SILSILAH KERAJAAN MATARAM KUNO

Prasasti Kalasan (778). Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Munggu Antan. Istana baru itu bernama Mamratipura. prasasti Tulang Air 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856.Kamboja memerdekakan diri (802). yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. 887. melainkan hanya bergelar haji .885 Rakai KayuWangi Dyah Lokapala Prasasti Argopura. Menurut prasasti Wantil Membangun Candi Prambanan dan Candi Plaosan. 10 Desember 880 Rakai Kayuwangi mengeluarkan prasasti untuk menganugerahi para pemuka desa Wuatan Tija karena mereka telah berjasa menolong putranya yang bernama Dyah Bhumijaya 856. sementara pihak lain menganggap ia sebagai kelanjutan Sailendra Rakai Panangkaran beralih keyakinan dari memuja Siwa menjadi penganut Buddha Mahayana. 890.887 Dyah Tagwas Rakai Panumwangan Dyah Dewendra Rakai Gurun Wangi Rakai Wulkahumalang Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Poh Dulur. Prasasti Wanua Tengah 3 Peristiwa Sanjaya. prassti Argopura. sebagai pengganti ibu kota yang lama. memulai membangun Borobudur (sekitar 770). Prasasti Wanua Tengah 3 887 887. pada tahun 856 perkawinan Sang Jatiningrat alias Rakai Pikatan Mpu Manuku dengan Pramodawardhani dari Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. sejarahwan lama menafsirkannya sebagai berdirinya Wangsa Sanjaya. prasasti Kalirungan tahun 883. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). prasasti Wantil. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Kelurak (782). yaitu Mataram & Rakai Mamrati turun takhta dan menjadi brahmana bergelar Sang Jatiningrat.prassti Argopura. prasasti Munduan 807 Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. pembangunan Candi Kalasan membangun Manjusrigrha. prasasti Kayumwungan 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Karangtengah (824). prasasti Munduan 807 prasasti Kayumwungan 824 prasasti Tulang Air 850. mempersatukan kerajaan dan naik takhta. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. keponakan Sanna memulihkan keamanan. namun tidak bergelar maharaja. putra Sannaha. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Raja Sankhara. 760—775 Rakai Panangkaran 775—800 Dharanindra (Rakai Panaraban) Samaragrawira (rakai Warak) Dyah Gula Samaratungga (rakai Garung) Pramodhawardhani berkuasa mendampingi suaminya Rakai Pikatan(Mpu Manuku) 800—827 827-828 828—847 848—855 merampungkan Borobudur (825) Mengalahkan dan mengusir Balaputradewa yang menyingkir ke Sumatera (Sriwijaya). Jawa menyerang dan menaklukan Ligor dan Kamboja Selatan (Chenla) (790) Ayah dari samaratungga dan anak dari Dharanindra dan disebut sebagai raja yang perkasa. Prasasti Wanua Tengah 3 885(8 bulan) 885. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Siwagrha (856) atau prasasti Wantil. Prasasti Ligor B (sekitar 787) Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti nalanda Prasasti Ligor B (sekitar 787). Prasasti Wuatan Tija.898 prasasti Panunggalan tanggal 19 November 896 menyebut adanya tokoh bernama Sang Watuhumalang Mpu Teguh. Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Panunggalan.Silsilah Raja Mataram Kuno Kurun Waktu 717—760 Nama Raja atau Penguasa Sanjaya Prasasti Prasasti Canggal (732).

Peresmian ini dilakukan oleh seorang istri Mpu Sindok bernama Rakryan Mangibil. Prasasti Harinjing tanggal 19 September 921 berisi pengukuhan anugerah untuk anak-anak Bhagawanta Bhari yang berjumlah 12 orang dan tersebar di mana-mana. prasasti Ritihang tanggal 13 September 914. Bhagawanta Bhari adalah tokoh yang berjasa membangun bendungan pencegah banjir. serta pembangunan sebuah jayastambha atau tugu kemenangan. Prasasti Telang tanggal 11 Januari 904. di mana mereka mendapatkan desa Culanggi sebagai sima swatantra (daerah bebas pajak).927 Dyah Wawa prasasti Culanggi. Prasasti Mantyasih tanggal 11 April 907. 910. Maka. Ia sendiri telah mendapat anugerah dari raja sebelumnya. sepeninggal Rakai Watuhumalang.Prasasti Sumbut juga bertahun 931 berisi tentang penetapan desa Sumbut sebagai sima swatantra karena kesetiaan Mapanji Jatu Ireng dan penduduk desa itu menhalau musuh negara. wilayah Rakryan Hujung Mpu Madhura Lokaranjana. sebagai sima swatantra untuk menambah biaya pemujaan bathara di Walandit setiap tahunnya.Prasasti Waharu tahun 931 berisi tentang anugerah untuk penduduk desa Waharu yang dipimpin Buyut Manggali. yang diduga sebagai ayah dari sang permaisuri Dyah Kebi.910 Nama Raja atau Penguasa Rakai Dyah Balitung Prasasti prasasti Telahap (899).921 Dyah Tulodhong 921. Prasasti Telang tanggal 11 Januari 904 berisi tentang pembangunan komplek penyeberangan bernama Paparahuan yang dipimpin oleh Rakai Welar Mpu Sudarsana di tepi Bengawan Solo. prasasti Timbangan Wungkal 913 Masehi. atas saran dari Rakai Sumba yang menjabat sebagai Sang Pamgat Momahumah. prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928 929.Kurun Waktu 899.Prasasti Cunggrang juga bertahun 929 berisi tentang penetapan desa Cunggrang sebagai sima swatantra untuk menrawat makam Rakryan Bawang Dyah Srawana.Prasasti untuk anak-anak Bhagawanta Bhari diperbaharui lagi pada tanggal 7 Maret 927. prasasti Sangguran tanggal 2 Agustus 928 tentang penetapan desa Sangguran sebagai sima swatantra (daerah bebas pajak) agar penduduknya ikut serta merawat bangunan suci di daerah Kajurugusalyan. yaitu Mpu Daksa.Prasasti Anjukladang tahun 937 berisi tentang penetapan tanah sawah di desa Anjukladang sebagai sima swatantra dan persembahan kepada bathara di Sang Hyang Prasada. dan Dyah Wijaya yang dulu mendapatkan hak istimewa dari Rakai Pikatan.919 Mpu Daksa Prasasti plaosan. rakyat pun memilih Balitung sebagai raja daripada iparnya. Prasasti Gulung-Gulung masih dari tahun 929 berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhura agar sawah di desa Gulung-Gulung dijadikan sima bagi bangunan suci Mahaprasada di Himad. Pembaharuan tersebut dilakukan oleh Rakai Hino Mpu Ketuwijaya. Prasasti Turyan tahun 929 berisi permohonan Dang Atu Mpu Sahitya terhadap tanah di barat sungai desa Turyan supaya dijadikan sebagai tempat bangunan suci.prasasti Talahap.947 Mpu Sindok .Selain itu ditemukan pula prasasti Ritihang tanggal 13 September 914 tentang persembahan hadiah dari Mpu Daksa untuk permaisurinya.Prasasti Wulig tanggal 8 Januari 935 berisi tentang peresmian bendungan di Wuatan Wulas dan Wuatan Tamya yang dibangun para penduduk desa Wulig di bawah pimpinan Sang Pamgat Susuhan. prasasti Timbangan Wungkal prasasti Lintakan 919. Prasasti Linggasutan tahun 929 berisi tentang penetapan desa Linggasutan. Dyah Babru. Isinya tentang pengaduan Dyah Dewa.Prasasti JruJru tahun 930 berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhura supaya desa Jru-Jru di daerah linggasutan dijadikan sima swatantra untuk merawat bangunan suci Sang Sala di Himad. karena setia membantu negara melawan musuh. Prasasti Wanua Tengah 3 Peristiwa Dyah Balitung yang merupakan menantu Rakai Watuhumalang (raja Medang pengganti Rakai Kayuwangi) berhasil menjadi pahlawan dengan menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga kembali mengakui kekuasaan tunggal di Kerajaan Medang. namun kemudian dipermasalahkan oleh Dang Acarya Bhutti yang menjabat sebagai Sang Pamgat Mangulihi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful