Anda di halaman 1dari 21

EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DALAM KURIKULUM 2013 DAN KETERKAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER

1. 2.

Waktu: 2 JP Tujuan: Menjelaskan posisi ekstrakurikuler dalam Kurikulum 2013 Menjelaskan fungsi kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum 2013 Menjelaskan konsep dasar pendidikan karakter Mengidentifikasi nilai-nilai karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan e. Menunjukkan role model nilai-nilai karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan Pendekatan dan Metode (interactive lecturing, diskusi, problem soving) Uraian Materi a. b. c. d.

3. 4.

I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan Pendidikan Nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Namun demikian, karena kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan

complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

Harapannya, kegiatan ekstrakurikuler akan mampu menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan

ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.

B. Visi, Misi dan Tujuan Visi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian peserta didik secara optimal melalui kegiatan-kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler. Sedangkan misi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah sebagai berikut: 1. Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik. 2. Menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengekspresikan dan

mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan atau berkelompok. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah: 1. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. 2. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya. C. Fungsi Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.

1. Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan. 2. Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial. 3. Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik. 4. Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui

pengembangan kapasitas. D. Jenis Kegiatan Kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk. 1. Krida; meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dan lainnya; 2. Karya ilmiah; meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya; 3. Latihan/olah bakat/prestasi; meliputi pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan lainnya; atau 4. Jenis lainnya. E. Prinsip Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.

1.

Bersifat individual, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.

2.

Bersifat pilihan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.

3.

Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.

4.

Menyenangkan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.

5.

Membangun

etos

kerja,

yakni

bahwa

kegiatan

ekstrakurikuler

dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat. 6. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.

II. Kedudukan Ekstrakurikuler dalam Kurikulum 2013


A. Sekilas Tentang Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Dengan demikian, Kurikulum 2013 mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia Sehubungan dengan hal tersebut, kurikulum 2013 memiliki

karakteristik sebagai berikut:

1. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; 2. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan

pengalaman belajar terencana di mana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; 3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta

menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; 4. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 5. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran; 6. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang

dinyatakan dalam kompetensi inti; 7. kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched)

antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). Kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Unit Kesehatan Sekolah, Palang Merah Remaja, dan yang lainnya adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial peserta didik, terutama sikap peduli. Di samping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstrakurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler.

B. Pengertian Ektrakurikuler Keagamaan 1. Pengertian Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler. 2. Pengertian Ekstrakurikuler Keagamaan Ekstrakurikuler Keagamaan adalah upaya pemantapan dan pengayaan nilai-nilai dan norma serta pengembangan kepribadian, bakat dan minat peserta didik pendidikan agama yang dilaksanakan di luar jam intrakurikuler dalam bentuk tatap muka atau non tatap muka. (Permenag Nomor 16 Tahun 2010).

C. Kedudukan Ektrakurikuler dalam Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 memberikan perhatian yang besar terhadap kegiatan ekstrakurikuler, bahkan kegiatan ekstrakurikuler diposisikan sebagai

perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan. Dalam pengembangan Kurikulum program 2013 dan kegiatan kegiatan. ekstrakurikuler Kegiatan ada dalam

ekstrakurikuler

dikelompokkan ke dalam dua kategori, yakni ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan. 1. Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD/MI) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK).

2.

Ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan yang tidak wajib diikuti, seperti: OSIS, UKS, PMR. Selain itu, ekstrakurikuler pilihan dapat juga dalam bentuk klub (kelompok) yang kegiatan ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran, misalnya klub (kelompok) keagamaan seperti group marawis, group paduan suara, group musik keagamaan, dan lain-lain. Berkenaan dengan hal tersebut, satuan pendidikan (kepala sekolah,

guru, dan tenaga kependidikan) perlu secara aktif mengidentifikasi kebutuhan dan minat peserta didik yang selanjutnya dikembangkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat positif bagi peserta didik. Ide

pengembangan suatu kegiatan ekstrakurikuler dapat pula berasal dari peserta didik atau sekelompok peserta didik.

1.

Keterkaitan Ekstrakurikuler Keagamaan dengan Pendidikan Karakter

A. Jenis Ekstrakurikuler Keagamaan Jika dibuat klasifikasi, maka jenis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan pada sekolah dasar bisa dikelmpokkan ke dalam lima hal, yaitu: pengenalan kitab suci, ibadah, kegiatan sosial, pembiasaan akhlak mulia, dan penanaman nilai sejarah keagamaan. 1. Pengenalan kitab suci Kegiatan pengenalan kitab suci dilakukan dalam rangka

peningkatan kecintaaan dan pemahaman terhadap kitab suci dari agama yang dianutnya karena di dalam kitab suci terdapat tuntunan di dalam menjalani sebuah kehidupan. Di samping itu memahami kitab suci juga merupakan upaya agar peserta didik bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Ibadah Kegiatan ibadah merupakan kegiatan ritual dilakukan oleh warga sekolah sesuai dengan agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-

hari. Kegiatan bimbingan ibadah diharapkan dapat meningkatkan mutu pelaksanaan ibadah sesuai dengan agama yang dianut. 3. Kegiatan Sosial Kegiatan sosial merupakan kegiatan yang mengarahkan siswa untuk memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya. Contoh kegiatan sosial adalah: membersihkan tempat ibadah, gotong royong/bakti sosial, kantin kejujuran, dan mengunjungi teman. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan. 4. Pembiasaan Akhlak Mulia Kegiatan ini ditujukan untuk membiasakan dan meningkatkan pengamalan siswa terhadap nilai-nilai akhlak mulia dalam pergaulan sehari-hari. Sebagai contoh: membudayakan senyum, sapa, salam, sopan, santun, saling berbagi, saling memaafkan, dan menghargai keragaman baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. 5. Penanaman Nilai Sejarah Keagamaan Kegiatan ini menekankan kepada kemampuan siswa dalam mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa bersejarah, meneladani tokoh agama yang berprestasi, mengaitkannya dengan fenomenafenomena sosial untuk melestarikan dan mengembangkan

kebudayaan/peradaban. Sebagai contoh pementasan drama, pemutaran film sejarah keagamaan, wisata rohani, dan tafakur alam.

B. Nilai-nilai Karakter Ektrakurikuler Keagamaan Berdasarkan Inpres No 1 Tahun 2010 Nilai Karakter yang di kembangkan pada kegiatan sekolah ada 18, sebagaimana tabel berikut. Tabel 1 Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa NILAI 1. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun
8

NILAI 2. Jujur

DESKRIPSI dengan pemeluk agama lain. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai habatan belajar dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari apa yang telah dimiliki Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar cara berpikir, bertindak, dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain. Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

3. Toleransi

4. Disiplin 5. Kerja Keras

6. Kreatif 7. Mandiri 8. Demokratis 9. Rasa Ingin Tahu 10. Semangat Kebangsaan 11. Cinta Tanah Air

12. Menghargai Prestasi

13. Bersahabat/ Komuniktif 14. Cinta Damai

15. Gemar Membaca 16. Peduli Lingkungan

NILAI 17. Peduli Sosial 18. Tanggungjawab

DESKRIPSI Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan Sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME

C. Tahapan Pembentukan Karakter 1. Tahap Penanaman : Dikenalkan contoh-contoh konkrit yang baik dan buruk. Jelaskan konsekuensi positif dan negatifnya. Dipantau orang tua, guru, masyarakat. Yang salah dibetulkan dengan cara baik. Hasil penanaman selalu diingatkan, dibimbing, pantau. Jangan dicela/dihina agar tumbuh dengan baik dalam hati sanubari.

2. Tahap Penumbuhan: -

3. Tahap Pengembangan: Melalui kegiatan konkrit, seperti memberikan kepercayaan melalui diskusi, permainan peran, simulasi, dan lain-lain. Dengan memerankan, seperti memberikan peran tertentu kepada peserta didik sehingga akan lebih mudah dalam internalisasi nilai sesuai potensinya. 4. Tahap Pemantapan: Diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri dalam bentuk kegiatan nyata. Bersama teman / masyarakat. Didorong untuk partisipasi aktif, bertanggung jawab dalam sikap, tindakan, dan tutur kata.

D.

Keterkaitan Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan dengan Pendidikan Karakter

10

Pendidikan karakter dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki orientasi yang sama, bahwa keduanya sama-sama menaruh perhatian pada persoalan nilai. Hal ini dapat dicermati dari pengertian pendidikan karakter yang disebutkan dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Pendidikan Karakter dan pengertian ekstrakurikuler keagamaan yang disebutkan dalam Permenag Nomor 16 Tahun 2010. Dalam RAN Pendidikan Karakter 2010 disebutkan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Sedangkan dalam Permenag Nomor 16 Tahun 2010 disebutkan bahwa Ekstrakurikuler Keagamaan adalah upaya pemantapan dan pengayaan nilai-nilai dan norma serta pengembangan kepribadian, bakat dan minat peserta didik pendidikan agama yang dilaksanakan di luar jam intrakurikuler dalam bentuk tatap muka atau non tatap muka. Dua pengertian tersebut menggambarkan bahwa antara pendidikan karakter dengan ekstrakurikuler keagamaan memiliki posisi yang saling melengkapi. Melalui pendidikan karakter akan dilakukan pendidikan nilai, sedangkan melalui ekstrakurikuler keagamaan akan dilakukan pemantapan dan pengayaan nilai. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan juga sejalan dengan tujuan pendidikan karakter, yaitu: 1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa; 2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius; 3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa;

11

4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; 5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity). Di sisi lain, nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter bangsa juga bersumber dari: 1. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena itu kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama. 2. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsipprinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945 tersebut. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni yang diatur dalam pasal-pasal UUD 1945. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara. 3. Budaya, adalah suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai-nilai budaya tersebut dijadikan dasar dalam memberi makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat tersebut. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai-nilai dari pendidikan budaya dan karakter bangsa.

12

4. Tujuan Pendidikan Nasional; tujuan pendidikan nasional adalah rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia,

dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Dalam tujuan pendidikan nasional terdapat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki seorang warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan ketiga sumber yang disebutkan di atas. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan

pendidikan budaya dan karakter bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan, menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. Dengan prinsip ini peserta didik belajar melalui proses berpikir, bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan sosial dan mendorong peserta didik untuk melihat diri sendiri sebagai makhluk sosial. Penanaman nilai-nilai budaya melalui pendidikan karakter menganut prinsip berkelanjutan, yaitu mengandung makna bahwa proses

pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. Melalui kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan lain yang diikuti oleh seluruh/sebagian peserta didik, dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke dalam Kalender Akademik. Misalnya kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menumbuhkan semangat kebangsaan, melakukan

pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial seperti membantu mereka yang tertimpa musibah banjir, memperbaiki atau membersihkan tempat-tempat umum, membantu

membersihkan/mengatur barang di tempat ibadah tertentu.

13

E. Format

Kegiatan

Ekstrakurikuler

Keagamaan

dan

Nilai

Yang

Dikembangkan Kegiatan ekstrakurikuler dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk atau format sebagai berikut: 1. Individual; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan. 2. Kelompok; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik. 3. Klasikal; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas. 4. Gabungan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antarkelas. 5. Lapangan; yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, nilai karakter yang ditanamkan/ditekankan bisa disesuaikan dengan jenis kegiatan ekstrakurikulernya, sebagaimana contoh pada tabel berikut. Tabel 2 Jenis Kegiatan, Nilai Karakter dan Bentuk Sikap serta Perilaku Nillai Karakter yang Bentuk Sikap dan Perlaku dikembangkan Pengenalan - Gemar - Membiasakan membaca kitab suci membaca dan - Membiasakan menulis kitab suci menulis - Senang membaca dan menulis - Senang berbagi ilmu dnegan sesama - Rasa ingin - Senang mencari berbagai tahu pengetahuan yang terkandung dalam kitab suci - Membiasakan meluangkan waktu untuk mencari ilmu yang ada dalam kitab suci Jenis Kegiatan

No 1

14

No

Jenis Kegiatan

2.

Ibadah

3.

Kegiatan Sosial

Nillai Karakter yang Bentuk Sikap dan Perlaku dikembangkan - Disiplin - Patuh dengan tata cara (adab), membaca dan menulis teks kitab suci - Tertib dalam membaca dan menulis ayat suci - Religius - Menempatkan kitab suci pada tempatnya - Menghormati kitab suci agama sendiri dan agama orang lain - Dalam keadaan bersih badan, tempat dalam membaca kitab suci - Religius - Membiasakan melakukan ibadah tepat waktu - Menghormati peribadatan agama sendiri dan agama orang lain - Membiasakan senyum, sapa, dan salam kepada orang tua, guru, dan teman. - Keikhlasan - Terbiasa melakukan ibadah tanpa paksaan - Kebersamaan - Terbiasa melakukan peribadatan secara bersama-sama - Sikap menghargai peribadatan yang berbeda - Kedisiplinan - Melakukan peribadatan tepat waktu - Melakukan peribadatan sesuai dengan aturan - Kebersamaan - Senang bergaul dengan teman tanpa membedakan suku, agama, warna kulit, bahasa, budaya . - Senang melakukan kegiatan bersama di masyarakat tanpa membedakan suku, agama, warna kulit, bahasa, budaya - Tanggung - Terbiasa menyelesaikan tugas jawab yang di bebankan dengan baik - Menerima tugas dengan senang hati - Peduli sosial - Terbiasa memberikan sedekah pada orang yang membutuhkan - Senang memberikan pertolongan tanpa membedakan . suku, agama,
15

No

Jenis Kegiatan

Nillai Karakter yang dikembangkan

Bentuk Sikap dan Perlaku

4. Pembiasaan Akhlak Mulia -

Penanaman Nilai Sejarah Keagamaan -

warna kulit, bahasa, budaya . - Rajin berkunjung ketempat panti asuhan, panti jompo dll Bersahabat - Senang bekerja sama untuk membantu orang lain. - Mau menerima kritik dari orang lain - Mau memberikan kritik kepada orang tanpa merasa paling baik Toleransi - Senang membantu siapapun tanpa pandang perbedaan Kejujuran - Terbiasa menepati janji dengan orang lain - Selalu menyampiakan sesuatu dengan apa adanya. Peduli - Senang melakukan kegiatan lingkungan kebersihan lingkungan - Senang dengan penghijauan - Terbiasa mendoakan orang lain Saling - Terbiasa mendengarkan pendapat menghargai orang lain yang berbeda Sopan santun - Senang menyapa orang lain dengan ramah - Terbiasa dengan berpakaian bersih dan rapih Empati - Senang melihat temannya mendapatkan keberhasilan - Senang mendengrkan keluhan orang lain Semangat - Senang meniru kepahlawanan dari kebangsaan para tokoh agama - Terbiasa meniru perilaku baik para tokoh agama Kerja keras - Senang mengerjakan tugas sampai selesai Cinta tanah air - Bangga dengan keberhasilan dari para tokoh agama dalam membela tanah air Senang menjaga pesatuan dengan Cinta damai siapapun.

16

F.

Evaluasi Program Ekstrakurikuler Program ekstrakurikuler merupakan program yang dinamis. Satuan pendidikan dapat menambah atau mengurangi ragam kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada setiap semester. Berdasarkan hasil evaluasi satuan pendidikan dapat melakukan revisi Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler yang berlaku pada tahun ajaran berikutnya, serta mendiseminasikannya kepada peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya. Penilaian juga perlu diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler. Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepramukaan

berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka. Persyaratan demikian tidak dikenakan bagi peserta didik yang mengikuti program ekstrakurikuler pilihan (keagamaan). Meskipun demikian, penilaian tetap diberikan dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam buku rapor. Satuan pendidikan dapat dan perlu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam satu kegiatan ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu; misalnya pada setiap akhir semester, akhir tahun, atau pada waktu peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajarannya. Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap menghargai prestasi

17

seseorang. Kebiasaan satuan pendidikan memberikan penghargaan terhadap prestasi baik akan menjadi bagian dari diri peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.

G. Unsur Yang Terlibat Pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan ekstrakurikuler antara lain: 1. Satuan Pendidikan Kepala sekolah, dewan guru, guru pembina ekstrakurikuler, dan tenaga kependidikan bersama-sama mengembangkan ragam kegiatan ekstrakurikuler; sesuai dengan penugasannya melaksanakan supervisi dan pembinaan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, serta

melaksanakan evaluasi terhadap program ekstrakurikuler. 2. Komite Sekolah/Madrasah Sebagai mitra sekolah yang mewakili orang tua peserta didik memberikan usulan dalam pengembangan ragam kegiatan ekstrakurikuler dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. 3. Orang tua Memberikan kepedulian dan komitmen penuh terhadap suksesnya kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan karena pendidikan holistik bergantung pada pendekatan kooperatif antara satuan

pendidikan/sekolah dan orang tua

IV. Penutup Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki kedudukan yang kuat dalam kurikulum 2013, meski ia bukan merupakan ekstrakurikuler wajib, tetapi ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan juga memiliki daya dukung positif bagi

18

optimalisasi keberhasilan pendidikan karakter. Sebab dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan jika dicermati secara mendalam mengandung banyak nilai karakter sebagaimana yang tetapkan dalam Inpres no. 1 tahun 2010.

Daftar Pustaka Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Inpres No 1 Tahun 2010 Tentang Pendidikan Karakter Peremen Dikbud No. 81A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Kegiatan Ekrakurikuler Permen Kementerian Agama No 16 Tahun 2010, Tentang Ektra Kurikuler Keagamaan Depdikbud, Rencana Aksi Nasional, Jakarta 2010

Evaluasi 1. Dalam Kurikulum 2013 memberikan perhatian pada kegiatan ekstrakurikuler yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan, oleh karena itu kegiatan kegiatan ekstra kurikuler diposisikan sebagai.... a. Perangkat intra kurikululer b. Perangkat operasional c. Perangkat kurikulum yang wajib di laksanakan d. Perangkat pendukung ektrakurikuler 2. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan juga harus sejalan dengan tujuan pendidikan karakter, kecuali: a. Mengembangkan potensi kalbu/nurani b. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
19

c. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa; d. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan agamanya sendiri;

3. Salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan adalah penanaman nilai sejarah keagaamaan yang mempunyai keterkaitan dengan nilai pendidikan karakter dan budaya bangsa yang paling tepat adalah... a. Cinta damai, cinta tanah air, kerja keras, semangat kebangsaan b. Cinta tanah air, kerja keras, disiplin, peduli sosial c. Cinta damai, cinta kebangsaan, peduli sosial, rasa ingin tahu d. Cinta damai, kerja keras, disiplin, rasa ingin tahu

4. kegiatan ritual dilakukan oleh warga sekolah sesuai dengan agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelaksanaan ibadah sesuai dengan agama yang dianut. Hal tersebut merupakan jenis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di bidang .... a. Akhlaq Mulia b. Ibadah c. Religi d. Ritual

5. Penilaian kegiatan ektrakurikuler keagamaan didasarkan atas kriteria tertentu, yaitu: keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan harus memperoleh nilai minimal yang di masukkan dalam raport adalah ... a. b. c. d. Memuaskan Sangat memuaskan Baik Baik seklai

20

Tugas Kelompok Peserta diharapkan mampu mengisi format RAKEK yang akan di kembangkan di sekolah Format Rencana Aksi Kegiatan Ektrakurikuler Keagamaan (RAKEK) di Sekolah Dasar..... Jenis Kegiatan Nilai Karakter Sikap Perilaku Waktu yang yang diharpkan pelaksanaan dikembangkan

21