Anda di halaman 1dari 20

Penjahitan Luka Episiotomi

Prinsip Penjahitan Luka Episiotomi


1.Anestesi Local
a.Asuhan sayang ibu berikan pd setiap ibu yg akan dijahit b.Lakukan pengujian bahan anestesi masih bekerja c.Gunakan tabung suntik steril sekali pakai dengan jarum ukuran 22 atau lebih kecil tergantung pada tempat yang memerlukan anestesi dengan panjang 4 cm

Penjahit .......lanjutan

Obat standar untuk anestesi local adalah lidokain 1 %. Tidak dianjurkan:


Lidokain 2 % nekrosis jaringan Lidokain dengan epinephrine memperlambat efek kerjanya.

PROSEDUR ANESTESI
1. Jelaskan pada ibu apa yang akan anda lakukan dan bantu ibu merasa santai. 2. Hisap 10 ml larutan lidokain 1 % ke dalam alat suntik 3. Tempelkan jarum ukuran 22 sepanjang 4 cm ke tabung suntik tersebut. 4. Tusukkan jarum ke ujung atau pojok laserasi atau sayatan lalu tarik jarum sepanjang tepi luka (ke arah bawah di antara mukosa dan kulit perineum)

5. Aspirasi. Jika darah masuk ke dalam tabung suntik, jangan suntikkan lidokain dan tarik jarum seluruhnya. Pindahkan posisi jarum dan suntikkan kembali. Alasan: Ibu bisa mengalami kejang dan kematian, jika lidokain disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

6. Suntikkan anestesi sejajar dengan permukaan luka pada saat jarum suntik ditarik perlahan-lahan. 7. Tarik jarum hingga sampai ke bawah tempat dimana jarum tersebut disuntikkan.

8. Arahkan lagi jarum ke daerah di atas tengah luka dan ulangi langkah ke 4. 9. Tusukkan jarum untuk ketiga kalinya dan sekali lagi ulangi langkah ke 4 sehingga tiga garis di satu sisi luka mendapatkan anestesi local. 10. Ulangi proses ini di sisi lain dari luka tersebut. Setiap sisi luka akan memerlukan kurang lebih 5 ml lidokain untuk mendapatkan anestesi yang cukup.

11. Tunggu selama 2 menit dan biarkan anestesi tersebut bekerja dan kemudian uji daerah yang dianestesi dengan cara dicubit dengan forseps atau disentuh dengan jarum yang tajam. Jika ibu merasakan jarum atau cubitan tersebut, tunggu 2 menit lagi dan kemudian uji kembali sebelum mulai menjahit luka.

Prinsip Penjahitan Perineum Tidak perlu dijahit :


Luka hanya bag luar (superfisial) saja Luka tidak berdarah

Penjahitan kedua sisi perlukaan menyatu untuk mempermudah pertumbuhan jaringan bekas luka Setiap kali tusukan jahitan, jaringan terluka satu tempat baru masuknya bakteri

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menggunakan jumlah jahitan yang sesedikit mungkin untuk merapatkan jaringan dan untuk menghentikan pengeluaran darah dari perlukaan

Tujuan dari penjahitan perlukaan perineum/episiotomi ialah:

1. Untuk mendekatkan jaringan-jaringan agar proses penyembuhan bisa terjadi. Proses penyembuhan itu sendiri bukanlah hasil dari penjahitan tersebut tetapi hasil dari pertumbuhan jaringannya. 2. Untuk menghentikan perdarahan.

Penjahitan Episiotomi/laserasi dengan jelujur


Keuntungan teknik penjahitan jelujur: Mudah dipelajari karena hanya melibatkan satu jenis teknik penjahitan saja. Sedikit memberikan rasa nyeri bagi ibu karena lebih sedikit benang yang digunakan. Jumlah jahitan lebih sedikit.

Persiapan Penjahitan
1. Bantu ibu mengambil posisi litotomi sehingga bokongnya berada di tepi tempat tidur atau meja. Topang kakinya dengan alat penopang atau minta anggota keluarga untuk memegang kaki ibu sehingga ibu tetap berada dalam posisi litotomi. 2. Tempatkan handuk atau kain bersih di bawah bokong ibu. 3. Jika mungkin, tempatkan lampu sedemikian rupa sehingga perineum bisa dilihat dengan jelas.

4. Gunakan teknik aseptic pada saat memeriksa robekan atau episiotomi, memberikan anestesi local dan menjahit luka. 5. Cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. 6. Pakai sarung tangan DTT atau steril. 7. Dengan menggunakan teknik aseptic, persiapkan peralatan dan bahan-bahan DTT untuk penjahitan.

Duduk dengan posisi santai dan nyaman sehingga luka bisa dengan mudah dilihat dan penjahitan bisa dilakukan tanpa kesulitan. Gunakan kain/kasa DTT atau bersih untuk menyeka vulva, vagina dan perineum ibu dengan lembut, bersihkan darah atau bekuan darah yang ada sambil menilai dalam dan luasnya luka.

Periksa vagina, serviks dan perineum secara lengkap. Pastikan bahwa laserasi/sayatan perineum hanya merupakan derajat satu atau dua. Jika laserasi atau episiotomi telah meluas, periksa lebih jauh untuk memeriksa bahwa tidak terjadi robekan derajat tiga atau empat. Masukkan jari yang bersarung tangan ke dalam anus dengan hati-hati dan angkat jari tersebut perlahan-lahan untuk mengidentifikasi sfingter ani.

Raba tonus atau ketegangan sfingter, jika sfingter terluka, ibu mengalami laserasi derajat tiga atau empat dan harus dirujuk segera. Ibu dirujuk jika mengalami laserasi serviks. Ganti sarung tangan dengan sarung tangan DTT atau steril yang baru setelah melakukan pemeriksaan rectum.

Berikan anestesi local (kajilah teknik untuk memberikan anestesi local di bawah ini). Siapkan jarum (pilih jarum yang batangnya bulat, tidak pipih) dan benang. Gunakan benang kromik 2-0 atau 3-0. Benang kromik bersifat lentur, kuat, tahan lama dan paling sedikit menimbulkan reaksi jaringan. Tempatkan jarum pada pemegang jarum dengan sudut 90 derajat, dan jepit jarum tersebut.

Langkah-langkah penjahitan laserasi perineum/episiotomi: Cuci tangan secara seksama dan gunakan sarung tangan DTT atau steril. Ganti sarung tangan jika terkontaminasi, atau jika tertusuk jarum maupun peralatan tajam lainnya. Pastikan bahwa peralatan dan bahanbahan yang digunakan untuk melakukan penjahitan sudah didisinfeksi tingkat tinggi atau steril.

Setelah memberikan anestesi local dan memastikan bahwa daerah tersebut sudah di anestesi, telusuri dengan hati-hati menggunakan satu jari untuk secara jelas menentukan batas-batas luka. Nilai kedalaman luka dan lapisan jaringan mana yang terluka. Dekatkan tepi laserasi untuk menentukan bagaimana cara menjahitnya menjadi satu dengan mudah.