Anda di halaman 1dari 40

SIGMA DHARMA GROUP

TM

MEASURE
4. Seleksi Karakteristik CTQ dan Prioritas Perbaikan 5. Mendefinisikan Standar Kinerja, Benefit, dan Schedule Proyek 6. Menetapkan Rencana Pelaksanaan Pengumpulan Data dan Validasi Sistem Pengukuran.

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Seleksi CTQ dan Prioritas Perbaikan


Tentukan dengan Diagram Pareto, dan selidiki langkah yang manakah, atau proses secara rinci, yang merupakan CTQ dan target pemetaan secara rinci. Lengkapi Peta Proses dengan fokus semua langkah proses, masukan, dan keluaran. Ikuti aturan 7 Langkah Pemetaan Proses. Tinjau dengan Team Six Sigma Quality Project dan Quality Master di perusahaan Anda untuk menentukan prioritas perbaikan.
INGAT !!

Pilihlah tema project SSQP yang memberikan impact paling besar terhadap perusahaan atau memberikan value terbaik.

VALUE =

BENEFIT
EFFORT
MEASURE 74

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Tools Seleksi Karakteristik CTQ


Process Mapping
Membantu memahami tahapan proses dan mempersempit fokus project.
Menentukan CTQ

QFD (Quality Function Deployment)

FMEA (Failure Modes and Effect Analysis)


Mengidentifikasi dan mencegah kegagalan Membantu memahami permasalahan

Cause and Effect (Fishbone) Diagram Pareto Chart


Membantu untuk menentukan prioritas perbaikan
MEASURE 75

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Pareto Chart
Tool kuantitatif yang digunakan untuk menentukan fokus area yang telah tersegmentasi. Secara grafik menampilkan kejadian yang paling sering terjadi (y) Membantu kita mencacah problem besar (Y) menjadi masalah-masalah detil (y)

Data yang tersegmentasi dapat membantu untuk menentukan faktor-faktor penting yang mempengaruhi proses.
Frequency

B
MEASURE 76

Category of Defect

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Pareto Chart
200
Number Of Units Investigated: 5,000

100 90
Cumulative Summation Line (Cum Sum line)

180 160

*f = frequency

f* of D+B+F

80
70

140

f* of D+B
LEGEND

Frequency

120 100 80 60 40
f* of D
A : Illegible B : Bank Info Incomplete C : Missing Signature D : Personal Information Incomplete E : Employment History Incomplete F: Address Incomplete

60 50 40 30 20

20 10 0
Defect Type # Defects % Defects Cum %

D 105 50.5 50.5

B 40 19.2 69.7

F 20 9.6 79,3

A 10 4.8 84.1

C 5 2.4 86.5

E 3 1.5 88.0

Other* 25 12.0 100.0

Total 208 100


MEASURE 77

Approximately 80% of Defects from Defects D + B + F

Cumulative Percentage

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

QFD (Quality Function Deployment)

QFD adalah metodologi terstruktur yang dapat mengidentifikasi dan menterjemahkan kebutuhan dan keinginan customer menjadi persyaratan teknis dan karakteristik yang dapat diukur.

Digunakan untuk mengidentifikasi CTQ.

MEASURE

78

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

QFD Penjabaran Aplikasi Produk

Functional Requirements (HOWs)


Customer Requirements (WHATs)

Part Characteristic (HOWs)


Functional Requirements (WHATs)

Manufacturing Process (HOWs)

Process Variables (HOWs)

Part Characteristics (WHATs)

House of Quality #1

House of Quality #2

House of Quality #3

Process Variables (HOWs)

House of Quality #4

Y
Key Manufacturing Process

Key Functional Requirements

Key Part Characteristic

Key Process Variables

MEASURE

79

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

QFD Penjabaran Aplikasi Jasa

Service Requirements (HOWs)

Service Function / Processes (HOWs)


Service Requirements (WHATs)

Process Control (HOWs)


Service Function/Process (WHATs)

Customer Wants (WHATs)

House of Quality #1

House of Quality #2

House of Quality #3

Y
Critical to Qualitys Characteristic

Key Service Processes

Key Process Variables

MEASURE

80

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

QFD Summary of House


Roof Correlation Conflict Resolution 1b. Customer Importance How important are the customer wants to the customer? 3.Characteristics/measures How do you satisfy the wants ?

Target Direction

Current Rating

Competitor #1

HOW'S

H
1a. Customer Needs What does the customer want? (Voice of the Customer)

L H

H M L L L

L M H M L

M
2. Competitive Assessment Where are we and competitors relative to customer importance?

WHAT'S

4. Relationships H Strong 9 M Medium 3 L Weak 1 5. Competitive Benchmarks How do competitors perform relative to each HOW?

Importance Ratings

6. Target values of HOW's (units)

MEASURE

Competitor #2

81

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

QFD Summary of House


-

Lunch Selection
+

O = HOLD CONSTANT ++ + ++
Number of measured ingredients
Relationship ++ High Positive + Positive -- High Negative - Negative

Product Requirement

Percent carbohydrate provided

Percent nutrition provided

Number of dishes used

Cost of ingredients

Weight of portion

Instant Soup
3 3 3 1 3 2 3 3

Direction for improvement


Fills us up Is nutritious Tastes good Is easy to make Is easy to clean up Sticks with us Is inexpensive Is clean Importance Rating Target (Obtained from VOC) PB&J Instant Soup Fast Food Units Of Measure (Obtained from VOC) 5 4 3 4 2 4 1 2 H M M H M L H L L 2 3 2 2 2 2 4 2 4 2 4 4 5 4 1 4

Importance

H M
H L L M L M 94* 16 2 8 16 oz 52 33 33 15 40 % 59 25 25 10 73 % 48 3 3 5 10 min

H H
M M 60 1 1 3 0 10 0.50 0.25 0.50 3.00 $ H 18 0 0 1 0

Key H=9 M=3 L=1

*Importance Rating for Weight Of Portion = 5(9) + 4(3) + 4(9) + 1(1) = 94 Roof Relationship Symbols indicate if the quality goals of the CTQs are conflicting. For example, if I chose to focus on Weight of Portion I need to be concerned about the negative impact on the Number of Measured Ingredients

MEASURE

Fast Food

Customer Needs

Time to prepare

PB&J Sandwich

82

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

FMEA Failure Modes and Effects Analysis

FMEA adalah pendekatan yang terstruktur untuk :


Mengidentifikasi

dalam cara bagaimana sebuah proses dapat gagal (fail) dalam memenuhi keinginan customer yang kritis. Mengestimasi resiko penyebab khusus yang berhubungan dengan kegagalan tersebut. Mengevaluasi rencana kendalai (control plan) saat ini untuk mencegah kegagalan (failure) terjadi. Membuat prioritas tindakan (action) yang harus dilakukan untuk mengimprove suatu proses.
Mengidentifikasi dalam cara bagaimana produk atau proses dapat gagal dan kemudian merencanakan tindakan pencegahan kegagalan tersebut.
MEASURE 83

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

FMEA Definisi dan Istilah

Failure Modes
Cara atau bagaimana

suatu proses dapat gagal dalam memenuhi

spesifikasi. Biasanya berhubungan dengan defect atau ketidaksesuaian.

Cause
Ketidaksempurnaan

yang menghasilkan failure modes Causes adalah sumber-sumber variasi yang berhubungan dengan variabel input (Key Input Process Variables).

Effect (Dampak)
Pengaruh

pada customer jika failure modes tidak dicegah atau

diperbaiki.
MEASURE 84

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

FMEA Tujuan dan Keuntungan Meningkatkan kualitas, kehandalan, dan keamanan produk. Membantu meningkatkan kepuasan customer. Mengurangi waktu dan biaya pengembangan produk. Mendokumentasi dan melacak tindakan yang diambil untuk mengurangi resiko.

Tipe FMEA System FMEA : Digunakan untuk menganalisis sistem dan subsistem pada tahap konsep dan desain awal. Fokus pada potensial failure modes yang berhubungan dengan fungsi sistem yang disebabkan oleh desain. : Digunakan untuk menganalisis produk sebelum diproduksi.

Design FMEA

Process FMEA : Digunakan untuk menganalisis proses produksi, assembly, dan kegiatan transaksi.

MEASURE

85

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

FMEA Langkah Proses


Persiapan
1. Bentuk tim proses. 2. Kembangkan peta proses dan identifikasi tahap-tahap proses. 3. Tuliskan output dari key process untuk memenuhi permintaan internal dan eksternal customer. 4. Tuliskan input dari key process untuk tiap tahapan proses. 5. Tentukan matriks yang menghubungkan produk output dengan variabel proses 6. Urutkan (ranking) input menurut tingkat kepentingannya

Process FMEA
7. Tuliskan bagaimana input proses dapat bervariasi (sebab) dan identifikasi failure modes effect yang sesuai. 8. Tuliskan sebab-sebab lain (sumber variasi) dan failure modes effect yang sesuai. 9. Berikan tingkat keseriusan, occurrence, dan deteksi pada tiap sebab. 10.Hitung Risk Priority Number (RPN) untuk tiap skenario Potential Failure Mode.

Perbaikan
11. Tentukan tindakan rekomendasi untuk mengurangi RPNs. 12. Tetapkan schedule tindakan perbaikan. 13. Buat grafik untuk memperkirakan pengurangan resiko. 14. Ambil tindakan yang tepat. 15. Hitung kembali semua RPNs setelah perbaikan. 16. Mulai melakukan kontrol setelah perbaikan memberikan hasil atau mengurangi RPNs.

MEASURE

86

White Belt Certification


Process/Product: Invoicing FMEA Team: Invoice Process Mgnt. Team Black Belt: E. Jones FMEA Process Item/Process Step Enter Amt Owed Potential Failure Mode Potential Effect(s) Of Failure Overbill Potential Cause(s) Of Failure Wrong Ct Wrong Price Wrong Ct Wrong Price Sale Error De Error De Error Sale Error De Error De Error Sale Too Busy System Down Sales Busy System Down Current Controls Recommended Action Responsibility And Target Completion Date E. Jones 5/15/97 FMEA Date: (Original) (Revised) Page: 10/15/96 5/25/97 1 of 1

SIGMA DHARMA GROUP


Action Results

TM

Occurrence

Occurrence

Detection

Action Taken

Detection
2 2 2 3 3 3 4 4

Severity

Severity

RPN

Inaccurate

8 5 8 5 5 7 5 7 7 3

Rare Rare Reviewed Reviewed Measured Measured

9 9 9 9 3 3 3 3 4 4 4 4

Underbill

576 DMAIC Team 360 to Investigate Root Causes of 360 Count & Price 225 Accessories 90 126 45 63 84 36 168 72

All DMAIC Tasks Complete

8 8 5 5 6 6 3 3 3 3 6 6

4 3 1 1 5 7 5 7 7 3 7 3

Missing

No Payment

3 90 3 126 45 63 84 36

Delay

Delayed

Late Bill

No Bill

7 3

4 168 4 72

Total Risk Priority Number

2,205

Resulting Risk Priority Number

821

MEASURE

87

RPN
64 48 10 15

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

FMEA
Function
Part/Process

Failure Mode Effects Severity (1-10) Causes Occurrence (1-10)


RPN Risk Priority Number RPN = S x O x D = 1 to 1000
MEASURE 88

Controls

Detectability (1-10)

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Standar Kinerja
Standar kinerja adalah kebutuhan atau spesifikasi yang ditentukan oleh customer dalam bentuk CTQ atau benchmarking dengan kompetitor. Standar kinerja merupakan terjemahan kebutuhan customer menjadi karakteristik yang terukur. Tugas tim proyek SSQP adalah menterjemahkan suara pelanggan menjadi suara proses (area proyek ) dan menentukan nilai standar kinerja Project Y
Pada langkah penetapan standar kinerja, team proyek sudah memastikan apa CTQ-nya, di proses mana, dan berapa standar kinerja yang diinginkan.
Pertanyaan yang menjawab CTQ pelanggan : Apa yang diinginkan oleh pelanggan? Apa itu cacat (defect)? Contoh Engineering Design Dimensi Part atau komponen Product Appearance Transaction Durasi persetujuan kredit Delivery Time

Menetapkan Standar Kinerja : 1. VoC (Voice of Customer) 2. Benchmarking kinerja kompetitor 3. Menuju kualitas Six Sigma

MEASURE

89

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Contoh Standar Kinerja :

Customer Needs (CTQ)


JASA
Persetujuan kredit mobil yang cepat Karakteristik Ukuran Target Spesifikasi Batas Spesifikasi Cacat (Defect) Durasi Persetujuan Kredit (DPK) Dari pengajuan aplikasi sampai keputusan kredit (jam) 8 jam 10 jam DPK melebihi 10 jam

PROSES PRODUKSI
Tidak ada hidden factory Berapa kali terjadi repair atau rework Yield Proses (% Yield Rate) 100 % 99 % Yield Rate kurang dari 99 %

KOMPONEN
Nilai Resistor 120 k 5% Resistansi Part Nilai Resistansi Resistor ( - ohm) 120 k 114 k - 126 k Nilai resistansi kurang dari 114 k atau lebih dari 126 k

MEASURE

90

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Karakteristik Terukur

DEFINISI KARAKTERISTIK

Penjelasan gambaran mengenai bagaimana memperoleh nilai karakteristik (CTQ) yang akan diukur. Gunanya untuk menghindari penafsiran ganda sehingga setiap orang mempunyai kesamaan pemahaman dan juga memberikan cara untuk menerjemahkan CTQ. Penjelasan mengenai ukuran yang dipergunakan dalam karakteristik. Tujuannya adalah menyamakan bahasa yang akan digunakan. Ukuran harus sama atau lebih dengan cara customer mengukur. Nilai CTQ yang diinginkan. CTQ bersifat tetap dan menjadi tujuan akhir dari proyek SSQP. Team CTQ bisa mengetahui apakah CTQ sudah sesuai target atau belum dengan cara mengukur. Nilai CTQ untuk proses/ produk / part / jasa sudah ditetapkan (target), biasanya diberikan toleransi (batas minimum, batas maksimum, batas minimum dan batas maksimum). Segala sesuatu hasil (proses/produk/part/jasa) yang membuat pelanggan tidak puas, dalam hal praktis di luar batas spesifikasi.

UKURAN

TARGET

BATAS SPESIFIKASI

DEFINISI CACAT

MEASURE

91

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Bagaimana standar kinerja, karakteristik CTQ, ukuran, target, batas spesifikasi, serta definisi cacat dari proses-proses di bawah ini !

Operasi Mesin

Delivery

Pelayanan Nasabah Bank


MEASURE 92

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Rencana Pengumpulan Data


Rencana pengumpulan data haruslah berfokus pada Y proyek dan standar kinerja. Yakinkan bahwa sumber daya yang ada digunakan secara efektif untuk mengumpulkan data yang kritis dan menentukan keberhasilan proyek. Cari faktor X potensial untuk Y yang telah dipilih. Tentukan data apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah baru kemudian susun strategi pengumpulan data. Jika biaya pengumpulan data melebihi manfaat proyek, maka Team dapat:

Mencari alternatif cara lain. mengurangi sampel. Mencari alternatif proyek.


MEASURE 93

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Validasi Sistem Pengukuran

Dapatkah kita mempercayai nilai hasil pengukuran suatu part ? Anggap nilai pengukuran part tidak berada pada batas spesifikasi, dapatkah kita memutuskan bahwa part tersebut bermasalah ? Jika part tersebut tidak jelek, lalu apa masalahnya ? Apakah ada yang salah dalam sistem pengukuran ?
Penetapan angka-angka (atau nilai) terhadap sesuatu yang menyampaikan informasi tertentu mengenai hubungan antara elemen tersebut dengan elemen lainnya.
Membandingkan sesuatu dengan suatu besaran. Semua jenis alat atau tool yang digunakan untuk memperoleh pengukuran.

Pengukuran :

Gage :

Sistem Pengukuran :

kumpulan alat-alat atau tool, standar, operasi, metode, fixtures, software, personel, lingkungan dan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menyatakan secara kuantitatif sebuah unit pengukuran atau penaksiran baku terhadap karakteristik yang menonjol dari sesuatu yang diukur.
MEASURE 94

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Mengapa Mempelajari Sistem Pengukuran ?


Untuk mengkuantifikasi banyaknya pengamatan keragaman atau variasi yang disebabkan kesalahan pengukuran. Untuk mengevaluasi alat ukur (gage) sebelum dipakai dalam proses manufakturing. Untuk membandingkan perbedaan jenis-jenis alat ukur. Untuk mengevaluasi dugaan ketidakberesan alat ukur.

MEASURE

95

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Macam-macam Variasi
Variasi Pemusatan (Location Variation) Accuracy Bias Stability (Drift) Linearity Closeness ( kedekatan ) terhadap true value, atau nilai referensi yang dapat diterima. Perbedaan antara rata-rata hasil pengukuran dan nilai referensi. Perubahan nilai bias selama beberapa phase waktu pengukuran. Perubahan nilai bias terhadap normal operating range.

Variasi Penyebaran (Width Variation) Precission Repeatability Closeness masing-masing pembacaan yang berulang. Variasi dalam pengukuran yang didapat dari satu alat ukur ketika digunakan beberapa kali oleh seorang appraiser untuk mengukur karakteristik yang sama dari part yang sama. Variasi rata-rata pengukuran yang dilakukan oleh beberapa appraiser menggunakan alat ukur yang sama ketika mengukur karakteristik suatu part. Estimasi kombinasi dari sistem pengukuran repeatability dan reproducibility.
MEASURE 96

Reproducibility

Gage R&R

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Four Block Diagram


Precission
Poor
Tidak Presisi
2.5

Presisi

A
LSL Target USL

B
LSL
Target USL

Tidak Akurat

Berkaitan dengan masalah Kontrol

Accuracy

2.0

Zshift

1.5

C
LSL Target USL

D
Akurat

1.0

Good

0.5

LSL Target USL

Poor

Zst
Berkaitan dengan masalah Teknologi

Good
MEASURE 97

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Kemungkinan Sumber Variasi


Input
Manufacturing Process Output

Input
Variasi
Variasi Mfg. Process

Measurement Process

Output

Variasi Measurement Process Variasi akibat alat ukur Variasi akibat operator Variasi akibat sumber lain (environment, dll )

Variasi Proses Long Term

Variasi Proses Short Term Akurasi ( Bias )

Presisi ( alat ukur)

Diskriminasi ( Resolusi )

Cp, Cpk

Gage R&R

MEASURE

98

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Proses Pengukuran
Measurement Process Process to be Managed
Measurement
SPC Value

Analysis
MSA

Decision
Handal Valid

Identifikasi sumber variasi potensial : Metode SWIPE S W I P E Standard Workpiece (part, component) Instrument Person / Procedure Environment
MEASURE 99

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Proses Pengukuran
Kriteria Good Measurement System :

1.

Diskriminasi dan sensitivity yang memadai. Skala alat ukur relatif lebih kecil dari variasi proses atau batas spesifikasi sesuai tujuan pengukuran.
Sistem pengukuran harus terkontrol secara statitistik, artinya dalam kondisi repeatable. Variasi yang timbul disebabkan oleh penyebab umum (Common Cause) dan bukan penyebab khusus (Spesial Cause). Untuk product control, kemampuan variasi dari sistem pengukuran harus lebih kecil dibandingkan batas spesifikasi. Untuk process control, kemampuan variasi dari system pengukuran sebaiknya dapat mendemonstrasikan resolusi yang efektif, dan lebih kecil dibandingkan variasi proses manufaktur.
MEASURE 100

2.

3. 4.

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Gage R & R
Tujuan : Menunjukan sistem pengukuran yang dilakukan handal dan valid, serta dapat diterima. Mengetahui bagaimana akurasi dan presisi terkait dengan sistem pengukuran. Mengetahui perbedaan antara Repeatability dan Reproducibility.
Operator B Operator C Operator A

Repeatability

Reproducibility

MEASURE

101

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Gage R & R
Nilai Gage R&R adalah persentase total variasi dari proses.
2 2 2 R &R e o

Ada 2 cara untuk analisa Gage R&R Metode X-bar dan R-bar Metode ANOVA Terdapat 4 kriteria untuk menentukan kualifikasi dari sistem pengukuran gage R&R % Contribution % Study Variation Distinct Categories Discrimination Ratio
Cara Melakukan Gage R&R Data Variable :
Paling sedikit 2 orang operator. Paling sedikit 5 sampel yang diukur. Setiap unit diukur paling sedikit 2 kali oleh tiap operator. Kualifikasi operator yang akan mengukur harus sama.

MEASURE

102

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Kriteria Penerimaan Gage R&R


% Contribution
DITERIMA (RECOMMENDED) DIPERTIMBANGKAN (CONSIDERED) DITOLAK (REFUSED)

% Study Variation

Distinct Categories

Discrimination Ratio *)

< 1%

< 10 %

>= 5

>= 5

1%-9%

10 % - 30 %

24

24

>9%

> 30 %

MEASURE

103

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

MiniTab Session Gage R&R


Data di bawah ini adalah hasil studi Gage R&R yang melibatkan oleh 2 orang appraiser (pemeriksa). Masingmasing appraiser mengukur satu karakteristrik yang sama dari 5 sampel part. Pengukuran diulang sebanyak 5 kali.
112 + 0.5

SAMPEL 1 2 3 4 5

APPRAISER 1

APPRAISER 2

X1 111.90 110.90 112.30 112.70 111.60

X2 111.20 111.80 112.80 111.50 111.80

X3 111.90 112.40 111.90 112.30 112.60

X4 112.30 111.60 112.60 111.80 112.40

X1 111.40 110.80 112.40 111.80 110.50

X2 113.00 112.60 110.90 112.50 112.80

X3 111.90 112.60 112.40 111.80 110.30

X4 112.90 110.90 111.50 112.60 112.40

Dengan menggunakan software minitab, tentukanlah apakah sistem pengukuran ini dapat diterima, dipertimbangkan, atau ditolak ?

MEASURE

104

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

MiniTab Session Gage R&R


Jalankan program MiniTab : Program > MiniTab for Windows > MiniTab. Jendela MiniTab akan terbuka. Pada windows Worksheet, entry data seperti tabel di bawah ini. Pengaturan coloumn dapat disesuaikan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 C1-T Operator Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 Appr. 1 C2 Part 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 C3 Measure 111.9 111.2 111.9 112.3 110.9 111.8 112.4 111.6 112.3 112.8 111.9 112.6

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Appr. Appr. Appr. Appr. Appr. Appr. Appr. Appr. Appr. Appr. Appr. Appr.

2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5

112.4 110.9 112.4 111.5 111.8 112.5 111.8 112.6 110.5 112.8 110.3 112.4

MEASURE

105

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Gage R & R Minitab Session

Check X-Bar and R-Bar Methode

MEASURE

106

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Gage R & R Minitab Session

USL - LSL

Nilai Z pada 99% dari Distribusi Normal Standar

MEASURE

107

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

MEASURE

108

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

% Study Variation

Validasi Sistem Pengukuran : Sistem Pengukuran Ditolak !!


MEASURE 109

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Attribute Gage R&R


Pilih lebih dari 100 part, baik part yang Good maupun yang NG. Attribut masing-masing part sudah ditentukan secara pasti. Dua atau tiga appraiser (operator) secara independen mengukur setiap part sebanyak 2 kali atau lebih secara acak. Gunakan tabel untuk mencatat data dan menghitung nilainya. Nilai persentase study variation pengukuran yang diterima maksimal 10%.

MEASURE 110

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Attribute Gage R&R


Attribute Legend : 1. Pass 2. Fail SCORING REPORT Date : 14-June-2003 Name : Lorenzo Layaou Product : Leg Shield Appraiser 1 Try # 1 Try # 2 Pass Pass Pass Pass Fail Fail Fail Fail Fail Fail Pass Pass Fail Fail Pass Pass Pass Pass Pass Pass Pass Pass Pass Pass Fail Fail Fail Fail 100% 78.57% Appraiser # 2 Try # 1 Try # 2 Pass Pass Pass Pass Fail Pass Fail Fail Pass Fail Pass Pass Fail Fail Pass Pass Pass Pass Fail Fail Pass Pass Pass Pass Fail Fail Pass Fail 78.75% 64.29% 71.43% 57.14% 42.86% Y / N Aggree Y Y N Y N Y N Y N N Y Y Y N

Known Population Sampel # Attribute 1 Pass 2 Pass 3 Fail 4 Fail 5 Fail 6 Pass 7 Pass 8 Pass 9 Fail 10 Fail 11 Pass 12 Pass 13 Fail 14 Fail % APPRAISER SC ORE % SC ORE VS ATTRIBUTE

SC REEN % EFFEC TIVE SC ORE SC REEN % EFFEC TIVE SC ORE VS ATTRIBUTE % STUDY VARIATION

MEASURE

111

White Belt Certification

SIGMA DHARMA GROUP

TM

Attribute Gage R&R


% APPRAISER SCORE
Keseragaman try # 1 dan # 2 ( Repeatability )

% SCORE VS ATTRIBUTE
Keseragaman dengan Attribut ( Reproducibility )

SCREEN % EFFECTIVE SCORE


Rata-rata % Score VS Attribute

SCREEN % EFFECTIVE SCORE VS ATTRIBUTE


Data seluruh operator dibandingkan terhadap attribute.

MEASURE

112