Anda di halaman 1dari 58

Laporan Asuhan Keperawatan Pada Ny.M dengan Fraktur Klavikula di Ruang Prabu Kresna RSUD Kota Semarang I.

Pengkajian Tanggal Pengkajian Tanggal Masuk Ruangan Ruang A. Identitas Klien 1. Nama 2. No. RM 3. Umur 4. Jenis Kelamin 5. Agama 6. Pendidikan 7. Pekerjaan 8. Suku 9. Bahasa 10. Alamat 11. Diagnosa Medis : Ny. M : 032269 : 65 tahun : Perempuan : Islam : SMP : Ibu Rumah Tangga : Jawa : Indonesia : Kawi VI 06/04 Wonotingan, Candisari : Closed Fraktur Clavicula Dextra : Rabu, 10 April 2013 jam 16:00 : Senin, 8 April 2013 jam 10:04 : Prabu Kresna

12. Pembiayaan Kesehatan : Jamkesmaskot B. Identitas Penanggung Jawab 1. Nama 2. Umur 3. Pendidikan 4. Pekerjaan 5. Suku 6. Bahasa 7. Telephone 8. Alamat : Tn. R : 37 tahun : SMA : Karyawan Swasta : Jawa : Indonesia : 085640531881 : Ringin Telu 10/01

9. Hubungan dengan klien : Menantu

Page 1 of 58

C. Keluhan Utama Klien mengatakan nyeri pada bahu sebelah kanan 1. P : timbulnya nyeri pada bahu sebelah kanan dikarenakan 5 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit, klien mengalami kecelakaan sepeda motor, klien mengatakan terjatuh dengan posisi tubuh sebelah kanan menghantam ke aspal terlebih dahulu. 2. Q : klien mengeluh nyeri pada bahu sebelah kanan, nyeri yang dirasakan terasa tajam dan menjalar sampai ke punggung dan leher, nyeri yang dirasakan berlangsung secara terus-menerus. 3. R : dari bahu kanan sampai ke punggung dan leher. 4. S : skala nyeri yang dialami klien adalah 8 (nyeri berat) dengan rentang 010. 5. T : klien mengatakan nyeri timbul secara tidak menentu tetapi nyeri seringkali muncul ketika klien sedang duduk atau berdiri D. Riwayat Penyakit Sekarang Klien mengatakan nyeri pada daerah bahu sebelah kanan. Nyeri pada bahu tersebut terjadi karena 5 hari yang lalu klien mengalami kecelakaan sepeda motor dengan posisi tubuh sebelah kanan menghantam ke aspal terlebih dahulu. Klien mengatakan setelah mengalami kecelakaan tersebut bahu kanan klien sempat dipijat oleh tukang urut sebanyak 2 kali. E. Riwayat Penyakit Dahulu Klien mengatakan tidak pernah mengalami patah tulang sebelumnya, klien juga mengatakan tidak sedang menjalani pengobatan apapun. F. Riwayat Penyakit Keluarga Klien mengatakan mempunyai keturunan hipertensi yang diturunkan dari ibu klien. Klien mengatakan ibunya meninggal disebabkan oleh stroke.

Page 2 of 58

Keterangan: : wanita meninggal : laki-laki meninggal : wanita normal : laki-laki normal : wanita hipertensi : laki-laki hipertensi : wanita meninggal karena stroke : laki-laki meninggal karena hipertensi : klien G. Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan Umum Klien tampak sakit sedang (TSS) 2. Kesadaran Composmetis 3. Vital Sign TD N RR T TB : 200/100 mm/Hg : 80 x/menit : 20 x/menit : 35,8oC : 155 cm

Page 3 of 58

BB 4. Kepala

: 65 kg

a. Kepala

: tidak ada nyeri kepala, bentuk maesosepal, tidak ada

benjolan, tidak ada lesi dan jaringan parut b. Rambut : penyebarannya merata, berwarna sedikit putih, ada

sedikit ketombe. 5. Mata Simetris mata kanan dan kiri, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, reflex pupil terhadap cahaya positif, pupil isokor. 6. Hidung Tidak ada polip, tidak ada sekret, tidak ada nafas cuping hidung, tidak ada deviasi septum nasi. 7. Mulut Mukosa bibir lembab, sianosis (-), tidak ada sariawan, tidak memakai gigi palsu, tidak ada pembengkakan tonsil, lidah simetris, warna lidah merah muda, tidak terjadi pembengkakan pada gusi. 8. Telinga Bentuk telinga normal, simetris antara telinga kiri dan kanan, sedikit serumen, ketajaman pendengaran normal 9. Leher Tidak ada lesi, tidak ada pembengkakan kelenjar thyroid, tidak ada pembengkakan kelenjar limfe, tidak ada defiasi trakea 10. Dada dan Paru-paru a. Pre Operasi 1) Inspeksi a) Bentuk tidak simetris antara kiri dan kanan, tidak ada lesi, terdapat benjolan pada klavikula sebelah kanan b) Irama Pernapasan : ( ) Teratur c) Tanda-tanda kesulitan napas d) Retraksi otot Bantu pernapasan 2) Palpasi ( ) Tidak teratur : Tidak Ada : Tidak Ada

Page 4 of 58

a) Vokal fremitus b) Nyeri Tekan

: Simetris antara kanan dan kiri : ada, pada klavikula sebelah kanan

c) Terdapat benjolan pada klavikula sebelah kanan dengan diameter 3 cm 3) Perkusi ( ) Sonor 4) Auskultasi Suara napas ( ) Ronchi : ( ) Vesikuler ( ) Stridor ( ) lain lain ( ) Wheezing ( ) Hipersonor ( ) Redup/pekak

b. Post Operasi (tanggal 16 April 2013, jam 09.00) 1) Inspeksi a) Bentuk tidak simetris antara kiri dan kanan, terdapat luka jahitan bekas operasi b) Irama Pernapasan : ( ) Teratur c) Tanda-tanda kesulitan napas d) Retraksi otot Bantu pernapasan 2) Palpasi a) Vokal fremitus b) Nyeri Tekan 3) Perkusi ( ) Sonor 4) Auskultasi Suara napas ( ) Ronchi 11. Jantung a. Inspeksi Ictus cordis b. Palpasi 1) Pulsasi 2) Ictus cordis : ( ) Kuat : ( ) Lemah teraba di interkosta V di midklavikula kiri : tidak tampak : ( ) Vesikuler ( ) Stridor ( ) lain lain ( ) Wheezing ( ) Hipersonor ( ) Redup/pekak : Simetris antara kanan dan kiri : ada, pada klavikula sebelah kanan ( ) Tidak teratur : Tidak Ada : Tidak Ada

dengan diameter 2 cm

Page 5 of 58

c. Perkusi Pekak d. Auskultasi : bunyi jantung I II reguler, gallop (-), mur -mur (-) 12. Abdomen a. Inspeksi bersih b. Auskultasi c. Palpasi d. Perkusi 13. Genitalia Tidak dikaji karena klien tidak bersedia 14. Ektremitas atas Tgl 17/03/ 2013 Kanan Kesemutan Kiri (Terpasang infus RL 20 tpm) Kesemutan Edema Baal Nyeri : Bising usus 7 kali/menit : Tidak ada nyeri tekan : Timpani : perut datar, tidak ada lesi, tidak ada eritema, umbilikus

Edema Baal

Nyeri

a. Pergerakan sendi ektremitas kanan b. Kekuatan Otot

: Bebas pada ekstremitas kiri, tetapi terbatas pada

: Kekuatas otot sebelah kiri 5, sedangkan kekuatan

otot pada sebelah kanan 3, bahu sebelah kanan terasa nyeri dan terdapat benjolan pada klavikula kanan dengan diameter 3 cm Keterangan: 0 1 2 3 4 : Paralisis sempurna : Tidak ada gerakan, kontraksi otot dapat di palpasi atau di lihat : Gerakan otot penuh melawan gravitasi, dengan topangan : Gerakan yang normal melawan gravitasi : gerakan yang penuh melawan gravitasi dan melawan tahanan minimal

Page 6 of 58

: Kekuatan normal, gerakan penuh yang normal melawan gravitasi dan melawan tahanan penuh.

c. Oedema 15. Ekstremitas bawah Tgl Kanan Kesemutan

: Tidak Ada

Edema Baal

Nyeri

Kiri Kesemutan

Edema

Baal

Nyeri

17/03/ 2013

a. Pergerakan sendi b. Kekuatan Otot Keterangan: 0 1 2 3 4

: ( ) Bebas : skor 5

( ) Terbatas

: Paralisis sempurna : Tidak ada gerakan, kontraksi otot dapat di palpasi atau di lihat : Gerakan otot penuh melawan gravitasi, dengan topangan : Gerakan yang normal melawan gravitasi : Gerakan yang penuh melawan gravitasi dan melawan tahanan minimal

: Kekuatan normal, gerakan penuh yang normal melawan gravitasi dan melawan tahanan penuh.

c. Odema

: Tidak ada

H. Pengkajian Fungsional 1. Kebutuhan Oksigenasi a. Sebelum sakit : klien mengatakan bahwa klien tidak pernah mengalami sesak napas. b. Saat sakit : klien mengatakan klien tidak mengalami sesak napas. Kapilari refil <2 detik, turgor kulit bagus. 2. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan a. Sebelum sakit 1. Frekuensi makan
: 3 x sehari

Page 7 of 58

2. Jumlah makanan 3. Jenis makanan 4. Jenis minuman 5. Jumlah minuman 6. Intoleransi makanan/minuman 7. Kesulitan mengunyah 8. Kesulitan menelan 9. Nafsu makan

: porsi standar
: nasi, tempe, tahu, sayur-sayuran.

: air mineral, teh manis : 1,5 liter/hari : Tidak Ada : Tidak ada : Tidak ada : ( ) Baik ( ) Meningkat )Mual-Muntah ( )

( )Menurun ( )Penurunan sensasi rasa ( Stomatitis b. Saat sakit 2) Frekwensi makan 3) Jumlah makanan 4) Jenis makanan karbohidart, serat dan protein 5) Jenis minuman 6) Jumlah minuman 7) Intoleransi makanan/minuman 8) Kesulitan mengunyah 9) Kesulitan menelan 10) Nafsu makan : 3 x sehari

: 2-3 sendok makan tiap makan : makanan yang mengandung

: air mineral dan teh hangat : 600 ml/hari : Tidak Ada : Tidak Ada : Tida Ada : ( ) Baik ( ) Meningkat

( ) Menurun ( ) Penurunan sensasi rasa ( ) Mual-Muntah ( ) Stomatitis 3. Kebutuhan Eliminasi a. Sebelum sakit 1) BAB a) Frekuensi b) Waktu c) Konsistensi d) Warna e) Konstipasi : 1 x sehari : pagi hari : padat : kuning : Tidak ada

Page 8 of 58

2) BAK a) Frekwensi b) Warna c) Bau d) Cara Eliminasi e) Perasaan setelah BAK b. Saat sakit 1) BAB a) Frekuensi b) Waktu c) Konsistensi d) Warna e) Konstipasi 2) BAK a) Frekwensi b) Warna c) Bau d) Cara Eliminasi e) Perasaan setelah BAK f) Nyeri g) Gangguan lain : 3-4 kali sehari : Kuning : Amonia : Biasa : Lampias : Tidak Ada :( ) Inkontinensia : 1 kali sehari : pagi hari : padat : kuning : Tidak Ada : 3-4 kali sehari : kuning : Amonia : Biasa : Lampias

( ) Hematuri ( ) Retensi ( ) Anuria ( ) Oliguri ( ) Nokturia ( ) Lain lain 4. Kebutuhan Termoregulasi Klien mengatakan tubuhnya baik-baik saja tidak mengalami demam. Suhu tubuh klien 35,8oC 5. Kebutuhan Aktifitas dan Latihan 1) Sebelum Sakit

Page 9 of 58

Kegiatan sehari-hari: klien adalah seorang ibu rumah tangga, kegiatan sehari-hari klien adalah mengurus rumah seperti menyapu, memasak. 2) Olahraga: klien jarang berolahraga, klien menganggap kegiatan sehari-hari klien mengurus rumah tangga sudah klien anggap sebagai olahraga. 3) Kegiatan diwaktu luang : santai di rumah, nonton TV, bermain dengan cucu. a. Saat Sakit 1) Kemampuan perawatan diri: Klien tidak mampu melakukan kegiatan perawatan diri secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Aktivitas Makan Mandi Berpakaian Toileting Tingkat mobilitas di tempat tidur Berpindah Kemampuan ROM Berjalan 0 1 2 3 4

Keterangan: 0 = Mandiri 1 = Dibantu sebagian 2 = Perlu bantuan orang lain 3 = Perlu bantuan orang lain dan alat 4 = Tergantung/tidak mampu 2) Kesulitan dalam aktivitas : klien mengatakan tidak bisa melakukan kegiatan seperti makan, minum, mengambil barang dengan menggunakan tangan kanan karena terasa nyeri. Aktivitas klien

Page 10 of 58

seperti toileting, berpakaian dibantu sebagian oleh orang lain. Dan jika berjalan klien menggunakan tiang infus sebagai penyangga. Skala pemenuhan kebutuhan 3 (rentang 0-4). 0 = mandiri penuh 1 = memerlukan alat bantu. 2 = memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, pengawasan, dan pengajaran. 3 = membutuhkan bantuan dari orang lain dan alat Bantu. 4 = ketergantungan; tidak berpartisipasi dalam aktivitas. 6. Kebutuhan Seksualitas Klien memiliki 6 orang anak, klien sudah tidak menggunakan KB hormonal sejak 12 tahun yang lalu 7. Kebutuhan Psikososial a. Stress dan Koping Klien mengatakan takut dan stress menghadapi operasi bahunya. Klien merasa cemas jika memikirkan tentang operasi yang akan dihadapinya. Klien mengatakan untuk mengurangi rasa takutnya klien berdzikir agar hatinya tenang. Skala HARS (Hamilton Anxiety Rathung Scale) Karakteristik Penilaian Kecemasan 0 Perasaan cemas, firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, mudah tersinggung Ketegangan: merasa tegang, gelisah, gemetar, mudah terganggu dan lesu Ketakutan: takut terhadap gelap, terhadap orang asing, bila tinggal sendiri dan takut pada binatang besar Gangguan tidur: sukar memulai tidur, terbangun pada malam hari, tidur tidak pulas

Nilai 1 2

Page 11 of 58

dan mimpi buruk Gangguan kecerdasan: penurunan daya ingat, mudah lupa dan sulit konsentrasi Perasaan depresi: hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hobi, sedih, perasaan tidak menyenangkan sepanjang hari Gejala sensorik: perasaan ditusuk-tusuk, penglihatan kabur, muka merah dan pucat serta merasa lemah Gejala kardiovaskuler: takikardi, nyeri di dada, denyut nadi mengeras dan detak jantung hilang sekejap Gejala pernapasan: rasa tertekan di dada, perasaan tercekik, sering menarik napas panjang dan merasa napas pendek Gejal gastrointestinal: sulit menelan, obstipasi, berat badan menurun, mual, muntah, nyeri lambung sebelum dan sesudah mkan, perasaan panas di perut Gejala urogenital: sering kencing, tidak dapat menahan kencing, aminorea, ereksi lemah atau impotensi Gejala vegetatif: mulut kering, mudah berkeringat, muka merah, bulu roma berdiri, pusing atau sakit kepala Perilaku sewaktu wawancara: gelisah, jari-jari gemetar, mengkerutkan dahi atau kening, muka tegang, tonus otot meningkat dan napas pendek dan cepat. Keterangan:

Page 12 of 58

0 = tidak ada gejala sama sekali 1 = Satu dari gejala yang ada 2 = Sedang/ separuh dari gejala yang ada 3 = berat/lebih dari gejala yang ada 4 = sangat berat semua gejala ada Berdasarkan skala HARS, total skor kecemasan pasien adalah 7 (kecemasan ringan). Penentuan derajat kecemasan dengan cara menjumlah nilai skor dan item 1- 14 dengan hasil: a. Skor kurang dari 6 = tidak ada kecemasan. b. Skor 7 14 = kecemasan ringan. c. Skur 15 27 = kecemasan sedang. d. Skor lebih dari 27 = kecemasan berat b. Konsep Diri 1) Gambaran Diri : klien mengatakan fungsi tubuhnya kurang sempurna karena klien tidak dapat menggunakan tangan kanannya yang merupakan tangan dominan untuk melakukan aktivitas. 2) Ideal Diri : klien mengatakan bahwa klien adalah seorang yang ulet, tidak suka berpangku tangan di rumah. 3) Identitas Diri : klien mengatakan bahwa dia merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki 6 orang anak yang beker 4) Harga Diri : klien mengatakan bahwa semenjak klien mengalami patah tulang di klavikula klien merasa telah merepotkan anak-anak dan keluarganya karena aktivitas klien harus di bantu oleh orang lain. 5) Peran : klien merasa sudah berperan baik sebagai ibu rumah tangga dalam membesarkan anak-anaknya dan mengurus keluarganya. 8. Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman a. Pre Operasi

Page 13 of 58

Klien mengatakan merasa nyaman berada di kamar yang ditempatinya. klien mengatakan nyeri pada bahu kanannya, dengan skala nyeri 8 (nyeri berat). nyeri tersebut menjalar sampai ke punggung dan leher b. Post Operasi (tanggal 16 April 2013, jam 09.00) 1) P : Timbulnya nyeri pada bahu sebelah kanan karena 1 hari yang lalu klien melakukan operasi pada bahu kanannya. 2) Q : klien mengeluh nyeri pada bahu sebelah kanan, nyeri yang dirasakan terasa tajam, nyeri yang dirasakan berlangsung secara terus-menerus. 3) R : bahu kanan. 4) S : skala nyeri yang dialami klien adalah 8 (nyeri berat) dengan rentang 0-10. 5) T : klien mengatakan nyeri timbul secara terus-menerus baik ketika duduk maupun tidur. 9. Kebutuhan Spiritual a. Sebelum sakit : klien melakukan sholat 5 waktu b. Saat sakit : klien berusaha tetap melakukan sholat 5 waktu walaupun dalam kondisi berbaring. 10. Kebutuhan Higiene a. Sebelum sakit: 1) Mandi 2) Keramas 3) Ganti pakaian 4) Sikat gigi : 2x/hari : 1x/hari : 2x/hari : 3x/hari

5) Memotong kuku : 1x/minggu b. Saat sakit 1) Mandi 2) Keramas 3) Ganti pakaian 4) Sikat gigi : 1x/hari : Tidak pernah : 1x/hari : 1x/hari

5) Memotong kuku : Tidak pernah

Page 14 of 58

11. Kebutuhan Istirahat dan Tidur a. Sebelum sakit 1) Waktu tidur (jam) 2) Waktu bangun 3) Masalah tidur : 22.00 WIB : 04.30 WIB : Tidak Ada

4) Hal hal yang mempermudah tidur : setelah melakukan banyak sekali aktivitas yang melelahkan. 5) Hal hal yang mempermudah bangun : Kenginan untuk BAK dan ketika udara terasa panas. b. Saat Sakit 1) Waktu tidur (jam) 2) Waktu bangun 3) Masalah tidur : 22.00 WIB : 05.30 WIB : adanya suara gaduh ketika di rumah sakit.

4) Halhal yang mempermudah tidur : ketika suasana rumah sakit tenang. 5) Halhal yang mempermudah bangun : Suara gaduh dan ketika ada perawat yang memberikan obat. 6) Masalah tidur : ( ) Sering terbangun ( ) Insomnia

12. Kebutuhan Aktualisasi Diri a. Sebelum sakit : klien mengatakan bahwa klien dapat mengaktualisasikan kemampuan dirinya seperti mengurus urusan rumah tangga. b. Saat sakit : klien mengatakan bahwa ketika di rumah sakit klien hanya berdiam diri, tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. 13. Kebutuhan Rekreasi a. Sebelum sakit : klien mengatakan bahwa klien jarang berekreasi, salah satu hiburan klien adalah bermain dengan cucunya. b. Saat sakit : klien mengatakan merasa bosan, salah satu hiburannya adalah dengan mengobrol dengan anak-anaknya. 14. Kebutuhan Belajar

Page 15 of 58

a. Sebelum sakit : klien mengatakan bahwa klien sedikit mengetahui tentang penyakit yang dideritanya tetapi masih bingung bagaimana cara mengatasi nyeri pada bahunya b. Saat sakit : klien mengatakan bahwa klien sering bertanya kepada perawat dan dokter tentang kondisi kesehatannya. I. Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan Laboratorium Jenis Pemeriksaan Tgl Hasil Nilai Normal Kesan (meningkat/ menurun) Kimia Klinik 08042013 Ureum 39,1 mg/dl 15,0-43,0 Normal Tidak gangguan pada ginjal Creatinin 1,5 mg/dl 0,6-0,9 Tinggi Ginjal mengalami gangguan dalam sekresi protein SGOT 15 u/L <31 Normal Tidak kerusakan pada hati dan jantung. SGPT 14 u/L <31 Normal Tidak kerusakan pada hati dan jantung Hematologi 08ada ada fungsi ada Rasional

Page 16 of 58

032013 Hemoglobin 11,8 g/dl 12,0-16,0 Turun Oksigen di

dalam darah tidak sesuai

kebutuhan, disebabkan klien mengalamai perdarahan yang disebabkan oleh fraktur

klavikula. Hematokrit 35,80 % 37-47 Turun Perbandingan yang tidak

seimbang antara konsentrasi sel merah, darah dan trombosit di dalam volume darah. Jumlah Leukosit 8,7/uL 4,8-10,8 Normal Tidak ada darah sel putih

infeksi yang terjadi di

dalam tubuh

Page 17 of 58

Jumlah trombosit

320x 10^3/uL

150-400

Normal

Tidak

ada

perdarahan lain terjadi yang di

dalam tubuh 2. Pemeriksaan GDS Tanggal Jam Hasil Kesan Nilai Normal 10 2013 April 14.00 18.00 429 mg/dl 75 mg/dl Naik Normal 70-115 mg/dl 20.00 22.00 11 2013 April 02.00 06.00 10.00 14.00 18.00 22.00 12 2013 April 02.00 06.00 10.00 14.00 18.00 22.00 13 2013 April 02.00 06.00 12.00 18.00 14 April 06.00 166 mg/dl 140 mg/dl 125 mg/dl 211 mg/dl 365 mg/dl 251 mg/dl 234 mg/dl 277 mg/dl 105 mg/dl 118 mg/dl 167 mg/dl 188 mg/dl 178 mg/dl 193 mg/dl 178 mg/dl 188 mg/dl 152 mg/dl 179 mg/dl 192 mg/dl Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Normal Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik 20 unit Infus 5% 16 unit 8 unit 4 unit 8 unit Dextros Terapi/insulin

Page 18 of 58

2013

12.00 16.00 24.00

168 mg/dl 269 mg/dl 189 mg/dl 165 mg/dl

Naik Naik Naik Naik

8 unit -

15 2013 16 2013

April 06.00

April 06.00

185 mg/dl

Naik

3. Rontgen Thorax Kesan: Closed Fraktur Clavicula Dextra

J. Terapi Jenis Terapi Infus RL 20 tpm/ 8 jam intravena Dosis Rute Indikasi & cara kerja Indikasi: mengembalikan keseimbangan elektrolit pada keadaan dehidrasi dan syok hipovolemik. Ringer laktat Kontra indikasi hipernatremia, Menyebabkan Efek samping Peran perawat

kelainan ginjal, hiperkloremia kerusakan sel hati, asidosis laktat. dan asidosis metabolik karena akan menyebabkan penumpukan asam laktat yang tinggi

Page 19 of 58

menjadi kurang disukai karena menyebabkan hiperkloremia dan asidosis metabolik, karena akan menyebabkan penumpukan asam laktat yang tinggi akibat metabolisme anaerob. Cara Kerja: Keunggulan terpenting dari larutan Ringer Laktat adalah komposisi elektrolit dan konsentrasinya yang sangat serupa dengan yang dikandung cairan ekstraseluler. Natrium merupakan kation utama dari plasma darah dan

akibat metabolisme anaerob

Page 20 of 58

menentukan tekanan osmotik. Klorida merupakan anion utama di plasma darah. Kalium merupakan kation terpenting di intraseluler dan berfungsi untuk konduksi saraf dan otot. Elektrolitelektrolit ini dibutuhkan untuk menggantikan kehilangan cairan pada dehidrasi dan syok hipovolemik termasuk syok perdarahan. Herbeser 150 mg/24 jam intravena Indikasi: Takhiaritmia supraventrikular , penanganan peningkatan Blok SA, blok AV (atrioventrikular) derajat II atau III, wanita Pusing, lelah, sakit kepala, kemerahan pada wajah, ruam kulit,

Page 21 of 58

tekanan darah yang tidak normal selama operasi, hipertensi dalam keadaan darurat Cara Kerja: Mendepresi fungsi nodus SA dan AV, juga vasodilatasi arteri dan arteriol koroser derta perifer, dengan demikian akan menurunkan denyut jantung dan kontraktilitas otot jantung, sehingga terjadi keseimbangan antara persendian dan pemakaian oksigen iskhemik jantung. Amlodipin 1x10 mg oral Indikasi: Hipertensi,

hamil

gangguan lambung usus, susah buang air besar, bradikardia, blok AV, peningkatan GOT, GPT

Syok kardiogenik,

Nyeri perut, mual,

Page 22 of 58

pencegahan nyeri dada akibat kelainan jantung (angina) Cara Kerja: Amlodipine merupakan antagonis kalsium golongan dihidropiridin (antagonis ion kalsium) yang menghambat influks (masuknya) ion kalsium melalui membran ke dalam otot polos vaskuer dan otot jantung sehingga mempengaruhi kontraksi otot polos vaskuler dan otot jantung. Efek antihipertensi amlodipine adalah dengan bekerja

penyempitan aorta yang signifikan, porfiria akut, menyusui

berdebar, bengkak, sakit kepala, gangguan tidurm rasa lelah, mulut kering, gangguan pengecapan, sesak, tremor, kesemutan

Page 23 of 58

langsung sebagai vasodilator arteri perifer yang dapat menyebabkan penurunan resistensi vaskular serta penurunan tekanan darah. Efek antiangina amlodipine adalah melalui dilatasi arteriol perifer sehingga dapat menurunkan resistensi perifer total (afterload). Valsartran 1x80 mg oral Indikasi: Hipertensi Cara Kerja: Valsartan kelompok obat yang disebut angiotensin II receptor antagonists. Valsartan menjaga Wanita hamil, kerusakan hati, sirosis, penyumbatan kandung empedu Sakit kepala, pusing, infeksi virus, infeksi saluran pernapasan bagian atas, batuk, diare, lemah, rinitis, sinusitis, nyeri punggung, nyeri pada

Page 24 of 58

pembuluh darah dari penyempitan, yang mengurangi tekanan darah dan meningkatkan aliran darah. Captopril 3x25 mg Oral Indikasi: Hipersensitif

perut, mual, faringitis, nyeri sendi.

Kaptopril menimbulkan proteinuria lebih dari 1 g sehari pada 0,5% penderita dan pada 1,2% penderita dengan penyakit ginjal. Dapat tejadi sindroma nefrotik serta membran glomerulopati pada penderita hipertensi. Karena proteinuria umumnya terjadi dalam

Untuk hipertensi terhadap berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif, sedangkan kombinasi dengan beta bloker memberikan efek yang kurang aditif. Untuk gagal jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik kaptopril dan obat-obat ACE inhibitor lainnya.

Page 25 of 58

dan digitalis, dalam hal ini pemberian kaptopril diberikan bersama diuretik dan digitalis. Cara Kerja: Kaptopril merupakan obat antihipertensi dan efekif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin aldosteron. Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk memproduksi angiotensin I yang besifat inaktif. "Angiotensin Converting

waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama pengobatan. Neutropenia/ag ranulositosis terjadi kirakira 0,4 % penderita. Efek samping ini terutama terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. Neutropenia ini muncul dalam 1 - 3 bulan pengobatan, pengobatan agar dihentkan

Page 26 of 58

Enzyme" (ACE), akan merubah angiotensin I menjadi angiotensin Il yang besifat aktif dan merupakan vasokonstriktor endogen serta dapat menstimulasi sintesa dan sekresi aldosteron dalam korteks adrenal. Peningkatan sekresi aldosteron akan mengakibatkan ginjal meretensi natrium dan cairan, serta meretensi kalium. Dalam kerjanya, kaptopril akan menghambat kerja ACE,

sebelum penderita terkena penyakit infeksi. Pada penderita dengan resiko tinggi harus dilakukan hitung leukosit sebelum pengobatan, setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama pengobatan dan secara periodik. Pada penderita yang mengalami tanda-tanda infeksi akut (demam, faringitis) pemberian kaptopril harus segera dihentikan karena merupakan

Page 27 of 58

akibatnya pembentukan angiotensin ll terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan sekresi aldosteron sehingga ginjal mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung, baik 'afterload' maupun 'preload', sehingga terjadi peningkatan kerja jantung. Vasodilatasi yang timbul tidak menimbulkan

petunjuk adanya neutropenia. Hipotensi dapat terjadi 1 - 1,5 jam setelah dosis pertama dan beberapa dosis berikutnya, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang ringan. Tetapi bila mengalami kehilangan cairan, misalnya akibat pemberian diuretik, diet rendah garam, dialisis, muntah, diare, dehidrasi maka hipotensi

Page 28 of 58

reflek takikardia.

tersebut menjadi lebih berat. Maka pengobatan dengan kaptopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat, terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang nomal atau rendah. Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan dosis kaptopril atau diuretiknya. Sering terjadi ruam dan pruritus, kadang-kadang

Page 29 of 58

terjadi demam dan eosinofilia. Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan. Teriadi perubahan rasa (taste alteration), yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan. Retensi kalium ringan sering terjadi, terutama pada penderita gangguan ginjal, sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti

Page 30 of 58

amilorida dan pemberiannya harus dilakukan dengan hatihati. Clonidin 2x1 mg Oral Indikasi: Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Cara Kerja: Clonidine merupakan obat jenis alpha agonist. Clonidine menurunkan tekanan darah dengan cara mengurangi kadar kimia tertentu dalam darah. Hal ini membuat pembuluh darah mengendur dan jantung berdetak dengan lebih lambat dan Sick sinus Efek CNS (keadaan mengantuk, kepeningan, sakit kepala,

syndrome. Pemblokan atrio ventrikular

stadium 2 atau depresi, 3. kecemasan, kelelahan, gangguan tidur, impotensi); Efek GI (mulut kering, konstipasi, mabuk, anoreksia); Efek GU (sulit buang air kecil, incontinece); Efek CV (hipotensi ortostatik, penyimpanan cairan).

Page 31 of 58

mudah. Obat ini dapat digunakan bersamaan dengan obat tekanan darah lainnya.

Efek lainnya yang tidak umum: Bradycardia, gangguan ECG, gagal jantung, halusinasi, dan lain-lain.

Ceftriaxone

2x1 mg

Intravena Indikasi: Untuk

Hipersensitif

Gangguan pencernaan diare, mual,

infeksi- terhadap

infeksi berat dan cephalosporin

yang disebabkan dan penicillin muntah, oleh kuman positif gram yang terhadap antibiotika lain : -Infeksi saluran pernafasan -Infeksi saluran kemih -Infeksi gonoreal Septisemia kuman- (sebagai reaksi stomatiti. gram alergi silang) maupun negatif resisten Reaksi kulit: dermatitis, pruritus, urtikaria, edema, eritema multiforme, dan reaksi anafilaktik. Hematologi: eosinofil, anemia hemolitik, trombositosis, leukopenia, tulang granulositopen ia.Gangguan sistem saraf

bakteri -Infeksi

dan jaringan -Infeksi kulit.

Page 32 of 58

Cara Kerja: Ceftriaxone merupakan golongan sefalosporin yang mempunyai spektrum dengan luas waktu

pusat: sakit kepala. Efek samping lokal: iritasi akibat dari peradangan dan nyeri pada tempat yang diinjeksi.Gang guan fungsi ginjal: untuk sementara terjadi peningkatan BUN.Ganggua n fungsi hati: untuk sementara terjadi peningkatan SGOT dan SGPT

paruh eliminasi 8 jam. Efektif terhadap mikroorganisme gram positif dan gram negatif.

Ceftriaxone juga sangat stabil

terhadap enzim beta laktamase

yang dihasilkan oleh bakteri.

Ketorolac

3x30 mg

intravena

Indikasi: Ketorolac diindikasikan untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut sedang sampai berat

Pasien dengan -Endema ulkus aktif, pendarahan saluran peptik -Pruritus -Ruam kulit -Mual

cerna -Dispepsia

atau perforasi, -Nyeri atau riwayat kondisi adanya gastrointestinal -Diare -Konstipasi

Page 33 of 58

setelah prosedur bedah. Durasi total Ketorolac

tersebut,

-Fatulens

ganguan fungsi -Rasa penuh di ginjal tahap abdomen -Muntah -Stomatitis -Purpur

tidak boleh lebih lanjut, dari lima hari. Ketorolac secara parenteral dianjurkan diberikan segera setelah operasi. Harus diganti ke analgesik alternatif sesegera mungkin, asalkan terapi Ketorolac tidak melebihi 5 hari. Ketorolac tidak dianjurkan pendarah serebrovaskula r, atau hipovolumia, diathesis hemoragik, hemostatis inkomplit, dan pasien dengan resiko pendarahan tinggi. Penderita dengan riwayat asma.

dehidrasi -Nyeri kepala -Mengantuk -Pusing -Berkeringat

untuk digunakan Hipersensitiv sebagai obat prabedah obstetri atau untuk analgesia obstetri karena belum diadakan penelitian yang adekuat mengenai hal ini dan karena terhadap ketorolac, Aspirin NSAID Kombinasi dengan NSAID atau probenecid. Tidak boleh lain dan lain.

Page 34 of 58

diketahui mempunyai efek menghambat biosintesis prostaglandin atau kontraksi rahim dan sirkulasi fetus. Cara Kerja: Ketorolac tromethamine merupakan suatu analgesik non-narkotik. Obat ini merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid yang menunjukkan aktivitas antipiretik yang lemah dan antiinflamasi. Ketorolac tromethamine menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dianggap sebagai

digunakan lebih hari. dari 5

Page 35 of 58

analgesik yang bekerja perifer karena tidak mempunyai efek terhadap reseptor opiat. II. Analisa Data No Hari/Tanggal Data Fokus 1 Rabu/ 10 DS: Klien mengatakan nyeri pada bahu sebelah kanan, klien mengatakan nyeri tersebut menjalar sampai ke punggung dan leher DO: Terdapat benjolan pada klavikula sebelah kanan dengan diameter 3 cm, skala nyeri 8 (rentang 010), krepitasi (-), nyeri gerak aktif (+), nyeri gerak pasif (+), nyeri tekan pada klavikula sebelah kanan, hasil rontgen: close fraktur clavicula dextra Etiologi Diskontinuitas jaringan tulang Masalah Nyeri TTD

April 2013

Page 36 of 58

Rabu/

10 DS: klien mengatakan ketidaknyamanan tidak bisa melakukan kegiatan seperti makan, minum, mengambil barang dengan menggunakan tangan kanan karena terasa nyeri. Klien mengatakan aktivitas klien seperti toileting, berpakaian, harus dibantu oleh orang lain DO: skala nyeri 8 (rentang 0-10), tangan kanan klien susah untuk digerakan, skala pemenuhan kebutuhan 3 (rentang 0-4), TTV: suhu: 35,8oC, RR: 20x/menit, HR: 80x/menit, TD: 200/100x/menit

Hambatan mobilitas fisik

April 2013

Rabu/

10 DS: klien mengatakan Krisis situasional takut menghadapi operasi bahunya. klien merasa cemas jika memikirkan tentang operasi yang

Ansietas

April 2013

Page 37 of 58

akan dihadapinya DO: total skor kecemasan berdasarkan skala HARS, adalah 7 (kecemasan ringan). TTV: suhu: 35,8oC, RR: 20x/menit, HR: 80x/menit, TD: 200/100x/menit 4 Selasa/ 16 DS: klien mengatakan Post insisi pembedahan April 2013 telah melakukan operasi pada tanggal 15 April 2013 DO: terdapat luka jahitan bekas operasi pada daerah klavikula, GDS terakhir tgl 16 April 2013 jam 06.00 adalah 185 mg/dl III. Diagnosa Keperawatan 1. Pre Operasi: a. Nyeri berhubungan dengan diskontinuitas jaringan tulang. b. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan ketidaknyamanan c. Ansietas berhubungan dengan krisis situasional. 2. Post Operasi: a. Resiko infeksi berhubungan dengan post insisi pembedahan.
Resiko infeksi

Page 38 of 58

IV.

Intervensi Keperawatan No 1. Hari/Tanggal Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi TTD

Rabu/ 10 April Nyeri berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan Mandiri: 2013 diskontinuitas tulang. jaringan keperawatan selama 3x 24 jam, klien menunjukan nyeri dapat berkurang atau hilang, dengan kriteria hasil: 1) Pasien tampak tenang 2) Pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang 3) Klien dapat beradaptasi dengan nyeri. 1) Lakukan pendekatan pada klien dan keluarga. 2) Kaji tingkatan nyeri 3) Pertahahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring. 4) Jelaskan prosedur sebelum

memulai setiap tindakan. 5) Dorong mendiskusikan pasien untuk masalah

sehubungan dengan cedera. 6) Berikan tindakan nyaman seperti pijatan posisi. 7) Dorong pasien dalam punggung, perubahan

menggunakan teknik manajemen nyeri, seperti relaksasi napas

Page 39 of 58

dalam, imajinasi visualisasi dan sentuhan terapeutik. Kolaborasi: Kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi Rabu/ 10 April Hambatan mobilitas fisik Setelah dilakukan tindakan Mandiri: 2 2013 berhubungan ketidaknyamanan dengan keperawatan selama 2 x 24 jam, klien akan tingkat 1) Tentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan aktivitas. 2) Ajarkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat bantu. 3) Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan menggunakan ekstremitas lain dalam beraktivitas Kolaborasi: Kolaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi.

menunjukkan

mobilitas optimal, dengan kriteria hasil: 1) Melakukan pergerakkan dan perpindahan. 2) Mempertahankan mobilitas optimal yang dapat di toleransi,

dengan karakteristik : 0 = mandiri penuh 1 = memerlukan alat

Page 40 of 58

bantu. 2 = memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, pengawasan, dan pengajaran. 3 = membutuhkan bantuan dari orang lain dan alat Bantu. 4 = ketergantungan; tidak berpartisipasi dalam aktivitas. Rabu/ 10 April Ansietas 3 2013 berhubungan Setelah dilakukan tindakan Mandiri: keperawatan selama 2 x 24 1) Observasi jam, maka diharapkan (gelisah) respon non verbal

dengan krisis situasional.

kecemasan klien berkurang 2) Ukur tanda-tanda vital dengan kriteria hasil: 1) Klien mampu 3) Dengarkan keluhan klien dengan empati informasi yang

merencanakan strategi 4) Jelaskan

Page 41 of 58

kopping yang sesuai 2) Mampu menggunakan teknik relaksasi untuk meredakan ansietas 3) Klien tampak rileks 4) TTV dalam keadaan normal

diperlukan penyakitnya, pengobatannya

klien perawatan

tentang dan

5) Ajarkan klien tehnik relaksasi (memejamkan mata, menarik nafas panjang) 6) Anjurkan klien untuk istirahat dan libatkan keluarga untuk memberi dukungan

Selasa/16 4 2013

April Resiko

infeksi Setelah dilakukan tindakan Mandiri:

berhubungan dengan post keperawatan selama 2 x 24 1) Pantau tanda-tanda vital. insisi pembedahan. jam, maka infeksi tidak 2) Lakukan perawatan luka dengan terjadi / terkontrol, dengan kriteria hasil: 1) Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus. 2) Luka lembab kotor. bersih dan tidak tidak Kolaborasi: 1) Jika ditemukan tanda infeksi teknik aseptik. 3) Lakukan perawatan terhadap

prosedur inpasif seperti infus, drainase luka, dll.

Page 42 of 58

3) Tanda-tanda dalam batas

vital normal

kolaborasi

untuk

pemeriksaan

darah, seperti Hb dan leukosit. 2) Kolaborasi antibiotik. untuk pemberian

atau dapat ditoleransi.

V.

Implementasi No 1 Hari/Tanggal Kamis/ 11 April 2013 Diagnosa Nyeri dengan Waktu berhubungan 20.00 diskontinuitas Implementasi Mengkaji tingkatan nyeri Respon S: klien mengatakan TTD

nyeri pada bahu sebelah kanan dan menjalar

jaringan tulang.

sampai ke pinggang dan leher O: skala nyeri 8 (nyeri berat) dari rentang 0-10. Mempertahankan imobilisasi sakit bagian S: klien mengatakan

yang bahu kanan nyeri bila dan klien nyaman

dengan menyangga digerakan

bagian tangan yang sakit mengatakan menggunakan bantal

ketika diberi penyangga.

Page 43 of 58

O: klien terlihat nyaman ketika diberi penyangga 20.30 Mendorong pasien dalam S: menggunakan klien mengatakan menggunakan

teknik dengan

manajemen nyeri, seperti teknik manajemen nyeri, relaksasi imajinasi 05.30 napas dalam, nyeri sedikit berkurang dan O: ekspresi wajah klien terlihat tenang. klien mengatakan

visualisasi

sentuhan terapeutik.

Memberikan injeksi obat S:

ketorolac 1x30 mg dan obat bersedia diberikan terapi oral amlodipin 1x10 mg, obat tersebut valsartran 1x80 mg dan O: injeksi masuk melalui captopril 3x25 mg Kamis/ 11 April 2 2013 Hambatan fisik dengan ketidaknyamanan mobilitas 06.00 berhubungan Menentukan motivasi klien selang infus tingkat S: dalam ingin klien mengatakan sekali bisa

melakukan aktivitas

beraktivitas secara bebas seperti sedia kala O: klien terlihat

kemampuan ekstremitas

Page 44 of 58

ata

sebelah

kanan

terbatas 06.30 Mengajarkan mendukung latihan ekstremitas pemenuhan secara mandiri. klien dan S: dalam akan Klien mengatakan tangan

melatih

menggunakan kirinya untuk melakukan lain dalam aktivitas, seperti makan, O: klien terlihat berusaha melatih tangan kirinya untuk makan. Skala kebutuhan minum dan lain-lain

pemenuhan kebutuhan 3. Kamis/ 11 April 3 2013 Ansietas dengan situasional. berhubungan 07.00 krisis Mengobservasi respon non S: verbal klien O: klien terlihat gelisah ketika membicarakan

tentang tindakan operasi Mengukur tanda-tanda vital S: klien bersedia diukur tanda-tanda vitalnya O: TD: 180/90 mmHg, HR: 68x/menit, RR:

Page 45 of 58

22x/menit, Suhu: 36,4oC Mengajarkan klien tehnik S: relaksasi mata, panjang) klien mengatakan melakukan

(memejamkan nyaman menarik

napas teknik relaksasi O: wajah klien terlihat tenang

Mengkaji skala kecemasan S: klien

klien

mengatakan

cemas O: wajah klien terlihat gelisah, skala kecemsan HARS 7 (ringan)

Jumat/ 12 April 4 2013

Nyeri dengan

berhubungan 20.00 diskontinuitas

Mengkaji klien

tingkat

nyeri S: nyeri

klien

mengatakan

bahu kanan masih terasa

jaringan tulang.

O: skala nyeri 7 (nyeri berat) dari rentang 0-10 Mempertahankan imobilisasi bagian S: klien mengatakan tangan

yang sudah

melatih

sakit dan melatih bagian kirinya untuk melakukan

Page 46 of 58

ekstremitas aktivitas

kiri ringan

untuk aktivitas ringan. seperti O: klien terlihat ketika menggunakan

makan, minum, dan lain- minum lain 20.30 Melakukan nyeri, napas seperti dalam, dan tangan kiri manajemen S: klien

mengatakan

relaksasi nyeri sedikit teralihkan imajinasi O: wajah klien sedikit sentuhan rileks injeksi S: klien mengatakan

visualisasi terapeutik. 05.30 Memberikan

ketorolac 1x30 mg, dan bersedia diberikan terapi obat oral amlodipin 1x10 tersebut mg, valsartran 1x80 mg dan O: injeksi masuk melalui captopril 1x25 mg Jumat/12 April 5 2013 Ansietas dengan situasional berhubungan 06.00 krisis Mengkaji selang infus tingkat S: klien mengatakan

kecemasan klien dan TTV cemas klien O: wajah klien terlihat gelisah, skala kecemasan HARS 7 (ringan), TD:

Page 47 of 58

150/90

mmHg,

HR: RR:

75x/menit,

22x/menit, Suhu: 36oC Mendengarkan klien dengan empati keluhan S: klien menceritakan terhadap

kecemasannya

rencana tindakan operasi O: Menjelaskan yang tentang perawatan pengobatannya informasi S: klien mengatakan

diperlukan

klien paham tentang informasi dan O: yang perawat klien dapat informasi oleh

penyakitnya, yang dijelaskan klien mengulang

dijelaskan

Melatih penggunaan teknik S: relaksasi mata, panjang)

klien

mengatakan dengan teknik

(memejamkan nyaman menarik napas menggunakan relaksasi

O: wajah klien terlihat

Page 48 of 58

tenang dan rileks Minggu/ 14 6 April 2013 Nyeri dengan berhubungan 09.00 diskontinuitas Mengkaji skala nyeri klien S: klien mengatakan

bahu kanan masih terasa nyeri seperti kemarin O: skala nyeri 7 (nyeri berat) dari rentang 0-10 Melakukan nyeri, napas seperti dalam, dan manajemen S: klien mengatakan

jaringan tulang

relaksasi nyeri sedikit teralihkan imajinasi dengan manajemen nyeri sentuhan O: wajah klien sedikit rileks klien mengatakan

visualisasi terapeutik. 12.30

Memberikan injeksi yang S:

sesuai: ketorolac 1x30 mg bersedia diberikan terapi dan obat oral captopril 1x25 tersebut mg Minggu/14 7 April 2013 Hambatan fisik dengan mobilitas 13.00 berhubungan O: injeksi masuk melalui selang infus Melatih klien menggunakan S: tangan beraktivitas kiri klien mengatakan terbiasa

dalam sudah

cukup

menggunakan tangan kiri

Page 49 of 58

ketidaknyamanan

dalam beraktivitas O: klien terlihat sudah beraktivitas tangan kiri Mengkaji skala pemenuhan S: kebutuhan klien klien mengatakan sedikit-sedikit dengan

hanya

dibantu keluarga dalam berjalan O: skala kebutuhan klien adalah 2 (memerlukan bantuan dari orang lain untuk pengawasan, pengajaran). Minggu/ 14 8 April 2013 Ansietas dengan situasional. berhubungan 13.30 krisis Mengkaji tingkat S: klien mengatakan dan bantuan, dan

kecemasan klien dan TTV cemas klien operasi O:

berkurang

siap untuk menjalankan

skala

kecemasan

Page 50 of 58

HARS adalah 6 (tidak ada kecemasan), mmHg, TD: HR: RR:

150/90

70x/menit,

24x/menit, Suhu: 36oC Memberikan relaksasi teknik S: klien mengatakan dengan teknik

nyaman pemberian relaksasi

O: wajah klien terlihat rileks. Selasa/16 April 9 2013 Resiko berhubungan infeksi 09.00 dengan Memonitor vital. tanda-tanda S: TTV O: TD: 160/90 mmHg, HR: 75x/menit, RR: 24x/menit, Suhu: 36,8oC Melakukan perawatan luka S: dengan teknik aseptik. klien mengatakan dilakukan klien bersedia pemeriksaan

dilakukan

post insisi pembedahan.

bersedia

Page 51 of 58

perawatan

luka,

klien

mengatakan pada bekas jahitan terasa nyeri O: luka klien bersih, tidak ada pus, tidak ada tanda-tanda infeksi Selasa/16April 10 2013 Nyeri dengan berhubungan 11.00 diskontinuitas Mengkaji skala nyeri klien S: nyeri kanannya Klien mengatakan pada sudah bahu tidak

jaringan tulang

begitu mengganggu O: skala kecemasan nyeri 6 (nyeri sedang) Melakukan nyeri manajemen S: klien mengatakan

nyeri sedikit teralihkan dengan manajemen nyeri O: wajah klien sedikit rileks

12.30

Memberikan

terapi

yang S:

klien

mengatakan

bersedia diberikan terapi

Page 52 of 58

sesuai:

injeksi

ketorolac tersebut

1x30 mg, ceftriaxon 1x1mg, O: injeksi masuk melalui per oral amlodipin 1x10 mg selang infus dan captopril 1x1mg VI. Evaluasi No 1 Hari/Tanggal Diagnosa berhubungan Evaluasi dengan S: klien mengatkan nyeri pada bahu kanan dan menjalar sampai ke pinggang dan leher, klien mengatakan nyaman ketika bahu kanan di beri penyangga O: skala nyeri 8 (nyeri berat) dari rentang nilai 0-10 A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi Kamis/ 11 April Hambatan 2 2013 berhubungan mobilitas Kaji tingkat nyeri Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit Lakukan manajemen nyeri Kolaborasi: berikan terapi yang sesuai TTD

Kamis/ 11 April Nyeri 2013

diskontinuitas jaringan tulang

fisik S: klien mengatakan belum bisa melakukan aktivitas dengan menggunakan tangan kanan, klien mengatakan akan berlatih

Page 53 of 58

ketidaknyamanan

menggunakan tangan kiri untuk beraktivitas seperti makan, minum dan lain-lain O: skala pemenuhan kebutuhan 3 A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi Latih klien menggunakan tangan kiri dalam

beraktivitas Kamis/11 3 2013 April Ansietas berhubungan Kaji skala kebutuhan

dengan S: klien mengatakan cemas ketika memikirkan tentang operasi, klien mengatakan ketika dilakukan relaksasi klien sedikit tenang O: skala kecemasan HARS 7 (cemas ringan), TD: 180/90 mmHg, HR: 68x/menit, RR: 22x/menit, Suhu: 36,4oC A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi Kaji tingkat kecemasan klien Dengarkan keluhan klien dengan empati Jelaskan informasi yang diperlukan klien tentang penyakitnya, perawatan dan pengobatannya

krisis situasional.

Page 54 of 58

Jumat/ 4 2013 12 April Nyeri berhubungan

Latih penggunaan teknik relaksasi berkurang, klien

dengan S: klien mengatakan nyeri sedikit

diskontinuitas jaringan tulang

mengatakan dengan relaksasi, nyeri klien sedikit berkurang. O: skala nyeri berkurang 1 nilai menjadi 7 (nyeri berat) dari rentang 0-10 A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan Intervensi Kaji skala nyeri Lakukan manajemen nyeri Kolaborasi: berikan terapi analgesik yang sesuai

Jumat/12 5 2013

April Ansietas

berhubungan

dengan S: klien mengatakan cemas ketika memikirkan tentang operasi, relaksasi O: skala kecemasan HARS 7 (cemas ringan), TD: 150/90 mmHg, HR: 75x/menit, RR: 22x/menit, Suhu: 36oC A: Masalah belum teratasi P: Lanjutkan intervensi Kaji tingkat kecemasan klien Latih penggunaan teknik relaksasi klien mengatakan nyaman ketika dilakukan

krisis situasional

Page 55 of 58

Minggu/ 14 April Nyeri 6 2013

berhubungan

dengan S: klien mengatakan bahu kanan masih terasa nyeri. Klien mengatakan dengan relaksasi nyeri, klien merasa nyaman. O: skala nyeri 7 ( nyeri berat) A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjukan intervensi Kaji skala nyeri Lakukan manajemen nyeri Kolaborasi: berikan terapi analgesik yang sesuai

diskontinuitas jaringan tulang

Minggu/ 14 April Hambatan 7 2013 berhubungan

mobilitas

fisik S: klien mengatakan sudah cukup terbiasa menggunakan dengan tangan kiri untuk beraktivitas. Klien mengatakan hanya sedikit memerluka bantuan keluarga untuk berjalan. O: skala pemenuhan kebutuhan 2 (memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, pengawasan, dan pengajaran). A: Masalah teratasi P: Pertahankan intervensi

ketidaknyamanan

Minggu/ 14 April Ansietas 8 2013

berhubungan

dengan S: klien mengatakan kecemasan berkurang dan siap menjalankan tindakan operasi O: skala kecemasan HARS adalah 6 (tidak ada kecemasan), TD: 150/90 mmHg, HR: 70x/menit, RR: 24x/menit, Suhu:

krisis situasional.

Page 56 of 58

36oC A: Masalah teratasi P: Pertahankan intervensi Selasa/16 9 2013 Libatkan keluarga dalam memberi dukungan

April Resiko infeksi berhubungan dengan S: klien mengatakan pada bekas luka jahitan terasa nyeri post insisi pembedahan O: TD: 160/90 mmHg, HR: 75x/menit, RR: 24x/menit, Suhu: 36,8oC, luka bekas operasi bersih, tidak ada pus dan tanda-tanda infeksi A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi Anjurkan melakukan perawatan mandiri di rumah

Selasa/16 10 2013

April Nyeri

berhubungan

dengan S: klien mengatakan nyeri pada bahu kanannya sudah tidak begitu mengganggu. O: skala nyeri berkurang menjadi 6 (nyeri sedang) A: Masalah teratasi P: Pertahankan intervensi Anjurkan mandiri Libatkan keluarga dalam perawatan melakukan menejemen nyeri secara

diskontinuitas jaringan tulang

Page 57 of 58

Page 58 of 58