Anda di halaman 1dari 24

Uji GAMMA Uji Gamma adalah salah satu dari uji Asosiatif Non Parametris.

Gamma mengukur hubungan antara 2 variabel berskala ordinal yang dapat dibentuk ke dalam tabel kontingensi. Uji ini mengukur hubungan yang bersifat symmetris artinya variabel A dan variabel B dapat saling mempengaruhi. Berikut rumus Gamma:

Kelemahan dari uji Gamma adalah tidak memperhatikan adanya TIES atau bias, yaitu banyaknya pasangan yang bisa dibentuk. Ties kalau diartikan secara mudah adalah banyaknya responden pada peringkat yang sama. Contoh: eringkat engetahuan baik, respondennya ada !" sampel dan peringkat pengetahuan kurang ada #! sampel. Itulah yang disebut TIES. $pabila anda ingin memperhatikan TIES karena data anda banyak TIES, sebaiknya anda pilih uji yang sejenis, yaitu Somer%s &, Kendall tau 'b dan Kendall Tau 'c. (ihat &iagram di ba)ah ini:

Pasangan Tx dan Ty tidak akan digunakan pada uji Gamma (Pada Tau -b dan Somer's D). *erikut Contoh perhitungan +ji Gamma: eng et # ! " . T Cara hitung # eng et # ! " . T ! eng et # ! " . T " eng et # ! " . T . " # . 2 #! ,ilai Tes ! ! / 0 # ! 0 # ! #" T . #1 1 3 "" " # . 2 #! ,ilai Tes ! ! / 0 # ! 0 # ! #" T . #1 1 3 "" " # . 2 #! ,ilai Tes ! ! / 0 # ! 0 # ! #" T . #1 1 3 "" dan 4: ,ilai Tes ! ! / 0 T . #1 1 3 ""

" # . 2 #!

# ! 0 # ! #"

eng et # ! " . T 1 eng et # ! " . T / eng et # ! " . T 4# eng et # ! " . T

" # . 2 #!

,ilai Tes ! ! / 0

# ! 0 # ! #"

T . #1 1 3 ""

" # . 2 #!

,ilai Tes ! ! / 0

# ! 0 # ! #"

T . #1 1 3 ""

" # . 2 #!

,ilai Tes ! ! / 0

# ! 0 # ! #"

T . #1 1 3 ""

" # . 2 #!

,ilai Tes ! ! / 0

# ! 0 # ! #"

T . #1 1 3 ""

4! eng et # " ,ilai Tes ! ! # ! T .

! " . T 4" eng et # ! " . T 4. eng et # ! " . T 41 eng et # ! " . T

# . 2 #!

/ 0

0 # ! #"

#1 1 3 ""

" # . 2 #!

,ilai Tes ! ! / 0

# ! 0 # ! #"

T . #1 1 3 ""

" # . 2 #!

,ilai Tes ! ! / 0

# ! 0 # ! #"

T . #1 1 3 ""

" # . 2 #!

,ilai Tes ! ! / 0

# ! 0 # ! #"

T . #1 1 3 ""

4/ eng et # ! " " # . ,ilai Tes ! ! / # ! 0 # T . #1 1

. T

2 #!

! #"

3 ""

ada Gambar tabel'tabel di atas, lihat )arna merah dan hijau. Cara menghitung adalah mengkalikan Cell dimulai dari kanan atas 5)arna merah6 dengan jumlah cell'cell di kiri ba)ahnya 5)arna hijau6. Cara menghitung 4 adalah mengkalikan Cell di mulai dari kiri atas 5)arna merah6 dengan jumlah cell'cell di kanan ba)ahnya 5)arna hijau6: Contoh di atas pada jumlah sampel ,7"". #: !5/8#8-8.8-8267"/. !: !5#8.8267!. ": 05-8.8-826700 .: /5.8267// 1: #5-82672 /: -52679adi nilai total 7"/8!.8008//828-7!!# 4#: -5/808-8#8-8!674!: !508#8!67!! 4": #5-8#8-8!67" 4.: /5#8!67#0 41: .5-8!670 4/: -5!679adi nilai total 47-8!!8"8#0808-71#

,ilai Gamma disebut sebagai koe:isien korelasi Gamma, di mana Gamma berkisar antara '# 5hubungan tidak searah sempurna6 dan 8# 5hubungan searah sempurna6. ;asil uji di atas: -,/!1 berarti hubungan kedua <ariabel sedang. Tetapi apakah secara statistik, nilai koe:isien korelasi tersebut bermakna atau tidak= maka diperlukan uji selanjutnya, yaitu uji signi:ikansi. *agaimana caranya= ada +ji Gamma, dengan mendapatkan nilai > score yang akan dibandingkan dengan > tabel. ? score pada uji gamma:

Cara pengambilan keputusan: '?score @ '?tabel ;o ditolak, maka ada hubungan yang sigini:ikan atau 8? Score A 8? Tabel ;o ditolak, maka ada hubungan yang sigini:ikan Sehingga ?tabel didapatkan -,-.03

9adi ?score A ?tabel !,!33 A -,-.03 ada hubungan yang signi:ikan atau ;# diterima dan ;o ditolak.

Rumus Somer's D

Uji omer!s " adalah salah satu dari uji Asosiatif Non Parametris. omer!s " mengukur hubungan antara 2 variabel berskala ordinal yang dapat dibentuk ke dalam tabel kontingensi. Uji ini mengukur hubungan yang bersifat symmetris artinya variabel A dan variabel B dapat saling mempengaruhi. #umus omer!s di$iptakan oleh Robert H. Somers. #umus ini merupakan dan merupakan modifikasi penyempurnaan dari rumus Gamma dengan memperhatikan %&' dari rumus (endall %au )b. (elebihan dari rumus ini dapat menentukan arah hubungan* apakah variabel + sebagai variabel dependen* , sebagai -ariabel dependen atau hubungan keduanya simetris. ehingga apabila anda menilai hubungan 2 variabel ordinal dengan bentuk tabel kontingensi dan ada variabel yang mempengaruhi serta ada variabel yang dipengaruhi* maka rumus sangatlah tepat digunakan. Berikut rumus omer!s " .)y /Variabel y Sebagai Dependen0: omer!s "

(eterangan: Ns: 1on$ordant /P0 Nd: "is$ordant /20 %y: Pasangan (olom

omer!s " .)y 3

Berikut rumus omer!s " y). /Variabel x Sebagai Dependen0:

Somers D y x

(eterangan : %. : pasangan baris Apabila -ariabel , ebagai "ependen atau hubungan simetris* rumus sebagai berikut:

omer!s " y). 3 1on$ordant)"is$ordant41on$ordant5"is$ordant5Pasangan Baris ganti Ty dengan Tx omer!s " sym 3 1on$ordant)"is$ordant41on$ordant5"is$ordant5/Pasangan (olom5Pasangan Baris420 Ganti Ty dengan (Tx+Ty)/ 1ontoh: Peringkat Pengetahuan baik* respondennya ada 26 sampel dan peringkat pengetahuan kurang ada 72 sampel. &tulah yang disebut %&' . 8ihat "iagram di ba9ah ini:

: !asangan Tx dan Ty tida" a"an dig#na"an pada #$i Gamma (!ada Ta# %b dan Somer&s D). Berikut 1ontoh perhitungan Uji Gamma: Nilai %es 6 ; 7 < @ 72

Penget 7 2 6 < %

2 2 = ; ; >

7 2 > 7 2 76

% < 7? ? A 66

1ara hitung P dan 2: 1ara hitung P dan 2: P7 Penget 7 2 6 < % P2 Penget 7 2 6 < % P6 Penget Nilai %es % 6 ; 7 < @ 72 Nilai %es 2 2 = ; ; > 7 2 > 7 2 76 % < 7? ? A 66 6 ; 7 < @ 72 Nilai %es 2 2 = ; ; > 7 2 > 7 2 76 % < 7? ? A 66

7 2 6 < % P< Penget 7 2 6 < % P? Penget 7 2 6 < % P= Penget 7 2 6 < % 27 Penget 7 2 6 < %

6 ; 7 < @ 72

2 2 = ; ; >

7 2 > 7 2 76

< 7? ? A 66

6 ; 7 < @ 72

Nilai %es 2 2 = ; ; >

7 2 > 7 2 76

% < 7? ? A 66

6 ; 7 < @ 72

Nilai %es 2 2 = ; ; >

7 2 > 7 2 76

% < 7? ? A 66

6 ; 7 < @ 72

Nilai %es 2 2 = ; ; >

7 2 > 7 2 76

% < 7? ? A 66

6 ; 7 < @ 72

Nilai %es 2 2 = ; ; >

7 2 > 7 2 76

% < 7? ? A 66

22 Penget 7 2 6 < % 26 Penget 7 2 6 < % 2< Penget 7 2 6 < % 2? Penget 7 2 6 < % 6 ; 7 < @ 72 Nilai %es 2 2 = ; ; > 7 2 > 7 2 76 % < 7? ? A 66 6 ; 7 < @ 72 Nilai %es 2 2 = ; ; > 7 2 > 7 2 76 % < 7? ? A 66 6 ; 7 < @ 72 Nilai %es 2 2 = ; ; > 7 2 > 7 2 76 % < 7? ? A 66 6 ; 7 < @ 72 Nilai %es 2 2 = ; ; > 7 2 > 7 2 76 % < 7? ? A 66

2= Penget 7 2 6 < % 6 ; 7 < @ 72 Nilai %es 2 2 = ; ; > 7 2 > 7 2 76 % < 7? ? A 66

Pada Gambar tabel)tabel di atas* lihat 9arna merah dan hijau. 1ara menghitung P adalah mengkalikan 1ell dimulai dari kanan atas /9arna merah0 dengan jumlah $ell)$ell di kiri ba9ahnya /9arna hijau0. 1ara menghitung 2 adalah mengkalikan 1ell di mulai dari kiri atas /9arna merah0 dengan jumlah $ell)$ell di kanan ba9ahnya /9arna hijau0: 1ontoh di atas pada jumlah sampel N366. P7: 2/=575;5<5;5@036=. P2: 2/75<5@032< P6: >/;5<5;5@03>> P<: =/<5@03== P?: 7/;5@03@ P=: ;/@03; Badi nilai total P36=52<5>>5==5@5;3227 27: ;/=5>5;575;5203; 22: 2/>57520322 26: 7/;575;52036 2<: =/752037> 2?: </;5203> 2=: ;/203; Badi nilai total 23;5225657>5>5;3?7

Pada Gambar tabel)tabel di atas* lihat 9arna merah dan hijau. 1ara menghitung P adalah mengkalikan 1ell dimulai dari kanan atas /9arna merah0 dengan jumlah $ell)$ell di kiri ba9ahnya /9arna hijau0. 1ara menghitung 2 adalah mengkalikan 1ell di mulai dari kiri atas /9arna merah0 dengan jumlah $ell)$ell di kanan ba9ahnya /9arna hijau0: 1ontoh di atas pada jumlah sampel N366. P7: 2/=575;5<5;5@036=. P2: 2/75<5@032< P6: >/;5<5;5@03>> P<: =/<5@03== P?: 7/;5@03@ P=: ;/@03; Badi nilai total P36=52<5>>5==5@5;3227 27: ;/=5>5;575;5203; 22: 2/>57520322 26: 7/;575;52036 2<: =/752037> 2?: </;5203> 2=: ;/203; Badi nilai total 23?7

1ara Citung %. dan %y:

Pada Gambar tabel)tabel di atas* lihat 9arna merah dan hijau. 1ara menghitung %. adalah mengkalikan 1ell dimulai dari paling atas /9arna merah0 dengan jumlah $ell)$ell di ba9ahnya /9arna hijau0. 1ara menghitung %y adalah mengkalikan 1ell di mulai dari paling kiri /9arna merah0 dengan jumlah $ell)$ell di kanannya /9arna hijau0: %.7: ;/75<5@03; %.2: 2/=5;5;0372 %.6: 2/>57520322 %.<: 7/<5@032> %.?: >/752037= %.=: =/;5;03; %.@: </@032> %.>: ;/;03; %.A: 7/2032 Badi nilai total %.3;57252252>57=5;52>5;52 Tx=99 %y7: ;/25203;.

%y2: 7/=5>03<> %y6: </;5703< %y<: @/;52037< %y?: 2/203< %y=: =/>03<> %y@: ;/703; %y>: ;/203; Badi nilai total %y3>< omer!s " .)y 3 P)24P52 3 /227)?704/2275?75><0 3 ;*<@>. omer!s " y). 3 P)24P52 3 /227)?704/2275?75AA0 3 ;*<?>. omer!s " sym 3 P)24P52 3 /227)?704/2275?75//AA5><04200 3 ;*<=>. Nilai omer!s disebut sebagai koefisien korelasi omer!s "* di mana " berkisar antara )7 /hubungan tidak searah sempurna0 dan 57 /hubungan searah sempurna0. Casil uji di atas: -ariabel + ebagai "ependen: " 3 ;*<@> berarti hubungan kedua variabel sedang. -ariabel , ebagai "ependen: " 3 ;*<?> berarti hubungan kedua variabel sedang. Cubungan imetris: ;*<=> berarti hubungan kedua variabel sedang. %etapi apakah se$ara statistik* nilai koefisien korelasi tersebut bermakna atau tidakD maka diperlukan uji selanjutnya* yaitu uji signifikansi. Bagaimana $aranyaD Pada Uji dengan mendapatkan nilai E s$ore yang akan dibandingkan dengan E tabel. F s$ore pada uji omer!s: omer!s "*

(eterangan: ": (oefisien omer!s " r: Bumlah baris $: Bumlah kolom N: ampel Perhitungan pada $ontoh F $ore omer!s " .)y:

F.)y 3 6*6?A@7 Fy).36*226>@ Fsym 3 6*2A;6A 1ara pengambilan keputusan: Apabila )F $ore G )F %abel atau 5F $ore H 5F %abel* maka ada hubungan yang siginifikan atau C7 diterima dan C; "itolak. 1ontoh di atas menunjukkan F $ore 2*2A>=7 pada derajat keper$ayaan A?I atau batas kritis ;*;? pada uji 2 sisi /;*;2?0 H F %abel 57*A= atau )2*2A>=7 G )7*A=* maka berarti ada hubungan yang siginifikan atau C7 diterima dan C; "itolak.

(oefisien (ontingensi "an 8amda (oefisien kontingensi /10 digunakan untuk men$ari hubungan antara dua variabel , dan variabel + dalam kategori nominal diskrit. Akan tetapi dalam beberapa penerapannya kontingensi digunakan pula uji nominal kontinyu* padahal semestinya menurut Cinkle* /7A@A0 digunakan uji tetra$honi$. "alam men$ari koefisien kontingensi berkaitan erat dengan $hi

sJuare* makaa terlebih dahulu kita $ari 1hi Juare /

0 dalam tabel 2 . 2. Pengujian terhadap

koefisien kontingensi 1 digunakan sebagai pengukur derajat asosiasi atau dependensi dari data yang diklasifikasi antara dua tabel. yarat dan kriteria koefisien kontingensi dan uji lamda : 1enderung berjenis nominal maupun ordinal Non parametrik

Kormula untuk koefisien kontingensi adalah

13
"imana : N : jumlah responden : 1hi Juare edangkan untuk men$ari 1 terlebih dahulu kita $ari dahulu formula dengan rumus umum adalah: maka perlu kita membahas lebih

"imana: L adalah frekuensi Lbservasi ' adalah frekuensi 'kspektasi4harapan edangkan untuk men$ari dengan tabel 2.2 adalah

-ariabel + -ariabel , ; 7 ; A 1 7 B "

%otal A5B 15"

%otal

A51

B5"

1ontoh soal: "alam sebuah penelitian* yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara umur ibu hamil dengan kejadian BB8#* dimana umur ibu hamil dikategorikan dalam 7 3 umur beresiko /G2;th dan H 6?th0 dan ; 3 umur tidak beresiko* sedangkan kejadian BB8# dikategorikan dalam ; 3 BB8#* 7 3 non BB8#* dari hasil pengumpulan data diperoleh hasil sebagai berikut: -ariabel BB8# BB8# Non BB8# 7@ >> 77 >< 2> 7@2 %otal 7;? A? 2;;

-ariabel umur Beresiko %idak beresiko ibu hamil %otal "apat di$ari

3 ;*>>;A< 13

3 3;.;== (ekuatan korelasi menurut

;*;;);.7AA 3 angat lemah ;.2;);.6AA3 8emah ;.<;);.?AA3 edang ;.=;);.@AA3 (uat ;.>;)7.;;3 angat kuat ;.;== 3H angat lemah (esimpulan (arena nilai 1 terdapat diantara ;.;;);.7AA maka terdapat hubungan antara yang sangat lemah antara umur ibu hamil dengan kejadian BB8#

Uji (orelasi 8amda Uji korelasi lamda memiliki syarat dan kriteria yang sama dengan tabel kontingensi* hanya saja uji lamda sering digunakan untuk menguji variabel yang tidak setara* dalam arti ada variabel yang tergantung pada variabel lainnya. ebagai $ontoh* korelasi antara kelompok usia dengan sikap terhadap musik klasik. "isini sikap seseorang tergantung pada kelompok usia dimana orang tersebut berada. eperti jika ia adalah remaja* mungkin ia tidak tertarik pada musik klasik* namun jika ia seorang de9asa akan lebih tertarik dan kemungkinan lainnya. %entu saja disini tidak bisa dibalik* yakni sikap terhadap musik menentukan kelompok usia seseorang* karena kelompok usia sudah menjadi $iri orang tersebut yang tidak bisa diubah /dalam 9aktu tertentu0. #umus perhitungan lamda:

8b3 (et: Mmj3 Angka terbesar dari setiap kolom N3 Bumlah data Naks #i3 Angka terbesar dari tabel baris

1ontoh soal: "idapatkan data tentang sikap konsumen terhadap produk "U%A NA(NU# di beberapa kota: urabaya 6 @ 7; (ota Nalang > 2 7; %otal (ediri A 6 72 2; 72 62

uka %idak suka %otal 8angkah)langkah: 7. Cipotesis

Co : pengurangan kesalahan tidak signifikan Ca : pengurangan kesalahan memang signifikan Mnmj 3 @5>5A 3 2< 8b 3 3 3 ;.66

;.66 H ;.;? 8b H O 3H Co diterima 8b G O 3H Co ditolak (esimpulan Naka pengurangan kesalahan tidak signifikan. Angka ;*66 berarti kesalahan dalam memprediksi sikap konsumen akan berkurang 66I* dengan demikian semakin tinggi korelasi lamda maka semakin tinggi juga ketepatan prediksi atau semakin rendah kesalahan prediksi.

(A%A P'NGAN%A# Puji syukur kami u$apkan atas kehadirat %uhan +ang Naha 'sa karena dengan rahmat dan karunia)Nya* makalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin. "an disini tidak lupa juga kami u$apkan terima kasih kepada dosen pembimbing ibu -eny 'lita yang telah banyak memberikan bantuan* arahan dan bimbingan kepada kelompok kami. Nakalah ini membahas tentang Uji omerPs* Uji Gamma* (oefisien (ontingensi "an Uji 8amda beserta $ontoh soal. Penulis ini bertujuan agar para mahasis9a memahami tentang Uji omerPs* Uji Gamma* (oefisien (ontingensi "an Uji 8amda. (arena dalam makalah ini mengandung ilmu yang sangat penting bagi kita semua sebagai seorang mahasis9a. (ami mengharapkan kepada pemba$a dan dosen pembimbing untuk memberikn kritik dan saran yang membangun makalah ini* agar makalah ini bisa menjadi lebih baik lagi* terima kasih.

Pekanbaru* 6; Lktober 2;76

(elompok <

MAKALAH BLOK BIOSTATISTIK UJI SOMERS, UJI GAMMA, KOE ISIE! KO!TI!GE!SI DA! UJI LAMDA
B(E; KE(BC BK ID:

EESI (IS,$F$TI EISKI SFISTI$,IS$ EE,I K$ETIK$ ($E$S E$TIFI S$,TI GITEI$ ,I,GSI; EEFI, EI,$(&I $G+SEI$,SH$; G.

EIGK$ ;$,+C E$,&I ;$E&I$,B S$EI C$&B,,I SITI $ISH$; E(?$ C+ESH$GITEI GIE(I,$ E+,I,G C. I,&$; $STEI$

&ESTI S$SCIT$ EB?$ GETEI F. &FI ;$GIT$ C+;$CC$& GIKEI I,&E$ $EI$ S$ +TEI G$+?I S$ +TE$ GE*EI ,$?F$E+(

"ROGRAM STUDI ILMU KE"ERA#ATA! U!I$ERSITAS RIAU %&'(


D)*+)r "us+),) "ahlan* Nuhammad opiyudin. 2;;>. tatistik untuk (edokteran dan (esehatan edisi:<.

Bakarta: alemba Nedika. #i9idikdo* Candoko. 2;76. tatistik (esehatan. +ogyakarta: #ohima Press