Anda di halaman 1dari 12

5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Tentang Permasalahan 2.1.1 Pengertian Sistem Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu penekanan pada prosedur dan penekanan pada elemen atau komponen. Pada dasarnya kedua pendefinisian tersebut tidak saling berlawanan, hanya bagaimana cara mengetahui suatu sistem, mempelajari sistem itu sendiri dan mengambil definisinya. Perbedaan paling mendasar kedua pendefinisian di atas adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan suatu jaringan prosedur yang lebih menekankan pada urutan-urutan operasi di dalam sistem, sedangkan pendekatan yang menekankan pada elemen atau komponen merupakan interaksi antar elemen atau komponen untuk mencapai sasaran dan tujuan dari sistem. Menurut Jerry Fitzgerald, Arda F. Fitzgerald dan Warren .

Stallings! Jr. Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya adalah : Suatu prosedur adalah urutan-urutan yang tepat dari tahapantahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang mengerjakannya, Kapan (When) dikerjakan dan Bagaimana (How) mengerjakannya ! Pendekatan sistem yang menekankan pada komponen atau elemen mendefinisikan sistem sebagai berikut :

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling "erinteraksi satu sama lainnya untuk men#apai tujuan tertentu !umpulan elemen tersebut terdiri dari : hardware, software, prosedur, sumber daya manusia dan data yang saling berhubungan dan saling melengkapi satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. !arakteristik-karakteristik yang dimiliki sistem dijelaskan sebagai berikut : ". !omponen sistem, satu sistem mempunyai sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya setiap komponen akan membentuk kerja sama dan kesatuan, komponen sistem dapat berupa subsistem-subsistem yang dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar #Supra System$. %. &ifat-sifat sistem itu sendiri untuk menjalankan fungsi tertentu dan mempengaruhi sistem secara keseluruhan. '. (atasan #Boundary$ sistem, merupakan suatu daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau lingkungan luar, dengan batasan ini kita bisa tahu ruang lingkup #scope$ suatu sistem. ). *ingkungan luar #Environment$ sistem, adalah apapun yang berbeda diluar batas suatu sistem yang mempengaruhi operasi suatu sistem. 5. Penghubung #Interface$ sistem merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem lainnya. +engan penghubung antara suatu subsistem dengan subsistem lainnya akan mengalir

daya atau data-data antar subsistem, dan keluaran #Output$ dari subsistem akan menjadi masukan #Input$ untuk subsistem lain, dengan demikian antara sistem dan subsistem akan saling berintegrasi membentuk suatu kesatuan. . Masukan #Input$ sistem merupakan energi yang dimasukan kedalam suatu sistem, masukan ini bisa berupa masukan perawatan #Maintenance Input$ dan masukan sinyal #Signal Input$. ,. !eluaran #Output$ sistem merupakan hasil dari energi yang diolah dan diidentifikasi menjadi keluaran yang berguna, yang akan menjadi inputan baru atau informasi yang dibutuhkan. -. Pengolah sistem, suatu sistem pasti mempunyai suatu pengolah data masukan untuk dijadikan suatu informasi. .. &asaran sistem, merupakan penentu dari tujuan # goal$ untuk menentukan masukan yang dibutuhkan dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.1.2 Pengertian In"ormasi /nformasi adalah faktor terpenting dalam sistem untuk pengambilan suatu keputusan. +efinisi informasi sendiri adalah : $n%ormasi adalah data yang diolah menjadi "entuk yang le"ih "erguna "agi yang menerimanya &umber dari informasi adalah data, yang kemudian diolah dengan kriteria tertentu untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan.

+ata adalah suatu kenyataan yang menggambarkan suatu kejadiankejadian dan menjadi kesatuan yang nyata. !ejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu yang menyangkut perubahan nilai yang disebut transaksi. &edangkan kesatuan nyata adalah berupa suatu objek yang nyata dan terjadi pada saat kejadian berlangsung. +ata juga dapat diartikan segala sesuatu yang perlu diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan suatu informasi. !ualitas informasi yang diharapkan tergantung tiga hal pokok, yaitu : 1. A#$rat (erarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bias, tidak menyesatkan dan mencerminkan maksudnya. 2. Te%at &a#t$ /nformasi yang merupakan landasan dalam pengambilan suatu keputusan harus diterima dan sampai ke penerima tepat pada waktunya, maksudnya dimana penerima ingin mengetahui atau memutuskan tentang suatu hal maka informasi yang menunjang untuk melakukan atau memutuskan suatu hal tersebut sudah tersedia. 0ntuk itu diperlukan suatu teknologi untuk mengolah dan mengirimkan data-data menjadi suatu informasi dengan cepat dan tepat.

'.

(ele)an (erarti informasi mempunyai manfaat dan berguna bagi

pemakainya, karena batas rele1ansi seseorang berbeda, maka informasi bisa dikatakan berguna jika benar-benar berguna dan dibutuhkan pemakainya. &uatu informasi mempunyai nilai jika manfaat yang dikeluarkan lebih efektif dibanding dengan biaya untuk mendapatkannya. &istem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan memberikan laporan-laporan yang telah ditentukan. &istem informasi manajemen dapat diidentifikasikan sebagai berikut: a$. !umpulan dari interaksi sistem-sistem informasi. b$. Menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkat manajemen.

2.1.' Pengertian Billing &ecara bahasa, billing berasal dari kata bill yang berarti tagih atau tagihan. &ecara istilah, billing warnet adalah alat untuk mencatat waktu berapa lama pengguna menggunakan internet. Billing ada % macam, yaitu billing manual dan billing otomatis. (illing manual adalah cara yang paling sederhana dalam mencatat penggunaan internet. &edangkan billing otomatis adalah aplikasi otomatis dalam jaringan, penghitungan semakin mudah karena terdapat fungsi-fungsi lainnya.

"2

2.1.*

Peran+angan Sistem Perancangan sistem di lakukan apabila tahap dari analisis sistem

telah sesuai di lakukan. Maka untuk selanjutnya, seorang analis sistem merancang bagaimana membentuk sistem tersebut, tahap ini yang dinamakan dengan istilah perancangan sistem. (eberapa definisi perancangan sistem yang di temukan oleh para ahli :

&eran#angan sistem merupakan tahap setelah analisis dari siklus pengem"angan sistem ' &ende%inisian dari ke"utuhanke"utuhan %ungsional dan persiapan untuk ran#angan "angun implementasi ' (menggam"arkan "agaimana suatu sistem di"entuk( [Verzello/ ohn !euter III" &eran#angan sistem dapat dide%inisikan se"agai penggam"aran, peren#anaan dan pem"uatan sketsa atau pengaturan dari "e"erapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan "er%ungsi! [ ohn Burch # $ary $rudnits%i" &eran#angan sistem menentukan "agaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkon%igurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan "enar-"enar memuaskan ran#ang "angun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analis sistem [$eorge M& Scott" +engan demikian perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut : ". Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem. %. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional. '. Persiapan untuk rancang bangun implementasi. ). Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.

""

5. 3ang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesalahan yang utuh dan berfungsi. . Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponenkomponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.

2.1.,

T$-$an Peran+angan sistem +alam tahap perancangan sistem mempunyai dua maksud atau

tujuan utama, yaitu : ". 0ntuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 'End (ser )omputing*& %. 0ntuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pembuat program dan ahli yang terlibat. Tujuan ini lebih terperinci guna memberikan data yang 1alid serta prosedur yang lengkap untuk memudahkan programmer dalam membangun sebuah program aplikasi.

2.1..

Taha% Peran+angan Sistem Tahap-tahap perancangan sistem : ". Merupakan proses kreatifitas dalam pembangunan sistem informasi untuk memecahkan suatu persoalan.

"%

%.

0rutan tahapan pelaksanaanya bergantung pada teknik atau pendekatan yang digunakan.

'.

&ecara konseptual Tahap Perancangan terdiri dari 4kti1asi : ". %. '. Mengemukakan suatu solusi Membangun model dari solusi tersebut 51aluasi model terhadap spesifikasi kebutuhan yang telah ada ). Menjabarkan perincian dari spesifikasi solusi

). 4kti1asi perancangan secara umum ". Perancangan global atau makro 'e+ternal ,esign* %. Perancangan 6inci atau mikro #internal ,esign$ '. Perancangan implementasi sistem.

2.1./ Normalisasi 7ormalisasi merupakan proses yang menggunakan pendekatan formal untuk menelaah dan kemudian mengelompokan data item / field/ attribut ke bentuk yang lebih baik dalam menghadapi perubahan-perubahan bisnis dimasa mendatang serta meminimumkan pengaruh perubahan pada sistem aplikasi atau program.

"'

2.2 Bahasa Pemrograman 0ang ig$na#an 1i+roso"t 2is$al Basi+ 2ersion ..3 For '2 4it Windo&s e)elo%ment (ahasa pemrograman 8isual (asic, yang dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun "..", merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu bahasa pemrograman (4&/9 #Beginner-s .ll/purpose Symbolic Instruction )ode$ yang dikembangkan pada era ".52-an. (asic merupakan salah satu ,evelopment 0ool yaitu alat bantu untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang menggunakan sistem operasi :indows. 8isual (asic merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer yang mendukung object #Ob1ect Oriented 2rogramming ; <<P$. +engan Microsoft 8isual (asic, pembuatan suatu program aplikasi dapat dilakukan dengan mudah karena menggunakan metode =raphical 0ser /nterface #=0/$ yang memungkinkan pemrogram dapat mendesain program dengan mudah. 7amun, dibalik itu Microsoft 8isual (asic memiliki kelemahan yaitu tidak memiliki suatu format database sendiri. Tapi itu juga menjadi suatu keunggulan tersendiri bagi Microsoft 8isual (asic yaitu dapat membaca sekaligus membuat beberapa format database, diantaranya Ms. 4ccess , +base , >o?Pro, Parado?, <+(9 dan Te?t >iles. Microsoft 8isual (asic .2 juga mempunyai beberapa keunggulan

lain, yaitu teknologi 4cti1e-@ yang menarik, +ata 4cces #+4<, Aet, <+(9, dan 6emote +ata <bject$, (erapa 9ontrols, +e1elopment 5n1ironment, dan fasilitas 9lientB&er1er 5n1irontment. Microsoft 8isual (asic .2 juga dapat

")

digabungkan dengan aplikasi <ffice dengan menggunakan fasilitas <*5 dan feature-feature menarik lainnya dengan adanya tambahan file .<9@.

2.' Basis ata 2.'.1 Pengertian Basis ata +efinisi basis data 'database* sangatlah ber1ariasi. (asis data dapat dianggap sebagai kumpulan data yang terkomputerisasi, diatur dan disimpan menurut salah satu cara yang memudahkan pengambilan kembali. &ecara sederhana basis data dapat diungkapkan sebagai suatu pengorganisasian data dengan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan cepat. Tujuan awal dan utama dalam pengolahan data pada sebuah basis data adalah agar dapat menentukan kembali data #data yang dicari$ dengan mudah dan cepat. Basis data se"agai kumpulan dari data yang saling "erhu"ungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kemudian dapat diman%aatkan lagi dengan #epat dan mudah [.bdul 3adir4 5665 7 89"& &ecara lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan sebagai berikut : "$ Ke+e%atan dan #em$dahan 5S%eed6 Pemanfaatan 4asis data memungkinkan untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahanBmanipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah.

"5

%$ 7"esiensi r$ang %enyim%anan 5S%a+e6 Penggunaan ruang penyimpanan di dalam 4asis data dilakukan untuk mengurangi jumlah redundansi #pengulangan$ data, baik dengan melakukan penerapan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi #dalam bentuk file$ antar kelompok data yang saling berhubungan. '$ Kea#$ratan 5A++$ra+y6 Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturanBbatasan tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya dan diterapkan dalam basis data, sangat berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan data. )$ Ketersediaan 5A)aila4ility6 Pertumbuhan data #baik dari jumlah maupun jenisnya$ sejalan dengan waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. +ata yang sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi digunakan dapat diatur untuk dilepaskan dari sistem basis data dengan cara penghapusan atau dengan memindahkannya ke media penyimpanan. 5$ Keleng#a%an 58om%leteness6 *engkap atau tidaknya data yang dikelola bersifat relatif baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu. +alam sebuah basis data, struktur dari 4asis data tersebut juga harus disimpan. 0ntuk mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkembang, maka tidak hanya menambah record/record data, tetapi juga melakukan penambahan struktur dalam basis data.

"

$ Keamanan 5Se+$rity6 &istem keamanan digunakan untuk dapat menentukan siapa saja yang boleh menggunakan basis data dan menentukan jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan. ,$ Ke4ersamaan %ema#ai Pemakai basis data sering kali tidak terbatas hanya pada satu pemakaian saja atau oleh satu sistem aplikasi saja. (asis data yang dikelola oleh sistem #aplikasi$ yang mendukung lingkungan multiuser, akan dapat memenuhi kebutuhan ini, tetapi dengan menjagaBmenghindari terhadap munculnya persoalan baru seperti inkonsistensi data #karena data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat bersamaan$.

2.'.2 1odel Basis ata Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Model dasar yang paling umum ada tiga macam, yaitu: model hirarkis, model jaringan dan model relasional. Pada perkembangannya, model relasional lebih mudah di dalam implementasinya. Pada basis data relasional ini, basis data akan dinyatakan dalam bentuk tabel-tabel dua dimensi. &etiap tabel terdiri atas lajur mendatar yang disebut dengan baris 'ro:/record* dan lajur 1ertikal yang disebut kolom

'column/field*& (aris-baris ini akan tersusun membentuk satu tabel, yang biasanya tersimpan dalam satu file. Tabel-tabel ini secara keseluruhan merupakan penyajian dari atribut data yang saling berhubungan.