Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA DAN PARTIKEL V.

MIXING
Semester Tahun Ajaran Kelompok NAMA SULASTRI DEWANTI N. ROTUA ADRYANI S. MUHAMMAD ZULFADHLI PUTRI RETNO WAHYU NINGSIH YENNI LISTIANA BRIGITTA ALPHANTARIA NIKE TARUNA MICHAEL PREDLY SEMBIRING VERONICA SIRAIT DERALISA GINTING : III (Tiga) : 2013/2014 : V (Lima) NIM 090405028 090405050 120405002 120405006 120405008 120405086 120405088 120405090 120405116 120405124

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Dalam sebuah industri, mesin merupakan peralatan yang sangat vital dimana mesin-

mesin tersebut mmenentukan kualitas dan optimalitas suatu industri. Untuk dapat bersaing dalam pemasaran produk, dan untuk dapat memperoleh keuntungan yang layak, industri harus bekerja secara efekif dan efisien. Cara kerja demikian hanya dapat dicapai bila industri tersebut didukung oleh sistem manajemen yang baik dan juga bantuan mesin dan alat penunjang produksi yang tepat (Rizkiana dan Putra, 2012). Proses pencampuran adalah suatu proses yang penting dilakukan dalam industri, bahkan mesin pencampur ditemukan di hampir semua industri pengolahan pangan maupun non pangan mulai dari pencampuran yang sederhana sampai pencampuran yang rumit seperti pada industri farmasi. Mesin pencampur dapat digolongkan dalam kategori mesin pengolah dalam suatu industri yang menunjang proses pengolahan bahan menjadi produk (Rizkiana dan Putra, 2012). Pencampuran diartikan sebagai suatu proses menghimpun dan membaurkan bahanbahan. Dalam hal ini diperlukan gaya mekanik untuk menggerakkan alat pencampur supaya pencampuran dapat berlangsung dengan baik (Lubis, 2012).

1.2

Perumusan Masalah Masalah yang menjadi objek pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Defenisi mixing. Prinsip kerja pada mixing. Jenis-jenis atau alat pada mixing. Aplikasi proses mixing.

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing 1.3 Tujuan Makalah Tujuan makalah ini untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai apa yang dimaksud dengan mixing, prinsip kerja mixing, jenis-jenis atau alat yang digunakan pada proses mixing, serta aplikasi proses mixing dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam industri.

1.4

Manfaat Makalah Manfaat yang dapat diambil dari makalah ini adalah : 1. 2. 3. Mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan mixing. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja pada proses mixing. Mahasiswa dapat mengetahui mengenai jenis-jenis ataupun alat yang digunakan pada proses mixing. 4. Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui aplikasi proses mixing baik dalam skala laboratorium maupun industri.

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Defenisi Mixing Proses pencampuran adalah suatu

proses yang penting dilakukan dalam industri, bahkan mesin pencampur

ditemukan di hampir semua industri pengolahan pangan maupun non pangan mulai dari pencampuran yang sederhana sampai pencampuran yang rumit seperti pada industri farmasi. Mesin pencampur dapat digolongkan dalam kategori mesin pengolah dalam suatu industri yang menunjang proses pengolahan bahan

menjadi produk (Rizkiana dan Putra, 2012). Pencampuran diartikan sebagai suatu proses menghimpun dan membaurkan bahanbahan. Dalam hal ini diperlukan gaya mekanik untuk menggerakkan alat pencampur supaya pencampuran dapat berlangsung dengan baik (Lubis, 2012). Proses pencampuran banyak dilakukan di dalam industri pangan, seperti pencampuran susu dengan coklat, tepung dengan gula, larutan gula dengan konsentrat buah-buahan, atau CO2 dengan air, dan kegiatan pencampuran melibatkan berbagai jenis alat pencampur. Derajat keseragaman pencampuran diukur dari sampel yang diambil selama pencampuran, jika komponen yang dicampur telah terdistribusi melalui komponen lain secara random, maka dikatakan pencampuran telah berlangsung dengan baik (Wirakartakusumah, 1992 dalam Hilmawan, 2011).

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing 2.2 Jenis-jenis Alat pada Proses Mixing 2.2.1 Tumble Blenders Batch tumble blenders berputar, menggulingkan material untuk mencapai pencampuran. Blender ini tersedia dalam berbagai

geometri, mempengaruhi pergerakan tiap unit material, efisiensi proses mixing dan mempermudah pembersihan antar batch. Tumbling blenders paling baik digunakan untuk mencampur serbuk kering dan granul dan dapat termasuk komponen cairan tambahan untuk coating dan beberapa aplikasi yang mirip. Akan tetapi, kelembaban berlebih dapat menyebabkan material mengelompok dan membentuk gumpalan gumpalan, yang mixer akan ini dapat

menghalangi pencampuran. Untuk memisahkan

dilengkapi dengan komponen anti gumpal (seperti internal baffles atau agitators). Sebuah tumbling batch blender dapat berupa satu dari dua tipe dasar: Double-cone blender

Rota-Cone

Blender

terdiri dari dua bagian

bentuk

kerucut

dengan

kemiringan 45 derajat.Bentuk kerucut dibuat dengan menyambung dari bagian lebar mereka ke titik pusat. Unit blender terletak diantara dua titik putar yang dapat membuat blender tersebut berguling. Sebuah bagian di ujung kerucut dapat digunakan sebagai inlet maupun outlet, atau dapat jugabagian inlet pada satu ujung kerucut dan outlet pada ujung kerucut yang lainnya. Akses pembersihan melalui bagian outlet. Sama seperti tumble blender lainnya, unit ini dapat dilengkapi dengan jalur spray

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing untuk cairan tambahan dan sebuah agitator untuk memecah gumpalan atau

penambahan high shear jika diperlukan (misalnya untuk granulasi). Jalur spray dengan berbagai nozzle dirancang untuk atomisasi yang akurat pada viskositas yang berbedadan agitator yang memanjang dari satu titik putar ke bagian tengah. Tiaptiap fungsi dikendalikan secara terpisah untuk kendali proses yang maksimum. Dalam pengoperasian, material biasanya diisikan persen dari hingga 50 hingga 60

kapasitas blender. Blender berguling, dan material yang ada di

dalam mulai menyebar. Area transisi pada daerah diantara dua kerucut mencegah material meluncur pada dinding bagian dalam dan malahan menyebabkan

material tersebut tercampur sendiri. Alat ini menyediakan pencampuran yang baik dengan hanya shear yang tipis.Pada 50 hingga 60 persen tingkat pengisian, blender ini biasanya mencapai sebuah campuran dalam 5 hingga 10 menit dengan

homogenitas 95 persen atau lebih baik. Tetapi pada sembarang pengisian antara 35 dan 75 persen (atau pada titik pusat blender), blender ini akhirnya akan mencapai campuran yang dapat diterima (Untuk sebuah batch mixer, tingkat pengisian menentukan kapasitas batch). Blender halus. material ini ideal digunakan untuk serbuk yang lembut atau granul

Pada tingkat pengisian 50 persen atau lebih, agitator dapat memecah teraglomerasi secara biasa selama proses pencampuran. Area

transisi yang halus pada bagian pusat juga menyederhanakan

proses pembersihan

karena tidak ada area yang menyebabkan material terjebak dan menyebabkan kontaminasi silang antar batch. Sebuah varian dari double cone blender standar adalah Off-Set Rota-Cone Blender mempergunakan dasar geometri yang sama seperti Rota-Cone tetapi

dengan titik pusat merosot untuk memastikan bahwa sepanjang dinding bergerak dari dinding alat untuk memberikan efek pergerakan angka 8 selama alat berguling yang menyebabkan sedikit lebih banyak tingkat pengisiannya dibanding dalam desain standar Rota-Cone. Fitur-fitur yang lain sama seperti Rota-Cone standar.

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing V-shaped blender.

Rota-Vee

Blender

hampir

sama dengan unit

double-cone tetapi

terdiri dari dua pipa berdiameter besar yang dipotong dengan sudut 60 derajat dan disambung untuk membentuk V. Tempat masuk bahan biasanya terletak di atas pada masing-masing kaki dari V, sebuah tempat keluar bahan terletak di bawah pada titik V dimana terjadi perpindahan dari aliran elliptical menjadi cylindrical (circular). Unit ini juga terpasang pada titik putar agar dapatberguling dan dapat diperlengkapi dengan jalur spray untuk cairan tambahan dan sebuahagitator untuk memecah gumpalan, setiap pengoperasian dari titik putar ke

dalam unti. Aksespembersihan melalui kedua tempat pemasukan. Dalam pengoperasiannya, bahan dimasukkan biasanya hingga

mencapai tingkat pemasukan50-60 persen dari kapasitas blender. Alat ini berguling seperti double-cone blender, tapi sifat pencampuran berbeda karena

benntuk dari unitnya. Seperti blender bentuk V berguling, bahan secara kontinyu terpisah dan menjadi satu kembali. Proses pencampuran mencapai 5 hingga15 menit dengan homogenitas 95 persen atau lebih baik mesin pencampur ini cocok digunakan pada kebanyakan serbuk dan biasa digunakan difarmasi, tetapi mixer ini kurang cocok digunakan untuk serbuk yang sangat halus ataupungranul. Pembersihan antar proses membutuhkan waktu yang lebih lama di banding double-cone unit (Gardjito, 2010).

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing 2.2.2 HF Series Square-Cone Mixing Machine

Mesin HF series square-cone mixing adalah mixer baru yang digunakan secara luas dalamfarmasi, kimia metalurgi, pangan, dan industri pakan. Mesin ini dapat berfungsi baik dalamproses pencampuran serbuk atau granul sehingga bahan yang dihasilkan dapat tercampurdengan baik.

Prinsip Kerja : Bahan material dimasukkan melalui bagian berbentuk

persegi empat. Sumbu yang simetris dari Hopper dan sumbu dari perputaran membentuk sudut, material dengan komposisi yangberbeda dengan kuat

berputar terus menerus dan menghasilkan high shear untuk mendapatkan efek terbaik dari proses pencampuran.

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing Fitur: Keseluruhan mesin menampilkan tanpa sudut, struktur yang kompak, tampilan yangbagus, dan mencapai homogenitas 99% dan mencapai koefisien 0.8 untuk pengisian. Tinggi rotasi rendah, halus, stabil dan mudah dioperasikan.

2.2.3

HZD Automatic Lifting Barrel Mixer HZD Automatic Barrel Mixer adalah mesin pencampur yang sangat efisien

dan hemat tenagayang digunakan untuk mencampur serbuk dengan serbuk dengan konstituen yang berbeda,serbuk kering dan butiran, butiran

dengan butiran dalam industri farmasi. Mixer ini jugadigunakan dalam industri lampu dan industri kimia. Prinsip Kerja: Bahan-bahan yang akan dicampur dimasukkan ke dalam barrel bertutup dengan bentuk khusus, barrel tersebut lalu dipasang pada mesin pencampuran dengan menggunakan suatu alat pengangkat khusus. Setelah barrel diangkat

hingga posisi tinggi tertentu, barrel ditempelkan dan dikunci. Mesin pencampuran mulai untuk berputar pada suatu kecepatan dibawah 50% dari kecepatan kritis menurut parameter-parameter teknologi saat ini, bahan-bahan dengan unsur-unsur

yang berbeda menghasilkan gerakan ruang 3-dimensional dalam bentuk khusus yang menghasilkan efek mixing yang optimal.

Fitur: Efek pencampuran baik, dengan homogenitas lebih tinggi dari 99%. Koefisien beban 85%. Barrel pencampuran dengan bentuk yang khusus dapat digunakan sebagai suatu barreldalam prosedur proses hulu, dan prosedur ini dapat juga digunakan sebagai barrel dalamproses berguna hilir tanpa pengeluaran menghindari material setelah

pencampuran, yang

polusi dari lingkungan

produksi selama proses dan mencegah polusi silang pada pabrikobat.

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing Setelah pencampuran bahan-bahan, barrel pencampuran dapat diturunkan

dari mesin pencampuran, dan barrel pencampuran yang lain yang berisi bahanbahan dapat dipasang untuk proses pencampuran

berikutnya, hal ini dapat meningkatkan rasiomanfaat mesin pencampuran. Barrel pencampuran yang secara khusus dirancang tidak memiliki sudut-sudut mati, dinding bagian dalam dengan sempurna dipolish, ketika bahan-bahan dikeluarkan, klepitu dibuka dan bahan-bahan itu akan dengan

lembut dikeluarkan

karena

gaya gravitasi, jadi mesin ini

mempunyai kelebihan antar lain pengeluaran bahan yang gampang, tanparesid u, tidak ada polusi lingkungan, dan pembersihan yang mudah. (Kunstanti, 2012)

2.2.4

SYH Series Three Dimensional Mixing Machine

Barrel pencampuran dari mesin ini bergerak ke semua arah. Untuk bahanbahan, tidak ada fungsi sentrifugal, tanpa pemisahan bobot jenis dan divisi lapisan. Tingkat pencampuran dapatmencapai 100%. Saat ini mesin ini adalah produk yang diinginkan dalam berbagai proses pencampuran. Tingkat pengisian material

pada barrel ini besar. Tingkat maksimum pengisia ndapat mencapai 90% (kebanyakan mixer ini hanya mempunyai tingkat pengisian sebesar 40%). Alat

mempunyai efisiensi tinggi dan waktu pencampuran yang singkat. Barrel

ini menggunakan hubungan kurva.

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing Barrel ini telah melewati perlakuan polish yang baik. Mesin ini digunakan untuk mencampur bentuk serbuk dan butiran dengan keseragamantinggi dalam farmasi, kimia, makanan, industri lampu, elektronik, mekanikal,

metalurgi,industri militer dan institut ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya Fitur: Barrel untuk menampung bahan-bahan digerakkan oleh poros penggerak. Tubuh barrel mengalami tingkat gerakan yang berulang, rotasi, memutar dan pergerakan kompleks lainnya sehingga bahan-bahan akan mengalami pergerakan 3

dimensi dan pergerakan kompleks sepanjang barrel supaya memenuhi berbagai pergerakan dari bahan. Melalui penghamburan, penyatuan, dan penambahan bahan lain, tujuan untuk mencapai keseragaman dapat dicapai. (Kunstanti, 2012)

2.2.5

Ribbon Mixer

Ribbon mixer adalah alat pencampur dasar dalam industri. Biasanya terdiri dari casing yang berbentuk kotak terbuka (biasanya 2 3 kali lebih panjang daripada lebarnya) dengan bagianbawah berbentuk semicircular,

dilengkapi dengan poros horisontal tempat terpasangnya ribbon blades,paddles atau helical screws dengan jangkauan lengan sangat dekat dengan dinding

untuk meminimalisasi bagian yang tak tersentuh pisau. Bentuk paling efektif dari pisau ribbon ini adalah double spiral dimana pisau bagian luar menggerakkan bahan dalamsatu arah dan pisau bagian dalam bergerak ke arah sebaliknya.

Hal ini menyebabkan aliran yang axial dan mencegah penumpukan bahan yang dipindahkan selama rotasi yang dapat membuat waktu pencampuran yang lebih lama.

10

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing Tidak dapat digunakan dengan kapasitas yang berlebihan karena pisau tidak akan bekerja efektif dan bahan tidak tercampur dengan baik Ribbon mixer biasanya dioperasikan pada suhu kamar tetapi alat ini dapat juga dilapisi uappanas (pada tekanan atmosfir) atau air pendingin. Meskipun ribbon mixer relatif memiliki bentuk yang sama ada banyak pilihan modifikasi dan desain komersial tergantung dari karakteristik bahan, kebutuhan produksi (ukuran batch dan kondisi kerja) karakteristik mesins eperti fasilitas pemasukan

bahan dan pengeluaran bahan. Perawatan Ribbon mixer Dalam ribbon mixer, serbuk dicampur secara horisontal dan vertikal. Proses pemasukan bahan dapat menjadi sangat berdebu. Bagaimanapun juga selama prose pencampuran, mixer ini di tutup yang dapat berfungsi untuk membatasi

jumlah debu yang tersebar ke lingkungan. Masalah yang paling utama pada ribbon mixer adalah adanya "dead-spot" atau daerah yangterletak pada lubang pengeluaran mixer ini. Sebagai kompensasi dari hal ini, para pemakai harus memasukkan kembali serbuk yang berada pada daerah ini ke proses pencampuran. Sesungguhnya, seharusnya ada pengarahan yang cukup dan spesifik untuk menjamin langkah kritis ini dilakukan. Perhatian lain untuk mixer ini adalah minimnya pencampuran pada bagian bawah dari alat ini serta permukaan dinding akibat dari jangkauan pisau.

Tingkat penempatan serbuk pada mixer ini biasanya pada bagian terluar dari pisau bagian atas. Seperti halnya mixer-mixer yang lain, tidak dianjurkan untuk mengisi mixer terlalu penuh. Masalah horisontal masuk pembersihan, tertutama kemixer, jika sekali pada bagian dimana palang

pabrik pengguna

tidak membongkar dan

membersihkan seal dan packing antarbatch, mereka seharusnya mempunyai dat yang menunjukkan tidak adanya kontaminan asingdi setiap penggantian batch dengan produk yang berbeda Pemakaian Ribbon Mixer di PT. Kino PT. Kinosentra Industrindo dalam proses pencampuran minuman serbuknya menggunakan Ribbon Mixer dengan masing-masing kapasitas 120 kg dan 300 kg.

11

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing Proses mixing mempunyai waktu di atas 1 hingga 3 mengenai dead menit zone, untuk setiap pada ribbon

batchnya. Seperti penjelasan

mixer yang dimiliki PT. Kino juga terdapat bagian itu, yaitu pada sedikit bagian bawah dan pada bagian lubang pengeluaran. Untuk mengatasi masalah bahan

ini, biasanya setelah proses pencampuran berjalan kurang lebih 30 detik,

dikeluarkankira-kira setengah ember kapasitas 15 kg kemudian dimasukkan kembali ke dalam mixer (Kunstanti, 2012).

2.2.6

Paddle Mixer

Paddle mixer adalah mesin mixer dengan efisiensi tinggi yang bekerja cepat, pencampuran yang teliti dan seragam untuk bahan dengan perbedaan besar. Aksi scooping dan pengangkatan pencampuran dari pisau dan konfigurasi dan criss cross mixing dengan

menyebabkan

yang akurat

homogen,

bahkan

perbedaan bulk density bahan yang signifikan. Desain pedal memastikan pengeluaran bahan yangefektif. Konstruksi mixer yang kokoh menyebabkan mixer ini tahan lama. Fitur: Pencampuran 10 kali lebih cepat menyebabkan peningkatan kapasitas produksi. Proses pencampuran yang halus menyebabkan tingkat degradasi produk

yangminimal. Sangat cocok untuk produk yang rapuh dan abrasif. Aksi pencampuran menyebabkan batch yang homogen. Pencampuran partial batch sama seperti full batch Sangat cocok untuk manual atau spray bar cairan tambahan selama

prosespencampuran.

12

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing Mencampur serbuk dengan granul pada satu batch secara efisien Tips memilih Batch mixer: Ketika memilih sebuah batch mixer untuk suatu keperluan dapat dipertimbangkan hal-hal dibawah ini: Bagaimana distribusi ukuran partikael serta konsistensi bahan kaitannya dengan pergerakan bahan selama proses pencampuran. seberapa besar variasi

dalam homogenitas produk hasil mixer yang dapat diterima. Variasi apa dalam ukuran batch yang dapat ditangani suatu mixer. Apakah proses mixer membutuhkan cairan tambahan atau tidak. Apakah proses pencampuran membutuhkan agitasi, shear atau delumping Seberapa luas tempat yang dibutuhkan untuk alat mixer dan perlengkapannya. Peralatan apa yang dibutuhkan untuk handling sebelum dan sesudah mixer.

(Kunstanti, 2012)

13

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing

BAB III APLIKASI PROSES MIXING DALAM INDUSTRI


Sistem Automasi Proses Produksi Minuman Dengan Sistem SCADA Menggunakan PLC

Dunia industri membutuhkan suatu proses produksi yang dapat dioperasikan secara berurutan dari proses yang satu ke proses yang lain tanpa harus memakai tenaga manusia yang banyak. Untuk masalah itu, dibutuhkan sistem automasi yang dapat dijalankan dan dioperasikan dari satu pusat. SCADA dengan menggunakan PLC banyak dipakai dalam proses industri karena mampu menjawab semua masalah dalam mengontrol aplikasi industri secara otomatis. Automatisasi sistem produksi minuman dilakukan dengan menerapkan teknologi SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Sistem ini memungkinkan seorang operator/engineer untuk melakukan Monitoring dan juga Controlling sebuah proses pembuatan minuman/ sirup melalui sebuah unit control (PLC) yang terhubung pada jaringan Komputer PC. Dalam sistem SCADA ini desain difokuskan pada pembuatan simulator pembuatan minuman, pengaturan putaran pompa untuk mengontrol debet dari pompa, selain itu ada fasilitas tambahan yaitu sebagai penggunaan PLC sebagai unit Control yang ditempatkan pada simulator dan koneksi PLC dan PC untuk penerapan Visualisasi SCADA. Pengontrolan dengan SCADA dilakukan dengan memanfaatkann Software Intouch 7. yang dapat mem-visualisasikan proses pembuatan minuman di lapangan dengan menghubungkan PC dengan PLC, Inverter, pompa, sensor dan peralatan lainnya. SCADA mengontrol pompa dan valve yang dipergunakan dalam sistem ini walaupun Operator tidak berada pada lokasi pompa dan valve. Hal ini dimungkinkan dengan penerapan logika dalam PLC dan menggunakan serial port pada Komputer sebagai perantara antara software SCADA yang dibuat oleh manusia untuk mengambil data-data teknis yang ada pada divais (seperti volume, tegangan, arus, dll pada kondisi real time) yang dimonitor oleh PC.

14

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing Desain Proses Produksi Minuman Desain proses produksi minuman ini membutuhkan 5 buah Tangki, 3 buah Pompa, 1 buah Motor mixer, 1 buah Heater dan asesoris (pipa, klem, dll). Di samping itu tentunya dibutuhkan 1 unit PLC C-200HS dan software SCADA Intouch. Dibawah ini adalah gambar kerangka alat yang akan digunakan pada pembuatan automasi proses produksi minuman.

Gambar 3.1 Kerangka Alat Produksi Minuman (Felix, dkk., 2004)

15

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing


Penjelasan tentang Mixer

Motor yang dipakai sebagai mixer mempunyai empat pasang kutub. Untuk mengatur putaran motor AC diperlukan inverter yang dapat diatur kecepatannya dengan PLC. Pada penelitian ini digunakan Inverter dengan spesifikasi sebagai berikut: FVR 0.75 E9S 7 JE 1 110-220 V 50/60Hz 1,9 KVA 5 A 0.2-400 Hz Ser no. 61001T1 Dibawah ini adalah gambar dari terminal rangkaian kontrol pada inverter yang dioperasikan penggunaannya melalui PLC.

Gambar 3.2 Rangkaian Kontrol Terminal Inverter [2] (Felix, dkk., 2004)

Sebelum inverter tersebut disambungkan ke PLC, maka bagian yang akan disambungkan tersebut diatur untuk menjalankan motor pada frekuensi tertentu. Sehingga begitu PLC memberikan sinyal pada bagian inverter, maka inverter akan beroperasi secara otomatis. Inverter sendiri tetap mendapatkan suplai listrik 220 V AC, sedangkan motor tiga phasa tersebut mendapatkan suplai listrik dari inverter. Berikut ini adalah gambar bagan pengoperasian mixer.

16

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing

Gambar 3.3 Bagan Pengoperasian Mixer (Felix, dkk., 2004)

Dengan menggunkan motor HP dapat dicari torsi motor (Tm) yang digunakan dengan menggunakan rumus dibawah ini : N Tm = 9550. P (10) dimana P : daya motor (kW), dan N : putaran motor (rpm). Penjelasan tentang sistematika proses produksi minuman dapat dijelaskan seperti urutan di bawah ini : 1) Pompa satu akan mengisi tangki satu sampai penuh. 2) Setelah tangki satu penuh, maka pompa dua akan mengambil air dan mengisinya pada tangki dua sampai penuh. 3) Setelah itu valve satu dan valve dua akan membuka bersamaan dan mengisi ke bagian tangki tiga. 4) Proses mixing akan terjadi setelah tangki ketiga penuh dari campuran tangki satu dan tangki dua. 5) Hasil dari proses mixing akan dibawa ke tangki empat oleh pompa tiga, tetapi proses ini tidak akan berjalan sebelum isi pada tangki empat kosong. 6) Setelah tangki empat terisi penuh, maka akan dilanjutkan dengan proses heater. 7) Setelah proses heater selesai, solenoid valve empat dihubungkan dengan tombol untuk mengeluarkan minuman dari tangki empat. Dimana tombol ini digerakkan secara manual dengan pengeluaran cairan yang diatur oleh timer PLC.

17

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing

18

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing

Gambar 3.4 Flowchart dari Plan Produksi Minuman (Felix dkk, 2004)

19

Mekanika Fluida dan Partikel Mixing

DAFTAR PUSTAKA
Felix Pasila, Stephanus A. Ananda, Nelson Kusuma Rahardja. 2004. Sistem Automasi Proses Produksi Minuman Dengan Sistem SCADA Menggunakan PLC. Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Elektro, Universitas

Kristen Petra. http://puslit.petra.ac.id/journals. Diakses pada : 26 September 2013. Gardjito, Immanuel. 2010. Dry Diakses pada Mixing. : 26

http://www.academia.edu/3359270/Dry_mixing. September 2013. Hilmawan, Ardi. 2011. Mixing.

http://www.myspace.com/566876251/blog

Diakses pada : 27 September 2013. Kustanti, Ika. 2012. Otomatisasi Proses Mixing Pada Susu Pasteurisasi. http://maulana.lecture.ub.ac.id/files/2012/12/Mixer-Ika-Kustanti.pdf. Diakses pada : 27 September 2013. Lubis, Ahmad Husni. 2012. Pencampuran Bahan Kimia (MIXING PROCESS). http://ahmadhusnilubis.blogspot.com/2012/02/pencampuran-bahan-kimiamixing-process.html. Diakses pada : 27 September 2013. Rizkiana, Wening dan Putra, Ari Permana. 2012. Mixing Equipment. Bogor : Institut Pertanian Bogor. Diakses : 27 September 2013.

20