Anda di halaman 1dari 10

MARTHA E. ROGERS BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Teori-teori keperawatan berpengaruh secara signifikan dalam memperbaiki praktek keperawatan, melalui riset keperawatan, dan praktik keperawatan memberikan fenomena yang perlu dilakukan riset untuk dapat memperkokoh teori keperawatan. Teori-teori keperawatan yang disusun secara jelas meningkatkan pemahaman terhadap fenomena keperawatan yang ada dan mengarahkan perkembangan ilmiah dari ilmu dan praktek keperawatan itu sendiri. Teori keperawatan berkembang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan pemikiran dan ide-ide yang dituangkan ahli keperawatan berdasarkan filosofi, paradigma, serta latar belakang pendidikan dan kehidupan para ahli tersebut, sehingga masing-masing teori mempunyai perbedaan asumsi terhadap praktek keperawatan. Akan tetapi pada dasarnya semua teori keperawatan yang ada mempunyai apresiasi yang sama yaitu terhadap proses pemberian asuhan keperawatan, dimana klien diberikan kesempatan dan ruang untuk dapat berkembang secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya selama rentang kehidupan. Penerapan teori keperawatan dalam praktek layanan keperawatan memberikan dasar kerja dan memberikan kerangka kerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Teori keperawatan sekarang ini sedang berkembang pesat untuk menjadi sebuah sain keperawatan mulai dari teori pada ranah filosofi, grand theory, middle range theory maupun practice theory, dalam makalah ini akan dibahas tentang grand theory Menurut McEwen !ills "#$$%& yang termasuk dalam grand theory adalah Myra E. 'e(ine) The Conservation Model, Martha E. *oger) Unitary of Human Being, +orothea E. ,rem) Self Care Deficit Theory of Nursing, -mogene .ing) Interacting System rame!or" and Middle #ange Theory of $oal %ttainment, /etty 0euman) System Model, 1ister 2alista *oy) %daptation Model, +orothy E. 3ohnson) Behavior Syastem Model, Anne /oykin 1a(ina ,.1.) Nursing as Caring & % Model for Transforming 'ractice, 1alah satu teori keperawatan yang dapat di terapkan oleh perawat dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien adalah teori dari Martha E. *ogers tentang (Unitary Human Beings). Menurut *oger dalam teorinya berpendapat bahwa manusia merupakan

indi(idu yang holistik, saling memberikan timbal balik dengan indi(idu yang lain dan lingkungan disekitarnya. *ogers, memandang keempat konsep dalam paradigma keperawatan yang terdiri dari manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Perawat sebagai pemberi layanan keperawatan seyogyanya mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, disesuaikan dengan situasi dan kondisi indi(idu yang dirawat maupun lingkungan yang mempengaruhi indi(idu tersebut. Perawat harus mempunyai landasan teori keperawatan yang memadai agar dapat memilih dan menerapkan teori yang tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan di -nstansi pelayanan kesehatan. /erdasarkan hal tersebut, maka kelompok akan menganalisa dan membahas teori *ogers dan penerapannya agar perawat dapat menggunakan suatu kerangka kerja dalam asuhan keperawatan kepada pasien berdasarkan teori ini, ,leh karena itu Teori Martha E. *ogers serta penerapannya di lapangan sangat diperlukan dibahas dan disajikan, sehingga pada akhirnya perawat diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan berdasarkan pada suatu teori keperawatan. 1.2 Ruang Lingkup Penuli an *uang lingkup penulisan dalam makalah ini yaitu membahas tentang aplikasi model teori keperawatan 4Martha Eli5abeth *oger6. 1.!.Tu"uan 7.8.7. Tujuan 9mum Menganalisa dan membahas teori *ogers dan penerapannya agar perawat dapat menggunakan suatu kerangka kerja dalam asuhan keperawatan kepada pasien berdasarkan teori ini, 7.8.#. Tujuan .husus Tujuan khusus dari penulisan makalah adalah) a. Menganalisa teori model konseptual keperawatan Martha E. *oger 6 The Unitary Human Being 6. b. Membahas asumsi theorists terhadap konsep-konsep sentral disiplin ilmu keperawatan. c. Memaparkan hubungan konsep *ogers sesuai masa dan orientasi theorist. d. Menggunakan teori *ogers sebagai pendekatan aplikatif dalam asuhan keperawatan.

BAB II TEORI #EPERA$ATAN 2.1. Biografi Martha E. Rogers Martha E. *ogers dilahirkan pada tanggal 7# Mei tahun 7:7; di +alas Te<as, tertua dari ; bersaudara pasangan /ruce Taylor *ogers dan 'ucy Mulholland tajam rogers. +ia menerima gelar diploma keperawatan dari sekolah rumah sakit .no<(ille pada tahun 7:8%. Pada tahun 7:8= ia menerima gelar /.1. dari george peabody perguruan tinggi di nash(ille, tennessee."Tomey Alligood, 7::>&. 1etelah aktif sebagai perawat kesehatan dia melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, sampai mendapatkan gelar doktor dari uni(ersitas 3ohns ?opkins di /altimore. Menduduki posisi staf dalam keperawatan kesehatan masyarakat, serta membentuk pelayanan perawat pertama di Ari5ona, kemudian ia pindah ke perguruan tinggi sebagai dosen tamu dan bergabung dengan asosiasi penelitian selama #7 tahun. *ogers adalah Profesor dan .epala +i(isi Perawat Pendidikan di 9ni(ersitas 0ew @ork sampai tahun 7:A;, disini *oger focus mengajar, memformulasi dan mengelaborasi teorinya. +ia meninggal pada 78 Maret 7::;, pada umur =:. "?ector, 7:>: dalam McEwen !ills, #$77&. 2.2. Konsep Teori Martha E. Rogers +asar teori *ogers adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi, sosiologi, agama, filosofi, perkembangan sejarah dan mitologi. Teori *ogers berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. -lmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari manusia, alam dan perkembangan manusia secara langsung. "Tomey Alligood, 7::>&. .eperawatan adalah ilmu humanistiBhumanitarian yang menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip - prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis. -lmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan yang mempelajari tentang alam dan hubungannya dengan perkembangan manusia. *ogers mengungkapkan bahwa akti(itas yang di dasari prinsip - prinsip kreatifitas, seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan merupakan kegiatan yang bersumber pada ilmu pengetahuan abstrak, pemikiran intelektual, dan hati nurani. *ogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan, dan teknologi. "McEwen 2.!. Asumsi teori Martha E. Rogers !ills, #$77&

*ogers dalam McEwen dari lima bagian, yaitu )

!ills, #$77, mengemukakan beberapa asumsi yang terdiri

#.8.7. Unifield !hole is greater and different than the sum of part . "kesatuan yang utuh lebih besar dan berbeda dr jumlah bagian& Manusia adalah system yang utuh yaitu merupakan keseluruhan dari proses yang utuh dari dirinya dan antara satu dan lainnya berbeda di beberapa bagian dan merupakan penjumlahan dari bagian-bagiannya.. #.8.#. Mutual e*change of matter and energy."saling tukar materi dan energi& Manusia dan lingkungan selalu berubah secara kontinyu termasuk energi keduanya. -ndi(idu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan material satu sama lain. /eberapa indi(idu mendefenisikan lingkungan sebagai faktor eksternal pada seorang indi(idu dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari semua hal. #.8.8. Unidirectionality& life process does not reverse nor repeat ."proses kehidupan tdk membalikkan atau mengulang& /ahwa proses kehidupan manusia merupakan hal yang tetap dan saling bergantung dalam satu kesatuan ruang waktu secara terus menerus. Akibatnya seorang indi(idu tidak akan pernah kembali atau menjadi seperti yang diharapkan semula. #.8.;. 'attern and organi+ation identify the human field ."pola dan organisasi mengidentifikasi bidang manusia& Pola dan organisasi mengidentifikasi perilaku pada indi(idu merupakan suatu bentuk kesatuan yang ino(atif ,-.-/- Human 0eings have a0straction, imagery, language, and thought, sensation and emotion"manusia memiliki abstrak, citra, bahasa, pikiran, sensasi dan emosi & Manusia mempunyai ciri kemampuan berfikir abstrak, membayangkan, bertutur bahasa, sensasi dan emosi. +ari seluruh bentuk kehidupan di dunia hanya manusia yang mampu berfikir dan menerima dan mempertimbangkan luasnya dunia. 'ima asumsi diatas, definisi, dan Prinsip-prinsip hemodinamik merupakan inti teori Martha E. *ogers yang merupakan bagian dari Building Bloc"s, yang terdiri dari) "Tomey Alligood, 7::>&. a. 1nergy ields "/idang Energi& /idang Energi merupakan satuan dasar kehidupan dan non kehidupan, seperti energi manusia dan energi lingkungan. /angunan ini bersifat tak terbatas terdiri dari mahluk hidup dan lingkungannya. .edua komponen ini tidak dapat dikurangi, manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya.

b. Universe of 2pen System "1istem terbuka&. .onsep ini menganggap bahwa bangunan energi bersifat tak terbatas dan terbuka, menyatu antara satu dengan yang lainnya. c. 'attern "Pola& 1ifat pola berubah secara kontinyu dan ino(atif, unik dan menyatu dengan bangunan lingkungannya sendiri. Pola yang konstan dan tidak berubah bisa menjadi suatu indikasi sakit atau penyakit. d. 'andimensionality "Empat kedimensian& Manusia yang utuh merupakan 6Empat sumber dimensi energi yang diidentifikasi oleh pola dan manisfestasi karakteristik spesifik yang menunjukkan kesatuan dan yang tidak dapat di tinjau berdasarkan bagian pembentuknya6 Empat kedimensian didefinisikan sebagai domain non linier tanpa atribut, atau mengenai ruang tanpa batas. Menurut Martha E. *oger ilmu tentang keperawatan berhubungan langsung dengan proses kehidupan manusia dan bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan kealamiahan dan hubungannya dengan perkembangan. 9ntuk memperkuat teorinya Martha E. *ogers mengkombinasikan konsep manusia seutuhnya dengan prinsip homeodinamik yang kemudian di kemukakannya. Prinsip Cprinsip hemodinamik terdiri dari tiga hal, yaitu ) a- #esonancy Prinsip ini membicarakan tentang alam dan perubahan yang terjadi antara manusia dan lingkungan. *esonansi dapat dijelaskan sebagai suatu pola-pola gelombang yang ditunjukkan dengan perubahan-perubahan dari frekuensi terendah ke frekuensi yang lebih tinggi pada gelombang perubahan. 0- Helicy Prinsip yang menyatakan bahwa keadaan alami dan hubungan manusia dengan lingkungan adalah berkesinambungan, ino(atif, ditunjukkan dengan peningkatan jenis polapola perilaku manusia dan lingkungan yang menimbulkan kesinambungan, menguntungkan, merupakan interaksi yang simultan antara manusia dan lingkungan bukan menyatakan ritmitasi. c- Integrality Adalah proses interaksi yang menguntungkan antara manusia dan lingkungannya secara berkesinambungan.

2.%. A u& i Uta&a #'n ep Sentral (ari M'(el #'n eptual Mart)a E. R'ger *ogers meletakan sekumpulan asumsi-asumsi dasar yang menggambarkan proses kehidupan manusia. Asumsi-asumsi yang merupakan kunci utama Martha E. *ogers terhadap empat konsep sentral adalah sebagai berikut ) #.;.7. .eperawatan *ogers menyatakan bahwa ilmu keperawatan adalah 9nitary ?uman /eing, yaitu manusia sebagai unit. +ia mengartikan bahwa tidak ada ilmu lain yang mempelajari manusia secara keseluruhan atau utuh. *ogers menjelaskan keperawatan sebagai profesi yang menggabungkan unsur ilmu pengetahuan dan seni. .eperawatan adalah ilmu pengetahuan humanistik yang didedikasikan untuk menghibur agar dapat menjaga dan memperbaiki kesehatan, mencegah penyakit, dan merawat serta merehabilitasi seseorang yang sakit dan cacat. Praktek professional keperawatan bersifat kreatif, imajinatif, eksis untuk melayani orang, hal tersebut berakar dalam keputusan intelektual, pengetahuan abstrak dan perasaan mahkluk. "*ogers,7::# dalam Meleis #$$=&. #.;.#. .esehatan -stilah kesehatan digunakan sebagai terminologi nilai yang ditentukan oleh budaya atau indi(idu. .esehatan dan penyakit merupakan manifestasi pola dan diangap menunjukkan pola perilaku yang nilainya tinggi dan rendah. *ogers memandang konsep sehat-sakit sebagai suatu ekspresi dari interaksi manusia dengan lingkungannya dalam proses yang mendasar "Dit5patrick dan !hall, 7:>%&. #.;.8. 'ingkungan, 'ingkungan sebagai empat bangunan energi yang tidak dapat direduksi yang diidentifikasi dengan pola dan manifestasi karakteristik yang spesifik. 'ingkungan mencakup segala sesuatu yang berada diluar yang diberikan oleh bangunan manusia. "Meleis #$$=& #.;.;. Manusia Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh dan memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Proses kehidupan manusia dinamis selalu berinteraksi dengan lingkungan, saling mempengaruhi dan dipengaruhi atau sebagai system terbuka. *ogers juga mengkonsepkan manusia sebagai unit yang mampu berpartisipasi secara kreatif dalam perubahan. "Meleis, #$$=&.

2.* #EGUNAAN PRINSIP ROGERS DALAM PROSES #EPERA$ATAN

3ika profesi keperawatan dipandang sebagai kepedulian pada umat manusia, prinsipprinsip homeodynamics memberikan pedoman untuk memprediksi sifat dan arah perkembangan indi(idu sebagai respon terhadap masalah kesehatan. +iharapkan, praktik keperawatan profesional kemudian akan meningkatkan dinamika integrasi manusia dan lingkungannya, untuk memperkuat hubungan dan integritas bidang manusia, dan untuk mengarahkan pola dari bidang manusia dan lingkungan untuk realisasi maksimum kesehatan "*ogers, 7::#&. Tujuan ini akan tercermin dalam proses keperawatan. 9ntuk berhasil menggunakan prinsip-prinsip homeodinamik, diperlukan pertimbangan perawat dan melibatkan perawat dan klien dalam proses keperawatan. 3ika sesuatu atau seseorang di luar indi(idu adalah bagian dari lingkungan, maka perawat akan menjadi bagian dari lingkungan klien. Maka tersirat bahwa klien berpartisipasi, serta bersedia maju dalam proses keperawatan. Akibatnya, hasil keperawatan mandiri, yang *ogers "7::#&, mempertahankan diperlukan jika klien berusaha mencapai potensi maksimal dengan cara yang positif. .eperawatan, adalah 0e"er3a dengan klien, bukan "epada atau untu" klien. .eterlibatan ini dalam proses keperawatan oleh perawat menunjukkan kepedulian terhadap semua orang bukan dari satu aspek, satu masalah, atau segmen terbatas pemenuhan kebutuhan. +alam tahap keperawatan, semua fakta dan opini tentang klien dan lingkungan dikumpulkan. .arena keterbatasan kita dalam mengukur dan alat pengumpulan data, informasi yang dikumpulkan sesering mungkin dari suatu pemisahan diri atau bagian lainnya. 0amun, untuk melaksanakan pedoman, analisis data harus dalam keadaan yang mencerminkan keutuhan, yang mungkin dicapai dengan menanyakan beberapa pertanyaan dan mendapat respon dari data yang ada. Pertanyaan seri pertama mencerminkan prinsip -ntegrasi. 1eri berikutnya akan mencerminkan prinsip resonancy. 1eri terakhir dari pertanyaan akan dipengaruhi oleh prinsip helicy. 9ntuk mencerminkan pola gagasan, terkadang akan ditambahkan beberapa pertanyaan untuk prinsip helicy sebagai pertimbangan. ?arus diingat bahwa tanggapan klien merupakan cerminan suatu titik tertentu dalam ruang-waktu. Akibatnya, pola yang diidentifikasi ini tidak statis tetapi terus berubah, mencerminkan perubahan waktu dan menambahkan pengalaman masa lalu. /ukan berarti pertanyaan-pertanyaan ini memuat semua, tetapi menggunakan mereka sebagai referensi akan membantu memberikan perawat dengan melihat klien seutuhnya. -ni akan mengidentifikasi perbedaan indi(idu dan pola pertukaran bagian-bagian secara berurutan dalam proses kehidupan. Penilaian keperawatan

adalah penilaian dari seluruh keadaan manusia dan bukan penilaian yang hanya berdasarkan fisik atau status mental. -ni merupakan penilaian potensi sehat dan sehat secara mandiri dan bukan penilaian dari suatu penyakit atau proses penyakit. ?asilnya ialah bahwa kemandirian memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan penyakitnya. 1ebagai hasil dari penilaian keperawatan, ditarik kesimpulan tentang kemandirian. .esimpulannya adalah diagnosis keperawatan, langkah kedua dalam proses keperawatan, dan itu mencerminkan prinsip-prinsip homeodynamik. -rama, pola, keanekaragaman, interaksi, dan (ariasi proses kehidupan terlihat dengan jelas. +iagnosis keperawatan bertujuan untuk mengetahui pola pertukaran bagian-bagian tersebut dalam proses kehidupan yang mencakup hubungan manusia-lingkungan "*oger, 7:=$&. Meskipun tidak sempurna, diagnosa keperawatan berdasarkan pola kesehatan fungsional Eordon memiliki potensi yang lebih besar kegunaannya dengan kerangka *oger karena cenderung mencerminkan pandangan yang lebih tentang keutuhan indi(idu. Mengingat bersifat statis dan kehilangan tradisi sepanjang diagnosa, sehingga penggunaannya dalam sistem abstrak dinamis bahkan mungkin tidak tepat "1mith, 7:>>&. +engan membuat diagnosis keperawatan, mengarahkan perawat memberikan asuhan keperawatan. Dokus pada perkembanagn yang membutuhkan implementasi dalam lingkungan maupun di dalam indi(idu. +iharapkan bahwa perubahan yang satu ini akan terkait dengan perubahan simultan lainnya. .arena integrasi indi(idu dengan lingkungan, masalah kesehatan tidak dapat dipisahkan dari penyakit sosial di dunia. ,leh karena itu, masalah ini tidak bisa ditangani dengan efektif dengan cara yang umumnya diterima secara umum, transisi, tindakan penyakit berorientasi "*ogers, 7::#&. +ibutuhkan daya imajinasi dan kreatifitas. *esonansi mensyaratkan bahwa rencana keperawatan diarahkan untuk mendukung atau memodifikasi (ariasi proses kehidupan seluruh manusia. karena proses kehidupan manusia merupakan fenomena searah, sehingga tidak bisa mengembalikan indi(idu ke tingkat mantan keberadaan, melainkan, perawat membantu indi(idu bergerak maju ke tingkat yang lebih tinggi lebih beragam eksistensi. Program keperawatan di bidang helicy membutuhkan penerimaan perbedaan indi(idu sebagai ungkapan munculnya e(olusi, untuk mendukung atau memodifikasi irama dan tujuan hidup. 9ntuk melakukan ini membutuhkan partisipasi dan aktif dari klien dalam asuhan keperawatannya. .esehatan tidak hanya tercapai dengan mempromosikan homeostasis dan keseimbangan, melainkan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dinamika dan keragaman dalam indi(idu

+. #ele&a)an R'ger tentang )'&e'(ina&ik !alaupun prinsip-prinsip homeodinamik konsisten dengan tujuan uni(ersal, ada keterbatasan utama pelaksanaan prinsip-prinsip uni(ersal. /anyak orang mengalami kesulitan untuk memahami prinsip-prinsipnya. Meskipun asumsi dasar yang diberikan dan prinsipprinsip yang ditetapkan, dioperasionalkan untuk sistem tetap abstrak. Persyaratan belum cukup untuk menyediakan pemahaman yang jelas. .esulitan definisi

pengoperasian konsep serta membawa keabstrakan konsep dan hubungan ke tingkat empiris untuk pengujian yang mengganggu banyak ilmuwan perawat ".im, 7:>%&. +efinisi operasional diperlukan untuk pengembangan hipotesis bahwa tes konsep teoritis dan untuk pemilihan instrumen yang memadai akan mengukur konsep-konsep yang terlibat "?ardy, 7:=;&. Pada tahap dalam perkembangan ilmu keperawatan, instrumen yang cukup akan menilai manusia dalam totalitas mereka tidak ada. Tanpa instrumen tersebut, kemampuan menggunakan atau menguji sistem abstrak sepenuhnya adalah hampir tidak mungkin. 1elanjutnya, ketidakmampuan untuk cukup menggunakan atau menguji sistem yang membuat kesuksesan mengimplementasikan kesulitan keperawatan. +engan demikian, penggunaan prinsip-prinsip homeodynamics di dalamnya adalah totalitas terbatas. "Eeorge, 3ulia /.7::A)#;7& 2.*. Menggunakan prin ip,prin ip R'ger e-agai pen(ekatan aplikati. (ala& pe&-erian a u)an #epera/atan 3ika profesi keperawatan dipandang sebagai kepedulian pada umat manusia, prinsipprinsip homeodynamics memberikan pedoman untuk memprediksi sifat dan arah perkembangan indi(idu sebagai respon terhadap masalah kesehatan. .eberhasilan menggunakan prinsip-prinsip homeodinamik memerlukan pertimbangan perawat dalam melibatkan klien pada proses keperawatan. "Alligood, #$$%&. +alam tahap pengkajian keperawatan, semua fakta dan opini tentang klien dan lingkungan dikumpulkan. Pertanyaan tahap pertama mencerminkan prinsip -ntegrasi, seri berikutnya akan mencerminkan prinsip resonancy, dan tahap akhir dari pertanyaan akan dipengaruhi oleh prinsip helicy. 9ntuk mencerminkan pola gagasan, terkadang akan ditambahkan beberapa pertanyaan untuk prinsip helicy sebagai pertimbangan. 1ebagai hasil dari penilaian keperawatan, ditarik kesimpulan tentang kemandirian. .esimpulan ini merupakan diagnosis keperawatan, langkah kedua dalam proses keperawatan, dan itu mencerminkan prinsip-prinsip homeodynamik. -rama, pola, keanekaragaman, interaksi, dan (ariasi proses kehidupan terlihat dengan jelas. +iagnosis keperawatan

bertujuan untuk mengetahui pola pertukaran bagian-bagian tersebut dalam proses kehidupan yang mencakup hubungan manusia-lingkungan "*oger, 7:=$ dalam Meleis, #$$=&. *esonansi mensyaratkan bahwa rencana keperawatan diarahkan untuk mendukung atau memodifikasi (ariasi proses kehidupan seluruh manusia. karena proses kehidupan manusia merupakan fenomena searah, sehingga tidak bisa mengembalikan indi(idu ke tingkat mantan keberadaan, melainkan, perawat membantu indi(idu bergerak maju ke tingkat yang lebih tinggi lebih beragam eksistensi. Program keperawatan di bidang helicy membutuhkan penerimaan perbedaan indi(idu sebagai ungkapan munculnya e(olusi, untuk mendukung atau memodifikasi irama dan tujuan hidup. 9ntuk melakukan ini membutuhkan partisipasi aktif dari klien, kesehatan tidak dapat tercapai dengan mempromosikan homeostasis dan keseimbangan, melainkan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dinamika dan keragaman dalam indi(idu. "2hristensen,7::A& +asar teori *ogers adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi, sosiologi, agama, filosofi, perkembangan sejarah dan mitologi. Teori *ogers berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh, sehingga pengkajian didasarkan pada lima asumsi dasar dan prinsip-prinsip hemodinamik *ogers dan yang merupakan bagian dari Building Bloc"s.
http://www.galihpriambodo.com/2013/02/teori-keperawatan-martha-elizabethroger_7058.html