Anda di halaman 1dari 16

TIM KKN UNILA 2012

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Undang-Undang No 35 Tahun 2009 Tentang NARKOTIKA pasal 1 ayat (1) menyatakan : Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Pasal 1 ayat (13) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menjelaskan bahwa pemakai atau Pecandu Narkotika adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun Psikis Ketergantungan.

Pengedar adalah seorang atau badan hukum yang dengan sengaja melawan hukum mengedarkan atau mengirim narkotika ke seorang atau badan hukum yang lain yang tujuannya bukan untuk kebaikan

Bagi para pemakai dalam pasal Pasal 54 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Rehabilitasi medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan Narkotika yang dilakukan di rumah sakit. Rehabilitasi Sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental maupun sosial, agar bekas pecandu Narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakatyang dilakukan di instansi-instansi pemerintah atau masyarakat.

Diatas 5 gram : bahwa pengedar narkotika dapat diberi sanksi hukum maksimal penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak 10 milyar ( pasal 114 ayat 1)

Dibawah 5 gram : bahwa pengedar narkotika dapat diberi sansksi hukum penjara 4 sampai 6 tahun penjara dan denda maksimal 8 milyar

Anda mungkin juga menyukai