Anda di halaman 1dari 29

BEKERJA DALAM LINGKUNGAN SOSIAL BERBEDA

Disusun Oleh: Arief Susanto, S.Pd PROGRAM KEAHLIAN USAHA PERJALANAN WISATA SMK NEGERI 3 BANDUNG 2013

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta diklat diharapkan mampu : 1. Beradaptasi dengan tamu dan mitra kerja yang berasal dari aneka ragam budaya dan sosial yang berbeda 2. Serta mengormati pendapat, saran serta kritikan yang datang dari luar perusahaan.

Materi Pembelajaran
1. 2. 3. 4. Perbedaan Sosial Dan Budaya Saling Menghormati Kesan Pertama Menangani Kesalahpahaman dalam perbedaan budaya

Perbedaan Sosial dan Budaya


Apa Arti Perbedaan Budaya? Perbedaan budaya adalah perbedaan cara berperilaku dan berinteraksi dengan orang dari budaya yang berbeda. Kadang perbedaan cara akan kelihatan aneh atau ofensif bagi orang lain. Kepedulian terhadap perbedaan budaya akan memberikan anda pemahaman kenapa orang bertindak seperti yang mereka lakukan dan bereaksi kepada anda sesuai tindakan mereka.

Perbedaan budaya berkaitan dengan :


Latar belakang pendidikan Nilai-nilai yang dianut dalam keluarga Ras/kelompok etnis/suku/marga/golongan/kasta Bahasa, Agama Struktur keluarga, Jenis kelamin, Usia Pilihan seksual, dan Status sosial

Yang harus diingat dalam mengatasi perbedaan budaya adalah bahwa pembicaraan atau interaksi jangan sampai menimbulkan salah paham.

Kita bisa sensitif dengan budaya yang berbeda dengan :


Menjadi responsif terhadap pertanyaan, masalah dan kebutuhan mereka Bertanya untuk meyakinkan situasi mereka. Menunjukan empati dan pengertian terhadap situasi mereka. Memberi perhatian penuh kepada mereka dan tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi. Tidak menilai tentang mereka.

Saling Menghormati
Upaya saling menghormati dalam bisnis pelayanan menjadi bahan baku utama sehingga dapat dikatakan bahwa industri pariwisata merupakan suatu industri yang hospitable yaitu industry layanan yang diwarnai keramahan dan helpfully. Hormat dapat didefinisikan sebagai : Pertimbangan dan kepedulian terhadap jalan hidup yang berbeda. Contohnya: 1. 2. 3.

Bagaimana kita menunjukan rasa hormat menghadapi perbedaan?


Untuk menunjukkan rasa hormat, yang harus kita lakukan ialah mencoba menyingkirkan rasa curiga dan look down terhadap seseorang, kita harus berpikir positif terlebih dahulu, sehingga apa yang ada di hati kita akan tercermin dalam wajah dan sinar mata.

Mau mendengarkan adalah kunci utama untuk dihormati orang lain

Beberapa kiat untuk menunjukan rasa hormat, antara lain:


Menyapa ramah atau menganggukkan kepala dengan tersenyum. Menghormati solusi meskipun mungkin berbeda dengan kita. Memperkenalkan diri dan mencoba mengenal latar belakang mereka Lebih baik menawarkan saran daripada memerintah atau instruksi. Dengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan Mencoba untuk memahami kebutuhan dan keinginan mereka. Mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi dan posisi kita adalah kunci Utama dari saling menghormati.

Kesan Pertama
Kesan pertama terjadi pada 4-5 detik pertama yang terlihat pada tanda-tanda visual, walaupun kita tidak boleh terlena dengan kesan pertama namun bila dapat menciptakan kesan pertama yang positif, akan lebih mudah untuk menjalin hubungan pada tahap berikutnya. Tanda-tanda visual pada kesan pertama adalah: 1. Ekspresi Wajah 2. Busana dan aksesori 3. Sikap Tubuh 4. Gerakan Tubuh 5. Bahasa Tubuh 6. Kontak Mata

Ekspresi Wajah

Wajah atau air muka merupakan pancaran dari hati dan pikiran kita, cobalah untuk menghilangkan prasangka negatif dan berpikirlah positif. Ketahuilah bahwa ekspresi wajah akan melahirkan warna suara yang senada dengan ekspresi. Melatih diri berpikir positif dibiasakan dengan kiat-kiat di bawah ini: Waktu tidur rata-rata adalah 7 jam sehari, manfatkan waktu menjelang tidur untuk diawali dengan mengingat hal-hal yang baik dan usahakan untuk tidak memikirkan sesuatu yang berat, sehingga tanpa sadar Anda akan tidur dalam keadaan tegang dan dahi berkerut. Berlatihlah di depan cermin untuk menemukan mimik wajah yang ramah.

Busana dan Aksesori


Usahakan untuk berpakaian yang sopan, serasi dengan badan dan warna kulit serta sesuai dengan kesempatan/situasi. Ingatlah bahwa kesederhanaan, kerapian dan kebersihan berpakaian akan mencerminkan keindahan dan kesan Simpatik dan menarik perhatian tidak dengan berpakaian yang mencolok, orang hanya akan tertarik pada badan dan pakaian Anda bukan pada Anda yang utuh (Anda dan kepribadian serta inner beauty). Perhiasan/aksesori tidak berlebihan, jangan memilih perhiasan berdasarkan harga dan merek. Mahal belum tentu baik dan murah belum tentu jelek. Perhiasan juga cermin pribadi Anda. Walaupun fungsi perhiasan adalah penunjang tapi kalau tidak sesuai dapat menjatuhkan mutu penampilan Anda. Pakailah jenis yang senada, JANGAN campur aduk, baik warna maupun bahan dasarnya, seperti: anting/giwang dari emas, kalung dari perak, liontin dari mutiara, dan jam tangan dari plastik. Bagi laki-laki, perhatikan pada keserasian warna dan bahan antara kemeja, pantalon, dasi dan jas. Demikian juga keserasian antara warna dan bahan ikat pinggang dan sepatu serta kaus kaki.

Sikap Tubuh
Biasakan untuk bersikap tegak yang melambangkan rasa percaya diri. Latihan untuk sikap berdiri dan berjalan dapat dilatih secara rutin dan terusmenerus. Beberapa kiat untuk membiasakan sikap tubuh yang baik. Berdiri, bersandarlah pada tembok yang tegak lurus. Lekatkan dengan tembok bagian-bagian tumit, pantat, bahu dan kepala tegak dengan pandangan lurus ke depan, tekan perut ke dalam. Lekukkan siku, kepalkan tangan dan tarik ke belakang menyilang pada pinggang, letakkan kepalan tangan tepat pada tengah pinggang/tulang belakang. Berjalan, membiasakan diri untuk tegak, menekan perut dan melihat lurus ke depan. Usahakan paha merapat, dan berjalan pada satu garis lurus. Latihan berjalan di atas balok, sangat baik untuk melatih arah langkah dan keseimbangan. Jangan membiasakan telapak kaki dalam melangkah mengarah keluar/ membuka, usahakan arah menutup. Bagi laki-laki arah sejajar.

Gerakan Tubuh
Usahakan gerak apapun dari tubuh kita, dilakukan dengan pasti, tidak ragu-ragu dan dengan kecepatan wajar. Hati-hati bukan berarti lamban, gerakan lamban sering mengartikan malas dan ragu. Gerakan tubuh yang tidak perlu seperti: menggosok-gosok hidung/telinga, sibuk dengan rambut, memainkan kuku, menggaruk yang tidak gatal, dan lain-lain, sebaiknya dihindari. Gerakan tanpa sadar ini biasanya muncul kalau seseorang sedang gugup/nervous. Kalau Anda merasa nervous cobalah untuk sedikit dari teman bicara dan diam-diam tariklah nafas panjang dan yakinkan diri bahwa semuanya akan selesai dengan baik.

Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh adalah gerakan tubuh yang bermakna dan memperkuat makna bicara. Dapatkah Anda bayangkan seseorang bicara tanpa bahasa tubuh? misalnya pada saat mengatakan ya, akan secara otomatis akan menganggukkan kepala, atau pada saat orang mengatakan tidak tahu seringkali tanpa suara dan hanya mengangat bahu serta memberi ekspresi wajah tersendiri.

Jangan lakukan gerakan yang tidak perlu, seperti menggaruk kepala, bertopang dagu, menguap di hadapan wisatawan/tamu Anda

Kontak Mata
Kontak mata mempunyai peranan tersendiri, melalui sinar mata dapat diduga seberapa besar kekuatan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Kalau Anda tidak ingin dan merasa akan dipengaruhi oleh orang lain, hindari kontak mata tanpa memalingkan muka. Twajahnya tapi pusatkan pandangan di Perang kontak mata sering terjadi pada moment negosiasi di mana seseorang berusaha mengintimidasi yang lainnya.

Hati-hatilah, mata memiliki kekuatan magnit. Adakalanya bagi budaya tertentu kontak mata antara wanita dan pria yang bukan muhrim haram. Kontak mata yang terlalu berani kadang-kadang dapat arti lain yang negatif.

Beberapa kiat untuk membuat kesan pertama yang positif: Pastikan Anda berdandan rapi dan serasi, tidak berlebihan dan tidak berbau badan. Selalu menyapa dengan ramah. Biasakan tersenyum. Biasakan dengan tempat kerja yang bersih dan rapi. Biasakan sikap percaya diri. Tidak membuat kesimpulan terlalu cepat. Hati-hati dengan sikap tubuh, ekpresi wajah dan gerakan tubuh yang tidak perlu. Perlakukan teman kerja dengan sopan dan wajar.

Selain dengan menggunakan tanda-tanda visual, kita dapat membuat kesan pertama yang positif dengan : 1. Mengenal dan mengingat nama 2. Jabat tangan yang simpatik 3. Lakukan teknik berkomunikasi

Mengenal dan Mengingat Nama


Dalam pelayanan umum seperti di hotel, restaurant dan lainlain, perkenalan cukup dilambangkan dengan salam atau ucapan selamat datang, karena tamu datang pada perusahaan Anda yang sudah dia ketahui. Dalam pelayanan ini, kalau tamu tersebut sudah datang yang kesekian kalinya, Anda perlu tahu identitasnya dan ingatlah namanya. Suatu saat bila Anda bertemu lagi, alangkah senangnya bila Anda memanggil namanya. Pada pertemuan yang sifatnya khusus, misalnya akan mengadakan negosiasi awal, diperlukan langkah perkenalan yang lebih khusus.

Jabat Tangan Yang Simpatik


Menyebut nama dalam sebuah perkenalan, biasanya diiringi dengan bersalaman. Usahakan dalam saat-saat seperti ini Anda mampu menunjukkan rasa simpatik dengan senyum, ucapan jelas, dan biasakan bersalaman dengan hangat. Untuk sebuah perkenalan cukup dengan menggenggam erat dan goyangkan satu kali lalu lepaskan, berbeda bila pertemuan itu adalah pertemuan dua sahabat lama yang baru jumpa, biasanya goyangan dapat berkali-kali dan disertai tepukan ataupun menaruh tangan kanannya pada bahu teman. Jangan melakukan hal ini pada perkenalan pertama karena dapat menimbulkan kesan negatif. Sudah menjadi kebiasaan bahwa setelah bersalaman, adalah bertukar kartu nama, hal ini untuk memudahkan kontak selanjutnya dan memperjelas identitas. Sediakan beberapa lembar kartu nama pada saku jas atau dompet agar mudah mengambilnya. Usahakan pada pertemuan pertama, Anda dapat menanamkan kepercayaan dan mampu memberikan kesan positif dan rasa simpati. Begitu pentingnya sebuah kesan pertama, karena merupakan pintu masuk untuk membina hubungan dengan relasi/tamu.

Lakukan Teknik Berkomunikasi


Dalam percakapan, kita dituntut mampu berbicara dengan mengingat: percaya diri (siap untuk berbicara/menguasai masalah) tepat pada sasaran (siapa, di mana, situasinya ) singkat, mudah dimengerti (pesan, bahasa, volume suara jelas) menarik (intonasi, pandangan mata, mimik muka, tatapan mata) tidak membosankan (tanggap akan respons pendengar) berusaha memahami orang lain menghargai perbedaan pendapat

Mampu mendengarkan akan membantu memberi kesan bahwa Anda berminat terhadap topik pembicaraan yang disampaikan oleh teman Anda. Hal ini akan membuat teman pembicara merasa senang dan bersemangat dalam menyampaikan informasi atau ide-ide, dan juga bermanfaat untuk mengurangi kejengkelannya, karena sudah tersalur saat didengarkan. Kita dapat menghargai budaya yang berbeda dengan:
Responsif terhadap pertanyaan, masalah, dan kebutuhan mereka Menunjukkan empati dan pengertian terhadap situasi mereka. Memberi perhatian dan tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi. Tidak terlalu cepat menilai tentang mereka. Setiap suku bangsa memiliki kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan dan nilai-nilai hidup dalam tatanan masyarakat mereka.

Menangani Kesalahpahaman dalam Perbedaan Budaya


Bila terjadi perbedaan budaya, team seharusnya menyadari bahwa perbedaan merupakan keuntungan, bukan dijadikan sumber kesalahpahaman, yaitu dengan kesadaran dan saling menghargai, saling mengenal nilai-nilai yang berlaku dan dalam situasi mana nilainilai tersebut diberlakukan. Sebagai contoh, pada sebuah perjalanan wisata, seorang wisatawan wanita yang berasal dari Eropa merasa sangat tersinggung pada saat seorang petugas kita yang menanyakan dengan gaya bersahabat berapa putera ibu . . . . Mendadak wajah wanita tersebut menunjukkan ketidaksenangan dan menjawab its too personal dan langsung meninggalkannya. Petugas menjadi bingung tidak mengerti mengapa wanita itu marah, dia tidak memahami bahwa hal-hal yang sangat personal jangan ditanyakan kepada tamu yang baru dikenal.

Contoh lain adalah saat seorang tamu dari suku tertentu mengambil nasi dan lauk-pauk sepiring penuh, kemudian petugas pengatur konsumsi memandangnya dengan aneh yang membuat tamu tersebut menjadi bingung, karena dengan mengambil banyak dianggapnya menghormati orang yang menyediakan makanan, di sisi lain petugas berpikir bahwa tamu ini rakus sekali. Kesalahpahaman ini membuat suasana menjadi tidak nyaman lagi. Dalam dunia pelayanan, saat berinteraksi dengan wisatawan/tamu, kita harus menyadari bahwa perbedaan budaya adalah: Adanya cara pandang yang berbeda dalam berpikir global Mendorong adanya saling pengertian dan menghormati Meluaskan wawasan pemahaman karakteristik wisatawan/tamu Tingkat keformalan, kebiasaan, dan prilaku etnis Adanya aneka budaya dengan gaya dan nilai-nilai yang dianut

Hal-hal utama yang dapat mempengaruhi terjadinya kesalahpahaman yang disebabkan perbedaan lintas budaya di antaranya: Cara pandang/persepsi yang berbeda Perbedaan kondisi rohani/jasmani/disable Kondisi, lelah, ketakutan, khawatir yang berlebihan, ketidakpercayaan Ketidakpuasan, rasa curiga dari pengalaman lalu /dari teman Suasana kerja/bicara yang tidak kondusif/pilih kasih/ras Perbedaan kebutuhan, tujuan, visi, nilai, sikap Kebiasaan, adat, pengertian kata yang kurang jelas Tanggapan yang perduli (tak acuh) dari salah satu pihak Temperamen rata-rata dari golongan tertentu

Contoh tahapan dalam menangani masalah perbedaan sosial budaya: Mencoba memahami dan mengenal perbedaan sosial budaya Kenali dan analisa masalahnya serta kenali karakter golongan/asal/ personal Mengulangi inti pembicaraan yang sama dengan katakata/kalimat dan Intonasi yang berbeda, yang mungkin akan lebih dimengerti/dipahami. Katakan tidak bila memang perlu mengatakannya (tanpa harus menyakiti dan membuat tidak senang) daripada membiarkan orang dalam kebimbangan.

Memperlambat pembicaraan dengan memperinci permasalahan, menyetujui beberapa hal yang Anda anggap tidak prinsip, namun tetap mempertahankan prinsip-prinsip utama. Hal ini akan memperlunak teman bicara dan memberi peluang Anda untuk stabil (tidak emosional, agresif ataupun pasif). Bila perlu tunjukkan perasaan Anda yang sebenarnya, sehingga teman bicara Anda dapat segera merespon. Upayakan agar permasalahan yang timbul, dapat diselesaikan dengan menyenangkan (tidak merugikan) kedua belah pihak. Bila terjadi stagnasi (jalan buntu), ambil kesepakatan untuk menunda pembicaraan dan sepakati kapan akan dilanjutkan.