Anda di halaman 1dari 32

SISTEM GERAK Pada Manusia & Hewan

Oleh : Christina H, S.Si.

Gerak tubuh merupakan kerja sinergis antara jaringan otot dan jaringn tulang. Oleh karena itu, tulang / rangka merupakan alat gerak pasif, sedangkan otot merupakan alat gerak aktif. Jaringan tulang yang bergabung membetuk rangka, dengan fungsi : 1. Formasi bentuk tubuh 2. Formasi sendi-sendi 3. Tempat melekatnya otot 4. Bekerja sebagai pengungkit 5. Menyokong berat badan serta daya tahan untuk menghadapi pengaruh tekanan 6. Melindungi organ tubuh 7. Pembentukan sel darah 8. Penyimpanan kalsium

A. RANGKA
1. Rangka aksial / sumbu tubuh
a. Tulang tengkorak / cranium - tulang dahi / os frontalis - tulang kepala belakang / os osipitalis - tulang ubun-ubun / os parietalis - tulang baji / os sphenoid - tulang tapis / os ethmoid - tulang pelipis / os temporalis - tulang rahang atas / os maxilla - tulang rahang bawah / os mandibula - tulang pipi / os zigomatik - tulang air mata / os lakrimalis - tulang hidung / os nasalis - tulang langit-langit / palatum Foramen magnum = lubang penghubung pembuluh darah dan saraf dari otak ke sumsum tulang belakang

Tulang ubun-ubun Tulang dahi Tulang baji Tulang air mata Tulang hidung Tulang kepala belakang

Rahang atas

Rahang bawah Tulang pelipis Tulang pipi

Tulang tengkorak manusia

b. Tulang belakang / vertebrae Terdiri dari 26 ruas yang meliputi : - 7 ruas tulang leher / vertebrae servikalis ( tulang atlas segmen pertama yg berhubungan dengan tengkorak) - 12 ruas tulang punggung / vertebrae dorsalis - 5 ruas tulang pinggang / vertebrae lumbalis - tulang kelangkang / os sacrum ( 5 segmen tulang berfusi) - tulang ekor / os cocsi (4 segmen tulang berfusi)
c. Tulang dada / sternum Ada tiga bagian : - bagian hulu / manubrium - badan / corpus - taju pedang / xiphoid prosesus d. Tulang rusuk / costae Tediri dari 12 pasang yang terbagi menjadi tiga bagian : - 7 pasang rusuk sejati ujung depan melekat pada tulang dada, ujung belakang dengan vertebrae - 3 pasang rusuk palsu ujung depan melekat pada tulang rusuk di atasnya, ujung belakang dengan vertebrae - 2 pasang rusuk melayang ujung depan tidak melekat pada tulang dada, ujung belakang dengan vertebrae

2. Rangka apendikuler / anggota gerak


a. Anggota gerak atas - tulang selangka / clavikula - Tulang belikat / scapula - tulang lengan atas / humerus - tulang hasta / ulna - tulang pengumpil / radius - tulang pergelangan tangan / karpal - tulang telapak tangan metakarpal - tulang jari tangan / falanges b. Anggota gerak bawah - tulang duduk / os iscium - tulang usus / os ilium - tulang kemaluan / os pubis - tulang paha atas / femur - tulang betis / fibula - tulang kering / tibia - tulang tempurung lutut / patella - tualng pergelangan kaki / tarsus - tulang telapak kaki / metatarsus - tulang jari kaki / falanges

Pada gelang pinggul terdapat acetabulum yg berbentuk mangkok, tempat melekatnya femur.

Tulang atlas

Kepala tulang dada Badan tulang dada Taju pedang Tulang rusuk sejati

7 ruas tulang leher

12 ruas tulang punggung

Tulang kelangkang

Tulang rusuk palsu

Tulang ekor Tulang rusuk melayang

5 ruas tulang pinggang

Tulang dada dan tulang rusuk manusia

Tulang kelangkang dan tulang ekor

Tulang belakang manusia

Tulang selangka

Tulang selangka

Tulang belikat

Tulang belikat

Tampak depan

Tampak belakang

Tulang bahu manusia

Tulang lengan atas

Tulang paha

Tulang tempurung lutut Tulang pengumpil

Tulang hasta

Tulang betis

Tulang pergelangan tangan Tulang telapak tangan Tulang jari tangan

Tulang kering

Tulang pergelangan kaki Tulang telapak kaki Tulang jari kaki

Tulang anggota gerak atas Tulang anggota gerak bawah

Tulang usus

Asetabulum

Tulang duduk

Tulang kemaluan

Epifise Metafise

Tulang pipih Tulang pipa

Diafise

Tulang tidak beraturan Tulang pendek

Epifise

Bentuk tulang pada manusia

Bagian-bagian tulang pipa

B. SENDI
Sendi merupakan hubungan antar tulang sehingga dapat digerakkan. Hubungan 2 tulang atau lebih disebut persendian / artikulasi. Komponen penunjang sendi antara lain : Ligamen jaringan ikat yang menghubungkan bagian ujung luar tulang satu dan lainnya sehingga tidak terjadi dislokasi Kapsul sendi lapisan serabut yang melapisi sendi dan menghubungkan dua tulang yang membentuk persendian. Cairan sinovial cairan pelumas pada bagian dalam kapsul sendi Tulang rawan hialin jaringan tulang rawan yang menutupi ujung tulang keras.

Periosteum Tulang yang membentuk persendian

Saluran Havers

Membran sinovial Ligamen

Tulang rawan hialin

Bagian-bagian persendian

Tipe persendian dari kemampuan geraknya :

a. Diartrosis memungkinkan gerak bebas Sendi peluru gerak ke segala arah , adanya mangkok sendi, ex : humerus dan gelang bahu, femur dan gelang panggul Sendi putar gerak berputar dan rotasi , ex : humerus dan radius-ulna, antara cranium dan atlas Sendi pelana beberapa gerak rotasi namun tidak ke semua arah, ex : jari-jari tangan Sendi engsel gerak satu arah, seperti engsel pintu, ex : ruas jari, siku, lutut Sendi luncur rotasi pada satu bidang datar saja, ex : pergelangan kaki b. Sinartrosis tidak memungkinkan / memungkinkan sedikit gerakan Sinartrosis sinkondrosis dihubungkan oleh tulang rawan , masih memungkinkan sedikit gerakan Pada hubungan antar vertebrae dan tulang dada dan tulang rusuk Sinartrosis sinfibrosis dihubungkan dengan jaringan ikat serabut, tidak memungkinkan gerakan sama sekali Terdapat pada tengkorak. Jaringan ikat selanjutnya mengalami penulangan dan dijumpai sebagai sutura.

Sendi peluru

Sendi putar

Sendi pelana

Sendi engsel

Sendi luncur Persendian sinartrosis Persendian diartrosis

Macam-mcam gerak karena adanya persendian :


Fleksi = gerakan menekuk / membengkokkan Ekstensi = gerak meluruskan Adduksi = gerak mendekati tubuh Abduksi = gerak menjauhi tubuh Elevasi = gerak mengangkat Depresi = gerak menurunkan Supinasi = gerak menengadahkan tangan Pronasi = gerak menelungkupkan tangan Inversi = gerak memiringkan telapak kaki ke arah dalam Eversi = gerak memiringkan telapak kaki ke arah luar

C. TULANG
C.1. Bentuk Tulang a. Tulang Pipa Memiliki 3 bagian yaitu : - Diafise = bagian tengah tulang yang memanjang berbentuk silindris, ditengahnya terdapat rongga berisi sumsum tulang - Epifise = Bagian ujung tulang yang tersusun dari tulang rawan - Metafise = Terletak diantara diafise dan epifise, tersusun atas tulang rawan, terdapat titik tumbuh tulang Tulang pipa dijumpai pada tulang anggota gerak (humerus, radius, ulna, femur, tibia, fibula) b. Tulang Pendek - Berbentuk kubus, paku atau bulat - Ukuran panjang, lebar, dan tingginya tidak berbeda nyata - Dijumpai pada metacarpus, metatarsus c. Tulang Pipih - Berbentuk lempengan pipih yang lebar - Terdapat pada tulang gelang pinggul (iscium, ilium, pubis) dan tengkorak (cranium) d. Tulang Tidak Beraturan - Bentuknya kompleks, terdapat pada vertebrae

C.2. JENIS TULANG


A. TULANG RAWAN Tersusun atas sel kondrosit dan matriksnya yang bersifat kondromukoid (lihat jaringan hewan) Kondrosit dibentuk oleh condoles. Selaput tulang rawan disebut perikondrium Kondrosit berada dalam suatu ruangan yang disebut lakuna Dalam satu lakuna terdapat 2-3 kondrosit yang membentuk cell nest (sarang sel) yang berisi sel isogenik yang berasal dari 1 kondroblas. Tulang rawan ada 3 jenis : - Tulang rawan hialin berwarna putih kebiruan sampai jernih, terdapat pada tulang janin, tulang rawan pada iga dan sendi, serta saluran pernapasan - Tulang awan fibrosa berwarna buram keputihan dank eras, terdapat pada vertebrae - Tulang rawan elastin beerwarna buram kekuningan, terdapat pada daun telinga, dan epiglotis

Jenis serat pada jaringan ikat

Jaringan tulang rawan

B. TULANG KERAS Tulang keras tersusun atas osteosit yang dibentuk oleh osteoblas. Osteoklas merupakan sel tulang yang berfungsi memindahkan matriks tulang lama dan membentuk rongga untuk pembesaran tulang Proses pembentukan tulang disebut osifikasi. Pembentukan tulang keras merupakan kelanjutan dari tulang rawan yang mengalami mineralisasi. Sistem pada tulang keras disebut system Havers (lihat jaringan hewan) Tulang keras memiliki 2 struktur yaitu tulang keras dan tulang spons. Tulang spons memiliki banyak rongga dan bagian yang berbentuk jala yang disebut trabekula. Bagian luar tulang pipa dilapisis oleh periosteum, sedang bagian dalam yang berhubungan dengan rongga berisis sumsum tulang disebut endosteum.

D. OTOT
Jenis gerakan pada otot : Gerak antagonis gerakan otot yg satu menyebabkan gerak otot yang lainnya yg arahnya berlawanan Contoh : gerakan otot bisep dan trisep saat mengangkat benda, bisep mengalami kontraksi sedang trisep relaksasi Gerak sinergis gerakan otot yang saling menunjang Contoh : gerakan otot antar tulang rusuk yang bekerjasama saat proses inspirasi

Jenis Otot
1. Otot Lurik / Otot rangka / skeletal muscle Otot yang melekat dan menggerakkan rangka Berbentuk silindris, berinti banyak di tepi, bekerja di bawah saraf sadar, reaksi terhadap rangsang cepat, mudah lelah. Berwarna lurik karena memiliki zona akibat adanya protein aktin dan myosin Sel otot bergabung membentuk myofibril Miofibril bergabung membentuk fasikuli yang dibungkus oleh fasia propia / endomisium Fasia akan bergabung membentuk otot yang dibungkus oleh fasia superfisialis / perimisium Otot dan rangka dihubungkan oleh jaringan ikat tendon. Tendon yang melekat pada tulang yang tidak dapat digerakkan disebut origo, sedangkan yang melekat pada tulang yang dapat digerakkan disebut insersio. Pada otot merah terdapat protein mioglobin yang berfungsi mengikat oksigen

2. Otot Polos / Smooth muscle Terdapat pada organ dalam tubuh kecuali jantung Berbentuk gelendong, berinti satu di tengah, bekerja di bawah saraf tak sadar (Otonom), reaksi terhadap rangsang lambat, tidak mudah lelah. 3. Otot Jantung / Cardiac muscle Terdapat pada lapisan miokardium jantung. Berbentuk anyaman bercabang, berwarna lurik, inti satu di tengah, bekerja di bawah saraf tak sadar (otonom), reaksi terhadap rangsangan lambat, tidak mudah lelah. Sel otot satu dan lainnya dihubungkan oleh jaringan ikat yang kuat yang disebut discus intercalaris, sehingga dapat melakukan gerakan ritmis.
Jenis Otot

Otot Rangka

Otot Polos

Otot Jantung

Mekanisme Gerak Otot


Pada serabut otot (myofibril) terdapat filamen halus (aktin) dan filamen kasar (myosin) yang menyebabkan zona gelap terang pda myofibril. Unit gelap terang 1 dan lainnya dibatasi oleh garis Z Aktin melekat pada garis Z menuju ke tengah sarkomer sedang myosin terdapat pada tengah sarkomer Aktin dan myosin yang tumpang tindih membentuk pita A Bagian pita A yang tidak mengandung aktin disebut zona H Pita I adalah daerah disekitar garis Z yang tidak mengandung miosin. Pada saat otot berkontraksi, zona H akan menghilang dan terbentuk aktomiosin. Filamen aktin dan myosin tidak mengalami perubahan panjang tetapi bergeser (model geseran filamen kontraksi otot) Pada saat relaksasi, pembentukan aktomiosin dihambat oleh tropomiosin dan troponin (memblokir ruang antara aktin dan myosin) Adanya ion Ca2+ berperan dalam pengikatan troponin, sehingga terbentuk ruangan antara aktin dan myosin sehingga terjadi kontraksi otot.

Tropomiosin Filamen aktin Monomer aktin Troponin Filamen miosin

Tendon Otot rangka

Serabut otot rangka

Ventrikel

Nukleus Sarkolema Garis Z Pita I

Satu sarkomer

Zona H
Pita A Garis Z Garis Z Pita A Zona H

Struktur otot rangka

Aktin

Tropomiosin

Sisi ikatan Ca2+

Troponin

Ca2+ Ca2+

Ca2+

Ca2+

Kontraksi otot rangka

E. Gangguan Sistem Gerak Manusia


Fraktura sederhana = fraktura yang tidak melukai otot di sekitarnya Fraktura kompleks = Fraktura yang melukai jaringan sekitar hingga muncul ke permukaan Greenstick = fraktur yang tidak memisahkan tulang Comminuted = fraktur yang memisahkan tulang menjadi beberapa bagian namun masih berada dalam otot. Rakhitis = penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vit. D sehingga tulang menkadi lunak, biasanya pada tulang kaki sehingga kaki berbentuk X atau O Mikrosefalus = kekurangan kalsium pada saat bayi sehingga tengkorak menjadi kecil Osteoporosis = penurunan massa tulang akibat lambatnya osifikasi dan gangguan reabsorbsi kalsium, bisa dikarenakan gangguan hormonal, kurang asupan kalsium. Dislokasi = pergeseran tulang pada sendi Terkilir = tertariknya ligament sendi karena gerakan tibatiba Ankilosis = persendian tidak berfungsi

Artitis = peradangan pada sendi Osteoartitis = penipisan tulang rawan pada persendian Gautartitis = penimbunan asam urat pada persendian. Skoliosis = melengkungnya tulang belakang ke samping kanan atau kiri Kifosis = tulang belakag melengkung ke depan Lordosis = tulang belakang melengkung ke belakang Subluksasi = tulang leher melengkung ke kanan atau kiri Atrofi otot = penurunan fungsi otot akibat mengecil atau kehilangan kemampuan berkontraksi Hipertrofi otot = otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat (pada binaragawan) Hernia abdominalis = sobeknya dinding otot perut sehingga usus memasuki rongga tsb. Tetanus = kejang otot akibat infeksi bakteri Clostridium tetani Distrofi otot = karena cacat genetic Miastenia gravis = melemahnya otot secara perlahan-lahan hingga lumpuh karena kurangnya hormin tiroid dan lemahnya sistem imun.

Sistem Gerak Pada Ikan


Adaptasi rangka ikan : Bentuk tubuh aerodinamis untuk mengurangi hambatan saat berenang Ekor dan sirip yang lebar untuk gerak mendorong Sirip tambahan untuk mencegah gerakan yang tidak diinginkan Gelembung renag untuk mengatur gerakan vertical Susunan otot dan tulang belakang yang fleksibel mendorong ekor ikan melawan air Linnea lateralis berfungsi mengetahui tekanan dan arus air.

Adaptasi terhadap pergerakan di udara : sayap dan bulu mengangkat tubuh di udara Bulu pada burung selain untuk terbang juga berfungsi mempertahankan suhu tubuh. tulang yang ringan dan ramping sistem tulang dan otot yang kuat untuk menggerakkan sayap Adpatasi tulang burung : paruh yang ringan dibandingkan rahang pada vertebrata lainnya. Sternum (tulang dada) yang pipih dan luas perlekatan otot-otot terbang Tulang berongga dan ringan ang kuat karena srtuktur bersilang Sayap menggantikan tulang tangan pada manusia, untuk mengurangi berat Tulang belakang tersusun padat Terdapat otot dan . yang melekat pada tulang dada yang berfungsi dalam mengepakkan sayap. Kontraksi otot. saat menaikkan sayap otot lebih kecil Kontraksi otot .. saat menurunkan sayap otot lebih besar dan kuat

Sistem Gerak Pada Burung

Sistem Gerak Invertebrata


Sistem gerak hewan invertebrata juga terdiri atas rangka dan otot, walaupun rangkanya tidak tersusun atas tulang. Rangka pada hewan invertebrata dijumpai dalam bentuk rangka hidrostatik dan eksoskeleton.

Rangka hidrostatik yang memungkinkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik dihasilkan oleh kontraksi otot sirkuler dan longitudinal. Gerak ini dialami contohnya pada cacing Eksoskeleton = rangka luar Eksoskeleton ada dua macam Shell / cangkang = 1 atau 2 keping, tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya organisme, contoh pada Bivalvia (kerang) dan Gastropoda (siput) Body case = beberapa keping yang disambungkan oleh sendi, tidak dapat tumbuh secara periodik, contohnya pada Arthropoda (seranga, udang, laba-laba)

Gerak pada Hewan

Burung dan katak bergerak dengan menggunakan rangka dan otot


Septa

Otot sirkuler Otot longitudinal

Kompartemen berisi cairan

Cacing tanah memiliki rangka hidrostatik yang memungkinkan terjadinya gerakan peristalsis.