Anda di halaman 1dari 9

MATAN SANUSI YYAH TERJEMAH BEBAS (Tentang I !" Ta"#$%& MU'())IMAH I*MU TAUHI) 1.

Definisinya, secara bahasa adalah Pengetahuan bahwa sesuatuitu satu. Secara syara adalah Pengetahuan untuk bisa menguasai penetapan aqidah-aqidah agama, yang didapat dari dalil-dalilnya yang bersifat keyakinan. 2. byek ka!iannya adalah D"at #ll$h dan D"at r$sul-r$sul-%ya &tentang hal-hal yangwa!ib, mustahil dan!ai"', hal-hal yang mungkin(mumkin sebagai perantara untuk menu!u keyakinan adanya pencipta, dan hal-hal yang didengar(samiyyat(riwayat-riwayat &tentang keyakinan akan hal-hal itu'. ).*uah hasil ilmu tauhid adalah+arifatull$h &mengetahui #ll$h' dengan bukti- bukti pasti, dan beruntung dengan kebahagiaan abadi. ,.-eutamaannya adalah merupakan ilmu syara yang paling mulia, karena berhubungan dengan D"at #ll$h dan r$sul-r$sul-%ya, serta yang bersangkut paut dengan itu semua. ..Pel$p$r pembuat ilmu tauhid / #bu 0asan #l-#syariy &*ashr$h, 12,-3). +' dan #bu +ansur #l-+aturidiy &Samarkand, wafat 3,, +'. 4.0ukum mempela!arinya / wa!ib 5ain bagi setiap $rangmukallaf, lelaki maupun perempuan. 2.+asalah-masalahnya / #turan-aturan atau hukum yang membahas hal-hal yang yang wa!ib, mustahil dan!ai". HU+UM A'*IY 0ukum secara akal teringkas !adi tiga / 1.6u!ub. 6a!ib adalah sesuatu yangketiadaannya tidak tergambar &tak bisa diterima' $leh akal, misal manusia itu pasti akan mati, akal tidak menerima adanya manusia yang tidak akan mati alias abadi. 2.7stikhalah. +ustahil adalah sesuatu yang adanya itu tidak tergambar $leh akal, misal mustahil manusia akan hidup terus, akal tidak menerima adanya manusia yang hidup terus. ).8awa". 8ai" adalah sesuatu yang ada dan tidak adanya, itu sah(benar menurut akal, misal manusia itu bisa berumur 12 tahun, adanya manusia yang umurnya mencapai 12 tahun, atau tidak berumur 12 tahun, itu bisa diterima $leh akal. SI,AT -AJIB BA.I A**(H S-T rangmukallaf secara syara wa!ib mengetahui hal-hal yang wa!ib, mustahil dan!ai" bagi #ll$h dan r$sul-r$sul-%ya. 9ermasuk hal yang wa!ib &pasti' bagi #ll$h adalah 2: sifat yang terbagi sebagai berikut / a/ S$0at Na01$22a# 1.6u !ud &ada' 3/ S$0at Sa 3$22a# 2. ;idam &dahulu tanpa permulaan' ). *aq$ &kekal abadi' ,. +ukh$lafatul lil khawadits &berbeda denga makhluq' .. ;iyamuhu binafsih &berdiri sendiri', tidak membutuhkan tempat dan pembuat &yang mewu!udkan' 4. 6ahdaniyyah &satu D"at, sifat dan tindakan%ya'

4/ S$0at Ma5an$2 2.;udr$h&kuasa' 1.7r$dah&berkehend ak' ;udr$h dan 7r$dah bertaaluq dengan segala sesuatu yang mungkin adanya &mumkinat' 3.57lmu&mengetahui' *ertaaluq dengan segala yangwa!ib &pasti',!ai" danmustahil. 1:.0ayat&hidup' 9idak bertaaluq dengan sesuatupun 11.Sama&menden gar' 12.*ash$r&melihat' Samadan *ash$rbertaaluq dengan segala sesuatu yang ada &mau!ud' 1).-alam&berfirman' *erbicara tanpa dengan huruf dan suara.-alam bertaaluq dengan segala yangwa!ib &pasti',!ai" danmustahil. 9aaluq adalah tuntutan sifat terhadap suatu tambahan pada d"at &yang mempunyai sifat itu', sesuai dengan sifat itu. +isal melihat, menuntut adanya barang yang dilihat, nah tuntutan(hubungan antara melihat &sebagai sifat' dengan barang yang dilihat &sebagai tambahan bagi d"at yang melihat', itulahtaaluq. *erbeda dengan hidup, yang tidak menuntut tambahan lain selain pada d"at yang hidup itu sendiri, sehingga hidup itu tak mempunyai taaluq. %/ S$0at Ma5na6$22a# +erupakan sifat-sifat yang sangat erat hubungannya &mula"imah' dengan tu!uh sifat+aani y sebelumnya. #ll$h bersifat kuasa &;udr$h', maka keadaan #ll$h itu pasti D"at yang maha berkuasa &;$$dir' dan seterusnya. 1,.#danya #ll$h itu D"at yang berkuasa &;$$dir' 1..#danya #ll$h itu D"at yang berkehendak &+uriid' 14.#danya #ll$h itu D"at yang mengetahui &5#alim' 12.#danya #ll$h itu D"at yang hidup &0ayyun' 11.#danya #ll$h itu D"at yang mendengar &Samii' 13.#danya #ll$h itu D"at yang melihat &*ashiir' 2:.#danya #ll$h itu D"at yang berfirman &+utakallim' SI,AT MUSTAHI* BA.I A**(H S-T 9ermasuk hal yang mustahil bagi #ll$h adalah 2: sifat kebalikan dari 2: sifat wa!ib sebelumnya, yakni / 1. 5#dam&tiada' 2. -huduts&baru' ). <ana &rusak, men!adi tiada' ,. +umatsalatul lil khawadits &sama dengan makhluq'. +isal / - *erupa!irm &materi benda' yang butuh tempat k$s$ng - *erupa5 i rd h &sifat(tabiat(kelakuan' yang menempel pada !irm - *erada di arah suatu!irm - +empunyai arah &di atas, di kiri, di selatan dsb.' Dibatasi $leh ruang dan waktu - D"at-%ya disifati dengan hal-hal yang baru - Disifati dengan kecil atau besar - +empunyai tu!uan-tu!uan dengan tindakan dan hukum-hukum%ya. 8adi dalam penciptaan manusia dan adanya perintah kewa!ibansh$lat, #ll$h tidak mempunyai tu!uan-tu!uan tertentu misal supaya mereka menyembah dan ingat kepada #ll$h. %amun semua itu mempunyai hikmah sehingga tidak sia-sia penciptaannya. .. 7htiya!uhu ligh$irih &tidak berdiri sendiri, butuh yang lain', misal berupa sifat yang ada pada satu tempat, atau membutuhkan pembuat &yang mewu!udkan'. 4. 9aadud &berbilangan, ber!umlah, tidak esa'. +isal / - D"atnya mempunyai kembaran yang lain *enda-benda yang ada itu mempunyai peran dalam menyebabkan sesuatu disamping #ll$h sendiri. 8adi api itu tidak menyebabkan terbakar, pisau itu tidak menyebabkan terp$t$ng, dan makanan itu tak menyebabkan kenyang, yang menyebabkan &muatstsir' itu semua adalah #ll$h sendiri. 2. 5#!" &lemah' dari segala yang mungkin &mumkin'. 1. -ar$hah &terpaksa'. +ustahil #ll$h men!adikan satu bagian alam disertai rasa terpaksa atas ter!adinya hal itu, dengan kata lain tanpa menghendakinya, atau men!adikannya karena lupa, karena sebab tertentu atau karena watak tabiatnya. 3. 8ahl &b$d$h, tidak mengetahui' terhadap segala yang malum. 1:.+aut&mati' 11.Sh$mam&tuli' 14.8aahil

&D"at yang b$d$h' 12.5#maa&buta' 12.+a yyit &D"at yang mati' 1).*ukm&bisu' 11.#sh$mm &D"at yang tuli' 1,.5#a!i" &D"at yang lemah' 13.# maa &D"at yang buta' 1..-aarih &D"at yang terpaksa' 2:.#bka m &D"at yang bisu' SI,AT JAI7 BA.I A**(H S-T Sifat8ai" &wenang' #ll$h adalah filu kulli mumkinin au tarkuhu, melakukan segala sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya. #ll$h bebas menciptakan sese$rang itu besar, gemuk, tinggi, hitam, kaya dan pandai, atau tidak seperti itu. BU+TI8BU+TI SI,AT -AJIB )AN JAI7 A**(H 9/ -":"% (a%a& *ukti wu!udnya #ll$h swt adalah barunya alam &baru muncul(ada dari yang sebelumnya tidak ada', karena seandainya tidak ada yang men!adikan alam, tapi alam terwu!ud dengan sendirinya, maka akan ter!adi suatu kesamaan antara ada dan tiada atau keunggulan salah satunya tanpa ada sebab yang mengunggulkannya, dan itu mustahil. =ambarannya, ada sebuah timbangan yang kanan-kirinya terdapat benda yang sama berat, tiba-tiba yang kiri turun ke bawah &lebih berat' tanpa ada sebab yang mend$r$ngnya, baik ke!atuhan benda lain, dihembus angin atau ditekan dengan tangan, bukankah itu mustahil >. 8adi mustahil adanya benda baru, dari yang tadinya tiada, men!adi ada, tanpa ada yang membuatnya, sehingga setiap benda baru pasti ada penciptanya, yang menciptakannya dari tiada men!adi ada, dan yang menciptakannya itu pasti ada &wu!ud', karena sesuatu yang tidak ada, pasti tidak bisa mengadakan sesuatu. #dapun bukti bahwa alam ini baru adalah, karena alam ini menetapi sifat-sifat baru &5irdh', seperti bergerak dan diam, serta terdiri dari berbagai bentuk &ada hewan, tumbuhan, bebatuan dll'. Sedang sesuatu yang tidak bisa terlepas dari sifat baru, pasti merupakan benda baru. *ukti bahwa5 i rdh &sifat, tabiat, kelakuan yang ada pada!irm' itu baru adalah terlihatnya perubahan-perubahan dari tiada men!adi ada, dan dari ada men!adi tiada, misal dari kecil &tidak besar' men!adi besar, dan dari putih &tidak hitam' men!adi hitam, atau sebaliknya. ;/ '$%a! (%a#" " tan<a <e=!" aan& *ukti qidamnya #ll$h adalah, seandainya #ll$h tidak qidam, maka pasti Dia khaadits &baru', sehingga butuh yang mewu!udkannya &membuatnya baru, mukhdits', akibatnya akan pasti akan ter!adidaur &siklus' atautasalsul &rantai'. )a"= &lingkaran sebab akibat' ialah adanya masing-masing dari dua benda atau lebih, tergantung pada adanya yang lain. *erarti masing-masing terwu!ud sebelum sebabnya wu!ud. 7ni !elas salah. =ambaran kemustakhilannya / 9uhan # dicipta $leh tuhan *, tuhan * dicipta $leh tuhan ?, tuhan ? dicipta $leh tuhan D, sedang tuhan D dicipta $leh tuhan # sendiri@, !adi tuhan # itu ada sebelum d"atnya sendiri ada, karena diciptakan $leh hasil ciptaanya sendiri, ini !elas-!elas salah. 9uhan # 9uhan *

9uhan D

9uhan ? A #da tidaknya tergantung &dicipta $leh'

Ta1a 1" ialah keadaan berturut-turut dan susul-menyusulnya beberapa hal se!ak "aman a"ali &tak ada permulaan', dan tak ada habis-habisnya. =ambaran kemustakhilannya / 9uhan 1 dicipta $leh tuhan 2, tuhan 2 dicipta $leh tuhan ), tuhan ) dicipta $leh tuhan ,, dan seterusnya tak terhingga. 7ni !elas mustahil. 9uhan 1 9uhan 2 9uhan ) 9uhan ,

Dsb

9uhan 4

9uhan .

;/ Ba>?5 (@e@a & *ukti kekalnya #ll$h adalah, seandainya #ll$h tidak kekal maka #ll$h pasti bersifat fana &rusak', yang artinya berpeluang men!adi tidak ada &5adam', tapi ini mustahil, karena #ll$h sendiri bersifat ;idam &dahulu tanpa permulaan, tidak pernah menemui masa ketiadaan', dengan bukti yang telah lalu. -arena ketika tidak kekal, maka wu!udnya #ll$h adalah !ai" &bisa ada, bisa tiada', bukan wa!ib &pasti ada', sedang sesuatu yang !ai" adanya, pastilah baru. ,.+ukh$lafatul lilkhawadits &beda dengan mahluq' *ukti #ll$h berbeda dengan makhluq-%ya adalah, seandainya #ll$h memiliki sifat-sifat makhluq, seperti berupa 5irdh atu !irm, maka #ll$h pastilah baru, sama seperti makhluq-makhluq itu. 0al ini mustahil dengan bukti dari sifat qidam dan baq$ yang telah lalu. A/'$2a!"#" 3$na01$# (3e=%$=$ 1en%$=$& *ukti #ll$h berdiri sendiri adalah, seandainya #l$h membutuhkan tempat, maka #ll$h pasti berupa sifat, padahal sifat itu tidak bisa disifati dengan sifat-sifatmaaniy maupunmanawiyyah, sedang #ll$h sendiri wa!ib &pasti' bersifat dengan kedua sifatsifat itu, !adi #ll$h pastilah bukan berupa sifat. Salah satu ciri esensi(sifat dan !asmani adalah membutuhkan sandaran atau tempat, seperti tubuh kita, warna, rasa dan lainnya. Seandainya #ll$h membutuhkanmukh$shshish &penentu, yang mewu!udkan', pastilah #ll$h itu baru, bagaimana itu ter!adi >B padahal bukti #ll$h itubersifat qidam dan baq$ telah terang di depan. B/ -a#%an$22a# (e1a& *ukti bahwa #ll$h itu +aha Csa adalah, seandainya #ll$h tidak esa,pastilah alam ini tidak terwu!ud sama sekali, karena lemahnya #ll$h sendiri ketika itu. +isal seandainya di situ ada dua tuhan, maka kemungkinan bisa ter!adi perselisihan diantara keduanya, yang satu menghendaki menciptakan sesuatu, sedang yang lain malah menghendaki meniadakannya, maka ketika itu pasti keduanya lemah, karena tu!uan keduanya tak mungkin terwu!ud secara bersamaan, karena mengadakan dan meniadakan adalah perbuatan yang saling berlawanan, tak terwu!ud pula tu!uan salah satunya sa!a, karena hal itu menun!ukkan lemahnya tuhan yang tu!uannya tak terwu!ud, sedang kedua tuhan itu harus mempunyai sifat yang sama, sehingga hal itu pula menun!ukkan kelemahan yang lainnya. Diriwayatkan bahwa 7bnu Dusydi pernah berkata / Eketika salah satu tu!uannya terwu!ud, yang lain tidak, maka yang terwu!ud tu!uannya itulah 9uhan yang sebenarnya &al-ilah'F. C/'"%=?# (@"a1a&D I=?%a# (3e=@e#en%a@&D EI !" (ta#"& %an +#a2at (#$%"<& *ukti #ll$h bersifat qudr$h, ir$dah, 5ilmu dan khayat adalah, seandainya #ll$h tidak memiliki salah satu dari keempat sifat itu, maka pasti memiliki sifat kebalikannya,

sehingga tidaklah tercipta se$ngg$k makhluqpun. +aksudnya seandainya #ll$h lemah &5a!"', terpaksa &tak memiliki kemauan,kar$hah' atau b$d$h &!ahl', maka pastilah penciptaan alam tak akan terwu!ud. Seandainya #ll$h mati &kebalikan dari khayat', maka pastilah tidak mungkin memiliki sifat yang 2: itu, karena syarat untuk memiliki kedua puluh sifat itu adalah harus hidup, sehingga pastilah alam ini tak akan bisa terwu!ud. 1/Sa!a5 (!en%enga=&D Ba1#?= (!e $#at& %an +a a! (3e=0$=!an& *uktinya adalah al-;uran, sunah dan i!ma. Dan !uga seandainya #ll$h tidak bersifat sama, bash$r, dan kalam, maka pastilah bersifat kebalikannya &tuli, buta dan bisu', sedang sifat kebailkannya itu merupakan kekurangan-kekurangan yang pasti mustahil bagi #ll$h yang maha sempurna. F/ S$0at Ja$G *ukti bahwa melakukan hal-hal yang mungkin atau meninggalkannya adalah wenang bagi #ll$h yaitu, seandainya melakukan hal itu adalah wa!ib secara akal atau mustahil secara akal, pastilah sesuatu yang mungkin itu berbalik men!adi wa!ib atau mustahil, dan itu tak masuk akal, bagaimana mungkin suatu hakikat berubah men!adi hakikat yang lain. SI,AT8SI,AT -AJIB HARA R(SU* 9/ S#$%#> (3ena=& Sesuainya kh$bar &inf$rmasi' dari mereka dengan kenyataan &realitas' yang ada. #da tiga macam bentuk sidhq-nya / 1. benar dalam dawah ker$sulan &risalah' yang dibawanya 2. benar dalam dalam h$kum-hukum yang mereka sampaikan dari #ll$h ). benar dalam ucapan yang berhubungan erat dengan masalah keduaniaan, misal mengatakan Gaid telah datang, aku telah makan, aku membelinya dari Hmar dsb. Iangdimaksud disini adalah n$m$r 1 dan 2, sedang n$m$r ) masuk amanah. ;/ A!ana# (te=<e=4a2a& 9iadanya khianat mereka untuk melakukan perbuatan haram atau makruh / 9er!aganya !iwa-raga mereka dari perbuatan yang dilarang, baik haram maupun makruh. / Sesuatu yang menancap dengan kuat &dimiliki' dalam hati yang mencegah pemiliknya melakukan hal-hal yang dilarang. / 9er!aga dari berbuat d$sa &5ishmah' I/ Ta3 $g# (!en2a!<a$@an& +enyampaikan apa &wahyu' yang diperintahkan pada mereka untuk disampaikan pada makhluq &umatnya'. #da tiga macam bentuk wahyu / 1.#pa yang wa!ib mereka sampaikan 2.#pa yang wa!ib mereka rahasiakan &simpan' ).#pa yang mereka diberi pilihan antara disampaikan atau disimpan, terserah. J/ ,at#?na# (4e=%a1& Para r$sul pasti bersifat fath$nah, yaitu cerdas dan waspada pikirannya, guna mendukung dawah risalahnya. +aksud wa!ib disini adalah tiada lepasnya sifat-sifat tersebut, meski dengan dalil syara, karena wa!ibnya sfat amanah dan tabligh dengan dalil syara &naqliy', sedang wa!ibnya shidq dengan dalil akal &5aqliy', walaupun mu!i"at yang sebagai tanda yang menun!ukkan shidhq, itu berdasar adat kebiasaan &5adiy'. SI,AT8SI,AT MUSTAHI* HARA R(SU* 9/ +$%G3 (3?#?ng& / 9idak sesuainya inf$rmasi yang diberikan, dengan realitas yang ada. ;/ +#$anat / +elakukan tindakan &termasuk ucapan' yang dilarang baik haram maupun makruh, meski pernah diriwayatkan nabi pernah buang air kecil sambil berdiri, basuhan

wudhu berkali-kali pernah dua kali-dua kali, karena itu untuk tasyri &memberi pela!aran syara' dan menerangkan keb$lehannya, dan tasyri seperti itu adalah wa!ib bagi beliau. I/ +$t!an (!en2e!3"n2$@an& / +erahasiakan &menyimpan' sesuatu yang diperintahkan untuk disampaikan, meskipun lupa. -arena mereka tidak b$leh lupa terhadap h$kum-hukum yang harus mereka sampaikan dari #ll$h, walaupun dalam masalah lain mereka b$leh lupa. %abi sendiri pernah lupa untuk menger!akan sh$lat, tetapi disebabkan kesibukan hatinya mengagungkan #ll$h. J/A 8.#?0 a# ( a a$& K EA%a!" ,at#?na# (t$%a@ 4e=%a1& SI,AT JAI7 HARA R(SU* Para r$sul b$leh memiliki atau melakukan kelakuan atau watak manusia biasa &alar$$dh al-basyariyyah', yang tidak mengakibatkan berkurangnya martabat mereka yang luhur, misal sakit, lelah, makan, minum, mengantuk, tidur, beristri dan sebagainya. BU+TI8BU+TI SI,AT -AJIB )AN JAI7 HARA R(SU* 9/ S#$%#> *uktinya adalah, seandainya mereka tidak benar, maka pastilah berdusta &kid"b' akan kh$bar #ll$h, padahal #ll$h telah membenarkan mereka dengan penurunan mu!i"at, sesuai dengan ayat / Sh$daq$ 5abdii fii kulli maa yab-lughu 5annii. +u!i"at / sesuatu yang keluar dari adat kebiasaan, bersamaan dengan tantangan dawah risalah, tanpa adanya tandingan. Syarat-syarat mu!i"at /1.+erupakan perbuatan #ll$h atau yang serupa &meninggalkan perbuatan', supaya menggambarkan keadaannya sebagai pembenar dari #ll$h bagi $rang yang diberinya. ?$nt$h perbuatan / keluarnya air dari celah-celah !e!ari %abi. ?$nt$h meninggalkan perbuatan / tidak terbakarnya nabi 7br$him $leh api. 2.+erupakan sesuatu yang keluar dari adat kebiasaan, karena melemahkan sese$rang tak akan terwu!ud kecuali dengan hal itu. ).+unculnya dari tangan $rang yang mendawahkan kenabian, supaya dimengerti bahwa mu!i"at itu membenarkannya. ,.*ersamaan dengan dawah, baik secara hakikat maupun hukumnya, karena mu!i"at merupakan saksi, sehingga tidak b$leh sebelum adanya dawah itu. ..Sesuai dengan dawah &pengakuan', maka yang tidak sesuai, tidak dihitung membenarkan, seperti terbelahnya gunung ketika pengaku r$sul mengucapkan / mu!i"atku adalah terbelahnya lautan 4.9idak malah mendustakan pengakunya, seperti ucapannya / mu!i"atku adalah berbicaranya batu ini, lalu batu itu berbicara bahwa $rang itu tukang mengada-ada dan pendusta. 2.9idak bisa ditandingi, kecuali $leh nabi yang semisalnya. 1.-eluarbiasaan-nya itu tidak ter!adi ketika waktu rusaknya aturan adat kebiasaan, sehingga apa yang ter!adi ketika hari kiamat tidak termasuk mu!i"at. 7ni merupakan syarat tambahan dari sebagian ulama Sesuatu yang luar biasa yang keluar dari adat yang tidak memenuhi syarat di atas, tidak bisa disebut mu!i"at, tetapi dinamakan sbb / 1. irhaashatau tasiis / suatu tanda dasar bagi ker$sulannya, bila ter!adi sebelum masa ker$sulannya. +isal sebelum !adi nabi, nabi kita selalu dibayang-bayangi $leh awan. 2. kar$mah / suatu tanda kemuliaan yang berupa hal luar biasa yang muncul dari tangan se$rang yang !elas kebaikan dan keadilannya &wali', tapi tidak mengaku r$sul atau nabi. +isal riwayat kar$mah Sunan *$nang yang bisa merubah buah aren men!adi emas. ). maunah / suatu pert$l$ngan dari sisi #ll$h yang berupa hal luar biasa yang muncul dari tangan se$rang yang tidak dikenal keadaannya, tidak menampakkan kebaikan tidak pula kefasikan. +isal si +unir, santri yang kelihatannya biasa-biasa sa!a, ter!un dari lantai tingkat empat, dan !atuh di lantai halaman p$nd$k dalam keadaan segar bugar. ,. istidr$$! / suatu tanda penghinaan dari #ll$h yang berupa hal yang luar biasa yang muncul dari

tangan se$rang yang fasik, dalam arti bahwa #ll$h meningkatkannya dengan menampilkan hal itu di tangannya, lantas dia berlarut-larut dalam kefasikan, sehingga bila #ll$h mengambilnya, maka dia tidak dilepaskan-%ya &mati suu-ul kh$$timah', nauud"u billaah min d"aalik. .. ihaanahatau khid"lan / suatu tanda pendustaan dan penghinaan dari #ll$h yang berupa yang berupa hal yang luar biasa pada tangan se$$rang pemb$h$ng. +isal riwayat +usailamah al--ad"d"ab, yang mengaku men!adi r$sul di masa %abi saw, pernah meludahi mata se$rang laki-laki dengan maksud meng$batinya, namun mata itu malah men!adi buta. 4. sihir / suatu keluarbiasaan yang muncul dari sese$rang, yang bisa dipela!ari $leh $rang lain dan bisa ditandingi. ;/A!ana# %an Ta3 $g# *uktinya adalah, seandainya mereka berkhianat dengan melakukan keharaman dan kemakruhan, maka pastilah keharaman dan kemakruhan itu berbalik men!adi ketaatan &th$ah' bagi mereka. -arena #ll$h memerintah kita untuk mengikuti perkataan dan perbuatan mereka, sehingga #ll$h tidak menyuruh mereka untuk melakukan keharaman maupun kemakruhan. 7ni !uga bisa di!adikan bukti sifat wa!ib tabligh. I/ ,at#?na#, *uktinya ialah seandainya mereka tidak lalai dan tidak cerdas, niscaya mereka tidak mungkin dapat mengemukakakan hu!!ah &bantahan' terhadap lawan bicara mereka dan tidak mungkin mampu berdebat dengan mereka untuk menanamkan kebenaran pada mereka, sampai mereka merasa puas. #pabila para r$sul tidak cerdas, maka !elas bertentangan dengan tugas yang diberikan $leh #ll$h , yaitu menun!ukkan kepada mahluq tentang kebenaran. J/ S$0at Ja$G, *ukti bahwa para r$sul itu bersifat !ai" &b$leh berperilaku seperti manusia biasa' ialah, disaksikannya realitas sifat-sifat itu pada diri mereka dan sifat-sifat itu tidak mencacatkan atau men!adikan manusia lari dari mereka, misal gila, ayan yang lama, kusta, s$pak dan buta. #da beberapa alasan mengapa mereka tetap b$leh berperilaku seperti manusia biasa, diantaranya / - untuk melipatgandakan dan mengagungkan pahala yang mereka raih, seperti sakit. untuk tasyri &memberi pela!aran hukum syariat' agar umatnya melakukannya - untuk menurunkan(mewariskan masalah dunia kepada $rang lain &keturunannya' - sebagai peringatan betapa hina dera!at dunia di sisi #ll$h dan tidak ridh$nya #ll$h, dunia sebagai tempat balasan bagi para nabi dan wali- %ya, dengan melihat tingkah laku mereka atas masalah dunia. MA+NA SYAHA)AT TAUHI) )AN SYAHA)AT R(SU* +akna dari keyakinan-keyakinan &5aaq$-id' ini semuanya terkumpul dalam ucapan / laa ilaaha illal-ll$h muhammadur r$suulull$h . Pen!elasannya sebagai berikut / 1. -arena maknauluhiyyah &ketuhanan' adalah tidak butuhnya 9uhan &al-ilaah' dari segala sesuatu selain-%ya, dan butuhnya segala sesuatu selain-%ya kepada-%ya. 8adi makna laa ilaaha illal-ll$h / 9iada d"at yang tidak membutuhkan segala sesuatu selain-%ya, dan tiada d"at yang segala sesuatu selain-%ya membutuhkan- %ya, selain #ll$h swt. 2. #dapun ketidakbutuhan &istighnaa' #ll$h swt. dari segala sesuatu selain-%ya, itu mewa!ibkan &memastikan' #ll$h ituwu!ud &ada',qidam &dahulu',baq$ &kekal', mukh$lafatul lil khawadits &beda dengan makhluq', qiyamuhu bi nafsih&berdiri sendiri' dan dibersihkan dari kekurangan-kekurangan. Dan masuk !uga ke dalamnya sifat wa!ibsama &mendengar',bash$r &melihat' dankalam &berfirman', karena seandainya sifat-sifat ini tidak wa!ib bagi #ll$h, maka pastilah Dia membutuhkan pembuat(pembaharu &muhdits', tempat, atau sesuatu yang menghilangkan kekurang-kurangan itu darinya. ). Dari

ketidakbutuhan #ll$h !uga bisa diambil pengertian, bersihnya #ll$h dari tu!uan-tu!uan &gh$rdh' pada perbuatan-perbuatan dan hukum-hukum-%ya. #ndai tidak bersih, maka pasti membutuhkan sesuatu yang bisa menghasilkan tu!uan- %ya. *agaimana hal itu ter!adi > Padahal #ll$h swt tidak membutuhkan sesuatu selain diri-%ya. ,.Dari ketidakbutuhan #ll$h !uga bisa diambil pengertian bahwa #ll$h tidak wa!ib melakukan sesuatu yang mumkin dan tidak wa!ib meninggalkannya, karena seandainya hal itu secara akal wa!ib, seperti memberi pahala, maka pastilah #ll$h swt membutuhkan hal itu, supaya sempurna tu!uan-%ya, padahal tidak wa!ib bagi #ll$h swt kecuali sesuatu yang sempurna bagi-%ya. *agaimana itu ter!adi>, padahal #ll$h swt tidak butuh segala sesuatu selain-%yaB. ..#dapun butuhnya segala sesuatu selain-%ya kepada #ll$h swt, maka itu mewa!ibkan &memastikan' #ll$h bersifat hayat &hidup', qudr$h &kuasa', ir$dah &berkehendak' dan ilmu &mengetahui', karena seandainya #ll$h tidak bersifat seperti itu, maka tidaklah mungkin untuk bisa mewu!udkan makhluq &khawadits' sedikitpun, sehingga tidak ada sesuatupun yang membutuhkan-%ya. *agaimana itu ter!adi>, padahal #ll$h-lah d"at yang segala sesuatu selain-%ya, sangat membutuhkan-%ya. 4. Dari butuhnya segala sesuatu selain-%ya pada-%ya, !uga mewa!ibkan #ll$h bersifat wahdaniyyah &esa', karena seandainya ada d"at kedua selain #ll$h yang mempunyai sifat ketuhanan &uluhiyyah', maka pastilah tidak ada sesutupun yang membutuhkan-%ya, karena lemahnya kedua d"at itu, ketika hal itu ter!adi. *agaimana itu ter!adi>, padahal #ll$h-lah d"at yang segala sesuatu selain-%ya, sangat membutuhkan-%ya. 2. Dari butuhnya makhluq akan #ll$h, !uga bisa diambil pengertian bahwa tidak ada sesuatupun yang bisa memberi bekas &pengaruh,tatsiir' pada sesuatu yang mumkin, sedikitpun. #ndai ada, maka pastilah bekas itu tidak membutuhkan #ll$h swt, padahal #ll$h adalah d"at yang segala sesuatu selain-%ya, membutuhkan- %ya. -etiadaan pemberian pengaruh(bekas pada sesuatu yangmumkin, itu ter!adi bila kita mengira-ngirakan ada sesuatu &yangmum kin' yang bisa memberi bekas dengan wataknya &th$biy'. Sedang bila kita mengira-ngirakan sesuatu itu memberi pengaruh(bekas dengan suatu kekuatan yang ada padanya, yang berasal dari #ll$h, sebagimana sangkaan banyak $rang b$d$h &kaummuta"ilah', itu semua mustahil, karena ketika hal itu ter!adi, maka #ll$h !adi butuh suatu perantara &waasith$h' dalam penciptaan sebagian perbuatan-%ya. Dan itu semua batal, berdasar apa yang telah kita ketahui dari wa!ibnya ketidakbutuhan #ll$h dari segala sesuatu selain diri-%ya. Sudah cukup !elaslah cakupan makna dari ucapan laa ilaaha illal-ll$h, yang mengandung ) macam hal yang wa!ib diketahui $leh $rang mukallaf, yakni tentang sifat wa!ib, mustahil dan !ai" yang hak bagi #ll$h swt. 1. #dapun ucapanm uham ma dur-r$sulull$ h, maka disitu masuk iman kepada nabi- nabi yang lain, malaikat, kitab-kitabsamawiy, hari akhir, serta q$dh$ dan q$dar. -arena nabi +uhammad datang dengan membenarkan kesemuanya itu. 3.Dari lafad" itu !uga bisa diambil pengertian / a.wa!ibnya sifat shidhq bagi para r$sul. b.mustahilnya sifat kid"b bagi mereka, !ika tidak begitu maka mereka tidak akan men!adi r$sul yang amanah bagi #ll$h yang maha mengetahui hal-hal yang samar. c.mustahilnya mereka melakukan perbuatan yang dilarang, semuanya, karena mereka diutus supaya manusia tahu perkataan, perbuatan dan diam mereka, sehingga pasti tidak ada yang menentang perintah #ll$h swt, karena #ll$h telah memilih mereka dari semua mahluq, dan memberi mereka amanat atas rahasia wahyu-%ya. d. b$lehnya mereka punya prilaku manusia umumnya &ar$$dh albasyariyyah', karena hal itu tidak membuat cacat ker$sulan mereka dan ketinggian dera!at mereka di sisi #ll$h, bahkan semua itu malah menambah dera!at dan kemuliaan

mereka. 8elas sudah makna kedua kalimah syahadat itu, dengan !umlah huruf yang sedikit, mampu mengumpulkan semua hal yang wa!ib diketahui $leh $rangmukallaf, yakni keyakinan-keyakinan tentang iman pada #ll$h dan utusan-utusan-%ya. +ungkin karena ringkasnya dan kemampuannya mencakup hal itu semua, maka syara men!adikannya sebagai ter!emahan dari islam yang ada dalam hati, dansyara tidak menerima iman se$rangpun, kecuali dengan kalimah syahadat itu. leh karenanya, sebaiknya $rang yang berakal &5aqil' memperbanyak mengucapkan kalimah syahadat sambil menghadirkan makna 5aq$-id iman yang terkandung di dalamnya, sampai maknanya bercampur dengan daging dan darahnya, sebab tak terbilang !umlah rahasia dan kea!aiban(kar$mah akibat melaksanakan hal itu &memperbanyak d"ikir'. +enurut imam Syafiiy, tidak cukup ucapan / #ll$hu ahad +uhammadur-r$suul sebagai kalimah syahadat, akan tetapi disyaratkan / 1. memakai lafad"#syhadu 2. tahu maknanya, meski secara garis besar. Sehingga seandainya ada $rang n$n- arab dia!ari pelafad"an bahasa arab, lalu ia melafad"kan dua kalimah syahadat &syahadatain' itu, sedang ia tak tahu maknanya, maka belum dihukumi masuk islam. ).tertib(berurutan, syahadat tauhid dulu baru syahadat r$sul. 8ika terbalik, maka keislamannya belum sah. ,.bersambung &terusmenerus' antara pelafad"an kedua syahadat itu. 8ika setelah membaca syahadat tauhid dipisah $leh waktu yang lama, baru kemudian membaca syahadat r$sul, maka keislamannya belum sah. .. yang mengucapkannya adalah $rangmukallaf &baligh dan berakal'. Sehingga islamnya anak kecil dan $rang gila, itu tidak sah, kecuali karena mengikuti $rang tua &taban'. 4.tidak terang-terangan secara d"$hir melakukan sesuatu yang bisa menghapus keislamannya. Sehingga islamnya $rang yang sedang su!ud pada berhala, itu tidak sah. 2. merupakan kemauannya sendiri &ikhtiar, pilihan pribadi, tidak dipaksa'. Sehingga tidak sah islamnya $rang yang dipaksa, kecuali bila ia termasuk g$l$ngan musuh &kharbiy' atau $rangmurtad, karena memaksa kedua g$l$ngan ini untuk masuk islam, adalah haq &dibenarkan'. 1. mengakui &iqr$$r' terhadap apa yang pernah ia ingkari, atau menarik kembali keb$lehan suatu hal, apabila kufurnya sebab menentang sebagian i!ma yang diketahui dari agama secaradh$ruri &sp$ntan, tanpa dipikir'. #kan tetapi q$ul mutamad mad"hab malikiy menyatakan, tidak disyaratkan seperti itu, tetapi berputar pada lafad" yang menun!ukkan pengakuan &iqr$$r' bahwa #ll$h itu +aha Csa, dan +uhammad itu D$sulull$h. Sem$ga #ll$hswt melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada !un!ungan kita %abi +uhammad saw, keluarga dan shahabatnya yang baik dan suci.#ll$humma tsabbit q$lbii 5alaa diinik, 6al-hamdu lil-llaahi r$bbil 5aalamiin@@.

Sekian mudah-mudahan bermanfaat, Amin..!!