SILSILAH KERAJAAN MATARAM KUNO

Prasasti Wanua Tengah 3 Peristiwa Sanjaya. putra Sannaha. 890.Kamboja memerdekakan diri (802). prasasti Tulang Air 850 Mpu Manuku kembali bergelar Rakai Patapan Menurut prasasti Wantil atau prasasti Siwagerha tanggal 12 November 856. Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Panunggalan.prassti Argopura. 887.887 Dyah Tagwas Rakai Panumwangan Dyah Dewendra Rakai Gurun Wangi Rakai Wulkahumalang Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Poh Dulur. Dyah Lokapala naik takhta menggantikan ayahnya. Prasasti Wuatan Tija. Mpu Manuku membangun ibu kota baru di desa Mamrati sehingga ia pun dijuluki sebagai Rakai Mamrati. yang bermarkas di timbunan batu di atas bukit Ratu Baka. memulai membangun Borobudur (sekitar 770). Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Raja Sankhara. Prasasti Wanua Tengah 3 887 887. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Kelurak (782). pada tahun 856 perkawinan Sang Jatiningrat alias Rakai Pikatan Mpu Manuku dengan Pramodawardhani dari Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana.Silsilah Raja Mataram Kuno Kurun Waktu 717—760 Nama Raja atau Penguasa Sanjaya Prasasti Prasasti Canggal (732). namun tidak bergelar maharaja. keponakan Sanna memulihkan keamanan. Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Siwagrha (856) atau prasasti Wantil. yaitu Sang Jatiningrat (gelar Rakai Pikatan sebagai brahmana). pembangunan Candi Kalasan membangun Manjusrigrha. Pengangkatan putra bungsu sebagai raja ini didasarkan pada jasa kepahlawanan Dyah Lokapala dalam menumpas musuh ayahnya. prasasti Kalirungan tahun 883. Istana baru itu bernama Mamratipura. Menurut prasasti Wantil Membangun Candi Prambanan dan Candi Plaosan.885 Rakai KayuWangi Dyah Lokapala Prasasti Argopura. prasasti Wantil. Prasasti Wanua Tengah 3 885(8 bulan) 885. Prasasti Kalasan (778). prasasti Munduan 807 prasasti Kayumwungan 824 prasasti Tulang Air 850. yaitu Mataram & Rakai Mamrati turun takhta dan menjadi brahmana bergelar Sang Jatiningrat.898 prasasti Panunggalan tanggal 19 November 896 menyebut adanya tokoh bernama Sang Watuhumalang Mpu Teguh. melainkan hanya bergelar haji . 760—775 Rakai Panangkaran 775—800 Dharanindra (Rakai Panaraban) Samaragrawira (rakai Warak) Dyah Gula Samaratungga (rakai Garung) Pramodhawardhani berkuasa mendampingi suaminya Rakai Pikatan(Mpu Manuku) 800—827 827-828 828—847 848—855 merampungkan Borobudur (825) Mengalahkan dan mengusir Balaputradewa yang menyingkir ke Sumatera (Sriwijaya). sebagai pengganti ibu kota yang lama. prasasti Kayumwungan 824 jabatan Rakai Patapan dipegang oleh Mpu Palar. Prasasti Ligor B (sekitar 787) Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti nalanda Prasasti Ligor B (sekitar 787). Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Wanua Tengah 3 Prasasti Karangtengah (824). Prasasti Wanua Tengah 3 prasasti Munggu Antan. Jawa menyerang dan menaklukan Ligor dan Kamboja Selatan (Chenla) (790) Ayah dari samaratungga dan anak dari Dharanindra dan disebut sebagai raja yang perkasa. prassti Argopura. sementara pihak lain menganggap ia sebagai kelanjutan Sailendra Rakai Panangkaran beralih keyakinan dari memuja Siwa menjadi penganut Buddha Mahayana. mempersatukan kerajaan dan naik takhta. sejarahwan lama menafsirkannya sebagai berdirinya Wangsa Sanjaya. 10 Desember 880 Rakai Kayuwangi mengeluarkan prasasti untuk menganugerahi para pemuka desa Wuatan Tija karena mereka telah berjasa menolong putranya yang bernama Dyah Bhumijaya 856. prasasti Munduan 807 Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan.

Prasasti Wanua Tengah 3 Peristiwa Dyah Balitung yang merupakan menantu Rakai Watuhumalang (raja Medang pengganti Rakai Kayuwangi) berhasil menjadi pahlawan dengan menaklukkan Rakai Gurunwangi dan Rakai Limus sehingga kembali mengakui kekuasaan tunggal di Kerajaan Medang. prasasti Sangguran tanggal 2 Agustus 928 tentang penetapan desa Sangguran sebagai sima swatantra (daerah bebas pajak) agar penduduknya ikut serta merawat bangunan suci di daerah Kajurugusalyan. Prasasti Turyan tahun 929 berisi permohonan Dang Atu Mpu Sahitya terhadap tanah di barat sungai desa Turyan supaya dijadikan sebagai tempat bangunan suci. Prasasti Gulung-Gulung masih dari tahun 929 berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhura agar sawah di desa Gulung-Gulung dijadikan sima bagi bangunan suci Mahaprasada di Himad.927 Dyah Wawa prasasti Culanggi. rakyat pun memilih Balitung sebagai raja daripada iparnya. sepeninggal Rakai Watuhumalang.947 Mpu Sindok .Prasasti Cunggrang juga bertahun 929 berisi tentang penetapan desa Cunggrang sebagai sima swatantra untuk menrawat makam Rakryan Bawang Dyah Srawana. Prasasti Harinjing tanggal 19 September 921 berisi pengukuhan anugerah untuk anak-anak Bhagawanta Bhari yang berjumlah 12 orang dan tersebar di mana-mana.Kurun Waktu 899. sebagai sima swatantra untuk menambah biaya pemujaan bathara di Walandit setiap tahunnya. 910. Prasasti Linggasutan tahun 929 berisi tentang penetapan desa Linggasutan. Prasasti Telang tanggal 11 Januari 904.Prasasti JruJru tahun 930 berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhura supaya desa Jru-Jru di daerah linggasutan dijadikan sima swatantra untuk merawat bangunan suci Sang Sala di Himad. atas saran dari Rakai Sumba yang menjabat sebagai Sang Pamgat Momahumah. Dyah Babru. Isinya tentang pengaduan Dyah Dewa.Selain itu ditemukan pula prasasti Ritihang tanggal 13 September 914 tentang persembahan hadiah dari Mpu Daksa untuk permaisurinya. dan Dyah Wijaya yang dulu mendapatkan hak istimewa dari Rakai Pikatan. namun kemudian dipermasalahkan oleh Dang Acarya Bhutti yang menjabat sebagai Sang Pamgat Mangulihi.Prasasti Waharu tahun 931 berisi tentang anugerah untuk penduduk desa Waharu yang dipimpin Buyut Manggali. di mana mereka mendapatkan desa Culanggi sebagai sima swatantra (daerah bebas pajak). serta pembangunan sebuah jayastambha atau tugu kemenangan.919 Mpu Daksa Prasasti plaosan.910 Nama Raja atau Penguasa Rakai Dyah Balitung Prasasti prasasti Telahap (899).921 Dyah Tulodhong 921. yang diduga sebagai ayah dari sang permaisuri Dyah Kebi. prasasti Wulakan tanggal 14 Februari 928 929.Prasasti untuk anak-anak Bhagawanta Bhari diperbaharui lagi pada tanggal 7 Maret 927. prasasti Timbangan Wungkal prasasti Lintakan 919. Ia sendiri telah mendapat anugerah dari raja sebelumnya. Prasasti Telang tanggal 11 Januari 904 berisi tentang pembangunan komplek penyeberangan bernama Paparahuan yang dipimpin oleh Rakai Welar Mpu Sudarsana di tepi Bengawan Solo. Prasasti Mantyasih tanggal 11 April 907. Maka. Peresmian ini dilakukan oleh seorang istri Mpu Sindok bernama Rakryan Mangibil.prasasti Talahap. prasasti Ritihang tanggal 13 September 914. Bhagawanta Bhari adalah tokoh yang berjasa membangun bendungan pencegah banjir.Prasasti Anjukladang tahun 937 berisi tentang penetapan tanah sawah di desa Anjukladang sebagai sima swatantra dan persembahan kepada bathara di Sang Hyang Prasada. wilayah Rakryan Hujung Mpu Madhura Lokaranjana. Pembaharuan tersebut dilakukan oleh Rakai Hino Mpu Ketuwijaya. prasasti Timbangan Wungkal 913 Masehi. karena setia membantu negara melawan musuh.Prasasti Sumbut juga bertahun 931 berisi tentang penetapan desa Sumbut sebagai sima swatantra karena kesetiaan Mapanji Jatu Ireng dan penduduk desa itu menhalau musuh negara. yaitu Mpu Daksa.Prasasti Wulig tanggal 8 Januari 935 berisi tentang peresmian bendungan di Wuatan Wulas dan Wuatan Tamya yang dibangun para penduduk desa Wulig di bawah pimpinan Sang Pamgat Susuhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful