Anda di halaman 1dari 8

AUDIT KEUANGAN DAN KINERJA

DISCUSSION QUESTIONS AND PROBLEMS


Adi Muhammad Ridlo / 01 Dwi Saputra / 12 Muhammad Alwi Niam / 20 Rendy hendarto Megantara / 25 Yuli Trisnawati / 31

2012

8-26
Anda sedang mengevaluasi hasil audit aktiva lancar dalam audit atas Quicky Plumbing Co. Anda menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas aktiva lancar sebesar $12.500 untuk lebih saji dan sebesar $20.000 untuk kurang saji. Estimasi awal dan actual disajikan berikut ini. Akun Salah Saji yang Dapat Ditoleransi Lebih Saji Kas Piutang Usaha Persediaan Beban dimuka Total $ 25.000 $40.000 $11.000 $30.000 dibayar $ 2.000 12.000 8.000 3.000 Kurang Saji $ 3.000 18.000 14.000 5.000 Est[imasi Total Salah Saji Lebih Saji $ 2.000 4.000 3.000 2.000 Kurang Saji $ 0 19.000 10.000 1.000

Diminta: a. Justifikasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas yang lebih rendah untuk lebih saji ketimbang untuk kurang saji dalam situasi ini b. Jelaskan mengapa total salah saji yang dapat ditoleransi melampaui pertimbangan pendahuluan tentang materialitas baik untuk kurang saji maupun lebih saji. c. Jelaskan bagaimana mungkin tiga dari estimasi total salah saji mengandung lebih saji sekaligus kurang saji. d. Asumsikan bahwa anda tidak memperhatikan apakah estimasi salah saji melampaui salah saji yang dapat ditoleransi untuk setiap akun jika total estimasi lebih kecil dari pertimbangan pendahuluan. 1) Berdasarkan hasil audit ini, haruskan anda lebih memperhatikan lebih saji atau kurang saji yang material pada tahap ini dalam audit atas Quicky Plumbing Co.? 2) Akun mana yang akan paling Anda perhatikan dalam (1)? Jelaskan. e. Asumsikan bahwa estimasi total jumlah lebih saji untuk setiap akun lebih kecil dari salah saji yang dapat ditoleransi, tetapi estimasi total lebih saji itu melampaui pertimbangan pendahuluan tentang materialitas. 1) Jelaskan mengapa hal ini terjadi 2) Jelaskan apa yang harus dilakukan auditor Jawaban:

a. Adalah wajar seorang auditor berkeyakinan bahwa mereka lebih berkewajiban untuk menemukan lebih saji pada suatu akun dibandingkan dengan kurang saji karena biasanya lebih saji pada suatu akun lebih mempengaruhi kinerja keuangan sebuah entitas misalnya, tanpa mengesampingkan akibat dari kurang saji. Hal ini pada umumnya berkaitan langsung dengan tanggung jawab hukum dan risiko audit b. Ada dua kemungkinan. Pertama, tidak mungkin semua akun terjadi salah saji dengan jumlah penuh dari angka salah saji yang dapat ditoleransi. Kedua, beberapa akun cenderung overstated sedangkan akun yang lain understated sehingga total salah saji mungkin kurang daripada materialitas secara keseluruhan. c. Hal ini terkait adanya unsur sampling error dari tiap akun, baik estimasi yang overstated maupun yang understated. d. (1) Perhatian lebih akan ditujukan kepada jumlah estimasi salah saji yang understated karena jumlahnya melebihi dari preliminary judgement atas materialitas yang understated. (2) Akun yang paling mendapat perhatian adalah akun kurang saji piutang karena estimasi salah saji pada akun tersebut melebihi angka salah saji yang dapat ditoleransi. e. (1) Hal ini terjadi karena total salah saji yang dapat ditoleransi diperbolehkan melebihi dari angka preliminary judgement. (2) Auditor harus melakukan audit yang diperluas atau dengan meminta klien untuk membuat penyesuaian atas angka estimasi salah saji.

8-32
Berikut ini adalah enam situasi yang terlibat dalam Model Risiko Audit yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan bukti audit. Nomor hanya digunakan untuk membantu pemahaman terhadap hubungan diantara faktor-faktor dalam model risiko. RISK Acceptable audit risk Inherent risk Control risk Planned detection risk SITUATION 3 4 5% 5% 60% 20% 40% 30%

1 5% 100% 100%

2 5% 40% 60%

5 1% 100% 100%

6 1% 40% 60%

Diminta: a. Jelaskan arti dari keempat tipe risiko tersebut.

b. Hitung planned detection risk untuk masing-masing situasi. c. Menggunakan pengetahuan anda tentang hubungan antara faktor-faktor tersebut di atas, tentukan pengaruhnya terhadap Planned detection Risk (kenaikan atau penurunan) sebagai akibat dari perbuahan faktor-faktor berikut sementara dua faktor lainnya tetap. 1) Penurunan pada acceptable audit risk 2) Penurunan pada control risk 3) Penurunan pada inherent risk 4) Kenaikan pada control risk dan penurunan pada inherent risk dalam junlah yang sama. d. Situasi mana yang membutuhkan jumlah bukti yang paling banyak dan situasi mana yang membutuhkan jumlah bukti paling sedikit? Jawaban: a. Acceptable audit risk (AAR) adalah ukuran kesediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangan mungkin mengandung salah saji yang material setelah audit selesai, dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah dikeluarkan. Ini adalah risiko bahwa auditor memberikan opini audit yang tidak tepat. Inherent risk (IR) adalah kerentanan suatu asersi terhadap kemungkinan salah saji yang material, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian internal terkait . IR mengukur penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji (kekeliruan atau kecurangan) yang material dalam segmen, sebelum memperhitungkan keefektifan pengendalian internal. Control risk (CR) ) adalah risiko terjadinya salah saji yang material terhadap suatu asersi yang tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh struktur pengendalian internal entitas. CR mengukur penilaian auditor mengenai apakah salah saji yang melebihi jumlah yang dapat ditoleransi dalam suatu segmen akan dicegah atau dideteksi tepat waktu. Risiko ini terkait pada efektivitas pengendalian internal klien. Planned detection risk (PDR) adalah risiko yang timbul karena auditor tidak dapat menemukan salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Dalam perencanaan audit, risiko ini ditentukan dengan menggunakan ketiga faktor risiko dalam model risiko melalui formula PDR = AAR / (IR x CR). b. 1 Acceptable audit risk IR X CR PDR PDR (in percent) .05 1.00 .05 5% 2 .05 .24 .208 20.8% 3 .05 .24 .208 20.8% 4 .05 .06 .833 83.3% 5 .01 1.00 .01 1% 6 .01 .24 .042 4.2%

c. 1. Penurunan; Bandingkan perubahan dari situasi 4 ke situasi 5. 2. Kenaikan; Bandingkan perubahan dari situasi 1 ke situasi 2. 3. Kenaikan; Bandingkan perubahan dari situasi 1 ke situasi 2. 4. Tidak ada pengaruh; Compare the change from situation 2 ke situasi 3. d. Situasi nomor 5 akan membutuhkan jumlah bukti yang paling banyak karena planned detection risk yang paling kecil. Situasi nomor 4 akan membutuhkan jumlah bukti yang paling kecil karena planned detection risk-nya paling tinggi. Sebagai perbandingan, perhatikan juga bahwa acceptable audit risk adalah lebih rendah untuk situasi nomor 5, dan baik control maupun inherent risk untuk kedua situasi tersebut tinggi.

9-23
Setiap pengendalian internal di bawah ini diambil dari standar internal control questionnaire yang digunakan oleh CPA untuk menilai risiko pengendalian pada siklus penggajian dan sumber daya manusia. 1. Perlu ada persetujuan dari kepala departemen atau foreman pada kartu waktu untuk menyiapkan penggajian. 2. Semua kartu waktu prenumbered dicatat sebelum memulai entri data untuk menyiapkan cek. 3. Personil yang menyiapkan daftar gaji tidak melaksanakan tugas penggajian lainnya (pencatat waktu, pendistribusi cek) atau memiliki akses ke data penggajian lain atau kas. 4. Kegiatan klerikal pada penggajian dua kali diperiksa sebelum pembayaran dilakukan. 5. Semua cek yang rusak dan batal di musnahkan dan ditahan sebagaimana mestinya. 6. Personalia melakukan pemeriksaan terhadap lamaran kerja dari calon pegawai termasuk memeriksa latar belakang pelamar, atasan sebelumnya, dan referensinya. 7. Perlu adanya surat pemberitahuan pemecatan secara tertulis, dengan alasan pemecatan yang didokumentasikan dengan baik, dan persetujuan dari petugas yang berwenang. 8. Semua cek yang belum dibagikan kepada karyawan dikembalikan kepada bendahara untuk diamankan. Diminta: a. Untuk setiap prosedur pengendalian internal, identifikasi tipe prosedur pengendalian yang diterapkan. b. Untuk setiap prosedur pengendalian internal, identifikasi tujuan audit yang terkait transaksi yang dapat diterapkan. c. Untuk setiap prosedur pengendalian internal. Identifikasi kesalahan spesifik atau ketidakteraturan yang mungkin dapat dicegah jika prosedur tersebut ada dan efektif. d. Untuk setiap prosedur, buat daftar salah saji tertentu yang dapat muncul dari tidak adanya pengendalian. e. Untuk setiap prosedur, identifikasi satu test audit yang dapat digunakan oleh auditor untuk menemukan salah saji yang timbul akibat ketiadaan pengendalian.

Jawaban: 1. Perlu ada persetujuan dari kepala departemen atau mandor pada kartu waktu untuk menyiapkan daftar gaji. a. Pemisahan tugas yang memadai dan otorisasi yang tepat untuk setiap transaksi dan kegiatan. b. Transaksi yang dicatat benar-benar ada (existence) c. Kartu waktu yang tidak sah atau tidak valid yang dibuat oleh karyawan. Kartu tersebut bisa ditujukan kepada karyawan yang sebelumnya pernah bekerja untuk perusahaan atau kepada karyawan yang sedang diberhentikan untuk sementara waktu. d. Karyawan mungkin meng-klaim waktu kerja yang lebih lama atau mengubah kartu waktu secara manual. e. Lakukan pemeriksaan untuk mengetahuai apakah karyawan yang melubangi kartu waktu benar-benar hadir. 2. Semua kartu waktu prenumbered dicatat sebelum memulai entri data untuk menyiapkan cek. a. Dokumen dan catatan yang memadai. b. Transaksi yang dicatat benar-benar ada (existence). c. Kartu waktu yang hilang tidak dapat diketahui sebelum persiapan penggajian dimulai. d. Karyawan tidak mendapat gaji yang jadi hak mereka sehingga mengakibatkan kekecewaan e. Dapatkan daftar karyawan dan pastikan bahwa mereka sudah menerima cek untuk periode yang di periksa. 3. Personil yang menyiapkan daftar gaji tidak melaksanakan tugas penggajian lainnya (pencatat waktu, pendistribusi cek) atau memiliki akses ke data penggajian lain atau kas. a. Pemisahan tugas yang memadai b. Transaksi yang dicatat benar-benar ada (existence) c. Cek gaji fiktif yang disiapkan oleh orang yang menyiapkan cek gaji dan mendistribusikannya. d. Jika tidak dilakukan pemisahan tugas, ada kemungkinan petugas tersebut menambahkan karyawan yang sebenarnya tidak ada (fiktif) ke dalam daftar gaji, memproses dan membayar gajinya kedalam rekening sendiri tanpa terdeteksi. e. Lakukan pembayaran mendadak dimana auditor yang mencatat dan mendistribusikan semua cek tersebut kepada karyawan, yang harus menunjukkan kartu identitas untuk mendapatkan cek mereka. 4. Operasi klerikal pada penggajian dua kali diperiksa sebelum pembayaran dilakukan. a. Melakukan pemeriksaan sendiri atas hasil b. Transaksi dicatat dengan nilai yang tepat c. Kesalahan penjumlahan jam kerja, penghitungan gaji kotor yang tidak benar, dan salah dalam menghitung jumlah pemotongan. d. Karyawan mendapat cek gaji yang salah hitung. e. Periksa ulang jumlah gaji kotor, pemotongan dan gaji bersih. 5. Semua cek yang rusak dan batal di musnahkan dan ditahan sebagaimana mestinya. a. Dokumen dan catatan yang memadai. b. Transaksi yang dicatat benar-benar ada (existence). c. Pembuatan cek untuk orang yang tidak berhak, pendistribusian cek kepada orang tersebut, kemudian mencatat pengeluaran cek tersebut pada jurnal pengeluaran kas sebagai cek yang dibatalkan

d. Karyawan yang seharusnya membatalkan cek tersebut, mencatat cek tersebut sudah dibatalkan dibuku, tetapi kemudian mencairkannya. Pada akhir bulan jumlah cek yang dicairkan tersebut dapat ditutupi melalui rekonsiliasi bank. e. Lakukan pengujian terinci terhadap rekonsiliasi bank untuk menentukan apakah rekonsiliasi telah dilakukan secara memadai, bahwa semua dokumen pendukung sudah tepat, khususnya terhadap cek yang seharusnya rusak atau dibatalkan, bahwa ternyata tidak ada perubahan dalam rekening Koran. 6. Personalia melakukan pemeriksaan terhadap lamaran kerja dari calon pegawai termasuk memeriksa latar belakang pelamar, atasan sebelumnya, dan referensinya. a. Pemisahan tugas yang memadai dan otorisasi yang tepat untuk setiap transaksi dan kegiatan. b. Transaksi yang dicatat ada dan disajikan dalam nilai yang tepat. c. Merekrut karyawan yang jujur dapat mencegah atau meminimalisasi kesalahan atau kecurangan. d. Beberapa kesalahan yang tidak disengaja meungkin muncul jika mempekerjakan karyawan yang tidak jujur atau tidak kompeten. e. Pemeriksaan terhadap cek yang dibatalkan dan dokumen pendukungnya untuk menguji apakah ada kecurangan. Pengujian terhadap perhitungan gaji untuk mengetahui apakah terjadi kesalahan yang tidak disengaja akibat karyawan yang tidak kompeten. 7. Perlu adanya surat pemberitahuan pemecatan secara tertulis, dengan alasan pemecatan didokumentasikan dengan baik, dan persetujuan dari petugas yang berwenang. a. Otorisasi yang tepat untuk setiap transaksi dan kegiatan, dokumen dan catatan memadai. b. Transaksi yang dicatat ada dan disajikan dalam nilai yang tepat. c. Pembuatan cek gaji yang tidak tepat untuk bekas karyawan dapat dicegah d. Karyawan yang sudah diberhentikan dapat terus mendapat gaji dengan orang lain menerimanya. e. auditor yang mencatat dan mendistribusikan semua cek tersebut kepada karyawan, harus menunjukkan kartu identitas untuk mendapatkan cek mereka. yang yang

yang yang

8. Semua cek yang belum dibagikan kepada karyawan dikembalikan kepada bendahara untuk diamankan. a. Pengendalian fisik terhadap asset dan catatan, dan pemisahan tugas yang memadai. b. Transaksi yang dicatat benar-benar ada (existence). c. Cek disiapkan untuk karyawan yang sedang tidak ada atau sedang cuti, atau alasan lain dijaga dengan aman. d. Cek yang ditujukan kepada karyawan yang tidak hadir dapat hilang atau cek diambil oleh orang yang seharusnya mendistribusikannya. e. Periksa setiap cek yang dibatalkan untuk memastikan bahwa cek disetujui, didukung dengan kartu waktu, dan karyawan yang dimaksud masih bekerja untuk perusahaan.

9-25
Pembagian tugas-tugas berikut dimaksudkan untuk memberikan pengendalian terbaik untuk Meridian Paint Company, sebuah toserba kecil.

1. Mengumpukan dokumen pendukung untuk pembayaran kas umum dan gaji 2. Menandatangani cek pembayaran kas umum 3. Memasukkan informasi untuk menyiapkan cek untuk ditandatangani, merekam cek dalam jurnal pembayaran kas,dan mengupdate master file 4. Menirim cek ke suplier dan mengantarkan cek untuk karyawan 5. Membatalkan dokumen pendukung untuk mencegah penggunaan kembali 6. Menyetujui kredit untuk pembeli 7. Merekam informasi pengiriman dan tagihan untuk menagih pembeli, merekam invoice dalam jurnal penjualan, dan mengupdate master file piutang 8. Membuka surat dan menyiapkan pra daftar tanda terima kas 9. Memasukkan data tanda terima kas untuk menyiapkan jurnal penerimaan kas dan update master file piutang 10. Menyiapkan simpanan kas harian 11. Mengirim simpanan kas harian ke bank 12. Menyusun kartu waktu gaji dan memasukkan data untuk menyiapkan cek gaji dan mengupdate jurnal gaji dan master file gaji 13. Menandatangani cek gaji 14. Update buku besar tiap akhir bulan dan mereview semua akun saldo tidak sama. 15. Mencocokkan master file piutang dengan akun pengendali dan mereview piutang belum dibayar lebih dari 90 hari 16. Menyiapkan laporan bulanan untuk pembeli dengan encetak master file piutang lalu mengirimkan laporan ke pembeli 17. Mencocokkan laporan bulanan dari penjual dengan master file piutang 18. Mencocokkan saldo bank Anda diminta membagi kewajiban yang berhubungan dengan akuntansi 1-18 antara Robert Smith, James Cooper, dan Bill Miller. Kewajiban yang dicetak tebal diasumsikan

Jawaban: Kriteria pembagian tugas adalah untuk menjaga semua tugas penjagaan aset pada satu orang (Cooper). Persiapan dokumen dan rekaman dilakukan oleh orang lain (Smith). Miller akan melakukan verifikasi independen. Dua tugas verifikasi independen yang paling penting adalah rekonsiliasi bank dan rekonsiliasi piutang master file dengan akun kontrol, karena itu mereka ditugaskan untuk Miller. Tugas yang harus dibagi di antara ketiganya adalah sebagai berikut: Robert Smith : 1, 3, 7, 9, 10, 12, 14, 16, 17

James Cooper : 2, 4, 5, 6, 8, 11, 13 Bill Miller : 15, 18