara di kolam. Karena praktis-tinggal tabur. Yang agak ekstrim.6 bagian. Toh hal itu tidak menjadi persoalan. Dari proses pematangan media hingga bibit siap tebar menyita waktu 2-4 minggu.’ ujarnya. Bandingkan dengan cara konvensional.5 bulan lebih lama. pupuk kandang. lalu tebar bibit-maka banyak peternak di Sragen dan Boyolali. Saat ditaruh di air. Saat dipanen 5 bulan kemudian hanya diperoleh 40%. Tidak 1:1. Kini komposisi A dibuat perbandingan berbeda. Enam bulan kemudian belutbelut itu siap dipanen. pelepah pisang. Bobot belut yang dipelihara di drum itu rata-rata 200 g/ekor. setara 810 belut yang hidup. Mereka kagum lantaran bibit belut itu bisa ditebar setelah 2 hari kolam diberi media. Di sana ditebar pula 2. Media itu lantas diberi stater. Jumlah pupuk kandang dikurangi dan kompos tetap. Sebanyak 120 kg media perdana itu ditabur pada kolam percobaan berukuran 6 m x 3 m. Campuran abu-abu kehitaman itu lantas dijemur selama 5 hari berturut-turut hingga kadar airnya sekitar 5%.’ ujar staf sumberdaya manusia PT Garuda Indonesia di Jakarta itu. Tandanya saat diremas tangan langsung hancur layaknya kompos. Yang berbeda lama pemeliharaan. Sejak 8 bulan lalu Chrisno dapat beternak belut di sembarang tempat.

bobot 200 g/ekor dapat dicapai dalam tempo 4. DEA. Universitas Muhammadiyah Solo yang sudah menerapkan media instan pada plasmanya itu. Media instan menjadi solusi terbaik. Kalau dengan cara kita acak-acak medianya.’ ujar Sonson Sundoro. Cara konvensional.’ ujarnya. media instan baru itu menuai hasil menggembirakan. arus air tetap diperlukan sebagai sumber oksigen terlarut. tabur media. Istimewanya lagi pemanfaatan eceng gondok Eichornia crassipes sebagai peneduh yang lazim diterapkan peternak konvensional tidak dibutuhkan lagi. Bau cacing bakar bikin belut mabok kepayang masuk semua ke bubu tanpa kecuali. Upaya keras Chrisno Feryadi menciptakan media instan patut mendapat acungan jempol. mungkin si belut ( seluruh isi kolam ) bisa stress. kecepatan pertumbuhan karena diiringi munculnya pakan alami.’ tambah alumnus Universite De Paris VI di Perancis itu. Peternak konvensional butuh waktu minimal 6 bulan. mau beternak belut? Siapkan ember. infusoria. . Menurut Ipenk.’ ujar peneliti ikan konsumsi dari Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. siram air. dan zooplankton. ikan cetol. ‘Pertumbuhan belut akan makin baik jika diberi anakan ikan mas. peternak di Solo. ‘Kolam tidak perlu diberi arus. Saya umpan cacing dibakar sekitar 4-5 ekor untuk satu bubu. Ridwan menduga. Meski demikian menurut Ardyant Taufik. Institut Pertanian Bogor itu. pemilik PT Dapetan. ‘Komposisi media itu bisa menumbuhkan cacing. Praktis. ‘Selama ini budidaya konvensional dianggap terbaik. ‘Penemuan itu sangat membantu peternak pemula yang selalu kesulitan mendapat bahan baku media. (Hermansyah) Tips : Cara mengetahui apakah belut itu sudah panen atau belum mungkin dengan cara memasang bubu di kolam tersebut secara acak. Menangkap belut • Untuk menangkap belut saya memasang bubu disawah. fitoplankton. Bahkan khusus di kolam.’ ujarnya. ‘Oksigen tetap diperoleh asalkan ketinggian air diatur sekitar 3 cm saja. Tingkat mortalitas turun hingga di bawah 10%. gastrophoda. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. eksportir belut di Bandung. keunggulan lain dari media instan terletak pada sirkulasi air. dan cemplungkan belut.5 bulan. ‘Mortalitas pernah mencapai angka nol persen.’ tambahnya. protozoa. insekta air.’ ujar alumnus Jurusan Hukum. temuan Ipenk itu terobosan baru. sumber pakan alami yang dibentuk media instan tetap perlu disokong pakan alami lain. nah dari belut yang masuk bubu tersebut kita lihat dan ukuran berapa yang terbanyak. Terobosan baru Menurut Dr Ir Ridwan Affandi. bekicot. Jadi. Maklum media instan itu sudah dapat melindungi belut dari sengatan matahari. dan keongmas.Saat diuji kembali pada kolam dan jumlah bibit sama.

• 2.alhasil suzuki pick up cuma bisa bawa media untuk kolam 1 x 1m2.4. 3.air bersih tdk tercemar tdk ada kaporit. Tanya :Media kolam yang bagus yg bgm ? • Ardyant :Media (lumpur & air)adalah tempat hidup belut. Tanya : Bgm sistim saluran air dikolam semen ? . tapi hati hati didalam bisa ada ular.5. Beri jalur pada lumpur untuk jalan masuk.mk media hrs bersifat “adem”(dingin dan lumpurnya lembut) dan banyak jasad renik didlmnya untuk makanan belut. Kalau tinggi air >15cm belut akan tewas.tinggi media 60 cm .Lumpur sawah/sungai/rawa yg halus.Pembiak mikro organisme(pupuk kimia ZA. • Satu tempat pemijahan 1 jantan dan 4 betina.1.kalau mau diisi 70cm berarti 0.2.pupuk kandang. Pembibitan belut • Dalam satu media. Tanya Jawab Belut • 1.NPK atau paling bagus starter organik).70 cm.lumpur lagi paling atas.cacahan batang pisang (sbg tempat hidup cacing).7m3 berarti sebanyak itu media yang kita perlukan. • Lihat besok pagi setelah solat subuh.Jerami 5karung kalau sdh ditimbun lumpur langsung mampat cuma bbrp cm tebalnya.• Caranya bubu di masukan cacing bakar kemudian bubu ditanam separo dalam lumpur diantara tanaman padi setelah mahgrib.kompos.Jerami . Ternak Belut dalam 1mx1mx1m • Kolam 1m2 dg kedalaman 1m berarti volumenya kan 1m3.7. Kalau media tdk disukai belut maka belut akan lari keluar atau lebih baik mati jadi tanah.Medianya . Kemudian diisi air bersih.6. menggunakan Jantan : yg panjangnya 40 cm dan betina 25 -30 cm.dan anda tdk akan menjumpai bangkainya.tinggi air diatas media min 3cm maks 4cm. tandanya kalau didalam ular padi di sekitar bubu roboh karena ular setelah kepalanya masuk dan ekornya berontak merobohkan padi disekitar bubu.

Sistim saluran air.ttp pakan boleh diberikan tiap saat.Tanya :kalau belut dipelihara 4-5 bl &tdk ada penjarangan bgm menjaga agar media tetap baik kondisinya ? • Ardyant :Krn kotoran belut air akan bnyk mengandung amoniak jadi sebaiknya air diganti setiap seminggu./pakan buatan berupa pellet udang/lele • 4. Dialam perkawinan belut terjadi saat musim panas sampai datang hujan.Drum plastik tdk cocok dipakai krn tdk rigid.Tanya • Ardyant :Untuk pemula bisa 100% gagal dulu. • 3.Ardyant :Saluran air masuk & 2 sal pembuangan.daging kelinci/ikan besar yg sdh direbus.kalau mau nyoba beri bibit 1 kg saja. • 7.cuma tingginya 15cm-20cm saja unt memudahkan pengontrolan.Tanya : Begitu kolam selesai dibuat nunggu brp lama spy baik dipakai ? . • 9.pembuangan primer didasar kolam unt buang air kolam waktu panen & pembuangan sekunder di bag atas kolam unt kontrol air agar tidak lebih dari 4cm diatas lumpur. Drum cocoknya unt kolam pembibitan.ikan2 kecil. Tanya : Apa kunci sukses pembibitan di drum ? • Ardyant : Tempat pembibitan bisa pakai drum plastik/besi/buis beton yg diameter 50cm tinggi cukup 50cm.sholat dulu.Media yg dipakai sama dg yg unt pembesaran. • 6.belut makan dimalam hari.tetapi media yang lain perlu diperbarui agar jasad reniknya tetap :Berapa % tingkat sukses plasma selama ini ? banyak.Tanya • Ardyant :Bagaimana dengan pembesaran di drum ? :Drum tdk disarankan unt pembesaran.tiap 2hr-3hr.jadi iklim dikolam dibuat spt itu spy belut cepat kawin.jadi mulailah dengan kecil dulu.bisa berupa cacahan bekicot.yg ideal kalau air disirkulasi tiap saat & disaring pakai filter spt di aquarium.kodok cacah.krn hasilnya tdk akan optimal.10m2 sampai 20m2.seblm seminggu kalau banyak buih juga hrs ganti.agar kolam teduh bisa diberi shading net yg 30 %. Isinya cukup seekor jantan & 4 ekor betina (blm dicoba kalau >4ekor). • 5.drum yg karatan tdk bisa dipakai.Tanya • Ardyant : Apakah setelah belut dipanen lumpurnya bisa dipakai lagi? :Bisa.Tanya • Ardyant : Apakah bangkai bisa unt makanan tambahan ? : Pakan tambahan harus diberikan 3hr setelah tebar bibit. • 8.• Bersambung nanti ya.

Total 5 juta. jadi butuh 100 kg bibit belut .5 juta = 25 juta!! Apakah betul asumsi perhitungan diatas?? jika betul cukup mencengangkan lahan 100 m2 bisa menghasilkan 25 juta dalam tempo 4 bulan. BEAYA • Bibit 1 kg = 22.bibit bisa dimasukkan ke kolam.5 m.tunggu kering 1 atau 2 jam bilas dg air. Margin 30 juta .8 juta.000.2 juta. Jadi kalo kita menyebar 100 kg maka potensi panennya bisa 1500 kg. .000 rupiah.kalau memang tdk bocor. kmd isi dg air. karena media yang di pake berkisar di angka 60-70cm aja dan ketinggian air dr atas lumpur maximal 4 cm dan minimal 3 cm… • dan untuk 1 m2 idelanya buat 1 kg bibit belut Perhitungan Kasar • Contoh perhitungan ternak Belut sbb : .langsung bisa diisi media. apakah banyaknya bibit yg disebar sama dengan yg tinggi 1 m? Mana yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan belut: Lebar dan panjang kolam ato kedalaman kolam? • Jawab: lebarnya lah yang berpengaruh.1 m2 bisa ditanam 1 kg.kalau tdk lagi gas yang timbul berarti media sdh jadi. pakan ? anggap 2.tinggi air diatas lumpur maks 4cm. .harga 1 kg belut panen = 20.• Ardyant : Kolam baru hrs digosok dulu dg pelepah pisang sampai berbusa. kalo ada kolam 1. tunggu sampai 2 minggu.luas lahan saya 10 x 10 m = 100 m2 . jadi patokan buat penebaran cuma luas media aja om… kl ketinggian tidak termasuk dan buat budidaya ini cuma butuh tinggi kolam 80-100cm aja.. Tanya Jawab Belut • Tanya: ada kasus nih.5m x 1.5 m tapi tingginya 1.cek dgdi obok2 pakai kayu. jadi untuk 100 kg bibit = 2. jadi total uang masuk = 30 juta rupiah!!.1 kg bibit bisa panen 15 kg.

dan jangan lupaa tutup atas steofoam di kasih lubang sebesar jemari telunjuk sebanyak 20 lubang… so belut siap di kirim ke saya deh. yang jelas proses sebelum di kirim. (dari berbagai sumber) .. bisa dengan perjalanan darat. trus di kasih air sedikit. Pengiriman Belut • Gimana • sistem pengiriman hasil panen belut ? Pengiriman hasil panen bisa dengan steofoam yang di lubangi bagian atasnya aja. bisa juga dengan udara…asal paking bener pasti slamet belut besar tahan luar biasa kok…. • Selama ini jalur distribusi dikuasai oleh pedagang/tengkulak. sehingga harganya tidak terkontrol.Membangun Jaringan Belut • Saat ini ada keinginan membangun Koperasi Belut Indonesia yang bertujuan mendekatkan petani belut dengan konsumen (pasar) secara langsung. kl sudah masuk semua box di isi air bersih… dan buih yang terdapat di dalam box di buang dengan cara di ambil pake tangan/mangkuk… kemudian di beri 1 lembar daun pepaya air di dalam Box pengiriman kurang lebih 3cm dr atas belut paling atas kl sudah di lakban sekeliling… yang rapat. belut di cuci bersih dan belut sudah di diemkan di dalam bak yang berisi air aja kurang lebih tingginya 5-7cm aja dan air dibikin mengalir bisa dengan menggunakan jetpum yang biasa di pake di aquarium…kl sudah belut di cuci bersih kemudian di masukan ke dalam box steofoam sebelumnya di timbang dl.. 1 box steofoam ukuran 75×45 bisa muat belut 25-30kg pengiriman mengunakan apa aja deh.

Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Media campuran Menurut Ruslan. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit. peternak sekaligus eksportir di Jakarta Selatan. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Setelah itu baru bibit dimasukkan.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena Ruslan menggunakan media campuran untuk pembesarannya. katanya. panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan. dan bekicot. ujar peraih gelar Master of Management dari Philipine University itu.00. Pakan yang diberikan harus segar dan hidup. mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. cacing. Cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan Ruslan lebih singkat 3 bulan dibanding mereka. Asal. bibit ikan mas. biaya yang dikeluarkan Ruslan pun jauh lebih rendah. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan. Belut yang dipanen Ruslan rata-rata berbobot 400 g/ekor. Setelah . Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Ruslan Roy. belut akan cepat besar jika medianya cocok.Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. jerami padi. Pakan hidup Berdasarkan pengalaman Ruslan. Padahal. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. dan mikroorganisme stater. cacing tanah. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan. dan jasad-jasad renik. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Selain menekan biaya produksi. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak lain. Media yang digunakan ayah dari 3 anak itu terdiri dari lumpur kering. seperti ikan cetol. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk. kompos. ujar Ruslan. Oleh karena itu. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg. Namun. belatung. sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Pemilik PT Dapetin di Jakarta Selatan itu hanya mengeluarkan biaya Rp8. pupuk TSP. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. zooplankton. ujarnya. biasanya para peternak lain paling tidak menggelontorkan Rp14. kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. ikan impun. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. pakan tersedia dalam jumlah cukup. Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya.

Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. seperti Jakarta. pelet yang diberikan sekitar 2 kg. ujar Ruslan. ucap Son Son. Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC. ujar Son Son. Son Son menggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. segera beri penetralisir. Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Bibit belut menyukai pH 5-7. Hujan buatan Selain pakan. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat. Tangerang. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati. Selama pembesaran. Untuk mengatasinya. ujar Ruslan. Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen. bebek. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal. Depok. air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Hal senada diamini Ruslan. yang perlu diperhatikan kualitas air. dan berang-berang perlu diwaspadai. pH air perlu rutin diukur. Jika bibit yang ditebar 40 kg. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali. Jika tidak bisa membuat hujan buatan.dingin. Jika terjadi perubahan. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Kehadiran hama seperti burung belibis. . ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu. dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. tutur Ruslan. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi. dan Bekasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful