Anda di halaman 1dari 34

gambaran perilaku spontan anak pd setting kehidupan sehari-hari Informasi tentang perilaku interpersonal dan gaya belajar Catatan

sistematis dari perilaku anak maupun orang lain Verifikasi keakuratan perilaku anak Komparasi antara perilaku situasi tes dan alamiah Studi anak-anak muda dan perkembangan anak cacat

Observer melihat, mencatat atau mengklarifikasi tiap perilaku secara objektif Mengubah data informasi menjadi kuantitatif Digunakan untuk memperoleh kesan global, menilai/mencatat perilaku, memfokuskan pada perilaku tertentu.

Didefinisikan dalam istilah yang obyektif, jelas, dan lengkap. Membantu observer mengenal kapan perilaku terjadi Pembeda dari perilaku lain yang hampir sama

Jangan terfokus untuk meneliti perilaku yang dituju Amati perilaku anak selama berada di kelas yang berbeda-beda dan waktu yang berbeda-beda Dapatkan rekaman lengkap dan menyeluruh perilaku anak dalam situasi tertentu Memiliki kesempatan untuk mengamati perilaku berpotensi penting lainnya Menghubungkan masalah perilaku dalam konteks perilaku lainnya Memungkinkan untuk menilai perilaku anak yang diinginkan

Pastikan memilih waktu pengamatan yang sesuai dengan perilaku yang ingin diamati Setiap pengamatan yang dilakukan dalam waktu yang berbeda dan tempat yang berbeda Harus berkaitan dengan perilaku yang diamati Sampel yang tidak mewakili perilaku akan berakibat generalisasi yang salah

Tidak selalu fokus terhadap perilaku utama Peka terhadap kejadian lain saat pengamatan Mencatat kejadian khusus yang terjadi saat terjadi suatu perubahan keadaan atau setting

Observasi pengamatan sangat berguna untuk

1.

ECOLOGICAL ASSESMENT Pengamatan prilaku berdasarkan focus terhadap atribut-atribut fisik dan atribut psikologis dari setting dimana prilaku terjadi 3 komponen kerangka untuk mengorganisasikan data assesmen: tampilan dan siis setting, operasi setting, kesempatan2 setting

a. Mempelajari prilaku berfrekuensi tinggi b. Menilai prilaku global c. Mengevaluasi kemajuan anak dari waktu kewaktu

Atribut Fisik
Pengaturan-pengaturan spesial Pengaturan-pengaturan tempat duduk pencahayaan Bunyi

Atribut psikologis
Hubungan dengan keluarga Hubungan dengan teman sebaya Hubungan dengan guru

2. TEST DAN WAWANCARA Selain pengamatan juga diadakan berbagai test-test serta wawancara

kunci untuk deskripsi bermakna perilaku adalah kombinasi yang tepat dari metode pencatatan pengamatan dan sistem pengkodean observasional metode perekaman yang tersedia, ditujukan untuk menggambarkan urutan perilaku baik yg dirancang untuk memfasilitasi pengamatan pada satu atau beberapa peristiwa. Sistem pengkodean menentukan kategori, seperti perilaku agresif dan pasif atau on-tugas dan perilaku off-tugas, merujuk pada isi perilaku pengamatan. metode perekaman biasanya dikombinasikan dengan sistem pengkodean dalam upaya untuk memetakan kepentingan akura perilakut. Selain menjelaskan jenis perilaku yang ditampilkan, sistem pengkodean sering dirancang untuk menggambarkan berbagai dimensi penting dari perilaku (frekuensi, durasi, intensitas, latency) dan bagaimana perilaku berhubungan dengan faktor dalam setiing Sistem yang terbaik untuk aplikasi tertentu akan tergantung pada tujuan assesment

Perilaku berbeda dalam frekuensi, durasi, intensitas, dan latensi, serta konsistensinyadi seluruh setiing, tugas, dan orang-orang merancang atau memilih metode pencatatan harus mempertimbangkan atribut perilaku sasaran Metode pencatatan observasi yaitu: pencatatan narasi, pencatatan Interval, pencatatan peristiwa, dan pencatatan rating

Tujuan dari metode narasi adalah merumuskan deskripsi yang kaya dan komprehensif perilaku alami anak(atau kelompok) Pencatatan Narasi mendeskripsikan kejadian tanpa menggunakan prosedur pencatatan kuantitatif Tipe pencatatan naratif yaitu:

Anecdotal recording: pencatatan yang mencakup apapun yang tampak relevan bagi observer. Cara ini tidak membutuhkan kerangka waktu, pengkodean atau pengkategorian tertentu Running recording: pencatatan yng dilakukan oleh observer ketika perilaku muncul

Deskripsi molar (luas) memfokuskan tindakan yang mencerminkan perilaku anak secara keseluruhan Deskripsi molekul (sempit) menfokuskan pada perilaku anak atau setting yang sangat detil atau spesifik

MOLAR: George pergi memetik berry untuk ibunya. SUBMOLAR: George mengambil keranjang dari meja dapur dan berjalan ke luar ruangan di mana dia naik sepeda dan pergi untuk mengambil berry untuk ibunya MOLEKULAR: George, dengan bibirnya bergetar, alisnya merajut, dan sudutsudut mulutnya kebawah, mengambil keranjang dari meja dapur, dan, dengan jari-jari tangan kirinya luka lemas sekitar pegangan keranjang, bahunya membungkuk, dagunya menurun hingga menyentuh dadanya, dan kakinya menyeret, berjalan ke luar ruangan, di mana ia naik sepeda dan, dengan kepala masih membungkuk, pergi untuk mengambil berry untuk ibunya.

Merupakan bentuk dari narative recording dari inferential judgment yang rendah ke inferential judgment yang tinggi Behavoiral descriptive statement: gambaran dari sebuah perilaku tanpa ada penjelasan yang lebih lanjut berkenaan dengan perilaku tersebut. Behavioral inferential statement: pendeskripsian perilaku dengan mencoba mengintegrasikan teori-teori yang berkenaan dengan perilaku yang diobservas
Behavioral descriptive statements He slam his book on the desk She hit Helen three times will a stick He achieved 100 persent accuracy on his mathemathics test She says mostly positive things about herself Behavioral inferential statements He is frustated She is angry He is gifted in mathematics She has a good self-concept

Pencatatan Narasi dapat dilakukan dalam berbagai pengaturan dan periode waktu, memberikan gambaran mendalam tentang perilaku seorang anak, kelompok, atau guru hasil observasi selanjutnya dugunakan dalam penyelidikan yang lebih spesifik Contoh penggunaan pancattan naratif:

Mengamati Kemampuan Komunikasi. Mengamati interaksi anak dgn orang lain. Perhatikan ekspresi anak wajah, gerak tubuh, dan tindakan serta bahasa tubuh dan tindakan orang lain yang berkomunikasi dengan anak: Perhatikan bagaimana anak memulai interaksi dan bagaimana ia merespon ketika orang lain yg mulai Mengobservasi sebuah kelompok: perhatian khusus pada pola pilihan atau daya tarik, pengabaian, antagonisme, pengaruh teman sebaya Mengobservasi seorang guru: menilai lingkuangan kelas dengan mengobservasi metode guru dan gaya instruksinya

Dalam mendasin pencatatan narasi harus memutuskan: Frekuensi, lama, dan waktu periode observasi: Usia

subjek, setting dan alasan asesmen mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan; biasanya dilakukan selama 10-30 menit atau lebih; Bilamungkin observasi dapat dilakukan lebih dari satu kali Tipe pencatatan naratif: setting klinis dan psikoedukasional biasanya menggunakan anecdotal recording Perilaku2 target yg diobservasi: Mengidenifikasi target perilaku, mulai konsentrasi pada target perilaku, antisiden dan konsekuensi yang ditimbulkan dari perilaku tersebut Metode pencatatan data: pencatatan manual, pencatatan menggunakan laptop ,perekama audiotape, video taping dan anecdotal recording

Mengidentifikasi anak (atau anak-anak atau orang dewasa) terlibat dalam perilaku Mengidentifikasi perilaku anak (dan anak-anak lain dan orang dewasa di pengaturan) dan faktor-faktor dalam situasi yang mempengaruhi periaku Mengidentifikasi setting dan waktu hari Pertimbangkan bagaimana lingkungan anak mempengaruhi perilaku anak Waspada terhadap petunjuk verbal dan non verbal Catat peristiwa sesega mungkin Catat verbalisasi setepat mungkin Pertahankan ururtan peristiwa Jadilah seobjektif, seakuran dan setepat mungkin Gunakan bahasa sehari hari Lebih mendeskripsikan daripada menginterpretasikan Catat reaksi reaksi orang lain thdp periaku anak Kesan umum awal bisa berubah selama observasi Pertimbangkan peran sebagi observer dalam proses penilaian Menghindari ketertarikan thdp perilaku tertentu untuk menghindari kesan umum Saat menginterpretasikan lebih memahami sudut pandang si anak Mengintegrasikan seluruh sumber informasi

Meskipun tidak memerlukan prosedur kuantitatif, catatan yang diperoleh dapat digunakan untuk memperoleh data kuantitatif. Misal: dapat mencatat berapa kali tindakan2 khusus yg ditampilkan

c. Keuntungan pencatatan naratif


Menyediakan sebuah pencatatan dari perilaku dan kesan-kesan umum Menjaga keaslian dari rangkaian perilaku Mengumpulkan perilaku dan menemukan kritik perilaku Memungkinkan meneliti progres perilaku Mencatata perilaku yang sukar diselidiki Membutuhkan sedikit peralatan Awal yang baik untuk prosedur penelitian yang sistematis

d. kerugian pencatatan naratif

Kurang cocok untuk memperoleh data kuantitatif Pengujian validitasnya sulit Tidak secara penuh mendeskripsikan tipe kritikal behavior Hanya terbatas yang bisa digeneralisasikan Hanya sebaik pengamatnya

Latihan 1: dengan seorang asisten observer, observasilah seorang anak disebuah lapangan, dgn pencatatan anekdotal 5 menit. Bandingkan catatan dgn asisten observer Latihan 2: dengan seorang asisten observer, observasilah sebuah kelompok anak di sebuah lapangan dgn pencatatan 5 menit. Latihan 3: bandingkan pencatatan2 yg diperoleh dalam lat 1 dan 2, apa ada perbedaan, tujuan apa yg tersidia di masing2 tipe, informasi apa yg didapat/tidak. Tulis analisis dalam laporan satu atau dua paragraf

Pencatan interval kadang - kadang ditunjukkan sebagai sampling waktu, sampling interval, atau sampling waktu interval. Pencatatan interval adalah suatu metode penatatan yang memfokuskan pada aspek-aspek perilaku ketika hal itu terjadi dalam interval waktu tertentu. Istilah sampling menyampaikan ide dasar dari catatan interval.

Sampling interval waktu sebagian 2. Sampling interval waktu keseluruhan 3. Sampling interval waktu pokok 4. Sampling interval waktu sementara 5. Sampling interval waktu variabel inter - kesempatan
1.

Berguna untuk mengobservasi perilaku-perilaku yang overt (dapat diamati), yang tidak memiliki awal dan akhir yang jelas, yang terjadi pada frekuensi sedang, seperti setiap 10 60 detik.

Dalam mendesain sebuah pencatatan interval yang harus ditentukan adalah : 1. Berapa kali anda mengobservasi si anak ? 2. Lamanya periode observasi 3. Periode waktu dimana observasi akan diadakan 4. Tipe pencatatan interval yang digunakan 5. Lama interval observasi 6. Lamanya pencatatan interval (jika diperlukan) 7. Perilaku perilaku sasaran yang akan diamati 8. Metode pencatatan data

Usia anak, setting, dan alasan assesmen akan ikut menentukan berapa kali untuk mengobservasi anak, seperti lama periode observasi, dan juga kapan observasi diadakan.

Lamanya interval observasi akan tergantung pada perilaku-perilaku sasaran. Lamanya interval yang sesuai akan meminimalkan penyimpanan urutan urutan dan frekuensi frekuensi perilaku.

Suatu interval pencatatan (interval dimana tidak ada observasi yang dibuat) yang seharusnya selalu digunakakn kapanpun pemberian skor (atau pencatatan) akan mengganggu observasi. Beberapa jenis alat petunjuk diperlukan untuk memberikan sinyal permulaan dan akhir observasi dan interval interval pencatatan.

Perilaku perilaku targe seharusnya diseleksi berdasarkan pencatatan naratif sebelumnya, informasi wawancara, pertanyaan pertanyaan penyerahan, atau tes perilaku. Ketika sistem pengkodean yang ditetapkan sebelumnya digunakan, perilaku sasaran akan diekspesifikasi dalam sistem pengkodean.

Ketika anda menggunakan interval pencatatan, anda dapat mencatat skor perilaku selama interval atau dengan segera sesudahnya. Jika anda mencatat selama interval, tidak akan jeda antar interval interval. Untuk interval observasi 10 detik, interval interval observasi akan sebagaimana berikut :

Pencatatan dan interval observasi (10 detik) Pencatatan dan interval observasi (10 detik) Pencatatan dan interval observasi (10 detik) (urutan berlanjut)

Jika anda mencatat setelah interval, interval interval observasi akan berganti dengan interval interval untuk mencatat perilaku. Contohnya, periode observasi bisa terdiri dari sebuah rangkaian putaran dimana interval observasi 10 detik diikuti oleh interval pencatatan 5 detik. Urutan yang khas adalah

Interval observasi (10 detik) Interval pencatatan (5 detik) Interval observasi (10 detik) Interval pencatatan (5 detik)

Anda mungkin juga menyukai