Anda di halaman 1dari 10

Deskripsi

Apakah perbedaan sistem pengapian konvensional dengan sistem pengapian elektronik? (TCI-k, TCI-i, TCI-h dan Pengapian Komputer) Perkembangan sistem pengapian menurut pengendali per ikan apin!a dapat digolongkan sebagai berikut" #$ %istem pengapian konvensional &$ %istem pengapian elektronik TCI-k (Transistori'ed Control Ignition ( kontak) )$ %istem pengapian elektronik TCI-i (Transistori'ed Control Ignition ( indukti*) +$ %istem pengapian elektronik TCI-h (Transistori'ed Control Ignition ( hall) ,$ %istem pengapian komputer$ %istem Pengapian Konvensional

Keterangan " #$ -aterai &$ Kun i kontak )$ Koil pengapian +$ Kontak pemutus dan kam ,$ Kondensator .$ Pengurut pengapian/distributor 0$ -usi Sistem Pengapian KonvensionalCiri- iri" 1 Pengendali saat pengapian menggunakan kontak pemutus 1 Pengaturan ma2u/mundurn!a saat pengapian menggunakan entri*ugal advan er dan va uum advan er 1 Pengurutan saat pengapian menggunakan distributor 1 Tidak dilengkapi sensor-sensor listrik Kelemahan sistem konvensional " #$ 3rekuensi pemutusan kontak pemutus tinggi Perbandingan motor + langkah ) silinder dengan . silinder pada putaran ,444 rpm$

&$ 5asalah kontak pemutus Keausan dapat ter2adi pada " #$ tumit ebonit dan/atau nok &$ permukaan kontak )$ bushing poros penggerak %udut d6ell men2adi bertambah besar, %aat pengapian 2adi terlambat bahkan kontak pemutus tidak dapat membuka lagi$ Arus !ang mengalir besar (7 Amper) --8 kemampuan besar--8 erosi bunga api pada kontak pemutus besar Arus ke il (& Amper) --8 erosi akibat lon atan bunga api ke il --8 da!a pengapian kurang$ -atas arus primer pengapian konvensioanal tidak boleh lebih dari + amper$ Kekuatan pegas Pegas !ang kuat --8Tuas ebonit epat aus, timbul pantulan (prellung) pada kontak pemutus, --8 memper epat bantalan poros distribusi aus, saat pengapian silinder satu dengan lainn!a berubahubah Pegas !ang lemah --8 Pada putaran tinggi kontak pemutus mela!ang, sehingga akan selalu membuka$ Perbaikan dengan mengganti kontak pemutus dengan transistor/elektronik$

Dengan pengapian elektronik diharapkan %aat pengapian stabil %udut d6ell bisa diatur sampai 74 9 Transistor mampu dialiri arus !ang besar (: 7 ampere) kemampuan tinggi Tidak terdapat pentalan Interval pera6atan ukup lama

;ambar %istem Pengapian <lektronik Pada sistem pengapian elektronik pengendalian saat pegapian dilakukan dengan transistor, sehingga arus pada rangkaian primer bisa lebih tinggi dan da!a pengapian 2adi lebih besar$ Pada pengapian elektronik TCI-I dan TCI-=, <C> memiliki *ungsi-*ungsi tambahan " 1 ?egulasi sudut d6ell minimum dan maksimum, pada putaran rendah agar koil tidak panas (arus primer diregulasi mengalir tidak terlalu lama), sebalikn!a pada putaran mesin tinggi agar da!a per ikan busi tetap tinggi@sehingga pembakaran sempurna (: #79 s/d 749)$ 1 Pembatas arus primer, sehingga arus primer maksimal selalu tetap (: 7A)$ 1 Pemutus arus primer, atas dasar 2umlah pulsa !ang dikirim pengirim sin!al, apabila kurang dari #4 pulsa/menit maka pemutus arus akan memberi in*ormasi kepada penguat sehingga darlington akan memutus arus primer$ 1 Pembatas putaran maksimal, pada saat motor berputar sudah men apai maksimum (.&44 rpm) maka pembatas putaran memberitahu kepada penguat supa!a darlington tidak memutus arus primer lagi sehingga tidak ter2adi induksi tegangan tinggi pada koil$ Pengapian elektronik TCI-k

Pada sistem ini rangkaian primern!a dikendalikan transistor, sin!al pengendali transistor dengan kontak pemutus !ang daliri arus ke il (kontakn!a lebih a6et), arus primer koil bisa lebih tinggi sehingga da!a pengapian 2uga lebih tinggi$ Kelemahan !ang masih ada " 1 Keausan ebonit dan am 1 D6ell tetap 1 Pengaturan saat pengapian masih konvensional dengan Centri*ugal Advan er dan Aa uum Advan er Pengapian elektronik TCI- i

Pengapian TCI-i pengendali primern!a menggunakan transistor da!a lebih besar karena arus lebih besar, sin!al pengendali berupa induksi dari sebuah pulser berupa sin!al sinus$ Karena sudah tidak ada pegas penekan poros, maka bushing poros distributor akan lebih a6et$ %udut d6ell sudah dapat diatur se ara elektronis$ Kelemahan !ang masih ada " 1 Pengaturan saat pengapian masih konvensional dengan Centri*ugal Advan er dan Aa uum Advan er Pengapian elektronik TCI-h

Pengapian TCI-h hampir sama dengan TCI-i, perbedaann!a pada sin!al pengendali !ang berupa sin!al dari hall generator !ang berupa sin!al kotak$ Kelemahan !ang masih ada " 1 Pengaturan saat pengapian masih konvensional dengan Centri*ugal Advan er dan Aa uum Advan er %istem Pengapian komputer Ada ) ma am sistem pengapian komputer, !aitu"

1 %istem pengapian komputer dengan distributor 1 %istem pengapian komputer tanpa distributor / DBI (Distributorless Ignition %!stem)$ 1 %istem pengapian komputer langsung / DI% (Dire t Ignition %!stem) Pada pengapian komputer, DBI dan DI% pema2uan saat pengapian berdasarkan putaran engine dengan sensor rpm (Ce/CKP) dan pen!esuaian terhadap beban kendaraan dengan TP% (Trotle Position %ensor) atau 5AP/PI5 (5ani*old Absolute Pressure) -lok diagram dari pengapian elektronik sebagai berikut"

%in!al Ce (gigi-gigi !ang ban!ak) digunakan sebagai sensor putaran mesin$ Ketika mun ul sin!al ;# digunakan untuk menentukan saat pengapian, <C> akan mengeluarkan sin!al I;T sebagai pemi u igniter$ Dari kombinasi Ce sin!al dan ; sin!al <C> mengetahui silinder mana !ang sedang langkah kompresi sehingga I;T dikeluarkan ke igniter !ang silindern!a sedang akhir langkah kompresi$ Ada pula sistem !ang menggunakan satu buah sensor untuk menentukan kompresi silinder # sebagai berikut"

Penentuan top silindern!a dengan re*erensi setelah sin!al !ang pan2ang adalah posisi top silinder #$ %elan2utn!a dengan menghitung 2umlah gigi akan dapat digunakan untuk menentukan pengapian silinder lainn!a sesuai urutan pengapian / *iring order (3D)$ Kondisi lain !ang dipertimbangkan sebagai koreksi dari saat pengapian, seperti " kondisi start, kondisi temperatur engine dingin, kondisi temperatur engine panas dan ketika ada detonasi Pengoptimalan dera2at pengapian sudah dilakukan se ara presisi dengan elektronis/pemrograman sehingga lebih optimal dan memperoleh ban!ak keuntungan$

;ambar sistem pengapian komputer dengan distributor (DI%) Keterangan " #$ koil dengan igniter &$ distributor tegangan tinggi )$ busi +$ <C> ,$ sensor temperatur .$ knok sensor 0$ sensor rpm dan sensor top silinder # 7$ gigi-gigi untuk sensor E$ throtle position sensor (TP%) #4$ -aterai ##$ kun i kontak

;ambar sistem pengapian komputer tanpa distributor Keterangan " #$ busi &$ koil individual )$ throtle position sensor (TP%) +$ <C> ,$ sensor temperatur .$ knok sensor 0$ sensor rpm dan sensor top silinder # 7$ gigi-gigi untuk sensor E$ baterai #4$ kun i kontak Ditin2au dari pela!anan pengapian oleh koil dapat dibedakan sistem pengapian individual dan sistem pengapian grup

-eban mesin diba a dengan menggunakan TP%(Trotle Position %ensor) atau 5AP (5ani*old Absolute Pressure) !ang sin!aln!a berupa tegangan analog$ 5AP sensor terbuat dari Pie'o ?esistive, ber*ungsi untuk mengetahui tekanan udara masuk !ang akan mener2emahkan beban kendaraan$

;ambar bagian-bagian 5AP sensor

Keterangan" #,) F Konektor , F ;elas Isolator & F Aa um re*erensi . F ?umah Aa um + F %ili on Chip >kur 0 F Input Aa um Kondisi-kondisi ker2a tertentu digunakan untuk mengoreksi saat pengapian !ang tepat selama mesin beroperasi, diantaran!a " Kondisi start, kondisi temperatur engine dingin, kondisi temperatur engine panas dan ketika ada detonasi$ Kondisi startPada kondisi ini putaran engine rendah :)44 rpm, maka temperatur hasil kompresi masih rendah$ >ntuk mengatasi hal tersebut maka saat pengapian dibuat pada Titik 5ati Atas (4GP<), Tu2uan dari penentuan saat pengapian tersebut adalah supa!a temperatur akhir kompresi tinggi, putaran lebih ringan dan tidak timbul detonasi$ %ensor start meman*aatkan sin!al dari kun i kontak terminal ,4/%T !ang dimasukkan kedalam <C>$ -esar tegangan !ang dimasukkan ke <C> dirubah men2adi , volt oleh sebuah DC-DC onverter Kondisi temperatur mesin dingin (t < 30 C)Pada kondisi temperatur mesin !ang masih dingin pembakaran ampuran bahan bakar dan udara memerlukan 6aktu lebih lama$ Pada kondisi ini bahan bakar dikondisikan lebih ban!ak karena untuk mengimbangi ter2adin!a pengembunan kembali bahan bakar !ang sudah dikabutkan dan agar ampuran !ang terbentuk dalam keadaan mudah terbakar$ %aat ini pengapian dima2ukan :,GP< sebelum T5A dari kondisi normal (tabel dasar)$ Kondisi temperatur engine panas (t !0 C)Pada kondisi ini 6aktu pemkaran relati* lebih pendek dari kondisi normal, karena temperatur sudah panas, maka pengapian dimundurkan :,GP< sebelum T5A dari kondisi normal (tabel dasar)$ %ensor temperatur menggunakan bahan thermistor, merupakan bahan solid-state variable resistor terbuat dari semi ondu tor$ CTC (Cegative Temperature Coe**i ient)$ %ensor ini nilai tahanann!a akan berkurang bila temperatur naik (nilai tahanan berbanding terbalik terhadap temperatur)$ <CT terletak pada blok engine dekat dengan selang menu2u radiator, sensor ini memba a temperatur air pendingin pada engine$

Pada temperatur 4HC CTC mempun!ai tahanan : , K , dan pada temperatur 74HC tahanan : &,4 $ Kondisi saat ter2adi kno king/ detonasi Ketika ter2adi detonasi saat sensor ko kingakan memberi in*ormasi menu2u <C> dan saat pengapian akan dimundurkan beberapa dera2at sampai tidak terdapat detonasi lagi dan di2eda sebelum kembali ke saat pengapian !ang semestin!a$ %ensor kno king terbuat dari bahan Pie'o erami , terletak sensor kno king pada blok engine$ %ensor ini ber*ungsi untuk mendeteksi ter2adin!a detonasi pada engine dan in*ormasi ini diman*aatkan untuk merubah saat pengapian$

?e*erensi " #$ 5odul diklat mesin mobil PPPPTK -D< ( A<DC 5alang

&$ To!ota 5aterial Training )$ -D%C= Automotive =and -ook Diposkan oleh %lamet %eti!ono di #)$4&