Anda di halaman 1dari 12

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun MAKALAH ini. Kami berharap MAKALAH ini dapat diterima dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Dalam penyusunan MAKALAH ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan MAKALAH ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan MAKALAH yang lain di masa mendatang. Semoga dengan adanya MAKALAH ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan. Sekian kata pengantar dari kami, kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya. Dan mohon maaf jika ada kesalahan dari pembuatan MAKALAH ini. Wassalam. Tanah Grogot, 25 Oktober 2013 Hormat Kami,

Kelompok 5

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ......................................................... 3 A. Latar Belakang ............................................................................................ 3 B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 4 C. Tujuan Penulisan ......................................................................................... 4 BAB II KAJIAN TEORI ........................................................... 5 A. Teori yang Relevan ..................................................................................... 5 B. Pembahasan ................................................................................................. 6 BAB III PENUTUP................................................................... 12 A. Kesimpulan ................................................................................................. 12 B. Saran ............................................................................................................ 12

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Isu kerusakan lingkungan akibat pemanasan global adalah topik yang sedang banyak dibicarakan di mana-mana. Setiap peneliti berlomba-lomba memberikan pandangannya tentang kerusakan alam ini. Banyak juga yang memberikan solusi-solusi guna mencegah maupun mengurangi dampak yang ditimbulkan. Salah satu dampak dari pemanasan global ini adalah terjadinya perubahan iklim, yaitu perubahan variabel iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial). Perubahan iklim ini memiliki dampak yang bervariasi, mulai dari kekeringan hingga naiknya permukaan air laut. Perubahan iklim menyebabkan kekeringan yang panjang di satu belahan dunia dan banjir bandang di belahan dunia yang lain. Hal ini juga berpengaruh pada produksi petani yang biasanya memanfaatkan cuaca untuk membentuk siklus tanamnya. Akibat kondisi cuaca yang tidak lagi teratur, produksi tanaman juga menjadi tidak maksimal. Dampak lainnya adalah mencairnya gunung es, hilangnya tutupan es dan mencairnya gletser. Mencairnya gunung es karena terkena panas adalah hal yang normal terjadi. Namun beberapa tahun terakhir ini, mencairnya gunung es berlangsung secara abnormal, es mencair dalam sekejap dan dalam area yang luas. Ini menunjukkan suhu bumi yang meningkat tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini

tentu sangat mengkhawatirkan mengingat mencairnya es ini dapat menimbulkan dampak tertentu bagi lingkungan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan gunung es? 2. Apakah penyebab mencairnya gunung es? 3. Apakah dampak yang ditimbulkan dari mencairnya gunung es? 4. Bagaimana cara mencegah mencairnya gunung es dan gletser?

C. TUJUAN PENULISAN
1. 2. Untuk mengetahui penyebab mencairnya gunung es dan gletser. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh mencairnya gunung es dan gletser. 3. Untuk mengetahui cara mencegah mencairnya gunung es dan gletser.

BAB II KAJIAN TEORI


A. TEORI YANG RELEVAN
Program Lingkungan PBB, UNEP, melaporkan ancaman dalam beberapa dekade kedepan terkait mencairnya gunung-gunung es yang sangat cepat. Perkiraan ini merupakan hasil kesimpulan para ilmuwan yang melakukan kegiatan penelitian terhadap 30 lapisan gunung es diseluruh dunia pada tahun 2006. Beberapa negara sangat rentan terhadap dampak mencairnya gunung-gunung es tersebut. Sungai-sungai di kawasan India memiliki sumber air dari puncak dunia, Himalaya, yang memiliki lapisan es cukup besar. Sementara di pantai barat Amerika Utara yang mendapatkan sumber air utama dari pegunungan Rocky dan Sierra Nevada diperkirakan akan merasakan dampak tersebut. Hasil penelitian UNEP menyatakan, pada tahun 2006 lapisan es didunia telah berkurang 1,5 meter. Terbanyak dalam catatan UNEP terdapat di Breidalblikkbrea, Norwegia dengan besar lelehan 3 meter. Sementara itu gletser Echaurren Norte di Chile adalah satu-satunya yang bertambah tebal. Sementara itu Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) AS melaporkan musim panas tahun ini diperkirakan akan sangat ekstrem. Hal itu diperkirakan akan menyebabkan lapisan es di kutub utara kan habis. Jika dibiarkan akan berdampak pada kenaikkan muka air laut yang tidak dapat dicegah. Pada tahun 2007 tebal lapisan es di perairan Arktik mencapai rekor terendah. Karena itulah terusan utara-barat yang menghubungkan Greenland dan Alaska dapat dilalui kapal. Walau kembali menebal saat musim dingin

namun secara keseluruhan sejak tahun 1978 luas di Antartika mengalami penyusutan. Penambahan terjadi hanya karena pembentukan lapisan es muda yang mudah mencair. Penyusutan lapisan es di kutub utara setiap tahunnya mencapai 44.000 kilometer persegi setiap tahunnya.

B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Gunung Es dan Gletser Gunung es (Bahasa Inggris: iceberg) adalah suatu bongkahan

besar es air tawar yang telah terpecah dari gletser atau ice shelf dan mengambang di perairan terbuka. Karena densitases (920 kg/m3) lebih rendah dari air laut (1025 kg/m3), umumnya, sekitar 90% volume gunung es berada di bawah permukaan laut, dan bentuk bagian tersebut sulit diperkirakan hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.

Gambar 1. Gunung es

Gletser atau glasier atau glesyer adalah

sebuah

bongkahan es yang

besar yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akumulasi endapan salju yang membatu selama kurun waktu yang lama. Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi. Meskipun banyak orang yang mengira gletser selalu ada di daerah kutub, sesungguhnya mereka juga bisa berada di daerah pegunungan tinggi di seluruh benua, kecuali Australia, bahkan juga terdapat dipegunungan tinggi di daerah dekat khatulistiwa.

Gambar 2. Gletser 2. Penyebab Mencairnya Gunung Es dan Gletser Es di kutub mencair karena suhu yang meningkat diwilayah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa titik beku air adalah 0 C, maka apabila suhu dikutub utara diatas 0 C es di kutub tersebut akan mencair. Kenaikan suhu tersebut terjadi karena : a. Pemanasan Global Pemanasan Global atau dalam bahasa inggris disebut global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata - rata atmosfer, laut, maupun permukaan bumi. Penyebab

pemanasan global antara lain :

1. Efek rumah kaca : proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaanatmosfernya. 2. Efek umpan balik : hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es, baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. 3. Variasi matahari : perubahan jumlah energi radiasi yang dipancarkan oleh Matahari. b. Kerusakan Atmosfir Atmosfir adalah lapisan udara yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet maupun meteor serta memantulkan

gelombang radio. Kerusakan atmosfir terjadi karena terjadinya pelesan zat freon ke udara serta polusi dari bahan bakar pesawat yang merusak lapisan atmosfir. Bahkan, polusi dari bahan bakar pesawat lebih berbahaya 8 kali lipat.

3. Dampak Mencairnya Gunung Es dan Gletser a. Naiknya permukaan air laut hingga 40 m Air laut meningkat secara konstan sekitar 1 mm sampai 2 mm setiap tahunnya akibat mencairnya gunung es dan gletser. Akibat dari meningkatnya ketinggian air laut ini paling besar dirasakan oleh daerah pesisir pantai. Dampak yang dirasakan antara lain banjir rob (banjir laut pasang), erosi/abrasi, kontaminasi air tawar oleh air asin, terendamnya kota-kota di pinggir laut, serta terendamnya pantai-pantai oleh air laut. b. Terganggunya transportasi lintas laut

Mencairnya gunung es menyebabkan pecahnya gunung es, pecahan ini dapat terdampar di lautan dan mengganggu pelayaran. c. Hilangnya pulau-pulau kecil Hilangnya pulau-pulau kecil ini juga merupakan dampak lain dari kenaikan tinggi air laut, semakin tinggi kenaikan air laut, pulau-pulau kecil akan semakin tenggelam, terendam oleh air laut. d. Hewan-hewan yang berhabitat dikutub utara terancam punah. Hewan-hewan yang berhabitat di kutub utara membutuhkan suhu kutub yang dingin dan bongkahan es untuk bertahan hidup. Seiring dengan semakin tingginya suhu permukaan bumi dan semakin luasnya es yang mencair, keberadaan hewan-hewan tersebut pun terancam kepunahan. e. Ancaman pencemaran lingkungan Pestisida yang digunakan bertahun-tahun lalu dan larut ke lautan, mengendap dan membeku di gletser. Mencairnya gletser melepaskan pestisida ke lautan dan pada akhirnya mengakibatkan pencemaran. f. Lenyapnya terumbu karang Terumbu karang pada dasarnya adalah makhluk hidup yang membutuhkan cahaya matahari untuk bertahan hidup. Mencairnya gunung es menyebabkan semakin tingginya permukaan air laut sehingga semakin rendahnya kadar sinar matahari yang berhasil menembus laut. 4. Upaya Mencegah Mencairnya Gunung Es dan Gletser Upaya mencegah mencairnya gunung es dan gletser pada dasarnya adalah upaya mencegah terjadinya penyebab dari mencairnya gunung es, yaitu perubahan iklim. Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain : 1. Turunkan suhu AC. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman

10

saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika sedang menggunakan AC karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk

mendinginkan ruangan. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik. 2. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan

AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.

3. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengan tenaga surya). 4. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat banyak tagihan. 5. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa. 6. Maksimalkan pencahayaan dari alam. Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca di plafon, maksimalkan

pencahayaan melalui jendela. 7. Hindari posisi stand by pada elektronik! Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (bukan dalam posisi stand by) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari penghematan energi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-offnya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.

11

8. Jika

pengisian

ulang

baterai

sudah

penuh,

segera

cabut! Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat gigi elektrik, kamera, dan lain-lain. Jika sudah penuh segera cabut. 9. Kurangi waktu dalam membuka lemari es. Untuk setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan. 10. Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil. Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya. 11. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak. Kumpulkanlah pakaian kotor sampai kapasitas mesin cuci terpenuhi, hal ini akan menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen. 12. Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan. Saat ini mungkin harganya memang lebih mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa depan anak cucu kita. 13. Gunakan ulang perabotan rumah. Jika sudah bosan dengan perabotan, bisa melakukan obral di garasi rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa ke pengerajin untuk dimodifikasi sesuai keinginan. 14. Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol.Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara kita.

12

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN
1. Mencairnya gunung es dan gletser adalah hal yang lumrah terjadi saat musim panas, tetapi akibat naiknya suhu permukaan bumi akhir-akhir ini, mencairnya es berlangsung dalam sekejap dan meliputi area yang terlampau luas untuk disebut normal. 2. Penyebab mencairnya gunung es dan gletser adalah pemanasan global; dalam hal ini pemanasan global juga mengakibatkan perubahan iklim, dan kerusakan atmosfer. 3. Dampak yang ditimbulkan dari mencairnya gunung es dan gletser kebanyakan diakibatkan oleh kenaikan air laut dari mencairnya gunung es dan gletser. 4. Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk mencegah mencairnya gunung es dan gletser. Mulai dari hal kecil untuk dampak yang lebih besar di masa depan nanti.

B. SARAN
Perubahan iklim dan pemanasan global tidak dapat kita pungkiri lagi keberadaannya di tengah-tengah kehidupan manusia. Banyak dampak baik dalam skala besar atau pun kecil dalam kehidupan kita. Untuk itu, kita sebagai penghuni Bumi, harus mulai melaksanakan sesuatu untuk Bumi kita. Mulai dari hal-hal kecil sederhana, hal-hal kecil nan sederhana ini jika kita lakukan terus-menerus nantinya akan memberikan sesuatu bagi kehidupan. Ajak juga orang-orang di sekitar kita untuk mulai menyayangi lingkungan, karena dengan menyayangi lingkungan, banyak yang dapat kita selamatkan.