Anda di halaman 1dari 27

Kusta

Herpes

Merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae

Diagnosis: Tanda Kardinal 1. lesi kulit: hipopigmentasi/eritem, nodul, infiltrat 2. penebalan saraf tepi 3. kelainan kulit mati rasa 4. kuman tahan asam (BTA) pada slit skin smear
2 dari tanda kardinal 1-3 atau

hanya 4

Lepra tuberkuloid

Borderline tuberkuloid

Lepra lepromatosa

Borderline lepromatosa

Kelainan kulit mati rasa


Pemeriksaan suhu Pemeriksaan raba

Air panas (40 C), air dingin (20 C)

PENEBALAN SARAF

BASIL TAHAN ASAM (BTA)

Penebalan saraf aurikularis magnus

Pemeriksaan BTA 6 lokasi

lesi kulit dibersihkan dgn eter /alkohol


px/ dilakukan pada lesi aktif dengan cara kulit dijepit dengan ibu jari dan telunjuk dilakukan insisi dgn scalpel kecil dengan pj 5 mm, kedalaman 2-3 mm scalpel diputar pd daerah insisi 2-3x sampai didptkan cairan dari jaringan kulit cairan jaringan diletakkan pada obyek glass utk pengecatan ZN Indeks Bakteri (IB) : jumlah basil baik solid maupun fragmented

Indeks Morfologi (IM) : jumlah bakteri hidup dari seluruh bakteri pada pengecatan

Indeks Bakteri

Penatalaksanaan: MDT - tipe multibasiler: 12 paket selama 12-18 bln rifampisin 600 mg/bln lampren 300 mg @ bulan, 50 mg @ hari dapson 100 mg/hr - tipe pausibasiler: 6 paket selama 6-9bln rifampisin 600 mg/bln dapson 100 mg/hr Pemeriksaan darah lengkap, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal @ bulan Pemeriksaan BTA @ 3 bulan

Rekomendasi WHO - MDT pada dewasa

Dosis MDT untuk pausibasiler pada anak

Dosis MDT untuk multibasiler pada anak

Merupakan episode akut pada perjalanan penyakit kusta Ada 2 reaksi : reaksi kusta tipe 1 (reaksi reversal) dan reaksi kusta tipe 2 (eritema nodosum leprosum) Reaksi reversal (RR) : kusta tipe BT, BB, BL perluasan lesi semula ditandai radang akut gejala konstitusi ringan sampai berat neuritis ringan- berat Reaksi eritema nodosum leprosum (ENL): kusta BL,LL nodul eritem, nyeri gejala konstitusi ringan- berat neuritis berat & keterlibatan organ (sendi, ginjal, mata)

Penatalaksanaan RR dan ENL istirahat, imobilisasi anggota gerak obat anti kusta diteruskan neuritis akut : prednison 30 mg/hr 30 mg/ hr .. 2 minggu 20 mg/ hr .. 2 minggu 15 mg/ hr .. 1 minggu 10 mg/ hr .. 1 minggu 5 mg/ hr . 1 minggu stop analgetik (asetosal, asam mefenamat)

Infeksi herpes simpleks ditandai dgn vesikel berkelompok di atas dasar eritema pd kulit & mukosa Etiologi : HSV-1, HSV-2 Transmisi : kulit kulit; kulit mukosa; mukosa kulit Sekali terinfeksi, virus bertahan pd gangglia sensoris & dpt terjadi kekambuhan Klinis: non genital, genital

Infeksi primer : - Kulit terasa panas dan gatal sblm muncul lesi - gejala konstitusi, lemas, demam, nyeri otot, limfadenitis regional - vesikel berkelompok di atas kulit eritem. Predileksi pd mukosa mulut/ genitalia, tapi dpt juga pd kulit yg lain. Infeksi laten: tidak ada gejala klinis tapi virus masih ada pd ganglion dorsalis dalam keadaan tidak aktif Infeksi rekuren : infeksi timbul berulang karena faktor pencetus seperti: kelelahan, stres psikis, haid, kehamilan, sinar matahari, alkohol. Lesi timbul sama dengan infeksi primer tp lebih ringan

Diagnosis:
1.

2. 3. 4.

5.

Klinis: Vesikel berkelompok diatas kulit eritem. Kelenjar limfe regional membengkak dan nyeri Sitologi : sel datia berinti banyak Serologi Imunofloresensi Biakan jaringan

Penatalaksanaan:

Istirahat dan gizi yang cukup Infeksi primer : asiklovir 5x 200 mg/hr selama 7 hr

Infeksi rekuren : asiklovir 5x400 mg selama 5 hr


Infeksi sekunder: antibiotika Pada lesi kering: bedak salisil Pada lesi erosi : krim antibiotik

Beri Nilai