Anda di halaman 1dari 5

Topik 1.

Rangkaian Tiga Fasa


SubTopik:
1. Sistem Tiga Fasa Seimbang 2. Tegangan fasa dan tegangan line dalam hubungan Y 3. Arus fasa dan arus line dalam hubungan Y

Tujuan:
1. 2. 3. 4. Memahami sistem tiga fasa seimbang Dapat menggambarkan rangkaian sumber tiga fasa seimbang terhubung Y Mampu memahami hubungan arus fasa dan arus saluran hubungan Y Mampu melakukan perhitungan terhadap fasor arus fasa dan arus saluran hubungan Y dan dapat menggambarkan diagram fasornya. 5. Mampu memahami hubungan tegangan fasa dan tegangan line hubungan Y 6. Mampu melakukan perhitungan terhadap fasor tegangan fasa dan tegangan line hubungan Y dan dapat menggambarkan diagram fasornya

1.1.

Sistem Tiga Fasa Seimbang

Pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik pada umumnya tidak dilakukan dengan menggunakan sistem satu fasa, melainkan dengan sistem tiga fasa.Transmisi daya dilakukan pada tegangan tinggi yang dapat diperoleh dengan menggunakan transformator penaik tegangan. Di ujung saluran, tegangan diturunkan lagi sesuai dengan kebutuhan beban. Pemilihan sistem tiga fasa untuk pembangkitan dan penyaluran energi listrik juga didasari oleh kelebihan unjuk kerja maupun kelebihan ekonomis yang dapat diperoleh dari sistem ini. Penyaluran daya dengan menggunakan sistem tiga fasa kurang berfluktuasi dibandingkan terhadap sistem satu fasa. Selain dari pada itu, untuk penyaluran daya tertentu pada tegangan tertentu akan memerlukan arus lebih kecil sehingga dimensi saluran yang diperlukan akan lebih kecil pula. Konversi elektrismekanis juga lebih mudah dilakukan pada sistem tiga fasa dengan menggunakan motor tiga fasa. Hampir semua tenaga listrik yang dibangkitkan di dunia merupakan fasa jamak dengan frekuensi 50 atau 60 Hz. Frekuensi baku yang dipakai di Indonesia adalah 50 Hz. Pada umumnya, sistem fasa jamak tersebut menggunakan tiga tegangan seimbang yang sama besarnya dan berbeda fasa antara tegangan yang satu dengan yang lain sebesar 120.

E-Learning Rangkaian Listrik 2

1.2. Tegangan Fasa dan Tegangan Line Hubungan Y


Sumber tiga fasa dapat dianggap terdiri dari tiga buah sumber tegangan satu fasa yang dihubungkan secara bintang () atau dihubungkan segitiga (). Ketiga tegangan satu fasa itu dibangkitkan oleh sebuah medan fluks berputar yang dimiliki bersama dalam tiga kumparan identik yang terpisah 120 antara yang satu dengan yang lain dalam suatu generator listrik tiga fasa. Bila salah satu ujung kumparan disambungkan bersama-sama guna membentuk kutub n(netral) maka akan dihasilkan suatu hubungan . Setiap sistem tiga fasa seimbang selalu dapat dianalisis menurut prosedur yang berlaku untuk sistem fasa tunggal. Gambar 1.1a, menunjukkan sumber tiga fasa seimbang terhubung Y yang dihubungkan dengan beban tiga fasa. Sumber tiga fasa hubungan Y mempunyai tiga terminal yang disebut terminal saluran dan sebuah terminal netral. Pada gambar 1.1b ditunjukkan dengan a,b, c dan n. Sumber tiga fasa seimbang dapat didefinisikan sebagai: |Van|= |Vbn|= |Vcn| dan Van + Vbn + Vcn = 0 dengan Van , Vbn dan Vcn disebut tegangan-tegangan fasa. Jika besarnya tegangan fasa adalah Vp dan Van dipilih sebagai acuan maka tegangantegangan fasa itu dapat dituliskan sebagai: Van = Vp 0 , Vbn = Vp 120 dan Vcn = Vp 240 yang disebut urutan fasa positif atau urutan fasa abc dan Van = Vp 0 , Vbn = Vp 120 dan Vcn = Vp 240 yang disebut urutan fasa negative atau urutan fasa cba. Diagram fasornya ditunjukkan pada gambar 1.2. Dalam kebanyakan sistem yang ditinjau pada umumnya dipilih urutan fasa positif kecuali disebutkan lain.

E-Learning Rangkaian Listrik 2

(a)

(b)

Gambar 1.1 Sumber Tiga Fasa Seimbang Terhubung Y (a) Sumber Tiga Fasa Terhubung Beban, (b) Diagram Fasor

240

120

120

240

Gambar 1.2. Diagram Fasor Urutan Positif dan Negative

Hubungan antara tegangan dari saluran ke saluran (tegangan saluran) dengan tegangan fasa dapat diketahui sebagai berikut: Vab = Van + Vnb = Van - Vnb = Vp 0 - Vp 120 = Vp (cos 0 + j sin 0) - Vp (cos (-120 )+j sin (120))
= Vp 3 + 3 2 2 = 3 Vp 30
3 E-Learning Rangkaian Listrik 2

Dengan cara yang sama diperoleh tegangan-tegangan saluran yang lainnya yaitu: Vbc = Vbn Vnc = 3 Vp 90

Vca = Vcn - Vna =

3 Vp 210

Latihan Soal: Buktikan nilai fasor tegangan-tegangan saluran Vbc dan Vca dengan matematis bilangan kompleks dan polar.

Pada gambar 1.3, ditunjukkan digram fasor untuk tegangan-tegangan fasa dan tegangantegangan saluran untuk urutan positif. Dengan urutan positif, Van mendahului Vbn dan Vbn mendahului Vcn masing-masing 120. Hal yang sama terjadi pada Vab mendahului Vbc dan Vbc mendahului Vca juga sebesar 120. Sedangkan untuk urutan negatif, Van tentinggal dari Vbn dan Vbn tertinggal dari Vcn masing-masing 120. Vab tertinggal dari Vbc dan Vbc tertinggal dari Vca sebesar 120. Jika besarnya tegangan saluran adalah Vl maka terdapat hubungan:

Vl =

Vp

Gambar 1.3. Diagram Fasor Tegangan Fasa dan Tegangan Saluran Urutan Fasa Positif

E-Learning Rangkaian Listrik 2

1.3.

Arus Fasa dan Arus Line Hubungan Y

Setiap arus yang mengalir dari terminal a, b atau c harus sama dengan yang mengalir melelui sumber satu fasa yang terdapat diantara terminal n dan a, n dan b atau n dan c. Karena itu di dalam generator tiga fasa yang dihubungkan secara Y, arus saluran sama dengan arus fasa atau:

Il = Ip
Rangkuman:
1. Sistem Tiga Fasa Seimbang 2. Tegangan fasa dan tegangan line dalam hubungan Y 3. Arus fasa dan arus line dalam hubungan Y

Latihan Soal:
Sebuah sumber tiga fasa seimbang terhubung Y dengan salah satu tegangan fasa yang diketahui adalah Van = 10 35 Volt. Gambarkan sistem tiga fasa yang dimaksud dan tentukan nilai tegangan-tegangan fasa yang lainnya dan tenganan-tegangan line. Gambarkan juga diagram fasor dari tegangantegangan fasa dan linenya.

Referensi:
1. Budiono Mismail, 1995, Rangkaian Listrik , Jilid Pertama, Penerbit ITB. 2. Joseph A. Edminister, 1995, Rangkaian Listrik, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga. 3. William H. Hayt, Jr, 1988, Rangkaian Listrik, Jilid Pertama, Penerbit Erlangga.

E-Learning Rangkaian Listrik 2