P. 1
Silsilah Kerajaan Mataram Kuno3

Silsilah Kerajaan Mataram Kuno3

|Views: 73|Likes:
Dipublikasikan oleh Nova Saritirista

More info:

Published by: Nova Saritirista on Oct 31, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2014

pdf

text

original

SILSILAH KERAJAAN MATARAM KUNO

885 Rakai KayuWangi Dyah Lokapala Prasasti Argopura. sebagai pengganti ibu kota yang lama. Istana baru itu bernama Mamratipura. 10 Desember 880 Rakai Kayuwangi mengeluarkan prasasti untuk menganugerahi para pemuka desa Wuatan Tija karena mereka telah berjasa menolong putranya yang bernama Dyah Bhumijaya 856. Prasasti Wanua Tengah 3 885(8 bulan) 885. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Siwagrha (856) atau prasasti Wantil. Prasasti Wanua Tengah 3 887 887. prasasti Kalirungan tahun 883. 887. 890. namun tidak bergelar maharaja. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. sementara pihak lain menganggap ia sebagai kelanjutan Sailendra Rakai Panangkaran beralih keyakinan dari memuja Siwa menjadi penganut Buddha Mahayana. Prasasti Ligor B (sekitar 787) Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti nalanda Prasasti Ligor B (sekitar 787).Silsilah Raja Mataram Kuno Kurun Waktu 717—760 Nama Raja atau Penguasa Sanjaya Prasasti Prasasti Canggal (732). Prasasti Wanua Tengah 3 Peristiwa Sanjaya. memulai membangun Borobudur (sekitar 770). Prasasti Kalasan (778). Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. putra Sannaha. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). mempersatukan kerajaan dan naik takhta.prassti Argopura. Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Panunggalan. prasasti Munduan 807 prasasti Kayumwungan 824 prasasti Tulang Air 850. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya.Kamboja memerdekakan diri (802). Jawa menyerang dan menaklukan Ligor dan Kamboja Selatan (Chenla) (790) Ayah dari samaratungga dan anak dari Dharanindra dan disebut sebagai raja yang perkasa. pembangunan Candi Kalasan membangun Manjusrigrha. pada tahun 856 perkawinan Sang Jatiningrat alias Rakai Pikatan Mpu Manuku dengan Pramodawardhani dari Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana.887 Dyah Tagwas Rakai Panumwangan Dyah Dewendra Rakai Gurun Wangi Rakai Wulkahumalang Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Poh Dulur. prasasti Kayumwungan 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. Menurut prasasti Wantil Membangun Candi Prambanan dan Candi Plaosan. Prasasti Wuatan Tija. prasasti Munduan 807 Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. sejarahwan lama menafsirkannya sebagai berdirinya Wangsa Sanjaya.898 prasasti Panunggalan tanggal 19 November 896 menyebut adanya tokoh bernama Sang Watuhumalang Mpu Teguh. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Karangtengah (824). prasasti Wantil. yaitu Mataram & Rakai Mamrati turun takhta dan menjadi brahmana bergelar Sang Jatiningrat. prasasti Tulang Air 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856. melainkan hanya bergelar haji . prassti Argopura. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Kelurak (782). keponakan Sanna memulihkan keamanan. 760—775 Rakai Panangkaran 775—800 Dharanindra (Rakai Panaraban) Samaragrawira (rakai Warak) Dyah Gula Samaratungga (rakai Garung) Pramodhawardhani berkuasa mendampingi suaminya Rakai Pikatan(Mpu Manuku) 800—827 827-828 828—847 848—855 merampungkan Borobudur (825) Mengalahkan dan mengusir Balaputradewa yang menyingkir ke Sumatera (Sriwijaya). Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Raja Sankhara. Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Munggu Antan.

Prasasti Wanua Tengah 3 Peristiwa Dyah Balitung yang merupakan menantu Rakai Watuhumalang (raja Medang pengganti Rakai Kayuwangi) berhasil menjadi pahlawan dengan menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga kembali mengakui kekuasaan tunggal di Kerajaan Medang. prasasti Timbangan Wungkal prasasti Lintakan 919. Bhagawanta Bhari adalah tokoh yang berjasa membangun bendungan pencegah banjir. Ia sendiri telah mendapat anugerah dari raja sebelumnya. Prasasti Linggasutan tahun 929 berisi tentang penetapan desa Linggasutan.Prasasti Sumbut juga bertahun 931 berisi tentang penetapan desa Sumbut sebagai sima swatantra karena kesetiaan Mapanji Jatu Ireng dan penduduk desa itu menhalau musuh negara. Prasasti Gulung-Gulung masih dari tahun 929 berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhura agar sawah di desa Gulung-Gulung dijadikan sima bagi bangunan suci Mahaprasada di Himad. namun kemudian dipermasalahkan oleh Dang Acarya Bhutti yang menjabat sebagai Sang Pamgat Mangulihi.947 Mpu Sindok .Prasasti Wulig tanggal 8 Januari 935 berisi tentang peresmian bendungan di Wuatan Wulas dan Wuatan Tamya yang dibangun para penduduk desa Wulig di bawah pimpinan Sang Pamgat Susuhan.910 Nama Raja atau Penguasa Rakai Dyah Balitung Prasasti prasasti Telahap (899).Prasasti untuk anak-anak Bhagawanta Bhari diperbaharui lagi pada tanggal 7 Maret 927.Kurun Waktu 899. Maka. serta pembangunan sebuah jayastambha atau tugu kemenangan. 910. prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928 929. prasasti Timbangan Wungkal 913 Masehi. Pembaharuan tersebut dilakukan oleh Rakai Hino Mpu Ketuwijaya. di mana mereka mendapatkan desa Culanggi sebagai sima swatantra (daerah bebas pajak). yang diduga sebagai ayah dari sang permaisuri Dyah Kebi.Prasasti Cunggrang juga bertahun 929 berisi tentang penetapan desa Cunggrang sebagai sima swatantra untuk menrawat makam Rakryan Bawang Dyah Srawana.Prasasti JruJru tahun 930 berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhura supaya desa Jru-Jru di daerah linggasutan dijadikan sima swatantra untuk merawat bangunan suci Sang Sala di Himad. sebagai sima swatantra untuk menambah biaya pemujaan bathara di Walandit setiap tahunnya.Prasasti Anjukladang tahun 937 berisi tentang penetapan tanah sawah di desa Anjukladang sebagai sima swatantra dan persembahan kepada bathara di Sang Hyang Prasada. Prasasti Harinjing tanggal 19 September 921 berisi pengukuhan anugerah untuk anak-anak Bhagawanta Bhari yang berjumlah 12 orang dan tersebar di mana-mana.Prasasti Waharu tahun 931 berisi tentang anugerah untuk penduduk desa Waharu yang dipimpin Buyut Manggali. prasasti Sangguran tanggal 2 Agustus 928 tentang penetapan desa Sangguran sebagai sima swatantra (daerah bebas pajak) agar penduduknya ikut serta merawat bangunan suci di daerah Kajurugusalyan. dan Dyah Wijaya yang dulu mendapatkan hak istimewa dari Rakai Pikatan. rakyat pun memilih Balitung sebagai raja daripada iparnya.921 Dyah Tulodhong 921. wilayah Rakryan Hujung Mpu Madhura Lokaranjana. sepeninggal Rakai Watuhumalang. karena setia membantu negara melawan musuh.919 Mpu Daksa Prasasti plaosan. Isinya tentang pengaduan Dyah Dewa.927 Dyah Wawa prasasti Culanggi. Dyah Babru. Peresmian ini dilakukan oleh seorang istri Mpu Sindok bernama Rakryan Mangibil.prasasti Talahap. yaitu Mpu Daksa. Prasasti Turyan tahun 929 berisi permohonan Dang Atu Mpu Sahitya terhadap tanah di barat sungai desa Turyan supaya dijadikan sebagai tempat bangunan suci. Prasasti Telang tanggal 11 Januari 904.Selain itu ditemukan pula prasasti Ritihang tanggal 13 September 914 tentang persembahan hadiah dari Mpu Daksa untuk permaisurinya. Prasasti Telang tanggal 11 Januari 904 berisi tentang pembangunan komplek penyeberangan bernama Paparahuan yang dipimpin oleh Rakai Welar Mpu Sudarsana di tepi Bengawan Solo. atas saran dari Rakai Sumba yang menjabat sebagai Sang Pamgat Momahumah. prasasti Ritihang tanggal 13 September 914. Prasasti Mantyasih tanggal 11 April 907.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->