Anda di halaman 1dari 2

Makan Bersama Keluarga Membuat Orang Cenderung Konsumsi Makanan Sehat

Deani Sekar Hapsari - detikFood Browser anda tidak mendukung iFrame Produk Halal Lain-lain

Tokusil FC-L Tokusil FC-H Tokusil FC

Flavor Sayuran dan Olahannya

Foto: Thinkstock
Artikel Terkait

Dessert Bars dan Bijian Akan Jadi Trend Makanan 2014 Perut Ramping Berkat Konsumsi Serai dan Rumput Laut Mudah Marah dan Hilang Konsentrasi Gara-gara Tak Sarapan

Makan bersama teman atau keluarga ternyata tidak hanya meningkatkan keakraban, tapi juga memicu orang mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Sebuah penelitian terbaru membuktikan

kurangnya interaksi sosial sebabkan orang mengonsumsi makanan tidak sehat. Penelitian The European Prospective Investigation of Cancer (EPIC Norfolk) menunjukkan kesepian dan sifat tertutup bisa memberi pengaruh buruk pada pola makanan pada orang lanjut usia. Sejak tahun 1993, studi ini mengamati 25.000 orang antara umur 40-80 tahun di Eropa. Selama 20 tahun, para peneliti melihat lebih jauh bagaimana diet dan gaya hidup bisa mempengaruhi munculnya penyakit kronis seperti diabetes dan kanker. Partisipan lanjut usia yang lajang mengonsumsi 2,3 porsi sayuran lebih sedikit per hari. Sementara janda atau duda yang tinggal sendiri mengonsumsi 1,1 porsi sayuran lebih sedikit daripada orang yang menikah. Sedangkan janda atau duda yang tinggal bersama seseorang mengonsumsi sayuran sebanyak orang yang menikah. Pada studi ini tim peneliti menggaris bawahi pentingnya interaksi sosial. Konsumsi banyak sayuran tentu berpengaruh pada penurunan risiko diabetes dan kanker. Diet seseorang tidak tetap, selalu berubah seiring dengan waktu. Selain itu, kemampuan untuk mengonsumsi makanan sehat dipengaruhi oleh lingkungan sosial seseorang seperti persahabatan dan interaksi sosial pada umumnya, tutur Annalijn Conklin selaku kepala peneliti. Kampanye End Loneliness yang berada di Inggris menyatakan kesepian bisa mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Kurangnya interaksi sosial bisa memicu seseorang merokok hingga 15 batang sehari hingga masalah kecanduan alkohol, dan kurangnya olaharaga. Sebelumnya, terdapat penelitian yang menyatakan memilih teman dengan pola makan sehat sama pentingnya dengan memilih hidangan kaya nutrisi. Studi yang dilakukan oleh University of Illinois ini menemukan seseorang akan mengikuti pilihan hidangan teman semejanya baik itu sehat maupun tinggi kalori.