Anda di halaman 1dari 35

UJIAN AKHIR SEMESTER REKAYASA PANTAI

Ujian ini dibuat untuk menjawab pertanyaan UAS dan guna mendapatkan ni ai yang baik pada Mata Perku ia!an Rekaya"a Pantai

#$"en Pembimbing % #r&Ir&'ak!tiar A'(MT #ibuat ) e! % Rama R$"diana '*+,*+**R'*++-

UNI.ERSITAS SAN//A 'UANA0YPKP


1AKU2TAS TEKNIK 'AN#UN/ ,+*3

N$ *&
Gelombang datang menuju pantai dengan panjang (L0) = 200 m, dengan kedalaman (d) =

20 m jika perbandingan

= 0.21254. Berapakah nilai periode gelombang (

) dan berapa

panjang gelombang kembali kelaut ( L). JA4A'AN


!ik "

= 0,21254
#$arat kla%i&ika%i gelombang di laut tran%i%i

a. 'ilai periode gelombang ( ) (

= = 20 detik b. )anjang gelombang kembali ke laut (L) (

L =

5 L = *24,+4 m L = *25 m ( di bulatkan)

PEN#AHU2UAN
#e6ini"i Pantai !e&ini%i atau pengertian adalah %ebuah ,ila$ah $ang menjadi bata% antara lautan dan daratan, bentuk pantai berbeda-beda %e%uai dengan keadaan, pro%e% $ang terjadi di ,ila$ah ter%ebut, %eperti pengangkutan, pengendapan dan pengiki%an $ang di%ebabkan oleh gelombang, aru%, angin dan keadaan lingkungan di%ekitarn$a $ang berlang%ung %e.ara teru% meneru%, %ehingga membentuk %ebuah pantai. #e6ini"i Pe"i"ir )engertian )e%i%ir adalah ,ila$ah antara bata% pa%ang tertinggi hingga bata% air laut $ang terendah pada %aat %urut. )e%i%ir dipengaruhi oleh gelombang air laut. )e%i%ir juga merupakan /ona $ang menjadi tempat pengendapan ha%il pengiki%an air laut dan merupakan bagian dari pantai. 'angunan Pe indung Pantai

Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap keru%akan karena %erangan gelombang dan aru%. 0da beberapa .ara $ang dapat dilakukan untuk melindungi pantai $aitu " 1. memperkuat pantai atau melindungi pantai agar mampu menahan keru%akan karena %erangan gelombang 2. mengubah laju tran%por %edimen %epanjang pantai 1. mengurangi energi gelombang $ang %ampai ke pantai #e%uai dengan &ung%in$a, bangunan pantai dapat dikla%i&ika%ikan dalam tiga kelompok $aitu" 2on%truk%i $ang dibangun di pantai dan %ejajar gari% pantai 2on%truk%i $ang dibangun kira-kira tegak luru% pantai 2on%truk%i $ang dibangun di lepa% pantai dan kikra-kira %ejajar gari% pantai

Berikut ini akan dipaparkan beberapa jeni% bangunan pelindung pantai antara lain " 1. Groin

Groin adalah %truktur pengaman pantai $ang dibangun menjorok relati3e tegak luru% terhadap arah pantai. Bahan kon%truk%in$a umumn$a ka$u, baja, beton (pipa beton),

dan batu. )ema%angan groin% menginterup%i aliran aru% pantai %ehingga pa%ir terperangkap pada 4up.urrent %ide,5 %edangkan pada 4do,n.urrent %ide5 terjadi ero%i, karena pergerakan aru% pantai $ang berlanjut . )enggunaan Groin dengan mneggunakan %atu buah groin tidaklah e&ekti&. Bia%an$a perlindungan pantai dilakukan dengan membuat %uatu %eri bangunan $ang terdiri dari beberapa groin $ang ditempatkan dengan jarak tertentu. 6al ini dimak%udkan agar perubahan gari% pantai tidak terlalu %igni&ikan. #elain tipe luru% ada juga groin tipe L dan tipe berda%arkan kebutuhan. , $ang ke%emuan$a dibangun

2. 7eti

7ett$ adalah bangunan tegak luru% pantai $ang diletakan di kedua %i%i muara %ungai $ang ber&ung%i untuk mengurangi pendangkalan alur oleh %edimen pantai. )ada penggunaan muara %ungai %ebagai alur pela$aran, pengendapan dimuara dapat mengganggu lalu linta% kapal. 8ntuk keperluan ter%ebut jett$ haru% panjang %ampai ujungn$a berada di luar %edimen %epanjang pantai juga %angat berpengaruh terhedap

pembentukan endapan ter%ebut. )a%ir $ang melinta% didepan muara geelombang pe.ah. !engan jett$ panjang tran%port %edimen %epanjang pantai dapat tertahan dan pada alur pela$aran kondi%i gelombang tidak pe.ah, %ehingga memungkinkan kapal ma%uk kemuara %ungai. #elain untuk melindingi alur pela$aran, jett$ juga dapat digunakan untuk men.egah pendangkalan dimuara dalam kaitann$a dengan pengendalian banjir. #ungai%ungai $ang bermuara pada pantai $ang berpa%ir dengan gelombang $ang .ukup be%ar %ering mengalami pen$umbatan muara oleh endapan pa%ir.karena pengaruh gelombang dan angin, endapan pa%ir terbentuk di muara. ran%port akan terdorong oleh gelombang ma%uk kemuara dan kemudian diendapkan. endapan $ang %angat be%ar dapat men$ebabkan ter%umbatn$a muara %ungai. penutupan muara %ungai dapat men$ebabkan terjadin$a banjir didaerah %ebelah hulu muara. )ada mu%im penghujan air banjir dapat mengero%i endapan %ehingga %edikit demi %edikit muara %ungai terbuka kembali. #elama pro%e% penutupan dan pembukaan kembali ter%ebut bia%an$a di%ertai dengan membelokn$a muara %ungai dalam arah $ang %ama dengan arah tran%port %edimen %epanjang pantai. 7ett$ dapat digunakan untuk menanggulangi ma%alah ter%ebut, mengingat &ung%in$a han$a untuk penanggulangan banjir, maka dapat digunakan %alah %atu dari bangunan berikut, $aitu jett$ panjang, jett$ %edang, jett$ pendek. 7ett$ panjang apabila ujungn$a berada diluar gelombang pe.ah.tipe ini e&ekti& untuk menghalangi ma%ukn$a %edimen kemuara, tetapi bia$a kon%truk%i %angat mahal, %ehingga kalau &ung%in$a han$a untuk penaggulangan banjir maka penggunaan jett$ ter%ebut tidak ekonomi%. 2e.uali apabila daerah $ang haru% dilindungi terhadap banjir %angat penting. 7ett$ %edang dimana ujungn$a berada anatar muka air %urut dan loka%i gelombang pe.ah, dapat menahan %ebagian tran%port %edimen %epanjang pantai. 0lur diujung jett$ ma%ih memungkinkan terjadin$a endapan pa%ir. )ada jett$ pendek, kaki ujung bangunan berada pada permukaan air %urut.&ung%i utama bnagunan ini adalah menahan berbelokn$a muara %ungai dan mengkon%entra%ikan aliran pada alur $ang telah ditetapkan untuk bi%a mengero%i endapan, %ehingga apada a,al mu%im penghujan di mana debit be%ar (banjir) belum terjadi, muara %ungai telah terbuka.

#elain ketiga tipe jett$ ter%ebut, dapat pula dibuat bangunan $ang ditempatkan pada kedua %i%i atau han$a %atu%i%i tebing muara $ang tidak menjorok kelaut. Bangunan ini %ama %ekali tidak men.egah terjadin$a endapan dimuara, &ung%i bangunan ini %ama dengan jett$ pendek, $aitu men.egah berbelokn$a muara %ungai degan mengkon%entra%ikan aliran untuk mengero%i endapan. 1. Break,ater

Break,ater atau dalam hal ini peme.ah gelombang lepa% pantai adalah bangunan $ang dibuat %ejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari gari% pantai. )eme.ah gelombang dibangun %ebagai %alah %atu bentuk perlindungan pantai terhadap ero%i dengan menghan.urkan energ$ gelombang %ebelum %ampai ke pantai, %ehingga terjadi endapan dibelakang bangunan. 9ndapan ini dapat menghalangi tran%port %edimen %epanjang pantai. #ebenarn$a break,ater atau peme.ah gelombang dapat dibedakan menjadi dua ma.am $aitu peme.ah gelombang %ambung pantai dan lepa% pantai. ipe pertama ban$ak digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan, %edangkan tipe kedua untuk perlindungan pantai terhadap ero%i. #e.ara umum kondi%i peren.anaan kedua tipe adalah %ama, han$a pada tipe pertama perlu ditinjau karakteri%tik gelombang di beberapa loka%i di %epanjang peme.ah gelombang, %eperti haln$a pada peren.anaan groin dan jett$. )enjela%an lebih rin.i mengenai peme.ah gelombang %ambung pantai lebih .enderung berkaitan dengan palabuhan dan bukan dengan perlindungan pantai terhadap ero%i. peme.ah gelombang lepa% pantai dibuat %ejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari gari% pantai, maka tergantung pada panjang pantai $ang dilindungi, peme.ah gelombang

lepa% pantai dapat dibuat dari %atu peme.ah gelombang atau %uatu %eri bangunan $ang terdiri dari beberapa rua% peme.ah gelombang $ang dipi%ahkan oleh .elah. Bangunan ini ber&ung%i untuk melindungi pantai $ang terletak dibelakangn$a dari %erangan gelombang $ang dapat mengakibatkan ero%i pada pantai. )erlindungan oleh peme.ahan gelombang lepa% pantai terjadi karena berkurangn$a energi gelombang $ang %ampai di perairan di belakang bangunan. 2arena peme.ah gelombang ini dibuat terpi%ah ke arah lepa% pantai, tetapi ma%ih di dalam /ona gelombang pe.ah (breaking zone). :aka bagian %i%i luar peme.ah gelombang memberikan perlindungan dengan meredam energi gelombang %ehingga gelombang dan aru% di belakangn$a dapat dikurangi. Gelombang $ang menjalar mengenai %uatu bangunan peredam gelombang %ebagian energin$a akan dipantulkan (re&lek%i), %ebagian diteru%kan (tran%mi%i) dan %ebagian dihan.urkan (di%%ipa%i) melalui pe.ahn$a gelombang, kekentalan &luida, ge%ekan da%ar dan lain-lainn$a. )embagian be%arn$a energi gelombang $ang dipantulkan, dihan.urkan dan diteru%kan tergantung karakteri%tik gelombang datang (periode, tinggi, kedalaman air), tipe bangunan peredam gelombang (permukaan halu% dan ka%ar, lulu% air dan tidak lulu% air) dan geometrik bangunan peredam (kemiringan, ele3a%i, dan pun.ak bangunan). Berkurangn$a energi gelombang di daerah terlindung akan mengurangi pengiriman %edimen di daerah ter%ebut. :aka pengiriman %edimen %epanjang pantai $ang bera%al dari daerah di %ekitarn$a akan diendapkan dibelakang bangunan. )antai di belakang %truktur akan %tabil dengan terbentukn$a endapan %ediment ter%ebut. 4. #ea,all

#ea,all hampir %erupa dengn re3etment (%tuktur pelindung pantai $ang dibuat %ejajar pantai dan bia%an$a memiliki permukaan miring), $aitu dibuat %ejajar pantai tapi %ea,all memiliki dinding relati& tegak atau lengkung. #ea,all juga dapat dikatakan %ebagai dinding banjir $ang ber&ung%i %ebagai pelindung;penahan terhadap kekuatan gelombang. #ea,all pada umumn$a dibuat dari kon%truk%i padat %eperti beton, turap baja;ka$u, pa%angan batu atau pipa beton %ehingga %ea,all tidak meredam energi gelombang, tetapi gelombang $ang memukul permukaan %ea,all akan dipantulkan kembali dan men$ebabkan geru%an pada bagian tumitn$a. 5. 0rti&i.ial 6eadland

anjung buatan adalah %truktur batuan $ang dibangun di %epanjang ujung pantai mengiki% bukit-bukit untuk melindungi titik %trategi%, $ang memungkinkan pro%e%-pro%e% alam untuk melanjutkan %epanjang bagian depan $ang ter%i%a. 6al ini %e.ara %igni&ikan lebih murah daripada melindungi %eluruh bagian depan dandapat memberikan perlindungan %ementara atau jangka panjang dengan akti& dari berbagai ma.am re%iko. anjung %ementara dapat dibentuk dari gabion% atau kantong pa%ir, namun umurn$a bia%an$a tidaklah panjang antara 1 %ampai 5tahun. anjung buatan ber&ung%i men%tabilkan daerah pe%i%ir pantai, membentuk gari% pantai %emakin %tabil, gari% pantai menjadi lebih menjorok %ehingga energ$ gelombang akan hilang pada daerah %horeline dan akhirn$a membentuk pe%i%ir ren.ana $ang lebih %tabil dan dapat berkembang. #tabilita% akan tergantung padapanjang dan jarak dari tanjung. %truktur pendek dengan .elah panjang akan memberikan perlindungan lokal tetapi tidak mungkin mengi/inkan bentuk ren.ana %tabil untuk dikembangkan. 7ika ero%i berlang%ung teru%-meneru% tanjung mungkin perlu diperpanjang atau dipindahkan

untuk men.egah kegagalan %truktural, me%kipun tanjung buatan akan teru% memberikan perlindungan %ebagai break,ater% perairan dekat pantai. *. Bea.h 'ouri%hment Bea.h 'ouri%hment merupakan u%aha $ang dilakukan untuk memindahkan %edimenta%i pada pantai ke daerah $ang terjadi ero%i, %ehingga menjaga pantaitetap %tabil.2ita ketahui ero%i dapat terjadi jika di %uatu pantai $ang ditinjau terdapat kekurangan %uplai pa%ir. #tabilita%i pantai dapat dilakukan dengan penambahan %uplai pa%ir ke daerah $ang terjadi ero%i itu. 0pabila ero%i terjadi %e.ara teru%-meneru%, maka %uplai pa%ir haru% dilakukan %e.ara berkala dengan laju %amadengan kehilangan pa%ir. 8ntuk pantai $ang .ukup panjang maka penambahan pa%ir dengan .ara pembelian kurang e&ekti& %ehingga digunakan alternati& pa%ir diambil dari ha%il %edimenta%i %i% lain dari pantai. <. erumbu Buatan erumbu buatan ( arti&i.ial ree& ) bukanlah hal baru, di 7epang dan 0merika u%aha ini telah dilakukan lebih dari 100 tahun $ang lalu. :ula-mula dilakukan dengan menempatkan material natural berukuran ke.il %ebagai upa$a untuk menarik dan meningkatkan popula%i ikan. !i =ndone%ia, terumbu buatan mulai di%adari peranan dan kehadirann$a oleh ma%$arakat lua% %ejak tahun 1>+0-an, pada %aat dimana )emda !2=. 7akarta men$elenggarakan program beba% be.ak, dengan mera/ia %eluruh be.ak $ang beropera%i di ibu kota dan kemudian mengalami ke%ulitan dalam penampungann$a, %ehingga pada akhirn$a bangkai be.ak ter%ebut dibuang ke laut.Berbagai ma.am .ara, baik tradi%ional maupun modern, bentuk dan bahan telah digunakan %ebagai terumbu buatan untuk meningkatkan kualita% habitat ikan danbiota laut lainn$a.#aat ini %edang terjadi perge%eran paradigma reka$a%a pantai dari pendekatan reka$a%a %e.ara tekni% $ang luga% ( hard engineering approa.h ) ke arah pendekatan $ang lebih ramah lingkungan (%o&t engineering approa.h). #alah %atu.ontoh mi%aln$a adalah bangunan peme.ah gelombang ( break,ater ) $ang %emula ambangn$a %elalu terletak di ata% muka air laut, kini diturunkan ele3a%in$a hingga terletak diba,ah muka air laut.

Penyebab Umum Terjadinya Keru"akan 'angunan Pantai 2eban$akan keru%akan pada %truktur bangunan pantai di%ebabkan oleh datangn$a gelombang laut $ang .ukup be%ar %ehingga bangunan pantai tidak dapat menahan gelombang ter%ebut. 2eru%akan juga dapat di%ebabkan oleh %emakin lama air laut $ang mengenai bangunan pantai kian membe%ar dan akhirn$a men.apai pada da%ar kaki bangunan ter%ebut %ehingga terjadi rembe%an. )ada %aat itulah keruntuhan pada bangunan akan terjadi.

TE)RI /E2)M'AN/ Gelombang $ang terjadi di laut %ebenarn$a dapat dibedakan menjadi beberapa jeni% atau tipe gelombang. )erbedaan jeni% atau tipe gelombang ini berda%arkan ga$a $ang membangkitkann$a. Gelombang $ang terjadin$a karena dibangkitkan oleh angin di%ebut dengan gelombang angin. 0ngin $ang bertiup dipermukaan laut %elama ,aktu tertentu, baik angin $ang bertiup ke arah darat maupun angin $ang bertiup ke arah laut akan menimbulkan gelombang. Gelombang angin ini terma%uk jeni% gelombang pendek, karena be%arn$a periode gelombang ini adalah mulai beberapa detik %ampai dengan beberapa menit. Gelombang pa%ang %urut atau %ering di%ebut juga dengan gelombang pa%ut, merupakan gelombang $ang terjadin$a di%ebabkan oleh ga$a tarik-menarik bendabenda langit, terutama matahari dan bulan. Gelombang ini terma%uk jeni% gelombang panjang, karena periode gelombangn$a adalah dari beberapa jam %ampai dengan beberapa tahun. Gelombang t%unami adalah gelombang $ang terjadin$a karena adan$a pergerakan ma%%a air di laut, $ang dapat di%ebabkan oleh letu%an gunung berapi atau gempa $ang

terjadi di laut. Gelombang $ang paling ban$ak dipergunakan dalam )eren.anaan bidang teknik %ipil adalah gelombang angin dan gelombang pa%ang %urut. Gelombang angin $ang %elanjutn$a di%ebut dengan gelombang, $ang datang ke pantai, dapat men$e- babkan terjadin$a aru% $ang menimbulkan pergerakan %edimen pantai, baik $ang bergerak dalam arah tegak luru% gari% pantai, maupun $ang bergerak dalam arah Gelombang $ang terjadi di laut %ebenarn$a dapat dibedakan menjadi beberapa jeni% atau tipe gelombang. )erbedaan jeni% atau tipe gelombang ini berda%arkan ga$a $ang membangkitkann$a. Gelombang $ang terjadin$a karena dibangkitkan oleh angin di%ebut dengan gelombang angin. 0ngin $ang bertiup dipermukaan laut %elama ,aktu tertentu, baik angin $ang bertiup ke arah darat maupun angin $ang bertiup ke arah laut akan menimbulkan gelombang. Gelombang angin ini terma%uk jeni% gelombang pendek, karena be%arn$a periode gelombang ini adalah mulai beberapa detik %ampai dengan beberapa menit. Gelombang pa%ang %urut atau %ering di%ebut juga dengan gelombang pa%ut, merupakan gelombang $ang terjadin$a di%ebabkan oleh ga$a tarik-menarik benda-benda langit, terutama matahari dan bulan. Gelombang ini terma%uk jeni% gelombang panjang, karena periode gelombangn$a adalah dari beberapa jam %ampai dengan beberapa tahun. Gelombang t%unami adalah gelombang $ang terjadin$a karena adan$a pergerakan ma%%a air di laut, $ang dapat di%ebabkan oleh letu%an gunung berapi atau gempa $ang terjadi di laut. Gelombang $ang paling ban$ak dipergunakan dalam )eren.anaan bidang teknik %ipil adalah gelombang angin dan gelombang pa%ang %urut. Gelombang angin $ang %elanjutn$a di%ebut dengan gelombang, $ang datang ke pantai, dapat men$ebabkan terjadin$a aru% $ang menimbulkan pergerakan %edimen pantai, baik $ang bergerak dalam arah tegak luru% gari% pantai, maupun $ang bergerak dalam arah %ejajar dengan gari% pantai. )ergerakan %edimen ini dapat merubah bentuk dan po%i%i gari% pantai dari bentuk dan po%i%i %emula. )erubahan ini terjadi karena adan$a penambahan dan pengurangan %edimen pantai $ang bergerak atau berpindah tempat. Be%arn$a pengurangan dan penambahan %edimen pantai ini %angat tergantung pada be%ar dan %udut arah datangn$a gelombang, karakteri%tik %edimen pantai %erta karakteri%tik pantain$a %endiri. !alam bidang reka$a%a %ipil, gelombang merupakan &aktor utama $ang %angat menentukan dalam mendi%ain tata letak pelabuhan, alur pela$aran, %erta bangunan-bangunan pantai

lainn$a %eperti jett$, groin, dinding pantai (%ea,all) dan peme.ah gelombang (break,ater). Gelombang pa%ang %urut atau %ering di%ebut juga dengan pa%ut merupakan gelombang $ang juga %angat penting untuk peren.anaan dalam bidang reka$a%a %ipil. 6al ini karena dalam peren.anaan, ele3a%i gelombang %aat pa%ang paling tinggi menentukan ele3a%i bangunan pantai agar tidak terlimpa%i, dan ele3a%i gelombang %aat %urut diperlukan untuk menentukan kedalaman perairan dalam peren.anaan pelabuhan dan lain %ebagain$a. Gelombang t%unami adalah gelombang $ang terjadin$a di laut karena adan$a letu%an gunung berapi atau di%ebut juga dengan gempa 3ulkanik $ang terjadi di laut. )ola perambatan gelombang t%unami $ang di%ebabkan oleh letu%an gunung berapi berbeda dengan pola perambatan gelombang $ang di%ebabkan oleh gempa bumi, $ang pen$ebabn$a adalah berupa patahan lempeng bumi atau $ang di%ebut juga dengan gempa tektonik. #umber gempa 3ulkanik dapat di%imula%ikan %ebagai perambatan gelombang titik. 2arena %umbern$a bia%an$a pada %atu koordinat tertentu. #edangkan gempa tektonik bia%an$a di%imula%ikan %ebagai perambatan gelombang gari%, karena %umber gempa bia%an$a memanjang. Gelombang %ebenarn$a $ang terjadi di alam adalah %angat komplek% dan tidak dapat dirumu%kan dengan akurat. 0kan tetapi dalam mempelajari &enomena gelombang $ang terjadi di alam dilakukan beberapa a%um%i %ehingga mun.ul beberapa teori gelombang. 0kan tetapi dalam bab ini han$a akan dibaha% mengenai teori gelombang amplitudo ke.il. eori gelombang ini merupakan teori gelombang $ang paling %ederhana karena merupakan teori gelombang linier, $ang pertama kali diperkenalkan oleh 0ir$ pada tahun 1+45.

0%um%i dan !e&ni%i Gelombang


#ebelum menurunkan per%amaan gelombang, maka perlu diketahui a%um%i-a%um%i $ang diberikan untuk menurunkan per%amaan gelombang %ebagai berikut " 1. 0ir laut adalah homogen, %ehingga rapat ma%%an$a adalah kon%tan. 2. 0ir laut tidak mampu mampat. 1. egangan permukaan $ang terjadi diabaikan.

4. Ga$a ?orioli% diabaikan. 5. egangan pada permukaan adalah kon%tan. *. @at .air adalah ideal dan berlaku aliran tak berrota%i. <. !a%ar laut adalah hori/ontal, tetap dan impermeabel. +. 0mplitudo gelombang ke.il dibandingkan dengan panjang gelombang. >. Gerak gelombang tegak luru% terhadap arah penjalarann$a. 0%um%i-a%um%i ini diberikan agar penurunan teori gelombang amplitudo ke.il dapat dilakukan. 8ntuk menurukan per%amaan gelombang perlu di&ahami ter- lebih dahulu de&ni%i dan nota%i $ang dipergunakan dalam per%amaan $ang akan diturunkan. #ket de&ni%i gelombang dapat digambarkan %ebagi berikut, !ari Gambar 1.1, nota%i-nota%i %elanjutn$a $ang akan dipergunakan dalam menurunkan per%amaan adalah %ebagai berikut " h " jarak antara muka air rerata dan da%ar laut A " &luktua%i muka air a " amplitudo gelombang 6 " tinggi gelombang = 2.a L " panjang gelombang " periode gelombang ? " .epat rambat gelombang k " bilangan gelombang B " &rekuen%i gelombang

Gambar 1.1" #ket de&ni%i gelombang

)endekatan eori
)en$ele%aian ma%alah nilai bata% teori gelombang air linier untuk da%ar hori/ontal dapat dimulai dari per%amaan %ebagai berikut " (CD $D /) = E(C) " @(/) " (t) (1.1)

!imana, F(CD $D /) merupakan &ung%i $ang han$a tergantung pada 3ariabel C dan 3ariabel /, dan juga merupakan &ung%i $ang ber3aria%i terhadap ,aktu t. #ehingga merupakan %uatu &ung%i periodik dan tergantung pada 3ariabel C, /, dan t. #elanjutn$a per%amaan di ata% dapat dituli%kan %ebagai berikut, (CD $D /) = E(C) " @(/) " %in(B t) )er%amaan ini merupakan per%amaan poten%ial ke.epatan. (1.2)

!iketahui per%amaam Lapla.e dua dimen%i (2-!) %ebagai berikut, (1.1) !engan men%ub%titu%ikan per%amaan poten%ial ke.epatan, )er%amaan (1.2) kedalam per%amaan Lapla.e atau )er%amaan (1.1), maka akan didapat per%amaan %ebagai berikut,

(1.4)

(1.5)

(1.*)

!ari per%amaan di ata% diketahui bah,a, per%amaan akan dipenuhi bila penjumlahan dari pen$ele%aian untuk %etiap bagian per%amaan dari 3ariabel C dan / mengha%ilkan nilai nol. 8ntuk dapat men$ele%aikan per%amaann$a, )er%amaan (1.*) ini dapat dituli% menjadi dua bagian per%amaan, $aitu )er%amaan (1.<) $ang mengandung 3ariabel C dan )er%amaan (1.+) $ang mengandung 3ariabel / %ebagai berikut " (1.<) (1.+)

#olu%i untuk )er%amaan (1.<) adalah %ebagai berikut " (1.>) #edangkan %olu%i untuk )er%amaan (1.+) adalah %ebagai berikut " (1.10) #ehingga )er%amaan (1.2) merupakan penjumlahan dari )er%amaan (1.>) dan )er%amaan (1.10) dan dapat dituli% menjadi per%amaan %ebagai berikut " (1.11) 8ntuk mempermudah pemahaman, %elanjutn$a %olu%i poten%ial ke.epatan (C) $ang akan dijela%kan terlebih dahulu han$a untuk %atu bagian per%amaan $ang dapat dituli% %ebagai berikut " (1.12) #edangkan untuk bagian B" %in(k"C) dapat diturunkan dengan .ara $ang %ama. !iketahui )er%amaan untuk kondi%i bata% da%ar hori/ontal adalah %ebagai berikut "

(1.11) Berda%arkan kondi%i bata% pada da%ar perairan, dimana ke.epatan arah 3erti.al (,) pada da%ar adalah %ama dengan nol, %ehingga )er%amaan (1.11) dapat dituli% menjadi "

(1.14) )er%amaan (1.14) dapat di%ele%aikan han$a bila memenuhi per%amaan berikut " (1.15) #ehingga berda%arkan per%amaan di ata% didapat per%amaan %ebagai berikut "

(1.1*) !engan men%ub%titu%ikan )er%amaan (1.1*) ke dalam )er%amaan (1.12), per%amaan ini dapat di%u%un menjadi per%amaan %ebagai berikut "

(1.1<)

!iketahui bah,a "

#ehingga per%amaan di ata% dapat dituli% menjadi " (1.1+) !engan men%ub%titu%ikan )er%amaan (1.1+) ke dalam )er%amaan (1.1<) didapat per%amaan %ebagai berikut "

(1.1>)

!imana "

#ehingga )er%amaan (1.1>) di ata% dapat dituli% menjadi "

(1.20) )er%amaan di ata% merupakan per%amaan poten%ial ke.epatan dengan kon%tanta baru G. 8ntuk dapat menurunkan per%amaan ini %elanjutn$a diperlukan per%amaan Bernoulli.

Per"amaan 'ern$u i
8ntuk mendapatkan per%amaan Bernoulli, per%amaan ini dapat diturunkan dari per%amaan 9uler 2 dimen%i %ebagaimana pen$ele%aian per%amaan berikut ini "

(1.21) 0%um%i aliran tidak berota%i, ini akan dipenuhi han$a apabila " (1.22) :aka %elanjutn$a dengan men%ub%titu%ikan )er%amaan (1.22) ke )er%amaan (1.21) didapat per%amaan %ebagai berikut " 8ntuk arah C"

(1.21)

8ntuk arah / "

(1.24)

!imana "

!engan men%ub%titu%ikan u dan , kedalam )er%amaan (1.21) dan )er%amaan (1.24) maka akan didapat per%amaan berikut, 8ntuk arah C "

(1.2*)

)en$ele%aian )er%amaan (1.25) dan (1.2*) ada han$a bila per%amaan ter%ebut memenuhi per%amaan %ebagai berkut, untuk arah C"

(1.2<) !imana,

8ntuk arah / "

(1.2+) !imana "

Berda%arkan )er%amaan (1.2<) dan )er%amaan (1.2+) maka didapat, (1.2>) !ari )er%amaan (1.2<) dan )er%amaan (1.2+) diketahui bah,a kon%tanta ?0 tidak dapat menjadi &ung%i terhadap C, %ehingga )er%amaan (1.2>) menjadi,

(1.10) #elanjutn$a )er%amaan (1.10) dapat dituli% menjadi,

(1.11) )er%amaan (1.11) merupakan per%amaan Bernoulli.

)oten%ial 2e.epatan

8ntuk menurunkan per%amaan poten%ial ke.epatan, per%amaan untuk kondi%i bata% permukaan aliran, dimana aliran tak mantap dan tak berota%i, didapat dari per%amaan Bernoulli %eperti berikut,

Bila per%amaan ini dilinierkan, $aitu dengan mengabaikan %uku u 2 dan ,2, dan pada bata% permukaan / = A, dan dia%um%ikan bah,a tekanan permukaan (tekanan atmo%&er) adalah %ama dengan nol, %ehingga per%amaan Bernoulli di ata% dituli% menjadi,

(1.12)

eori gelombang amplitudo ke.il menga%um%ikan bah,a kondi%i pada bata% per- mukaan aliran. !engan a%um%i ini maka )er%amaan (1.12) di ata% dapat dituli% menjadi, (1.11) !engan men%ub%titu%ikan )er%amaan (1.11) ke dalam )er%amaan (1.11) maka didapat pen$ele%aian berikut,

(1.14)

2arena A nilain$a ke.il %ekali terhadap &ung%i ruang (C dan /) dan ,aktu (t) maka kon%tanta ?(t) juga ke.il %ekali atau %ama dengan nol. #ehingga )er%amaan (1.14) dapat dituli% menjadi, (1.15) 2arena nilai A dia%um%ikan %ebagai %uatu nilai $ang bergerak %e.ara periodik terhadap &ung%i ruang dan ,aktu maka )er%amaan (1.15) ini dapat dituli% %ebagai berikut, (1.1*)

Berda%arkan )er%amaan (1.1*) maka didapat kon%tanta G %ebagai berikut, (1.1<) !engan men%ub%titu%ikan )er%amaan (1.1<) ke dalam )er%amaan (1.20), maka akan didapat per%amaan berikut,

(1.1+) Persamaan (1.38) merupakan persamaan potensial kecepatan.

Persamaan (1.38) juga dapat ditulis sebagai berikut,

(1.1>)

!imana,

!an %elanjutn$a dari )er%amaan (1.11), bagian $ang mengandung &aktor B %in (kC) dapat dituli% %ebagai berikut, (1.40) !engan menggunakan .ara $ang %ama, %olu%i pendekatan untuk )er%amaan (1.40) dapat dituli% menjadi, (1.41) )er%amaan (1.41) merupakan per%amaan poten%ial ke.epatan dari bentuk gelombang lainn$a $ang arahn$a berla,anan. #olu%i uktua%i muka air dari )er%amaan (1.41) untuk kondi%i bata% permukaan dimana F=0, adalah %ebagai berikut,

(1.42) #elanjutn$a, poten%ial ke.epatan total dari )er%amaan (1.11) merupakan penjumlahan poten%ial ke.epatan dari )er%amaan (1.1>) dan )er%amaan (1.41) %eperti berikut, (1.41) 2arena,

:aka )er%amaan (1.41) dapat dituli% menjadi bentuk per%amaan %ebagai berikut, (1.44) )er%amaan (1.44) merupakan total poten%ial ke.epatan. Berda%arkan )er%amaan (1.44) maka %olu%i untuk ele3a%i permukaan A $ang merupakan penjumlahan dari )er%amaan (1.1*) dan )er%amaan (1.42) dapat dituli% menjadi,

(1.45)

2arena,

)er%amaan (1.45) dapat dituli% menjadi bentuk per%amaan %ebagai berikut, (1.4*)

!iketahui bah,a komponen 3ertikal ke.epatan partikel pada permukaan air , = adalah %angat ke.il, dan A $ang diberikan dari )er%amaan (1.4*) bukan merupakan &ung%i dari /, %ehingga kondi%i bata% aliran kinematik $ang dilinierkan ini mengha%ilkan per%amaan %ebagai berikut,

(1.4<)

#elanjutn$a )er%amaan (1.44) di%ub%titu%ikan ke dalam )er%amaan (1.4<) %ebagai berikut,

(1.4+)

!engan mema%ukkan /=0 kedalam )er%amaan (1.4+), %elanjutn$a )er%amaan (1.4+) dapat dituli% menjadi, (1.4>)

)er%amaan (1.4>) merupakan per%amaan untuk teori gelombang amplitudo ke.il. !imana,

B = &rekuen%i gelombang (radian;detik) A = uktua%i muka air (meter) a = amplitudo gelombang (meter) 6 = tinggi gelombang = 2.a L = panjang gelombang (meter) = periode gelombang (detik) ? = .epat rambat gelombang (meter;detik) k = bilangan gelombang (radian;meter) 2arena B = k? maka )er%amaan (1.4>) dapat dituli% menjadi" (1.50)

7ika nilai k =

di %ub%titu%ikan ke dalam )er%amaan (1.50), maka akan didapat,

per%amaan %ebagai berikut,

(1.51)

)er%amaan (1.51) menunjukkan ke.epatan penjalaran gelombang (?2) %ebagai &ung%i dari kedalaman air (h) dan panjang gelombang (L). )er%amaan (1.51) dapat dirubah dalam bentuk per%amaan %ebagai berikut,

(1.52)

)er%amaan (1.52) merupakan per%amaan ke.epatan penjalaran gelombang (?). !engan mema%ukkan ? = L ; per%amaan %ebagai berikut, kedalam )er%amaan (1.52), maka akan diperoleh bentuk

(1.51)

)er%amaan (1.51) merupakan per%amaan panjang gelombang %ebagai &ung%i dari kedalaman h dan periode gelombang . !engan menggunakan )er%amaan (1.51), apabila kedalaman air (h) dan periode gelombang ( ) diketahui maka dapat dihitung panjang gelombang (L). 2la%i&ka%i kedalaman gelombang

Berda%arkan kedalaman relati& ( tipe gelombang $aitu,

), gelombang dapat dikla%iFka%ikan menjadi 1 (tiga)

1. gelombang di laut dangkal jika

2. gelombang di laut tran%i%i jika

G G

3. gelombang di laut dalam jika

2la%i&ka%i gelombang di ata% dimak%udkan untuk memberikan gambaran panjang

gelombang untuk %etiap 3aria%i kedalaman. 0pabila kedalaman relati&

adalah lebih

be%ar dari atau %ama dengan 0,5, maka tanh(

dapat dituli% menjadi tanh(I), dan

%olu%i untuk tanh(I) adalah %ama dengan 1, maka )er%amaan (1.52) dan )er%amaan (1.51) dapat dituli% menjadi, (1.54) (1.55)

)er%amaan (1.54) merupakan per%amaan .epat rambat gelombang di laut dalam (?o) dan )er%amaan (1.55) merupakan panjang gelombang di laut dalam (Lo). 7ika dima%ukkan nilai g = >,+ m;det2 dan I = 1,14 maka )er%amaan (1.54) dan )er%amaan (1.55) dapat dituli% menjadi,

8ntuk memahami karakteri%tik per%amaan gelombang amplitudo ke.il, dapat

dilakukan dengan mempelajari kur3a hubungan antara pada Gambar 1.2.

dan tanh kh $ang dapat dilihat

7ika kedalaman relati& adalah lebih ke.il dari

maka nilai dari tanh (

) lebih

mendekati nilai %ebagai berikut,

, %ehingga )er%amaan (1.51) dapat dituli% menjadi bentuk per%amaan

(1.5*) #elanjutn$a )er%amaan (1.5*) dapat dituli% menjadi, (1.5<) )er%amaan (1.5<) merupakan per%amaan .epat rambat gelombang di laut dangkal

berda%arkan teori gelombang amplitudo ke.il.

Gambar 1.2 " &ung%i kedalaman relati&

8ntuk .epat rambat gelombang di laut tran%i%i, $aitu jika

nilain$a memenuhi

, .epat rambat dan panjang gelombang dihitung dengan menggu nakan

)er%amaan (1.52) dan )er%amaan (1.51). 7ika )er%amaan (1.52) dibagi dengan )er%amaan (1.54) dan )er%amaan (1.51) dibagi dengan )er%amaan (1.55), maka akan didapat per%amaan %ebagai berikut, (1.5+)

(1.5>)

Dari Persamaan (1.58) dan Persamaan (1.59) didapat ba !a, (1.*0) "pabila Persamaan (1.#$) dikalikan dengan persamaan berikut, % &. maka akan didapat

(1.*1)

!engan menggunakan perbandingan h=Lo dari )er%amaan (1.*1), maka dapat dihitung panjang gelombang untuk %etiap kedalaman, apabila panjang gelombang di laut dalam (Lo) diketahui atau periode gelombang ( ) diketahui dari )er%amaan (1.55).

0BK0#= )0' 0= )engertian 0bra%i 0bra%i adalah %uatu pro%e% pengki%an pantai oleh tenaga gelombang laut dan aru% laut $ang ber%i&at meru%ak. 0bra%i bia%an$a di%ebut juga ero%i pantai. 2eru%akan gari% pantai akitat abra%i ini dipa.u oleh tergannggun$a ke%eimbangan alam daerah pantai ter%ebut. Lalaupun abra%i bi%a di%ebabkan oleh gejala alami, namun %ering di%ebut %ebagai pen$ebab utama abra%i. 0bra%i merupakan peri%ti,a terkiki%n$a alur-alur pantai akibat geru%an air laut. Geru%an ini terjadi karena permukaan air laut mengalami peningkatan. 'aikn$a permukaan air laut di%ebabkan men.airn$a e% di daerah .en%or akibat pemana%an global. )en$ebab abra%i #e.ara umum, abra%i dapat di%ebabkan oleh ban$ak &a.tor, diantaran$a dapat terjadi karena " Maktor manu%ia Maktor alam

Maktor alam )ro%e% terjadin$a abra%i karena &aktor alam di%ebabkan oleh angin $ang bertiup di ata% lautan $ang menimbulkan gelombang dan aru% laut %ehingga mempun$ai kekuatan untuk mengiki% daerah pantai. Geombang $ang tiba di pantai dapat menggetarkan tanah atau batuan $ang lama kelamaan akan terlepa% dari daratan. Gambar diata% menunjukan %kema arah gelombang laut $ang mengiki% pantai. 0bra%i terjadi ketika angin $ang bergerak di laut menimbulkan gelombang dan aru%

menuju pantai. 0ru% dan angin ter%ebut lama kelamaan menggeru% pinggir pantai. Gelombang di %epanjang pantai menggetarkan tanah %eperti gempa ke.il. 2ekuatan gelombang ter%ebar terjadi pada ,aktu terjadi badai %ehingga dapat memper.epat terjadin$a pro%e% abra%i.

Maktor manu%ia #elain &aktor alam, abra%i juga di%ebabkan oleh &aktor manu%ia, mi%aln$a penambangan pa%ir. )enambangan pa%ir %angat berperan ban$ak terhadap abra%i pantai, baik di daerah tempat penambangan pa%ir maupun didaerah %ekitarn$a karena terkura%n$a pa%ir laut akan berpengaruh terhadap ke.epatan dan arah aru% laut $ang menghantam pantai. #elain &aktor di ata% abra%i juga dapat terjadi karena naikn$a permukaan air laut di%eluruh dunia karena men.airn$a lapi%an e% di daerah kutub bumi. :e.airn$a lapi%an e% ini meruakan dapak dari pemaa%an global $ang terjadi belakangan ini. #eperti $ang kita ketahui, pemana%an global terjadi karena ga%-ga% ?N2 $ang bera%al dari a%ap pabrik maupun ga% buangan kendaraan bermotor menghalangi keluarn$a gelombang pana% dari matahari $ang dipantulkan oleh bumi, %ehingga pana% ter%ebut akan tetap terperangkap di dalam atmo%&er bumi dan mengakibatkan %uhu di permukaan bumi meningkat. #uhu di kutub juga akan meningkat dan membuat e% di kutub men.air, air lelehan e% itu mengakibatkan permukaan air di %eluruh dunia akan mengalami peningkatan dan akan manggeru% daerah $ang permukaann$a rendah. 6al ini menunjukan bah,a terjadin$a abra%i %angat erat kaitann$a dengan pen.emaran lingkungan. !ampak abra%i !ampak negati& $ang diakibatkan oleh abra%i ini %angat be%ar, $aitu " Gari% pantai akan %emakin men$empit dan apabila tidak diata%i lama kelamaan daerah-daerah $ang permukaan n$a rendah akan tenggelam 2eru%akan hutan bakau di %epanjang pantai, karena terpaan ombak $ang didorong angin ken.ang begitu be%ar.

2ehilangan

tempat

berkumpuln$a

ikan-ikan

perairan

pantai

karena

terkiki%n$a hutan bakau )antai $ang indah dan menjadi tujuan ,i%ata menjadi ru%ak )emukiman dan tambak tergeru% hingga menjadi laut. idak %edikit ,arga di pe%i%ir pantai $ang delah di reloka%i gara-gara abra%i pantai ini. 0bra%i pantau juga berpoten%i menenggelamkan beberapa pulau ke.il di indone%ia. !ampak po%iti& $ang diakibatkan oleh abra%i adalah " 0bra%i pantai $ang terjadi dapat diikuti oleh gejala long%oran %epanjang tebing pantai, men$ebabkan ban$ak terjadi %edimenta%i material )embangunan pelindung pantai akan dibuat, %eperti melakukan pembangunan alat peme.ah ombak, re3etment, dan pembentukan tembok laut (groin) 6a%il ero%i pantai (abra%i) ar.h, %ta.k, .a3e $ang merupakan %uatu objek ,i%ata pada %uatu pantai.