Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu sarana strategis bagi peningkatan mutu sumber daya manusia, oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu tolok ukur bagi tingkat kemajuan suatu bangsa. Atas dasar itu pula, upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan akan senantiasa dilakukan. Pendidikan merupakan ujung tombak pembangunan nasional, karena

didalamnya ada proses pembinaan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Untuk itu segala upaya positi senantiasa harus terus dilakukan dalam proses pendidikan agar pembangunan nasional khususnya di bidang pendidikan dapat tercapai. Untuk merekayasa Sumber Daya Manusia berkualitas, yamg mampu bersanding bahkan bersaing dengan negara maju, diperlukan guru dan tenaga kependidikan pro esional yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. !uru dan tenaga kependidikan tersebut dibina, dikembangkan, dan diberikan penghargaan yang layak sesuai dengan tuntutan "isi, misi dan tugas yang diembannya. Salah satu masalah krusial yang dihadapi bangsa ini adalah rendahnya mutu pendidikan, yang bermuara pada lemahnya daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) dan rendahnya produkti itas manusia #ndonesia pada umumnya. $ualitas pendidikan #ndonesia yang oleh banyak kalangan masih dianggap rendah ini diperlihatkan dengan indikator Human Development Index (%D#) #ndonesia yang masih rendah pada tabel &.& di ba'ah ini (tahun ())* peringkat &&& dari &&+ negara dan tahun ()), peringkat &&) di ba'ah -ietnam dengan peringkat &).). /andingkan dengan negara 0ina yang &

memiliki peringkat &&& pada tahun &11, tetapi pada tahun ()), sudah mencapai peringkat .,, suatu kemajuan yang memiliki prestasi tersendiri. 2ebel &.& 3anking #ndonesia berdasarkan HDI dibandingkan beberapa negara tahun &11,, ())), ())4, ())*, dan ()),
5o & ( 4 * , 6 5egara 2hailand Malaysia Philipina Indonesia 0ina -ietnam &11, ,. ,1 &)) 104 &&& &() ())) Peringkat Pada 2ahun ())4 ())* +6 +* +6 6& ,. ,1 ++ ., .4 109 112 111 11 &)* 1* &). &)1 &&( ()), +4 6& .* 110 ., &).

Sumber : Kunandar 2007

7ika dibandingkan dengan kualitas sistem pendidikan dikaitkan dengan daya saing tenaga kerja pada &( negara Asia, peringkatnya sangat jauh dengan rasio 6,,1 menempati posisi akhir paling ba'ah, bahkan di ba'ah negara Malaysia dan -ietnam (tabel &.(). #ni menunjukkan bah'a kualitas tenaga kerja di #ndonesia tidak mampu bersaing di tingkat #nternasional khususnya di ka'asan Asia. 2ebel &.(. $ualitas Sistem Pendidikan Dikaitkan dengan Daya Saing Tenaga Kerja pada &( 5egara Asia
5o ... + . 1 &) && &( 5egara Malaysia %ongkong Philipina 2hailand -ietnam Indonesia Skor *,*& *,+( ,,*+ ,,16 6,(& 6 !9
Sumber : !"# dalam Kunandar 2007

Persoalan yang dihadapi sektor pendidikan amatlah kompleks, salah satunya adalah masalah yang berkaitan dengan aspek substansial seperti kelayakan mengajar dan sulitnya mengimplementasikan kurikulum yang memiliki basis kompetensi. 2abel &.4 tampak jelas pada semua jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA dan SM$)

persentase guru yang tidak layak mengajar masih cukup besar, terlebih pada jenjang Sekolah Dasar.
2ebel &.4 !uru menurut Kelayakan $engajar 2ahun ())(8())4
5o & ( 4 * 7enjang SD %umla& SMP %umla& "MA %umla& SM$ %umla& Pendidikan :ayak 2idak :ayak 2idak La#ak $idak :ayak 2idak 5egeri ,.*.41, ,,..6+, &.&*4.)+) ()(.+() &)...&& 4&&.,4& %&'(&9 (!'424 &((..)4 (+.16+ ().6+. *..6*, 9 *+,4 *,,( 1(,6 *4,* (4,4 66,+ (% 0 1! 4 ,4,* &1,) &*,) 44,) S'asta *&.4&, ,).,*( 1&..,+ 16.4., ,...4( &,,.(&+ 6&'0!1 40'260 &)+.4&& ,,.64& *4.(.4 1..1&* 9 4,4 *,& +,* (),+ &(,6 44,4 29 1 1& ! *6,6 4+,+ (1,4 6+,) 7umlah 6(,.+&) 6)1.(&+ &.(4*.1(+ (11.&), &6+.6*4 *66.+*. 1!4'4(0 &!'64% (4).&&* .4.,1. 64.16& &*+.,,1 9 ,),+ *1,4 &)) 6*,& 4,,1 &)) 6& 1 (2 9 &)) ,6,+ *4,4 &))

Sumber : 'alitbang Depdiknas dalam Kunandar 2007

Undang;undang no.() tahun ())4 tentang Sisdiknas /ab <# pasal 41 seperti yang dikuti A$S# (()),=&.) mende inisikan pendidikan dengan jelas. Ayat (&) > Pendidikan merupakan tenaga pro esional yang harus merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Ayat (() = 2enaga $ependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, penga'asan dan pelayan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. !uru merupakan salah satu aktor yang menentukan tingkat keberhasilan anak didik dalam melakukan proses pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi serta internalisasi etika dan moral. ?leh karenanya guru harus senantiasa belajar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dan keadaan @aman yang cepat berubah di berbagai bidang, menuntut sigapnya para guru untuk selalu mengikutinya. Sudah seharusnya guru mempunyai kegemaran membaca yang kuat

serta mengikuti in ormasi setiap saat. /aik melalui membaca buku, surat kabar, tele"isi, jelajah internet serta mengikuti berbagai seminar tentang pendidikan. 2enaga kependidikan terdiri dari = &) Pengelola satuan pendidikan (kepala sekolah), bertugas mengelola sekolah dengan memberdayakan sumber daya agar terjadi pembelajaran e ekti () Penilik8penga'as sekolah, bertugas melakukan super"ise terhadap kinerja sekolah dan pembelajaran serta dokumen penunjang. 4) 2ata usaha sekolah, melaksanakan administrasi sekolah dan pelayanan kepada pelanggan *) Pustaka'an, melaksanakan pelayanan penggunaan sumber belajar ,) :aboran, melaksanakan penggunaan laboratorium> dan 6) 2eknisi sumber belajar, melaksanakan pelayanan dan pemeliharaan peralatan, dan berbagai kategori;kategori yang nanti berkembang. Paradigma baru manajemen pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas secara e ekti dan e isien, perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini, pengembangan SDM merupakan proses peningkatan kemampuan manusia agar mampu melakukan pilihan;pilihan. Pengertian ini memusatkan perhatian pada pemerataan dalam peningkatan kemampuan manusia dan peman aatan kemampuan itu. 3umusan tersebut menunjukan bah'a pengembangan SDM tidak hanya sekedar meningkatkan kemampuan, akan tetapi juga menyangkut peman aatan kemampuan tersebut. $ompetensi merupakan sebuah per'ujudan atau aktualisasi potensi yang harus dikembangkan. Sebuah kenyataan yang harus dihadapi bah'a pengembangan pendidikan dengan segala konsep ino"asinya menuntut kompetensi yang tinggi dari para pengelola dan pelaksananya. !uru sebagai ujung tombak penyelenggara *

pendidikan merupakan komponen utama yang harus memiliki sejumlah kompetensi handal yang mampu melahirkan anak didik yang memiliki kecakapan hidup baik secara general maupun spe(i)i( (general li)e skills dan spe(i)i( li)e skills* . $ompetensi guru harus berkembang lebih maju dibandingkan dengan konsep;konsep pendidikan itu sendiri. Apalah artinya konsep, program, atau pendekatan yang digunakan dalam pendidikan apabila kompetensi guru tidak dikembangkan dan ditingkatkan. $arena hal itu akan mengakibatkan konsep dan program tersebut tidak akan mencapai keberhasilan yang optimal, bahkan cenderung hanya menumpang le'at begitu saja, padahal pemerintah dan para pakar pendidikan telah merancangnya sedemikian rupa dalam rangka peningkatan mutu. Upaya peningkatan mutu pendidikan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi membutuhkan kerja keras dari semua pihak, baik pemerintah, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Dalam hal ini, guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam me'ujudkan harapan tersebut. !uru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan di lapangan harus benar;benar pro esional dalam menjalankan tugasnya. !uru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. !uru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk me'ujudkan tujuan hidupnya secara optimal. $eyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal. Semua ini menujukan bah'a setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya, demikian halnya peserta didik> ketika orang tua menda tarkan anaknya ke sekolah pada saat itu juga menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal.

Minat, bakat, kemampuan, dan potensi;potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara indi"idual, karena antara satu peserta didik dengan yang lainnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. /etapa besar jasa guru dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan para peserta didik. Mereka memiliki peran dan ungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan 5egara, dan bangsa. %al itu menyadarkan kita bah'a upaya peningkatan kompetensi guru sungguh bukanlah hal yang mudah dilakukan. Padahal Undang;undang !uru dan Dosen 5o. &* 2ahun ()), mengamanatkan bah'a guru sebagai tenaga pro esional harus memiliki kompetensi yang memenuhi standar (teruji dan berserti ikat). /erkenaan dengan implementasi Undang;undang tersebut, Departemen Pendidikan 5asional sejak tahun ())+ telah melakukan ujian serti ikasi bagi para guru secara bertahap, diharapkan dalam kurun 'aktu &) tahun ke depan semua guru sudah mendapat serti ikasi kompetensi. Undang;undang 5o.&* tahun ()), tentang guru dan dosen dalam /A/ ### tentang Prinsip Pro esionalitas dikatakan = !uru 'ajib memiliki kuali ikasi akademik, kompetensi, serti ikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk me'ujudkan tujuan pendidikan nasional+ (Pasal %). $uali ikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal . diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat (Pasal 9) $ompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal . meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi pro esional yang diperoleh melalui pendidikan pro esi. *Pasal 10 +oint 1)' 6

Untuk meningkatkan kualitas guru, perlu dilakukan sistem pengujian terhadap kompetensi guru. Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah, beberapa daerah telah melakukan uji kompetensi guru. Mereka melakukannya terutama untuk mengetahui kemampuan guru di daerahnya, untuk kenaikan pangkat dan jabatan, serta untuk mengangkat kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Pemberdayaan pro esi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminati , dan berkelanjutan

dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik pro esi. Permasalahan yang dihadapi saat ini menyangkut kompetensi guru adalah masih rendahnya kompetensi yang dimiliki guru dalam melaksanakan proses pendidikan. $ekuatan untuk melakukan perilaku produkti dan e isien, tergantung pada kekuatan sebuah pengharapan dimana tindakan tersebut akan diikuti dengan pemberian out (ome dan ketertarikan out (ome tersebut kepada indi"idu yang akan melakukan tindakan. Dengan pemberian out (ome yang dapat memoti"asi seseorang untuk meningkatkan produkti"itasnya, sehingga dapat mengakibatkan kinerjanya meningkat. Aaktor pemuas atau moti"ator yang merupakan kondisi intrinsik yang dapat memoti"asi prestasi kerja seseorang. Aaktor; aktor seperti tantangan tugas,

penghargaan atas hasil kerja yang baik, peluang untuk mencapai kemajuan, pertumbuhan pribadi, dan pengembangan dapat memoti"asi perilaku. Menurut Mulyasa (()).=1), terdapat beberapa hal yang menyebabkan lemahnya kinerja guru, antara lan, rendahnya pemahaman tentang strategi pembelajaran, kurangnya kemahiran dalam mengelola kelas, rendahnya kemampuan melakukan dan meman aatkan penelitian tindakan kelas (0lassroom action research), rendahnya

moti"asi berprestasi, kurang disiplin, rendahnya komitmen pro esi, serta rendahnya kemampuan manajemen 'aktu. /elajar merupakan suatu kegiatan, dimana seseorang membuat atau

menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan. Dalam hal ini tingkah laku yang dimaksudkan adalah tingkah laku yang positi dalam hubungannya untuk mencapai kesempurnaan hidupnya

(Sunaryo dalam 3ianto dkk, &1.. = 4). /erdasarkan konsep belajar diatas maka peran guru ber ungsi sebagai Aasilitator, komunikator, Moti"ator dan B"aluator, yang digambarkan sebagai berikut = &) !uru ber ungsi sebagai asilitator berarti bah'a proses pembelajaran di kelas, guru bertindak sebagai pendamping nara sumber bagi sis'a dalam pembelajaran () !uru ber ungsi sebagai komunikator, berarti guru dalam melakukan proses belajar mengajar di kelas, guru bertindak sebagai penghubung interaksi pembelajaran antar sis'a. 4) !uru ber ungsi sebagai moti"ator, berarti bah'a dalam proses pembelajaran , guru selalu memberi moti"asi untuk lebih giat meningkatkan prestasi belajar. *) !uru ber ungsi sebagai e"aluator, berarti bah'a guru dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas, guru selalu menjalankan e"aluasi pada a'al dan akhir pembelajaran. Disamping keempat ungsi guru tersebut di atas, guru juga menjalankan tugas sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar, guru selalu menjalankan proses pembelajaran di kelas, sedangkan sebagai pendidik guru selalu mendidik sis'a baik

yang bermasalah maupun tidak bermasalah agar sikap dan tingkah lakunya dapat berubah sesuai harapan masyarakat, bangsa dan 5egara. Dalam pendidikan persekolahan perubahan perilaku akibat pembelajaran disebut dengan hasil belajar. 5etra (&1+6) mengemukakan prestasi belajar adalah kemampuan maksimal yang dicapai seseorang dalam suatu usaha yang menghasilkan pengetahuan atau nilai;nilai kecakapan. Dengan belajar seseorang memiliki sejumlah kemampuan, pengetahuan dan keterampilan tertentu dengan akti"itas yang dialaminya. /erkaitan dengan masalah ini 5urkancana (&1.6) mengatakan bah'a prestasi belajar diartikan sebagai hasil pengukuran serta dinyatakan dalam bentuk angka (skor) yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu. $ategori hasil belajar yang lainnya dikemukakan oleh !agne (&1+(= 66) yang meliputi lima hal, yaitu = in ormasi "erbal, keterampilan intelektual, strategi kogniti , sikap dan keterampilan motorik. Dalam perkembangan selanjutnya /loom, dkk (&1., = 6;+) mengelompokkan hasil belajar menjadi tiga, yaitu kogniti , a ekti , psikomotor. $etiga dominan inilah sekaligus menjadi tujuan belajar dan merupakan pedoman pada proses pendidikan dan kriteria untuk menge"aluasi keberhasilan belajar. /erdasarkan beberapa pendapat diatas, maka yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh seseorang dalam kegiatan belajar dalam kurun 'aktu tertentu yang dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai. Adapun hasil belajar dalam penelitian ini ditunjukan dengan 5ilai Ujian Akhir, yang dibatasi pada mata pelajaran !eogra i. Dalam sistem pendidikan 5asional dikenal tiga macam bentuk pendidikan yang dikembangkan masyarakat, yaitu = Pesantren, Sekolah dan Madrasah. Menurut sejarahnya, pendidikan di #ndonesia dia'ali dengan munculnya model pesantren yang 1

dikembangkan oleh masyarakat #slam dalam rangka untuk Dak'ah dan menanamkan nilai;nilai #slam di Masyarakat. Melalui pesantren ini dikembangkan ilmu;ilmu pengetahuan agama dan nilai;nilai keagamaan secara mendalam untuk mencetak ahli agama. Setelah penjajah /elanda datang ke #ndonesia, maka berkembang pendidikan model /arat dalam bentuk sekolah. Pendidikan model sekolah ini pada a'alnya

merupakan pendidikan agama, namun kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan umum yang secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pega'ai pemerintahan kolonial. Melihat kelebihan dan kekurangan dari kedua model pendidikan tersebut, dalam perkembangan berikutnya muncul sebuah gagasan dari masyarakat #slam untuk memadukan pendidikan model sekolah C yang dikembangkan /arat C dengan model pesantren C yang dikembangkan masyarakat #slam. Dari pemaduan ini lahirlah pendidikan model Madrasah. Dengan pendidikan madrasah tersebut diharapkan peserta didik memiliki pengetahuan umum yang seimbang dengan pendidikan sekolah, tetapi juga menguasai nilai;nilai agama yang sama dengan pendidikan pesantren. 7adi pendidikan madrasah bisa menjadi bentuk pendidikan alternati bagi masyarakat #slam, karena memadukan pengetahuan umum dan pengetahuan agama secara seimbang. Sekilas sejarah singkat Madrasah Aliyah 5egeri 0ililin Sebelum menjadi MA5 0ililin, sekolah ini a'alnya bernama P!A Muslimin, pada tahun &16+ P!A Muslimin berubah status menjadi negeri dengan nama P!A 5egeri 0ililin. Pada tahun &1+. terjadi perubahan status dari P!A 5egeri 0ililin menjadi Madrasah Aliyah 5egeri 0ililin sampai sekarang. Madrasah Aliyah 5egeri 0ililin ini merupakan Madrasah Aliyah 5egeri Pertama di $abupaten /andung dan $abupaten /andung /arat. Saat ini &)

Madrasah Aliyah 5egeri 0ililin membina lebih dari *) Madrasah Aliyah S'asta yang tergabung dalam kegiatan $elompok $erja Madrasah ($$MD )&) MA5 0#:#:#5 . Dari uraian tersebut diatas, penulis tertarik untuk meneliti dan mendalami tentang model pembelajaran di lingkungan Madrasah Aliyah dengan judul =E Pengar,h -o.+etensi /,r, /eogra0i terhada+ Hasil Bela1ar Peseta didik di Lingk,ngan Madrasah Ali#ah se2--M 01 3ililin -a4,+aten Band,ng Barat'5

B' Per,.,san Masalah

/erkaitan dengan identi ikasi masalah maka dirumuskan masalah yang dijadikan sebagai landasan penelitian lebih lanjut sebagai berikut = &. /agaimanakah kuali ikasi akademik guru !eogra i Madrasah Aliyah se;$$M )& 0ililin $ab./andung /arat F (. Sejauhmanakah pengaruh $ompetensi guru !eogra i terhadap hasil belajar sis'a Madrasah Aliyah se;$$M )& 0ililin $ab./andung /aratF

3' $,1,an Penelitian

Untuk mengidenti ikasi dan memberi gambaran yang kongkrit bagaimana pengaruh kompetensi guru geogra i dalam pembelajaran di Madrasah Aliyah se; $abupaten /andung /arat. $ondisi yang akan diteliti adalah kuali ikasi guru geogra i terhadap hasil belajar sis'a Madrasah Aliyah se;$$M )& 0ililin $ab./andung /arat.

&&

D' Man0aat Penelitian

Dengan penelitian ini diharapkan dapat diperoleh strategi pembelajaran yang e ekti dan e isien sehingga !uru !eogra i di :ingkungan Madrasah Aliyah memiliki kompetensi dan meningkatkan kreati itas guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Serta diharapkan dari hasil penelitian ini menjadi sumbangan bagi berbagai pihak = &. menjadi !uru, dengan penelitian ini akan menambah pengetahuan, serta bahan renungan (re leksi) dalam upaya memperbaiki

pro esionalisme dan kompetensi guru. (. Secara Praktis, menjadi re erensi yang dapat dipakai untuk

mengembangkan program;program pemberdayaan ke depan, baik yang dilaksanakan oleh M!MP, :P2$, :PMP, Dinas pendidikan, $ementrian Agama dan pihak;pihak terkait lainnya sebagai bahan pertimbangan dalam kebijakan kependidikan secara umum. 4. $epala Sekolah, dapat mengembangkan suasana kondusi bagi proses pembelajaran. *. /agi kegiatan penelitian, untuk menjadi in ormasi dan dasar pengembangan penelitian selanjutnya.

&(