Anda di halaman 1dari 14

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom

16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun uga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida Sejarah !enurut "enesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang. Sumber Belerang ditemukan dalam meteorit. #.$. $ood mengusulkan bah%a terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di ka%ah &ristar'hus. Belerang ter adi se'ara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. (ulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain. Pembuatan Belerang dihasilkan se'ara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepan ang )embah "ulf di &merika (erikat. !enggunakan proses *ras'h, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk men'airkan belerang, yang kemudian terba%a ke permukaan. Belerang uga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. &%alnya hal ini dilakukan se'ara kimia%i, yang akhinya membuang belerang. +amun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. (e umlah besar belerang diambil dari ladang gas &lberta. Sifat-sifat Belerang ber%arna kuning pu'at, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam ,(- .karbon disulfida/. Dalam berbagai bentuk, baik gas, 'air maupun padat, unsur belerang ter adi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau 'ampuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.

Pada tahun 1012, ahli kimia dari 3niversitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. 4at ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa. Belerang dengan kemurnian 00.00056 sudah tersedia se'ara komersial. Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal se'ara mendadak dan 'epat. (tudi dengan sinar 7 menun ukkan bah%a belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. 8ristal belerang diduga terdiri dari bentuk 'in'in dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar 7 yang normal. Isotop Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan 'ara sublimasi. Senyawa-senyawa (enya%a organik yang mengandung belerang sangat penting. 8alsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senya%a di antara banyak senya%a belerang yang sangat penting Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan uga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting. Belerang uga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik. Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, 'airan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang 'epat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pen'emar udara.

Dampak pen'emaran udara oleh belerang oksida .so9/

"as belerang oksida atau sering ditulis dengan (:9 terdiri atas gas (: - dan gas (:; yang keduanya mempunyai sifat berbeda. "as (:- berbau ta am dan tidak mudah terbakar, sedangkan gas (:; bersifat sangat reaktif. "as (:; mudah bereaksi dengan uap air yang ada diudara untuk membentuk asam sulfat atau <-(:=. &sam sulfat ini sangat reaktif, mudah bereaksi .memakan/ benda-benda lain yang mengakibatkan kerusakan, seperti proses perkaratan .korosi/ dan proses kimia%i lainnya. (:9 mempunyai 'iri bau yang ta am, bersifat korosif .penyebab karat/, bera'un karena selalu mengikat oksigen untuk men'apai kestabilan phasa gasnya. (o9 menimbulkan gangguan sitem pernafasan, ika kadar =>>-2>> ppm akan sangat berbahaya, ?-1- ppm menimbulkan iritasi mata, ;-2 ppm menimbulkan bau. 8onsentrasi gas (:- diudara akan mulai terdeteksi oleh indera manusia .ter'ium baunya/ manakala kensentrasinya berkisar antara >,; @ 1 ppm. Aadi dalam hal ini yang dominan adalah gas (:-. +amun demikian gas tersebut akan bertemu dengan oksigen yang ada diudara dan kemudian membentuk gas (:; melalui reaksi berikut B -(:- 5 :- .udara/ -C -(:;

Pemakaian batu bara sebagai bahan bakar pada beberapa kegiatan industri seperti yang ter adi di negara Dropa Barat dan &merika, menyebabkan kadar gas (:9 diudara meningkat. #eaksi antara gas (:9 dengan uap air yang terdapat di udara akan membentuk asam sulfat maupun asam sulfit. &pabila asam sulfat dan asam sulfit turun ke bumi bersama-sama dengan atuhnya hu an, ter adilah apa yang dikenal denagn Acid Rain atau hu an asam . <u an asam sangat merugikan karena dapat merusak tanaman maupun kesuburan tanah. Pada beberapa negara industri, hu an asam sudah banyak men adi persoalan yang sangat serius karena sifatnya yang merusak. <utan yang gundul akibat atuhnya hu an asam akan mengakibatkan lingkungan semakin parah. Pen'emaran (:9 diudara terutama berasal dari pemakaian baru bara yang digunakan pada kegiatan industri, transportasi, dan lain sebagainya. Belerang dalam batu bara berupa mineral besi peritis atau *e(- dan dapat pula berbentuk mineral logam sulfida lainnya seperti Pb(, <g(, 4n(, ,u*e(- dan ,u-(. Dalam proses industri besi dan ba a .tanur logam/ banyak

dihasilkan (:9 karena mineral-mineral logam banyak terikat dalam bentuk sulfida. Pada proses peleburan sulfida logam diubah men adi oksida logam. Proses ini uga sekaligus menghilangkan belerang dari kandungan logam karena belerang merupakan pengotor logam. Pada suhu tinggi sulfida logam mudah dioksida men adi oksida logam melalui reaksi berikut B -4n( 5 ;:- -C -4n: 5 -(:-Pb( 5 ;:- -C -Pb: 5 -(:(elain tergantung dari peme'ahan batu bara yang dipakai sebagai bahan bakar, penyebaran gas (:9, ke lingkungan uga tergnatung drai keadaan meteorologi dan geografi setempat. 8elembaban udara uga mempengaruhi ke'epatan perubahan (:9 men adi asam sulfat maupun asam sulfit yang akan berkumpul bersama a%an yang akhirnya akan atuh sebagai hu an asam. <u an asam inilah yang menyebabkan kerusakan hutan di Dropa .terutama di Aerman/ karena banyak industri peleburan besi dan ba a yang melibatkan pemakaian batu bara maupun minyak bumi di negeri itu.

Sumber dan pola Paparan


!eskipun sumber alami .gunung berapi atau panas bumi/ mungkin hadir pada beberapa tempat, sumber antropogenik, pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur, mendominasi daerah perkotaan. Ini termasuk B

(umber pokok .pembangkit tenaga listrik, pabrik pembakaran, pertambangan dan pengolahan logam/ (umber daerah .pemanasan domestik dan distrik/ (umber bergerak .mesin diesel/ Pola paparan dan durasi sering menun ukkan perbedaan daerah dan musim yang signifikan, bergantung pada sumber dominan dan distribusi ruang, 'ua'a dan pola penyebaran. Pada konsentrasi tinggi, dimana berlangsung untuk beberapa hari selama musim dingin, bulan musim dingin yang stabil ketika penyebaran terbatas, masih ter adi pada banyak bagian dunia dimana batu bara digunakan untuk tempat pemanasan. (umber daerah biasanya mendominasi pada beberapa peristi%a, hasil pada pola homogen konsentrasi dan paparanEpembukaan. (ebaliknya, arak peristi%a %aktu-singkat dari menit ke am mungkin ter adi sebagai hasil pengasapan, penyebaran atau arah angin dari sumber utama. <asil pola paparan bervariasi se'ara substantial, tergantung pada ketinggian emisi, dan kondisi 'ua'a. Fariabel sementara dari konsentrasi ambient uga sering tinggi pada keadaan tertentu, khususnya untuk sumber lokal.

Dampak Pencemaran oleh Belerang Oksida SO!" (ebagian besar pen'emaran udara oleh gas belerang oksida .(:9/ berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, terutama batu bara. &danya uap air dalam udara akan mengakibatkan ter adinya reaksi pembentukan asam sulfat maupun asam sulfit. #eaksinya adalah sebagai berikut B (:- 5 <-: (:; 5 <-: -C -C <-(:; <-(:=

&pabila asam sulfat maupun asam sulfit tersebut ikut berkondensasi di udara dan kemudian atuh bersama-sama air hu an sehingga pen'emaran berupa hu an asam tidak dapat dihindari lagi. <u an asam ini dapat merusak tanaman, terke'uali tanaman hutan. 8erusakan hutan ini akan mengakibatkan ter adinya pengikisan lapisan tanah yang subur. $alaupun konsentrasi gas (:9 yang terdispersi ke lingkungan itu berkadar rendah, namun bila %aktu kontak terhadap tanaman 'ukup lama maka kerusakan tanaman dapat sa a ter adi. 8onsentrasi sekitar >,2 ppm sudah dapat merusakan tanaman, terlebih lagi bila konsentrasi (:9 di 3dara lingkungan dapat dilihat dari timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. 8alau %aktu paparan lama, maka daun itu akan gugur. <al ini akan mengakibatkan produktivitas tanaman menurun. 3dara yang telah ter'emar (:9 menyebabkan manusia akan mengalami gangguan pada sistem pernapasaannya. <al ini karena gas (:9 yang mudah men adi asam tersebut menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan dan saluran napas yang lain sampai ke paru-paru. (erangan gas (:9 tersebut menyebabkan iritasi pada bagian tubuh yang terkena.

Lapisan SO2 dan bahaya bagi kesehatan


(:- mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kesehatan yang akut dan kronis. dalam bentuk gas, (:- dapat mengiritasi sistem pernapasanG pada paparan yang tinggi .%aktu singkat/ mempengaruhi fungsi paru-paru. (:- merupakan produk sampingan <-(:= yang mempengaruhi sistem pernapasan. (enya%anya, terdiri dari garam ammonium polinuklir atau organosulfat, mempengaruhi ker a alveoli dan sebagai bahan kimia yang larut, mereka mele%ati membran selaput lendir pada sistem pernapasan pada makhluk hidup.&erosol partikulat dibentuk oleh gas ke pembentukan partikel ditemukan bergabung dengan pengaruh kesehatan yang banyak. (e'ara global, senya%a-senya%a belerang dalam umlah 'ukup besar masuk ke atmosfer melalui aktivitas manusia sekitar 1>> uta metri' ton belerang setiap tahunnya, terutama sebagai

(:- dari pembakaran batu bara dan gas buangan pembakaran bensin. Aumlah yang 'ukup besar dari senya%a belerang uga dihasilkan oleh kegiatan gunung berapi dalam bentuk < -(, proses perombakan bahan organik, dan reduksi sulfat se'ara biologis. Aumlah yang dihasilkan oleh proses biologis ini dapat men'apai lebih 1 uta metri' ton <-( per tahun. (ebagian dari <-( yang men'apai atmosfer se'ara 'epat diubah men adi (:- melaui reaksi B <-( 5 ;E- :- (:- 5 <-: reaksi bermula dari pelepasan ion hidrogen oleh radikal hidroksil , <-( 5 <:- <(- 5 <-: yang kemudian dilan utkan dengan reaksi berikut ini menghasilkan (:<(- 5 :- <:- 5 (: (: 5 :- (:- 5 : <ampir setengahnya dari belerang yang terkandung dalam batu bara dalam bentuk pyrit, *e(-, dan setengahnya lagi dalam bentuk sulfur organik. (ulfur dioksida yang dihasilkan oleh perubahan pyrit melalui reaksi sebagai berikut B =*e(- 5 11:- - *e-:; 5 ? (:Pada dasarnya, semua sulfur yang memasuki atmosfer dirubah dalam bentuk (: - dan hanya 16 atau -6 sa a sebagai (:$alaupun (:- yang dihasilkan oleh aktivitas manusia hanya merupakan bagian ke'il dari (:- yang ada diatmosfer, tetapi pengaruhnya sangat serius karena (: - langsung dapat mera'uni makhluk disekitarnya. (:- yang ada diatmosfer menyebabkan iritasi saluran pernapasandan kenaikan sekresi mu'us. :rang yang mempunyai pernapasan lemah sangat peka terhadap kandungan (:- yang tinggi diatmosfer. Dengan konsentrasi 2>> ppm, (:- dapat menyebabkan kematian pada manusia. Pen'emaran yang 'ukup tinggi oleh (:- telah menimbulkan malapetaka yang 'ukup serius. (eperti yang ter adi di lembah +erse Belgia pada 10;>, tingkat kandungan (:- diudara men'apai ;? ppm dan menyebabkan toksisitas akut. (elama periode ini menyebabkan kematian 6> orang dan se umlah ternak sapi. (ulfur dioksida uga berbahaya bagi tanaman. &danya gas ini pada konsentrasi tinggi dapat membunuh aringan pada daun. pinggiran daun dan daerah diantara tulang-tulang daun rusak. (e'ara kronis (:- menyebabkan ter adinya khlorosis. 8erusakan tanaman iniakan

diperparah dengan kenaikan kelembaban udara. (:- diudara akan berubah men adi asam sulfat. :leh karena itu, didaerah dengan adanya pen'emaran oleh (: - yang 'ukup tinggi, tanaman akan rusak oleh aerosol asam sulfat. 8erusakan uga dialami oleh bangunan yang bahan-bahannya seperti batu kapur, batu pualam, dolomit akan dirusak oleh (: - dari udara. Dfek dari kerusakan ini akan tampak pada penampilannya, integritas struktur, dan umur dari gedung tersebut. Sejarah !enurut "enesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang. Sumber Belerang ditemukan dalam meteorit. #.$. $ood mengusulkan bah%a terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di ka%ah &ristar'hus. Belerang ter adi se'ara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. (ulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain. Pembuatan Belerang dihasilkan se'ara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepan ang )embah "ulf di &merika (erikat. !enggunakan proses *ras'h, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk men'airkan belerang, yang kemudian terba%a ke permukaan. Belerang uga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. &%alnya hal ini dilakukan se'ara kimia%i, yang akhinya membuang belerang. +amun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. (e umlah besar belerang diambil dari ladang gas &lberta. Sifat-sifat Belerang ber%arna kuning pu'at, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam ,(- .karbon disulfida/. Dalam berbagai bentuk, baik gas, 'air maupun padat, unsur belerang ter adi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau 'ampuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami. Pada tahun 1012, ahli kimia dari 3niversitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. 4at ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa. Belerang dengan kemurnian 00.00056 sudah tersedia se'ara komersial.

Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal se'ara mendadak dan 'epat. (tudi dengan sinar 7 menun ukkan bah%a belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. 8ristal belerang diduga terdiri dari bentuk 'in'in dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar 7 yang normal. Isotop Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan 'ara sublimasi. Senyawa-senyawa (enya%a organik yang mengandung belerang sangat penting. 8alsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senya%a di antara banyak senya%a belerang yang sangat penting Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan uga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting. Belerang uga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik. Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, 'airan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang 'epat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pen'emar udara.

I#$ %&%' D%( B%)%(


a. Habung u i .reaksi/ b. Pemanas '. ,orong penyaring d. (entrifuga e. 8a'a arlo i

f. )arutan ,(g. )arutan +a:< . 2! / h. 8ristal +a-(-:; i. . l. (erbuk belerang )arutan <,l . 2 ! / dan <,l en'er )arutan &g+:;

k. 8ertas saring m. Holuena

#$

P*OS+D,* P+*-OB%%(
1. !asukkan I 1 gram serbuk belerang ke dalam tabung reaksi, panaskan se'ara perlahan . hati @ hati / hingga meleleh, kemudian tuangkan 'airan panas belerang ini kedalam gelas kimia yang berisi air dingin .I1> ml/. &mati hasil perubahannya. -. !asukkan I 1 gram serbuk belerang ke dalam tabung reaksi yang berisi I; m) toluene . a%as mudah terbakar dan bersifat karsinogenik /, panaskan se'ara perlahan hingga larut G larutan ini kemudian diamkan sampai dingin kembali dan amati hasil . pertumbuhan / kristalnya. ;. 8e dalam I= m) air larutkan I>,2 gram kristal +a-(-:;, kemudian tambahkan I>,; gram serbuk belerang dan panaskan dengan hati @ hati se'ara perlahan 'ampuran ini selama - @ ; menit. (aring atau pusingkan dan ambil larutannya, kemudian kedalam filtrate ini tambahkan asam hidroklorida en'er . ker akan di dalam almari asap /. &mati se'ara hati @ hati dan 'atata setiap perubahan yang ter adi. =. Panaskan hingga mendidih 'ampuran I-,2 m) +a:< . 2 ! / dan I>,-2 gram belerang selama ; @ = menit. Dinginkan, saring ke dalam tabung reaksi, kemudian di dalam filtrate ini tambahkan asam hidroklorida . 2 ! / bertetes @ tetes dan tutup u ung tabung dengan kertas saring yang telah dibasahi dengan larutan perak nitrat . ker akan ini dalam almari asap /. &mati, kenali baunya, dan 'atat setiap perubahan yang ter adi.

#I$ )%SI& P+(.%/%'%(


(o Perlakuan %matan dan Simpulan 0 Persamaan reaksi

1.

(erbuk belerang dipanaskan (erbuk belerang . ( / ber%arna kuning kemudia dituangkan kedalam dan berbentuk zat padat dipanaskan air dingin dengan bunsen maka menghasilkan

larutan yang tidak ber'ampur . belerang tidak larut / lalu dituangkan ke air dingin menghasilkan plasti' belerang ber%arna kuning. -. (erbuk belerang 5 toluene (erbuk belerang . ( / ber%arna kuning dipanaskan hingga larut dalam bentuk padat 5 Holuena . tidak ber%arna / dipanaskan akan menghasilkan membentuk kristal @ kristal belerang ber%arna kuning dan lama kelamaan akan berbentuk seperti arum @ arum belerang. ;. (erbuk dibiarkan belerang dingin 5 ,(larut HID&8 DI)&838&+ kembali dibiarkan dingin kembali

dipanaskan

hingga

pada gelas arlo i. =. &ir <,l 5 +a-(-:; 5 ( &ir . <-:/ tak ber%arna 5 +a-(-:; ber%arna putih 5 Belerang .(/ dalam bentuk serbuk padat dipanaskan akan menghasilkan larutan tak ber%arna lalu di saring masih larutannya tak ber%arna kemudian di tetesi, tetes demi tetes larutan <,l 2 ! tak ber%arna menghasilkan larutan putih susu. 2. +a:< 5 ( di didihkan, )arutan +a:< . tak ber%arna / disaring *iltrat 5 <,l ditambahkan dengan Belerang . ( / dalam bentuk sebuk padat di didihkan

dipanaskan, disaring *iltrat 5 dalam bentuk kristal . serbuk padat /

menghasilkan larutan ber%arna orange pekat dan serbuk belerang lama @ lama melarut, kemudian di saring menghasilkan larutan orange pekat dan di tambah larutan <,l . tak ber%arna / dan ditutup pada mulut tabung dengan tissue yang telah dibasahi terlebih dahulu dengan larutan &g+:; . tak ber%arna / menghasilkan larutan orange pekat dan pada bulatan tissue bekas mulut tabung ada bulatan hitam dan bila dibuka larutan berbau menyengat seperti gas <-(.

#III$ *+%KSI
- Persamaan *eaksi 1 .1/ (?.s/ 5 ? :-.aJ/ (:-.s/ 5 <-:.l/ .-/ =,6<2,<;.aJ/ 5 = (?.aJ/ =,6<2,<;.aJ/ 5 = (?.aJ/ 5 :-.g/ .=/ +a-(-:;.s/ 5 2<-:.l/ --C --C = ,6<2,<-(?.s/ 5 - <-:.g/ --C ? (:-.s/ --C <-(:;.s/

+a-(-:; . 2 <-: .aJ/ --C +a-(-:;.aJ/ 5 (:-.g/ 5 2 <-:.l/

+a-(-:; . 2 <-:.aJ/ 5 (.s/ 5 :-.g/ +a-(-:;.aJ/ 5 - <,l.aJ/ .2/ (.s/ 5 - +a:<.aJ/ --C --C

- +a,l.aJ/ 5 (.s/ 5 (:-.g/ 5 <-:.l/ +a-(.s/ 5 <-:.l/

- (.s/ 5 = +a:<.aJ/

--C --C --C

+a-(.aJ/ 5 +a-(-:;.aJ/ 5 <-:.aJ/ <-(.g/ 5 +a,l.aJ/ &g-(.s/ 5 -<-:.g/

+a-(.s/ 5 - &g+:;.aJ/ <-(.g/ 5 -&g+:;.aJ/

I2$ P+/B%)%S%(
Pada per'obaan kali ini membahas unsure belerang dimana belerang yang dipakai dalam proktikum kali ini yang berbentuk serbuk atau dalam %u ud padat yang ber%arna kuning. &da empat perlakuan yang dilakukan dan takaran atau berat belerang yang digunakan pun bervariasi dari satu gram, >,; gram hingga >,-2 gram serbuk belerang. Pada perlakuan pertama mula @ mula kita mereaksikan serbuk belerang dengan berat 1 gram serbuk belerang yang ber%arna kuning ini tidak ditambah apapun hanya dimasukkan ke dalam tabung reaksi kosong lalu dibakar dengan Bunsen, dari pembakaran ini tentunya ada : yang berupa gas yang ikut bereaksi dengan belerang sehingga kondisi dalam keadaan suhu panas maka belerang pun akhirnya meleleh dan men adi larutan belerang dengan ber%arna kuning lalu belerang yang meleleh tadi langsung di'ampurkan dengan air . tak ber%arna / ini, pada dasarnya air biasa dikenal sebagai pelarut namun pada kondisi ini air tidak dapat melarutkan belerang yang ada belerang berubah men adi plasti' blerang yang ber%arna kuning. Pada perlakuan kedua tahap a%al masih sama dengan yang pertama serbuk belarang ber%arna kuning yang dibutuhkan seberat 1 gram, namun belerang ini di'ampurkan dengan larutan toluene yang tidak ber%arna lalu dipanaskan dan menghasilkan 'ampuran larutan yang mendidih dan pada mulanya ber'ampur, karena toluene ini merupakan larutan yang mudah terbakar maka pemanasan yang dilakukanpun harus sangat hati @ hati, setelah beberapa saat didiamkan larutan tadi berubah men adi kristal @ kristal belerang ber%arna kuning seperti arum @ arum yang kondisinya menggumpal. Pada perlakuan ketiga, dalam hal ini diperlukan kristal putih +atrium tiosulfat yang sebelum di'ampur dengan belerang dilarutkan dulu dengan air,K . tak ber%arna / sehingga

men adi larutan +atrium Hhiosulfat yang tak ber%arna, selan utnya dimasukkan serbuk belerang kuning yang beratnya >,; gram dan tidak ber'ampur, lalu dipanaskan yangmenghasilkan kondisi terpisakh @ pisah intinya masih tidak ber'ampur antara larutan dengan serbuk belarang kemusian disaring dan didapat larutan tak ber%arna lalu di tambahkan larutan <,l yang tidak ber%arna tetes demi tetes sehingga menghasilkan larutan putih susu dan ada sedikit sekali yang mengendap. Pada perlakuan terakhir serbuk belerang yang ber%arna kuning di'ampur dengan larutan +a:< yang tak ber%arna kondisi ini belerang uga tidak larut namun setelah dipanaskan beberapa menit belerang yang berproses men adi gumpalan E kristal @ kristal %arna orange akhirnya pun larut dan men adi larutan orange pekat, kemudian disaring turunnya lrutan tersebut dari kertas saring menu u tabung reaksi seperti tetesan @ tetesan minyak dan menghasilkan hhasil saringannya larutan yang ber%arna orange pekat. (etelah itu ditambah larutan <,l yang tidak ber%arna dan pada mulut tabung ditutup dengan ketas atau tissue yang telah terlebih dahulu dibasahi dengan larutan Perak +itrat, beberapa saat menghasilkan larutan %arna orange tapi mula @ mule terlihat dua fase ada beberapa serbuk belerang yang menggumpal diatas tapi lama @ lama menghilang dan pada kertas yang ditutup pada mulut tabungnya terlihat bekas lingkaran mulut tabung dan tadinya kertas ber%arna putih berubah bekas yang ditutup tadi ber%arna hitam dan ada bau yang menyengat yang baunya seperti gas <-(.

2$ K+SI/P,&%(
1. Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. -. Belerang plasti' yang diperoleh dari lelehan belerang yang dituangkan ke dalam air berisi rantai @ rantai spiral L-(. ;. Belerang membentuk senya%a dalam berbagai tingkatan oksidasi =. Belerang bereaksi dengan basa kuat membentuk ion tiosulfat dan ion potisulfida. 2. Ion tiosulfat stabil dalam keadaan basa atau netral, tetapi terurai dalam asam.

2I$ D%3'%* P,S'%K%


D., Budevsky. 1010. Poundation of Chemical Analysis. )ondon B Dliss <or%ood #ana%i aya., Aah a. 10?2. Ilmu Kimia 2. Aakarta B Depdikbud Fogel. 10?2. Analisis Anorganik Kualitatif. Aakarta B PH. 8alman !edia Pusaka Diposkan oleh zilazulaiha di ->.=1