Anda di halaman 1dari 54

I.

PENGERTIAN STATISTIKA
Statistika adalah sebuah cabang ilmu dari matematika yang mempelajari
cara-cara :
1. Mengumpulkan dan menyusun data, mengolah dan menganalisa data,
serta menyajikan data dalam bentuk kurva atau diagram.
2. Menarik kesimpulan, menafsirkan parameter, dan menguji hipotesa
(dugaan) yang didasarkan pada hasil pengolahan data.
Hasil pengolahan suatu kumpulan data diperoleh sebuah ringkasan data.
Ringkasan data ini berupa sebuah nilai yang disebut statistik. Jadi, statistik
dapat memberikan gambaran tentang suatu kumpulan data dalam bentuk
sebuah nilai.
II. MENYAJIKAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM DAN
TABEL
A. DIAGRAM BATANG
Penyajian data dengan menggunakan gambar berbentuk balok
atau batang disebut diagram batang . Batang-batang itu dapat
dilukiskan secara tegak (diagram batang tegak) atau mendatar
(diagram batang mendatar), tetapi antara batang satu dengan
batang lainnya diberikan jarak sehingga letak tiap batang tadi
tampak terpisah.

B. DIAGRAM GARIS
Data yang disajikan dengan grafik
yang berbentuk garis lurus disebut
diagram garis atau grafik garis.



C. DIAGRAM LINGKARAN
Penyajian data dengan
menggunakan gambar yang berbentuk
daerah lingkaran disebut diagram
lingkaran . Diagram lingkaran dibagi ke
dalam sektor-sektor atau juring-juring.
Contoh 1 :
Di suatu kelurahan pada tahun 2006 terdapat 180 orang siswa
dengan rincian sebagi berikut : 90 orang siswa SD, 50 orang siswa
SLTP , 30 orang siswa SMA, dan 10 orang siswa SMK. Jika data siswa
ini hendak disajikan dengan diagram lingkaran, maka sudut tiap sektor
lingkaran ditentukan terlebih dahulu sebagi berikut.

90 orang siswa SD, sudut sektornya



50 orang siswa SLTP, sudut sektornya



30 orang siswa SMA, sudut sektornya



10 orang siswa SMK, sudut sektornya
= = 180 360
180
90
= = 20 360
180
10
= = 100 360
180
50
= = 60 360
180
30
diagram lingkaran
siswa SD
siswa SLTP
siswa SMA
siswa SMK
SD
180
0

SMK
20
0

SMA
60
0

SLTP
100
0

D. TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
1. Tabel Distribusi Frekuensi Tunggal
Penyajian data seperti tabel di bawah ini disebut tabel distribusi
frekuensi tunggal atau tabel sebaran frekuensi tunggal
Nilai ulangan x
1
Turus Banyak Siswa
(Frekuensi) f
1

2
3
4
5
6
7
8
||
||||
||||
|||| |||
|||| |||| |
|||| |
||||
2
4
5
8
11
6
4
2. Tabel Distribusi Frekuensi Berkelompok
Tabel distribusi frekuensi berkelompok diperlihatkan pada tabel di
bawah ini :

Panjang Benda
(dalam cm)
Titik
Tengah x
1

Turus Frekuensi
(f
1
)
71 80
81 90
91 100
101 110
111 120
121 130
75,5
85,5
95,5
105,5
115,5
125,5
||
||||
|||| |||| |||| |||| ||||
|||| |||| |||| |||| |||| |||| |||| |||| |||| ||
|||| |||| |||| |||
||||
2
4
25
47
18
4
a. Kelas
Data yang terdiri atas 100 nilai amatan pada tabel diatas
dikelompokkan menjadi enam kelas, yaitu kelas pertama 71 80,
kelas kedua 81 90, kelas ketiga 91 100 , Kelas keempat 101
110, Kelas kelima 111 120, dan kelas keenam 121 - 130
b. Batas Kelas
Batas kelas ditetapkan sebagai nilai-nilai ujung yang terdapat
pada sebuah kelas. Nilai ujung bawah suatu kelas disebut batas
bawah kelas dan nilai ujung atas kelas disebut batas atas kelas.
Misalkan kelas pertama 71 80, batas bawahnya 71 dan
batas atasnya 80
c. Tepi Kelas
Tepi bawah = batas bawah 0,5
Tepi atas = batas atas + 0,5
Tepi bawah sering disebut batas bawah nyata dan tepi atas
disebut batas atas nyata. Misalnya kelas pertama 71 80, tepi
bawahnya 70,5 dan tepi atasnya 80,5
d. Panjang Kelas / Lebar Kelas / Interval Kelas
Jika masing-masing kelas mempunyai panjang yang sama,
maka panjang kelas merupakan selisih antara tepi atas dengan
tepi bawah
Panjang Kelas = Tepi Atas Tepi Bawah
e. Titik Tengah Kelas
Titik tengah = (batas bawah + batas atas)

3. Menyusun Tabel Distribusi Frekuensi Berkelompok
Tabel distribusi frekuensi berkelompok dapat disusun melalui
langkah-langkah sebagai berikut :
Langkah 1.
Tentukan nilai rentang, yaitu
Langkah 2
Tentukan banyak kelas
Dengan k menyatakan banyak kelas dan n menyatakan ukuran data.
Langkah 3
Tentukan panjang atau interval kelas
2
1
R = x
max
- x
min

k = 1 + 3,3 log n
kelas banyak
rentang
kelas Panjang =
Langkah 4
Tetapkan kelas-kelasnya sehingga mencakup semua amatan
Langkah 5
Tentukan Frekuensi setiap kelasnya dengan menggunakan sistem
turus.

Contoh 2:
Suatu data diperoleh dari 40 kali pengukuran sebagai berikut :






Buatlah tabel distribusi frekuensi berkelompok untuk data tersebut!
157 149 125 144 132 156 164 138 144 152

148 136 147 140 158 146 165 154 119 163

176 138 126 168 135 140 153 135 147 142

173 146 162 145 135 142 150 150 145 128
Jawab :
Langkah 1
Rentang (range ) R = x
max
- x
min
= 176 119 = 57 mm
Langkah 2
Ukuran data n = 40, diperoleh
k = 1 + 3,3 log 40 6,286...
Banyak kelas dibulatkan ke atas menjadi k = 7 buah
Langkah 3

Panjang kelas dibulatkan ke atas menjadi 9
Langkah 4
Dengan panjang kelas 9 dan nilai statistik minimum ditetapkan
sebagai atas bawah
~
... 1428 , 8
7
57
kelas banyak
rentang
kelas Panjang = = = =
k
R
Diperoleh kelas-kelas dan titik-titik tengah kelas
sebagai berikut :
Kelas pertama 119 127 dengan titik tengah 123
Kelas kedua 128 136 dengan titik tengah 132
Kelas ketiga 137 145 dengan titik tengah 141
Kelas keempat 146 154 dengan titik tengah 150
Kelas kelima 155 163 dengan titik tengah 159
Kelas keenam 164 172 dengan titik tengah 168
Kelas ketujuh 173 181 dengan titik tengah 177
Perhatikan bahwa semua nilai amatan terdistribusikan atau tersebar
dalam kelas-kelas tersebut
Langkah 5
Tabel distribusi frekuensi berkelompok untuk data tersebut dapat
ditampilkan seperti pada tabel di bawah ini :

Hasil
Pengukuran
Titik tengah
x
1

Turus
Frekuensi
(f
1
)
119 127
128 136
137 145
146 154
155 -163
164 172
173 181
123
132
141
150
159
168
177
|||
|||| |
|||| ||||
|||| ||||
||||
||
||
3
6
10
11
5
3
2
4. Menyusun Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Ada dua macam tabel distribusi frekuensi kumulatif yang dikenal
yaitu :
a. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif kurang dari
Soal seperti contoh 2:
( ) s
k
f
Hasil pengukuran
(dalam mm)
Frekuensi kumulatif

127,5
136,5
145,5
154,5
163,5
172,5
181,5
3
9
19
30
35
38
40
( ) s
k
f
b. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif lebih dari ( ) >
k
f
Hasil pengukuran
(dalam mm)
Frekuensi
kumulatif
118,5
127,5
136,5
145,5
154,5
163,5
172,5
40
37
31
21
10
5
2
Selain frekuensi kumulatif, seringkali kita perlu menghitung
frekuensi kumulatif relatif, yaitu suatu nilai amatan yang
kurang dari atau lebih dari suatu batas nilai tertentu. Biasanya
dinyatakan dengan persen (%)
% 100
data ukuran
kumulatif frek.
relatif kumulatif Frek. =
LATIHAN
Berikut ini adalah data nilai ulangan bahasa Indonesia dari 40 orang siswa
kelas XI IPA
67 68 69 73 66 78 60 55 63 46
51 40 72 86 32 65 62 54 69 68
61 60 52 79 54 67 62 66 87 65
72 64 60 71 75 67 91 47 53 62
a. Buatlah statistik jajaran dari data itu, kemudian carilah statistik minimum,
statistik maksimum, serta nilai rentang R
b. Buatlah tabel distribusi jajaran dari data itu dengan ketentuan : banyak
kelas 7, lebar kelas 9, dan kelas pertama ditetapkan 30 38
c. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi berkelompok yang anda peroleh
pada soal b) diatas, buatlah tabel distribusi frekuensi kumulatif
i) kurang dari ii) lebih dari
d. Tentukan frekuensi kumulatif relatif kurang dari :
i) 56,5 ii) 74,5
e. Tentukan frekuensi kumulatif relatif lebih dari :
i) 47,5 ii) 83,5
E. HISTOGRAM DAN OGIF
1. Histogram dan Poligon Frekuensi
Sajian tabel distribusi frekuensi dengan menggunakan gambar
berbentuk persegi-persegi panjang yang saling berimpit disebut
histogram.


Selanjutnya apabila titik-titik tengah dari bagian sisi atas persegi
panjang pada histogram tersebut dihubungkan, maka diperoleh
diagram garis. Diagram garis yang dibentuk dengan cara seperti itu
disebut poligon frekuensi
2. Ogive
Kurva frekuensi kumulatif untuk tabel distribusi frekuensi kumulatif
kurang dari disebut ogive positif . Sedangkan kurva frekuensi kumulatif
untuk tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari disebut
ogive positif.
Hasil
pengukuran
(dalam mm)
Frekuensi
kumulatif
127,5
136,5
145,5
154,5
163,5
172,5
181,5
3
9
19
30
35
38
40
Hasil
pengukuran
(dalam mm)
Frekuensi
kumulatif
118,5
127,5
136,5
145,5
154,5
163,5
172,5
40
37
31
21
10
5
2
LATIHAN
Dari hasil pengukuran panjang terhadap 100 buah komponen mesin perkakas
diperoleh data yang telah disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut :
Panjang (cm) Frekuensi
1 10
11 20
21 30
31 40
41 50
51 60
2
4
25
47
17
5
a. Buatlah histogram dan poligon
frekuensinya!
b. Buatlah tabel distribusi frekuensi
kumulatif
(i) Kurang dari (ii) Lebih dari
c. Gambarlah poligon frekuensi
kumulatif :
(i) Kurang dari (ii) Lebih dari
d. Gambarlah kurva frekuensi
kumulatif:
(i) Kurang dari (ogive positif)
(ii) Lebih dari (ogive negatif)
III. UKURAN PEMUSATAN DATA
Mean (Rataan), Median (Nilai Tengah Data), dan Modus (Data
Yang Sering Muncul) memberikan gambaran pemusatan nilai-nilai
dari suatu kumpulan data yang telah diamati. Oleh karena itu, rataan,
median dan modus disebut sebagai ukuran pemusatan data atau ukuran
tendensi sentral.
A. MENENTUKAN RATAAN
1. Data Tunggal


diamati yang datum banyak
diamati yang datum nilai semua Jumlah
Rataan =
n
x x x x
x
n
+ + + +
=
...
3 2 1
) (x
Ket : (dibaca x bar) : rataan dari suatu data
n = banyak datum yang diamati, disebut ukuran data
Nilai datum yang ke-i
= x
=
i
x
Contoh :
Hitunglah rataan dari data 4, 5, 6, 7, 8, 10, 10, 10
Jawab :
Jumlah nilai datum dari data yang diamati adalah
= 4 + 5 + 6 + 7+ 8 + 10 + 10 + 10 = 60
Banyak nilai datum dari data yang diamati adalah n = 8
Rataan =
Jadi, rataan dari data itu adalah
5 , 7
8
60
= = x
5 , 7 = x
MENENTUKAN RATAAN HITUNG GABUNGAN
B A
B
B
A
A
AB
n n
x n x n
x
+
+
=
A kelompok data banyaknya
A kelompok hitung rataan
B dan A kelompok hitung rataan
=
=
=
A
A
AB
n
x
x
1. Rataan hitung nilai matematika dari 50 anak adalah 5,6. Ternyata 20 anak
yang pertama rataan hitungnya 5. Berapakah rataan hitung dari 30 anak yang
lain?
2. Umur rata-rata dari suatu kelompok terdiri dari guru dan karyawan adalah 41
tahun. Jika umur rata-rata para guru adalah 43 tahun. Umur rata-rata
karyawan adalah 34 tahun. Tentukan perbandingan banyaknya guru dan
karyawan.
2. Data Berkelompok
Rataan untuk data berkelompok dapat
ditentukan dengan rumus :


=
i
i i
f
x f
x
Keterangan : titik tengah interval
frekuensi kelas interval
=
i
x
=
i
f
Contoh :

Hasil
Pengukuran
(dlm mm)
Titik tengah Frekuensi
119 127
128 136
137 145
146 154
155 163
164 172
173 181
123
132
141
150
159
168
177
3
6
10
11
5
3
2
369
792
1.410
1.650
795
504
354
i
f
i
x i i
f x
40 = =

n f
i
874 . 5 =
i i
x f
Jawab :
Berdasarkan tabel diatas diperoleh dan

Jadi, rataan dari data itu adalah :

874 . 5 =
i i
x f 40 = =

n f
i
85 , 146
40
874 . 5
= =

i
i i
f
x f
x
Menghitung rataan data berkelompok dengan menggunakan rataan
sementara
= rataan
= rataan sementara
= frekuensi klos interval
( )
s
x


+ =
f
d f
x x
i i
s
x
s
x
i
f
s i i
x x d =
Hasil Pengukuran
(dlm mm)
Titik tengah Frekuensi
119 127
128 136
137 145
123
132
141
-27
-18
-9
3
6
10
-81
-108
-90
146 154 150 0 11 0
155 163
164 172
173 181
159
168
177
9
18
27
5
3
2
45
54
54
i
f
i
x i i
d f
i
d
40
126
150

+ = x
15 , 3 150 =
40 = =

n f
i
126 =
i i
d f
85 , 146 =
B. MENENTUKAN MODUS
1. Data Tunggal
Modus ditentukan sebagai nilai datum yang paling sering muncul
atau nilai datum yang mempunyai frekuensi terbesar.
Contoh :
a. Suatu data 3, 4, 4, 5, 5, 6, 6, 6, 7, 7 mempunyai modus 6
Sebab nilai datum 6 paling sering muncul, yaitu sebanyak 3
kali.
b. Suatu data 4, 5, 6, 7, 7, 8, 8, 9, 10 mempunyai modus 7 dan 8
Sebab nilai datum 7 dan 8 secara bersamaan paling sering
muncul, yaitu sebanyak 2 kali.
c. Suatu data 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 13 tidak mempunyai modus
Sebab data ini tidak mempunyai nilai datum yang paling sering
muncul.
2. Data Berkelompok
p
d d
d
Tb
|
|
.
|

\
|
+
+ =
2 1
1
Modus
Keterangan :
Tb = tepi bawah frekuensi kelas modus
d
1
= selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya
d
2
= selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya,
p = panjang kelas modus
Nilai Frekuensi f
1
55 59
60 64
6
8
65 69 16
70 74
75 79
80 - 84
10
6
4
d
1
d
2
Kelas modus = 65 69
Tepi bawah = Tb = 64,5
Panjang = p = 69,5 64,5 = 5
d
1
= 16 8 = 8
d
2
= 16 10 = 6


Jadi, modusnya adalah
p
d d
d
Tb
|
|
.
|

\
|
+
+ =
2 1
1

Jadi, modus dari data di atas adalah 67,36
5
6 8
8
5 , 64
|
.
|

\
|
+
+ =
36 , 67 =
C. MENENTUKAN MEDIAN
1. Data Tunggal
a. Jika ukuran data n ganjil, maka Median =

b. Jika ukuran data n genap, maka Median =
2
1 + n
x
|
|
.
|

\
|
+
+1
2 2
2
1
n n
x x
Contoh :
Tentukan media dari setiap data berikut ini
1) 4, 5, 7, 9, 10 2) 12, 11, 7, 8, 6, 13, 9, 10
Jawab :
1) Nilai-nilai dalam data itu sudah terurut dengan ukuran data n = 5
(ganjil)
Median = Jadi median dari data itu adalah x
3
= 7


Dalam bentuk bagan

7
3
2
1
= =
+
x x
n
x
1
x
3
x
4
x
2
x
5

Datum yang di tengah, median = x
3
= 7

4 5 7 9 10
2) Nilai-nilai dalam data itu belum terurut. Oleh karena itu, data
tersebut harus diurutkan terlebih dahulu . Ukuran data itu n = 8
(genap)

6 7 8 9 10 11 12 13
x
1
x
3
x
4
x
2
x
5
x
6
x
8
x
7
Median =
( ) 5 , 9 ) 10 9 (
2
1
2
1
5 4
= + = + x x
Median =

Jadi median dari data itu adalah 9,5
|
|
.
|

\
|
+
+1
2
8
2
8
2
1
x x ( )
5 4
2
1
x x + = 5 , 9 ) 10 9 (
2
1
= + =
2. Data Berkelompok

Median =

Keterangan :
Tb = Tepi bawah kelas median
N = Ukuran data (jumlah frekuensi)
F = Frekuensi pada interval kelas median
f = Frekuensi kumulatif sebelum kelas median
f
F N
Tb

+
2
1
Interval Frekuensi Frekuensi kumulatif
21 5
26 30
31 35
36 40
41 45
46 50
3
9
4
10
3
11
3
12
13
26
29
40
40
Contoh :
Hitunglah median pada distribusi frekuensi dalam tabel di bawah ini
Interval kelas median terletak pada 36 40
n = 40, Tb = 35,5, f = 10, F = 16 dan p = 5
10
16 40
2
1
5 , 35 Median

+ =
10
20
5 , 35 + =
2 5 , 35 + = 5 , 37 =
LATIHAN
Tabel berikut menampilkan presentase penduduk berumur
23 tahun ke atas yang bekerja menurut jam kerja selama
seminggu.
Jam Kerja Presentase
0 9
10 19
20 29
30 39
40 49
50 59
60 69
2
6
22
27
23
14
5
Carilah Mean, Median dan Modus dari tabel diatas
IV. UKURAN LETAK DATA
Ada dua macam ukuran letak data yang akan dibahas, yaitu kuartil dan
desil.
A. MENENTUKAN KUARTIL
1. Data Tunggal (Ukuran data n > 4)
a. Kuartil Pertama (Q
1
) mempartisi data menjadi bagian dan
bagian
b. Kuartil Kedua (Q
2
) mempartisi data menjadi bagian.
Dari sini tampak bahwa Q
2
tidak lain adalah median
c. Kuartil Ketiga (Q
3
) mempartisi data menjadi bagian dan
bagian.
Untuk menentukan kuartil tersebut dapat dilihat dari bagan
4
2
n data
n data
4
2
n data
x
1
Q
1
Kuartil I
Q
3
Kuartil III
Q
2
Kuartil II
x
n
Nilai data
telah
diurutkan
Langkah langkah mencari kuartil :
a. Tentukan median (Q
2
)
b. Kuartil Pertama (Q
1
) ditentukan
sebagai median semua datum
yang kurang dari Q
2
c. Kuartil Ketiga (Q
3
) ditentukan
sebagai median semua datum
yang lebih dari Q
2
Contoh :
Tentukan kuartil pertama, kuartil kedua dan kuartil ketiga untuk tiap
data berikut:
1) 1, 3, 6, 9, 14, 18, 21
2) 3, 4, 7, 8, 7, 4, 8, 4, 9, 10, 8, 3, 5, 12
Jawab :
1) Nilai-nilai dalam data sesudah diurutkan
x
1
x
3
x
4
x
2
x
5
x
6
x
7
Q
3
Q
1
Q
2
Ukuran data n = 7 (ganjil), sehingga kuartil kedua
Kuartil pertama
Kuartil ketiga
Jadi
9
4
2
1 7 2
= = =
+
x x Q
3
2 1
= = x Q
18
6 3
= = x Q
18 dan , 9 , 3
3 2 1
= = = Q Q Q
1 3 6 9 14 18 21
2) Nilai-nilai dalam data diurutkan terlebih dahulu
x
1
x
3
x
4
x
2
x
5
x
6
x
7
x
8
x
10
x
11
x
9
x
12
x
13
x
14
Q
3
Q
1
Q
2
Ukuran data n = 14 (genap), sehingga kuartil kedua



Kuartil pertama

Kuartil ketiga

Jadi
( ) 7 ) 7 7 (
2
1
2
1
2
1
8 7
1
2
14
2
14 2
= + = + =
|
|
.
|

\
|
+ =
+
x x x x Q
4
4 1
= = x Q
8
11 3
= = x Q
8 dan , 7 , 4
3 2 1
= = = Q Q Q
3 3 4 4 4 5 7 7 8 8 8 9 10 12
Statistik lima serangkai



Q
2
Q
1
Q
3
x
min
x
max
Kelima buah nilai statistik ini disebut sebagai statistik lima-
serangkai. Statistik lima serangkai biasanya
ditampilkan dalam bentuk bagan seperti di atas.

Contoh :
Dari soal no 1) (slide sebelumnya) yaitu
didapat
Maka statistik lima serangkai disajika dalam bentuk bagan :
18 dan , 9 , 3
3 2 1
= = = Q Q Q
1, 3, 6, 9, 14, 18, 21
9
3 18
1 21
2. Data Berkelompok
Nilai Q1, Q2 (median), dan Q3 dari data berkelompok dapat
ditentukan dengan rumus berikut ini :
Kuartil Pertama
p
f
F n
Tb Q
|
|
|
|
.
|

\
|

+ =
4
1

1
Dengan :
Tb = tepi bawah kelas yang memuat kuartil pertama
F = jumlah frekuensi sebelum kuartil pertama
f = frekuensi kelas yang memuat kuartil pertama
p
f
F n
Tb Q
|
|
|
|
.
|

\
|

+ =
2
1

2
Dengan :
Tb = tepi bawah kelas yang memuat kuartil kedua
F = jumlah frekuensi sebelum kuartil kedua
f = frekuensi kelas yang memuat kuartil kedua
Median atau kuartil kedua
Kuartil ketiga
p
f
F n
Tb Q
|
|
|
|
.
|

\
|

+ =
4
3

3
Dengan :
Tb = tepi bawah kelas yang memuat kuartil ketiga
F = jumlah frekuensi sebelum kuartil ketiga
f = frekuensi kelas yang memuat kuartil ktiga
Interval Frekuensi Frekuensi kumulatif
21 5
26 30
31 35
36 40
41 45
46 50
3
9
4
10
3
11
3
12
13
26
29
40
40
Carilah kuartil pertama, kuartil kedua dan kuartil ketiga
( ) ; 10 40
4
1
4
1
= = n
a. Menentukan kuartil pertama
Interval Kelas kuartil pertama 26 30, Tb = 25,5
F = 3, f = 9 dan p = 5
5
9
3 40
4
1
5 , 25
1

|
|
|
|
.
|

\
|

+ = Q
39 , 29
9
35
5 , 25 = + =
( ) ; 20 40
2
1
2
1
= = n
b. Menentukan kuartil kedua
Interval Kelas kuartil kedua 36 40, Tb = 35,5
F = 16, f = 10 dan p = 5
5
10
16 40
2
1
5 , 35
2

|
|
|
|
.
|

\
|

+ = Q
5 , 37
10
20
5 , 35 = + =
( ) ; 30 40
4
3
4
3
= = n
c. Menentukan kuartil ketiga
Interval Kelas kuartil kedua 46 50, Tb = 45,5
5
11
29 40
4
3
5 , 45
3

|
|
|
|
.
|

\
|

+ = Q
95 , 45
11
5
5 , 45 = + =
F = 29, f = 11 dan p = 5
B. MENENTUKAN DESIL
1. Data Tunggal

n
10
1
x
1
D
1
Desil
pertama
x
n
Nilai data
telah
diurutkan
D
2
D
5
D
6
D
7
D
8
D
9
D
3
D
4
n
10
5
n
10
7
n
10
9
Jika suatu data telah dinyatakan dalam bentuk statistik jajaran, maka
desil ke-i ditetapkan terletak pada nilai urutan yang ke
10
) 1 ( + n i
Dengan i = 1, 2, 3, ..., 7, 8, 9 dan n adalah ukuran data.
Jika nilai urutan yang diperoleh bukan bilangan asli, maka
untuk menghitung desil diperlukan pendekatan interpolasi linear.
Jika desil terletak pada nilai urutan antara k dan k + 1 dan d
adalah bagian desimal dari nilai urutan tersebut maka nilai desilnya
adalah :
Perhatikan ukuran data (n) = 15
Desil kelima D
5
terletak pada nilai urutan yang ke
Oleh karena nilai urutan untuk D
5
adalah 8 merupakan bilangan asli,
maka D
5
tidak perlu interpolasi.
D
5
= x
8
= 3,7
Jadi desil kelima D
5
= 3,7
8
10
) 1 5 ( 5
=
+
x
1
x
3
x
4
x
2
x
5
x
6
x
7
x
8
x
10
x
11
x
9
x
12
x
13
x
14
x
15
Contoh :
( )
k k k k
x x d x D + =
+1
2,1 2,4 2,5 2,7 2,9 3,4 3,5 3,7 4,0 4,3 4,7 4,8 5,1 5,3 5,7

2. Data Berkelompok
p
f
F n
Tb D
i

|
|
|
|
.
|

\
|

+ =
10
1
Dengan :
i = 1,2,3, ..., 9
Di = desil ke-i
Tb = tepi bawah kelas yang memuat desil ke-i
F = jumlah frekuensi sebelum kelas desil ke-i
f = frekuensi kelas yang memuat desil ke-i
n = ukuran data
P = panjang kelas
Contoh :
Tinggi badan
(dalam cm)
Frekuensi
f
150 154
155 159
160 164
165 169
170 174
6
19
40
27
8
Desil keempat
Tb = 159,5; F = 25; f = 40 dan p = 5
375 , 161 5
40
25 40
5 , 159
4
=
|
.
|

\
|

+ = D
; 40 ) 100 (
10
4
10
4
= = n
( )
1 3
2
1
2
1
Q Q H Q
d
= =
) (
2
1
1
2
1
1
1 3
Q Q H L = =
V. UKURAN PENYEBARAN DATA
A. Rentang, Rentang Antarkuartil, Simpangan Kuartil, Langkah,
Pagar Dalam, dan Pagar Luar
1. Menentukan Rentang dan Jangkauan
R = x
max
x
min

2. Menentukan Rentang Antarkuartil / Jangkauan Antarkuartil /
Hamparan
H = Q
3
- Q
1
3. Menentukan Simpangan Kuartil / Rentang Semi Antarkuartil


4. Menentukan Langkah


5. Menentukan Pagar Dalam dan Pagar Luar
Pagar dalam = Q
1
L
dan
Pagar Luar = Q
3
+ L
Pagar dalam dan pagar luar tersebut digunakan sebagai batas penentu normal atau
tidaknya nilai data. Normal atau tidaknya nilai data itu ditetapkan sebagai berikut :

1. Untuk setiap data x
i
yang terletak di antara batas pagar dalam dan pagar luar
disebut data normal

2. Untuk setiap x
i
yang kurang dari pagar dalam atau lebih dari
pagar luar disebut data tak normal atau pencilan
( ) L Q x L Q
i
+ s s
3 1
( ) L Q x
i
<
1
( ) L Q x
i
+ >
3
Q
1
Q
3
Q
2
x
min
x
max
Simpangan
kuartil
Hamparan
Langkah
Rentang
Pagar
Dalam
Pagar
Luar
Data Tak
Normal
Data Tak
Normal
Data
Normal
Ada beberapa kemungkinan penyeban munculnya data pencilan dalam suatu data,
diantaranya adalah :
1. Terjadinya kesalahan ketika mencatat nilai data
2. Terjadinya kesalahan ketika melakukan pengukuran, kesalahan ketika membaca alat
ukur, atau kesalahan ketika menggunakan alat ukur.
3. Bukan salah catat dan bukan salah ukur, tetapi data itu memang diperoleh dari objek
yang aneh (anomali) atau menyimpang. Data demikian disebut sebagai data yang
berbeda asal.

Nilai-nilai statistik: rentang, rentang antarkuartil, simpangan kuartil, langkah, pagar
dalam, serta pagar luar lebih mudah ditentukan apabila suatu data telah disajikan
dengan menggunakan statistik lima serangkai dalam bentuk bagan
Q
2
= 6,25
Q
1
= 5,9 Q
3
= 6,7
x
min
= 5,4 x
max
= 7,2
Contoh :
Diketahui
Statistik lima serangkai
Tentukan :
a. Rentangnya
b. Rentang antarkuartilnya
c. Rentang semi-antarkuartil atau simpangan
kuartilnya
d. Langkah, pagar-dalam, pagar-luar
e. Apabila seseorang mengukur berat bola logam pada
contoh tersebut dan ia elaporkan bahwa berat bola
logam itu 3,5 kg dan 8,1 kg, apakah kedua nilai
datum ini konsisten dalam data yang diperoleh
terdahulu?

Jawab :
a. Rentang R = x
max
x
min
= 7,2 5,4 = 1,8
b. Rentang antarkuartil atau hamparan H =Q
3
Q
1
= 6,7 5,9 = 0,8
c. Rentang semi-antarkuartil atau simpangan kuartil
d. Langkah

Pagar dalam =

Pagar Luar =
e. Karena 3,5 < pagar dalam , dan 8,1 > pagar luar. Maka kedua data tersebut
adalah pencilan
4 , 0 ) 8 , 0 (
2
1
2
1
= = = H Q
d
2 , 1 ) 8 , 0 (
2
1
1
2
1
1 = = = H L
7 , 4 2 , 1 9 , 5
1
= = L Q
7 , 4 2 , 1 7 , 6
3
= = +L Q
VI. SIMPANGAN
A. DATA TUNGGAL
1. Simpangan Rata-rata



2. Ragam (Varians)



3. Simpangan Baku (S)



Keterangan : x
i
= data ke-i
= rataan
n = banyak data
n
x xi
S
r


=
( )
n
x x
R
i

=
2
( )
n
x x
S
i

=
2
x
Contoh :
Diketahui data 3, 2, 1, 2. 2, 1, 4, 5
Tentukan Simpangan rata-rata, Ragam dan Simpangan baku
Jawab :


Simpangan rata-rata :




Ragam :




Simpangan Baku :



5 , 2
8
20
8
5 4 1 2 2 1 2 3
= =
+ + + + + + +
= x
8
5 , 2 5 5 , 2 4 5 , 2 1 5 , 2 2 5 , 2 2 5 , 2 1 5 , 2 2 5 , 2 3 + + + + + + +
= Sr
125 , 1 =
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
8
5 , 2 5 5 , 2 4 5 , 2 1 5 , 2 2 5 , 2 2 5 , 2 1 5 , 2 2 5 , 2 3
2 2 2 2 2 2 2 2
+ + + + + + +
= Sr
323 , 1 75 , 1
8
14
8
25 , 6 25 , 2 25 , 2 25 , 0 25 , 0 25 , 2 25 , 0 25 , 0
= = =
+ + + + + + +
=
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
8
5 , 2 5 5 , 2 4 5 , 2 1 5 , 2 2 5 , 2 2 5 , 2 1 5 , 2 2 5 , 2 3
2 2 2 2 2 2 2 2
+ + + + + + +
= S
75 , 1
8
14
8
25 , 6 25 , 2 25 , 2 25 , 0 25 , 0 25 , 2 25 , 0 25 , 0
= =
+ + + + + + +
=
B. DATA BERKELOMPOK

1. Simpangan Rata-rata



2. Ragam (Variansi)



3. Simpangan Baku


=
i
i
r
f
x xi f
S
( )


=
i
i i
f
x x f
R
2
( )


=
i
i i
f
x x f
S
2
Keterangan : x
i
= data ke-i
= rataan
n = banyak data
f
i
= frekuensi

x
Contoh:
Diketahui data pada tabel di bawah ini
Interval Frekuensi
21 25
26 30
31 35
36 40
41 45
46 50
2
8
9
6
3
2
Hitunglah: a. Simpangan rata-rata
b. Ragam
c. Simpangan Baku
Interval f
i
x
i
f
i .
x
i
21 25
26 30
31 35
36 40
41 45
46 50
2
8
9
6
3
2
23
28
33
38
43
48
46
224
297
228
129
96
-11
-6
-1
4
9
14
11
6
1
4
9
14
121
36
1
16
81
196
22
48
9
24
27
28
242
288
9
96
243
392
Jumlah 30 1020 451 158 1270
x x
i
x x
i

( )
2
x x
i

x x f
i i

( )
2
x x f
i i

Rataan hitung data tersebut adalah

Jadi simpangan rata-rata tersebut adalah

Ragam

Simpangan baku
34
30
1020
= =

i
i i
f
f x
27 , 5
30
158
= =

i
i i
f
x x f
Sr
( )
33 , 42
30
1270
2
= =

i
i i
f
x x f
R
( )
51 , 6 33 , 42
30
1270
2
= = =

i
i i
f
x x f
R
Jawab: