Anda di halaman 1dari 92

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan ekonomi mendorong peningkatan dan

pertumbuhan dunia usaha, hal ini berarti semakin banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Di bidang perdagangan, untuk mencapai hal tersebut salah satunya menentukan kebijakan penjualan yang menguntungkan bagi perusahaan. Melihat fakta yang terjadi di pasar bahwa di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam tahap recovery, sebagian besar perusahaan memiliki tren untuk memberikan fasilitas kredit bagi pelanggannya. Berawal dari aktivitas vital perusahaan, yakni penjualan (penjualan kredit yang tujuan utamanya adalah menjaga kelangsungan perusahaan dalam kondisi sulit maka piutang timbul. Piutang

sebagai asset yang materiil bagi perusahaan, karena sebagian besar penjualan umumnya dilakukan secara kredit. Dengan diterapkannya kebijakan penjualan secara kredit akan mempermudah perusahaan dalam menjual produknya dan juga mempermudah perusahaan untuk mendapatkan pelanggan yang lebih

banyak serta dapat memperluas pangsa pasarnya dalam melakukan ekspansi. Penjualan kredit akan memberikan keuntungan yang lebih besar, hal ini disebabkan penjualan kredit menghendaki adanya laba yang lebih tinggi dibanding laba yang dikehendaki dalam penjualan tunai. Penjualan kredit akan mempengaruhi permintaan terhadap suatu produk yang ditawarkan, terutama disaat kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih seperti sekarang ini, ditambah lagi persaingan yang semakin ketat. "aat ini pembeli lebih memilih untuk membeli produk secara kredit, karena sebagian besar dari mereka tidak mempunyai kondisi keuangan yang kuat. Pada dasarnya, setiap perusahaan dalam menjalankan

usahanya bertujuan memperoleh laba, dan juga perusahaan akan selalu berusaha agar laba selalu meningkat. Perolehan laba yang besar akan mengundang investor untuk bergabung dalam

menanamkan modalnya di perusahaan. Dalam melakukan investasi, investor akan melakukan

pengamatan terhadap perusahaan yang akan dipilih sebagai tempat untuk berinvestasi. #ntuk menilai dan menganalisa kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba, biasanya calon investor akan terlebih dahulu melihat laporan keuangan perusahaan. $aporan keuangan dapat menjadi salah satu alat yang tepat bagi perusahaan untuk menarik investor terutama laporan rugi%laba yang merupakan salah satu satu informasi yang sangat penting bagi

&

masyarakat yang ingin melakukan investasi pada perusahaan terbuka, karena prestasi perusahaan dapat dinilai dari besar kecilnya hendak membeli saham selalu ingin mengetahui gambaran masa depan dari perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Biasanya investor yang bersedia menanggung risiko akan mengharapkan untung yang besar, sebaliknya investor yang tidak ingin menanggung risiko akan memilih perusahaan yang dinilai lebih aman. Dengan diterapkannya kebijakan kredit, maka akan timbul piutang, sehingga perusahaan harus menunggu saatnya piutang dilunasi, karena ada tenggang waktu antara saat penyerahan barang sampai dengan diterimanya uang. 'pabila pelunasan piutang tidak lancar, maka akan menggangu posisi keuangan, (terutama

perusahaan yang arus kasnya kurang baik karena modal kerja banyak tertahan dalam bentuk piutang tersebut. Pengelolaan piutang adalah unsur penting dalam kelangsungan hidup suatu usaha, karena piutang adalah sumber keuangan atau kas perusahaan salah satu manfaatnya adalah untuk pembiayaan operasional perusahaan. Demikian halnya dengan perputaran piutang, karena hal ini sangat krusial dalam mempengaruhi laba perusahaan. Dengan adanya siklus piutang yang baik dan memenuhi standar, maka hal%hal yang tidak diinginkan perusahaan seperti adanya bad debt ataupun piutang tak tertagih dapat dihindari, karena dengan adanya standar yang ditetapkan, manajemen perusahaan akan lebih terarah dalam

menjalankan kebijakan perusahaan, terutama hal yang mengenai

penjualan kredit. )arena jika tidak demikian, hal ini akan mengganggu perputaran piutang yang dampaknya akan berimbas pada penurunan laba perusahaan. Perputaran piutang yang tidak stabil akan

berdampak pada proses cepat atau lambatnya piutang menjadi kas. Manajemen piutang sangat penting bagi perusahaan produknya secara kredit, hal ini menyangkut masalah pengendalian jumlah piutang, pengendalian dan pengumpulan piutang, serta evaluasi kebijakan kredit yang diterapkan perusahaan, sehingga terhindar dari risiko terjadinya piutang tak tertagih. Pada kondisi normal, perputaran piutang biasanya lebih cepat perputarannya daripada persediaan, sehingga tingkat likuiditasnya lebih tinggi. Piutang dapat diukur likuiditasnya melalui perhitungan perputaran piutang. *al ini akan menunjukkan jangka waktu antara penjualan kredit dan penarikan kas. "ecara garis besar, penjualan kredit adalah transaksi penjualan barang atau jasa yang dilakukan secana non%tunai. "iklus operasi normal dalam sebuah perusahaan biasanya melibatkan + pembelian, persediaan (secara kas maupun kredit yang kemudian dijual secara kredit. "edangkan perputaran piutang dapat dijelaskan sebagai

perbandingan antara jumlah penjualan kredit dengan jumlah rata%rata piutang. $alu, laba bersih pun dapat dijelaskan sebagai laba yang didapat oleh perusahaan setelah dikurangi oleh biaya%biaya dan pajak. $aba

adalah peningkatan manfaat ekonomis bagi perusahaan yang merupakan tujuan utama dari perusahaan itu sendiri, laba dibagikan kepada pemilik modal sebagai balas jasa atas investasi yang ditanamkan pada perusahaan. "ebagian dari penelitiaan ini adalah replikasi dari penelitian sebelumnya disimpulkan bahwa derajat hubungan perputaran piutang terhadap laba bersih adalah positif kuat dengan persentase : 84.3 % dan kontribusi pengaruh sebesar + 50,6 % yang artinya adalah positif dan signifikan. Di sisi lain, penulis tertarik untuk menambahkan satu variabel lagi akan saling terkait satu sama lain, yakni penjualan kredit. "eperti yang telah dijabarkan di atas, bagaimana hubungannya. Berdasarkan teori yang telah ada, bahwa dalam keadaan normal bila penjualan kredit tinggi maka laba yang nantinya diperoleh akan tinggi pula serta perputaran piutang yang tinggi maka kesempatan untuk mendapatkan laba yang besar pun akan tinggi. Dengan demikian, maka perputaran piutang dan penjualan kredit sudah sepatutnya memberikan kontribusi positif terhadap laba bersih perusahaan sehingga kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan dapat diprediksikan. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian ini dari sudut pandang yang baru, dengan judul Pengar ! Pen" alan #re$it $an Per% taran Pi tang ter!a$a% La&a Ber'i!

%a$a Per 'a!aan In$ 'tri Barang #(n' )'i *ang +er$a,tar Di BEI-. B. I$enti,ika'i $an . ) 'an /a'ala! !. .dentifikasi Masalah Dari gambaran di atas, penelitian menitikberatkan pada masalah penjualan kredit dan perputaran piutang dan pengaruhnya terhadap laba bersih, dengan cara menganalisis seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan dari keterkaitan kedua variabel tersebut terhadap laba bersih. &. /umusan Masalah Dari uraian di atas, maka pembahasan terhadap pokok%pokok permasalahannya adalah sebagai berikut + a. Bagaimana perputaran piutang mempengaruhi laba bersih perusahaan 0 b. Bagaimana perusahaan 0 c. Bagaimana analisa penjualan kredit terhadap perputaran piutang pada perusahaan 0 d. Bagaimana hubungan penjualan kredit dan perputaran piutang terhadap laba bersih perusahan 0 penjualan kredit mempengaruhi laba bersih

0. Bata'an /a'ala! Di dalam pembahasan ini, penulis hanya mendalami materi yang hanya berkaitan dengan piutang, perputaran piutang dan

penjualan kredit, dalam hal ini laba bersih perusahaan. Perusahaan yang akan dijadikan bahan penelitian bergerak di bidang perdagangan, adapun data tahun penelitian adalah data tahun &223, karena di tahun ini .ndonesia berusaha untuk mengurangi dampak krisis global yang terjadi dan hal ini cukup menarik untuk melihat tren pasar yang terjadi , dan laporan keuangan yang akan digunakan sebagai sumber data adalah laporan laba%rugi(karena akan sangat sulit untuk mendapatkan laporan penjualan kredit secara riil hal ini dikarenakan + memberikan rincian penjualan akan menambah halaman di laporan keuangan rugi% laba dan perusahaan tidak ingin para pesaing mengetahui hasil aktivitas operasional dan pada kenyataannya memang sebagian besar penjualan dilakukan secara kredit , laporan neraca, dan laporan pendukung lainnya jika diperlukan.

D. + " an Penelitian 4ujuan penelitian kali ini adalah + !. #ntuk memberi penjelasan mengenai hubungan penjualan kredit dan perputaran piutang terhadap laba bersih perusahaan. &. #ntuk mengetahui pengaruh penjualan kredit dan perputaran piutang terhadap laba bersih pada perusahaan. (. #ntuk memperkuat ataupun mendukung teori%teori yang telah ada.

E. /an,aat Penelitian !. 'spek 4eoritis

"ecara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mendukung teori%teori yang telah ada dan dapat mengembangkannya menjadi ilmu yang lebih berguna bagi dunia ekonomi khususnya dan dunia luas pada umumnya. &. 'spek Praktis "ecara praktis, penelitian ini diharapkan di dalam

penerapannya dapat memberikan sumbangsih kepada pelaku ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. 4erkait dengan konsep penjualan kredit, konsep perputaran piutang dan konsep laba bersih.

BAB II LANDA1AN +E2.I DAN HIP2+E1I1

A. #(n'e% Pen" alan #re$it 3. Pengertian #re$it .stilah kredit berasal dari bahasa 6unani Credere yang berarti kepercayaan. "elain itu, dalam bahasa $atin terdapat istilah Creditum yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Di bidang ekonomi, istilah kredit diartikan sebagai kemampuan untuk memperoleh barang atau jasa dengan janji untuk membayar di kemudian hari. 7adi, orang yang memperoleh kredit adalah orang yang memperoleh kepercayaan bahwa ia akan memenuhi janjinya untuk membayar pada waktu yang dijanjikan untuk barang atau jasa yang diperolehnya. 4. Pengertian #e&i"akan #re$it Dalam melakukan penjualan kredit, perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda, mulai dari kebijakan kredit yang longgar dengan orientasi peningkatan penjualan sampai kebijakan kredit yang ketat dengan orientasi penekanan terhadap piutang tak tertagih. *al ini juga dipengaruhi dasar pertimbangan dan karakter pimpinan serta permodalan perusahaan yang bersangkutan.

Perusahaan

yang

basis

modalnya

kurang

kuat

dan

mempunyai pimpinan yang penuh dengan kehati%hatian cenderung menempuh kebijakan kredit yang ketat dan hati%hati. Bila

persyaratan dalam kebijakan terlalu ketat. Maka hal itu akan mengurangi volume penjualan, menurunkan investasi dalam piutang dagang dan memperkecil risiko piutang ragu%ragu, begitu pula sebaliknya. 3. Pen" alan #re$it Penjualan merupakan suatu transaksi yang melibatkan penjual dan pembeli pada kegiatan usaha dalam menyerahkan produk yang berupa barang ataupun jasa. "edangkan penjualan kredit adalah penjualan yang dilakukan secara non%tunai, dalam hal ini laba yang diharapkan adalah lebih besar daripada penjualan tunai. 9ara mengetahui apakah pemberian kredit dapat bermanfaat bagi perusahaan dalam meningkatkan laba bersih adalah dengan menghitung tingkat perputaran piutang. Menurut H(rngren, et.al. 536678, mengenai penjualan

sebagai berikut + :Penjualan merupakan nama lain dari pendapatan penjualan yang merupakan jumlah yang didapat penjual dari hasil penjualan barang dagang yang dimilikinya sebelum dikurangi dengan beban%beban.; Besar kecilnya dana yang diinvestasikan ke dalam piutang dipengaruhi dari beberapa faktor 5I /a$e Dar)a$"a8, antara lain +

!2

a. "tandar )redit "tandar kredit adalah salah satu faktor yang

mempengaruhi permintaan, dengan menurunkan standar kredit dapat menstimulasi permintaan, yang akhirnya akan mengarah pada penjualan dan laba yang lebih tinggi. 'kan tetapi, terdapat biaya untuk membuat piutang tambahan. "eperti juga resiko yang lebih besar untuk adanya kerugian akibat piutang tak tertagih. b. "yarat Pembayaran "yarat pembayaran kredit dapat bersifat ketat atau lunak. Bila perusahaan menetapkan syarat penjualan kredit yang ketat berarti perusahaan lebih mengutamakan keamanan kredit dibandingkan misalnya memberikan batas waktu pembayaran yang singkat dan memberikan beban bunga bila

pengembaliannya terlambat. Dengan demikian maka investasi perusahaan dalam piutang dagang cenderung lebih kecil. *al sebaliknya akan terjadi bila syarat penjualan kredit bersifat lunak<longgar. "ebagai contoh, syarat penjualan kredit adalah &<!2= net<(2, yang dapat diartikan pembayaran dapat dilakukan dalam jangka waktu !2 hari sesudah waktu penyerahan barang dan mendapatkan potongan tunai sebesar & persen dari harga penjualan, dan pembayaran selambat%lambatnya dilakukan dalam kurun waktu (2 hari sesudah waktu penyerahan barang.Bila dalam kurun waktu (2 hari belum dilakukan

!!

pembayaran oleh pelanggan berarti makin besar jumlah investasi perusahaan dalam piutang. c. Plafon )redit Dalam memberikan kredit kepada pelanggan maupun calon pelanggan, perusahaan akan membuat sebuah batasan kredit yang berbeda%beda terhadap pelanggan satu dengan pelanggan lainnya, hal ini dikarenakan tingkat kemampuan yang berbeda pula. *al ini adalah salah satu alat kontrol dalam pelaksanaan kebijakan kredit. d. Besarnya >olume Penjualan )redit Dalam melakukan penjualan secara kredit, perusahaan dapat menetapkan batas maksimal kredit yang akan diberikan kepada pelanggannya. Makin tinggi batas yang ditetapkan untuk masing%masing pelanggan berarti makin besar pula dana yang diinvestasikan dalam piutang dan sebaliknya. Makin selektif dalam menentukan langganan yang diberi kredit, maka akan memperkecil jumlah investasi dalam piutang dan sebaliknya. e. )ebiasaan Pembayaran Pelanggan 'da sebagian langganan yang mempunyai kebiasaan untuk membayar dengan menggunakan kesempatan

mendapatkan cash discount, dan ada sebagian lagi tidak menggunakan kesempatan tersebut. )ebiasaan para langganan membayar dalam periode cash discount atau sesudahnya akan mempunyai efek terhadap besarnya investasi dalam piutang.

!&

Bila sebagian besar para langganan membayar selama discount period, maka dana yang tertanam dalam piutang akan lebih cepat cair dan akan memperkecil investasi dalam piutang. f. )ebijakan Pengumpulan piutang Perusahaan dapat menjalankan kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang dalam dua cara yaitu secara aktif maupun pasif. Perusahaan yang menjalankan kebijaksanaan

pengumpulan piutang secara aktif mengeluarkan uang yang lebih besar dalam membiayai aktivitas pengumpulan piutangnya dibandingkan dengan perusahaan lain yang menjalankan kebijaksanaan melakukan piutang secara pasif. Perusahaan secara aktif yang juga

pengumpulan

piutangnya

mempunyai investasi dalam piutang yang lebih kecil daripada perusahaan yang melakukan pengumpulan piutangnya secara pasif. ?aktor yang memperumit pengukuran harga pertukaran adalah + !. 'danya diskon Dengan adanya diskon, maka akan mempengaruhi harga walaupun tidak material namun harus tetap diperhitungkan sebagai beban. &. 4enggang waktu antara tanggal penjualan dengan tanggal jatuh tempo

!(

Di tenggang waktu inilah ditentukan, apakah pelanggan menggunakan periode diskon atau tidak, sehingga terdapat waktu tunggu.

B. #(n'e% Pi tang $an Per% taran Pi tang 3. Pengertian Pi tang Pada umumnya, perusahaan%perusahaan lebih menyukai penjualan secara tunai, karena dengan demikian perusahaan akan dapat menghemat sejumlah biaya dan dapat menghindarkan diri dari sejumlah risiko yang sangat mungkin timbul jika penjualan dilakukan secara kredit. @amun, untuk meningkatkan penjualan, di samping melakukan penjualan tunai, perusahaan juga melayani pembelian secara kredit kepada pelanggan. Penjualan secara kredit ini kemudian akan menimbulkan piutang dagang yang muncul sebagai salah satu akun dalam neraca perusahaan, khususnya dalam kelompok aktiva lancar karena normalnya piutang dagang berjangka waktu pendek. Menurut 9an H(rne dan :a;!(<i;= 540058 menyatakan bahwa ;piutang dagang adalah sejumlah uang yang dialihkan kepemilikannya kepada suatu perusahaan oleh para pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.; 4. Pengak an $an Penilaian Pengakuan pendapatan dari penjualan kredit berdasarkan kriteria pengakuan pendapatan.6akni, pendapatan diakui ketika

!,

terjadi realisasi yaitu sumber daya bukan kas ditukar dengan kas atau hak atas kas dan pendapatan diperoleh ketika proses perolehan sudah selesai. 3. >eni' Pi tang Piutang terdiri atas beberapa jenis, yakni + a. Piutang #saha (account receivable) adalah suatu jumlah pembelian kredit dari pelanggan. Piutang timbul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa. Piutang ini biasanya

diperkirakan akan tertagih dalam waktu (2 sampai 12 hari. "ecara umum, jenis piutang ini merupakan piutang terbesar yang dimiliki perusahaan. Menurut 1k( 'en $an 1ti;e 540038 piutang usaha adalah piutang yang dihubungkan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis, yaitu penjualan kredit barang atau jasa untuk pelanggan. 5!l) : 3638 b. Aesel 4agih (notes receivable adalah surat formal yang

diterbitkan sebagai bentuk pengukuran utang. Aesel tagih biasanya memiliki waktu tagih antara 12 B 82 hari atau lebih lama serta mewajibkan pihak yang berhutang untuk membayar bunga. Aesel tagih dan piutang usaha yang disebabkan karena transaksi penjualan biasa disebut dengan piutang dagang ( trade account . Menurut 1k( 'en $an 1ti;e 540038 piutang wesel adalah piutang yang diterbitkan oleh janji tertulis formal untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu. 5!l) : 3638

!-

c. Piutang lain%lain (other receivable

adalah mencakup selain

piutang dagang. 9ontoh+ piutang bunga, piutang gaji, uang muka karyawan, dan restitusi pajak. "ecara umum bukan berasal dari kegiatan operasional perusahaan. Cleh karena itu, piutang jenis ini diklasifikasikan dan dilaporkan pada bagian yang secara terpisah di neraca. Menurut 1k( 'en $an 1ti;e 540038 piutang lain%lain adalah piutang apapun yang muncul dari transaksi yang tidak secara langsung berhubungan dengan aktivitas opersi normal sebuah bisnis. 5!l) : 3648 0(nt(! > rnal Pen" alan #re$it P+ >2.DA0HE +gl #eterangan De&et !222 !222 #re$it !7uli Piutang #saha B P4 PC$C Penjualan
(mencatat penjualan kredit "umber : :e*gan$t 54007, !l) 5348

4. Pengel(laan Pi tang a. )ebijakan manajemen piutang Piutang merupakan asset yang cukup material. Cleh karena itu diperlukan manajemen piutang yang efektif dan efisien agar jumlah dana yang diinvestasikan dalam piutang sesuai dengan tingkat kemampuan perusahaan sehingga tidak mengganggu aliran kas. Pemisahan fungsi%fungsi piutang pun perlu dilakukan yang antara lain adalah (Ni'<(nger, 3666 !l) : 345 + ! fungsi persetujuan kredit !1

& fungsi penjualan ( fungsi akuntansi

, fungsi penagihan )ebijakan pengelolaan piutang meliputi pengambilan keputusan%keputusan sebagai berikut + ! "tandar kredit 7ika suatu perusahaan memberikan kredit hanya kepada para pelanggan yang kuat keuangannya, maka penjualan akan relatif rendah dan kerugian yang timbul akibat piutang tak tertagih biasanya akan relatif kecil. @amun jika perusahaan menerapkan hal yang demikian akan menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan laba yang lebih besar, karena peluang itu dibatasi akan kekhawatiran perusahaan terhadap pelanggan yang menunggak

tagihannya. Cleh karena itu, perusahaan harus menentukan standar kredit yang tepat, yang lebih besar manfaat yang akan diperoleh bagi perusahaan daripada biaya akan dikeluarkan perusahaan dengan adanya standar tersebut. Menurut 9an H(rne dan :a;!(<i;= standar kredit adalah ;kualitas minimal kelayakan kredit seorang pemohon kredit yang dapat diterima oleh perusahaan;. Dengan adanya standar tersebut, perusahaan dapat meningkatkan

penjualannya melalui penjualan secara kredit namun tidak menimbulkan resiko piutang tak tertagih yang berlebihan.

!5

& "yarat kredit "uatu syarat kredit menetapkan adanya periode di mana kredit diberikan dan potongan tunai (bila ada untuk pembayaran yang lebih awal. ?aktor yang mempengaruhi syarat kredit adalah ( I /a$e Dar)a$"a + a "ifat ekonomik produk b )ondisi penjual c )ondisi pembeli d Periode kredit e Potongan tunai f 4ingkat bunga bebas risiko (tingkat bunga bank ( )ebijakan kredit dan pengumpulan piutang )ebijakan kredit dan pengumpulan piutang mencakup beberapa keputusan yaitu + a )ualitas jumlah yang diterima b Periode kredit c Potongan tunai

d Persyaratan khusus e 4ingkat pengeluaran untuk pengumpulan piutang )eputusan yang tidak kalah pentingnya adalah menetapkan cara penagihan terhadap piutang yang telah jatuh tempo tetapi belum dilunasi oleh pelanggan. #ntuk itu diperlukan suatu ketegasan penagihan untuk mencegah

!3

bertambah panjangnya waktu penagihan dan memperkecil kerugian langsung yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang. Beberapa pola penagihan dapat dilakukan antara lain melalui + a "urat b 4elepon c )unjungan pribadi

d 'gen%agen penagihan e 7alur hukum Banyaknya piutang yang tak tertagih akan membuat biaya penagihan meningkat. 'kan tetapi, usaha

pengumpulan piutang juga tidak dianjurkan terlalu agresif, karena dapat mengurangi penjualan dan keuntungan

perusahaan di masa mendatang karena pelanggan akan beralih ke perusahaan lain, dalam hal ini pesaing. , Dvaluasi terhadap para pelanggan Perusahaan yang telah menjalankan kebijakan kredit dan pengumpulan piutang, dapat mengevaluasi calon langganan yang baru berdasarkan pada cara%cara yang telah digunakan. $angkah%langkah yang dilakukan dalam

mengevaluasi calon langganan antara lain +

!8

a Mengumpulkan informasi yang relevan tentang calon langganan b Menganalisis calon langganan atas dasar informasi yang diperoleh c Memutuskan apakah calon langganan akan diberikan kredit atau tidak, dan jika diberikan berapa jumlahnya. - Menggumpulkan dan menganalisis informasi 'nalisis kredit berusaha untuk menetapkan siapa yang harus menerima kredit dan berdasarkan kondisi apa saja. Dua aspek dari proses itu harus dibedakan yaitu langganan baru dengan langganan lama yang ada. ?aktor% faktor yang harus diperhatikan dalam menilai risiko kredit dikenal dengan sebutan 5 0 yakni + a )epribadian (character) + digunakan untuk

memperkirakan kemungkinan bahwa pelanggan mau memenuhi kewajibannya. b )emampuan (capacity) + merupakan penilaian subjektif atas kemampuan pelanggan untuk membayar. c Modal (capital) + diukur dengan posisi keuangan perusahaan secara umum yang disimpulkan dari analisis rasio keuangan. d )olateral (collateral) + diberikan oleh pelanggan dalam bentuk aktiva sebagai jaminan keamanan atas kredit yang diberikan.

&2

)ondisi (conditions) + berhubungan dengan dampak kecenderungan perubahan atau ekonomi secara umum khusus terhadap di sektor

perkembangan

ekonomi tertentu yang mungkin berpengaruh terhadap kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya. 1 4agihan awal 9ara paling nyata tetapi paling mudah dilupakan untuk mempercepat penagihan adalah mengirimkan faktur ke pelanggan sedini mungkin. Para pelanggan memiliki

kebiasaan membayar tagihan yang berbeda. Beberapa dari mereka membayar tagihan mereka pada tanggal batas diskon atau pada tanggal jatuh tempo terakhir (atau setelahnya , sementara lainnya membayar segera setelah menerima faktur. Dalam segala kondisi percepatan

pembuatan dan pengiriman faktur akan menghasilkan pembayaran yang lebih cepat, karena penerimaan faktur yang lebih awal akan menimbulkan tanggal diskon serta jatuh tempo lebih awal pula. #ntuk menganalisis kredit diperlukan informasi%

informasi mengenai pelanggan mulai dari tingkat likuiditas maupun tingkat profitabilitas perusahaan pelanggan. "umber%sumber informasi yang diperlukan itu

menurut 9an H(rne 53668, !l) 373 ? 3738 adalah + a) financial statement

&!

b) credit ratings and report c) bank checking d) trade checking e) the companys own experience 'nalisis kredit ini sangat penting dalam pengelolaan piutang karena analisis kredit merupakan langkah awal untuk menentukan apakah pengajuan permohonan kredit tersebut diterima atau tidak. )esalahan dalam menganalisis dapat menyebabkan bertambahnya piutang tak tertagih. "etelah menganalisis informasi kredit, perusahaan akan membuat credit rating untuk menilai pelanggannya. Credit rating adalah tingkatan dalam persentase pemberian kredit terhadap pelanggan. 9ontoh credit rating dapat disajikan dalam tabel berikut ini + +a&el 3
9redit /ating ! & ( , 4otal @ilai 3 % !2 1 % 5,8 , % -,8 & % (,8 2 % !,8 )eterangan Memberi kredit dengan batas 12 persen dari penjualan Memberi kredit dengan batas ,2 persen dari penjualan Memberi kredit dengan batas ,2 persen dari penjualan Memberi kredit dengan batas !2 persen dari penjualan #ntuk sementara tidak memberikan kredit

"umber + . Made Darmadja(&22&, hlm +5-

5. Pengertian Per% taran Pi tang

&&

Piutang usaha adalah hasil dari transaksi non%tunai, yakni penjualan kredit. "iklus di mana piutang usaha menjadi kas dinamakan perputaran piutang. 9an H(rne 540058 :Perputaran piutang memberikan dan pandangan mengenai kualitas piutang dalam

perusahaan

seberapa

berhasilnya

perusahaan

penagihannya.; Menurut 1k( 'en $an 1ti;e 540038 menyatakan bahwa + ;Piutang adalah sebuah ukuran analitis seberapa cepat akun pelanggan dikumpulkan. /umus perputaran piutang dagang adalah penjualan kredit bersih dibagi dengan piutang dagang rata%rata selama satu periode.; 5!l) : 3738 Menurut / na<ir 540048 menyatakan bahwa + :Piutang usaha adalah piutang yang timbul dari kegiatan usaha perusahaan yang bersumber dari penjualan produk atau penyerahan jasa secara kredit yang merupakan usaha utama dari perusahaan yang bersangkutan.; 5!l) : 58 Menurut Ba)&ang .i*ant( 540038 menyatakan bahwa + :4ingkat perputaran piutang (receivable turn over dapat diketahui dengan membagi jumlah penjualan kredit selama periode tertentu dengan jumlah rata%rata piutang.: 5!l) : 408 Menurut / na<ir 540048 menyatakan bahwa + :Posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaan piutang tersebut dengan membagi total penjualan kredit dengan piutang rata%rata.; 5!l) :758

&(

a. Perhitungan perputaran piutang Perhitungan perputaran piutang dirumuskan sebagai berikut + ! rasio perputaran piutang + E Penjualan kredit tahunan bersih FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF Piutang rata%rata & rasio rata%rata waktu penagihan + E Piutang G hari dalam setahun ((12 FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF Penjualan kredit tahunan ( rasio perputaran piutang dalam hari + E 7umlah hari dalam setahun ((12 FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF Perputaran piutang 'tau E utang G jumlah hari dalam setahun ((12 FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF Pembelian kredit tahunan "umber + 9an H(rne 54005, !l) 434 ? 4338 , rasio rata%rata piutang + E "aldo awal piutang H saldo akhir piutang FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFF & "umber + #ie'( 54003, !l) 4068 @a)&ar 3 Dlemen Model )erja

&,

Costumer

Sales

Inventory

Account receivable

Cash

6. Pi tang .ag A.ag Dalam pencatatan piutang ragu%ragu, perusahaan yang menaksir piutang ragu%ragu akan membuat ayat jurnal penyesuaian pada setiap akhir periode akuntansi. 'dapun jurnal pencatatannya adalah + Dr. Beban piutang ragu%ragu 9r. @amun 9adangan piutang ragu%ragu sebelumnya terdapat jurnal untuk GGG GGG mencatat

penghapusan piutang dagang yakni +

Dr.

9adangan piutang ragu%ragu 9r. Piutang dagang

GGG GGG

&-

Ctorisasi atau kewenangan terhadap kebijakan ini berada pada manajer kredit. 'dakalanya piutang yang telah dihapuskan dimunculkan kembali ketika kreditur membayar tagihannya. Maka untuk jurnal pencatatannya adalah + Dr. 9adangan piutang ragu%ragu 9r. Dr. Beban piutang ragu%ragu GGG GGG GGG Piutang dagang GGG GGG GGG

Piutang dagang 9r. 9adangan piutang ragu%ragu

Dr.

)as 9r.

a. "kedul umur piutang "kedul umur piutang adalah pengklasifikasian saldo piutang pelanggan berdasarkan lamanya waktu piutang tersebut tidak terbayar. Cleh karena dasar pembuatannya adalah waktu, maka analisis ini disebut dengan analisis umur piutang usaha (aging the accounts receivable) Menurut 1k( 'en $an 1ti;e 540038 umur piutang adalah metode paling laIim digunakan untuk membuat cadangan beban kerugian piutang berdasarkan piutang berlebih. Metode ini meliputi penganalisisan aku%akun individual untuk

menentukan akun%akun yang belum dan yang telah jatuh tempo. 'kun%akun yang telah jatuh tempo dikalasifikasikan menurut lamanya waktu setelah jatuh tempo. 5!l) : 3678

&1

Dstimasi persentase piutang tak tertagih akan meningkat seiring dengan penambahan umur piutang. *al ini akan membuat perputaran piutang menjadi terganggu dan hal ini adalah masalah bagi perusahaan. +a&el 4 9ontoh skedul umur piutang untuk D'/4 9CMP'@6
Pelanggan 4.D. 'DD/4 /.9. BC/4L B.'. 9'/$ C.$. D.)D/ 4.C. DBBD4 $'.@%$'.@ > )la! Dstimasi piutang tak tertagih (M 4otal piutang tertagih estimasi tak K &&&3 K -,2 K &&3 K (22 K ,22 K 512 "aldo K 122 (22 ,-2 522 122 (18-2 K (8122 Belum jatuh tempo K (22 &22 -22 &1&22 K &5222 &M -&22 K -522 ,M (22 &,-2 K (222 !2M K &-2 &22 !122 K &222 &2M (22 !-22 K!822 ,2M 7umlah hari setelah jatuh tempo ! % (2 (! % 12 1! % 82 J 82 K (22 K &22 K !22

"umber + :e*gan$t 54007, !l) 5438

7. /et($e Peng!a% 'an Pi tang +ak +ertagi! a. Metode penghapusan langsung Menurut 1k( 'en $an 1ti;e 540038 metode penghapusan langsung dilakukan dengan cara mengorganisir kerugian aktual dari akun yang tidak bisa ditarik sebagai biaya selama peroide dimana piutang menjadi dapat ditarik = metode ini tidak sesuai dengan !""# 5!l) : 3658 &5

4gl !&Des

)eterangan Beban piutang tak tertagih Piutang usaha% M.D. DC/'@

Debet &22

)redit &22

"umber + :e*gan$t 54007, !l) 5358

)elebihan metode ini adalah + ! & /elatif lebih mudah untuk diterapkan. "ederhana dalam prakteknya karena pencatatan dilakukan sekaligus. )elemahan metode ini adalah + ! 4idak representatif terhadap jumlah piutang yang

sesungguhnya (yang seharusnya dihapuskan sesuai analisis umur piutang . & 4idak adanya kesesuaian antara pembebanan beban piutang tak tertagih dengan pengakuan pendapatan di laporan laba% rugi karena pencatatan sering kali dicatat pada periode yang berbeda dengan pendapatan.

b. Metode penghapusan dengan penyisihan Menurut 1k( 'en $an 1ti;e 540038 metode penyisihan atau cadangan dilakukan dengan memperkirakan dari akun yang tidak dapat ditarik sebagai biaya selama periode dimana penjualan terjadi = metode ini diwajibkan oleh !""# 5!l) : 3658 )elebihan metode penyisihan adalah + ! Metode ini lebih dapat menjelaskan tentang keadaan piutang tak tertagih yang sebenarnya secara representatif.

&3

& 4erdapat kesesuaian pencatatan pembebanan sehingga pendapatan yang dilaporkan bukan hanya :angka%angka; semata. )elemahan metode ini adalah + ! Metode ini lebih rumit untuk diterapkan karena akan selalu terjadi penyesuaian terhadap pembebanan piutang maupun pendapatan setiap adanya perubahan terhadap piutang. & Diperlukan bagian pencatatan yang memahami piutang secara mendalam. 4gl )eterangan (!Des Beban piutang tak tertagih Penyisihan piutang tak tertagih
"umber + :e*gan$t 54007, !l) 5368

Debet !&222

)redit !&222

7adi dengan jelas dikatakan, perusahaan yang kinerja baik dalam penjualan kredit adalah perusahaan yang mampu menyelesaikan segala penagihan piutangnya kepada para pelanggan. @amun, perlu diingat perusahaan bahwa bagian

penagihan yang terlalu agresif akan membuat pelanggan risih dan berakibat pindahnya pelanggan kepada perusahaan lain dan hal itu akan merugikan perusahaan itu sendiri.

0. #(n'e% La&a Ber'i!

&8

Pada umumnya, ukuran yang sering kali digunakan untuk menilai berhasil atau tidaknya manajemen suatu perusahan adalah dengan melihat laba yang diperoleh perusahaan. $aba bersih merupakan selisih positif atas penjualan dikurangi biaya%biaya dan pajak. Pengertian laba yang dianut oleh organisasi akuntansi saat ini adalah laba akuntansi yang merupakan selisih

positif antara pendapatan dan biaya. 3. Pengertian La&a Ber'i! Menurut H(rngren, et.al. 536678 mendefinisikan laba

sebagai berikut + :$aba merupakan kelebihan total pendapatan dibandingkan total bebannya. Disebut juga pendapatan bersih atau net earnings.; Menurut Han'en an$ /(<en 540038 mendefinisikan

bahwa + :$aba bersih adalah laba operasi dikurangi pajak, biaya bunga, biaya riset, dan pengembangan. $aba bersih disajikan dalam laporan rugi%laba dengan menyandingkan antara

pendapatan dengan biaya.; 5!l) : 388 4. Un' rA n' r La&a #nsur%unsur laba antara lain + a. Pendapatan 'liran masuk atau kenaikkan aktiva suatu perusahaan atau penurunan kewajiban yang terjadi dalam suatu periode akuntansi, yang berasal dari aktivitas operasi dalam hal ini

(2

penjualan barang(kredit yang merupakan unit usaha pokok perusahaan. *al ini berhubungan berhubungan dengan pengakuan piutang, karena pada umumnya dicatat ketika proses menghasilkan selesai dan janji pembayaran yang ditentukan diterima. "aat berpindahnya kepemilikan barang berbeda%beda,

tergantung syarat penjualannya. Cleh karena itu, adalah hal yang wajar untuk mengakui piutang ketika barang dikirim kepada pelanggan, pada kondisi inilah kriteria pendapatan umumnya terpenuhi. b. Beban 'liran keluar atau penggunaan aktiva atau kenaikkan kewajiban dalam suatu periode akuntansi yang terjadi dalam aktivitas operasi. Menurut IAI 536648 dikutip dari 0!ariri $an @!(=ali 540038 :Beban (expense) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang

mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. : c. Biaya Biaya adalah kas atau nilai eNuivalen kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntungan masa ini dan masa datang untuk organisasi.

(!

Biaya yang telah kadaluarsa disebut beban, tiap periode beban dikurangkan dari pendapatan pada laporan keuangan rugi%laba untuk menentukan laba periode. Menurut BA1B 536808 dikutip dari 0!ariri $an @!(=ali 540038 :Biaya adalah aliran keluar (outflows) atau pemakaian aktiva atau timbulnya hutang (kombinasi keduanya selama satu

periode yang berasal dari penjualan atau produksi barang, atau penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan lain yang

merupakan kegiataan utama suatu entitas.; d. #ntung%rugi )euntungan adalah kenaikkan ekuitas atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi insidental yang terjadi pada perusahaan dan semua transaksi atau kejadian yang mempengaruhi perusahaan dalam suatu periode akuntansi. "elain yang berasal dari pendapatan investasi pemilik. e. Penghasilan Penghasilan adalah hasil akhir penghitungan dari pendapatan dan keuntungan dikurangi beban dan kerugian dalam periode tersebut. "eperti yang dijelaskan dalam P1A# n(.43 Ikatan Ak ntan In$(ne'ia 540078 %aragra, 70 menyatakan sebagai berikut + :Penghasilan (income adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan

(&

kenaikkan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.; "elanjutnya pada %aragra, 74 dinyatakan + : Definisi

penghasilan meliputi baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain) ; 3. Pengg(l(ngan La&aA. gi $aba%rugi dapat digolongkan menjadi + a. $aba kotor $aba kotor adalah selisih positif antara penjualan dikurangi retur penjualan dan potongan penjualan.

b. $aba usaha (operasi $aba usaha adalah laba kotor dikurangi harga pokok penjualan dan biaya%biaya atas usaha. c. $aba bersih sebelum pajak 'dalah laba yang diperoleh setelah laba usaha dikurangi dengan biaya bunga. d. $aba bersih 'dalah jumlah laba yang diperoleh setelah adanya pemotongan pajak.

4. Peng k ran $an Pengak an La&a

((

Menurut

1ti;e

540048,

terdapat

pendekatan

transaksi

(transaction approach) untuk mengukur laba yang menekankan penghitungan langsung atas pendapatan dan beban. Pendekatan transaksi, sering juga disebut sebagai metode penandingan (matching method), berfokus pada kejadian ekonomis yang mempengaruhi elemen tertentu pada laporan keuangan, yaitu pendapatan, beban, keuntungan (laba , kerugian (rugi . Menurut Ni'<(nger 536668, konsep akuntansi yang

mendukung pelaporan dan beban terkait pada periode yang sama disebut konsep penandingan atau prinsip penandingan (matching principle) 5!l) : 678 *al ini berkaitan dengan metode penghapusan piutang tak tertagih yang terdiri dari dua metode yakni metode penghapusan langsung dan metode penyisihan piutang, di mana metode yang sesuai dengan dasar matching concept adalah metode penyisihan yang besarnya beban kerugian piutang tak tertagih diestimasi (berdasarkan pengalaman masa lampau dalam periode berjalan, yaitu saat terjadinya penjualan, bukan dalam periode pada saat piutang tersebut benar%benar secara akrual tidak dapat ditagih. 7adi, besarnya estimasi beban kerugian piutang tak tertagih ini akan ditandingkan langsung dalam periode berjalan atau dalm periode yang sama sebagaimana pendapatan penjualan

dilaporkan. Berbeda dengan metode penghapusan langsung yang besarnya beban kerugian piutang tak tertagih akan dicatat pada

(,

saat piutang tersebut benar%benar secara aktual tidak dapat ditagih sehingga ada kemungkinan bahwa beban kerugian piutang tak tertagih ini diakui atas penjualan yang telah terjadi dalam periode sebelumnya, bukan atas penjualan yang terjadi dalam periode berjalan. @amun, metode penghapusan langsung juga diperlukan saat perusahaan mengalami situasi yang sangat tidak

memungkinkan bagi perusahaan untuk mengestimasi besarnya piutang usaha yang tidak dapat ditagih sampai dengan akhir periode, dan khusus bagi perusahaan yang menjual sebagian besar barangnya secara tunai sehingga jumlah jumlah beban atas piutang usaha yang tak tertagih dapat dikatakan sangat tidak material.

5. La%(ran #e angan La&a A . gi Prinsip%prinsip umum (/ na<ir, 40048 yang diterapkan adalah sebagai berikut + a . Bagian pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan diikuti dengan harga pokok dari barang atau jasa yang dijual. b. Bagian kedua menunjukkan biaya%biaya operationil yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum atau administrasi (operating expense)

(-

c.

Bagian ketiga menunjukkan hasil%hasil yang diperoleh di luar operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan biaya%biaya yang terjadi di luar usaha pokok perusahaan (non operating $ financial income dan expense)

d.

Bagian keempat menunjukkan laba atau rugi insidentil (extra ordinary gain or loss) sehingga diperoleh laba bersih sebelum pajak penghasilan. 5!l) : 468 Pelaporan laba B rugi dapat dilakukan dengan dengan

beberapa bentuk laporan keuangan laba%rugi. 'ntara lain + laporan bentuk langsung atau single step dan laporan bentuk bertahap atau multiple step

9ontoh $aporan $aba%/ugi Bentuk $angsung +a&el 3 1eller Ele;tr(ni; $aporan $aba%/ugi #ntuk 4ahun yang Berakhir 4anggal (! Desember &2G! Pendapatan Penjualan bersih Pendapatan bunga )euntungan penjualan peralatan GGGG GGGG GGGG FFFFFH GGGGG (1

*arga pokok penjualan Beban Beban penjualan Beban administrasi Beban bunga )erugian akibat vandalisme 4otal beban $aba bersih
"umber + :e*gan$t 54007, !l) 4838

GGGG

GGG GGG GGG GG FFFFFF H GGGGG FFFFFFF % GGGG

Dalam laporan laba B rugi langsung (single%step income statement , hasil penjumlahan semua beban dikurangkan sekaligus dari hasil penjumlahan semua pendapatan.

+a&el 4 "ingle "tep P4 G $aporan /ugi%$aba

Penghasilan Pokok Penghasilan @on%operasional Penghasilan .nsedentil 4otal Penghasilan

GGGG GGG GG FFFFF% GGGG

(5

*arga Pokok Penjualan Biaya Cperasional Biaya @on%operasional 4otal Biaya Pendapatan Bersih

GGGG GGG GG FFFFF H GGG FFFFF% GGG

"umber + 1k( 'en, 1ti;e 54003, !l) : 466 ? 4678

$aporan laba B rugi bertahap (multiple%step income statement memuat beberapa seksi, subseksi dan subtotal. /incian yang akan disajikan pada berbagai seksi berbeda dari perusahaan satu ke perusahaan yang lain.

+a&el 5 Multiple "tep P4 G $aporan /ugi%$aba Penjualan Bruto Potongan dan /etur Penjualan Penjualan @eto *arga Pokok Penjualan $aba )otor Biaya B Biaya Cperasional + Biaya Penjualan GG GGG GG FFFFF GGG GGG FFFF% GGG

(3

Biaya #mum dan 'dministrasi 4otal Biaya $aba Bersih

GG FFF H GGG FFFF% GGG

Penghasilan dan Biaya @on%operasional Penghasilan Biaya /ugi < $aba .nsidentil Pendapatan @eto "ebelum Pajak Pajak Pendapatan Bersih "umber + :e*gan$t 54007, !l) 4808 Menurut Han'en $an /(<en 540038 laporan rugi%laba dapat dinyatakan dalam persamaan naratif yakni + Peng!a'ilan (%era'i : %en$a%atan %en" alan A &e&an Caria&le A &e&an teta% GG GG FFF % GG FFF%<H GGG GG FFF % GGG

Penghasilan operasi menyatakan penghasilan atau laba sebelum pajak penghasilan. Peng!a'ilan &er'i! : %eng!a'ilan (%era'i A %a"ak %eng!a'ilan

Bagi peneliti dapat diartikan bahwa perputaran piutang dan penjualan kredit sangat penting karena perputaran piutang akan berdampak pada jumlah piutang yang berhasil menjadi kas dan

(8

penjualan kredit akan menimbulkan piutang dan kedua hal ini akan mempengaruhi dibuktikan laba bersih perusahaan, sehingga riset perlunya berupa

kebenarannya

dengan

melakukan

penulisan skripsi ini.

D. Penelitian +er$a! l Berdasar pada penelitian terdahulu, yang dilakukan oleh Dia! Eka .e't <ati 540088 dalam skripsinya yang berjudul #engaruh #erputaran #iutang terhadap %aba &ersih pada #erusahaan 'ndustri &arang (onsumsi yang )erdaftar *i &+' diketahui terdapat pengaruh positif dan signifikan antara perputaran piutang terhadap laba bersih dengan derajat hubungan + 84,3 % serta kontribusi pengaruh + 50,6 % Di sisi lain, terdapat pula informasi tambahan dari I /a$e /. Dar)a$"a dalam > rnal Ek(n()iD+!.9IID03D> liD4004 UniCer'ita' +ar )anagara #enanganannya Maka dari itu, penulis akan meneliti lebih lanjut sejauh mana pengaruh penjualan kredit dan perputaran piutang terhadap laba bersih. >akarta yang berjudul #iutang *agang dan

E. #erangka Pe)ikiran )erangka pemikiran ini dibuat untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang akan dibahas lebih lanjut dalam skripsi ini dengan harapan dapat membantu dalam

,2

pelaksanaan

penelitian

selanjutnya.

Penulis

membuat

korelasi

hubungan antara independent variables (Perputaran Piutang dan Penjualan )redit dengan dependent variable ($aba Bersih .

@a)&ar 4 Para$ig)a H & ngan antar 9aria&el

Penjualan kredit Laba bersih Perputaran piutang

B. H & ngan antara Pen" alan #re$it $an Per% taran Pi tang ter!a$a% La&a Ber'i! Pada bab satu telah dijabarkan bahwa dalam rangka peningkatan jumlah penjualan, perusahaan cenderung memberikan kredit bagi pelanggannya. *al ini dilakukan hampir semua perusahaan untuk memperluas pasar dan sedapat mungkin menguasai pasar, yang pada awalnya bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan (going concern) di tengah kondisi ekonomi global yang terguncang.

,!

Dengan timbulnya piutang, mengharuskan perusahaan bekerja lebih optimal lagi, terlebih pada hal%hal yang berhubungan dengan pengendalian piutang + pengumpulan dan penagihannya, agar kebijakan yang dijalankan tidak membuat perusahaan terganggu, terutama arus kasnya. Piutang merupakan elemen modal kerja (aktiva lancar yang cukup materiil dan selalu dalam kondisi berputar. Besar kecilnya piutang juga dipengaruhi oleh efektifitas pengendalian piutang yang diterapkan dan berkaitan dengan besar kecilnya piutang (investasi dalam piutang , karena pengendalian yang tidak efektif

mengakibatkan piutang tidak tertagih tepat waktu. 4ingkat perputaran piutang yang tinggi akan secara otomatis membuat rata%rata pengumpulan piutang akan menjadi lebih cepat sehingga investasi dalam piutang serta resikonya berkurang. Perputaran piutang yang tinggi mengindikasikan jumlah penjualan yang tinggi pula dan mempengaruhi pendapatan secara mutlak. Cleh karena itu, usaha untuk meningkatkan penjualan juga hendaknya tidak hanya bertumpu pada strategi kebijakan penjualan kredit semata, tetapi juga harus memperhatikan efisiensi dan efektifitas piutang itu sendiri. Berdasarkan uraian di atas, maka disimpulkan bahwa penjualan kredit harus dikendalikan dengan kebijakan kredit yang cermat dan sehat serta menguntungkan bagi perusahaan, sehingga penjualan tetap meningkat sementara perputaran piutang tetap stabil

,&

atau bahkan lebih cepat, yang pada akhirnya akan meningkatkan perolehan laba bersih.

@. Hi%(te'i' #ntuk mengetahui ada atau tidak hubungan dan pengaruh antara independent variables (Perputaran Piutang dan Penjualan )redit dengan dependent variable ($aba Bersih . Maka penulis akan melakukan pengujian lebih lanjut dengan melakukan uji hipotesis. 6aitu untuk mengetahui hubungan antara perputaran piutang dan penjualan kredit dengan laba bersih dan untuk mengetahui pengaruh antara perputaran piutang dan penjualan kredit terhadap laba bersih. Ha koefisien regresi + perputaran piutang dan penjualan kredit mempunyai pengaruh positif terhadap laba bersih. Ha koefisien korelasi + perputaran piutang dan penjualan kredit mempunyai hubungan dengan laba bersih.

,(

BAB III /E+2D2L2@I PENELI+IAN

A. >eni' Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian secara asosiatif atau pengaruh (untuk mengetahui pengaruh antara variabel yang dianalisa . +a&el 6 >eni' %enelitian
>eni'A"eni' Penelitian + " an a. Murni b. 4erapan /et($e +ingkat Ek'%lana'i a. Deskriptif b. )omparatif c. 'sosiatif Anali'i' E >eni' Data a. )uantitatif b. )ualitatif c. Pabungan

a. "urvey b. DO. Post ?acto c. Dksperimen d. @aturalistik e. Policy /esearch f. 'ction /esearch g. Dvaluasi h. "ejarah

Menurut 1 gi*(n( 540088 jenis penelitian semacam ini adalah jenis penelitian asosiatif no , yakni : secara bersama%sama terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel G ! dan G& dengan variabel 6; , maka dalam hal ini penjualan kredit dan perputaran piutang dengan laba bersih. 5!l) : 4568

,-

,,

Menurut

Ne )en

540038

dikutip

dari

1 gi*(n(

540088

menyatakan bahwa + :/esearchers use theory differently in various types of research but, some type of theory is present in most social research.; "uatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah%masalah. #saha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau

mempelajari fakta%fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia. Berdasarkan tujuan, penelitian dapat dibedakan atas+ (! penelitian dasar dan (& penelitian terapan. Prosedur yang digunakan yang digunakan oleh penelitian dasar dan penelitian terapan secara substansi tidak berbeda. )eduanya menggunakan metode ilmiah yang berguna membantu peneliti bisnis untuk mengetahui dan memahami fenomena bisnis. Dsensi dari penelitian, apakah itu penelitian dasar atau terapan, terletak pada metode ilmiah. "ecara teknis perbedaan kedua jenis penelitian tersebut terletak pada tingkat permasalahan (matter of degree daripada substansinya itu sendiri. Penelitian dasar yang sering disebut sebagai basic research atau pure research dilakukan untuk memperluas batas%batas ilmu

pengetahuan. Penelitian dasar ini tidak ditujukan secara langsung untuk mendapatkan pemecahan bagi suatu permasalahan khusus. Penelitian dasar dilakukan untuk memverifikasi teori yang sudah ada atau mengetahui lebih jauh tentang sebuah konsep. *al pertama sekali

,-

yang harus dilakukan dalam penelitian dasar adalah pengujian konsep atau hipotesis awal dan kemudian pembuatan kajian lebih dalam serta kesimpulan tentang fenomena yang diamati. 5:i&i'(n(, 4004: 4A58. Penelitian dasar dibedakan atas pendekatan yang digunakan dalam pengembangan teori yaitu+ Penelitian $e$ kti,, yaitu penelitian yang bertujuan menguji teori pada keadaan tertentu. Penelitian in$ kti,, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan (generating teori atau hipotesis melalui

pengungkapan fakta. -etode #enelitian adalah+ 9ara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 9ara ilmiah E didasarkan pada ciri%ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Q /asional E Penelitian dilakukan dengan cara%cara yang masuk akal sehinggga terjangkau oleh penalaran manusia. Q Dmpiris E 9ara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia. Q "istematis E Proses penelitian menggunakan langkah%langkah

tertentu yang bersifat logis Menurut 1iti .a!a* Ha$it(n( 536668 dikutip dari 1 gi*(n(

540088 menyatakan bahwa + :"uatu teori akan memperoleh arti penting, bila ia lebih banyak dapat melukiskan, menerangkan dan memprediksi gejala yang ada.;

,1

B. 2&"ek Penelitian !. Populasi Data%data yang rencananya akan digunakan dalam

penelitian adalah data perputaran piutang, nilai penjualan kredit, dan nilai laba bersih pada perusahan dagang yang terdaftar di B r'a E,ek In$(ne'ia tahun 4006 ? 4008

&. "ample 4eknik sample yang rencananya akan digunakan adalah non.probability sampling dan dengan teknik pengambilan

keputusan, di mana anggota sampling dipilih dengan pertimbangan tertentu berdasarkan tujuan penelitian walaupun secara

representatif rendah namun mengingat waktu, biaya dan tenaga yang terbatas maka peneliti menggunakan teknik ini. Perusahan yang akan dijadikan sample ada pada kelompok perdagangan dengan kriteria adalah sebagai berikut + a. Perusahan tersebut terdaftar di B r'a E,ek In$(ne'ia pada tahun 4006 ? 4008. b. Data perusahaan tersebut lengkap dengan variabel yang teliti.

0. 2%era'i(nali'a'i 9aria&el !. >ariabel .ndependen (G 6ang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini adalah perputaran piutang dan penjualan kredit.

,5

a. Penjualan kredit (G! Merupakan teransaksi penjualan yang dilakukan tanpa pembayaran langsung tunai atau cash, sehingga para pembeli mendapatkan kemudahan dalam hal pembayaran dan hal ini juga salah satu yang dapat meningkatkan jumlah pembeli maupun pembelian yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi pada laba. b. Perputaran piutang (G& Merupakan angka yang didapat dengan membagi jumlah penjualan kredit selama periode tertentu dengan jumlah rata% rata piutang, menentukan seberapa berhasilnya perusahaan dalam melakukan penagihan terhadap piutang%piutang

usahanya dalam rangka mendapatkan laba. &. >ariabel Dependen (6 6ang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini adalah laba bersih, yaitu laba yang berasal dari operasional perusahaan setelah dikurangi dengan biaya bunga dan pajak. $aba bersih adalah salah satu alat penukuran kinerja perusahaan yang dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan secara periodik.

D. >eni', 1 )&er Dan /et($e Peng )% lan Data !. 7enis Data Menurut sifatnya, jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah /enis data kuantitatif, yakni data%data yang

,3

berbentuk angka%angka yang terdapat dalam hasil laporan keuangan sehingga pengolahan data diperlukan alat bantu dalam hal ini adalah statistik dan juga data ini masuk dalam kategori data dokumenter, yakni jenis data penelitian yang antara lain berupa laporan%laporan. &. "umber Data Menurut sumbernya, data penelitian ini termasuk data sekunder, yakni data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain . Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter yang

dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. "umber data yang dijadikan acuan adalah berdasarkan sumber data eksternal, yakni data yang diperoleh dari luar perusahaan, jadi peneliti mengambil data melalui individu atuapun organisasi di luar perusahaan namun yang telah diakui kebenarannya secara umum. (. Metode dan 4eknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan adalah

observasi, yakni pencatatan pola perilaku subyek (orang , obyek (benda atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan dan komunikasi dengan organisasi yang diteliti, dalam hal ini observasi dilakukan secara tidak langsung karena melalui

perantara (data sekunder .

,8

4eknik pengumpulan data yang digunakan adalah non. participant observation, si peneliti tidak menjadi bagian dari proses operasi perusahaan namun, sangat tergantung pada si peneliti itu sendiri, dengan instrumennya yakni observasi terstruktur.

E. .an;angan Anali'i' /ancangan analisis merupakan langkah yang dilakukan untuk menganalisis data. Dalam penelitian ini, data yang telah terkumpul akan dianalisis sehingga dapat menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak yang memerlukannya. Paradigma kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Penelitian yang menggunakan pendekatan deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis

merupakan penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif. Dalam penelitian kali ini, penulis hanya menggunakan uji normalitas untuk normalisasi data, uji regresi untuk menilai pengaruh antar variabel, dan uji korelasi untuk menilai hubungan antar variabel. Berhubung data yang digunakan adalah data sekunder, maka uji asumsi klasik tidak digunakan, karena data sekunder tersebut bersumber pada laporan keuangan perusahaan%perusahaan yang telah di audit oleh auditor independen, sehingga kewajarannya dapat dipertanggungjawabkan.

-2

1 %arant( 540008

menurutnya hipotesis pada dasarnya

merupakan suatu anggapan yang mungkin benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan dari suatu permasalahan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. "uatu pengujian hipotesis statistik ialah prosedur yang memungkinkan keputusan dapat dibuat, yaitu keputusan untuk menolak atau menerima hipotesa yang sedang diuji.

!. 1tati'tik De'kri%ti, "tatistik merupakan sekumpulan metode yang diperlukan dalam proses analisis data penelitian untuk dapat

menginterpretasikan berbagai karakteristik data dan menarik kesimpulan yang masuk akal berdasarkan data tersebut, sehingga memberikan gambaran secara umum mengenai objek penelitian melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya.

a.

/ean

fi mi
GE fi )eterangan+ G E Mean fi E ?rekuensi kelas

mi E 4itik tengah interval kelas

-!

&. Md E $o H ( n<& B ( f! o i fm )eterangan+ Md $o E Median

/e$ian

E Batas bawah sebenarnya kelas yang mengandung median

n<&

E Posisi Median

( f o E ?rekuensi komulatif sampai dengan kelas sebelum median fm i E frekuensi mutlak kelas median E .nterval kelas

;. (f ! o Mo E $o H ( (f! o H (f& o )eterangan+ Mo $o E Modus

/($ ' i

E Batas bawah sebenarnya yang mengandung modus

(f! o E "elisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya (f& o E "elisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya i E .nterval kelas

-&

$. fi (mi B G R "E fi )eterangan+ " E "tandar deviasi f i E ?rekuensi kelas

1tan$ar $eCia'i

mi E 4itik tengah interval kelas Dalam hal pengolahan data, penulis menggunakan alat bantu statistik berupa software "P"" ver. !1 untuk memudahkan penulis dalam mengolah data%data tersebut.

4. U"i N(r)alita' #ji normalitas adalah langkah awal dalam proses analisis, walaupun hal ini tidak selalu dibutuhkan namun bila sebelum melakukan analisis terlebih dahulu dilakukan uji normalisasi, hasil analisa akan lebih baik karena variabel akan berdistribusi normal. Dasar yang digunakan untuk pengambilan keputusan adalah probabilitas yakni + 7ika signifikan J 2,2- maka data berdistribusi normal 7ika signifikan S 2,2- maka data berdistribusi tidak normal

-(

3. U"i Hi%(te'i' a. #(e,i'ien #(rela'i )orelasi digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel yang akan diteliti. )orelasi dapat diartikan sebagai hubungan. 'rah hubungan antara variabel dapat dibedakan menjadi+ a *irect correlation (positive correlation) Perubahan pada satu variabel diikuti perubahan variabel yang lain secara teratur dengan arah gerakan yang sama. b 'nverse correlation (negative correlation) Perubahan pada satu variabel diikuti perubahan variabel yang lain secara teratur dengan arah gerakan yang berlawanan. c 0ihil correlation 'rah hubungan kedua variabel yang tidak teratur. )oefisien korelasi sering dilambangkan dengan huruf (r . )oefisien korelasi dinyatakan dengan bilangan, bergerak antara 2 sampai H! atau 2 sampai %!. 'pabila korelasi mendekati H! atau %! berarti terdapat hubungan yang kuat, sebaliknya korelasi yang mendekati nilai 2 bernilai lemah. 'pabila korelasi sama dengan 2, antara kedua variabel tidak terdapat hubungan sama sekali. Pada korelasi H! atau %! terdapat hubungan yang sempurna antara kedua variabel. @otasi positif (H atau negatif (% menunjukkan arah hubungan antara kedua variabel. Pada notasi positif (H , hubungan antara kedua variabel searah, jadi jika satu variabel naik maka

-,

variabel yang lain juga naik. Pada notasi negatif (% , kedua variabel berhubungan terbalik, artinya jika satu variabel naik maka variabel yang lain justru turun. Penyelidikan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel biasanya diawali dengan usaha untuk menemukan bentuk terdekat dari hubungan tersebut dengan cara menyajikannya dalam bentuk diagram pencar (scatter plot) Diagam ini menggambarkan titik%titik pada bidang G!, G& dan 6 dimana setiap titik ditentukan oleh pasangan nilainya. 1/i 2ignifikansi (oefisien (orelasi $angkah%langkah yang perlu dilakukan dalam uji signifikansi korelasi linier adalah sebagai berikut + ! Merumuskan hipotesa awal & Menentukan taraf nyata (probabilitas yang menolak hipotesa ( Menentukan alat uji statistik , Menentukan daerah keputusan dimana hipotesa nol ditolak < diterima (nilai kritis - Menarik kesimpulan atas hasil uji korelasi. Dalam penelitian ini, analisis korelasi akan sangat berguna dalam mengukur seberapa besarnya hubungan antara perputaran piutang (G! dan penjualan kredit (G& dengan laba bersih (6 .

--

&.

#(e,i'ien .egre'i /egresi digunakan untuk mengetahui pengaruh yang timbul

terhadap variabel dependen bila adanya perubahan pada variabel independen. /egresi dapat dirumuskan sebagai berikut + F K* G a H &3 I3 H &4 I4 H Ji G a H &3 KI3 H &4 KI4

K I3* G a KI3 H &3 KI3 H &4 KI3 I4 KI4* G a KI3 H &3 KI3 H &4 KI4 )eterangan + 6 E variabel dependen (laba bersih a E koefisien konstanta b!E koefisien regresi penjualan kredit G!E variabel indpenden (penjualan kredit b&E koefisien regresi perputaran piutang G&E variabel independen (perputaran piutang ei E kesalahan prediksi (error Dalam hal ini, analisis data menggunakan program "P"" ver !-.22 sehingga penghitungan dapat diketahui hasilnya secara langsung. 38 U"i #(e,i'ien Deter)ina'i #ji koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variansi G terhadap variansi atau naik turunnya

-1

6, sedangkan variansi lainnya disebabkan oleh faktor lain yang juga mempengaruhi. )oefisien ini disebut juga sebagai koefisien penentu, karena variasi yang terjadi pada variabel dependen dapat dijelaskan melalui variasi yang terjadi pada variabel independen. 6akni untuk mengetahui sumbangan pengaruh variabel independen (G !,G&,TGn secara serentak terhadap variabel dependen (6 . 1 gi*(n( 540088 menurutnya koefisien determinasi adalah instrumen untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. )oefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan hasil dari koefisien korelasi yang telah ditemukan hasilnya terlebih dulu, kemudian dikalikan dengan !22. Perhitungan koefisien determinasi dapat diuraikan dalam rumus + #D G 5r48I 300%

48 U"i B ata AN29A #ji ? atau '@C>' dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen (G!,G&,TGn secara bersama%sama

berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (6 . 'tau untuk mengetahui model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel atau tidak. "ignifikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi (dapat digeneralisasikan .

-5

#ji hipotesa serentak ini membandingkan antara nilai ? hitung dengan nilai ? tabel pada tingkat keyakinan tertentu. 4ahap%tahap untuk melakukan #ji ? adalah sebagai berikut + a . Merumuskan hipotesis H( + 4idak terdapat pengaruh secara signifikan antara Penjualan )redit dan Perputaran Piutang terhadap $aba Bersih Ha + 4erdapat pengaruh secara signifikan antara Penjualan )redit dan Perputaran Piutang terhadap $aba Bersih b . Menentukan tingkat signifikansi 4ingkat signifikansi menggunakan a E -M (ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian . c . Menentukan ? hitung ? hitung diperoleh dari hasil (output penghitungan "P"". d . Menentukan ? tabel Dengan menggunakan tingkat keyakinan 8-M, a E -M, df ! (jumlah variabel B ! E &, dan df & (n%k%!

e . )riteria pengujian ! . 7ika ? hitung U ? tabel maka *o diterima & . 7ika ? hitung J ? tabel maka *o ditolak f . Membandingkan ? hitung dengan ? tabel g . Pambar Daerah Penentuan *a

-3

@a)&ar 3

*o ditolak *o diterima

"umber + "P"" (Dwi Priyatno + &223 h . Menarik kesimpulan.

38 U"i t #ji t adalah pengujian koefisien regresi masing%masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, guna mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadat variabel dependen. 4ahap%tahap untuk melakukan #ji t adalah sebagai berikut + a . Merumuskan hipotesa H( + 4idak terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen Ha + 4erdapat pengaruh signifikan antara variabel

independen terhadap variabel dependen b . Menentukan tingkat signifikansi 4ingkat signifikansi menggunakan a E -M

-8

c . Menentukan t hitung t hitung diperoleh dari hasil penghitungan "P"". d . Menentukan t tabel 4abel distribusi t dicari pada a E -M + & E &,-M (uji & sisi dengan derajat kebebasan (df n%k%! e . )riteria pengujian ! . 7ika %t tabel U t hitung U t tabel, maka *o diterima & . 7ika %t hitung S %t tabel atau t hitung J t tabel, maka *o ditolak f . Membandingkan t hitung dengan t tabel g . Pambar Daerah Penentuan *o

@a)&ar 4

*o ditolak

*o diterima

*o ditolak

"umber + "P"" (Dwi Priyatno + &223 h . Menarik kesimpulan.

48 U"i #(e,i'ien Beta #ji koefisien beta digunakan untuk menunjukkan variabel independen terhadap manakah variabel yang paling dominan mempengaruhi dengan

dependennya.

)euntungan

12

menggunakan standari3ed beta adalah mampu mengeliminasi perbedaan inti ukuran pada variabel independen. *al yang perlu diperhatikan dalam menggunakan standari3ed beta adalah koefisien beta digunakan untuk melihat pentingnya masing%masing variabel independen secara relatif. *ipotesis yang digunakan dalam uji ini adalah + Ha + Penjualan )redit lebih berpengaruh terhadap $aba Bersih dibandingkan denganPerputaran Piutang.

1!

BAB I9 ANALI1I1 DAN PE/BAHA1AN

A. De'kri%ti, 1a)%el 3. @a)&aran U) ) 1a)%el "ebelum menganalisis data, terlebih dahulu dilakukan seleksi pengumpulan data terhadap sampel perusahaan yang diambil untuk dijadikan obyek penelitian, dengan cara mengamati data%data yang diperoleh secara seksama sehingga sampel tersebut memenuhi kriteria atau syarat dalam pemilihan sampel. Bursa Dfek .ndonesia mengklasifikasikan emiten (perusahaan yang go public ke dalam beberapa sektor berdasarkan jenis usaha atau produk yang dihasilkan. "ektor%sektor tersebut antara lain + a. b. c. d. e. f. g. h. Pertanian Pertambangan .ndustri Dasar dan )imia 'neka .ndustri .ndustri barang konsumsi Properti dan /eal Dstate .nfrastruktur, #tilitas dan 4ransportasi Perdagangan, 7asa dan .nvestasi

63

1&

4. 1e"ara! U) ) B r'a E,ek "ecara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum .ndonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun !8!& di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah *india Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau >C9. Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun !8!&,

perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. *al tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke . dan .., perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah /epublik .ndonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya. Pemerintah /epublik .ndonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun !855, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah. "ecara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di .ndonesia dapat dilihat sebagai berikut+

1(

!, Desember !8!& +

Bursa Dfek pertama di .ndonesia

dibentuk di Batavia oleh Pemerintah *india Belanda.

!8!, B !8!3 + Bursa Dfek di Batavia ditutup selama Perang Dunia .

!8&- B !8,& + Bursa Dfek di 7akarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Dfek di "emarang dan "urabaya

'wal tahun !8(8 + )arena isu politik (Perang Dunia .. Bursa Dfek di "emarang dan "urabaya ditutup.

!8,& B !8-& + Bursa Dfek di 7akarta ditutup kembali selama Perang Dunia ..

!8-& + Bursa Dfek di 7akarta diaktifkan kembali dengan ## Darurat Pasar Modal !8-&, yang dikeluarkan oleh Menteri kehakiman ($ukman Airadinata (Prof.D/. "umitro dan Menteri keuangan .nstrumen yang

Djojohadikusumo .

diperdagangkan+ Cbligasi Pemerintah /. (!8-2

!8-1 + Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Dfek semakin tidak aktif.

!8-1 B !855 + Perdagangan di Bursa Dfek vakum. !2 'gustus !855 + Bursa Dfek diresmikan kembali oleh Presiden "oeharto. BD7 dijalankan dibawah B'PDP'M (Badan Pelaksana Pasar Modal . 4anggal !2 'gustus diperingati sebagai *#4 Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public P4 "emen 9ibinong sebagai emiten pertama. 1,

!855 B !835 + Perdagangan di Bursa Dfek sangat lesu. 7umlah emiten hingga !835 baru mencapai &,. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal.

!835 + Ditandai dengan hadirnya Paket Desember !835 (P')DD" 35 yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran #mum dan investor asing menanamkan modal di .ndonesia.

!833 B !882 + Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BD7 terbuka untuk asing. 'ktivitas bursa terlihat meningkat.

& 7uni !833 + Bursa Paralel .ndonesia (BP. mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan #ang dan Dfek (PP#D , sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer.

Desember !833 + Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 33 (P')DD" 33 yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal.

!1 7uni !838 + Bursa Dfek "urabaya (BD" mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan 4erbatas milik swasta yaitu P4 Bursa Dfek "urabaya.

1-

!( 7uli !88& + "wastanisasi BD7. B'PDP'M berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. 4anggal ini diperingati sebagai *#4 BD7.

&& Mei !88- + dilaksanakan

"istem Ctomasi perdagangan di BD7 sistem computer 7'4" (4akarta

dengan

"utomated )rading 2ystems)

!2 @ovember !88- + Pemerintah mengeluarkan #ndang B #ndang @o. 3 4ahun !88- tentang Pasar Modal. #ndang% #ndang ini mulai diberlakukan mulai 7anuari !881.

!88- + Bursa Paralel .ndonesia merger dengan Bursa Dfek "urabaya.

&222 + "istem Perdagangan 4anpa Aarkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal .ndonesia.

&22& + BD7 mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)

&22, + Peningkatan pada tahun inin membuat BD7 menjadi salah satu bursa saham dengan kinerja terbaik di 'sia pada tahun tersebut.

&221 + "etelah sempat jatuh ke sekitar (22 poin pada saat% saat krisis, BD7 mencatat rekor tertinggi baru pada awal tahun &221 setelah mencapai level !.-22 poin berkat adanya sentimen positif dari dilantiknya presiden baru, "usilo Bambang 6udhoyono.

11

&225 + Penggabungan Bursa Dfek "urabaya (BD" ke Bursa Dfek 7akarta (BD7 dan berubah nama menjadi Bursa Dfek .ndonesia (BD. . Penggabungan ini menjadikan .ndonesia hanya memilki satu pasar modal.

3. Da,tar Per 'a!aan 1a)%el "ampel penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah beberapa perusahaan yang bergerak di sektor industri barang konsusmsi yang telah go public serta sahamnya terdaftar di Bursa Dfek .ndonesia dari tahun &221 sampai dengan periode tahun &223. +a&el 7 Pr('e$ r Pe)ili!an 1a)%el )eterangan Perusahaan Manufaktur yang listing di BD. Perusahaan industri yang bukan barang Perusahaan industri barang konsumsi $aporan )euangan yang tidak sesuai kriteria penelitian Perusahaan yang terpilih sebagai sampel 7umlah observasi untuk masing%masing perusahaan 7umlah observasi untuk seluruh perusahaan Berdasarkan tabel prosedur pemilihan sampel diatas terlihat bahwa perusahaan manufaktur yang listing di BD. berjumlah 15 konsumsi 7umlah perusahaan 1 ! "1!3# 3$ "13# % % &

!,2 perusahaan. "eperti yang terlihat dalam tabel diatas, ada !2( perusahaan yang bukan perusahaan industri barang konsumsi. )arena populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan industri barang konsumsi, maka perusahaan industri barang konsumsi yang terdapat di BD. hanya berjumlah (5 perusahaan. "etelah dilakukan pengamatan secara seksama, terdapat perusahaan yang tidak sesuai dengan kriteria penelitian sehingga hanya &, perusahaan saja yang memenuhi kriteria yang

diantaranya + a. Perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di BD. yang memperoleh laba bersih selama tiga tahun berturut% turut (tidak mengalami kerugian b. Perusahaan yang dijadikan sampel adalah perusahaan yang secara representatif dapat mewaklili populasi, terutama dalam hal perputaran piutang, karena jika jarak (gap) antara perusahaan skala besar dengan skala kecil akan sangat jauh jaraknya. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, Penulis

menggunakan sampel dari perusahaan yang sesuai kriteria untuk dua periode laporan keuangan, jadi sampel yang diambil sebanyak ,3 buah. Berikut ini adalah nama%nama perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu +

13

+a&el 8 @o. ! & ( , 1 5 3 8 ! 2 ! ! ! & ! ( ! , ! ! 1 ! 5 ! 3 ! 8 & 2 & ! & & & Da,tar Na)a Per 'a!aan 1a)%el @ama Perusahaan 7enis #saha 'Nua Polden Missisipi Makanan dan minuman 9ahaya )albar Makanan dan minuman Delta Djakarta Makanan dan minuman Mayora .ndah Makanan dan minuman Multi Bintang .ndonesia Makanan dan minuman "ekar $aut Makanan dan minuman "iantar 4op Makanan dan minuman "mart Makanan dan minuman 4iga Pilar "ejahtera ?ood Makanan dan minuman 4unas Baru $ampung Makanan dan minuman #ltra 7aya Darya%>aria $aboratoria .ndofarma )albe ?arma )imia ?arma Merck Pyridam ?arma "chering Plough .ndonesia 4empo "can Pasific Mandom .ndonesia Mustika /atu #niliver )edawung "etia .ndustrial Makanan dan minuman ?armasi ?armasi ?armasi ?armasi ?armasi ?armasi ?armasi ?armasi )osmetik dan barang keperluan rumah tangga )osmetik dan barang keperluan rumah tangga )osmetik dan barang keperluan rumah tangga Peralatan rumah tangga

18

( &

$anggeng Makmur plastic

Peralatan rumah tangga

, B. Anali'i' $an Pe)&a!a'an 3. 1tati'tik De'kri%ti, @ilai mean merupakan nilai rata%rata dari setiap variabel yang diteliti. @ilai minimum merupakan nilai terkecil diantara nilai%nilai yang ada dari setiap variabel. @ilai maksimum merupakan nilai tertinggi diantara nilai%nilai yang ada dari setiap variabel. Dan standar deviasi menggambarkan disperse atau variasi dari variabel% variabel tersebut. *asil dari statistik deskriptif dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel , berikut ini+ +a&el 6
De';ri%tiCe 1tati'ti;' @ O! O& y >alid @ (listwise ,3 ,3 ,3 ,3 Minimum 1,21(322!8! & !5,(,3(318 MaOimum !128,,&,5!3&-( &, !2,1(38&15!,5 Mean "td. Deviation !33218-38!!!1,&( &3&1-25(--&13,2&3 3,,2 ,,3!2 !(&((&3-!&2-,&- &,2&113!(5!8,3!!

"umber + Data diolah dengan "P"" !-.22

*asil penelitian statistik deskriptif diatas menjelaskan bahwa + a. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan oleh penulis, dapat diartikan bahwa nilai rata%rata penjualan kredit dari &, perusahaan industri barang konsumsi yang diteliti sebagai sampel yaitu sebesar /p.!.332.18-.38!.!!1,%

dengan nilai terendah /p. 1,.21(.322.!8!,%. "edangkan nilai tertinggi sebesar /p. !1.28,.,&,.5!3.&-(,% serta standar

52

deviasinya sebesar /p. &.3&1.-25.(--.&13,%.

b. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan oleh penulis, dapat diartikan bahwa nilai rata%rata perputaran piutang dari &, perusahaan industri barang konsumsi yang diteliti sebagai sampel yaitu sebesar 3,, G V 3 G dengan nilai terendah adalah & G. "edangkan untuk nilai tertinggi adalah &, G serta standar deviasinya sebesar ,,3!2 G . c. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan oleh penulis, dapat diartikan bahwa nilai rata%rata laba bersih dari &, perusahaan industri barang konsumsi yang diteliti sebagai dengan sampel nilai yaitu terndah sebesar /p. !(&.((&.3-!.&2-,% adalah /p. !.5,(.,3(.318,%.

"edangkan nilai tertinggi adalah /p. !.2,1.(38.&15.!,5,% serta standar deviasi /p. &,2.&11.3!(.5!8,%.

4. U"i N(r)alita' #ji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. *asil uji normalitas dapat dilihat pada tabel berikut ini+
2neA1a)%le #(l)(g(r(CA1)irn(C +e't O! @ a,b @ormal Parameters Most DOtreme Differences )olmogorov%"mirnov L 'symp. "ig. (&%tailed a. 4est distribution is @ormal. b. 9alculated from data. Mean "td. Deviation 'bsolute Positive @egative ,3 !33218-38!!!1 &3&1-25(--&13 ,&12 ,&,, %,&12 !,32( ,22( O& ,3 3,,2 ,,3!2 ,&22 ,&22 %,!!2 !,(31 ,2,( y ,3 !(&((&3-!&2&,2&113!(5&2 ,(&! ,(&! %,&8( &,&&& ,222

+a&el 30

5!

"umber + Data diolah dengan "P"" !-.22

Berdasarkan hasil perhitungan Cne%sample )olomogorov% "mirnov 4est menunjukkan nilai )%" untuk variabel Penjualan !,32( dengan probabilitas signifikansi 2,22( dan nilainya di bawah 2,2- hal ini berarti variabel Penjualan berdistribusi tidak normal. @ilai untuk variabel perputaran piutang !,(31 dengan probabilitas signifikansi di bawah 2,2- yaitu 2,2,( hal ini berarti variabel

Perputaran Piutang terdistribusi secara tidak normal. @ilai untuk variabel $aba Bersih &,&&& dengan probabilitas signifikansi lebih kecil dari 2,2- yaitu 2,222... hal ini berarti variabel $aba Bersih terdistribusi secara tidak normal. Data yang tidak berdistribusi secara normal dapat

ditransformasi menjadi normal dengan terlebih dulu melihat bentuk grafik histogram. Berikut adalah grafik histogram untuk variabel Penjualan )redit, Perputaran Piutang dan $aba Bersih + @a)&ar 5
Hi't(gra)
@ormal

(2

&2

BreL en;*
!2

Mean E!.33D!& "td. Dev. E&.3(D!& @ E,3 2 2.2D2 -.2D!& !.2D!( !.-D!(

5&

I3

@a)&ar 6
@ormal

Hi't(gra)

!&

!2

BreL en;*

& Mean E3., "td. Dev. E,.3! @ E,3 !2 !&2 &-

I4

@a)&ar 7
@ormal

Hi't(gra)

,2

(2

BreL en;*

&2

!2

2 2.2D2 &.2D!! ,.2D!! 1.2D!! 3.2D!! !.2D!&

Mean E!.(&D!! "td. Dev. E&.,D!! @ E,3

5(

7ika dilihat dari tiga bentuk histogram diatas, bentuk histogram tersebut adalah -oderate #ositive 2kewness, yang dilihat dari bentuk kurva yang arahnya menceng ke kiri. Bentuk transformasi untuk -oderate #ositive 2kewness adalah "W/4 (O atau akar kuadrat. Berikut adalah uji normalitas sesudah ditransform + +a&el 33
2neA1a)%le #(l)(g(r(CA1)irn(C +e't Penjualan ,3 !!,,1!51((,(,2 ,!-,!-%,!&! !,25( ,&22 PerputaranF Piutang ,3 &,588( ,5-123 ,!,,!,%,28( !,225 ,&1( $abaFBersih ,3 &5&311,(2(( &,(!&!,38! ,!3,!3%,!5! !,&58 ,251

@ a,b @ormal Parameters Most DOtreme Differences )olmogorov%"mirnov L 'symp. "ig. (&%tailed

Mean "td. Deviation 'bsolute Positive @egative

a. 4est distribution is @ormal. b. 9alculated from data.

Sumber ' (ata diolah dengan SPSS 1)*! Berdasarkan hasil perhitungan Cne%sample )olomogorov% "mirnov 4est dengan data yang telah ditransfom menunjukkan nilai untuk variabel Penjualan !,25( dengan probabilitas signifikansi lebih dari 2,2- yaitu 2,&22 hal ini berarti variabel Penjualan )redit terdistribusi secara normal. @ilai untuk variabel Perputaran Piutang !,225 dengan probabilitas signifikansi lebih besar dari 2,2- yaitu 2,&1( hal ini berarti variabel Perputaran Piutang terdistribusi secara normal. "edangkan untuk variabel $aba Bersih !,&58 probabilitas signifikansinya lebih besar dari 2,2- yaitu 2,251

5,

"etelah melihat hasil uji normalitas diatas, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi ini layak untuk dilanjutkan ke pengujian tahap berikutnya.

3. U"i Hi%(te'i' a. Anali'i' #(e,i'ien #(rela'i 'nalisa korelasi digunakan untuk menghitung seberapa kuat hubungan antara Penjualan )redit dan Perputaran Piutang, terhadap $aba Bersih. Dimana dalam penelitian ini

menggunakan korelasi #earson (#roduct -oment). Dasar pengambilan keputusan+ ! 7ika signifikan S 2,2- maka terdapat hubungan. & 7ika signifikan J 2,2- maka tidak terdapat hubungan. .nterpretasi koefisien korelasi+

2.22 B 2.!88 2.&2 B 2.(88 2.,2 B 2.-88 2.12 B 2.588 2.32 B !.222

*ubungan sangat lemah *ubungan sangat rendah *ubungan sedang *ubungan kuat *ubungan sangat kuat

5-

*asil korelasi dapat dilihat pada tabel berikut ini+ +a&el 34


0(rrelati(n' Penjualan Pearson 9orrelation ! "ig. (&%tailed @ ,3 Pearson 9orrelation ,-2!XX "ig. (&%tailed ,222 @ ,3 Pearson 9orrelation ,351XX "ig. (&%tailed ,222 @ ,3 PerputaranF Piutang $abaFBersih ,-2!XX ,351XX ,222 ,222 ,3 ,3 ! ,(1-X ,2!! ,3 ,3 ,(1-X ! ,2!! ,3 ,3

Penjualan

PerputaranFPiutang

$abaFBersih

XX. 9orrelation is significant at the 2.2! level (&%tailed . X. 9orrelation is significant at the 2.2- level (&%tailed .
Sumber ' (ata diolah dengan SPSS 1)*!!

Berdasarkan pengujian diatas, diketahui korelasi Pearson antara Penjualan )redit terhadap $aba Bersih sebesar 2,351 dan signifikansi 2,222 S 2,2! artinya Penjualan )redit mempunyai hubungan positif dan sangat kuat terhadap $aba Bersih. )orelasi Pearson Perputaran Piutang antara terhadap $aba Bersih sebesar 2,(1- dan signifikansi 2,2!! J 2,2- artinya Perputaran P.utang mempunyai hubungan positif dan sangat rendah terhadap $aba Bersih.

&. Anali'i' #(e,i'ien .egre'i Bergan$a )oefisien regresi dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi. 'dapun persamaan regresi berganda digunakan untuk

51

menguji apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. *asil regresi dapat dilihat pada tabel berikut ini + +a&el 33 Ha'il Anali'i' .egre'i Linier Bergan$a
a 0(e,,i;ient'

Model !

#nstandardiIed 9oefficients B "td. Drror (9onstant &,381,13! 11!3(,238 Penjualan ,&8,2&1 PerputaranFPiutang %(&212,! &1&,,,(-&

"tandardiIed 9oefficients Beta ,8&1 %,!22

t ,(51 !!,(-2 %!,&&&

"ig. ,528 ,222 ,&&3

a. Dependent >ariable+ $abaFBersih

"umber + Data diolah dengan "P"" !-.22 Model persamaan regresi berdasarkan hasil diatas adalah+

E &,381,13! H 2,&8- G

B (&212,! G& H ei

'dapun interpretasi dari persamaan tersebut adalah + )onstanta sebesar &,381,13! artinya jika Penjualan )redit (G! dan Perputaran Piutang (G & nilainya adalah 2, $aba Bersih (6 nilainya positif yaitu /p. &,381,13!,%. )oefisien regresi Penjualan )erdit (G ! sebesar 2,&8-

artinya jika Penjualan )redit mengalami kenaikan /p. !,% maka laba bersih akan mengalami peningkatan sebesar /p. 2,&8-. koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara Penjualan )redit dengan $aba Bersih, semakin naik Penjualan )redit maka semakin meningkatkan $aba Bersih.

55

)oefisien regresi Perputaran Piutang (G & yang memiliki nilai sebesar %(&212,! artinya jika perputaran mengalami kenaikan !G maka $aba Bersih akan mengalami penurunan sebesar /p. (&212,!,%. )oefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara Perputaran Piutang dengan $aba Bersih, semakin naik Perputaran Piutang maka akan semakin menurunkan $aba Bersih.

38 Anali'i' U"i t #ji t (uji secara parsial digunakan untukmenunjukkan apakah variabel independen secara individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Peng "ian k(e,i'ien regre'i Caria&el Pen" alan #re$it a Menentukan *ipotesis *o + 4idak ada pengaruh signifikan antara Penjualan )redit terhadap $aba Bersih. *a + 'da pengaruh signifikan antara Penjualan )redit terhadap $aba Bersih. b Menentukan tingkat signifikansi 4ingkat signifikansi menggunakan a E -M. c Menentukan t hitung t hitung diperoleh dari hasil perhitungan "P"" adalah !&,(,(. "eperti yang terlihat dalam tabel !1 berikut ini +

53

+a&el 34 Ha'il U"i Par'ial 5U"i t8 nt k Pen" alan #re$it

a 0(e,,i;ient'

Model !

(9onstant Penjualan

#nstandardiIed 9oefficients B "td. Drror %,11((,! (!2!&,852 ,&58 ,2&(

"tandardiIed 9oefficients Beta ,351

t %!,-2, !&,(,(

"ig. ,!,2 ,222

a. Dependent >ariable+ $abaFBersih

"umber + Data diolah dengan "P"" !-.22

d Menentukan t 4abel 4abel distribusi t dicari pada a E -M + & E &,-M (uji & sisi dengan derajat kebebasan (df n%k%! atau ,3%&%! E ,- (n adalah jumlah kasus dan k adalah variabel independen . Dengan pengujian & sisi (signifikansi E 2,2&hasil

diperoleh untuk t tabel sebesar &,2!, (lihat lampiran . e )riteria pengujian ! 7ika %t hitung J %t tabel, maka *o ditolak. & 7ika %t hitung S %t tabel, maka *o diterima. f Membandingkan t hitung dengan t tabel @ilai t hitung J t tabel ( !&,(,( J &,2!, , maka *o ditolak. g Pambar Daerah Penentuan *o

58

@a)&ar 8 Daera! Penent an H( nt k U"i t Pen" alan #re$it

*o ditolak

*o diterima

*o ditolak

%&,2!,

&,2!,

!&,(,(

h Penjelasan Berdasarkan tabel , dapat diketahui bahwa variabel Penjualan )redit (G! memiliki signifikansi thitung sebesar !&,(,( lebih kecil dari ttabel sebesar dan jika dilihat dari nilai probabilitas thitung sebesar 2,222 lebih kecil dari 2,2maka *a! diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel $aba Bersih (6 secara parsial dipengaruhi oleh Penjualan )redit (G! . Peng "ian k(e,i'ien regre'i Caria&el Per% taran Pi tang a Menentukan *ipotesis *o + 4idak ada pengaruh signifikan antara Perputaran Piutang terhadap $aba Bersih. *a + 'da pengaruh signifikan antara Perputaran Piutang terhadap $aba Bersih. 32

b Menentukan tingkat signifikansi 4ingkat signifikansi menggunakan a E -M. c Menentukan t hitung t hitung diperoleh dari hasil perhitungan "P"" adalah &,1--. "eperti yang terlihat dalam tabel berikut ini + +a&el 35 Ha'il U"i Par'ial 5U"i t8 nt k Per% taran Pi tang
a 0(e,,i;ient'

Model !

#nstandardiIed 9oefficients B "td. Drror (9onstant %--&83,2 !&58&!,& PerputaranFPiutang !!5&(2,3 ,,!,5,8,3

"tandardiIed 9oefficients Beta ,(1-

t %,,(& &,1--

"ig. ,113 ,2!!

a. Dependent >ariable+ $abaFBersih


Sumber ' (ata diolah dengan SPSS 1)*!!

d Menentukan t 4abel 4abel distribusi t dicari pada a E -M + & E &,-M (uji & sisi dengan derajat kebebasan (df n%k%! atau ,3%&%! E ,- (n adalah jumlah kasus dan k adalah variabel independen . Dengan pengujian & sisi (signifikansi E 2,2&hasil

diperoleh untuk t tabel sebesar &,2!, (lihat lampiran . e )riteria pengujian ! 7ika %t tabel S %t hitung, maka *o diterima. & 7ika %t hitung J %t tabel, maka *o ditolak. f Membandingkan t hitung dengan t tabel

3!

@ilai %t hitung J %t tabel ( &,11- J &,2!, , maka *o ditolak. g Pambar Daerah Penentuan *o. @a)&ar 6 Daera! Penent an H( nt k U"i t Per% taran Pi tang

*o ditolak

*o diterima

*o ditolak

% &,2!,

&,2!,

&,11-

h Penjelasan "edangkan berdasarkan tabel , dapat diketahui bahwa variabel Perputaran Piutang (G& memiliki signifikansi thitung sebesar &,11- lebih besar dari t tabel sebesar &,2!, dan jika dilihat dari nilai probabilitas t hitung sebesar 2,2!! lebih kecil dari 2,2maka *a& diterima yang dapat

disimpulkan bahwa variabel Perputaran Piutang (G & secara parsial Bersih (6 . berpengaruh signifikan terhadap $aba

48 Anali'i' U"i B ata AN29A #ji ? (uji secara simultan digunakan untuk menguji apakah secara bersama%sama seluruh variabel independen

3&

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

4ahap%tahap untuk melakukan #ji ? adalah sebagai berikut+ a Merumuskan hipotesis *o + 4idak ada pengaruh secara signifikan antara Penjualan )redit dan Perputaran Piutang terhadap $aba Bersih. *a + 'da pengaruh yang signifikan antara Penjualan )redit dan Perputaran Piutang terhadap $aba Bersih. b Menentukan tingkat signifikansi 4ingkat signifikansi menggunakan a E -M (signifikansi -M atau 2,2- adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian . c Menentukan ? hitung ? hitung diperoleh dari hasil perhitungan "P"" adalah 55,5(3. "eperti yang terlihat dalam tabel berikut +

+a&el 36 Ha'il U"i B ata AN29A 5U"i 1i) ltan8

3(

& AN29A

Model !

/egression /esidual 4otal

"um of "Nuares &!-,-2,(&!835 1&(-3(-88331,5 &5532358&!35(

df

Mean "Nuare & !255&-&!1288( ,- !(3-5,!(((2,3!1 ,5

? 55,5(3

"ig. ,222 a

a. Predictors+ (9onstant , PerputaranFPiutang, Penjualan b. Dependent >ariable+ $abaFBersih

"umber + Data diolah dengan "P"" !-.22

d Menentukan ? tabel Dengan menggunakan tingkat kayakinan 8-M, a E -M, df ! (jumlah variabel B ! E (, dan df ( (n%k%! atau ,3%&%! E ,- (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen . *asil diperoleh untuk ? tabel sebesar (,&2, (lihat lampiran . e )riteria pengujian ! 7ika ? hitung S ? tabel, maka *o diterima. & 7ika ? hitung J ? tabel, maka *o ditolak. f Membandingkan ? hitung dengan ? tabel @ilai ? hitung J ? tabel (55,5(3 J (,&2, , maka *o ditolak. g Pambar Daerah Penentuan *o. @a)&ar 30 Daera! Penent an H( nt k U"i B ata AN29A

*o ditolak

3,

*o diterima

(,&2,

55,5(3

h Penjelasan Berdasarkan tabel , untuk melihat pengaruh secara serentak dilakukan dengan uji ? yaitu pengujian secara serentak pengaruh variabel Penjualan )redit (G ! dan Perputaran Piutang (G& terhadap $aba Bersih (6 . Pada pengujian ini besarnya signifikansi ? hitung sebesar 55,5(3 lebih besar dari ?tabel sebesar (,&2, dan jika dilihat dari nilai probabilitas ?hitung sebesar 2,222 lebih kecil dari 2,2maka *a( diterima dan model regresi dapat digunakan untuk memprediksi $aba Bersih atau dapat dikatakan bahwa Penjualan )redit dan Perputaran Piutang

berpengaruh terhadap $aba Bersih.

38 Anali'i' U"i #(e,i'ien Deter)ina'i 5.M8 #ji ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar variasi dari variabel independen dapat menjelaskan variabel

dependen. )elemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel

independen yang dimasukkan kedalam model. Banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai 'djusted /R

3-

pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik karena nilai 'djusted /R dapat naik atau turun apabila suatu variabel independen ditambahkan kedalam model. *asil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut ini+

+a&el 37 Ha'il #(e,i'ien Deter)ina'i 5.48


/($el 1 ))ar* Model ! / ,33!a / "Nuare ,551 'djusted / "Nuare ,511 "td. Drror of the Dstimate !!55!5,-!-

a. Predictors+ (9onstant , PerputaranFPiutang, Penjualan

"umber + Data diolah dengan "P"" !-.22 Berdasarkan tabel diatas diperoleh angka / & ('djusted / "Nuare sebesar 2,511 atau (51,1M . *al ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel

independen (Penjualan )redit dan Perputaran Piutang terhadap variabel dependen ($aba Bersih sebesar 51,1M. "edangkan sisanya (!22M % 51,1M E &(,,M sebesar &(,,M dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

48 Anali'i' U"i #(e,i'ien Beta

31

#ji koefisien beta digunakan untuk menunjukkan variabel bebas manakah yang dominan mempengaruhi PD/, dapat dilakukan dengan melihat nilai koefisien beta yang distandarisasi paling besar.

*asil uji koefisien beta dapat dilihat pada tabel berikut + +a&el 38 Ha'il #(e,i'ien Beta
a 0(e,,i;ient'

Model !

#nstandardiIed 9oefficients B "td. Drror (9onstant &,381,13! 11!3(,238 Penjualan ,&8,2&1 PerputaranFPiutang %(&212,! &1&,,,(-&

"tandardiIed 9oefficients Beta ,8&1 %,!22

t ,(51 !!,(-2 %!,&&&

"ig. ,528 ,222 ,&&3

a. Dependent >ariable+ $abaFBersih


"umber + Data diolah dengan "P"" !-.22

Berdasarkan tabel , dapat diketahui bahwa variabel yang paling dominan adalah variabel Penjualan )redit yang ditunjukkan dengan nilai )oefisien Beta yang distandardisasi sebesar 2,8&1. "ehingga dapat dikatakan *a, diterima atau dapat dikatakan bahwa Penjualan )redit lebih berpengaruh terhadap $aba Bersih dibandingkan dengan Perputaran Piutang.

35

BAB 9 #E1I/PULAN DAN 1A.AN

A. #e'i)% lan Penelitian mengenai pengaruh penjualan kredit dan perputaran piutang terhadap laba bersih dapat ditarik beberapa kesimpulan.

)esimpulan hasil penelitian ini terdiri dari kesimpulan umum dan kesimpulan khusus. 3. #e'i)% lan U) ) Berdasarkan hasil analisis asosiatif yang telah diuraikan dalam pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan umum penelitian sebagai berikut +

33

a. Pengaruh penjualan kredit tergolong sangat tinggi dan secara keseluruhan penjualan kredit nilai dalam rupiahnya meningkat dari tahun ke tahun diiringi dengan kenaikan laba bersih. b. Pengaruh perputaran piutang terbilang lemah terhadap laba bersih , hal ini dikarenakan pengakuan pendapatan dinyatakan ketika terjadi piutang dan baru akan mempengaruhi laba bersih pada periode berikutnya ketika piutang tersebut tidak dapat ditagih dan cenderung stabil dari tahun ke tahun. c. $aba bersih merupakan indikator penting dalam menilai kinerja suatu perusahaan, namun bukan satu%satunya indikator yang 38 dapat digunakan sebagai alat investasi, masih banyak faktor lainnya. 4. #e'i)% lan #! ' ' Dari sampel data yang diperoleh dan proses pengolahan data, maka penulis menyimpulkan bahwa + a. Penjualan kredit memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap laba bersih dengan koefisien regresi sebesar 2,&8- artinya jika Penjualan )redit mengalami kenaikan /p. !,% maka laba bersih akan mengalami peningkatan sebesar /p. 2,&8-. )orelasi Pearson sebesar 2,351 dan signifikansi 2,222 S 2,2!. *al ini disebabkan penjualan kredit berhubungan langsung dengan pembentukan laba.

38

b. Perputaran piutang memang dapat disimpulkan mempengaruhi laba bersih, namun tidak secara langsung dan sangat lemah dengan koefisien regresi yang memiliki nilai sebesar %(&212,! artinya jika perputaran mengalami kenaikan !G maka $aba

Bersih akan mengalami penurunan sebesar /p. (&212,!,% artinya terjadi hubungan negatif antara perputaran piutang dengan laba bersih, semakin naik perputaran piutang maka akan semakin menurunkan laba bersih, walaupun secara angka tidak materiil. )orelasi Pearson sebesar 2,(1- dengan signifikansi 2,2!! J 2,2- artinya mempunyai hubungan positif dan sangat rendah terhadap laba bersih, contohnya ketika piutang tidak tertagih dan menjadi beban biaya yang akan menurunkan laba bersih. Pada prinsipnya, perputaran piutang yang semakin cepat akan menghasilkan laba yang semakin besar, walaupun hal itu tidak secara langsung. @amun, pada kenyataannya yang terjadi pada sampel sebaliknya. *al ini mungkin saja disebabkan oleh beberapa faktor antara lain + ! . 'danya peningkatan terhadap piutang tak tertagih & . Menurunya efektivitas penagihan perusahaan ( . 4erlalu longgarnya kebijakan kredit , . )risis global yang terjadi pada tahun &223 c. *al tersebut wajar saja terjadi, karena di samping faktor%faktor tersebut, teori%teori yang dianut pada umumnya berasal dari

82

negara maju separti 'merika, sehingga hal tersebut belum tentu berlaku di negara lain, khususnya di .ndonesia. )arena banyak sekali faktor penyebab lainnya yang antara lain + ! . )ualitas "DM & . Dtos budaya dan peradaban ( . Persepsi dan pandangan , . )ondisi ekonomi makro dan mikro Dan pastinya masih ada faktor lainya yang tidak dapat penulis sebutkan karena keterbatasan pengetahuan dan

pengalaman.

B. 1aran

Berdasarkan uraian pada bab%bab sebelumnya dan kesimpulan di atas, penulis mengemukakan saran%saran yang mungkin dapat bermanfaat + !. Dengan hasil analisis yang telah dikemukakan maka diharapkan perusahaan%perusahaan lebih dapat meningkatkan efektivitas pengendalian piutang, terutama di saat kondisi recovery krisis global seperti sekarang ini. &. Perusahaan%perusahaan diharapkan tidak berinvestasi terlalu tinggi pada piutang, karena hal ini akan mengganggu perputaran arus kas, sehingga likuiditas perusahaan menjadi menurun. pasca

8!

(. #ntuk penelitian selanjutnya, diharapkan untuk dapat lebih banyak mencari referensi dan keterkaitan antar variabel sehingga dapat menjelaskan fenomena yang terjadi secara lebih baik dan sempurna.

8&