Anda di halaman 1dari 9

METODE SIMPSON

Oleh :
DEDY ASHARI
Metode Smpson merupakan metode ntegra numerk yang
menggunakan fungs ponoma dengan orde ebh tngg. Metode
Smpson 1/3 menggunakan tga ttk data (ponoma order dua) dan
Smpson 3/8 menggunakan empat ttk data (ponoma order tga).
|arak antara ttk data tersebut adaah sama.
D sampng menggunakan rumus trapesum dengan nterva yang ebh
kec, cara an untuk mendapatkan perkraan yang ebh tet adaah
menggunakan ponoma orde ebh tngg untuk menghubungkan ttk-
ttk data. Msanya, apaba terdapat satu ttk tambahan d antara f (a)
dan f (b), maka ketga ttk dapat dhubungkan dengan fungs paraboa.
Apaba terdapat dua ttk tambahan dengan |arak yang sama antara f
(a) dan f (b), maka keempat ttk tersebut dapat dhubungkan dengan
ponoma order tga. Rumus yang dhaskan oeh ntegra d bawah
ponoma tersebut dkena dengan metode (aturan) Smpson.
Metode Smpson dapat dturunkan dengan substtus fungs
Lagrange orde-2 sebaga f(x) yatu sebaga berkut:
Dmana h=(b-a)/2, x0= a, x1= a+h, x2= a+2h. Dengan
demkan:
Dmana Rsadaah suku yang mengandungerrorkomputas
O(h3). Sehngga kta mendapatkan rumus ntegra Smpson
yatu:
Aturan Simpson 1/3
D daam aturan Smpson 1/3 dgunakan ponoma order dua
(persamaan paraboa) yang meau ttk f (x 1), f (x) dan f (x
+ 1) untuk mendekat fungs. Rumus Smpson dapat dturunkan
berdasarkan deret Tayor. Untuk tu, dpandang bentuk ntegra
berkut n.
... (1.1)
Apaba bentuk tersebut d dferensakan terhadap x, akan
men|ad:
... (1.2)

dx ) x ( f ) x ( I

=
x
a
) x ( f
dx
) x ( dI
) x ( ' I = =
Dengan memperhatkan Gambar datas dan persamaan (1.2)
maka persamaan deret Tayor adaah:
... (1.3)
... (1.4)
Pada Gambar datas, na I (x + 1) adaah uasan dbawah
fungs f (x) antara batas a dan x + 1. Sedangkan na I (x 1)
adaah uasan antara batas a dan I (x 1). Dengan demkan
uasan d bawah fungs antara batas x 1 dan x + 1 yatu (A),
adaah uasan I (x + 1) dkurang I (x 1) atau persamaan (1.3)
dkurang persamaan (1.4).
A = I (x + 1) - I (x 1)
atau
... (1.5)

) x ( ' ' f
! 3
x
) x ( ' f
! 2
x
) x ( f x ) x ( I ) x x ( I ) x ( I
3 2
1 i i i i i i

+ + + = + =
+
) ( ) ( ' ' '
! 4

5
i
4
x O x f
x
+ +
) ( ' '
! 3

) ( '
! 2

) ( ) ( ) ( ) (
i
3
i
2
i i i 1 i
x f
x
x f
x
x f x x I x x I x I + = =

) ( ) ( ' ' '


! 4

5
i
4
x O x f
x
+
) ( ) ( ' '
3

) ( 2
5
i
3
i i
x O x f
x
x f x A + + =
Na f ''(x) dtus daam bentuk dferensa terpusat:
Kemudan bentuk datas dsubsttuskan ke daam persamaan
(1.5). Untuk memudahkan penusan, sean|utnya notas f (x)
dtus daam bentuk f, sehngga persamaan (1.5) men|ad:
atau
... (1.6)
Persamaan (7.16) dkena dengan metode Smpson 1/3. Dber
tambahan nama 1/3 karena x dbag dengan 3.

) (

) ( ) ( 2 ) (
) ( ' '
2
2
1 i i 1 i
i
x O
x
x f x f x f
x f +
+
=
+
) ( ) (
3

) 2 (
3

2
5 2
3
1 i i 1 i i i
x O x O
x
f f f
x
f x A + + + + =
+
) ( ) 4 (
3

5
1 i i 1 i i
x O f f f
x
A + + + =
+
Pada pemakaan satu pas, sehngga persamaan (1.6) dapat
dtus daam bentuk:
... (1.7)
dengan ttk c adaah ttk tengah antara a dan b.
Kesaahan pemotongan yang ter|ad dar metode Smpson 1/3
untuk satu pas adaah:
Oeh karena , maka:

[ ] ) ( ) ( 4 ) (
6
i
b f c f a f
a b
A + +

=
) ( ' ' ' '
90
1
5
t
f x =
2
a b
x

=
) ( ' ' ' '
2880
) (
5
t
f
a b
=
Contoh soal:
Htung dengan aturan Smpson 1/3.
Penyelesaian:
Dengan menggunakan persamaan (1.7) maka uas bdang
adaah:
Kesaahan terhadap na eksak:
Terhat bahwa pada pemakaan satu pas, metode Smpson 1/3
memberkan has ebh bak dar rumus trapesum.

, dx e I

=
4
0
x
[ ] . 7696 , 56 ) e e 4 e (
6
0 4
) b ( f ) c ( f 4 ) a ( f
6
a b
A
4 2 0
= + +

= + +

=
i
%. 917 , 5 % 100
598150 , 53
7696 , 56 598150 , 53
t
=