Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PAPER FISIOLOGI TUMBUHAN

UNSUR HARA ESENSIAL TUMBUHAN

NAMA : ABDI KHALIK DJ NIM : H41112252

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

UNSUR HARA ESENSIAL TUMBUHAN

A. Pengertian Unsur Hara Esensial Unsur hara merupakan suatu unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Suatu unsur dikatakan esensial bagi tumbuhan jika: a. Tumbuhan tidak dapat melengkapi daur hidupnya apabila unsur tersebut tidak tersedia. b. Unsur tersebut merupakan penyusun suatu molekul atau bagian tumbuhan yang esensial bagi kelangsungan hidup tumbuhan tersebut.

Terdapat 16 unsur hara esensial tumbuhan. Diantaranya 13 jenis diperoleh tumbuhan dari dalam tanah, tiga lainnya yakni C, H, dan O berasal dari udara atau air. Berdasarkan perbedaan konsentrasinya, maka unsur hara esensial dibedakan menjadi unsur makro dan unsur mikro. 1) Unsur makro adalah unsur esensial dengan konsentrasi 0,1 % (1000 ppm) atau lebih. Contoh: C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, dan S. 2) Unsur mikro adalah unsur dengan konsentrasi kurang dari 0,1 %. Contoh: Cl, Fe, B, Mn, Zn, Cu, dan Mo.

B. Fungsi dan Gejala Kekurangan Unsur Hara 1) Nitrogen Nitrogen merupakan komponen penyusun dari banyak senyawa esensial bagi tumbuhan, misalnya asam-asam amino. Nitrogen juga merupakan unsur penyusun protein dan enzim. Selain itu nitrogen juga terkandung dalam klorofil, hormon sitokinin, dan auksin. Fungsi nitrogen: a. Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman b. Dapat menyehatkan pertumbuhan daun, daun tanaman warnanya lebih hijau, kekurangan N menyebabkan khlorosis c. Meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman d. Meningkatkan berkembangbiaknya mikro-organisme di dalam tanah.

Sebagaimana diketahui hal itu penting sekali bagi kelangsungan pelapukan bahan organis. Nitrogen diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3 - (Nitrat) dan NH4+ (Amonium), akan tetapi nitrat ini segera ter-reduksi menjadi ammonium melalui enzim yang mengandung molibdinum. Apabila unsur N tersedia lebih banyak daripada unsur lainnya, akan dapat menghasilkan protein lebih banyak. Pemberian zat N terlalu banyak bagi tanaman penghasil buah akan kurang baik karena : a. Akan banyak menghasilkan daun dan batang b. Batang lembek dan mudah rebah c. Kurang menghasilkan buah d. Dapat melambatkan masaknya biji atau buah. Pada tumbuhan yang kekurangan unsur N akan mengalami pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.

2) Fosfor Fosfor merupakan bagian yang esensial dari berbagai gula fosfat yang berperan dalam reaksi-reaksi pada fase gelap fotosintesis, respirasi, dan berbagai proses metabolism lainnya. Fosfat merupakan bagian dari protoplasma dan inti sel. Sebagai bagian dari inti sel sangat penting dalam pembelahan sel, demikian pula bagi perkembangan jaringan meristem, pertumbuhan jaringan muda dan akar, mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, penyusun protein dan lemak. Fosfor diambil tanaman dalam bentuk H2PO4-, dan HPO4-. Gejala kekurangan fosfor bagi tanaman yaitu pertumbuhan kerdil (pembelahan sel terhambat), daun-daun menjadi unggu atau coklat mulai dari ujung daun, pembentukan buah tidak sempurna.

3) Kalium Kalium sangat penting dalam proses metabolisme tanaman, Kalium juga penting di dalam proses fotosintesis dan respirasi, serta untuk enzim yang terlibat dalam proses sintesis protein dan pati. Bila Kalium kurang pada daun, maka kecepatan asimilasi CO2 akan menurun, oleh sebab itu pada tanaman yang banyak menghasilkan hasil asimilasi seperti kentang, ubi kayu, tebu, nanas, akan banyak

memerlukan Kalium (K2O) di dalam tanah. Kalium diserap dalam bentuk K+ (terutama pada tanaman muda). Menurut penelitian Kalium banyak terdapat pada sel-sel muda atau bagian tanaman yang banyak mengandung protein. Kalium berperan dalam proses membuka dan menutup stomata (pengatur tekanan turgol sel). Kalium berfungsi : a. Membantu pembentukan protein dan Karbohidrat b. Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman c. Meningkatkan resisten terhadap penyakit d. Meningkatkan kualitas biji atau buah. Gejala kekurangan kalium adalah daun mengalami klorosis, terdapat bercak jaringan mati. Bercak berukuran kecil, biasanya pada bagian ujung, tepi, dan jaringan antara tulang daun. Bila kekurangan Kalium akan menyebabkan terkulai dan buahnya lekas jatuh. Taumbuhan yang kekurangan Kalium akan cepat mengayu atau menggabus, hal ini disebabkan kadar lengasnya yang lebih rendah. 4) Belerang Sulfur/belerang diserap tanaman dalam bentuk SO4-, zat ini merupakan bagian dari protein yang terdapat dalam bentuk; cystein, methionin serta thiamine. Belerang yang larut dalam air akan segera diserap akar tanaman, karena zat ini sangat diperlukan tanaman (terutama tanaman muda) pada pertumbuhan pemula dan perkembangannya. Belerang atau Sulfur dapat Membantu pembentukan asam amino, protein dan vitamin. Membantu pembentukan bintil akar dan pertumbuhan tunas baru. Pada bintil akar yang tumbuh akan hidup bakteri Rhizobium yang bermanfaat untuk mengikat Nitrogen Bebas dari udara sehingga membantu tanaman untuk memenuhi kebutuhan N. Gejala kekurangan yaitu tunas pucuk tetap hidup, daun muda tidak layu tetapi mengalami klorosis, tidak terdapat bercak, tulang daun dan jaringan antara tulang daun berwarna hijau muda 5) Magnesium Magnesium diserap dalam bentuk Mg++, Magnesium merupakan unsur penyusun khlorofil. Selain itu yang menjadikan magnesium sebagai unsur hara esensial yang penting adalah karena magnesium bergabung dengan ATP agar ATP

dapat berfungsi dalam berbagai reaksi. Selain itu sebagai aktivator dari berbagai enzim dalam reaksi fotosintesis, respirasi, dan pembentukan DNA dan RNA. Gejala kekurangan dari magnesium yaitu daun mengalami klorosis, warna daun kadang memerah, ujung dan tepi daun menggulung.

6) Kalsium Kalsium termasuk unsur hara yang esensial, unsur ini diserap dalam bentuk Ca . Sebagian besar terdapat dalam daun dalam bentuk kalsium pektat yaitu dalam lamella pada dinding sel. Selain itu terdapat juga pada batang, berpengaruh baik pada pada pertumbuhan ujung dan bulu-bulu akar. Kalsium berfungsi sebagai berikut : a. Ca terdapat pada tanaman yang banyak mengandung protein b. Ca ada hubungannya dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman c. Ca dapat menetralkan asam-asam organik pada metabolisme d. Kekurangan Ca pada tanaman gejalanya pada pucuk e. Ca penting bagi pertumbuhan akar f. Ca dapat menetralkan tanah asam, dapat menguraikan bahan organik, tersedianya pH dalam tanah tergantung pada Ca. Gejala kekurangan kalsium yaitu Daun muda pada titik tumbuh melengkung yang kemudian mengering pada bagian ujungnya.
++

7) Besi Besi merupakan unsur hara esensial karena merupakan bagian dari enzimenzim tertentu dan merupakan bagian dari protein yang berfungsi sebagai pembawa elektron pada fase terang fotosintesis dan respirasi. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (khlorofil), pembentukan zat karbohidrat, lemak, protein dan enzim. kekurangan zat besi akan menghambat pertumbuhan khlorofil. Gejala kekurangan yang ditimbulkan yaitu tunas pucuk tidak terdapat bercak, tulang daun tetap hijau, sedangkan bagian daun lain mengalami klorosis.

8) Klor Fungsi penting dari unsur klor yaitu menstimulasi pemecahan molekul air

pada fase terang fotosintesis. Selain itu juga, klor dilaporkan esensial untuk proses pembelahan sel.

9) Mangan Mangan diserap tanaman dalam bentuk Mn++. Mangan diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan zat protein dan vitamin terutama vitamin C. Selain itu, Mn penting untuk dapat mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua.Mangan berfungsi sebagai aktivator dari berbagai enzim. Mangan juga menstimulasi pemecahan molekul air pada fase terang fotosintesis. Mangan juga merupakan komponen struktural dari sistem membran kloroplas. Gejala yang ditimbulkan jika kekurangan mangan yaitu Pada daun muda terdapat bercak tersebar merata, tetapi tulang daun terkecil tetap hijau.

10) Boron Borium diserap oleh tanaman dalam bentuk BO3= dan berperan dalam pembentukan atau pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pertumbuhan tepung sari, bunga dan akar. Pada legume berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar. Unsur ini dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit. Kekurangan unsur ini dapat berpengaruh pada kuncup-kuncup dan pucukpucuk yang tumbuh dan akibatnya dapat mematikan. Juga dalam pertumbuhan meristem akan terganggu, dapat menyebabkan terjadinya kelainan-kelainan dalam pembentukan berkas pembuluh. Pengangkutan makananpun akan terganggu, pembentukan tepung sari juga jelek. Gejala yang ditimbulakan jika kekurangan boron yaitu daun muda pada titik tumbuh menjadi berwarna pucat terang pada bagian pangkalnya, kemudian daun terpilin.

11) Seng Seng atau Zincum (Zn) diserap dalam bentuk Zn++. Merupakan bagian yang penting dari asam Carboxylase, Carbonic anhidrosa. Seng Dalam keadaan yang sangat sedikit Zn telah dapat memberikan dorongan terhadap perkembanganperkembangan, kelebihan sedikit saja dari ketentuan penggunaannya akan

merupakan racun. Diperkirakan bahwa persenyawaan-persenyawaan Zn berfungsi pula pada pembentukan hormone (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis. Zinc atau seng berpartisipasi dalam pembentukan klorofil dan pencegahan kerusakan molekul klorofil. Gejala kekurangan seng yaitu bercak pada daun tersebar luas, bercak tidak hanya pada jaringan antara tulang daun, tetapi juga pada tulang daun primer dan sekunder.

12)

Tembaga Unsur tembaga diserap oleh akar tanaman dalam bentuk Cu++. Tembaga

sangat diperlukan dalam pembentukan macam-macam enzim seperti berikut: a. Ascorbic acid oxydase b. Lacosa c. Butirid Coenzim A.dehidrosenam Umumnya tanah jarang sekali yang kekurangan Cu, akan tetapi apabila terjadi kekurangan Cu, maka pengaruhnya terhadap daun yang dalam hal ini daun menjadi bercoreng-coreng (belang), ujung daun memutih, daun muda menjadi lay. Keadaan demikian lazim disebut penyakit reklamasi (reclamation desease). Jika kekurangan Cu berkelanjutan, tanaman akan menjadi layu dan akhirnya mati. Tembaga (Cu) mempunyai peranan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil), reaksi oksidasi dan reduksi.

13) Molibdenum Mo diserap tanaman dalam bentuk MoO4 (ion Molibdat). Mo mempunyai peranan dasar dalam fiksasi N oleh mikroba pada leguminosa dan Mo sebagai katalisator dalam mereduksi N, tanpa bantuan Mo legume tidak dapat mereduksi unsur metal ini. Mo dalam tanah terdapat dalam bentuk MoS2. Mo sebagai bagian dari enzim nitrat reduktase yang mereduksi ion nitrat menjadi ion nitrit. Kelebihan sedikit saja dari ketentuan ukuran semestinya dapat merupakan racun bagi tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Jumami,

2011.

Unsur-Unsur

Hara

Bagi

Pertumbuhan

Tanaman.

http://jumanisatu.files.wordpress.com/2011/09/bab_ii_kesuburan_dan_kese hatan_tanah.pdf. Diakses pada tanggal 29 September 2013. Lakitan, benyamin. 2011. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.