Anda di halaman 1dari 23

Koagulasi/flokulasi Proses koagulasi dan flokulasi (Gambar 3-1) adalah proses yang membantu dalam penanganan bahan-bahan solid

yang tidak dapat ditangani pada proses sebelumnya. Proses koagulasi adalah proses yang menyangkut penangnan umpan dan pencampuran salah satu atau lebih bahan-bahan kimia koagulan di dalam air, dimana partikel yang terbentuk disebut dengan flok. Flokulasi, dimana pada prosesnya membutuhkan pencampuran yang merata antara air dan coagulant pada periode aktu dalam bentuk yang luas, berat dalam pembentukan partikel flok. Partikel flok adalah kombinasi dari koagulan dan partikel-partikel didalam air!dimana partikel tersebut akan bertambah lebih besar dan berat daripada partikel murni dan agar lebih mudah untuk diolah pada proses selan"utnya, yaitu proses sedimentasi dan filtrasi. Pada bab ini dideskripsikan prinsip-prinsip dasar dari koagulasi dan flokulasi, dan koagulan secara umum dan pengunaannya, ada beberapa fasilitas dan perlengkapan yang digunkan dalam proses koagulasi#flokulasi, prosedur operasi dan peker"aan secara umum yang dilakukan yang berhubungan dengan permasalahan proses koagulasi. Pada bab ini disimpulkan dengan diskusi untuk penanganan yang aman dalam pengunaan bahan-bahan kimia $oagulant, partikulat alum. %etelah anda menyelasaikan bab ini diharapkan anda dapat & 'endeskripsikan prinsip-prinsip yang menyangkut didalam proses koagulasi dan flokulasi. 'engetahui daftar dari bahan-bahan kimia $oagulant yang biasa digunakan, yang menguntungakan dan merugikan dalam pemakaianya. (apat mendefinisikan & )ekeruhan (turbidity) )oagulasi (coagulasi) kebutuhan koagulan ($oagulan aid) pencampuran cepat (Flash mi*ing) Flokulasi Flok Percobaan kenapa pencampuran sangat penting

+dentifikasi dua tahap operasi yang biasa dilakukan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan proses coagulasi#flokulasi, dan menceritakan bagaimana permasalahan itu dapat diselesaikan. 'encatat dan mengambarkan dengan singkat tu"uan tiap test pada proses keefektifan koagulasi#flokulasi dengan memakai monitor. 'endeskripsikan penanganan umum dan praktis dalam pengunaan bahan kimia $oagulant.

3.1

Deskripsi koagulasi/flokulasi Prsoses koagulasi#flokulasi sangant penting dalam pengolahan utama, sebab

partikel padatan ini tidak dapat ditangani pada proses sedimentasi dan filtrasi dikarenakan ukuran partikelnya terlalu kecil, sehingga tidak dapat mengendap. ,gar partikel padatan yang tidak dapat mengendap ini dapat diendapkan, maka dilakukan proses koagulasi.flokulasi. Pada proses ini padatan tersebut diubah bentuknya men"adi padatan yang lebih besar dan berat sehingga dapat mengendap secara fisik. %elan"utnya perubahan secara kimia dilakuka dengan penambahan dan pencampuran bahan-bahan kimia koagulan kedalam air baku sehingga air dapat diolah pada proses sedimentasi dan filtrasi. Prinsip Dasar koagulasi/flokulasi (alam proses koagulasi#flokulasi -kuran Partikel Gaya alami antar partikel -kuran partikel , umumnya air alam terdiri dari tiga macam padatan yang tidak dapat mengendap. (ari bentuk yang terbesar sampai yang terkecil, sebagaimana ditun"ukan pada .abel 3-1, partikel-partikel tersebut adalah & Padatan tersuspensi koloid padatan terlarut perlu diketahui dua hal yang mendasar

menyangkut proses penanganan partikel-partikel yang tidak dapat mengendap yaitu &

Padatan tersuspensi adalah partikel yang terba a air akibat adanya gaya alami pada aliran air. Padatan terlarut ini terlalu kecil ukurannya (/,/1 mm) dan tidak dapat mengendap dengan cepat, dan ukuran partikel yang lebih besar 0/,/1 mm adalah padatan yang dapat mengendap pada dasar "am. $ontoh koloidal solid yang terdapat pada pada air adalah lumpur, bakteri, 2at arna dan 3irus. )oloid tersebut tidak dapat mengendap didalam rentang namun demikian pengaruh dari adanya koloid tersebut dapat dilihat sebagai proses lan"utan "ika tidak dibuat men"adi koagulat dan flokulat. .abel 3-4 )ecepatan Pengendapan alami untuk partikel kecil Diameter Partikel (mm) Jenis Partikel Waktu pengendapan dalam diamter 1 ft (0,3m) Pengendapan /,3 det 3 det 35 det 33 min considered nonsettleable /,//1 /,///1 /,////1 /,/////1 %umber & ,88,, 66 "am 43/ hari 7.3 tahun 73 tahun min aktu yang arna atau layak (.abel 3-4). Padatan koloid tersebut "uga tidak dapat dilihat dengan kasat mata, kekeruhan pada air. Partikel tersebut terlalu kecil ukurannya untuk dapat diolah pada adah atau bagian dasar kolam sedimentasi selama 1

1/ 1 /,1 /,/1

)erikil Pasir kasar Pasir halus %ilt

Padatan tak larut biasanya terdapat dalam bentuk organik atau non organik, seperti garam, bahan kimia tumbuhan dan he an, dimana sebagian besar diantaranya tidak dapat larut. Padatan tak larut tersebut tidak dapat dilihat langsung. (imana sebagian besar logam dan bahan kimia tidak larut didalam air. 9ahan tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan masalah lain rasa, arna dan bau. )arena bahan tersebut

tertutup oleh endapan dari bahan kimia dan fisika, sehingga mereka sulit dipisahkan dari air. %alah satu alasan mengapa partikel tersebut tidak dapat menendap adalah karena ukurannya terlalu kecil. (engan mempertimbangkan contoh ini ! dimana partikel tanah kasar dalam bentuk kubus, yang sisinya 1 mm diharapkan dapat mengedap lebih cepat atau dapat diendapakan sebesar 1 ft (/,3 m) setiap detiknya (:ihat .abel 3-4). %ekarang diasumsikan partikel pasir adalah tanah dimana banyak terdapat partikel-partikel yang lebih kecil, yang berbentuk kubus berukuran /,/////1 mmm pada setiap sisinya. (hal ini seperti tiruan gaya alamai pada dari erosi). 9erat seluruh partikel tanah sama seperti butiran alami dari pasir kasar, tetapi area permukaannya telah bertambah besar men"adi 7 mm4.area yang luas pada u"ng men"adi 7 mm4, mengenai area ini dari tabel kolam 4 (:ihat modul ,erasi, Gambar 4.4). Penambahan dengan cepat ini dikarenakan adanya Penambahan dengan cepat akibat adanya gaya tarik menarik antar partikel (9isanya disebut gaya tarik). %esuai .abel 3-4, penndapan 1 ft (/,3m) ter"adi dalam selang "ika diperkirakan dibutuhkan range aktu 3 det, "adi aktu 7/ tahun agar partikel kecil tersebut dapat

mengendap degan ukuran yang sama 1 ft (/,3m). pengendapan adalah penambahan dalam aktu pada ukuran partikel. Proses pengendapan partikel dibutuhkan suatu tempat Gaya Alam;partikel didalam air umumnya memba a ion-ion listrik negatif. ;anya sa"a biasanya terlihat seperti kutub sebuah magnet yang saling tarik menarik antar partikel. (idalam proses pnegolahan air gaya tarik menarik ini biasa disebut zeta Potensial. Gaya ini sangat kuat sehingga mampu menagkap partikel kecil, dan bagian dari partikel koloid dan menyebabkan bagaian tersebut tersuspensi. Gaya <ander 8alls tiap partikel pada air alam cenderung tarik-menarik antara dua partikel. Gaya tarik menarik ini membentuk zeta potensial. Gaya tarik menarik zeta potensial sangat kuat dibandingkan gaya 3ander partikel tetap dalam kondisi tersuspensi. Efek dari Koagulasi dan Flokulasi;proses netralisasi koagulasi adalah pengurangan zeta potensial dari padatan tak terlarut, "adi gaya 3ander alls dapat dilakukan dengan menarik partikel-partikel bersamaan. Partikel tak terlarut ini umumnya membentuk partikel-partikel kecil#mikroflok, sebagaimana ditun"ukkan gambar 3-4. alls, hal ini untuk men"aga agar yang luas agar proses pengendapan men"adi mudah dan ber"alan cepat.

partikel-partikel ini meskipun lebih besar ukurannya dibandingkan partikel koloid murni, hal ini karena partikel tersebut bergabung men"adi satu membentuk mikroflok. 8alaupun begitu secara kasat mata partikel ini tidak terlihat, dan tidak larut dalam air. (engan cara melakukan pengadukan dengan flokulasi menyebabkan partikel-partikel mikroflok ini menyatu men"adi bagian bentuk yang lebih besar dan relatif lebih berat dari flok partikel, sehingga dapat lebih mudah diendapkan atau disaring. Flok-flok partikel ini biasanya terlihat seperti rangakain kain atau benang ool. Coagulant and coagulant aid! persoalan umum dalam hal penangan partikel didalam air adalah membersihkan partikel-partikel dan kotoran tak berguna, penggunaan coagulant dalam proses pengolahan air secara normal memperlihat hal yang baik dalam proses pertukaran ion. +on-ion positif dapat dinetralkan dengan ion negatif dalam

Gam ar 3!" #ikroflok pembentukan koagulasi. 9eberapa "enis coagulant mengandung ion-ion positif dan lainnya. $oagulant terdiri dari .ri3alent ion ($oagulant yang memiliki ion-ion 3 =), terdiri dari, ,l
3=

, dan iron, Fe

3=

) adalah >//-1/// kali lebih efektif sebagai coagulat


1=

dibandingkan mono3alent ion.($oaglant yang memiliki ion-ino elektron 4=, terdiri dari calsium, $a 4=).

, terdiri dari ?a=) dan

6/-7/ kali lebih efectif dibandingkan dengan bi3alent ion ($oagulant yang memiliki -mumnya coagulant yang dipakai pada proses pengolahan air adalah alumunium sulfat (,lum), ,l4(%@1)3 ! dan Feric %ulfat, Fe4(%@1)3. ketika kedua koagulat tersebut terlarut didalam air maka akan ter"adi proses ionisasi. (an akan terbentuk tri3alent ion

dari ,lumunium atau +ron (,l3=, atau Fe3=). :ima "enis coagulant secara umum dapat dilihat pada .abel 3-3, dengan tipe dan dosisnya. %eringanya alum digunakan pada proses pengolahan air, maka sangat penting untuk diketahui apakah alum mampu mengendapkan dan membantu menghilangkan bakteri dan partikel-partikel lainnya yang menyebabkan kekeruhan , rasa, bau dan ,lum beker"a beker"a berdasarkan proses koagulasi dan flokulasi, sebagai berikut & Penambahan alum pada air mentah, maka akan bereaksi dengan alkalinitas (lime, soda abu, dll), untuk membentuk flok-flok partikel dari alumunium hidroksida ,l(@;)3, (:ihat pengenalan analisa kualitas air, Phisical#chemical taste modulealkalinity). )etentuan tingkatan dari alkalinitas sangat penting untuk berlangsungnya reaksi. $a el 3!3 pemakain dosis koagulan Koagulant ,luminim sulfat $opper sulfat Ferous sulfat %odium aluminate %a&an kimia ,l4(%@1)3 $u%@1 Fe4(%@1)3 ?a,l@4 Dosis mg/' 16-1// 6-4/ 1/-6/ 6-46 6-6/ .abel 3-1 )ombinasi koagulant Koagulant ,lumunium sulfat = cautik soda ,lumunium sulfat = hydrate lime ,lumunium sulfat = sodium aluminate ,lumunium sulfat = sodium carbonate $opper sulfat = hydrate lime Feric sulfat = hydrate lime Ferous sulfat = hydrate lime Ferous sulfat = chlorine %odium aluminate = feric chloride Per andingan dosis 3&1 3&1 1&3 1 & 1 sampai 4&1 3&1 6&4 1&1 5 &1 1&1 arna.

+on-ion positif tri3alent alumunium ion menetralisasi partikel bermuatan negatif dari arna atau kekeruhan. ;al ini berlangsung dalam 1 atau 4 detik setelah penambahan bahan kimia pada air, aliran yang terbentuk melalui proses pencampuran kritis agar koagulasi berlangsung sempurna. ?etralisasi dari elektron bermuatan listrik adalah tanda dimulainya proses koagulasi. Pada saat ini, partikel mulai menyatu membentuk koloni yang besar.

Flok tersebut selan"utnya membentuk partikel kecil (mikroflok) dengan masih memba a muatan positif dari penambahan coagulant. )emudian dilan"utkan dengan menetralisasi partikel-partikel bermuatan negatif, dan proses ini menyebabkan partikel-partikel men"adinetral. ,khirnya, partikel-partikel mikroflok membentuk koloid dan menyatu dalam bentuk batang (%tik) dan flok partikel yang besar dan mengendap. Proses ini disebut flokulasi. ,da beberapa faktor-faktor fisika dan kimia yang dapat mempengaruhi proses pembentukan! partikel koagulant, diantaranya termasuk proses pencampuran, P;, alkalinitas, kekeruhan, dan temperatur. %ebagai contoh, alum beker"a beker"a pada kondisi P; yang baik antara 1,6 sampai dengan 5,6. Aika alum dipakai diluar range tersebut, maka flok yang terbentuk tidak komplit, atau tidak sempurna dan kelarutannya men"adi tinggi, begitu "uga sebaliknya. Feric sulfat dapat dioperasikan secara efektif diluar dari ketentuan range P; 3,6 sampai B,/. akan tetapi feric sulfat bersifat korosif dan menggangu dalam penganan faslitias penting untuk storage. ,lum dan feric sulfat dapat mempengaruhi alkalinitas dari air. (imana flok partikel yang terbentuk, ,l(@;)3, untuk alum dan Fe @;)3 untuk feric sulfat memerlukan @; atau hidroksi , bagian komponen kimia inilah yang menyebabkan terbentuknya alkalinitas didalam air. (imana "ika alkalinitas didalam air tidak tinggi maka tidak akan efektif dalam pembentukan flok. Penambahan kekeruhan, temperatur, dan pencampuran energi dapat "uga mempengaruhi hasil koagulasi. ,da beberapa faktor kontrol lainnya yang tak diketahui atau dipahami dengan benar pada proses pengolhan air. %ebagai solusi, koagulan kimia dan pemilihan koagulan seharusnya didasarkan pada beberapa test, seperti "artes (:ihat pengenalan analisis kualitas air). .est modul fisika dan kimia - "artes. .est ini berta"uan

menge3aluasi#menilai perlakuan yang sebenarnya dari koagulan pada konsentrasi yang berbeda didalam air. .est ini dibutuhkan ketika air dari sumber yang berbeda atau sampel dari sumber yan sama pada aktu yang berbeda dalam satu tahun, "arang memberikan respon untuk dosis koagulan yang sama, dengan menyampingkan susunan kimianya. Cange yang umum untuk dosis yang efektif pada 3ariasi koagulan ditun"ukan apada .abel 3-3. dengan memakai informasi dari type-type secara umum dan prosedur "artest, operator memberikan respon untuk memberikan coagulan yang terbaik dan dosis yang efektif (dari koagulant). Coagulat Aid ! coagulant aid adalah bahan kimia yang ditambahakan selama koagulasi untuk meningkatkan proses koagulasi, untuk membangun sistem yang baik, mengendapkan lumpur, untuk menanggulangi temperatur masuk yang dapat memperlambat koagulasi, untuk mengurangi "umlah koagulan yang dibutuhkan dan mereduksi "umlah lumpur yang diprosuksi. %alah satu alasan utama penggunaan coagulant aid adalah untuk mengurangi "umlah alum yang digunakan, hal ini akan mengurangi "umlah lumpur alum yang terbentuk. )arena lumpur alum susah larut dalam air atau terdispersi, coagulant aid secara signifikan dapat mereduksi lumpur. ,da tiga type umum dari coagulant aid & %ilika aktif %enya a serap dan absorbent Polielektrolit silika aktif telah digunakan sebagai coagulant aid terhadap alum se"ak akhir tahun 1B3/ dan sampai saat ini masih banyak digunakan. (osis pengunaan la2imnya dari >11D dari koagulan yang digunakan, silika aktif akan menaikan la"u koagulasi, mengurangi disis coagulant yang digunakan dan memperluas range P; untuk koagulasi efektif. %ilika aktif disiapkan untuk dipakai secara kimia oleh oprator. 9ahan kimia yang dipakai adalah sodium silika, ?a 4%i@3. @perator beker"a secara aktif dari penambahan sodium silika dan asam, type asam ;ypochlorous, untuk mereduksi alkalinitas. )euntungan dari pengunaan silika adalah menguatkan dan mengeraskan flok yang membuat lumpur mudah patah selama sedimentasi filtrasi. (engan penambahan ini, flok yang dihasilkan lebih besar, lebih padat, dan mempercepat pengendapan. Perubahan

arna men"adi lebih baik, dan bentuk yang lebih baik dari flok yang dapat dihasilkan pada temperatur yang berbeda. %ilika aktif biasanya ditambahkan setelah pembekuan#koagulasi, tetapi sebelum koagulasi dapat "uga ditambahkan, terutama dengan turbiditas air yang rendah. 9ahan ini tidak pernah ditambahkan langsung kealum, karena dapat bereaksi satu sama lainnya. )erugian terbesar menggunakan silika aktif adalah kemampuannya kemampuannya mengontrol kebtuhan dengan tepat selama tahap akti3asi untuk mengahsilkan larutan yang tidak berbentuk gel. )enbanyakan silika secara umum akan memperlambat pembentukan flok, "uga menyumbat filter#saringan. %enya a padat adalah bahan yang bola ditambahkan dengan air, penambahan bentuk partikel dapar mempertinggi pembentukan flok. %enya a berta digunakan untuk mempertahankan kemurnian lambat. .anah liat#lempung bentonite adalah contoh umum senya a padat. (osis pada range 1/-6/ mg#: biasanya mempercepat pengendapan flok. Penambahan lempung pada air dapat menaikkan turbiditas. Pada air dengan natural turbiditas yang rendah, mempercepat pembentukan dengan menaikan#meningkatkan frekuensi tabrakan antar partikel. Polielektrolit, tersedia dalam bentuk alami dan sintetis, dan penggunaanya masih baru dan baru populer sebagai coagulant aid. Polielektrolite (Polimors) mempunyai "umlah molekul yang besar, dan ketika dilarutkan ke air, menghasilkan pertukaran ion yang tinggi. ,da 3 klasifikasi#pengelompokan polielektrolite, yaitu & 1. )ation polielektrolite 4. ,nion polielektrolite 3. ?onionik polielektrolite Kation polimer adalah polimer yang ketika dilarutkan pada air menghasilkan pertukaran ion positif. )ation polimer banyak dipakai secara luas karena dapat tersuspensi dan koloidal solid yang ditemukan pada air biasanya dapat menyebabkan perubahan men"adi negatif. )ation elektrolite dapat "uga digunakan sebagai koagulan arna, turbiditas yang rendah, dan mineral yang rendah. .ipe air ini dapat "uga memberikan hasil kebalikan yang kecil, dan reaksi flok yang

dasar atau sebagai pembantu dalam proses koagulasi, seperti halnya alum dan feric sulfat. Perpindaha nturbiditas sebgai efektif, polimer biasanya digunakan sebagai kombinasi dengan koagulant. ,da beberapa keuntungan denga menggunakan koagulant aid, dimana "umlah koagulan dapat direduksi, dan dapat lebih meningkatkan pengendapan flok, P; lebih sensitif fan flokulasi dari organisme hidup seperti bakteri dan alga semakin meningkat. Anion polielektrolite; adalah polimer yang pada saat dilarutkan membentuk ion negatif, digunakan untuk memindahkan padatan ion positf. ,nion biasanya digunakan sebagai koagulan aid dengan aluminum atau coagulan besi. ,nion menaikkan#memperluas ukuran flok, meningkatkan pengendapan, dan secar umum menghasilkan flok yang lebih kuat. .idak ada efek terhadap P;, alkalinitas, hardness atau turbiditas. ?onionik polielektroliteadalah polimer polimer yang mempunyai keseimbangan atau pertukran ion secara alami, tetapi pada pelarutan, menghasilkan pertukaran ion positif dan negatif. ?onionik polielektrolite dapat digunakan sebagai koagulan atau coagulant aid. 'eskipun dosis yang digunakan lebih besar dari type lainnya, akan tetapi harganya lebih murah. (ibandingkan dengan coagulant aid lainnya, kebutuhan dosis polieletrolit lebih kecil. Cange dosis normal#dari kation dan anion polimer adalah /,1 ke 1,/ mg#:. untuk nonionik polimer range dosisnya adalh 1-1/ mg#:. dosis dari coagulan dan coagulant aid harus selalu dipantau, untuk memastikan tercapainya koagulasi yang efektif, dan memastikan bah a penambahan bahan kimia aman untuk digunakan pada air, dalam artian air dapat diminum. (asilitas Koagulasi/(lokulasi Fasilitas proses coagulasi#flokulasi dibutuhkan untuk & .empat#tangki penyimpanan kimia

Persiapan pelarutan (osis )ecepatan pencampuran (pencampuran kilat) Flokulasi

Penyimpanan kimia )oagulasi dan koagulan aid keduanya terdapat dalam bentuk padatan (seperti serbuk atau granular#butiran) dan bentuk cairan. 9iasanya liEuid#cairan mudah untuk bercampur dan digunakan. 9ahan tersebut dapat dibeli dalam bentuk dan ukuran yang besar, dari range 6/ lb (43 kg) dalam bentuk padat dan 6/ gal (1B liter). 9ahan kimia tersebut harus selalu disimpan pada kondisi kering dan pada suhu kamar. %ebab kelembaban dapat menyebabkan bahan kimia men"adi keras atau membentuk cake, bahan kimia dapat disimpan pada ruang tertutup dimana adanya sirkuasli udara yang cukup. ,kan tetapi pada keperluan penyimpanan bahan kimia pada lantai melebihi area preparasi sehingga bahan men"adi lebih berat- area umpan melaui hopper. ,kan tetapi hal ini tidak praktis diterapkan pada pabrik dengan kapasitas menengah, atau kecildisebabkan 3olume bahan kimia yang digunakan tidak dibenarkan dalam "umlah yang besar-penanganan kelengkapan. Perlengkapan yang digunaklan dalam penanganan bahan kimia ini diantaranya, truk tangan, kepala kereta, pengerek, lift, con3eyor mekanik, dan pheunomatic con3eyor. Penyimpanan dan pera atan yang dibutuhkan sangat tergantung dari pada tipe dan "umlah bahan kimia yang digunakan. Pada bagian yang lebih kecil, bahan kimia dapat disimpan didekat area persiapan larutan. Gambar 3-3 menun"ukkan sebuah tangki penyimpan harian. 9ahan kimia sering disimpan secara kering pada area hopper protected. +ntruksi yang tepat mengenai penyimpanan koaguilan dan coagulant aid biasanya telah tersedia pada label pembungkus dari pabriknya dan telah dicetak pada shiping container. Persiapan Larutan )oagulan dan $oagulan aid biasanya diencerkan terlebih dahulu. ;al ini guna mencocokkan luas area pelarutan sebelum ditambahkan pada air untuk diolah. Pada area yang kecil#sedikit, hal ini dapat dilakukan secara manual oleh las dumping atau kimia liEuid siphonong dari carboys ke tangki pelarutan kecil, 16-3// gal (1B/-1136 :)

dimana air air ditambahakan untuk mempersiapkan ukuran larutan. .angki dilengkapi dengan mi*er#pencampur larutan, dapat dilihat pada gambar 3-1. Pada persiapan bahan baku larutan dari polimer kering, hal ini sangat penting sekali agar operator dapat berhati-hati untuk mencampurka nbahan kering kedalam air. Partikel polimer sendiri harus langsung membasahi dalam arti masuk kelarutan secara perlahan. Aika polimer kering secara hati-hati didumping kedalam air, clumps yang tak larut dari polmer (disebutFFish GyesF) akan terbentuk clump tidak akan berfungsi secara efektif sebagai coagulant aid dan clog membentuk saluran dari bahan kimia yang masuk. -ntuk mengurangi#mengeliminir masalah ini, ,%P+C,.@C FGG(G( dapat digunakan

untuk membasahi polimer secara seragam. Polimer-polimer cair bisanya lebih mudah ditangani dan ditambahakan air. Pada pemakaian yang lebih besar, seluruh bangunan biasanya dicurahkan untuk persiapan secara otomatis dari koagulan larutan. %ebagai bangunan haruslah terdiri dari hopper yang besar, skala penimbangan#timbangan, con3eyor, pengerek, pipa, pompa bahan kimia dan tangki reaksi. Dosing %atu kali pelarutan atau pengenceran#penambahan air, coagulan harus diukur secara teliti sebelum dimasukkan ke air mentah. sistem pemberian dosis bisa sa"a melalui alat sederhana seperti pompa langsung dari 66 gal (4/5 :) tangki larutan, atau dapat dilakukan lebih" komplek dengan menggunakan pompa kontrol elektronik dengan sistem pengukuran otomatis yang mengatur la"u alir dari air, turbiditasnya atau 2eta potensial. $oagulant dapat berperan sebagai umpan pada air menggunakan bahan kering#basah lainnya.ada dua type dari pengisi bahan kering -3olumetric dan gra3imetric. <olumetric feeders (pengisi), salah satunya tampak pada gambar 3-6 pengisi bahan kimia kering dengan 3olume! gra3imetric feeder gambar 3-7 pengisi bahan kimia kering dengan berat. Feeders kering biasanya memiliki hopper kecil, dimana alat tersebut men"adi bagian dari penyimpanan. <olumetric feeders lebih lebih mahal akan tetapi lebih akurat daripada type gra3imetric. %ekali pengukuran, dari bahan kimia kering memba a secara cepar ke kemar pencampuran koagulan.

Gam ar 3!). Gra*imetri+ (eeder -mpan basah atau bahan larutan yang ditemukan digunakan untuk membekukan bahan cair-"uga secara langsung dari penyimpanan atau tidak langsung dengan cara mencairkan larutan terlebih dahulu. (engan cara pencairan larutan, operator biasanya lebih tepat mengontrol dosis . .ype paling umum dari sistem umpan larutan adalah pompa terpasang, type pompa pemindah positif. (isebut pompa terpasang sebab setiap gerak atau rotasi dapat memompa dengan tepat 3olume yan terpasang pada larutan. %alah satu yang paling umum digunakan adalah pompa terpasang type (+,P;C,G' ((+,P;C,GC,'-.HPG 'G.GC+?G P-'P) ditun"ukan pada gambar 3->. pompa ini biasanya mempunyai 3ariabel kecepatan rotor dan dapat diset secara manual atau otomatis dalam mengantarkan bahan kimia yang diperlukan utnuk la"u alir tertentu. .ype lain dari pompa pemindah positf , disebut pompa progresi3, yang "uga dipakai pada pompa kimia pada pengukuran la"u alir. Progresi3 capity pompa ditun"ukkan pada gambar 3-5. Faslitas umpan koagulan secara komplit dapat terdiri dari tangki pelarutan untuk pencampuran atau pancairan dari bahan kimia sebagai hasil, pompa pemindahan, ruang pencampuran air, pipa lurus larutan dan timbangan dengan skala ber3ariasi serta pelatan mi*ing. Fasilitas ini dan kelengkapannya biasanya dipakai pada saat pabrik dibangun atau diperluas.mengatasi ter"adinya korosi, alat yang dipakai dalam pompa, storage dan transport bahan kimia dibuat dari material yang tahah terhadap korosi dan aman pada lingkungan ker"a. Kecepatan Pencampuran %alah satu yang paling penting dalam proses koagulasi adalah pencampuran aliran secara cepat. (istribusi yang merata pada agitasi aliran sangat penting agar pencampuran dapat merata. (alam hal ini digunakan partikulat yang tepat, yaitu alum dan feric sulfat. )ontak pertama antara koagulan denga air merupakan periode palaing kritis dalam keseluruhan proses koagulasi. Cekasi koagulasi ter"adi dengan cepatIdalam fraksi kedua-"adi ini merupakan hal sangat 3ital bah a koagulan dan partikel koloid harus

dikontakkan dengan segera. %etelah coagulant dtambahkan air, selan"untnya air diaduk selama beberapa detuk untuk mempercepat ter"adinya tumbukan antar partikel. .ype yang berbeda dari alat dapat digunakan untuk meningkatkan la"u pencampuran, diantaranya & Pencampuran mekananik

Pompa dan pipa Cuang 9uffle, 9uffle $hamber

(isebabkan adanya sifat kontrol positif, propeller da impeller,turbin-type mekanik pencampur kilat biasanya dipakai pada area yang lebar. Pencampuran mekanik biasanya ditempatkan pada ruang kecil atau tangki turbulen (energi pencampuran) positif kontrol dengan kecepatan pengaduk yang ber3ariasi. 8aktu penahanan pada pipa#saluran ini sangat singkat , biasnya kurang dari 1 maenitsampai 4/ detik. Gambar 3-11, mi*er mekanik dapat dipasang langsung pada pipa lurus!"uga sering dipsangan pada in-line mi*er. .idak seperti pompa dan tipe pencampur lainnya, mi*er mekanik in-lne dapat diatur#disetup untuk memberikan energi pencampur yang maksimal. )etika unit in-line dibutuhkan tidak memerlukan tangki separate atau pipa, dan menghasilkan pencampuran dengan biaya yang rendah dan dapat ditambahkan pada pipa lurus. Pada pompa dan pipa type flash mi*er!koagulan ditambahakan ke air pada pipa lurus sebelum mele ati#menembus pipa. +mpeler dari pompa menghasilkan pencampuran yang turbulen. (imana, "ika hal ini efisiense dipakai pada alat. (idalam penambahan partikel koagulan dapat mulai men"adi flokulat dan mengendap pada pipa lurus dari pompa. %ecara keseluruhan, pompa dan type pipa pada pencampuran keluar dari rencana operator dengan sedikt atau tanpa keuntungan untuk membuat kondisi operasi yang diinginkan , dan pada akhirnya mi*ing, flokulasi dan pengendapan ditententukan oleh la"u alir air yang dihasilkan. Pipa buffle diperlihatkanpada gambar 3-14, kendati lebih ma"u dibandingkan tipe pompa dan pipa, tetapi mempunya kekurangan pada operator positif kontrol. Aumlah dari energi mi*ing ditentukan dari tingkat turbulensi air yang melintasi atas ba ah pada buffle. .urbulensi ditentukan dengan dengan la"u alir, dan secara umum tidak dapat dikontrol. Flokulasi ,lat flokulasi terdiri dari basin atau tangki, "uga beberapa bagian dari pencampuran sepat dan lambat. 9eberapa contoh dari type ini diperlihatkan pada gambar 3-13 sampai 3-15. (ikarenakan proses flokulasi berlangsung lebih lama dibandingkan proses koagulasi, maka kolam flokulasi harus lebih besar. (ikarenakan flok lebih mudagh patah,

pencampuran harus lebih tenang dengan keceptan aliran pada tangki cukup lambat sehingga partikel flok tidak rusak atau patah. )olam flokulasi harus cukup luas agar aktu penahanan yang cukup sekitar 4/-7/ menit. Gambar 3-13 memperlihatkan bagaimana buffle secara lambat menuruni air..

Pencampuran untuk flokulasi dapat dilakukan secara mekanik , menggunakan rotasi paddel, atau secara hidrolik, dihasilkan dari gerakan air. (gambar 3-13 dan 3-11), propeller dan flokulator (Gambar 3-16), turbin flokulator (gambar 3-17), blok ber"alan flokulator (Gambar 3-1>). Flokulator mekanik umumnya dibuktikan dengan 3ariabel keceptan gerak untuk membuktikan kontrol loperator maksimum dari flokulasi. $ontoh dari flokulator hidrolik diperlihatkan pada Gambar 3-15. kombinasi unit koagulasi, flokulasi dan proses sedimentasi berada pada satu unit bagian. Peralatan ini biasanya digunakan pada proses lime-soda abu untuk pelunakan air (lihat bab pelunakan air).

3!3.

,perasi Proses Koagulasi/(lokulasi ada tiga langkah utama#dasar didalam pengoperasian proses koagulasi#flokulasi & Pemilihan 9ahan

Penyediaan bahan 'onotoring keefektipan proses Pemilihan bahan Pemilihan bahan kimia koagulan dan koagulan aid merupakan kelan"utan dari program pencarian dan e3aluasi, normalnya penggunaan "artes. 9iasanya, operator mengu"i (test) dalam pemilihan bahan pada prses dilaborataorium. (alam pelaksanaan pemilihan bahan, karakteristik yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut & .emperatur#suhu P; kalinitas .urbiditas 8arna Pengaruh dari setiap karakterisitik pada koagulasi dan flokulasi adalah sebagai berikut &

$emperatur- umumnya, temperatur rendah menyebabkan buruknya proses koagulasi dan flokulasi dan dapat menyebabkan banyaknya bahan yang mendapatkan hasil yang diinginkan. P.- nilai yang sangat penting, tinggi dan rendahnya, dapat mempengaruhi proses koagulasi dan flokulasi. Ph optimum tergantung pada koagulan yang digunakan. /lkalinitas -alum dan feric sulfat berinteraksi denga nbahan kimia yang menyebabkan alkalinitas pada airyang rendah pada air dan membatasi reaksi, dan menyebabkan koagulasi yang buruk ! dalam hal ini penting untuk penambahan alkalinitas pada air. Turbiditas ; turbiditas yang rendah, menyebabkan sulitnya pembentukan flok. 9eberapa bagian partikel akan bertumbukan secara acak dan oleh karena itu diakumulasikan perubahan flok. arna ; arna diindikasikan sebagai senya a prganik. 9ahan organik dapat bereaksi dengan bahan kimia , menyebabkan koagulasi men"adi sulit. Perlakuan a al dengan dengan oksidasi dan absorben penting untuk mereduksi konsentrasi bahan organik. )eefektifan koagulan atau flokulan akan berubah seperti perubahan karakter dari air mentah. )eefektifan koagulan kimia koagulan aid dapat berubah sesuai dengan kondisi operasi, dengan aggpan adanya faktor lain yang mempengaruhi ker"a dari proses koagualasi dan flokulasi, dengan pertimbangan ini maka operator, harus meilih bahan yang sesuai denga nmengguankan "artes denga 3ariasi bahan, sengle dan bahan kombinasi. Aartes dibahas pada pengenalan analisis kualitas,modile test fisika#kimia I "artes . Aartes, meskipun lebih banyak digunakan mengontrol test koagulasi, tetapi bersifat sub"ectif dan masih tergantung dari perlakuan manusia untuk e3aluasi dan pemahamannya. (an informasi selan"utnya, operaotr harus mengu"i P; dan turbiditas dan diharapkan mengu"i penyaringan dan 2eta potensial. %eluruh kontrol test akan dibahas lebih rinci pada iperasional kontrol test selan"utnya pada bab ini. dipakai untuk

Pemakaian ba!an kimia ;asil dari "artest dapat membantu determinasi dari tipe bahan kimia atau penggunaan dosis yang baik. ;asil dari "artest dalam satua miligram perliter dan harus din3ersikan dengan eEi3alent menyeluruh I dalam skala dosis pound#hari atau gal#hari. (an operator dapat mensetting pemakaian bahan kimia pada air terhadap kebutuhan sistem umpan kimia serta dosis rata-rata yang diperlukan secara manual dan otomatis. Keefektifan proses monitoring 8alaupun hasil dari test diba ah ini (dan diskusikan "ika test diba ah kondisi operasi kontrol) menun"ukkan indikasi yang sangat baik, akan tetapi pada pabrik yang beroperasi pada skala besar, kemungkinan hasil tidak cocok. Performance pada pabrik harus memenuhikriterai pemonitoran sebagai berikut & Pencampuran kilat yang memadai Flokulasi sempurna 8aktu flokulasi yang cukup Pengendapan - Penyaringan I kualitas air )eberhasilan koagulasi tergantung pada kecepatan da nkesempurnaan pancampuran. )endati koagulasi ter"adi lebih singkat. Pipa akan menyediakan melea ati pipa kuagulant#pembekuan. )etepatan harus dipertahankan selama dari 1-1/ detik dimana pada permulaan koaguylan harus tercampur dengan setiap air yang diba a untuk memulai efisiensi flok, dari point tersebut diperlihatkan efisiensi dari seluruh proses menurun. %ebagian besar kegunaan koagulant yang layak menun"ukkan pengaruh yang baik, dan permasalahan dapat biasanya dapat dibenarkan dengan mengubahn point aplikasi atau metode pencampuran. Polimer digunakan sebagai koagulant utama, kecepatan pencampuran kurang kritis, namun mi*ing dapat menyebabkan banyaknya partikel bertumbukan . kemampuan pencampuran kilat bukan suatu yang dapat diamati, akan tetapi diikuti indikator dari kekurangan pencampuran & o Flok sangat kecil o 'ata ikan aktu penahanan diatas 7/ detik. Pencampuran akan cukup turbulen sehingga koagulan terdispersi#tersebar

o .urbiditas yang tinggi dari endapan air o Frekuensi yang besar dari filter back ash Aika setiap kondisi ini ditemukan, operator haruslah mulai mengin3estigasi kemampuan operasi mi*ing kilat, ke"inakan dari flokulasi dan pan"angnya aktu flokulasi. Flokulasi yang tepat membutuhkan pencampuran # mi*ing yang lama dan hati-hati# tenang. Gnergi mi*ing haruslah cukup tinggi untuk memba a partikel koagulan secara konstan # tetap untuk dikontakkan satu dengan lainnya., tetapi "uga tidak terlalu tinggi hingga merusak partikel seusai#setelah flokulasi berlangsung. -ntuk alasan ini, kolam flokulasi dan peralatan biasanya dirancang untuk segera membuktikan kecepatan yang tinggi dari mi*ing yang mengikuti proses koagulasi, dan la"u yang lambat seperti pada turunnya air masuk ke kolam. Partikel koagulan # flokulat sebagaimana mestinya kelihatan seperti menit kepingan sal"u atau .ufts dari suspensi ool pada air yang sangat "ernih. ,ir haruslah tidak terlihat bera an atau kabur I "ika ini ter"adiatau "ika terdapat pada keempat tanda dari ketidakmampuan mi*ing sepeti yang diuraikan diatas, maka kecepatan flokulator haruslah dicek # diteliti ulang. +ni memakan aktu untuk menambah berat dan ukuran dari partikel floc. )olam aktu penahanan#penghentian sesaat sekitar 4/ I 7/ flokulasi haruslah memberikan

menit. (imana sirkulasi yang singkat dapat menimbulkan masalah besar, nilaiminimum dari tiga kolam flokulasi dari bagian yang tersedia. )oagulasi # flokulasi efektif akan dihasilkan pada endapan air dengan turbiditas kurang dari 1/ ?.-. ;al ini akan dihasilkan pada pengunaan yang lebih efisien dari filter dimana ia tak dapat menangani penerimaan suspensi solid yang tinggi. Produksi air haruslah dipantau untuk mengu"i kalitas dari air tersebut. )elebihan pada pemba aan # pengangkutan partikel floc dapat menutup (mengaburkan) filter#saringan, kebutuhan frekuensi meningkat untuk proses back ash. Pemba aan floc yang tampak pada proses sedimentasi pada filter sengan tanda yang "elas dapat men"adi kabur. Frekuensi back ash untuk memberihkan filter membuat filter harus diser3is dahulu sekitar lebih dari 3/ menit (dihasilkan dari hilangnya filtrat I produksi air) dan membuang filter air pada proses back ash. @leh karena itu, frekuensi back ash lebih memakan banyak biaya. Aika kekaburan ter"adi, biasanya membutuhkan perubahan

dosis bahan kimia. Aika permasalahan terus ter"adi dan berlangsung lama, maka perubahan koagulan atau koagulan aid mungkin dibutuhkan. 0atatan / 1ummer2 @perator haruslah terus mencata kualitas air mentah terdahulu dan pada koagulan dan dosis yang beker"a baik untuk air, sama baiknya dengan pencatatan hubungan obser3asi dari operasi proses koagulasi # flokulasi. ;al ini sangat penting untuk ketersediaan permukaan air, sebab 3ariasi kualitas permukaan air mudah berubah, perubahan aktu sangat penting. Pada pengalaman terdahulu telah dicatat, informasi akan terbaca dan bertindak sebagai penuntun # acuan ketika situasi yang sama ter"adi. Gambar 3-1B menggambarkan petun"uk yang dian"urkan untuk proses koagulasi # flokulasi.

.ype dari koagulant JJJJJJJJJJJJJJ..tanggal mulaiJJJJJJJ.


3$4# Dosia Koagulant 5a6 #eter .emperatur P; ,lkalinitas .urbidity Casa dan bau 8arna %uspenden solid ,lgae 0oagulate 6ater Filtrasi Keta potensial Pengendapan I kekeruhan air (ate (ate (ate .asil (tiap &ari) (ate (ate date date date

Gam ar 3!17 format +atatan pen8agaan