Anda di halaman 1dari 9

Konflik dalam Perusahaan

Selasa, 24 November 2009


Diposkan oleh Felix The Flexi Perusahaan manapun pasti pernah mengalami konflik internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan lingkup konflik yang kecil sampai yang besar. ang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkarya!an, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen. "ontoh lainnya dari konflik yang relatif besar yakni antara karya!an dan manajemen. #ecara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari$hari di berbagai media. Disitu tampak konflik dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan. %pakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karya!an. &onflik itu sendiri merupakan proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bah!a pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negatif. Faktor$faktor kondisi konflik '(obbins, #thepen ,)**+, Perilaku ,rganisasi-.

/arus dirasakan oleh pihak terkait Merupakan masalah persepsi%da oposisi atau ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam penafsiran fakta, ketidaksepakatan pada pengharapan perilaku 0nteraksi negatif$bersilangan %da peringkat konflik dari kekerasan sampai lunak.

Menurut 1aden 2unson '"onflict Management, )**3,diadaptasi-, terdapat beragam jenis konflik.

&onflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. 1entuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir. &onflik /ori4ontal, yang terjadi di antara orang$orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. "ontoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran. &onflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang$orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit$sedikit tetapi makan !aktu berulang$ulang. #ementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. #ementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara

terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat. &onflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. &onflik bisa terjadi antarkarya!an karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karya!an memiliki lebih dari seorang manajer, dan sistem koordinasi yang tidak jelas.

Dalam konteks bekerja untuk hal$hal yang sesuai dengan tujuan perusahaan, maka konflik akan muncul, antara lain, karena beda kepentingan organisasi 'departemen- dalam melakukan proses untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. 5amun demikian, jika 6tujuan perusahaan7 dipersepsikan lain$lain oleh masing$masing individu pelaku konflik, maka konflik yang terjadi menjadi demikian sulit karena tidak lagi bisa diantisipasi dengan batasan$batasan aturan perusahaan. &onflik ini telah memasuki ranah ego individu, dan tergantung 'serta dikendalikan oleh- masing$masing tingkatan etika yang dimiliki oleh individu$individu bersangkutan. Pada beberapa kasus yang di temui, 6ketidaketisan7 individual ini, sekalipun dimafhumi bersama sebagai 6tidak etis7, kerap kali bisa tetap eksis karena memang dengan sengaja dimanfaatkan oleh individu$individu dengan otoritas yang lebih tinggi yang menginginkan agar konflik tetap berlangsung, untuk tujuan$tujuan lain di luar konflik itu sendiri. &arena itu, konflik organisasi, bisa saja terjadi bukan karena 6tercipta7 oleh dinamika organisasi, tetapi 6sengaja diciptakan7, atau juga bahkan 6sengaja dikelola7 untuk tujuan$ tujuan lain yang sifatnya individual dan tidak berkorelasi dengan tujuan organisasi perusahaan. &onflik jenis ini telah menjadi 6tantangan7 yang tidak mudah bagi banyak pelaku organisasi dalam memastikan berjalannya proses organisasi dan berorganisasi yang 6sesuai aturan7.

MENGELOL KON!L"K
Model pendekatan pengelolaan konflik begitu beragam bergantung pada jenis lingkup, bobot, dan faktor$faktor penyebab konflik itu sendiri. %da yang menerapkan pendekatan negosiasi, dinamika kelompok, pendekatan formal dan informal, pendekatan gender, pendekatan kompromi, pendekatan mediasi, dsb. Dalam prakteknya ternyata tidak semudah ucapan. %palagi kalau konflik itu diciptakan seseorang dengan maksud tidak untuk membangun organisasi yang sehat. Melainkan untuk kepentingan pribadi dan klik, misalnya dalam membangun kekuasaan, kekuatan dan pengaruh. &epentingan individu dan klik ditempatkan di atas kepentingan perusahaan. &etika itu terjadi maka ketegangan$ ketegangan akan timbul mulai dari ketidaksepakatan misalnya tentang suatu tujuan dan kebijakan perusahaan, pertanyaan$pertanyaan sinis terhadap orang$pihak lain, serangan verbal yang keras, ancaman dan ultimatum, serangan fisik, dan bahkan penghancuran atau pembunuhan karakter orang lain. 8alu mengapa konflik perlu dikelola9 %pa untungnya9 1ukankah nanti akan reda dengan

sendirinya9 Tidak juga, karena kalau tidak dikelola bakal menjadi semakin parah. 1ahkan berkembang menjadi kekerasan fisik dan non$fisik.Tak ada ujung solusi. Proses produksi, distribusi, dan transaksi bisnis akan sangat terganggu. Persoalan pribadi pun akan berkembang menjadi kebencian dan dendam mendalam. ang rugi adalah karya!an, manajemen, dan tentu saja perusahaan. &alau dikelola dengan baik maka secara bertahap ketegangan konflik diharapkan semakin mereda dan pada gilirannya suasana akan pulih kembali. ang menjadi pertanyaan, dimulai dari segi mana pengelolaan konflik seharusnya dilakukan. Dan bagaimana pendekatannya9. :raian berikut lebih menggambarkan prinsip$prinsip pendekatan ketimbang uraian beragam jenis pendekatan secara teknis. %da tiga pendekatan yakni . 'a- Pendekatan Pencegahan, ;. Meningkatkan partisipasi seluruh elemen pelaku organisasi khususnya subordinasi dalam perumusan kebijakan dan perencanaan perusahaan, ). Melakukan sosialisasi dan internalisasi strategi dan kebijakan perusahaan, +. Penyediaan sumberdaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dan distribusi secara lengkap dan bersinambung, <. Membangun struktur organisasi yang fleksibel dalam mengembangkan komunikasi dan koordinasi yang efektif serta dinamika kelompok, =. Membangun suasana kekeluargaan dan kebersamaan secara psikologis. 'b- Pendekatan Penghindaran o Menarik diri secara ikhlas dari konflik sebelum datangnya konflik yang parah, o #etiap yang berkonflik siap menghilangkan keegoannya masing$masing, o &esediaan membuka pintu maaf. 'c- Pendekatan Pemecahan konflik.

ang berkonflik saling mengidentifikasi penyebab konflik secara terbuka, Memperkecil perbedaan$perbedaan> sebaliknya menumbuhkan pemahaman bersama tentang kerugian adanya konflik yang berkepanjangan, Mengembangkan tujuan dan kepentingan bersama di antara yang berkonflik,Menggunakan peran mediator yang netral, obyektif, akhli, dan berpengalaman.

KONFLIK DALAM SUATU PERUSAHAAN ANTAR KARYAWAN


5ovember )?th, )**@ A (elated A Filed :nder

&onflik dapat saja terjadi tidak hanya karena kepentingan antar individu, keluarga dan antar kelompok sosial yang berbeda, melainkan banyak kepentingan yang bertentangan, sehingga mereka berupaya untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri dan jelas berupaya untuk mengalahkan kepentingan dan kebutuhan orang lain. oleh karenanya #olusi merupakan jalan yang terbaik untuk diambil, solusi merupakan suatu tindakan memilih dimana kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang terbaik dengan berbagai macam cara yang positif tentunya dan mendukung. disini saya mengambil satu contoh konflik dengan karya!an dalam perusahaanBorganisasi. Cika saja ada salah satu karya!an anda, yang mengeluh karena kurangnya kerjasama antar rekan kerja yang selama ini anda bilang bagus yang disatu tugaskan dengannya, dengan penuh emosi si karya!an tersebut mengungkapkan kekece!aannya pada anda akan keluh kesah dengan rekan kerjanya. lalu meminta anda untuk segera melakukan tindakan 99 1erikut ini adalah langkah yang dapat %nda ambil untuk mengatasi konflik antar karya!an. ;. Dengarkan kedua belah pihak. :ntuk memberikan solusi yang tepat sasaran,sebelumnya %nda harus tahu persoalan dari berbagai sisi. Dengarkan versi masalah dari tiap karya!an yang terlibat. Membiarkan mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan, membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi. ). Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak. Tunjukkan bah!a %nda mengerti situasi yang sedang terjadi. /al ini tidak berarti %nda harus setuju dengan pendapat karya!an, tapi tunjukkan bah!a %nda memahami duduk persoalan. +. Fokus pada masalah, bukan pada pribadi yang bermasalah. 0ngatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini, tanpa mengaitkan masalah dengan hal$hal yang tidak relevan. /al ini juga berlaku untuk diri %nda sebagai seorang pemimpin. <. Tanyakan pendapat mereka. Tanyakan apa menurut mereka yang diperlukan untuk memecahkan masalah. %pakah mereka bersedia untuk mendiskusikan masalah mereka9 %pakah mereka bersedia untuk melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain9 %pa solusi yang diusulkan dari masing$masing pihak9 =. 1uat keputusan. #etelah solusi didapat, buatlah keputusan yang jelas dan tegas, lalu tetap monitor situasi dan perkembangan pasca konflik. D. 1e a good sheperd. Tuntun tiap pihak untuk mendapatkan consensus akan konflik mereka. akinkan mereka bah!a negosiasi dan kompromi adalah hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan !in$!in solution.

&esimpulan yang dapat ditarik dari berbagai pendapat, ialah bah!a konflik adalah suatu proses yang bermula dari konflik lama yang masih terpendam. Cika tidak diselesaikan akan semakin membesar dan membahayakan organisasi. &emudian :ntuk menyelesaikannya, #olusi lah yang tepat untuk diambil dalam membereskan suatu masalah. karena tanpa solusi masalah tidak akan selesai dan malah akan berakibat panjang untuk kedepannya baik dalam kehidupan sosial maupun dalam ,rganisasiBPerusahaan. Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan
June 3rd, 2010 Konflik Agraria Pada Masa Prakemerdekaan Hubungan Agraris Penguasa Versus Rakyat Periode Prakolonial Konflik Agraria di ndonesia !ada masa !rakolonial tidak le!as dari "ubungan "ubungan agraris antara !enduduk yang satu dan !enduduk yang lain,antara komunitas yang satu dan komunitas yang lain,antara !enduduk dan elite #desa$,antara elite # kera%aan $ yang satu dengan yang lainnya&Pemba"asan tentang "ubungan "ubungan agraris tidak da!at di le!askan dari !emba"asan tentang a'al mula !enguasaan tana",karena dasar "ubungan agraris akan selalu berkaitan dengan !ola !ola !enguasaan tana" yang ada&Menurut Van (etten )an der Meer,"ak menguasai tana" !ada a'alnya bersumber dari ker%a seseorang membuka "utan atau tana" tana" yang semula tak tergara!&Van der Meer kemudian menyatakan ba"'a tana" yang baru sa%a di buka di kenal sebagai tana" bakalan&Pembukaan tana" dan !er*etakan sa'a" di lakukan ole" bebera!a orang bersama sama men%adikan tana" tersebut milik gabungan&Jikalau seluru" !enduduk desa beker%a bersama membuka tana" bagi ke!entingan semua 'arga masyarakat desa,tana" bukaan tersebut men%adi kolektif sebagai sa'a" desa # Van (etten )an der Meer $& Penda!at diatas mengasumsikan ba"'a rasio manusia dan tana" masi" tak terbatas,se"ingga memungkinkan orang untuk memiliki atau menguasai tana" seluas mungkin sesuai dengan kemam!uannya membuka la"an&Penguasaan tana" bukanla" suatau "al yang dominan dalam "ubungan agraris&Hal yang lebi" !enting adala" !enguasaan atas sumber daya manusia karena sebera!a besar seseorang mam!u menguasai sumber daya manusia,sebesar itu !ulala" !enguasaan tana" akan bermakna& Menurut +urger di li"at dari !ola "ubungan !roduksi,menyatakan ba"'a masyarakat ba"'a masyarakat %a'a !rakolonial sam!ai ta"un 1,00an terbagi men%adi dua kondisi&Pertama,di desa desa terda!at ke"idu!an ekonomi yang seder"ana # subsisten*e $&Kedua,ke"idu!an masyarakat yang terikat !ada "ubungan "ubungan kekuasaan dan ketaatan ke!ada kekuasaan ra%a ra%a,bu!ati bu!ati,dan ke!ala ke!ala yang berada diatas kekuasaan desa #feodal $&-alam sistem feodal,ada tiga !i"ak yang msing masing berke!entingan dalam sistem !enguasaan tana",yaitu ra%a,!riyayi dan rakyat atau !etani # 'ong *ilik $&(elain tana" sebagai lambang struktur kekuasaan ra%a,untuk mem!erkuat !osisi kera%aan,!enguasaan ter"ada! sumber daya manusia,dalam "al ini adala" %umla" rakyat,sangat di !erlukan dalam u!aya mem!erluas 'ilaya"&-emikian !ula a!abila membutu"kan banyak tenaga ker%a untuk !embangunan,ra%a membentuk !enguasa tana" yang bertanggung %a'ab ter"ada! sumbangan !a%ak dan ker%a bakti&(emakin banyak ra%a membutu"kan tenaga ker%a,semakin banyak !ula !embentukan sike! baru&Hal ini mengakibatkan ter%adinya !engambilan tana" tana" yang sebelumnya di kuasai sike! lama ole" !i"ak kera%aan untuk di berikan ke!ada sike! baru& Akibatnya,konflik konflik agraria yang ter%adi !ada masa itu ber"ubungan dengan diambilnya tana" tana" yang semula di kuasakan ke!ada !etani&Konflik ini %uga meru!akan manifestasi kegelisa"an !etani akibat !engambilali"an tana" tana" mereka se*ara !aksa ole" !i"ak kera%aan yang di sebut !otong # !an*asan $ dari sike! lama ke!ada sike! baru#Ma*ken.ie dalam /ng"oklam $& m!likasi dari konflik konflik yang sering

ter%adi di bebera!a bagian kera%aan menyebabkan timbulnya ketidakstabilan ini bisa dili"at dari luasnya 'ilaya" sebua" kera%aan melalui !enaklukan kera%aan kera%aan ke*il&Penaklukan ini otomatis berbanding lurus dengan kumla" !enduduk # *a*a" $ yang ber"asil dikuasai& Masa im!erialisme dia'ali dengan ketertarikan bangsa bangsa ero!a untuk men*ari sumber rem!a" rem!a" yang suda" se%ak lama men%adi mata dagangan dunia&Pada masa itu,0usantara suda" terkenal sebagai 'ilaya" yang kaya akan rem!a" rem!a"&(etela" bangsa Portugal ber"asil menguasai Malaka,maka mun*ula" dorongan untuk mulai menguasai !asaran rem!a" rem!a" 0usantara yang sebelumnya di kuasai kera%aan kera%aaan Ja'a& Mulaila" berbagai konflik yang mun*ul akibat !erebutan !asaran sember daya rem!a" rem!a"&Portugis mulai meluaskan mono!oli !erdagangan rem!a" rem!a",k"ususnya ke 'ilaya" timur,se!erti ambon,ternate tidore dll,dan !ortugis %uga menguasai a*e",se"ingga timbul banyak !erla'anan dari berbagai kera%aan di tana" air dan merugikan kedua bela" !i"ak,menyebakan keadaan ekonomi kera%aan itu men%adi lema",kondisi semakin memburuk saat +elanda datang ke ndoensia !ada ak"ir abad ke 11&Melalui V/2,mereka melakukan mono!oli %uga&3ntuk melagenggkan kekuasaan,V/2 berusa"a menggabungkan diri dengan ra%a ra%a yang diangga! sangat ber!engaru" dengan *ara membantu otokrasi ra%a ra%a dan kaum bangsa'an& Pada masa !rakolonial dan kolonial,konflik agraria yang mun*ul bersifat )ertikal dan sangat tergantung dari berlakunya sistem dan mekanisme aturan yang ada&Jau" sebelum masa kolonialisme,konflik agraria yang ter%adi berdam!ingan erat dengan aturan feodal yang mengikat ba"'a tana" adala" milik ra%a se"ingga "am!ir semua konflik agraria bermuara !ada ke!entingan )ertikal antara ra%a dan rakyat&-alam masa !rakolonial,yang terlibat dalam konflik adala" semua la!isan masyarakat yang memiliki ke!entingan sama dalam menentang struktur feodal yakni mela'an kelas !emilik tana" feodal& Periode Kolonial Pada masa kolonial,!en%a%a" menggantikan kedudukan ra%a untuk menguasai tana" dengan *ara ber!erang mela'an kera%aan dan kesultanan&Peraturan feodal yang mengikat sering menyebabkan konflik agraria antara !etani yang di beri "ak a!anage dan ra%a sebagai !emilik tana"&(ementara itu,!eraturan dan kebi%akan agraria yang di tera!kan !emerinta" kolonial menyebabkan konflik konflik agraria antara !i"ak !emerinta" kolonial yang lebi" sering bersekongkol dengan ra%a mela'an kaum elite !edesaan yang bersatu dengan massa rakyat yang semuanya bermuara !ada !ersoalan sia!a yang lebi" berkuasa atas tana"& Kolonialisme tela" menandai masuknya ka!italisme ke !edesaan,dan gerakan !etani timbul manakala ter%adi !enguasaan tana" ole" dominasi asing&Pola !ola konflik yang ter%adi menun%ukkan adanya gerakan yang tidak semata mata berasal dari satu kelas sosial teta!i ba"kan "am!ir semua gerakan !etani di !im!in ole" kaum elit yang merasa di rugikan ole" sistem !emerinta"an kolonial&Kolonialisme ternyata semakin mem!erta%am konflik antar golongan yang ter%adi di dalam masyarakat feodal&Akibatnya,konflik antar golongan ter%adi karena masing masing !i"ak menganut norma dan nilai yang bertentangan& 2iri dari gerakan !etani se*ara keseluru"an menam!akkan !ola yang sama yakni beru!a akti)itas !erla'anan dan !enolakan ter"ada! dominasi asing dan struktur kelembagaan modern yang menyertainya,!ada masa itu,kaum tani meru!akan !endukung kekuatan fisik yang !otensial&Pada masa -aendels,se!erti dila!orkan Vam der +roek #1,41 $,!emberontakan5!emberontakan !etani yang di !im!in sultan sultan se*ara berturut turut antara ta"un 1,0,51,1, menelan korban %i'a "am!ir se!erlima dari %umla" !enduduk&(am!ai dengan dimulainya masa tanam !aksa !ada ta"un 1,30,!emberontakan !etani di daera" ini tidak !erna" surut&-iba'a" sistem tanam !aksa,!emberontakan !emberontakan !etani terus ter%adi dan mengganggu kedamaian&Pemberontakan !etani ta"un 1,30 meletus ketika !enanaman nila di%alankan di karesidenan 2irebon,diikuti deng"an !roses !roses !etani di desa desa karerna di !aksa menyera"kan se!ertiga sam!ai setenga" luas sa'a" untuk memenu"i kebutu"an tanaman dan !eli!atgandaan ker%a 'a%ib Vitalis&-isinila" !ermasala"an agraria mun*ul,yakni ketika seluru" tana" milik !emegang a!anage tela" diambil ali" kolonial&Kedudukan mereka men%adi se!erti !emegang a!anage di

areal yang di se'a ole" ra%a&Akibat kebutu"an tenaga ker%a dalam sistem tanam !aksa meningkat,+elanda tidak lagi berminat ter"ada! !a%ak beru!a "asil bumi atau uang se!erti "alnya !emegang a!anage ter"ada! tuan tana" dalam sistem feodal,teta!i meminta areal tana" beserta !enggara!nya&(e!erti yang dikatakan (artono,!ada abad ke 14 di daera" !edesaan se!erti +anten bermun*ulan konflik konflik agraria yang diakibatkan ole" eks!loitasi tenaga !etani yang melam!aui batas& Konflik konflik +erle)el 6okal -ili"at dari !ola umum,konflik yang ter%adi bersifat lokal dan *enderung me'akili reaksi reaksi lokal ter"ada! keresa"an k"usus& ni di bukukan dengan fenomena mun*ulnya reaksi sama dalam 'ilaya" tertentu dalam 'aktu yang singkat teta!i dengan frekuensi aksi !emberontakan !etani yang tinggi !ada setia! masanya& Rakyat )ersus Ra%a,+angsa'an dan Kolonial -alam struktur masyarakat feodal,!aling tidak ada 3 faktor yang mem!unyai ke!entingan ter"ada! tana" yaitu ra%a&bangsa'an dan rakyat&Pada masyarakat ini,dili"at dari sisi !i"ak yang terlibat,konflik da!at dilkasifikasikan men%adi konflik struktral dan "orisontal&Konflik struktural ter%adi antara masyarakat dan !i"ak kera%aan sebagai akibat !enera!an berbagai ke'a%iban,sementara konflik "orisontal banyak berkaitan dengan konflik yang ter%adi antar sike! akibat kebi%akan kera%aan dalam "al !an*asan&7alau!un demikian,dari bebera!a sumber di !erole" keterangan ba"'a konflik struktural lebi" dominan dari !ada "orisontal&(etela" dikeluarkannya 3ndang 3ndang Agraria 1,80,aktor yang terlibat konflik mulai bergeser dengan "adirnya !emilik modal !erkebunan&+anyaknya tana" yang dikuasai,terlebi" lagi ter%adinya !engambilan tana" tana" !enduduk untuk kemudian digunakan sebagai !erkebunan serta adanya !erkebunan di sekitar atau di tenga" !erkam!ungan !enduduk,menyebabkan banyak konflik antara rakyat dan !i"ak !erkebunan&

Penerapan Sistem E-Office Menan ai Era !ar" Pe#a$anan Keimi%rasian


Dit"#is &#e' A%at& P(P( Simam&ra Se#asa) *+ A%"st"s +,,-

(aat ini -it%en migrasi tela" memasuki era baru dalam memberikan !elayanan keimigrasian& (istem !elayanan yang selama ini manual mulai a'al %uni lalu mulai ditinggalkan dengan ditera!kannya sistem e5offi*e& Pelun*uran system 95 offi*e dilakukan ole" -ir%en migrasi !ada 2 Juni 200, di -it%en migrasi& Pada kesem!atan itu -ir%en migrasi mengirimkan !rasasti elektronis beru!a nstruksi -irektur Jenderal migrasi sebagai tanda dimulainya !enera!an se*ara serentak sistem 95offi*e yang digelar melalui interkoneksi di 103 kanim dan 33 -i)isi migrasi di 33 !ro!insi diseluru" ndonesia, 1 3nit K"usus, 1 A M dan 1 -it%enim& A!likasi sistem 95offi*e da!at di!ergunakan untuk melayani, memantau, serta mengidentifikasi setia! Per!an%angan dan ali" status %in :inggal ; Permo"onan baru, !er!an%angan, kon)ersi, du!likat, ali" %abatan, ali" s!onsor bagi !emegang K :A(<K :AP ; Ke'arganegaran =anda :erbatas ; 9RP<M9RP<9P/ ; sam!ai !ada !eruba"an nama, alamat, status si!il dan ke'arganegaraan orang asing& Melalui a!likasi yang tersedia, !elayanan %asa keimigrasian bagi 'arga negara asing dilakukan melalui transaksi elektronis, baik !rosedur mekanisme tia! ta"a!an !roses dan, alur ker%a& (istem 95offi*e memiliki dela!an keunggulan& Pertama, sebagai !altform !engembangan sistem keimigrasian yang berkelan%utan, karena a!likasi yang ada da!at menam!ung !engembangan terstruktur dari 9n"an*e 2ekal (ystem #9H($, +order 2ontrol Mangement #+2M$, Passanger Management (ystem #PM($ dan 95Pass!ort& -alam konteks ini +asyir mengungka!kan ba"'a !ara -irektur Jenderal migrasi terda"ulu tela" meletakan ren*ana dasar grand design beru!a (istem nformasi dan Mana%emen Keimigrasian #( MK M$, sistem 95/ffi*e meru!akan 'u%ud nyata tindak lan%ut se*ara berta"a! dengan !enyem!urnaan5 !enyem!urnaan sesuai !erkembangan kema%uan te"nologi dan tutuntan kebutu"an masyarakat& Kedua, men*i!takan standarisasi !elayanan keimigrasian& Melalui !rosedur dan mekanisme setia! ta"a!an

!enerimaan, !emeriksaan, serta !enyelesaian berkas, suatu !ersetu%uan dan !enerbitan ke!utusan "anya da!at dikeluarkan berdasarkan otoritas yang se*ara limitatif #terbatas$ diteta!kan dalam !rogram a!likasi& Kebi%akan yang didasarkan atas ke!utusan sub%ektif !etugas da!at minimalisir karena !roses dilakukan by system& 9fek domino yang di"ara!kan adala" konflik ke!entingan !etugas dengan !emo"on da!at ditekan& Masarakat dan !etugas sama5sama didorong ole" sistem melakukan "ak dan ke'a%iban masing5masing& Ketiga, !elayan keimigrasian men%adi lebi" *e!at karena beker%a se*ara manual digantikan se*ara elektronis& Kalau sebelumnya !ermo"onan dia%ukan dari Merauke "arus dilayangkan melalui surat ke Kantor 7ilaya" di Jaya!ura dan kemudian diteruskan ke -it%enim di Jakarta, dan ketika menda!at !ersetu%uan maka dilakukan melalui !engiriman surat ke Jaya!ura dan diteruskan ke Merauke& -engan sistem baru !roses administrasi da!at dilakukan se*ara elektronis, karena in!ut data dari Merauke da!at ditam!ilkan se*ara real time di Jaya!ura dan Jakarta begitu sebalikya& 2onto" lainnya ketika kantor imigrasi di (abang mende!ortasi orang asing maka kantor 'ilaya" di !ro!insi serta kantor !usat di ibukat da!at mengakses identitas, alasan !ede!ortasian, alasan dimasukkan dalam daftar *ekal atau tidak& Hal ini sangat memba'a dam!ak !ositif ba"'a setia! unit !elaksana di daera" akan tau ba"'a kiner%anya dia'asi dengan demikian di"ara!kan akan lebi" ber"ati5"ati dalam melaksanakan tugas& Keem!at, dimilikinya data base 70A ter!usat beru!a identitas !ribadi, i%in keimigrasian, data s!onsor, %abatan, %enis !eker%aan, !eruba"aan alamat sam!ai dengan !eruba"an nama dan ke'arganegaraan akan terekam di Pusat -ata Keimigrasian #Pusdakim$& Keberadaan orang asing di ndonesia akan terdata dengan akurat ba"kan ta"un 200452010 melalui +order 2ontrol Mangement #+2M$, Passanger Management (ystem #PM($ setia! orang yang keluar masuk 'ilaya" da!at diketa"ui se*ara !asti& +a"kan "istori*al ka!an orang asing itu masuk, keluar, lama tinggal, alamat tinggal da!at diketa"ui se*ara akurat& (ebelumnya sangat sulit men*ari data ka!an dan dari mana seseorang masuk atau keluar 'ilaya" ndonesia, karena "arus men*ari satu !ersatu lemba 9<- 2ard dan !assanger list yang ada di 121 !elabu"an laut dan udata yang men%adi :em!at Pemeriksaan migrasi& Kede!an dengan semakin banyak in!ut data orang asing serta integrasi +2M dan PM( maka dengan muda" dan *e!at da!at keta"ui data orang asing& -alam !ers!ektif keamanan nasional kelengka!an data base da!at di!ergunakan instansi terkait untuk meminimalkan dam!ak negatif keberadaan orang asing, sedangkan dalam !ers!ektif ekonomi da!at diketa"ui sentra5sentra orang asing disuatu 'ilaya", bera!a %umla", %enis !eker%aan, anggota keluarga se"ingga !emerinta" daera" dan !elaku bisnis da!at memaksimalkan dam!ak !osistif ke"adiran orang asing di'ilaya" tersebut& Kelima, memiliki do*ument management system& Alur !roses !enyekesaian berkas setia! ta"a!an dilakukan ole" sistem& Peromo"onan yang tidak lengka! tidak da!at mengikuti !roses lan%uta& Petugas yang tidak memiliki otorisasi tidak da!at melakukan )erifikasi berkas& Hal yang memba'a !erbedaan signifikan adala" data orang asing da!at diola" men%adi berbagai informasi baik beru!a in)entarisasi, reka!itulasi, sistem !ela!oran internal men%adi lebi" efektif dan efisien karena kom!ilasi data5data yang di!erlukan da!at segera disa%ikan ole" !rogram da!at digunakan sebagai ba"an analisa !engambilan ke!utusan& Keenam, !roses digitalisasi file& (etia! lam!iran !ermo"onan beru!a !ersyaratan dan atau data !endukung disim!an dalam bentuk file digital memuda"kan !roses !enemuan kembali& -ata digital tersebut da!at diakses ole" kantor didaera", 'ilaya", dan !usat& Masala" klasik tentang !enyim!an !ulu"an %uta lembar kertas akibat !enamba"an arsi! namun tidak diikuti dengan !enamba"an ruangan da!at diatasi& Ribuan meter !ersegi ruangan dikantor5kantor imigrasi dan ruma" detensi, :P laut dan 3dara da!at dimaksimalkan& Ketu%u", integrasi sistem *ekal& (ebelumnya sistem *ekal memiliki sistem ter!isa" se"ingga dalam alur !roses ker%a dilakukan ole" !etugas Ak"usus& (ekarang sistem *ekal tela" treintegrasi dalam sistem 95offi*e& Keuntungannya mata rantai birokrasi da!at di!angkas& (istem ini %uga da!at digunakan sebagai intrumen !enyebaran informasi !enamba"an dan<atau !engurangan daftar *ekal se*ara real time& Hal ini akan memberikan %aminan ke!asatian "ukum bagai seseorang bilamana sesoarang masuk dalam daftar *ekal atau "ilang dalam daftar *ekal& Kedela!an, komunikasi )ia )oi!& Melalui sistem 95offi*e komunikasi internal antar !etugas imigrasi diseluru" ndonesia sam!ai ke !elosok da!at ter%angkau dan tan!a biaya sambungan telekomunikasi& Pengunaan anggaran keuangan negara akan lebi" da!at ditekan&

Sistem !ar" Pem."atan Pasp&r Ti a/ Ham.at Imi%rasi A0asi ce%a' Tan%/a#


Dit"#is &#e' A min 1"mat) +2 A%"st"s +,,-

Jakarta, Menanggapi pemberitaan sebuat surat kabar nasional mengenai pergantian peralatan lama ke sistem baru pembuatan paspor bisa menjadi celah bagi seseorang yang masuk dalam daftar cekal untuk meloloskan diri l, yang sayangnya hanya berupa statement narasumber tanpa dijelaskan bagaimana hal itu dapat terjadi. Dapat dijelaskan

bahwa tidak benar seseorang yang masuk dalam daftar cegah tangkal dapat membuat paspor dalam masa peralihan sistem penerbitan paspor. Dasar pernyataan ini melalui konstruksi pemikiran sebagai berikut : 1. Bahwa konsepsi pembangunan sistem informasi tehnologi keimigrasian yang dikembangkan dijajaran migrasi merupakan suatu konsep integral dan holistik. !edangkan strategi perencanaan dan pelaksanaannya menggunakan konsepsi pengembangan dan pembangunan yang berkesinambungan dengan langkah pelaksanaan secara parsial "terpisah# namun semuanya menuju satu kesatutan "integrasi# kesisteman. $. !aat ini imigrasi memiliki sistem aplikasi %ekal yang secara kesisteman merupakan aplikasi sistem yang mandiri "terpisah# yang dikelola secara terpusat oleh &usat Data 'eimigrasian pada Ditjen migrasi. &enambahan dan pengurangan daftar cegah tangkal sepenuhnya dilakukan terpusat yang manghasilkan suatu data base cekal. Data base cekal ini dapat terkoneksi dengan semua sistem aplikasi keimigrasian yang ada, baik sistem pelayanan ()* maupun () . +. !istem aplikasi penerbitan paspor dan sistem aplikasi cekal merupakan sistem yang berbeda dan terpisah. )amun sistem penerbitan paspor baru yang dibangun dapat diintegrasikan dengan data base sistem cekal. *plikasi sistem penerbitan !&, -paspor "sistem baru# meliputi keseluruhan rangkaian tahapan pembuatan paspor sejak penerimaan berkas sampai pada pencetakan paspor. ntegrasi-koneksi database cekal terjadi pada tahap ke./ yaitu tahapan penerimaan berkas, tahapan entry data pemohon, tahapan pemindaian (scanning) persyaratan yang dilampirkan, dan tahapan 0erifikasi data base cegah tangkal. /. &ada tahapan 0erifikasi data base cegah tangkal, ketika petugas melakukan entry data, maka sistem secara otomatis akan terkoneksi dengan data base cegah tangkal. *pabila tahapan ini tidak dapat dilaksanakan maka sistem tidak akan beralih ke tahap selanjutnya. 1leh karena ini kekhawatiran bahwa sistem baru dapat meloloskan orang yang ada dalam sistem cekal terkait dengan peralihan peralatan baru adalah kurang tepat. Jelas bahwa tahapan 0eri0ikasi cekal adalah termasuk bagian dari tahap awal dari sistem pembuatan paspor. 2anpa melewati tahapan aplikasi cekal permohonan paspor tidak dapat melanjutkan tahapan berikut apalagi sampai pada tahapan pencetakan paspor. Bagi migrasi, pemeriksaan cegah tangkal itu sudah harga mati yang harus muncul dalam setiap proses pelayanan keimigrasian. 333