Anda di halaman 1dari 1

Puisi yang masih mencintaimu (kepada kau yang entah dimana) | AbdChaniago@kaskus Pernahkah kau tahu ?

Ini adalah file yang sama tempat mimpi mimpi tentangmu pernah sangat menyentuh Ini adalah waktu yang selalu terlalu larut untuk melukis garis garis wajahmu (de ngan hati hati) untuk kujadikan mimpi yang mungkin bisa kusetubuhi sampai pagi Begitu larut meski untuk sebuah puisi Sebuah musim dapat sekenanya berganti Dan ini semua seperti hal hal yang tak pernah dinamai Begitu misteri Di tengah malam yang bisu sekelebat bayangmu mengganggu Kupaksakan menulis sajak mengantar kau berlalu Mantra mantra pengusir rasa Yang entah mantra atau sonata atau entah apa namanya Kepada kau yang entah dimana Kepada kau yang entah dimana Kepada kau yang entah dimana Kepada kau yang entah dimana Pagi nanti bangunlah segera bersama langit redup dan bintang bintang yang pamit pergi Alam raya bawakan kencana Lihat matahari, refleksinya begitu lugu di bola matamu yang masih sayu Disana ada sebuah puisi yang kutulis untukmu bertahun lalu Rasakan embun embun muda Disana pernah ada ungkapan dalam sebuah prosa tentang gincumu yang agak jingga Tunggulah siang datang Terik kan memaksamu buka baju sampai telanjang Disana pernah ada murka yang kupiara saat tangismu menggema penuhi sajak di bait pertama saat sajak lainnya memperkosamu Sabarlah sampai senja Sampai temaram selimuti lengang langit bersemedi Disana ada merah merona dan sunyi Dan kicau burung pulang ke sarang yang kunamai dengan namamu dalam sebuah puisi Tunggulah malam ini di bulannya ada sebuah mantra atau sonata atau entah apa namanya yang kan mengantarmu pulas Dari memori yang tak pernah kau ingat dengan lekas