Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN FISOLOGI TUMBUHAN

PERCOBAAN PENGARUH AIR TERHADAP PERTUNASAN KENTANG DAN PERKECAMBAHAN BIJI KACANG HIJAU

NAMA NIM KELOMPOK

: NURHADIJAH TALLESANG : H41112017 : II (DUA)

JURUSANBIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana

makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar.dan bersifat tidak dapat balik (irreversible). Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan. Pertumbuhan merupakan proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume atau jumlah) yang bersifat irreversible. Pertumbuhan merupakan proses kuantitatif. Alat untuk mengukur pertumbuhan disebut auksanometer. Perkembangan merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pemetangan atau kedewasaan makhluk hidup. proses perubahan secara berurutan adalah dari spesialiasi, diferensiasi, histogenesis, organogenesis dan gametogenesis). Perkembangan merupakan proses kualitatif yang tidak dapat di ukur. Fisiologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari perkembangan, fungsi, serta proses pertumbuhan tanaman. Setelah mengetahui anatomi atau struktur dari tumbuhan itu sendiri maka kita perlu untuk mengetahui bagaimana fisiologi atau proses tumbuh dari tanaman tersebut. Faktor yang mempengaruhi fisiologi

tumbuhan tersebut dapat disebabkan oleh faktor internal ( dalam) maupun faktor eksternal ( luar). Faktor dalam dapat disebabkan oleh faktor genetik dari bakal buah yang akan dibuahi oleh sel induk dan sel jantan sedangkan pada faktor eksternal dapat terjadi karena adanya intensitas cahaya, cakupan air, naik turunnya suhu, kelembaban, hingga unsur hara.

I.2 Rumusan Masalah Dengan adanya latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: 1. 2. Proses pertumbuhan biji kacang hijau dan kentang pada media yang sama ? Pengaruh faktor eksternal dan faktor internal dalam pertumbuhan biji kacang hijau dan kentang ? I.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat kita simpulkan tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui proses pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau dan kentang dimedia yang sama. 2. Untuk mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan proses pertumbuhan dan perkembangan dari biji kacang hijau dan kentang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan angka). Sedangkan perkembangan adalah

terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali ( Fitri, 2012). Perkecambahan adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan hypogeal. Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi

pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiliden terangkat ke atas tanah, misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang hijau.

Urutan proses perkecambahan yaitu masuknya air kedalam biji > imbibisi Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme ,membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm > Hasil pembongkaranberupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio > Embrio tumbuh dann berkembang.

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone pertumbuhan). Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi. Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada waktu gelapnya). Hal tersebut berhubungan dengan aktifitas hormon fitokrom dalam tumbuhan. Selain mempengaruhi pembungaan, fitokrom berpengaruh terhadap etiolasi, pemanjangan batang, pelebaran daun, dan perkecambahan. Fitokrom adalah protein dengan kromatofora yang mirip fikosianin. Fitokrom mempunyai dua macam struktur yang reversible yaitu yang dapat mengabsorpsi cahaya merah (600 nm) disingkat Pr dan yang dapat mengabsorpsi cahaya merah jauh, far red (730 nm) disingkat Pfr. A. Pertumbuhan Pada Tumbuhan Secara umum pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuatan sel kelamin betinan dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu : 1. Pertumbuhan Primer Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Embrio memiliki 3 bagian penting : a. Tunas embrionik, yaitu calon batang dan daun b.Akar embrionik, yaitu calon akar c. Kotiledon, yaitu cadangan makanan

BAB III METODE PERCOBAAN

III.1. Alat Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu mangkok dan plastik kecil. III.2 Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah kapas, air, beberapa biji kacang hijau dan umbi kentang. III.3 Prosedur Kerja Prosedur kerja dari percobaan ini adalah : 1. Pada biji kacang hijau : Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

Memasukkan biji kacang hijau kedalam mangkok air yang berisi umbi kentang.

Mengamati perubahan yang terjadi dan mencatat hasilnya. Setelah dua hari maka dipindahkan ke kapas. Mengamati perubahan dan mengukur panjang batang biji kacanh hijau Mecatat hasil yang diperoleh dan membuat tabel hasil pengamatan.

2. Pada umbi kentang : Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Menyiapkan mangkok plastik kecil yang telah berisi air Memasukkan umbi kentang kedalam mangkok yang berisi air tetapi hanya sebagian dari umbi kentang yang dicelupkan yaitu bagian bawah kentang. Mencatat hasil pengamatan dan membuat tabel data hasil pengamatan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1 Hasil Tabel.01 Hasil pengamatan tunas pada umbi kentang Minggu Minggu I Hari/Tanggal Pengamatan

Selasa, 01 Oktober Tidak terjadi perubahan 2013-

Minggu II

Selasa,

Pada bagian bawah umbi menjadi lunak dan terdapat bercak

Rabu,

Pada bagian bawah umbi menjadi lunak dan terdapat bercak

Kamis,

Pada bagian bawah umbi menjadi lunak dan terdapat bercak

Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, Minggu III Selasa, Rabu,

Tumbuh 2 bintil di ujung umbi Tumbuh 6 bintil di ujung umbi Tumbuh 6 bintil di ujung umbi Tumbuh 8 bintil di ujung umbi Terdapat 10 bintil Terdapat 11 bintil

Kamis,

Terdapat 10 bintil dengan penonjolan yang jelas

Tabel 02. Hasil pengamatan kecambah pada biji kacang hijau Minggu I Hari Pengamatan Selasa Perendaman Rabu Biji terbuka Minggu II Hari Pengamatan Selasa 4 cm Rabu 5 cm Kamis 6 cm Jumat 8 cm Sabtu 10 cm Minggu 13 cm Senin 16 cm Kamis Biji terbuka Jumat Tumbuh akar Sabtu Tumbuh batang Minggu 1 cm Senin 3 cm

IV.2 Pembahasan a. Pengamatan tunas pada umbi kentang Dilihat pada tabel hasil penelitian yaitu pada Minggu I tidak terjadi

perubahan pada umbi kentang, kemudian pengamatan pada minggu II pada hari Selasa, Rabu dan Kamis pada bagian bawah umbi kentang menjadi lunak dan terdapat bercak pada bagian bawah umbi kentang, pada hari Jumat mulai tumbuh 2 bintil di ujung umbi kentang, hari Sabtu minggu ketiga juga telah tumbuh 5 bintil di ujung umbi kentang, pada hari Sabtu dan Minggu tumbuh 6 bintil di umbi kentang, pada hari Senin tumbuh 8 bintil di ujung umbi. Minggu III pengamatan pada hari Selasa terdapat 10 bintil diseluruh permukaan bawah umbi kentang lalu pada hari Rabu terdapat 11 bintil dan hari

Kamis terdapat 11 bintil yang jelas penonjolannya. Umbi buah yang lunak terjadi karena adanya penyerapan air ke dalam kentang sehingga memungkinkan terjadi aktivitas sel yang merangsang timbulnya bintil-bintil akar pada permukaan bawah kentang yang terendam air. b. Pengamatan kecambah pada biji kacang hijau Dilakukan pengamatan selama dua minggu berturut-turut. Dilihat pada tabel hasil pengamatan yaitu Minggu I pada hari Selasa mulai dilakukan perendaman, pada hari Rabu dan Kamis biji dari kacang hijau telah terbuka, pada hari Jumat telah muncul akar, pada hari Sabtu muncul batang pada biji kacang hijau, pada hari Minggu mulai tumbuh batang kacang hijau 1cm dan pada hari Senin batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 3 cm. Minggu II yaitu hari Selasa batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 4 cm, pada hari Rabu minggu kedua batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 5 cm, pada hari Kamis batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 6 cm, pada hari Jumat minggu kedua batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 8 cm, pada hari Sabtu minggu kedua batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 10 cm, pada hari Minggu minggu kedua batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 13 cm serta pada hari Senin minggu kedua batang kacang hijau bertambah panjang yaitu 16 cm. Biji kacang hijau yang di rendam dalam sangat mempengaruhi proses perkecambahan biji kacang hijau. Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam biji suatu tumbuhan, yang

disebut dengan proses imbibisi. Imibibisi ini terjadi karena karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan nutrien-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh. Pada percobaan ini proses perkecambahan biji kacang hijau berkembang pesat ditandai dengan akar dan batang yang cukup kuat serta daun berwarna hijau karena terjadi proses fotosintesis tetapi biji kacang hijau tersebut tidak mampu bertahan hidup lebih dari dua minggu. Ini terjadi disebabkan beberapa faktor yaitu diantaranya pengaruh suhu tinggi. Tumbuhan tidak mampu bertahan hidup jika suhu terlalu tinggi karena akan penyebabkan penguapan yang berlebihan sehingga zat-zat yang ada dalam tumbuhan tersebut akan menguap dan habis yang menyebabkan tumbuhan layu sementara bahkan dapat mengakibatkan layu parnen. Selain itu terlalu cepat pada saat pemindahan dari media kapas mempengaruhi lama hidup dari kacang hijau tersebut. Jika terlalu cepat dipindahkan tumbuhan akan beradaptasi dengan media tersebut dan system perakarannya akan mudah goyah serta perbedaan zat yang dibutuhkan pada tumbuhan tersebut dengan media yang baru atau peenyesuaian dengan substrat baru.

4.1

Hasil Dari hasil pengamatan tersebut dapat di ketahaui hasilnya sebagai berikut:

Tabel 1. Penambahan

panjang Umbi

Kentang ( Solanum tuberosum L.)

selama perendaman 2 jam.

Perlakuan (m) Ratapanjangawal (cm) Ratapanjang akhir(cm) 0,2 m 0,4 m 0,6 m 0,8 m 1,0 m Control 4 cm 4 cm 4 cm 4 cm 4 cm 4 cm 4,35 cm 3,85 cm 3,75 cm 3,75 cm 4,45 cm 4,25 cm

Selisih

0,35 0,15 0,25 0,25 0,45 0,25

Grafik 1. Perubahan Panjang Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Selama Jam.

4.2

Pembahasan Sesuai dengan hasil pengamatan di atas dapat dilihat bahwa umbi kentang

(Sholanum tuberosum L.) yang direndam di dalam air (kontrol) memiliki penambahan panjang dengan panjang akhir rata-rata yaitu 4,25 cm dari panjang awalnya 4 cm, hal ini disebabkan karena air memiliki viskositas (kekentalan) yang rendah sehingga menyebabkan air dengan mudah melakukan difusi ke dalam

jaringan umbi kentang dan menyebabkan potensial air dalam sel umbi kentang menjadi meningkat. Pada pengamatan dengan menggunakan larutan sukrosa, Meskipun larutan ini memiliki viskositas (kekentalan) yang cukup tinggi dari larutan sukrosa yang lainnya, Umbi Kentang (Sholanum tuberosum L.) yang direndam dalam larutan sukrosa 1,0 M memiliki rata-rata panjang akhir yang tertinggi, dengan panjang awal 4 cm dan panjang akhir 4,45 cm. Hal ini disebabkan karena adanya kemungkinan pada saat perendaman umbi kentang memiliki potensial air yang cukup rendah sehingga larutan sukrosa dapat mengalir secara difusi ke dalam sel umbi kentang tanpa mengalami hambatan, sehingga potensial air dalam sel umbi kentang meningkat. Panjang akhir rata-rata umbi kentang yang terendah adalah pada umbi kentang yang direndam di dalam larutan sukrosa 0,6 dan 0,8 M dengan mengalami penyusutan panjang sebanyak 0,25 cm, hal ini disebabkan karena penambahan potensial air dalam sel umbi kentang sangat rendah meskipun viskositas larutan lebih rendah dibandingkan viskositas larutan sukrosa yang lainnya. Dari hasil tersebut, ditemukan umbi Kentang yang di rendam di dalam larutan sukrosa 0,4 M 0,6 M dan 0.4 M dengan panjang akhirnya mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena larutan sukrosa mampu menyerap air secara osmosis dari dalam sel umbi kentang itu sendiri, sehingga terjadi penyusutan. Air merupakan suatu molekul yang sederhana, terdiri dari satu atom O dan dua atom H sehingga berat molekulnya hanya 18 g/mol. Salah satu karakteristik dari molekul air adalah memiliki viskositas yang rendah, sehingga air dapat mengalir dengan mudah ke dan dalam jaringan tumbuhan (Lakitan, 2004).

Larutan yang sering digunakan dalam mengestiminasi potensial air adalah larutan sukrosa (C12H22O11), sampel yang dimasukkan ke dalam seri larutan akan kehilangan atau menyerap air secara osmosis. Jika densitas larutan tidak berubah, berarti potensial air sampel yang diuji sama dengan larutan sukrosa tersebut (Malik, 2008).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan Berdasarkan dari hasil yang telah diperoleh, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1.

Suatu tanaman jika direndam dalam suatu larutan, maka potensial air dalam sel tanaman tersebut akan berubah tergantung pada konsentrasi serta viskositas larutan yang digunakan.

2.

Potensial air dalam sel suatu tanaman menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman itu sendiri, karena selama proses hidupnya tanaman membutuhkan air yang cukup banyak.

3.

Air masuk ke dalam sel tanaman melalui proses difusi, yang mana proses difusi ini terjadi karena perbedaan konsentrasi, yaitu konsentrasi di dalam sel lebih rendah di bandingkan konsentrasi di luar sel.

V.2 Saran Diharapkan kepada asisten kiranya dapat mengarahkan para praktikan selama praktek berlangsung, agar jalanya praktek yang dilaksanakan ini dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan

dan perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar.dan bersifat tidak dapat balik (irreversible). Selain tumbuh, tanaman juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara stimultan (pada waktu yang bersamaan). Perbedaannya terletak pada faktor kuantitatif karena mudah diamati, yaitu perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya perkembangan dapat dinyatakan secara kualitatif karena perubahannya bersifat fungsional.

Tumbuhan yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji, yang dinamakan kecambah (plantula). Awalperkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam biji suatu tumbuhan, yang disebut dengan proses imbibisi. Imibibisi ini terjadi karena karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu

perubahan metabolik pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan

pada endosperma atau kotiledon, dan nutrien-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh.

Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan bayang lembaga (kaulikulus).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya, yaitu faktor cahaya. Cahaya kelihatannya merupakan petunjuk utama yang memberi tahu benih bahwa ia telah menembus tanah. Kita dapat menipu biji kacang hijau, sehingga biji mengecambahkan biji dalam kegelapan. Dari keadaan tersebut, kami termotivasi untuk melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau didua tempat berbeda yaitu di tempat gelap dan terang. Pemilihan tempat ini sudah melalui pertimbangan pada beberapa faktor. Untuk itu kami membuktikannya dengan melakukan pengamatan seperti yang tercantum pada laporan ini.