Anda di halaman 1dari 36

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Suatu kehamilan biasanya ditandai dengan adanya riwayat telat haid dan disertai dengan keluhan mual dan muntah. Mual dan muntah dalam kehamilan, dikenal dengan nama morning sickness, dialami kira-kira oleh 80% wanita hamil. Mual dialami oleh lebih dari 50% wanita pada awal kehamilan dan muntah terjadi pada 50% hingga 90%. Mual dan muntah adalah gejala yang umum dan wajar terjadi pada usia kehamilan trimester . Mual biasanya terjadi pada pagi hari, akan tetapi dapat juga timbul setiap saat dan pada malam hari. !ejala-gejala ini biasanya terjadi " minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih #0 minggu. $erajat beratnya mual dan muntah yang berkelanjutan berkisar dari mual dan muntah yang terjadi pada kebanyakan kehamilan sampai dengan gangguan yang berat dimana keluhan mual dan muntah dirasakan semakin memburuk, menetap, hingga mengganggu akti%itas ibu sehari-hari. &eadaan inilah yang dikenal dengan hiperemesis gra%idarum. 'iperemesis gra%idarum adalah bentuk paling yang paling berat dari mual dan muntah dalam kehamilan.#,( 'iperemesis gra%idarum terjadi pada 0,)-(% dari seluruh kehamilan. 'iperemesis gra%idarum ditandai dengan gejala mual dan muntah persisten hingga menyebabkan penurunan berat badan hingga lebih dari 5% berat badan sebelum hamil dan mengganggu akti%itas. &eluhan gejala dan perubahan *isiologis menentukan berat ringannya penyakit. +enanganan hiperemesis gra%idarum didasarkan pada berat ringannya gejala dan ada tidaknya *aktor penyulit yang memperberat keluhan pasien. 'iperemesis gra%idarum tetap merupakan penyebab morbiditas yang serius dengan komplikasi seperti ense*alopati, ,edera eso*agus, pertumbuhan janin terganggu bahkan kematian.

1.2 Tujuan #. (. -ntuk mengetahui de*inisi hiperemesis gra%idarum -ntuk mengetahui etiologi hiperemesis gra%idarum

). .. 5. ". /.

-ntuk mengetahui pato*isiologi hiperemesis gra%idarum -ntuk mengetahui gejala dan tanda hiperemesis gra%idarum -ntuk mengetahui diagnosis hiperemesis gra%idarum -ntuk mengetahui pen,egahan hiperemesis gra%idarum -ntuk mengetahui penatalaksanaan hiperemesis gra%idarum

1.3 Manfaat $iharapkan kepada pemba,a terutama mahasiswi kebidanan untuk dapat mengerti dan memahami hiperemesis gra%idarum serta mengetahui tanda dan gejala sehingga dapat melakukan pen,egahan dan penatalaksanaan se,ara ,epat dan tepat.

BAB II LAPORAN KA U I!ent"ta# Pen!er"ta 0ama -mur 2enis &elamin +ekerjaan +endidikan 3gama 3lamat Suku 4anggal +eriksa 2.1 Ana$ne#"# #. &eluhan -tama 'arapan &ekhawatiran 1Muntah 1+asien berharap agar keluhannya bisa ,epat sembuh 16ila muntah semakin meningkat dan terus-terusan 1 0y. S 1 )) tahun 1 +erempuan 1 Swasta 1 S# 1 slam 1 2ln. 4irto 4aruno gg.5 no.", &e,. $au 1 2awa 1 . 5ktober (0#)

sehingga akan mengganggu kondisi janin dan pekerjaan sehari-harinya. (. 7iwayat +enyakit Sekarang1 +asien seorang perempuan berusia )) tahun datang ke !$ 7S -0 SM3 dengan keluhan mual muntah sejak bulan oktober (0#). 4iga hari yang lalu muntah merah kehitaman lebih dari ) kali dalam jumlah banyak %olume #8( - )8. gelas a9ua :((0ml;, sehari yang lalu muntah ke,oklatan sebanyak . kali dalam jumlah yang sama. $an sekarang tiap makan dan minum pasti muntah. +asien juga mengeluh nyeri ulu hati dan na*su makan semakin menurun. 6uang air ke,il normal sehari (-) kali, warna kuning jernih dalam jumlah normal. Sulit buang air besar, )-. hari sekali baru 636 dengan bentuk padat. ). 7iwayat +enyakit $ahulu1 7iwayat sakit serupa 7iwayat $M 1 disangkal 1 disangkal

7iwayat penyakit jantung 1 disangkal 7iwayat hipertensi 7iwayat alergi obat 7iwayat sakit typhoid 7iwayat sakit S& 7iwayat sakit gastritis 1 disangkal 1 ranitidin 1 positi* 1 positi* 1 positi* 1 disangkal

7iwayat alergi makanan 1 disangkal

.. 7iwayat +enyakit &eluarga 7iwayat keluarga dengan penyakit serupa 7iwayat hipertensi 7iwayat $M 7iwayat penyakit paru 7iwayat merokok 7iwayat olahraga keluarga ". 7iwayat Sosial <konomi1 Sumber penghasilan keluarga adalah dari pasien sendiri yang bekerja sebagai wiraswasta. /. 7iwayat !i=i1 +enderita makan sehari-hari biasanya ) kali dengan nasi sepiring, lauk pauk tahu, tempe, ayam, daging, sayur, buah jarang, minum susu jarang dan kopi jarang. Makan tidak teratur. 8. 7iwayat 'aid1 Menarche pada usia #) tahun dengan siklus haid yang teratur setiap (8 hari, dengan lama menstruasi ) - . hari, pasien tidak merasakan keluhan saat menstruasi. 'ari pertama haid terakhir :'+'4; 5 3gustus (0#) dan taksiran partus dikatakan tanggal #( Mei (0#.. 1 6apak 1 6apak 1 6apak 1 disangkal 1 jarang

7iwayat penyakit jantung 1 disangkal

5. 7iwayat &ebiasaan1 7iwayat minum alkohol 1 disangkal 7iwayat pengisian waktu luang 1 bersih-bersih di rumah bersama

9. 7iwayat &ehamilan1 'amil anak kedua. 3nak ke-# lahir normal ,ukup bulan, dibantu bidan #0. 7iwayat &ontrasepsi Suntik &6 tiga bulanan selama # tahun. Ana$ne#"# "#te$ #. &ulit (. &epala ). Mata .. 'idung 5. 4elinga ,airan :-8-; ". Mulut 8. +erna*asan 1 sariawan:-; 1 sesak na*as :-;* batuk :-; 1 nyeri dada :-;, berdebar-debar :-; 1 $ual %)(* $unta+ %)(, diare :-;, n,er" -erut %)( 1 63& lan,ar, warna dan jumlah dalam batas 1 kejang :-;, lumpuh :-; 1 emosi stabil, mudah marah :-; 1 kaku sendi :-;, nyeri tangan :-;, nyeri kaki :-;, 1 bengkak :-;, luka dan nyeri :-; 1 bengkak :-;, luka dan nyeri :-; 1 bengkak :-;, luka dan nyeri :-; /. 4enggorokan 1 sakit menelan:-;, serak :-;, #ul"t $enelan %)( 9. &ardio%askuler #0. !astrointestinal ##. !enitourinaria normal #(. 0eurologi #). +sikiatri #.. Muskuloskeletal #5. <stremitas 1 1 kulit gatal :-; 1 sakit kepala :-;, pusing :-;, rambut kepala tidak rontok, 1 pandangan mata berkunang-kunang %&'&(, penglihatan 1 tersumbat :-8-;, mimisan :-8-; 1 pendengaran berkurang:-8-;, berdengung :-8-;, keluar

luka pada kepala :-;, benjolan8borok di kepala :-; kabur :-8-;, ketajaman penglihatan dalam batas normal

nyeri otot :-;, lemas :-; 3tas sebelah kiri 3tas sebelah kanan 6awah sebelah kiri

6awah sebelah kanan 1 bengkak :-;, luka dan nyeri :-; 2.2 Pe$er"k#aan ."#"k #. &eadaan -mum 4ampak sakit sedang :lemas;, kesadaran ,ompos mentis :!>S <. ?5 M";

(. 4anda ?ital dan Status !i=i a. 4anda ?ital1 0adi +erna*asan Suhu 4ensi 66 46 M4 ). &ulit ikterik :-;, sianosis :-; .. &epala 4idak dilakukan 5. Mata sklera ikterik :-8-;, $ata /010ng %)')( ". 'idung 0a*as ,uping hidung :-8-;, sekret :-8-;, epistaksis :-8-;, de*ormitas hidung :-8-; /. Mulut 6ibir pu,at :-;, 2"2"r ker"ng %)(, lidah kotor :-;, l"!a+ ker"ng %)( 8. 4elinga 4idak dilakukan 9. 4enggorokan 4idak dilakukan #0. Beher 4rakea di tengah, pembesaran kelenjar tiroid :-;, pembesaran kelenjar lim*e :-;, lesi pada kulit :-; ##. 4horaks 1 .5 kg 1 #"5 ,m 1 66846 1 .58:#,"5;( A #",5) 1 #0( @8menit, reguler, isi ,ukup, simetris 11 )",80> 1 #008/0 mm'g

b. Status gi=i se,ara antropometri1

Status gi=i underweight

6entuk normal, simetris, perna*asan thora,oabdominal, retraksi sela iga :-8-;, spiderne%i :-;, sela iga melebar :-;, massa :-;,kelainan kulit :-;, nyeri :-; #(. >or1 nspeksi 1 i,tus ,ordis tidak tampak +alpasi +erkusi 1 i,tus ,ordis tidak kuat angkat 6atas kiri atas 6atas kanan atas 6atas kiri bawah ,la%i,ularis sinistra 6atas kanan bawah1 >S ? linea para sternalis dekstra 3uskultasi #). +ulmo1 nspeksi +alpasi +erkusi 3uskultasi whee=ing 1 bentuk normal, simetris 1 *remitus raba kiri sama dengan kanan 1 sonor8sonor 1 suara dasar %esikuler rhon,hi 1 bunyi jantung intensitas normal, regular, bising :-; Suara tambahan jantung 1 :-; 1 >S 1 >S 1 >S Binea para sternalis sinistra Binea para sternalis dekstra ? medial lineo media

#.. 3bdomen nspeksi +alpasi +erkusi 3uskultasi 1 datar8sejajar dinding dada, %enektasi :-;, massa :-;, bekas jahitan :-; 1 supel, n,er" e-"ga#tr"u$ %)(, hepar dan lien tdk teraba, 1 timpani seluruh lapangan perut 1 peristaltik :C; normal turgor baik, massa :-;, 0yeri tekan perut kanan bawah :-;.

#5. <kstremitas1 palmar eritema :-8-; 5edem 3kral $ingin -

#". Sistem genitalia 1 tidak dilakukan #/. +emeriksaan neurologik 4idak dilakukan #8. +emeriksaan psikiatrik 4idak dilakukan R"1a,at O2#tetr" !ll +#00# 3b000 &ehamilan ke-( 3nak pertama hidup 4idak pernah abortus 8 keguguran -sia &ehamilan 1 "-8 minggu

2.3 D"feren#"al D"agn0#"# #. $ispepsia (. -lkus peptikum ). !astritis 2.3 Pe$er"k#aan Penunjang 3 Okt02er 2413 #. $arah Bengkap1 a. Beukosit b. <ritrosit d. 'ematokrit e. 4rombosit *. +,t g. $i** 6aso*il <osino*il Bim*osit Monosit 0eutro*il 2.5 Re#u$e 1 1 0,) % 1 #,# % 1 #9," % 1 9,8 % 1 "9,( % :kesan turun; :&esan naik; 8,88 ribu8ul .,9( juta8ul .(,8 % (.( ribu8ul 0,(

,. 'emoglobin #.,5 g8dl

+asien perempuan, )) tahun datang ke !$ 7S -nisma pada tanggal . 5ktober (0#) dengan keluhan sejak bulan September (0#) mual, muntah. 4iga hari yang lalu muntah merah kehitaman, sehari yang lalu muntah ke,oklatan dan saat ini tiap makan dan minum pasti muntah, sulit menelan, na*su makan menurun, nyeri ulu hati, mata tampak ,owong, bibir kering, dan lidah kering, turgor kulit menurun, 63& lan,ar warna dan jumlah dalam batas normal, 636 ). hari sekali dengan konsistensi padat. +asien hamil anak kedua dengan usia kehamilan "-8 minggu. +ada pemeriksaan *isik didapatkan 0adi #0(@8menit, 4$ #008/0mm'g. nyeri tekan perut di epigastrium. 7iwayat sebelumnya pasien pernah sakit typhoid dan in*eksi saluran kemih setahun yang lalu. $idiagnosis !(+#00#3b000 -& "-8 minggu dengan 'iperemesis !ra%idarum grade #. 2.6 D"agn0#"# H0l"#t"k D"agn0#"# !ar" #eg" 2"0l0g"# !(+#00#3b000 -& "-8 minggu dengan 'iperemesis !ra%idarum !rade C Underweight D"agn0#"# !ar" #eg" -#"k0#0#"al +asien termasuk warga baru namun ,epat bersosial dan pasien merasa kurang puas terhadap lingkungan rumah pasien yang di depan rumahnya terdapat kandang sapi, serta sawah yang masih banyak tikusnya. Sehingga merasa takut akan kondisi kesehatan keluarganya. D"agn0#"# !ar" #eg" #0#"al &eluarga ini tidak mempunyai kedudukan sosial tertentu dalam masyarakat, hanya sebagai anggota masyarakat biasa. +asien banyak berakti%itas diluar sebagai pegawai resto dan pedagang. A#-ek Kl"n"# Underweight A#-ek Re#"k0 Internal 7 +asien pernah menderita 4yphoid, S&, !astritis # tahun sebelum M7S. A#-ek Re#"k0 Ek#ternal 7 +asien sering membeli makanan diluar, yang belum tau pasti bagaimana kebersihan makanannya, depan rumah terdapat sawah dan kandang sapi 7 !(+#00#3b000 -& "-8 minggu dengan 'iperemesis !ra%idarum !rade C

A#-ek .ung#"0nal 2.8 Penatalak#anaan +lanning 4erapi

$erajat ). +asien kurang mampu melakukan akti%itas seperti sebelum sakit.

o 0on Darmakoterapi <dukasi #. 3njurkan untuk makan dalam jumlah yang sedikit tapi dengan *rekuensi yang lebih sering (. Eaktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat. ). 'indari makanan yang berminyak dan berbau lemak, dan makanan atau minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin. +enghitungan $iit 6M 66 deal 6M7 &ebutuhan <nergi 2adi 1 +rotein Bemak &' o Darmakoterapi #. >airan maintenan,e 7$5 (0 tpm, (. $rip 0eurobion #@8hari ). njeksi 4ro%ensis :5ndan,etron 8mg; @ ( i.% .. +.5 +oly,rol :3ntasid ; .@( sdt .OLLO9 UP Tanggal O 5-#0-#) +using :C;, +em. Disik
Mual :C;, 10

1 .58:#,"5;,m(A #",5) 1 6M @ :46; (A #9 @ (,/((5A 5(,/) :5)kg; 1 0,95 @ 5)kg @ (. jam A #(08 kkal 1 #(08 kkal @ #,) A #5/# kkal 1 #5/# kkal C 500 kkalA (0/# kkal 8 5#,/5 g F //,"" g 8 () g F ." g 8 )#0,/5 g F )88,(5 g 1 (0/ kkal F )#0,"5 kkal 1 (0/ kkal F .#. kkal 1 #(.) kkal F #55) kkal

4otal &ebutuhan <nergi

A !(+#00#3b000

P 4@1

Muntah :C;, 0yeri hati :C;, kering

&-1 tampak lemah -& "-8 minggu

- Maintenan,e ,airan 7$5 #,5 liter88jam, (0 tetes per menit - 0eurobion drip #@# :in*us (8 tpm; - 5ndan,etron 8mg @ ( i.% - +.5. 3ntasid .@( sendok teh

ulu &esadaran1 dengan :C;, kompos mentis, 'iperemesis

bibir kering lidah :C;,

!>S :<.?5M"; 41 ##08/0 mm'g 01 80 @8menit 71 4a@1 )5,)0> 461 #"5,m 661 ..kg St. !eneral Mata 1 3n -8>owong C8C 4hora@1 dbn 3bdomen1 palpasi1 nyeri epigastrium <kt1 hangat C8C, edema -8>or8+o

!ra%idarum grade $d@1 $ispepsia -lkus +eptikum !astritis

na*su makan menurun :C;

- $iit lunak1 roti bakar, sumsum +d@1-rinalisa, Daal 'epar 5bser%asi ?ital sign & <1 pasien bubur

St. 5bstetri 3bdomen1 supel 4D-1 "-#0-#)


+using

!(+#00#3b000 -& "-8 minggu dengan !ra%idarum grade 4@1

Makan sedikit tapi sering Menghindari stress

setinggi

Sim*isis +ubis :-;, +em. Disik

Mual :C;GG, &-1 tampak lemah Muntah :-;, &esadaran1 0yeri hati :C;,bibir kering :C;, lidah kering ulu

- Maintenan,e ,airan 7$5 #,5 liter88jam, (0 tetes per menit - 0eurobion drip #@# :in*us (8

kompos

mentis, 'iperemesis

!>S :<.?5M"; 41 908/0 mm'g 01 80 @8menit

11

:C;, makan

na*su 71 -

tpm; - 5ndan,etron 8mg @ ( i.% - $iit lunak1 roti bakar, bubur sumsum - 5bser%asi ?ital sign & <1 pasien Makan sedikit tapi sering Menghindari stress

4a@1 )",/0> 461 #"5,m 661 .5kg St. !eneral Mata 1 3n -8>owong C8C 4hora@1 dbn 3bdomen1 palpasi1 nyeri epigastrium <kt1 hangat C8C, edema -8St. 5bstetri 3bdomen1 supel 4D-1 setinggi !(+#00#3b000 -& "-8 minggu dengan gra%idarum grade Sim*isis +ubis >or8+o

menurun :C;

/-#0-#)

+using :C;, +em. Disik Mual :-;, &-1 tampak lemah Muntah :-;, &esadaran1 0yeri hati :C;,bibir kering :-;, makan menurun :-; :C;, na*su lidah kering ulu

4@1 - Maintenan,e ,airan 7$5 #,5 liter88jam, (0 tetes per menit - 0eurobion drip #@# :in*us (8 tpm; - 5ndan,etron 8mg @ ( i.% - +.5. 3ntasid .@( sendok teh

kompos

mentis, 'iperemesis

!>S :<.?5M"; 41 908/0 mm'g 01 /9 @8menit 71 4a@1 )",)0> 461 #"5,m 661 .5kg St. !eneral Mata 1 3n -812

- $iet 0asi :tapi belum bisa;

>owong -84hora@1 dbn 3bdomen1 palpasi1 nyeri epigastrium <kt1 hangat C8C, edema -8>or8+o

- 5bser%asi ?ital sign & <1 pasien Makan sedikit tapi :4&4+; Menghindari stress stirahat ,ukup sering

St. 5bstetri 3bdomen1 supel 4D-1 setinggi Sim*isis +ubis

6oleh +ulang

13

BAB III IDENTI.IKA I .UN: I&.UN: I KELUAR:A Karakter"#t"k De$0graf" Keluarga 0ama &epala &eluarga 3lamat Bengkap 6entuk &eluarga N0. Na$a Ke!u& # ( ) 4n. < 0y. S 3n. + !ukan Suami stri 3nak L' P B + B 1 4n. < 1 2l. 4irto 4aruno gg.5 no.", &e,. $au 1 Nuclear Family U$ur Pen!"& )5 th )) th #/bln !"kan S# S# Pekerjaan Pa#"en Swasta Swasta R 4idak Ha Ket. 'iperemesis

4abel #. $a*tar anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah

!ra%idarum 4idak Sumber: Data Primer, 8 Oktober !"#

&esimpulan1 &eluarga 4n. < adalah nuclear $amily yang terdiri atas ) orang yang tinggal dalam satu rumah. 4erdapat satu orang sakit yaitu 0y. S, umur )) tahun, beralamat di jalan 4irto 4aruno gg.5 no.", &e,. $au. $iagnosis klinis penderita adalah 'iperemesis !ra%idarum grade C Underweight. +enderita adalah tamatan Sarjana. +enderita sebagai istri yang tinggal dalam satu rumah. 3.1 P0la Interak#" Keluarga $iagram #. +ola interaksi keluarga 0y. S 4n. < 0y. S

3n. + &eterangan1 1 'ubungan baik 1 'ubungan tidak baik &esimpulan1 'ubungan antara 0y. S dengan keluarga baik 3.2 :en0gra$ Keluarga N,.
14

3lamat lengkap 1 2ln. 4irta 4aruno gg.5, &e,. $au 6entuk keluarga 1 Nuclear Family $iagram (. !enogram keluarga 0y. S

4n. < )5 th 3n. + / th Sumber: data Primer, 8 Oktober !"# Keterangan7 3yah suami 1 meninggal karena $M dan paru 3yah pasien 1 meninggal karena '4 :terkontrol; Ke#"$-ulan7

0y. S )0 th

&emungkinan ada *aktor keturunan tapi tidak terkait penyakit pasien namun *aktor risiko penyakit yang lain.

15

BAB I; TIN<AUAN PU TAKA 3.1 Def"n"#" 'iperemesis gra%idarum adalah mual muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu akti*itas sehari-hari karena keadaan umum pasien yang buruk akibat dehidrasi. Mual dan muntah adalah gejala yang umum dan wajar terjadi pada usia kehamilan trimester . Mual biasanya terjadi pada pagi hari, akan tetapi dapat juga timbul setiap saat dan pada malam hari. !ejala-gejala ini biasanya terjadi " minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih #0 minggu. 4abel ". $e*inisi-$e*inisi Mual dan Muntah dalam &ehamilan

:Sumber1 2 ndon Med 3sso,, ?olum1 "#, 0omor1 ##, 0o%ember (0##;

3.2 E-"!e$"0l0g" +enelitian-penelitian memperkirakan bahwa mual dan muntah terjadi pada 5090% dari kehamilan. Mual dan muntah terjadi pada "0-80% primi gra%ida dan .0"0% multi gra%ida. $ari seluruh kehamilan yang terjadi di 3merika Serikat 0,)(% diantaranya mengalami hiperemesis gra%idarum atau kurang lebih lima dari #000 kehamilan. Mual dan muntah yang berkaitan dengan kehamilan biasanya dimulai pada usia kehamilan 9-#0 minggu, pun,aknya pada usia kehamilan ##-#) minggu, dan sembuh pada kebanyakan kasus pada umur kehamilan #(-#. minggu. $alam ##0% dari kehamilan, gejala-gejala dapat berlanjut melampaui (0-(( minggu. &ejadian hiperemesis dapat berulang pada wanita hamil. 2. Dit=gerald :#9)8#95); melakukan studi terhadap #59 wanita hamil di 3berdeen, Skotlandia,

16

menemukan bahwa hiperemesis pada kehamilan pertama merupakan *aktor risiko untuk terjadinya hiperemesis pada kehamilan berikutnya. 6erdasarkan penelitian, dari 5" wanita yang kembali hamil, (/ diantaranya mengalami hiperemesis pada kehamilan kedua dan / dari #9 wanita mengalami hiperemesis pada kehamilan ketiga. 3.3 Et"0l0g" +enyebab hiperemesis gra%idarum belum diketahui se,ara pasti. 6erdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada #.)0# kasus hiperemesis gra%idarum di >anada diketahui beberapa hal yang menjadi *aktor risiko terjadinya hiperemesis gra%idarum diantaranya komplikasi dari kelainan hipertiroid, gangguan psikiatri, kelainan gastrointestinal, dan diabetes pregestasional. 4idak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh *aktor toksik, juga tidak ditemukan kelainan biokimia. 6eberapa *aktor predisposisi dan *aktor lain yang telah ditemukan adalah sebagai berikut 1 #. +rimigra%ida, mola hidatidosa, dan kehamilan ganda. +ada mola hidatidosa dan kehamilan ganda, *aktor hormon memegang peranan dimana hormon khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan. (. Masuknya %ili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan tersebut. ). 3lergi, sebagai salah satu respons dari jaringan ibu terhadap anak.
..

Daktor psikologis

Daktor psikologis seperti depresi, gangguan psikiatri, rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu, tidak siap untuk menerima kehamilan memegang peranan yang ,ukup penting dalam menimbulkan hiperemesis gra%idarum. Menurut !oodwin, dkk. :#99.; dan ?an de ?en :#99/;, hiperemesis nampaknya terkait dengan tingginya atau peningkatan bertahap kadar hormon korionik gonadotropin, estrogen atau kadar keduanya di dalam serum. Selain itu, pada beberapa kasus yang berat mungkin terkait dengan *aktor psikologis. 0amun

17

adanya hubungan dengan serum positi* terhadap 'eli,oba,ter pylori sebagai penyebab ulkus peptikum tidak dapat dibuktikan oleh beberapa peneliti. 3.3 Pat0f"#"0l0g" Muntah adalah suatu ,ara dimana saluran ,erna bagian atas membuang isinya bila terjadi iritasi, rangsangan atau tegangan yang berlebihan pada usus. Muntah merupakan re*leks terintegrasi yang kompleks terdiri atas tiga komponen utama yaitu detektor muntah, mekanisme integrati* dan e*ektor yang bersi*at otonom somatik. 7angsangan pada saluran ,erna dihantarkan melalui sara* %agus dan a*eren simpatis menuju pusat muntah. +usat muntah juga menerima rangsangan dari pusat-pusat yang lebih tinggi pada sereberal, dari %hemorece&tor 'rigger (one )%'(* pada area postrema dan dari aparatus %estibular %ia serebelum. 6eberapa signal peri*er mem-by&ass trigger +one men,apai pusat muntah melalui nukleus traktus solitarius. +usat muntah sendiri berada pada dorsolateral daerah *ormasi retikularis dari medula oblongata. +usat muntah ini berdekatan dengan pusat pernapasan dan pusat %asomotor. 7angsang a*eren dari pusat muntah dihantarkan melalui sara* kranial ?, ? , I, I ke saluran ,erna bagian atas dan melalui sara* spinal ke diapragma, otot iga dan otot abdomen. &etika pusat muntah sudah ,ukup terangsang akan timbul e*ek1 :#; berna*as dalam, :(; terangkatnya tulang hioid dan laring untuk mendorong s*ingter krikoeso*agus terbuka, :); tertutupnya glotis, :.; terangkatnya palatum mole untuk menutup nares posterior. 6erikutnya timbul kontraksi yang kuat dari otot abdomen yang dapat menimbulkan tekanan intragastrik yang meninggi. 3khirnya s*ingter eso*agus mengalami relaksasi, sehingga memungkinkan pengeluaran isi lambung. +ato*isiologi dasar hiperemesis gra%idarum hingga saat ini masih kontro%ersial. 'iperemesis gra%idarum dapat menyebabkan ,adangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. &arena oksidasi lemak yang tidak sempurna, maka terjadilah ketosis dengan tertimbunya asam aseton asetik, asam hidroksi butirik, dan aseton dalam darah. &ekurangan ,airan yang diminum dan kehilangan ,airan akibat muntah akan menyababkan dehidrasi, sehingga ,airan ekstra %askuler dan plasma akan berkurang. 0atrium dan khlorida darah turun, demikian juga dengan klorida urine. Selain itu dehidrasi menyebabkan

18

hemokonsentrasi, sehigga aliran darah ke jaringan berkurang. 'al ini menyebabkan =at makanan dan oksigen ke jaringan berkurang dan tertimbunya =at metabolik dan toksik. &ekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal, meningkatkan *rekuensi muntah yang lebih banyak, merusak hati, sehigga memperberat keadaan penderita. $isamping dehidrasi dan terganggunya keseimbangan elektrolit, dapat terjadi robekan pada selaput lendir eso*agus dan lambung :Mallory-Eeiss Syndrom;, dengan akibat perdarahan gastrointestinal. +ada umumnya robekan ini ringan dan perdarahan dapat berhenti sendiri. 'iperemesis gra%idarum diyakini terjadi akibat adanya interaksi antara *aktor biologis, psikologi dan sosiokultural.

!ambar ..# +ato*isiologi Mual dan Muntah pada 'iperemesis !ra%idarum.

3.5 .akt0r Re#"k0 3da ( *aktor risiko hiperemesis gra%idarum adalah sebagai berikut yaitu 1 a; Maternal 3kibat de*isiensi tiamin :6#; akan menyebabkan terjadinya diplopia, palsi ner%us ke-", nistagmus, ataksia, dan kejang. 2ika hal ini tidak segera ditangani, akan terjadi psikosis korsako** :amnesia, menurunnya kemampuan untuk berakti%itas;, ataupun kematian. 5leh

19

karena itu, untuk hiperemesis tingkat kehamilan :+rawirohardjo, (0#0;.

perlu dipertimbangkan terminasi

Melalui muntah dikeluarkan sebagian ,airan lambung serta elektrolit, natrium, kalium, dan kalsium. +enurunan kalium akan menambah beratnya muntah, sehingga makin berkurang kalium dalam keseimbangan tubuh serta makin menambah berat terjadinya muntah. Muntah yang berlebihan dapat menyebabkan pe,ahnya pembuluh darah kapiler pada lambung dan esophagus , sehingga muntah ber,ampur darah :Manuaba, (0#0; b; Detal Menurut 4iran :(008. him. #(; J Eanita yang memiliki kadar '>! di bawah rentang normal lebih sering mengalami hasil kehamilan yang buruk, termasuk keguguran, pelahiran prematur, atau retardasi pertumbuhan intrauterus : -!7 ; J. Selain itu, penurunan berat badan yang kronis akan meningkatkan kejadian gangguan pertumbuhan janin dalam rahim : -!7; :+rawirohardjo, (0#0; Muntah yang berlebihan menyebabkan dapat menyebabkan ,airan tubuh makin berkurang, sehingga darah menjadi kental :hemokonsentrasi; yang dapat memperlambat peredaran darah yang berarti konsumsi 5( dan makanan ke jaringan berkurang. &ekurangan makanan dan 5( ke jaringan akan menimbulkan kerusakan jaringan yang dapat menambah beratnya keadaan janin dan wanita hamil :Manuaba, (0#0; 3.6 :ejala !an Tan!a 6atasan seberapa banyak terjadinya mual muntah yang disebut hiperemesis gra%idarum belum ada kesepakatannya. 3kan tetapi jika keluhan mual muntah tersebut sampai mempengaruhi keadaan umum ibu dan sampai mengganggu akti%itas sehari-hari sudah dapat dianggap sebagai hiperemesis gra%idarum. 'iperemesis gra%idarum, menurut berat ringannya gejala dapat dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu 1

20

a. 4ingkat #; Muntah terus menerus sehingga menimbulkan dehidrasi :turgor kulit turun; na*su makan berkurang, berat badan menurun, mata ,ekung dan lidah kering. (; ); .; 5; <pigastrium nyeri karena asam lambung meningkat dan terjadi regurgitasi ke esophagus. 0adi meningkat dan tekanan darah turun. Drekuensi nadi sekitar #00 kali8 menit. 4ampak lemah dan lemas.

b. 4ingkat #; $ehidrasi semakin meningkat akibatnya1 turgor kulit makin menurun, lidah kering dan kotor, mata tampak ,ekung dan sedikit ikterus. (; +ada kardio%askuler, *rekuensi nadi semakain ,epat K#00 kali8 menit, nadi ke,il karena %olume darah turun, suhu badan meningkat, tekanan darah turun. ); Dungsi hati terganggu sehingga menimbulkan ikterus. .; $ehidrasi menimbulkan gangguan *ungsi ginjal yang menyebabkan oliguria, anuria dan terdapat timbunan benda keton aseton, aseton dapat ter,ium dalam hawa pernapasan. 5; &adang-kadang muntah ber,ampur darah akibat perdarahan esophagus dan pe,ahnya mukosa lambung. ,. 4ingkat #; &eadaan umum lebih parah. (; Muntah berhenti. ); &esadaran semakin menurun hingga men,apai somnollen atau koma. .; 4erdapat ense*alopati werni,he1 nistagmus, diplopia, dan gangguan mental. 5; &ardio%askuler, nadi ke,il, tekanan darah menurun, dan temperature meningkat. "; !astrointestinal, ikterus semakin berat, terdapat timbunan aseton yang makin tinggi dengan bau yang makin tajam, oliguria semakin parah dan menjadi anuria.

21

3.8 D"agn0#"# $iagnosis a. hiperemesis gra%idarum ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan *isik, serta pemeriksaan penunjang. 3namnesis $ari anamnesis didapatkan amenorea, tanda kehamilan muda, mual, dan muntah. &emudian diperdalam lagi apakah mual dan muntah terjadi terus menerus, dirangsang oleh jenis makanan tertentu, dan mengganggu akti%itas pasien sehari-hari. Selain itu dari anamnesis juga dapat diperoleh in*ormasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan terjadinya hiperemesis gra%idarum seperti stres, lingkungan sosial pasien, asupan nutrisi dan riwayat penyakit sebelumnya :hipertiroid, gastritis, penyakit hati, diabetes mellitus, dan tumor serebri;. b. +emeriksaan Disik +ada pemeriksaan *isik perhatikan keadaan umum pasien, tanda-tanda %ital, tanda dehidrasi, dan besarnya kehamilan. Selain itu perlu juga dilakukan pemeriksaan tiroid dan abdominal untuk menyingkirkan diagnosis banding. ,. +emeriksaan +enunjang +emeriksaan penunjang dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis dan menyingkirkan diagnosis banding. +emeriksaan yang dilakukan adalah darah lengkap, urinalisis, gula darah, elektrolit, Ultra Sonogra&hic )US,* :pemeriksaan penunjang dasar;, analisis gas darah, tes *ungsi hati dan ginjal. ( +ada keadaan tertentu, jika pasien di,urigai menderita hipertiroid dapat dilakukan pemeriksaan *ungsi tiroid dengan parameter 4S' dan 4 .. +ada kasus hiperemesis gra%idarum dengan hipertiroid 50-"0% terjadi penurunan kadar 4S'. 2ika di,urigai terjadi in*eksi gastrointestinal dapat dilakukan pemeriksaan antibodi -elicobacter &ylori. +emeriksaan laboratorium umumnya menunjukan tanda-tanda dehidrasi dan pemeriksaan berat jenis urin, ketonuria, peningkatan blood urea nitrogen, kreatinin dan hematokrit. +emeriksaan -S! penting dilakukan untuk mendeteksi adanya kehamilan ganda ataupun mola hidatidosa.

22

3.= D"agn0#"# Ban!"ng +enyakit-penyakit yang sering menyertai wanita hamil dan mempunyai gejala muntah-muntah yang hebat harus dipikirkan. 6eberapa penyakit tersebut antara lain1 -lkus peptikum -lkus peptikum pada ibu hamil biasanya adalah penyakit ulkus peptikum kronik yang mengalami eksaserbasi. !ejalanya adalah nyeri epigastrik yang berkurang dengan makanan atau antasid dan memberat dengan alkohol, kopi, atau 53 0S. 0yeri tekan epigastrik, hematemesis, dan melena dapat ditemukan. &olestasis obstetrik !ejala yang khas untuk kolestasis adalah pruritus pada seluruh tubuh tanpa adanya ruam. kterus, warna urin gelap, dan tinja terkadang pu,at juga dapat ditemui walaupun jarang. +ada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan kadar en=im hati atau peningkatan bilirubin. 3,ute *atty li%er +ada penyakit ini ditemukan perburukan *ungsi hati yang terjadi ,epat disertai dengan gejala kegagalan hati seperti hipoglikemia, ganguan pembekuan darah, dan perubahan kesadaran sekunder akibat ense*alopati hepatik. +enyebab kegagalan hati akut yang lain harus disingkirkan, misalnya kera,unan parasetamol dan hepatitis %irus akut. 3pendisitis akut +asien dengan apendiksitis akut mengalami demam dan nyeri perut kanan bawah. -niknya, lokasi nyeri dapat berpindah ke atas sesuai usia kehamilan karena uterus yang semakin membesar. 0yeri dapat berupa nyeri tekan dan nyeri lepas. $apat ditemukan tanda 6ryan :timbul nyeri bila uterus digeser ke kanan; dan tanda 3lder :pasien berbaring miring ke kiri dan letak nyeri tidak berubah;. $iare akut !ejal diare akut adalah mual dan muntah disertai dengan peningkatan *rekuensi buang air besar di atas ) kali per hari dengan konsistensi ,air.
23

3.> Penatalak#anaan Pen/ega+an +rinsip pen,egahan adalah mengobati emesis agar tidak menjadi hiperemesis. +en,egahan terhadap hiperemesis gra%idarum dapat dilakukan dengan berbagai ,ara, antara lain 1 #. Menjelaskan pada pasien bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses *isiologis. (. Menjelaskan pada pasien bahwa mual dan muntah adalah gejala yang normal terjadi pada kehamilan muda, dan akan menghilang setelah usia kehamilan . bulan. ). 3njurkan untuk makan dalam jumlah yang sedikit tapi dengan *rekuensi yang lebih sering. .. Eaktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.
5.

'indari makanan yang berminyak dan berbau lemak, dan makanan atau minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.

". Makan makanan yang banyak mengandung gula dianjurkan untuk menghindari kekurangan karbohidrat.
/.

$e*ekasi yang teratur.

Menurut :7uniari, (0#0;, Mani*estasi klinik yang ditimbulkan dari kasus hiperemesis gra%idarum menjadikan klien harus dirawat di rumah sakit, indikasinya adalah sebagai berikut1 a; Memuntahkan semua yang dimakan dan yang diminum, apalagi bila telah berlangsung lama b; 6erat badan turun lebih dari #0% dari berat badan normal ,; $ehidrasi yang ditandai dengan turgor yang kurang dan lidah kering d; 3danya aseton dalam urin. 4ujuan penatalaksanaan hiperemesis gra%idarum, saat ibu dihospitalisasi, adalah merehidrasi ibu, memperbaiki gangguan elektrolit dan hematologis lain, men,egah komplikasi dan memindahkan ibu ke rumah sakit dengan segera, meskipun banyak wanita memiliki angka yang tinggi untuk masuk kembali ke rumah sakit. +enyebab muntah yang terjadi se,ara berlebihan harus diidenti*ikasi,

24

bukan semata-mata untuk membuat diagnosis banding, tetapi juga untuk mempertimbangkan *aktor lain seperti masalah psikologis, yang dapat menambah keparahan ibu :4iran, (008;. Tera-" .ar$ak0l0g" 2ika dengan tindakan pen,egahan diatas tidak dapat mengurangi gejala dan keluhan maka perlu dilakukan pengobatan. +ada pasien dengan hiperemesis gra%idarum tingkat
#.

dan

harus dilakukan rawat inap dirumah sakit, dan

dilakukan penanganan yaitu 1 5bat-obatan. 5bat-obatan yang dapat diberikan diantaranya suplemen multi%itamin, antihistamin, dopamin antagonis, serotonin antagonis, dan kortikosteroid. ?itamin yang dianjurkan adalah %itamin 6# dan 6" seperti &yrido.ine :%itamin 6";. +emberian &yrido.in ,ukup e*ekti* dalam mengatasi keluhan mual dan muntah. 3nti histamin yang dianjurkan adalah do.ylamine dan di&endyramine. +emberian antihistamin bertujuan untuk menghambat se,ara langsung kerja histamin pada reseptor '# dan se,ara tidak langsung mempengaruhi sistem %estibular, menurunkan rangsangan di pusat muntah. Selama terjadi mual dan muntah, reseptor dopamin di lambung berperan dalam menghambat motilitas lambung. 5leh karena itu diberikan obat dopamin antagonis. $opamin antagonis yang dianjurkan diantaranya &rochlor&era+ine, &rometha+ine, dan metoclo&eramide. Prochlor&era+in dan &rometha+ine bekerja pada reseptor $( untuk menimbulkan e*ek antiemetik. Sementara itu metoclo&eramide bekerja di sentral dan di peri*er. 5bat ini menimbulkan e*ek antiemetik dengan ,ara meningkatkan kekuatan spin,ter eso*agus bagian bawah dan menurunkan transit time pada saluran ,erna. +emberian serotonin antagonis ,ukup e*ekti* dalam menurunkan keluhan mual dan muntah. 5bat ini bekerja menurunkan rangsangan pusat muntah di medula. Serotonin antagonis yang dianjurkan adalah ondansetron. Ondansetron biasanya diberikan pada pasien hiperemesis gra%idarum yang tidak membaik setelah diberikan obat-obatan yang lain. Sementara itu pemberian kortikosteroid masih kontro%ersial karena dikatakan pemberian pada kehamilan trimester pertama dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan ,a,at bawaan.

25

algoritma untuk mual dan kehamilan

terapi *armakologi muntah pada

Tera-" n0n

.ar$ak0l0g"
#.

4erapi 0utrisi.

+ada kasus hiperemesis gra%idarum jalur pemberian nutrisi tergantung pada derajat muntah, berat ringannya deplesi nutrisi dan penerimaan penderita terhadap ren,ana pemberian makanan. +ada prinsipnya bila memungkinkan saluran ,erna harus digunakan. 6ila peroral menemui hambatan di,oba untuk menggunakan Nasogastric 'ube )N,'*. Saluran ,erna mempunyai banyak keuntungan misalnya dapat mengabsorbsi banyak nutrien, adanya mekanisme de*ensi* untuk menanggulangi in*eksi dan toksin. Selain itu dengan masuknya sari makanan ke hati melalui saluran porta ikut menjaga pengaturan homeostasis nutrisi. 6ila penderita sudah dapat makan peoral, modi*ikasi diet yang diberikan adalah makanan dalam porsi ke,il namun sering, diet tinggi karbohidrat, rendah protein dan rendah lemak, hindari suplementasi besi untuk sementara, hindari makanan yang emetogenik dan berbau sehingga menimbulkan rangsangan

26

muntah. +emberian diet diperhitungkan jumlah kebutuhan basal kalori sehari-hari ditambah dengan )00 kkal perharinya. 3da ) ma,am diet pada hiperemesis gra%idarum, yaitu 1 #. $iet 'iperemesis $iet hiperemesis diberikan kepada pasien dengan hiperemesis gra%idarum berat. Makanan hanya terdiri dari roti kering, singkong bakar atau rebus, ubi bakar atau rebus, dan buah-buahan. >airan tidak diberikan bersama makanan tetapi #-( jam sesudahnya. &arena pada diet ini =at gi=i yang terkandung di dalamnya kurang, maka tidak diberikan dalam waktu lama. (. $iet 'iperemesis $iet ini diberikan bila rasa mual dan muntah sudah berkurang. $iet diberikan se,ara berangsur dan dimulai dengan memberikan bahan makanan yang bernilai gi=i tinggi. Minuman tidak diberikan bersamaan dengan makanan. +emilihan bahan makanan yang tepat pada tahap ini dapat memenuhi kebutuhan gi=i ke,uali kebutuhan energi. ). $iet 'iperemesis $iet hiperemesis diberikan kepada pasien hiperemesis gra%idarum ringan. $iet diberikan sesuai kesanggupan pasien, dan minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan pada diet ini men,ukupi kebutuhan energi dan semua =at gi=i. Makanan yang dianjurkan untuk diet hiperemesis , , dan - 7oti panggang, biskuit, ,ra,kers - 6uah segar dan sari buah - Minuman botol ringan :,o,a ,ola, *anta, limun;, sirop, kaldu tak berlemak, teh dan kopi en,er Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet hiperemesis , , adalah makanan yang umumnya merangsang saluran pen,ernaan dan berbumbu tajam. 6ahan makanan yang mengandung alkohol, kopi, dan yang mengadung =at tambahan :pengawet, pewarna, dan bahan penyedap; juga tidak dianjurkan. adalah 1

27

(.

solasi. +enderita disendirikan dalam kamar yang tenang, ,erah, dan memiliki

peredaran udara yang baik. Sebaiknya hanya dokter dan perawat saja yang diperbolehkan untuk keluar masuk kamar tersebut. >atat ,airan yang keluar dan masuk. +asien tidak diberikan makan ataupun minum selama (. jam. 6iasanya dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.#
).

4erapi psikologik. +erlu diyakinkan kepada pasien bahwa penyakitnya dapat disembuhkan.

'ilangkan rasa takut oleh karena kehamilan dan persalinan karena itu merupakan proses *isiologis, kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan kon*lik lainnya yang melatarbelakangi penyakit ini. 2elaskan juga bahwa mual dan muntah adalah gejala yang normal terjadi pada kehamilan muda, dan akan menghilang setelah usia kehamilan . bulan. .. >airan parenteral. 7esusitasi ,airan merupakan prioritas utama, untuk men,egah mekanisme kompensasi yaitu %asokonstriksi dan gangguan per*usi uterus. Selama terjadi gangguan hemodinamik, uterus termasuk organ non %ital sehingga pasokan darah berkurang. +ada kasus hiperemesis gra%idarum, jenis dehidrasi yang terjadi termasuk dalam dehidrasi karena kehilangan ,airan :&ure dehidration;. Maka tindakan yang dilakukan adalah rehidrasi yaitu mengganti ,airan tubuh yang hilang ke %olume normal, osmolaritas yang e*ekti* dan komposisi ,airan yang tepat untuk keseimbangan asam basa. +emberian ,airan untuk dehidrasi harus memperhitungkan se,ara ,ermat berdasarkan1 berapa jumlah ,airan yang diperlukan, de*isit natrium, de*isit kalium dan ada tidaknya asidosis. 6erikan ,airan parenteral yang ,ukup elektrolit, karbohidrat, dan protein dengan glukosa 5% dalam ,airan garam *isiologis sebanyak (-) liter sehari. 6ila perlu dapat ditambahkan kalium dan %itamin, terutama %itamin 6 kompleks dan %itamin >, dapat diberikan pula asam amino se,ara intra%ena apabila terjadi kekurangan protein. $ibuat da*tar kontrol ,airan yang masuk dan yang dikeluarkan. -rin perlu diperiksa setiap hari terhadap protein, aseton, klorida, dan bilirubin. Suhu tubuh dan nadi diperiksa setiap . jam dan tekanan darah ) kali sehari. $ilakukan

28

pemeriksaan hematokrit pada permulaan dan seterusnya menurut keperluan. 6ila dalam (. jam pasien tidak muntah dan keadaan umum membaik dapat di,oba untuk memberikan minuman, dan lambat laun makanan dapat ditambah dengan makanan yang tidak ,air. $engan penanganan ini, pada umumnya gejala-gejala akan berkurang dan keadaan aman bertambah baik. 5. 4erapi 3lternati*. ?itamin 6", merupakan koen=im yang berperan dalam metabolisme lipid, karbohidrat dan asam amino. +eranan %itamin 6" untuk mengatasi hiperemesis masih kontro%ersi. $osis %itamin 6" yang ,ukup e*ekti* berkisar #(,5-(5 mg per hari tiap 8 jam. Selain itu >=ei=el melaporkan suplementasi multi%itamin se,ara bermakna mengurangi kejadian men,egah insiden hiperemesis gra%idarum.( $iagram #. 'ubungan antara %itamin 6" dengan mual dan muntah pada kehamilan.8

?itamin 6" merupakan ko-en=im berbagai jalur metabolisme protein dimana peningkatan kebutuhan protein pada trimester diikuti peningkatan asupan %itamin 6". ?itamin 6" diperlukan untuk sintesa serotonin dari tryptophan. $e*isiensi %itamin 6" akan menyebabkan kadar serotonin rendah sehingga sara* pan,a indera akan semakin sensiti* yang menyebabkan ibu mudah mual dan muntah. +ada wanita hamil terjadi peningkatan kynureni, dan @antureni, a,id di urin. &edua asam ini diekskresi apabila jalur perubahan tryptophan menjadi nia,in terhambat. 'al ini dapat juga terjadi karena de*isiensi %itamin 6". &adar hormon

29

estrogen yang tinggi pada ibu hamil juga menghambat kerja en=im kynureninase yang merupakan katalisator perubahan tryptophan menjadi nia,in, yang mana kekurangan nia,in juga dapat men,etuskan mual dan muntah. 3.14 K0$-l"ka#" +enyulit yang perlu diperhatikan adalah /nse&halo&ati 0ernicke. !ejala yang timbul dikenal sebagai trias klasik yaitu paralisis otot-otot ekstrinsik bola mata :o*talmoplegia;, gerakan yang tidak teratur :ataksia;, dan bingung. +enyulit lainnya yang mungkin timbul adalah ruptur eso*agus, robekan Mallory10eiss pada eso*agus, pneumotoraks dan neuropati peri*er. +ada janin dapat ditemukan kematian janin, pertumbuhan janin terhambat, preterm, berat badan lahir rendah, kelainan kongenital. 3.11 Pr0gn0#"# !ardsby melaporkan semua wanita dengan mual dan muntah pada kehamilan merasakan awal terjadinya sebelum usia kehamilan 9 minggu. 2umlah tersebut menurun )0% pada kehamilan #0 minggu, turun lagi )0% pada kehamilan #( minggu, dan menjadi )0% pada kehamilan #" minggu. Sepuluh persen mengalami mual dan muntah setelah #" minggu dan hanya #% tetap mengalaminya setelah usia kehamilan (0 minggu. $engan penanganan yang baik prognosis hiperemesis gra%idarum sangat memuaskan. Sebagian besar penyakit ini dapat membaik dengan sendirimya pada usia kehamilan (0-(( minggu, namun demikian pada tingkatan yang berat, penyakit ini dapat membahayakan jiwa ibu dan janin.

30

BAB ; PEMBAHA AN 5.1 Da#ar Penegakan D"agn0#"# Menurut pembagian tingkatan atau grade hiperemesis gra%idarum, kasus 0y. S termasuk grade . 4erbukti dari hasil anamnesis dan pemeriksaan *isik mengarah kearah sana. 6erikut dibawah ini kriteria grade hiperemesis gra%idarum1 Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, na*su makan tidak ada, berat badan menurun dan merasa nyeri pada epigastrium. 0adi meningkat sekitar #00 per menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit menurun, lidah mengering dan mata ,ekung. +emeriksaan penunjang diusulkan untuk melakukan pemeriksaan urinalisa, *aal hepar, dan elektrolit dengan tujuan1 a. -rinalisa -ntuk melihat adakah ketonuria yang menunjukkan proses metabolisme lemak yang tidak sempurna se,ara berlebihan sehingga mengarah pada grade hiperemesisnya. b. Daal 'epar +asien hepatitis yang menunjukkan gejala mual-muntah yang hebat biasanya sudah menunjukkan gejala ikterus yang nyata disertai peningkatan Serum ,lutamic O.aloacetate 'ransaminase )S,O'* dan Serum ,lutamic Pyru2ic 'ransaminase )S,P'; yang nyata. &adangkadang sulit membedakan pasien hiperemesis gra%idarum tingkat :tanda-tanda kegagalan hati; yang sebelumnya tidak menderita hepatitis dengan wanita hamil yang sebelumnya memang sudah menderita hepatitis. 3namnesa yang ,ermat dapat membantu menegakkan diagnosis ,. <lektrolit +asien dengan hiperemesis gra%idarum pasti banyak mengeluarkan ,airan elektrolit. 4ujuan dalam melakukan pemeriksaan ini adalah agar mengetahui seberapa banyak elektrolit yang terbuang, misalnya ion kalium, kalsium, natrium, klorida.

31

:Sumber1Morgan, !. <dward. >lini,al 3nesthesiology. 3ppleton L Bange, #99", p.5#8;

5.2 Da#ar Ren/ana Penatalak#anaan 0ama 6entuk sediaan 4ro%ensis :5ndan,etr on; ampul 5bat Darmakokinetik <*ek dan *armakodinamik Darmakokinetik1 diabsorbsi ,epat, kadar maksimum #-#,5 jam, waktu paruh ) jam terikat protein plasma /0-/"%. Darmakodinamik1 mengantagonisasi reseptor 5-'4 yang terdapat pada ,hemoreseptor trigger =one di area postrema dan juga pada a*eren %agal saluran ,erna
32

samping obat &onstipasi , sakit kepala, mengantu k, gangguan saluran ,erna, dsb

+emberian >ara $osis8 waktu .? (@8m g

ndikasi

$igunakan untuk mual dan muntah pada pengobatan kanker dengan radioterapi atau sitostatika

0eurobion

3mpul

?it 6#1 absorbsi ,epat, maksimal 8-#5mg.hari. ?it 6"M mudah diabsorbsi lewat saluran ,erna, kebutuhan (mg8hari. ?it 6#(1 kebutuhan perhari # ug Mengganti ,airan tubuh yang hilang, komposisi 0a>l, &,, >a>l

7eaksi hipersensit i%itas

$rip

$rip denga n 7$5 (8 tpm

+ro*ilaksis, pen,egahan, dan penyembuh an kekurangan %it. 6#, %it. 6", %it. 6#(, neuritis, dan polineuritis $ehidrasi, hipo%olemi

7$5

n*us

.?

(0 tpm

7ehidrasi Maintenan,e1 -mumnya kehilangan air dan elektrolit diganti dengan ,airan isotonik misalnya 7inger Baktat, ringer asetat atau normal salin. 6ila memakai normal salin harus berhati-hati agar jangan sampai diberikan dalam jumlah yang banyak karena dapat menyebabkan delusional acidosis atau hy&erchloremic acidosis. 6ila diperlukan dapat ditambahkan ion kalium. +erlu diperhatikan bahwa pemberian ,airan yang mengandung dekstrosa harus didahului dengan pemberian thiamin untuk men,egah terjadinya ense*alopati Eerni,ke.#,( $igunakannya ,airan 7$5 adalah selain untuk memenuhi kebutuhan ,airan pasien juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalori pasien. $igunakan dektrosa, karena pada pasien hiperemesis gra%idarum terjadi oksidasi lemak yang tidak sempurna yang ditandai dengan ditemukannya benda keton di dalam urin.

33

Selain itu ,airan de@trose bersi*at isotoni, hiperosmotik membantu transport ,airan intra%askuler menuju intraseluler sehingga dapat memperbaiki kondisi dehidrasi pasien.

$rugs :5ndan,etron; +engobatan sebaiknya diberikan setelah periode klasik teratogenik terlampaui )#-/# hari setelah hari pertama haid terakhir atau pada usia kehamilan 5#0 minggu. +ada periode tersebut terjadi proses organogenesis sehingga bahan kimia dapat mempengaruhi proses perkembangan organ men,apai pun,ak ter,epat.( 5ndan,entron lebih aman :e*ek teratogenik tidak ada; dibandingkan obat antiemetik lainnya. Metokloperamid mempertinggi ambang rangsang muntah di %hemorece&tor 'rigger (one :>4N; dan obat ini menurunkan kepekaan sara* %iseral yang menghantarkan impuls a*eren dari saluran ,erna ke pusat muntah. $rugs :0eurobion; 0eurobion :mengandung %itamin 6#, 6", 6#(; diberikan se,ara drip ?. Suplementasi multi%itamin se,ara bermakna mengurangi dan men,egah insiden hiperemesis gra%idarum. ?itamin 6#, 6", dan 6#(, yang merupakan koen=im yang berperan dalam metabolisme lipid, karbohidrat dan asam amino.

34

BAB ;I PENUTUP =.1 Ke#"$-ulan H0l"#t"k 0y. S :)) tahun; adalah seorang penderita apendisitis akut, dengan kondisi keluarga yang harmonis. $alam kehidupan sehari-hari sebagai anggota masyarakat biasa. #. $iagnosis dari segi biologis !(+#00#3b000 -& "-8 minggu dengan 'iperemesis !ra%idarum grade (. $iagnosis dari segi psikologis 'ubungan antara suami dan anak baik, saling membantu jika terkena masalah. 6ila ada yang sakit keluarga berkunjung dan menjaga ). $iagnosis dari segi sosial 1 'ubungan pasien dan keluarga sedikit kurang membaur dengan masyarakat terutama suami pasien meski tidak memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. =.2 aran K0$-re+en#"f 0y. S dan keluarga perlu membiasakan pola hidup sehat, mengetahui tentang penyakit hiperemesis gra%idarum dan komplikasinya. #. +romoti* Memberi tahu bahwa kehamilan "-#0 minggu bila terjadi mual dan muntah itu adalah hal yang normal dan akan menurun pada usia kehamilan diatas #0 minggu. Selalu menjaga kesehatan baik diri sendiri dan lingkungan keluarga karena masih trimester rentan akan sakit. Menghidari pekerjaan yang terlalu berat Selalu minta saran dokter atau bidan bila ingin mengkonsumsi obat lain selain dari dokter atau bidan. (. +re%enti* 3njurkan untuk makan dalam jumlah yang sedikit tapi dengan *rekuensi yang lebih sering

35

Eaktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.

'indari makanan yang berminyak dan berbau lemak, dan makanan atau minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.

). &urati* Mengkonsumsi obat yang aman untuk ibu hamil, misalnya antimual :ondan,etron; dan %itamin terutama 6". .. 7ehabilitati* 5lahraga yang teratur, selalu menjaga kebutuhan nutrisi janin dengan makan tinggi kalori

36