Anda di halaman 1dari 9

Rangkuman KJ

Bab 1 : Dasar-dasar Administrasi dan Pembukuan

A. Administrasi Administrasi adalah kegiatan catat mencatat suatu masalah atau pekerjaan, baik sudah dilakukan, sedang dilakukan maupun yang akan dilakukan. Pelaksanaan administrasi yang baik ( tertata atau tersusun dengan rapi) akan menunjang suatu tujuan. Pencatatan yang tertata atau tersusun rapi, yaitu adanya pengelompokan masalah atau pekerjaan baik disesuaikan dengan waktu, jenis pekerjaan ataupun jenis masalahnya. Berikut beberapa contoh contoh pelaksanaan administrasi. 1. Di sekolah : Biodata siswa/guru, daftar hadir siswa/guru/karyawan, daftar nilai, daftar inventaris. 2. Di kantor kelurahan : Daftar penduduk, daftar luas tanah,daftar perkebunan, daftar keluarga berencana, daftar anggaran desa. 3. Di koperasi : Daftar anggota, daftar simpanan pokok/wajib/suka rela, daftar pinjaman anggota. 4. Di perusahaan : Daftar gaji, daftar hadir karyawan/staff, daftar inventaris, buku kas. Istilah administrasi dalam hubungannya dengan jenis pekerjaan : 1. Administrasi keuangan : Pencatatan tentang keuangan 2. Administrasi siswa : Pencatatan tentang banyaknya siswa, kehadiran siswa, nilai siswa dan perkembangan siswa. 3. Administrasi pegawai : Pencatatan tentang kepegawaian. 4. Administrasi penduduk desa : Pencatatan tentang penduduk di suatu desa Mengapa penanganan administrasi keuangan mendapat perhatian lebih besar dibanding administrasi lainnya? karena masalah keuangan adalah masalah yang paling rumit sehingga membutuhkan ketelitian, kejujuaran, dan tanggung jawab yang tinggi.

Dalam penyajian dituntut adanya kejelasan artinya penyajian laporan yang terkelompok tentang harta, utang dan modal. Oleh karenanya, perlu dilakukan pembukuan tertata dan tersusun rapi. Ilmu yang mempelajari cara pencatatan yang teratur tentang perubahan yang terjadi atas kekayaan dan utan g disebut TATA BUKU. Tata buku merupakan salah satu cabang dari IPS. B. Pembukuan a. Pengertian pembukuan Pembukuan adalah cara/system untuk mencatat berbagai transaksi yang

berhubungan dengan keuangan serta pengaruhnya terhadap perubahan kekayaan dan utang. b. Kegunaan/fungsi pembukuan 1. Fungsi umum pembukuan : membantu memudahkan dalam pencatatan 2. Fungsi khusus: Mencatat peneriman dan pengeluaran Mempertanggung jawabkan laporan keuangan Mengevaluasi keuangan masa lalu Merencanakan keuangan masa depan

c. Contoh fungsi pembukuan 1. Rumah tangga : Mencatat penghasilan dan pengeluaran keluarga, merencanakan pengeluaran yang akan datang. 2. Perkumpulan Perkumpulan/organisasi adalah sekumpulan orang/badan yang bekerja secara bersama-bersama dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan bersama. Syarat-syarat perkumpulan organisasi: a. Aggota terdiri dari orang atau badan b. Melakukan kerja sama dalam usaha c. Mempunyai tujuan yang sama Jenis perkumpulan atau organisasi: a. Tingkat primer Yaitu organisasi yang anggotanya terdiri dari orang-orang secara pribadi tanpa mewakili organisasi lain.

Contoh : Taruna karya, OSIS, pramuka, PMR b. Tingkat sekunder Yaitu organisasi yang terdiri dari perwakilan organisasi primer. Contoh : PBSI, PSSI, PWI Pembukuan tiap perkumpulan tersebut tidak akan sama, disesuaikan dengan tujuan dan jenis usaha masing-masing. 3. Perusahaan kecil Perusahaan kecil adalah perusahaan yang kegiatan dan modalnya dikelola secara perorangan. Jenis perusahaan kecil : a. Perusahaan industri : Perusahaan yang bergerak dalam pembuatan barang/produk. Contoh industri mebel, sepatu. b. Perusahaan dagang : Perusahaan yang bergerak dalam penjualan suatu barang/produk. c. Perusahaan jasa : Perusahaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Contoh : Bengkel, salon, maskapai penerbangan Pembukuan pada perusahaan kecil menggunakan pembukuan

komersil/dagang.

d. Ruang lingkup pembukuan Adalah cakupan kehidupan bagi dilaksanakannya pembukuan. Pembukuan yang digunakan di Indonesia ada dua jenis: 1. Komersil(dagang), yaitu penerimaan sebanyak-banyaknya dan pengeluaran sedikit-dikitnya (untung). Pembukuan ini digunakan pada lembaga pada perusahaan yang mencari untung Contoh : a. Perusahaan industri Skala kecil : Industri tahu tempe Skala besar : Industri tekstil b. Perusahaan dagang Skala kecil : Toko kelontong, toko sepatu Skala besar : Toko swalayan, perusahaan bahan bangunan

c. Perusahaan jasa Skala kecil : Biro jasa STNK , kursus montir Skala besar : PAM, PLN, maskapai penerbangan 2. Kameral, yaitu penerimaan dan pengeluaran boleh seimbang (tidak mencari untung) Pembukuan ini digunakan pada lembaga atau organisasi yang sematamata melayani kepentingan masyarakat. Contoh : Yayasan, panti asuhan. Note : 1. Modal : harta/kekayaan yang menjadi hak milik pemilik perusahaan yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan. Contoh : Kas, piutang, barang

dagangan,Perlengkapan, peralatan, kendaraan, gedung/tanah. 2. Utang : Harta/kekayaan perusahaan yang diperoleh secara kredit 3. Laba/untung : selisih lebih jumlah penerimaan dibanding pengeluaran 4. Jadi : Harta = Utang + Modal

Bab 2 : Istilah-istilah dalam Pembukuan


A. Bukti Transaksi Adalah catatan yang memuat tentang terjadinya suatu transaksi baik penerimaan uang, pengeluaran uang, pembelian/penjualan barang disertai keterangan dan jumlah uangnya. Fungsi bukti transaksi sebagai alat perekam/penyampai informasi tentang suatu transaksi yang telah terjadi. Bukti transaksi yang menjadi bahan untuk membuat pembukuan adalah bukti transaksi keuangan yaitu transaksi yang dapat dinilai dengan satuan uang.

B. Mendebet dan Mengkredit Debet artinya tambah, mendebet berarti mencatat penambahan kas sebelah debet. Kredit artinya kurang, mengkredit berarti mencatat pengurangan kas sebelah kredit.

Misal : 1. Pak Raup menyerahkan uang kepada Roni Rp.500.000.000,00 pertama. Persamaan akuntansinya : Debet HARTA Kas Kredit = MODAL = Modal sebagai modal

(1) Rp.500.000.000,00 = Rp.500.000.000,2. Roni meminjam uang ke Bank untuk keperluan perusahaannya Rp.250.000.000,00 Persamaan akuntansinya : Debet HARTA Kas Kredit = KEWAJIBAN = Utang Bank + + + MODAL Modal Rp.500.000.000,00 Rp.500.000.000,00

(1)Rp.500.000.000,00 = -

(2)Rp.250.000.000,00 = Rp.250.000.000,00 + Rp.750.000.000,00 Rp.250.000.000,00

Jadi,

HARTA ------ >

penambahan dicatat sebelah debet Pengurangan dicatat sebelah kredit

KEWAJIBAN/UTANG & MODAL ----- > Penambahan dicatat sebelah kredit Pengurangan dicatat sebelah debet >>> Tabel saldo normal dan perubahan masing-masin rekening dapat dilihat di buku paket hal.18

C. Jurnal/Buku Harian Adalah pencatatan transaksi keuangan ke dalam format jurnal yang sudah disediakan. Beberapa jurnal yang digunakan : 1. Jurnal Umum Jurnal yang dilakukan saat membukukan bukti-bukti transaksi keuangan yaitu dari awal sampai akhir periode usaha. Periodenya bisa bulanan,dua

bulanan,kuartalan,semesteran atau tahunan.

2. Jurnal Penyesuaian Jurnal yang dilakukan pada setiap akhir periode pembukuan atau pada saat akan dibuat laporan keuangan apabila terjadi jumlah saldo yang tidak sesuai. 3. Jurnal Penutup Jurnal yang dilakukan untuk menutup perkiraan jenis laba rugi setelah selesai membuat laporan keuangan. Menutup perkiraan jenis laba rugi adalah menolkan saldo-saldo perkiraan laba rugi karena saldonya telah dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan sebelum dibuka kembali periode pembukuan berikutnya. 4. Jurnal Pembalik Jurnal yang dilakukan pada awal sebelum dimulai pembukuan periode berikutnya. 5. Jurnal Koreksi Jurnal yang dibuat sewaktu-waktu selama dalam periode berjalan apabila terjadi kekeliruan dalam pencatatannya. >>> Contoh bentuk jurnal, transaksi dan pencatatannya dapat dilihat pada buku paket hal.19-23. D. Buku Besar Adalah buku yang memuat berbagai perkiraan/rekening yang tersusun mulai jenis Harta, Utan, Modal, Pendapatan dan Beban/Biaya. Buku Besar dan Jurnal disebut Buku Harian karena digunakan sehari-hari. Sumber data untuk membuat Buku Besar adalah seluruh Jurnal Umum, Jurnal Koreksi disesuaikan dengan perkiraan masing-masing.

Macam-macam Buku Besar : 1. Bentuk T atau sebelah menyebelah ( Skontro ) Ada 2 bentuk : a. Bentuk T Sederhana Hanya menampilkan sisi debet dan kredit saja tanpa ada kolom cara pemasukan data. Contoh : b. Bentuk T Sempurna Dilengkapi dengan kolom tanggal,keterangan dan jumlah sisi debet dan kredit. Kolom tanggal : untuk mencatat tanggal pembukuan/ tanggal transaksi

Kolom Keterangan : mencatat alamat sumber data yang dimasukkan ke buku besar

Kolom Jumlah : Mencatat besarnya uang yang didebet /Dikredit sampai dua decimal

2. Bentuk 3 kolom Buku Besar ini memuat kolom tanggal, keterangan, referensi, debet, kredit dan saldo yang terdiri dari kolom D/K dan jumlah. Kolom tanggal : mencatat tanggal pemasukan/tanggal transaksi Kolom Keterangan : mencatat alamat sumber data Kolom Ref(Referensi) : mencatat nomor halaman jurnl asal/sumber data Kolom Debet/Kredit : mencatat perubahan/mutasi sebelah debet/kredit Kolom saldo : mencatat saldo/sisa setelah adanya perubahan/mutasi, bila terjadi saldo setelah mutasi sebelah debet maka dicatat huruf D pada kolom D/K sedang jumlah uang dicatat pada kolom jumlah. 3. Bentuk 4 kolom Bentuk sama dengan bentuk 3 kolom hanya pada kolom saldo dibagi 2 yaitu kolo saldo sebelah debet dan sebelah kredit.

>>> Contoh bentuk-bentuk Buku Besar dapat dilihat pada buku paket hal.24-25 E. Neraca Adalah daftar yang terdiri dari Harta, Kewajiban(Utang) dan Modal pemilik perusahaan pada periode pembukuan, biasanya akhir bulan atau akhir tahun. Bentuk Neraca ada 2 : 1. Bentuk Skontro ( sebelah menyebelah) 2. Bentuk Staffel / laporan >>> Contoh bentuk Neraca dapat dilihat pada hal.26 F. Laporan Laba Rugi Adalah laporan yang menguraikan tentang pendapatan dari usaha serta beban/biaya selama usaha. Fungsi : mengetahui apakah dalam periode ini perusahaan mendapat laba/rugi >>> Contoh Laporan Laba rugi pada hal 27.

Wal7Disney #12
M. Fauzan Alyafie

BAB 2 ISTILAH ISTILAH DALAM PEMBUKUAN