Anda di halaman 1dari 1

PadaMu... aku berserah diri | ayub.

khan@kaskus Diantara bait-bait syair sang pujangga Diantara bisikan angin didedaunan Diantara tarian ilalang di tengah padang. Menelusup dalam sukmaku namaMu yang agung. Dalam mabuknya sang darwis. Disetiap butiran tasbih sang sufi. Ketika cinta menyeret adawwiyah dalam diri sang khalik. Terpancar cinta murni. Aku bukan hakim. Aku bukan pewarta. Aku bukan penguasa Aku bukan apa-apa. Dengan namaMu, dengan cintaMu aku mencintai manusia. Dengan namaMu, dengan cintaMu aku menyayangi saudaraku. Bersama kata-kata,angin, dedaunan dan ilalang aku tersungkur didepanMu, menyerah kan seluruh sukmaku. Bersama ekstase sang darwis, bersama butiran tasbih sang sufi, dengan semangat cinta Adawwiyah. Kusatukan diriku melebur bersama cintaMu. Ku bersimpuh di depan arasyMu menyerahkan seluruh sukmaku. Inna shalati, wanusuki, wamahyaya, wamamati lillahi raabil 'alamin. Sabang, Bandung 10 Oktober 2009